Jurnal Basicedu Volume 4 Nomor 3 Tahun 2020 Halm. 565- 570 JURNAL BASICEDU Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Efektivitas Model Pembelajaran Group Investigation (GI) terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Eka Kartikawati1. Alviana Ningsih2. Budhi Akbar3 Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka. DKI Jakarta. Indonesia1,2,3 Email : eka. kartikawati@uhamka. id1, alviananingsih@gmail. com2, budhiakbar@gmail. Abstrak Model pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa. Model Group Investigation berpotensi dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa karena model ini menerapkan penyelidikan ilmiah yang dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Penelitian kami berusaha untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Group Investigation terhadap keterampilan proses sains siswa pada materi jaringan tumbuhan. Metode: digunakan sebanyak 74 siswa sebagai responden dalam penelitian ini. Soal tes keterampilan proses sains berupa pilihan ganda berjumlah 35 butir digunakan sebagai alat mengumpulkan data. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan rumus uji t yang sebelumnya diuji normalitas dan homogenitasnya. Hasil: perhitungan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 75,5 lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol sebesar 67,4. Penelitian kami menginformasikan bahwa model pembelajaran Group Investigation (GI) diketahui dapat berpengaruh positif terhadap keterampilan proses sains (KPS) siswa . hitung = 5,01 > ttabel = 2,. Kesimpulan: model pembelajaran Group Investigation memiliki potensi yang baik dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Kata Kunci: Model Pembelajaran Group Investigation. Keterampilan Proses Sains. Jaringan Tumbuhan Abstract Learning model is potentially affects the students Science Process Skills. The scientific design supported in Group Investigation (GI) with the potential to enhance the studentsAo science process skills. This research aimed to investigate the effect of GI through practicum supported on science process skills in plant tissue There were 74 students were participated as the respondents of the research with 35 multiple choice questions on science process skills as its instrument. The data were analysed by using t-test formula which was previously tested for normality and homogeneity. In experimental class, the mean score of Post Test was 7 higher than the control class 67. The results showed that GI learning model influenced studentsAo science process skill (SPS=5. 01 > t-table 2. It can be concluded that GI can improve studentsAo science process skills. Keywords: Group Investigation Learning Model. Science Process Skills. Plant Network Copyright . 2020 Eka Kartikawati. Alviana Ningsih. Budhi Akbar A Corresponding author : Address : Depok Email : eka. kartikawati@uhamka. Phone : 085224244777 DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Efektivitas Model Pembelajaran Group Investigation (GI) terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Ae Eka Kartikewati. Alviana Ningsih. Budhi Akbar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Sains berasal dari kata natural science. Natural melakukan penyelidikan ilmiah, karena penyelidikan ilmiah adalah jantungan pembelajaran sains berhubungan dengan alam. Sedangkan science sendiri artinya ialah ilmu pengetahuan. Pendidikan keterampilan proses sains (Shahali et al. , 2. Sains berperan dalam upaya menghasilkan siswa Pada kenyataannya keterampilan proses yang berkualitas sesuai dengan kurikulum dan sains siswa di Indonesia masih rendah. Dalam situasi yang ada (Budi et al. , 2. Sains OECD (Organization for Economic Co-operation and Developmen. tahun 2018, penilaian yang pemberian pengalaman secara langsung untuk mengembangkan kompetensi agar siswa mampu International menjelajahi dan memahami alam sekitar secara Indonesia berada di urutan ke-62 di bidang ilmiah (Panjaitan. Nur. , & Jatmiko, pendidikan sains (OECD, 2. Adapun untuk peringkat salah satu aspek keterampilan proses Pendidikan IPA mengarahkan peserta didik PISA Student (Programme Assessmen. sains seperti menjelaskan fenomena, mengevaluasi untuk Aumencari tahuAy dan AuberbuatAy sehingga dapat membantu peserta didik mendapatkan pengetahuan dan pemahaman yang lebih mengenai menempati peringkat yang rendah yaitu urutan ke- alam sekitarnya. Pembelajaran IPA sebaiknya 66 dari 70 negara (PISA, 2. dapat mengembangkan kedua dimensi tersebut. Meskipun Indonesia Group agar hakikat sains dapat terpenuhi dan tercapai Investigation terhadap keterampilan proses sains sudah banyak diteliti namun untuk tingkat Menurut deskripsi di atas dapat disimpulkan pendidikan di SMA dan pada mata pelajaran biologi masih sedikit yang meneliti. Penelitian ini dirancang untuk mengetahui efektifitas model (Wulandari, pengalaman langsung dan suatu pemahaman dalam memahami alam sekitar secara ilmiah. keterampilan proses sains yang dimiliki siswa. Berkaitan dengan itu langkah-langkah yang Group Investigation Informasi yang digunakan dalam penelitian ini harus dilakukan oleh seorang guru untuk dapat mengembangkan keterampilan proses sains siswa berkualitas yaitu dengan menggunakan metode, melalui model pembelajaran Group Investigation model, dan pendekatan yang menarik dalam proses pada siswa kelas XI pada materi Jaringan Tumbuhan. Model digunakan oleh guru ialah yang memungkinkan siswa berperan secara aktif dalam pembelajaran. METODE Proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa Metode penelitian yang digunakan adalah perlu dibiasakan untuk mengerjakan proses ilmiah quasi experiment. Peneliti menggunakan metode yang sesuai dengan metode ilmiah dengan ini dikarenakan kelompok kontrol yang dimiliki (Puspita et al. , 2. Model pembelajaran yang variabel-variabel Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Efektivitas Model Pembelajaran Group Investigation (GI) terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Ae Eka Kartikewati. Alviana Ningsih. Budhi Akbar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. mempengaruhi pelaksanaan eksperimen sedangkan HASIL DAN PEMBAHASAN jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian Penggunaan ini adalah kuantitatif (Sugiyono, 2. Teknik terhadap keterampilan proses sains siswa telah sampel dilakukan dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus sampai 5 Pengumpulan September 2019. Sebanyak 74 siswa dari 2 kelas penelitian untuk menganalisis data menggunakan statistik yang bertujuan untuk menguji sebuah penelitian ini ialah data keterampilan proses sains yang diperoleh melalui instrumen penelitian yaitu Prosedur Hasil berupa soal tes pilihan ganda sebanyak 35 butir Dalam penelitian ini jenis keterampilan melakukan judgment instrumen kepada dosen proses sains yang diukur meliputi, observasi, pembimbing I dan dosen pembimbing II. Setelah itu melakukan revisi berdasarkan hasil judgement yang kemudian instrument diujikan kepada siswa kelas XII MIPA 4 di SMA Negeri 98 Jakarta dilanjutkan dengan uji validitas soal dan uji Hasil reliabilitas soal. rata-rata keterampilan proses sains siswa setelah diterapkan Tahap pelaksanaannya pada kelas XI MIPA dengan model pembelajaran Group Investigation 1 sebagai kelas eksperimen digunakan model proses pembelajaran siswa menjadi meningkat pembelajaran GI yang meliputi 6 tahap yaitu, terutama pada kelompok eksperimen yang di beri perlakuan dengan model Group Investigation. Hasil rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 75,5 sedangkan rata-rata posttest kelas kontrol . dan evaluasi . Proses sebesar 67,4 yang berarti rata-rata posttest kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol. , . , . Pada setiap tahap model GI, khususnya Hasil posttest kelas eksperimen menunjuk- tahap penyelidikan, presentasi dan evaluasi guru . Hal menerapkan keterampilan proses sains untuk menunjukkan bahwa keterampilan proses sains melatih siswa. Materi yang digunakan dalam kelas eksperimen lebih baik bila dibandingkan pembelajaran yaitu materi jaringan tumbuhan. dengan kelas kontrol. Hal tersebut sesuai dengan Pada akhir pertemuan guru memberikan soal pada Tabel 1. posttest tertulis berbentuk pilihan ganda. Setelah melakukan tahap pelaksanaan dan mendapatkan hasil dari pelaksanaan tersebut, selanjutnya dilakukan analisis data dengan analisis uji prasyarat terlebih dahulu yaitu uji normalitas Tabel 1. Perbandingan Kemampuan Siswa untuk Setiap Indikator KPS di kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Indikator KPS dan uji homogenitas. Setelah kedua data normal dan homogen maka selanjutnya dilakukan uji-t . ji Presentase (%) Eksperime Kontrol 55,41 70,95 Klasifikasi 73,65 79,73 Interpretasi 82,43 Prediksi 83,78 89,86 Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Efektivitas Model Pembelajaran Group Investigation (GI) terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Ae Eka Kartikewati. Alviana Ningsih. Budhi Akbar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Presentase (%) Eksperime Kontrol Indikator KPS indikator prediksi, dikarenakan pada model Group Investigation memiliki tahap investigation, hal ini karena pada saat tahap tersebut siswa aktif Merencanakan percobaan 58,78 63,51 64,86 84,68 mengembangkan kemampuan prediksinya sendiri Mengajukan pertanyaan 59,46 63,06 mengenai pertumbuhan tanaman dengan bantuan 63,51 68,92 LKS yang diberikan oleh guru dan dimantapkan Menerapkan konsep 50,19 61,39 kemampuan prediksinya pada tahap evaluation. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa setiap indikator KPS kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Pada Indikator Sedangkan indikator observasi, merencanakan percobaan, mengajukan pertanyaan, berkomunikasi dan menerapkan konsep tergolong cukup. Model pembelajaran Group Investigation dapat mempengaruhi keterampilan proses sains siswa karena mempunyai 6 tahap yang berperan untuk mengembangkan keterampilan proses sains yaitu tahap grouping, planning, investigation, organizing, presenting dan evaluation (Slavin. Siswa juga bekerja sama dalam melakukan penyelidikan dan menyelesaikan masalah yang LKS. Pemberian LKS dilakukan untuk memberikan ketertarikan siswa dalam kegiatan belajar serta memberikan dampak positif selama kegiatan belajar (Sari & Kurniawati. Hal ini sesuai dengan penelitian (Wiratana keterampilan proses sains yang signifikan antara pembelajaran Group Investigation dengan siswa Kesembilan KPS menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Nilai persentase dari kesembilan indikator berbeda-beda, nilai terbesar itu menunjukkan pada Menurut (Rustaman, 2. bahwa keterampilan prediksi akan meningkat bila siswa mengenali pola dan memperkirakan hal-hal yang belum terjadi berdasarkan pola tersebut. Persentase rata-rata interpretasi pada kelas eksperimen diperoleh sebesar 82,43% memiliki perbedaan dengan kelas kontrol yang mendapatkan hasil 75%. Perolehan tinggi pada kelas eksperimen disebabkan pada pembelajaran GI pada tahap investigation siswa hubungan antar media tanam dengan tinggi tanaman yang terdapat di dalam LKS. Nilai rata-rata indikator komunikasi pada kelas eksperimen diperoleh sebesar 68,92% lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan nilai rata-rata 63,51%. Hal ini disebabkan pada model GI tahap presentation siswa diberikan masalah mengenai pertumbuhan tanaman, kemudian guru menyajikan data-data statistik dan meminta siswa untuk mengubahnya menjadi sebuah diagram atau grafik, yang juga terlampir pada LKS. Menurut (Dimyati & Mudjiono, 2. grafik, bagan, peta lambang, gambar sama baiknya dengan kata-kata yang dituliskan atau dibicarakan, semuanya adalah cara-cara digunakan dalam ilmu pengetahuan. Pada eksperimen diperoleh sebesar 70,95% lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan nilai rata-rata 55,41%. Hal ini disebabkan pada fase investigation siswa berlatih mengamati jaringan tumbuhan dan organ tumbuhan yang terdapat di dalam LKS serta Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Efektivitas Model Pembelajaran Group Investigation (GI) terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Ae Eka Kartikewati. Alviana Ningsih. Budhi Akbar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. SIMPULAN kemampuan mengobservasi meningkat karena Berdasarkan siswa terlibat langsung untuk mengamati setiap diketahui bahwa kemampuan keterampilan proses sains siswa setelah diberi perlakuan berdistribusi pancaindera (Andini et al. , 2. Hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat Pada peningkatan, hal ini menunjukkan bahwa model 79,73% pembelajaran Group Investigation berpengaruh tinggidibandingkan kelas kontrol sebesar 73,65%. terhadap keterampilan proses sains. Kegiatan Hal ini disebabkan pada fase investigation siswa pembelajaran Group Investigation (GI) melatih siswa untuk mengembangkan keterampilan proses disediakan di dalam LKS. Keterampilan klasifikasi keterampilan proses sains dengan baik. berdasarkan jaringan dan organnya yang sudah Sehingga langsung serta terdapat proses pengelompokkan DAFTAR PUSTAKA