Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 2. Novenber 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. PKM KOLABORASI PASIEN DAN KELUARGA DALAM PEMULIHAN GANGGUAN KOMUNIKASI PASKA STROKE DI DESA SUKA Sulaiman1. Anggriani2. Nurul Aini3 Stikes Siti Hajar Prodi Fisioterapi. Medan. Indonesia *Korespondensi : . ulaiman@stikes-sitihajar. Abstrak Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan di Indonesia, termasuk gangguan komunikasi yang berdampak pada kualitas hidup pasien dan keluarga. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membantu pemulihan komunikasi pada pasien pasca-stroke di Desa Suka Raya. Kecamatan Pancur Batu, melalui kerjasama dengan Posyandu Melati sebagai mitra pengabdian. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi kepada masyarakat, pelatihan kader Posyandu tentang teknik terapi wicara, serta penerapan teknologi berupa aplikasi rehabilitasi yang memudahkan pemantauan Selain itu, pendampingan intensif diberikan kepada keluarga pasien agar mereka terlibat aktif dalam proses rehabilitasi. Program ini juga melibatkan evaluasi berkelanjutan untuk menilai efektivitas pelatihan dan teknologi yang diterapkan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi pada pasien stroke, serta peningkatan keterampilan kader Posyandu dalam memberikan dukungan rehabilitasi. Keterlibatan keluarga dalam penggunaan aplikasi rehabilitasi juga memperkuat proses pemulihan pasien. Kolaborasi antara Posyandu, tenaga kesehatan, dan keluarga menciptakan lingkungan yang mendukung kesembuhan pasien pasca-stroke. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan kapasitas komunitas dalam mendukung rehabilitasi pasien stroke, dan model ini berpotensi diimplementasikan di wilayah lain. Kata kunci: Posyandu, teknologi sederhana, pengabdian masyarakat. Abstract Stroke is one of the leading causes of disability in Indonesia, including communication disorders that significantly impact the quality of life for both patients and their families. This Community Service Program aims to support communication recovery for post-stroke patients in Suka Raya Village. Pancur Batu District, through collaboration with Posyandu Melati as a community partner. The program's methods include community outreach, training Posyandu cadres in speech therapy techniques, and implementing technology in the form of a rehabilitation application that facilitates patient monitoring. Additionally, intensive support is provided to families to ensure their active involvement in the rehabilitation process. Continuous evaluation is conducted to assess the effectiveness of the training and technology applied. The results of the program demonstrate improved communication abilities among stroke patients and enhanced skills of Posyandu cadres in providing rehabilitation support. Family involvement in utilizing the rehabilitation application also strengthens the patients' recovery process. Collaboration between Posyandu, healthcare workers, and families creates a supportive environment for post-stroke patient recovery. In conclusion, this program successfully increases the communityAos capacity to support stroke patient rehabilitation and presents a model that can be replicated in other areas. Keywords: Posyandu, simple technology, community service Submit: Juni 2024 Diterima: Agustus 2024 Publis: November 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Latar masyarakat di Posyandu Melati. Desa Suka Raya, permasalahan yang cukup umum di berbagai posyandu di Indonesia, yakni rendahnya pemahaman kader posyandu mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak serta kurangnya akses dan pemanfaatan teknologi dalam Posyandu, sebagai salah satu kesehatan primer di Indonesia, berperan krusial dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Namun, kualitas pelayanan posyandu sangat bergantung pada kapasitas kader yang sering kali memiliki keterbatasan dalam hal terutama terkait teknologi (Kemenkes RI, 2. Vol. 8 No. November 2024 komunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam pemulihan sosial dan emosional pasca-stroke. Kajian Pustaka Terdahulu (State of the Ar. Penelitian sebelumnya telah kapasitas kader posyandu dapat pencegahan kasus stroke (Sulaiman. & Anggriani, 2. Studi oleh Shek, . Biondi. Ballard. Wykes, , & Simblett. menyebutkan bahwa penggunakan teknology sederhana kepada kader pemahaman mereka terkait pemulihan pasca stroke dalam berkomunikasi Selain itu. Hidayah. Sheba. , & Komaladini. menemukan bahwa penerapan metode stimulasi pada meyembuhkan pasien pasca stroke. Stroke merupakan salah satu kecacatan di Indonesia(WHO, 2. Selain menyebabkan gangguan motorik, stroke juga sering menyebabkan gangguan komunikasi yang signifikan, seperti afasia, disartria, dan apraksia, yang berdampak pada kualitas hidup pasien dan keluarganya (Godecke et al. Desa Suka Raya. Kecamatan Pancur Batu, merupakan salah satu wilayah dengan jumlah pasien stroke yang cukup tinggi. Berdasarkan data Puskesmas Desa Suak Raya, sekitar 15% dari populasi pasien stroke di desa Suka Raya mengalami gangguan Gangguan ini membuat pasien sulit berinteraksi dengan keluarga dan komunitas, yang pada rehabilitasi secara menyeluruh. Hal ini menjadi perhatian utama, karena Namun demikian, masih sedikit penggabungan antara pelatihan kader posyandu dan penerapan teknologi untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan di tingkat komunitas. Selain itu, penelitian yang mengaitkan secara kapasitas kader dengan keberhasilan implementasi teknologi dalam kegiatan posyandu juga masih terbatas. Dengan mendesak untuk kajian lebih lanjut yang mengeksplorasi dampak dari kombinasi pelatihan dan teknologi terhadap kualitas pelayanan posyandu. Pernyataan Kebaruan Ilmiah Pengabdian ini menawarkan kebaruan ilmiah melalui pendekatan peningkatan kapasitas kader posyandu Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) dengan penerapan teknologi sederhana untuk pencatatan dan pelaporan data Program ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan keakuratan pelayanan di posyandu. Pendekatan ini kontribusi baru dalam literatur tentang posyandu dan penerapan teknologi dalam layanan kesehatan masyarakat. Vol. 8 No. November 2024 Desa Suka Raya dapat mengalami perbaikan kemampuan komunikasi yang Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menciptakan model rehabilitasi berbasis komunitas yang dapat diterapkan di wilayah lain dengan kondisi serupa. Manfaat jangka panjang dari program ini adalah terbentuknya komunitas yang lebih tanggap terhadap kebutuhan rehabilitasi pasien stroke, serta terjalinnya kolaborasi yang lebih kuat antara Posyandu, keluarga, dan tenaga kesehatan. Permasalahan Pengabdian Mitra yang terlibat dalam kegiatan pengabdian ini adalah Posyandu Melati, yang berperan penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Namun, kader Posyandu Melati memiliki keterbatasan dalam memberikan layanan rehabilitasi Pengetahuan dan keterampilan kader dalam terapi wicara masih minim, sehingga tidak ada program rehabilitasi khusus yang ditawarkan. Selain itu, keluarga pasien juga kurang dilibatkan secara aktif dalam proses pemulihan, karena tidak ada panduan yang jelas mengenai bagaimana mereka dapat mendukung rehabilitasi di rumah. Kendala lain yang dihadapi adalah minimnya akses terhadap teknologi yang dapat membantu proses terapi METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan pengabdian ini dirancang untuk Program Pemulihan Pasca Stroke dengan Gangguan Komunikasi pada Pasien dan Keluarga di Desa Suka Raya. Kecamatan Pancur Batu,Ay metode pelaksanaan dirancang untuk mencapai tujuan secara efektif. Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan komunikasi pasien stroke dan memberdayakan Metode yang diterapkan mencakup pendekatan teoretis berbasis komunitas dan penggunaan teknologi, dengan pelatihan dan pendampingan Rancangan Pengabdian Rancangan partisipatif, di mana kader posyandu dan masyarakat desa terlibat secara aktif dalam proses pengembangan kapasitas dan implementasi teknologi. Program ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu: Sosialisasi dan Penyuluhan masyarakat Desa Suka Raya. Tujuan utama pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas kader Posyandu Melati dalam memberikan rehabilitasi komunikasi bagi pasien stroke, serta mendorong keterlibatan aktif keluarga dalam proses pemulihan. Diharapkan, melalui pelatihan dan penggunaan teknologi, pasien stroke di Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) khususnya kader Posyandu Melati dan keluarga pasien stroke. Penyuluhan awal ini bertujuan mengenai pentingnya rehabilitasi komunikasi bagi pasien stroke (Sulaiman and Anggriani 2. Materi dasar-dasar anatomi dan fisiologi otak, penyebab stroke, serta dampaknya pada kemampuan Dalam tahap ini, pendekatan partisipatif digunakan, di mana kader Posyandu dan keluarga pasien diajak untuk berdiskusi mengenai pengalaman mereka dalam menghadapi pasien stroke, sehingga mereka lebih termotivasi untuk terlibat dalam Pelatihan Kader Posyandu dan Keluarga. Pada dilakukan pelatihan intensif bagi kader Posyandu Melati dan Pelatihan ini dirancang dalam dua sesi utama: Pelatihan Terapi Wicara Dasar: Kader Posyandu pengetahuan dan keterampilan dasar dalam terapi wicara yang dapat diterapkan pada pasien Pelatihan melibatkan praktik langsung yang dipandu oleh ahli terapi wicara, di latihan-latihan Pelatihan Penggunaan Teknologi Rehabilitasi: Keluarga pasien dan menggunakan aplikasi rehabilitasi berbasis Android yang dirancang komunikasi pasien secara mandiri Vol. 8 No. November 2024 di rumah. Aplikasi ini mencakup pengucapan kata, pembentukan simbol-simbol Rancangan ini dipilih karena sifatnya yang inklusif dan melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan, seperti pemerintah desa, tenaga kesehatan setempat, serta masyarakat Dengan demikian, diharapkan terjadi peningkatan yang signifikan dalam pelayanan posyandu baik dari segi kualitas maupun efisiensi. Subjek kegiatan ini adalah para kader Posyandu Melati dan pasien pasca stroke dan Kader posyandu ini dipilih merupakan pelaksana utama pelayanan kesehatan di tingkat desa. Kader yang menjadi subjek pengabdian memiliki berbagai latar belakang pendidikan dan pengalaman yang bervariasi. Sebagian besar dari mereka memiliki latar belakang pendidikan formal hingga tingkat sekolah menengah atas, dan beberapa memiliki pengalaman sebagai kader posyandu selama lebih dari 5 tahun. Dengan perbedaan latar belakang ini, pelatihan yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing kader agar dapat diikuti dengan baik oleh semua peserta. Pengukuran ketercapaian hasil pengabdian dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Alat ukur yang digunakan meliputi: Skala Afasia Boston (Boston Aphasia Tes. untuk mengukur kemampuan komunikasi verbal dan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) non-verbal pasien sebelum dan Skala ini digunakan untuk mengetahui tingkat perbaikan kemampuan bicara, pemahaman, stimulus visual dan auditory (Hidayah. Sheba, and Komaladini Kuesioner Partisipasi Keluarga dan Kader yang dirancang untuk mengukur tingkat keterlibatan keluarga dalam mendukung proses pemulihan pasien. Kuesioner ini keluarga dan kader terhadap penggunaan aplikasi rehabilitasi dan terapi wicara dasar. Observasi Langsung dilakukan tim pengabdian untuk menilai perubahan dalam interaksi sosial pasien dengan keluarga dan Indikator pengukuran mencakup frekuensi komunikasi, mengikuti instruksi. Evaluasi Aplikasi Rehabilitasi dilakukan untuk mengukur efektivitas penggunaan aplikasi sebagai alat bantu terapi wicara. Data dari aplikasi yang mencatat frekuensi latihan, tingkat keberhasilan tugas, serta umpan balik dari pengguna . asien dan keluarg. keberhasilan teknologi. Tingkat ketercapaian keberhasilan pengabdian diukur dari beberapa aspek: Perubahan Sikap Kader dan Keluarga. Keberhasilan program diukur dari Posyandu Melati dan keluarga pasien Indikator keberhasilan mencakup keterampilan kader dalam menerapkan terapi wicara, serta Vol. 8 No. November 2024 keterlibatan aktif keluarga dalam mendukung proses rehabilitasi pasien di Perubahan Sosial dan Budaya, dari segi sosial, keberhasilan program diukur dari peningkatan interaksi sosial pasien stroke dengan keluarga dan Pasien yang awalnya pasif dalam komunikasi diharapkan lebih aktif berinteraksi setelah mengikuti program ini. Selain itu, diharapkan terjadi perubahan budaya di desa, di mana keluarga lebih mendukung peran aktif dalam proses rehabilitasi pasien. Perubahan Ekonomi, walaupun program ini tidak secara langsung peningkatan kemampuan komunikasi meningkatkan produktivitas mereka dalam jangka panjang. Pasien yang mampu berkomunikasi lebih baik dapat kembali berperan dalam kegiatan ekonomi keluarga, misalnya dengan membantu dalam aktivitas sehari-hari atau bahkan bekerja kembali setelah proses pemulihan yang signifikan. Prosedur Pengumpulan Data Prosedur dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pengumpulan data sebelum pelatihan yang mencakup pengetahuan dan keterampilan kader penggunaan teknologi dalam pencatatan Data ini dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara langsung dengan kader posyandu. Data kuesioner dan observasi dianalisis keterampilan kader posyandu sebelum Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) dan sesudah pelatihan. Data kualitatif dari wawancara juga dianalisis untuk mendapatkan wawasan lebih mendalam mengenai persepsi kader terhadap pelatihan yang diberikan serta kendala menggunakan teknologi. Lokasi kegiatan pengabdian ini adalah di Posyandu Melati. Desa Suka Raya. Posyandu ini dipilih karena merupakan salah satu posyandu yang aktif di desa tersebut, namun masih memiliki keterbatasan dalam hal Selain itu, kader posyandu di mendapatkan pelatihan yang terintegrasi dengan teknologi untuk mendukung kegiatan mereka. Lokasi kegiatan ini juga dipilih karena memiliki karakteristik yang mewakili banyak posyandu di wilayah pedesaan, di mana keterbatasan akses terhadap teknologi dan pelatihan menjadi masalah umum yang dihadapi. Dengan demikian, diharapkan hasil dari pengabdian ini dapat diaplikasikan di posyandu-posyandu lain dengan kondisi Vol. 8 No. November 2024 Metode yang Digunakan Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah metode pelatihan partisipatif dan Pelatihan diberikan kepada kader posyandu melalui pendekatan partisipatif, di mana peserta dilibatkan secara aktif dalam proses belajar mengajar. Materi pelatihan disampaikan secara sederhana dan praktis, dengan tujuan agar mudah dipahami dan diterapkan oleh kader. Selain itu, penerapan teknologi dalam menggunakan aplikasi sederhana yang telah disesuaikan dengan kebutuhan Teknologi pencatatan data kesehatan, serta melaksanakan tugas mereka. Evaluasi Kegiatan Pengukuran ketercapaian hasil pengabdian dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Alat ukur yang digunakan meliputi: Skala Afasia Boston (Boston Aphasia Tes. untuk mengukur kemampuan komunikasi verbal dan non-verbal pasien sebelum dan Skala ini digunakan untuk mengetahui tingkat perbaikan kemampuan bicara, pemahaman, stimulus visual dan auditory (Hidayah. Sheba, and Komaladini Gambar 1. Lokasi Pengabdian Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 Kuesioner Partisipasi Keluarga dan Kader yang dirancang untuk mengukur tingkat keterlibatan keluarga dalam mendukung proses pemulihan pasien. Kuesioner ini keluarga dan kader terhadap penggunaan aplikasi rehabilitasi dan terapi wicara dasar. Observasi Langsung dilakukan tim pengabdian untuk menilai perubahan dalam interaksi sosial pasien dengan keluarga dan Indikator pengukuran mencakup frekuensi komunikasi, mengikuti instruksi. dalam komunikasi diharapkan lebih aktif berinteraksi setelah mengikuti program ini. Selain itu, diharapkan terjadi perubahan budaya di desa, di mana keluarga lebih mendukung peran aktif dalam proses rehabilitasi pasien. Perubahan Ekonomi, walaupun program ini tidak secara langsung peningkatan kemampuan komunikasi meningkatkan produktivitas mereka dalam jangka panjang. Pasien yang mampu berkomunikasi lebih baik dapat kembali berperan dalam kegiatan ekonomi keluarga, misalnya dengan membantu dalam aktivitas sehari-hari atau bahkan bekerja kembali setelah proses pemulihan yang signifikan. Evaluasi Aplikasi Rehabilitasi dilakukan untuk mengukur efektivitas penggunaan aplikasi sebagai alat bantu terapi wicara. Data dari aplikasi yang mencatat frekuensi latihan, tingkat keberhasilan tugas, serta umpan balik dari pengguna . asien dan keluarg. keberhasilan teknologi. Tingkat ketercapaian keberhasilan pengabdian diukur dari beberapa aspek: Perubahan Sikap Kader dan Keluarga. Keberhasilan program diukur dari Posyandu Melati dan keluarga pasien Indikator keberhasilan mencakup keterampilan kader dalam menerapkan terapi wicara, serta keterlibatan aktif keluarga dalam mendukung proses rehabilitasi pasien di Perubahan Sosial dan Budaya, dari segi sosial, keberhasilan program diukur dari peningkatan interaksi sosial pasien stroke dengan keluarga dan Pasien yang awalnya pasif Bahan yang Digunakan Bahan yang digunakan dalam kegiatan ini teknologi berupa tablet atau smartphone untuk setiap kader posyandu, serta aplikasi pencatatan data kesehatan yang telah dirancang khusus untuk posyandu. Selain itu, modul pelatihan dan materi presentasi juga digunakan sebagai bahan ajar dalam kegiatan pelatihan. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Penjelasan Kegiatan Pelaksanaan masyarakat di Desa Suka Raya, khususnya di Posyandu Melati, berfokus pada peningkatan kapasitas kader Posyandu dan keluarga dalam mendukung proses rehabilitasi pasien stroke yang mengalami gangguan Kegiatan ini dilakukan penerapan teknologi berbasis aplikasi Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) rehabilitasi yang dikembangkan untuk memfasilitasi pemulihan pasien stroke. Pengabdian ini tidak hanya bertujuan memperkuat peran keluarga dan kader dalam proses rehabilitasi. Nilai Tambah dalam Aspek Sosial dan Ekonomi Kegiatan memberikan dampak signifikan dalam hal perubahan perilaku sosial dan ekonomi di kalangan masyarakat Desa Suka Raya. Dari aspek sosial, keluarga pasien stroke yang sebelumnya pasif dalam mendukung rehabilitasi, kini pelatihan dan menggunakan aplikasi rehabilitasi di rumah. Partisipasi aktif ini menciptakan lingkungan yang lebih suportif, di mana keluarga terlibat langsung dalam proses pemulihan anggota keluarga yang terkena stroke (Malik et al. Selain itu, kader Posyandu Melati yang sebelumnya hanya berfokus pada memiliki keterampilan tambahan dalam mendukung rehabilitasi pasien stroke (Sulaiman and Anggriani 2. Hal ini Posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Kader Posyandu kini tidak hanya melayani ibu dan anak, tetapi juga mampu rehabilitasi pasien stroke, yang pada akhirnya memperluas cakupan layanan kesehatan di desa. Dari aspek ekonomi, walaupun dampaknya tidak langsung terlihat pengabdian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi pada pemulihan produktivitas pasien stroke dalam jangka panjang. Pasien yang mengalami peningkatan kemampuan komunikasi Vol. 8 No. November 2024 dapat berkontribusi kembali dalam aktivitas ekonomi keluarga, baik dengan terlibat dalam pekerjaan ringan di rumah atau bahkan kembali bekerja setelah pemulihan yang signifikan (Gunawan. Siregar, and Sulaiman Perubahan Perilaku Jangka Panjang Perubahan perilaku sosial yang terjadi pada keluarga dan kader Posyandu merupakan salah satu pencapaian utama dari kegiatan pengabdian ini. Keluarga yang lebih memahami pentingnya rehabilitasi dan memiliki keterampilan dasar dalam terapi wicara, diharapkan dapat terus mendukung proses pemulihan pasien pendampingan selesai. Begitu pula, kader Posyandu yang sudah terlatih dapat melanjutkan program rehabilitasi ini untuk pasien stroke lainnya di desa, menciptakan kesinambungan dalam upaya peningkatan kualitas hidup Masyarakat (Sulaiman and Anggriani 2 Tingkat Pemahaman Tentang Kegiatan Yang Berlangsung Pencapaian Tujuan Kegiatan Kegiatan dirancang dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader Posyandu rehabilitasi pasien stroke dengan gangguan komunikasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, pelaksanaan kegiatan keberhasilan, termasuk: A Peningkatan Kemampuan Kader dan Keluarga dalam Terapi Wicara: Melalui pelatihan dan kemampuan kader Posyandu dan keluarga dalam memberikan terapi Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) A A wicara dasar berhasil ditingkatkan. Indikator keberhasilan ini diukur dengan tes praktek langsung serta evaluasi pasca pelatihan, di mana 85% dari peserta pelatihan mampu mengaplikasikan teknik terapi wicara yang diajarkan. Penggunaan Teknologi Rehabilitasi Pasien: Penerapan teknologi rehabilitasi diterapkan pada sebagian besar Indikator keberhasilan ini diukur dari jumlah pasien yang secara rutin menggunakan aplikasi tersebut, serta peningkatan dalam kemampuan komunikasi pasien yang diukur melalui skala Afasia Boston. Sebanyak 70% pasien kemampuan komunikasi setelah tiga bulan menggunakan aplikasi Perubahan Perilaku Keluarga dalam Mendukung Rehabilitasi: Evaluasi dilakukan dengan memberikan kuesioner sebelum dan sesudah program pengabdian. Hasilnya menunjukkan bahwa 90% keluarga pasien lebih terlibat aktif dalam mengikuti program ini. Vol. 8 No. November 2024 memungkinkan pasien untuk melakukan latihan secara mandiri di rumah, sehingga proses rehabilitasi tidak terbatas pada kunjungan ke Posyandu (Malik et al. Namun, kelemahan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah keterbatasan akses teknologi di beberapa keluarga yang tidak memiliki perangkat Android atau tidak terbiasa menggunakan aplikasi. Meskipun aplikasi yang digunakan cukup sederhana, beberapa keluarga masih mengalami kesulitan dalam operasionalnya, terutama bagi yang tidak terbiasa dengan teknologi (Shek et Selain itu, terdapat variasi dalam tingkat keberhasilan rehabilitasi pasien, tergantung pada tingkat keparahan stroke yang dialami. Beberapa pasien dengan gangguan memerlukan intervensi lebih lanjut dari ahli terapi wicara profesional, yang tidak selalu tersedia di daerah tersebut (Marwaa et al. Tingkat Kesulitan Pengembangan Peluang Tingkat kesulitan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini sebagian besar terletak pada penerapan teknologi rehabilitasi dan pengaturan waktu pendampingan (MacNeill. McGain, and Sherman 2. Beberapa kader Posyandu menggunakan aplikasi rehabilitasi, terutama pada tahap awal. Untuk mengatasi hal ini, tim pengabdian melakukan pelatihan tambahan dan memberikan pendampingan secara lebih intensif pada keluarga yang mengalami Peluang pengembangan kegiatan ini sangat besar, terutama dalam Keunggulan Kelemahan Kegiatan Keunggulan utama dari kegiatan pengabdian ini terletak pada pendekatan partisipatif yang melibatkan komunitas rehabilitasi (Palmer and Glass 2. Pelibatan keluarga dan kader Posyandu sebagai bagian dari proses pemulihan pendampingan resmi selesai. Selain itu, penggunaan teknologi berbasis aplikasi Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) memperluas cakupan program ke desadesa lain yang memiliki kasus stroke Dengan adanya kerjasama yang lebih erat antara Posyandu dan dinas rehabilitasi berbasis komunitas ini dapat menjadi model bagi program serupa di daerah lain. Selain itu, aplikasi rehabilitasi yang digunakan juga dapat dikembangkan lebih lanjut dengan fiturfitur tambahan, seperti latihan kognitif dan motorik yang lebih komprehensif. Vol. 8 No. November 2024 wicara dasar, serta pemanfaatan teknologi rehabilitasi berbasis aplikasi. Partisipasi memperlihatkan perubahan perilaku positif, di mana mereka lebih terlibat dalam proses pemulihan anggota keluarga yang terkena stroke. Dampak ini tidak hanya dirasakan oleh pasien, tetapi juga memperkuat peran Posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif. UCAPAN TERIMA KASIH Kami syukur dan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada Kementerian Riset. Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikt. memberikan dukungan penuh melalui dana hibah tahun 2024. Bantuan dari Kemenristekdikti ini menjadi landasan utama dalam terlaksananya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini, serta berperan penting dalam kapasitas kader Posyandu Melati di Desa Suka Raya. Dana hibah ini memungkinkan kami untuk melakukan inovasi dalam penerapan teknologi sederhana yang membantu kader posyandu dalam menjalankan tugastugas mereka dengan lebih efektif dan Ucapan terima kasih yang mendalam juga kami sampaikan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKes Siti Hajar yang senantiasa mendukung dan memfasilitasi seluruh proses kegiatan pengabdian ini. Tanpa dukungan LPPM, kegiatan ini tidak akan berjalan dengan Pendampingan serta arahan dari Gambar 2: Penyuluhan dan pelatihan kader Posyandu Melati Desa Suka raya Tabel 1. Hasil Evaluasi Indikator Jumlah kata yang dapat diucapkan Respon terhadap Kemampuan interaksi social Sebelum Program Setelah Program Renda Seda KESIMPULAN Kesimpulan pengabdian masyarakat di Desa Suka Raya, khususnya di Posyandu Melati, menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kapasitas kader Posyandu dan keluarga pasien stroke dalam mendukung proses rehabilitasi. Keberhasilan utama dari program ini terletak pada kemampuan kader dan keluarga dalam mengaplikasikan terapi Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) LPPM sangat membantu kami dalam evaluasi kegiatan pengabdian ini. Selain itu, kami juga ingin berterima kasih kepada pemerintah Desa Suka Raya yang telah memberikan izin serta bantuan dalam menyukseskan kegiatan ini. Tidak lupa kepada seluruh kader Posyandu Melati yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, serta masyarakat Desa Suka Raya yang dengan antusias mendukung dan program ini. Vol. 8 No. November 2024 Malik. Arshad Nawaz. Hina Tariq. Ayesha Afridi, and Farooq Azam Rathore. AuTechnological Advancements in Stroke Rehabilitation. Ay Journal of Pakistan Medical Association 72. : 1672Ae74. Marwaa. Mille Nabsen. Hanne Kaae Kristensen. Susanne Guidetti, and Charlotte Ytterberg. AuPhysiotherapistsAo and Occupational TherapistsAo Perspectives on Information and Communication Technology in Stroke Rehabilitation. Ay Plos one 15. : e0236831. REFERENSI