176 HEME : Health and Medical Journal pISSN : 2685 Ae 2772 eISSN : 2685 Ae 404x Available Online at : https://jurnal. id/index. php/heme/issue/view/76 The Effect of Folic Acid Administration on The Prevention of Preeclampsia Rizna Tyrani Rumanti1*. Julia Windi Gunadi2. Ardo Sanjaya3. Crystallica Luna Kasnadi4 Bagian Obstetri dan Ginekologi. Fakultas Kedokteran. Universitas Kristen Maranatha. Bandung. Indonesia Bagian Fisiologi. Fakultas Kedokteran. Universitas Kristen Maranatha. Bandung. Indonesia Bagian Anatomi. Fakultas Kedokteran. Universitas Kristen Maranatha. Bandung. Indonesia Program Studi Pendidikan Dokter. Fakultas Kedokteran. Universitas Kristen Maranatha. Bandung. Indonesia E-mail : riznatyrani. dr@gmail. Abstrak Preeklamsia merupakan kondisi terjadinya disfungsi plasenta karena adanya inflamasi yang bersifat sistemik, yang dapat ditandai secara umum dengan adanya hipertensi dan gangguan organ. Homosistein merupakan salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya disfungsi endotel. Pada beberapa penelitian yang ada, dipercaya asam folat dapat menurunkan kejadian preeklamsia pada ibu hamil. Studi pustaka ini dibuat untuk membahas efek asam folat terhadap pencegahan terhadap kejadian preeklamsia. Penelitian ini dijalankan dengan metode literature review, artikel didapatkan melalui PubMed dengan kata kunci preeklamsia, dan asam folat. Ditemukan terdapat 6 penelitian yang membahas mengenai suplementasi asam folat terhadap pencegahan terhadap Studi pustaka ini menyimpulkan bahwa pemberian asam folat dosis tinggi 4 hingga 5 mg memilki efek terhadap penurunan insidensi preeklamsia, tetapi juga terdapat penelitian yang menyatakan tidak terdapat pengaruh pemberian asam folat terhadap pencegahan preeklamsia. Waktu pemberian asam folat yang paling efektif pada usaha pencegahan preeklamsia masih perlu diteliti lebih lanjut. Katakunci : preeklampsia, asam folat Abstract Preeclampsia is a condition where placental dysfunction occurs due to systemic inflammation, which can generally be characterized by hypertension and organ disorders. Homocysteine is one of the factors that plays a role in the occurrence of endothelial dysfunction. In several existing studies, it is believed that folic acid can reduce the incidence of preeclampsia in pregnant women. This literature study was created to discuss the effect of folic acid on preventing the incidence of preeclampsia. This research was carried out using a literature review method, articles were obtained through PubMed with the keywords preeclampsia and folic acid. It was found that there were 6 studies that discussed folic acid supplementation for preventing preeclampsia. This literature study concludes that giving high doses of 4 to 5 mg of folic acid has an effect on reducing the incidence of preeclampsia, but there are also studies that state that there is no effect of giving folic acid on preventing preeclampsia. The most effective time to administer folic acid in preventing preeclampsia still needs further research. Keywords : preeclampsia, folic acid Health and Medical Journal HEME. Vol VII No 2 May 2025 PENDAHULUAN Hingga saat ini angka kematian ibu (AKI) masih sangat tinggi di seluruh dunia. WHO 2024 menyatakan 75% penyebab AKI adalah kehamilan, komplikasi saat melahirkan maupun penanganan aborsi yang tidak aman. Hal ini terutama paling sering terjadi pada negara dengan sosio-ekonomi rendah. Hipertensi merupakan gangguan kesehatan yang paling sering terjadi pada kehamilan, kondisi ini mengenai 5-10% kehamilan di 1 Europoean Society of Hypertension (ESH) menyatakan hipertensi adalah kondisi tekanan darah > 140/90 mmHg. Menurut Kemenkes 2023 kondisi hipertensi pada kehamilan merupakan penyebab pertama AKI di Indonesia. 2 Kondisi hipertensi yang terjadi dapat berupa hipertensi kronik, hipertensi gestasional, dan preeklamsia atau Preeklamsia adalah kondisi spesifik pada masa kehamilan dengan tanda berupa disfungsi plasenta dan respon maternal yang disebabkan oleh adanya inflamasi sistemik dengan aktivasi endotel dan koagulasi. Patofisiologi dari preeklamsia belum sepenuhnya dipahami tetapi faktor genetik, lingkungan, dan imunologi merupakan halhal yang mendasari terjadinya preeklamsia. Prevalensi preeklamsia menurut WHO mencapai 2-8% dari keseluruhan kehamilan di dunia. 4 Preeklamsia dapat menyebabkan intra-uterine growth restriction bagi janin dan gangguan multiorgan pada ibu hamil yang dapat peningkatan morbiditas dan mortalitas. Pada ibu hamil organ yang paling sering terdampak dengan kondisi ini adalah sistem Email : heme@unbrah. saraf pusat, sistem kardisovaskular, hati, dan juga ginjal. 5 Preeklamsia memiliki efek jangka panjang, anak-anak yang lahir dari ibu dengan preeklamsia, memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi dalam Nutrisi memegang peran yang sangat penting untuk ibu dan janin dalam tahap sebelum kehamilan, saat kehamilan, dan bahkan setelah melahirkan. Berbagai mikronutrien preeklamsia contohnya adalah kalsium, vitamin A, vitamin D, zinc, dan juga asam 7,8 Asam folat merupakan salah satu mikronutrien yang sangat dibutuhkan dalam Penelitian mengenai pemberian asam folat untuk mencegah preeklamsia telah dilakukan tetapi hal ini masih menjadi pertanyaan karena hasil yang inkonsisten. Oleh sebab itu, literature review ini diperlukan untuk mengetahui dan membahas mengenai efek asam folat pada pencegahan II. METODE Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah literature review dengan pencarian artikel yang diperoleh melalui Google pada situs-situs resmi seperti PubMed. Kata kunci yang digunakan adalah AoPre-eclampsiaAo and Aofolic acidAo, kemudian artikel-artikel tersebut akan dibahas. Artikel yang digunakan adalah artikel dalam Bahasa Inggris yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir dengan judul yang mengandung kata berupa preeklamsia dan asam folat, yaitu pada dalam rentang tahun 2014-2024. Jumlah keseluruhan artikel yang disaring adalah sebanyak 6 artikel. Heme. Vol VII No 2 May 2025 i. HASIL Peneliti Subjek Penelitian Tujuan Model Studi Dosis Asam Folat/hari Hasil Dosis mulai dari 0,10,9 mg, 1 mg, 1,1-1,9 mg, 2-4 mg, dan 4 Pemberian asam folat 1 terjadinya preeklamsia hanya pada wanita hamil dengan risiko Shi Wu Wen, et al 7,669 ibu hamil Menilai hubungan Cohort suplementasi asam folat selama kehamilan pada risiko terjadinya preeklampsia. Mohamm ad H. , et 85 ibu hamil Mengevaluasi dari Random pemberian asam folat dosis ized tinggi pada disfungsi endotel clinical pada pasien yang mengalami trial, 5 mg Subjek penelitian yang meminum 5 mg asam folat dari awal diagnosis hingga 2 bulan setelah melahirkan menunjukan adanya perbaikan fungsi endotel dan berefek tekanan darah maternal selama kehamilan. 460 ibu hamil Menyelidiki manfaat Cohort suplementasi asam folat dosis tinggi dalam penurunan homosistein yang berefek terutama pada preeklamsia. 5 mg dan 0,5 mg Pemberian multivitamin yang mengandung asam folat dosis tinggi selama membantu menurunkan level homosistein dan risiko terjadi hipertensi 943 ibu hamil Membandingkan efek asam DoubleAc folat dosis tinggi . dan blinded dosis rendah . terhadap randomi dan zed keparahan preeklamsia 5 mg dan 1 mg Asam folat dosis tinggi prevalensi preeklamsia keparahan preeklamsi masih belum cukup. Shi Wu Wen, et al 2464 ibu hamil Penelitian ini bertujuan untuk Random apakah ized suplementasi asam folat dosis controll mencegah ed trial, preeklamsia pada wanita hamil yang paling tidak memiliki 1 risiko seperti sudah memiliki hipertensi, diabetes tipe 1 atau 2, kehamilan gemeli, riwayat pre-eclampsia sebelumnya, dan BMI diatas Ou 35. 4 mg Suplementasi asam folat trimester pertama tidak dapat mencegah preeclampsia pada wanita yang berisiko tinggi. Li Zheng. Jing Huang, et al . 1576 ibu hamil dengan riwayat atau eklamsia Menginvestigasi efek asam Ramdo folat terhadap pencegahan mized preeklamsia pada wanita clinical yang berisiko tinggi 0,4 dan 4 mg Pemberian asam folat dosis tinggi yang di mulai 3 bulan sebelum yang rekuren. SayyahMelli, et al Azar D. et al Health and Medical Journal HEME. Vol VII No 2 May 2025 IV. PEMBAHASAN Preeklamsia didiagnosis berdasarkan adanya manifestasi klinis yang ditemukan berupa hipertensi yang terjadi pada usia kehamilan >20 minggu dengan adanya gangguan organ lainnya, bila tidak terdapat gangguan organ lainnya maka digolongkan sebagai hipertensi 1 Pada kebanyakan literatur penegakkan diagnosis kasus preeklamsia adalah didapatkan hipertensi yang disertai proteinuria, jika tidak terdapat proteinuria maka dapat ditegakkan dengan adanya salah <100. 000 / mikroliter, serum kreatinin >1,1 mg/dL atau 2 kali batas normal, edema paru, pertumbuhan janin yang disebabkan oleh adanya gangguan sirkulasi uteroplasental 3Ae5. Bila tekanan darah >160/110 mmHg pada 2 kali pengukuran dengan salah satu manifestasi klinis gangguan organ lainnya maka dapat digolongkan sebagai preeklamsia Pada komplikasi yang lebih lanjut preeklamsia dapat menyebabkan terjadi hemolisis, peningkatan enzim liver, dan trombositopenia atau yang disebut sindrom HELLP. 9 Sedangkan bila pada preeklamsia muncul gejala berupa kejang maka akan masuk ke dalam kondisi dengan istilah Berbagai pencegahan preeklamsia dilakukan seperti screening antenatal care, istirahat, pemberian aspirin dosis rendah, dan juga manajemen diet. Manajemen diet yang suplementasi antioksidan . itamin C dan E), dan suplementasi mikronutrien lainnya. Tetapi menurut banyak penelitian yang sudah dilakukan didapatkan pemberian vitamin C dan vitamin E tidak efektif dalam Mekanisme terjadinya preeklamsia hingga saat ini masih sangat kompleks dan perlu diteliti lebih lanjut. Terdapat teori yaitu 2 tahap model patogenesis preeklamsia yang cukup banyak dikenal. Tahap pertama yaitu gangguan pada perfusi uteroplasenta yang Email : heme@unbrah. terjadi dengan atau tanpa invasi trofoblas yang tidak sempurna. Tahap kedua yang cukup sering disebutkan di berbagai literatur yaitu disfungsi endotel dan inflamasi vaskular yang menyebabkan berbagai Hiperhomosisteinaemia merupakan salah satu hal yang dapat meningkatkan faktor risiko terjadinya disfungsi endotel dan penyakit vaskular. Beberapa penelitian menyatakan peningkatan homosistein dalam darah dapat menyebabkan terjadinya hipertensi pada kehamilan. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa asam folat dapat memperbaiki fungsi endotel pada pada berbagai kondisi medis salah homosistein dalam darah. Asam folat merupakan vitamin yang larut dalam air dan memiliki peran penting dalam perkembangan plasenta dan pembelahan sel pada fetus. Asam folat memegang peran dalam pembentukan angiogenesis yang normal, dimana hal ini juga menjadi suatu hal yang penting dalam pembentukan plasenta yang Melalui keterkaitan tersebut diperkirakan bahwa asam folat dapat menurunkan kadar homosistein yang dapat mengganggu fungsi endotel sehingga dapat CDC merekomendasikan untuk mengkonsumsi 400 mcg asam folat setiap hari sebelum kehamilan, sedangkan asam folat dosis tinggi 4 mg/hari hanya direkomendasikan pada wanita yang dengan riwayat bayi yang lahir dengan defek tuba neural. Penelitian oleh Shi Wu Wen dengan model studi cohort pada tahun 2016, terdapat total 7,669 wanita hamil diikutsertakan dalam penelitian dengan 95% wanita hamil mengkonsumsi asam folat pada awal trimester dua. 15 Dosis yang dikonsumsi bervariasi mulai dari 0,1-0,9 mg, 1 mg, 1,11,9 mg, 2-4 mg, dan 4 mg, dengan kebanyakan mengkonsumsi asam folat 1 mg atau lebih. Dari hasil penelitian tersebut secara statistik didapatkan bahwa pemberian Heme. Vol VII No 2 May 2025 asam folat 1 mg atau lebih berhubungan preeklamsia hanya pada wanita hamil dengan risiko tinggi terhadap preeklamsia. Lalu pada tahun 2018 Shi Wu Wen kembali meneliti dengan model randomized controlled trial, terdapat total 2,464 wanita hamil yang dibagi menjadi 2 grup, yaitu yang diberi asam folat dosis tinggi . mpat tablet 1 mg asam folat atau sama dengan 4 m. dan yang diberi pil Pada penelitian ini asam folat diberikan pada ibu hamil dengan minimal terdapat 1 risiko tinggi terhadap preeklamsia dan pemberiannya dimulai di antara minggu ke-8 kehamilan dan minggu ke-16 hingga akhir dari kehamilan. Tetapi pada penelitian ini tidak ditemukan efek preventif asam folat dosis tinggi setelah trimester pertama terhadap preeklamsia pada wanita hamil yang berisiko tinggi. Penelitian lainnya oleh Mohammad H. tahun 2016 dengan model randomized clinical trial, 85 wanita hamil yang didiagnosis preeklamsia dibagi menjadi 2 grup, pada grup pertama diberikan asam folat dengan dosis tinggi yaitu 5 mg dan pada grup yang lainnya diberi pil plasebo, pemberian ini dimulai dari saat terdiagnosis preeklamsia hingga 2 bulan setelah Peneliti mengukur fungsi endotel dari arteri brachialis dengan menggunakan flow-mediated dilation (FMD) pada saat awal diagnosis dan setelah 2 bulan pasca melahirkan. Hasil dari penelitian ini didapatkan peningkatan signifikan terhadap FMD pada grup yang mengkonsumsi asam folat dibandingkan dengan grup yang hanya mengkonsumsi pil plasebo, dari hal tersebut dapat diindikasikan bahwa asam folat memiliki efek yang positif dalam Pada penelitian Sayyah-Melli tahun 2016 dengan model studi cohort, didapatkan 460 wanita hamil sehat yang dibagi menjadi 2 grup, grup pertama mendapat asam folat 5 mg/hari dan grup kedua mendapat asam folat 0,5 mg /hari. Pemberian asam folat dimulai dari awal kehamilan hingga waktu Sebelum diberikan asam folat para wanita hamil menjalani pemeriksaan kadar homosistein dalam darah, tekanan darah, ureum kreatinin, lalu akan dievaluasi kembali setelah melahirkan. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa pemberian multivitamin yang mengandung asam folat dosis tinggi selama kehamilan dapat membantu menurunkan level homosistein dan dapat menurunkan risiko terjadi hipertensi gestasional dan preeklamsia. Dari hasil tersebut dapat menjadi wawasan yang berharga dalam pengelolaan dan pencegahan preeklamsia pada wanita hamil. Pada penelitian oleh Azar pada tahun 2016 doubleAcblinded randomized design, didapatkan 943 wanita hamil, grup pertama diberi 1 mg asam folat, dan grup kedua diberi asam folat 5 mg. Pemberian asam folat diberikan sejak trimester pertama hingga 42 hari setelah Pada penelitian ini ditemukan bahwa insidensi kejadian preeklamsia lebih sedikit pada pasien yang diberi asam folat dosis tinggi, tetapi tidak ditemukan adanya penurunan tingkat keparahan preeklamsia, dan juga tidak terdapat perbedaan dari onset preeklamsia pada grup yang diberi asam folat dosis rendah maupun tinggi. Pada penelitian oleh Zheng pada tahun 2020 dengan model studi ramdomized clinical trial, menggunakan 1576 ibu hamil dengan riwayat kehamilan terakhir mengalami preeklamsia maupun eklamsia. Para ibu hamil dibagi menjadi 2 grup, grup pertama akan mendapatkan asam folat dosis rendah yaitu 0,4 mg, sedangkan grup kedua diberikan asam folat dosis tinggi yaitu sebesar 4 mg, pemberian asam folat diberikan sejak 3 bulan sebelum kehamilan. Pada penelitian ini kepatuhan konsumsi asam folat di pantau, dan plasma homosistein juga Pada hasil akhir dari penelitian ini dapat di simpulkan insidensi preeklamsia berkurang secara signifikan pada grup ibu Health and Medical Journal HEME. Vol VII No 2 May 2025 hamil yang mendapatkan asam folat dosis tinggi dengan tingkat kepatuhan >80%. SIMPULAN Secara keseluruhan asam folat terbukti dapat menurunkan level homosistein dalam darah, kadar homosistein memiliki hubungan erat terhadap fungsi endotel, semakin tinggi homosistein semakin besar risiko untuk terjadinya disfungsi endotel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penurunan homosistein memiliki hubungan dengan menurunnya risiko terjadinya preeklamsia. Pada sejumlah penelitian yang sudah dianalisis, ditemukan sebagian besar bahwa pemberian asam folat dosis tinggi sejak pada akhir trimester pertama maupun awal trimester kedua kehamilan dapat menurunkan risiko terjadi Disisi lain, menurut penelitian lainnya pemberian asam folat diluar trimester pertama tidak memiliki efek terhadap penurunan risiko preeklamsia. Penelitian lainnya juga didapat hanya pemberian asam folat yang diberikan pada 3 bulan sebelum kehamilan terbukti memiliki efek yang cukup signifikan terhadap pencegahan terjadinya preeklamsia berulang. Penelitian masih memiliki keterbatasan, karena dari 6 artikel yang diperoleh terdapat keragaman dosis asam folat, waktu pemberian asam folat dan desain penelitian. Pada penelitian selanjutnya, kami harap akan ada penelitian yang secara langsung meneliti perbandingan efek asam folat terhadap pencegahan preeklamsia pada saat sebelum kehamilan, trimester pertama, dan trimester kedua. DAFTAR PUSTAKA