Pemanfaatan Youtube sebagai Media Alternatif Pujian Rohani untuk Meningkatkan Komitmen Beribadah Jemaat GKSI Pondok Natai Yanti Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta Email koresponden: yantidesayo@gmail. Submit: 20-01-2025 Review: 12-02-2025 Revisi: 20-02-2025 Terbit: 30-04-2025 Keywords: church participation, digital spirituality, spiritual transformation Kata Kunci: partisipasi Gereja, spiritualitas digital, transformasi rohani p: ISSN: 2723-7036 e-ISSN: 2723-7028 A2025. The Authors. License: Open JournalsPublishing. This work islicensed under the Creative Commons Attribution License. https://jurnal. id/index. php/pkm/index Abstract Community service at GKSI Pondok Natai aims to overcome low congregational participation in worship through an innovative approach based on digital technology. The main problem is the declining interest of the congregation in worship due to monotonous praise music and the challenges of work in the plantation sector that make it difficult to attend on Sundays. The research method used a qualitative approach through participatory observation and literature study, with stages including pastoral visits. YouTube utilization education, congregation group formation, and member involvement in the service. Program implementation was carried out for four months with a focus on transforming spiritual experiences using digital technology. Results showed a significant increase in congregational attendance of up to 90%, a change in spiritual mindset, and increased enthusiasm for service. conclusion, the innovative YouTube-based approach successfully transformed congregational participation from passive to active, proving the effectiveness of digital strategies in fostering contemporary spiritual Abstrak Pengabdian masyarakat di GKSI Pondok Natai bertujuan mengatasi rendahnya partisipasi jemaat dalam ibadah melalui pendekatan inovatif berbasis teknologi digital. Permasalahan utama adalah menurunnya minat jemaat beribadah akibat musik pujian monoton dan tantangan pekerjaan di sektor perkebunan yang menyulitkan kehadiran pada hari Minggu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi partisipatif dan studi kepustakaan, dengan tahapan meliputi kunjungan pastoral, edukasi pemanfaatan YouTube, pembentukan kelompok jemaat, dan pelibatan anggota dalam pelayanan. Implementasi program dilakukan selama empat bulan dengan fokus pada transformasi pengalaman spiritual menggunakan teknologi Hasil menunjukkan peningkatan signifikan kehadiran jemaat hingga 90%, perubahan mindset spiritual, dan peningkatan antusiasme Kesimpulannya, pendekatan inovatif berbasis YouTube berhasil mengubah partisipasi jemaat dari pasif menjadi aktif, membuktikan efektivitas strategi digital dalam membina kehidupan rohani kontemporer. Jurnal PkM Setiadharma Volume 6 Nomor 1. April 2025 PENDAHULUAN Ibadah merupakan ekspresi fundamental iman yang menghubungkan manusia dengan Yang Ilahi (Bjyrkander 2024, . Dalam konteks gerejawi, ibadah bukan sekadar ritual melainkan ruang transformasi spiritual di mana setiap jemaat mengalami pembaruan iman dan kedekatan dengan Allah. Menurut Dein dan Watts, ibadah merupakan momentum sakral yang melampaui sekadar pertemuan mingguan, tetapi menjadi wadah pembentukan identitas iman dan komunitas kekristenan yang autentik (Dein and Watts 2. Kompleksitas ibadah tidak hanya terletak pada kehadiran fisik, melainkan pada kualitas keterlibatan spiritual yang mendalam, di mana setiap jemaat diajak untuk mengalami transformasi personal melalui pengalaman kolektif dalam Musik pujian dan penyembahan menjadi jantung dari pengalaman ibadah, memiliki peran strategis dalam mendorong keterlibatan spiritual jemaat. Namun di GKSI Pondok Natai, musik pujian justru menjadi salah satu faktor menurunnya minat jemaat hadir dalam ibadah. Sebagaimana ujar salah satu jemaat itu terus menerus pujian sehingga membosankan (Ibu Linda 2. Senada dengan itu Harahap dan Simon menjelaskan pujian yang monoton dan tidak berkembang telah menciptakan kejenuhan massal di kalangan jemaat, sehingga menurunkan antusiasme untuk beribadah (Harahap and Simon 2. Fenomena ini mengungkapkan bahwa musik pujian tidak lagi sekadar instrumen liturgis, melainkan cermin dinamika spiritual komunitas gereja yang memerlukan pembaruan dan inovasi berkelanjutan untuk tetap relevan. Kompleksitas persoalan ibadah di GKSI Pondok Natai semakin kompleks dengan sistem kerja yang menuntut fleksibilitas tinggi. Mayoritas jemaat . %) bekerja di sektor perkebunan dengan jadwal kerja yang tidak menentu, seringkali mengharuskan mereka bekerja pada hari Minggu. Kondisi ini menciptakan dilema spiritual di mana jemaat terjepit antara kebutuhan ekonomi dan kewajiban rohani. Menurut beberapa jemaat yang aktif, tekanan pekerjaan menjadi faktor utama juga menurunnya partisipasi jemaat dalam Dinamika sosio-ekonomi yang kompleks ini membutuhkan pendekatan pastoral yang inovatif dan sensitif, yang mampu memahami konteks kehidupan jemaat tanpa mendikotomikan antara panggilan pekerjaan dan panggilan spiritual. Masalah ini bukan hanya dihadapi oleh jemaat GKSI Pondok Natai namun masalah serupa yang dihadapi oleh Elfin di jemaat GKSI Jambu Balai (Waruwu 2. Persoalan semakin kompleks ketika musik pujian tidak mampu memberikan ruang transformasi spiritual. Pujian yang diulang-ulang, tanpa variasi dan kreativitas, telah menciptakan pengalaman ibadah yang stagnan (Baldovin 2016, . Jemaat merasa musik pujian tidak lagi mampu menggugah hati dan membawa mereka pada pengalaman spiritual yang mendalam. Hal ini diperburuk dengan waktu ibadah yang kerap bertabrakan dengan jadwal kerja, sehingga jemaat merasa musik pujian tidak relevan dengan konteks kehidupan mereka. Krisis musik pujian ini mencerminkan kebutuhan akan pendekatan pastoral yang lebih dinamis, yang mampu menerjemahkan pengalaman spiritual ke dalam bentuk-bentuk ekspresi yang lebih kontekstual dan bermakna. PEMANFAATAN YOUTUBE SEBAGAI A (Yant. Fenomena ini bukan sekadar persoalan teknis ibadah, melainkan krisis spiritualitas Gereja ditantang untuk menemukan cara inovatif agar tetap relevan di tengah dinamika kehidupan modern (Dakhi 2. Menurut Harefa dan Ndraha, gereja harus mampu menciptakan pengalaman rohani yang kontekstual, tidak sekadar mengulang pola-pola lama yang sudah tidak sesuai dengan dinamika kehidupan jemaat (Harefa and Ndraha 2. Transformasi spiritual memerlukan kreativitas dan keterbukaan untuk merespon perubahan sosial, teknologi, dan pola kehidupan yang terus Gereja tidak lagi dapat mempertahankan model pelayanan yang statis, melainkan harus menjadi institusi yang responsif dan adaptif. Pentingnya penelitian ini terletak pada upaya mentransformasi pengalaman spiritual jemaat melalui pendekatan teknologi digital. YouTube sebagai platform multimedia menawarkan kemungkinan baru dalam mendekati jemaat yang tersebar dan memiliki keterbatasan waktu. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi YouTube sebagai media alternatif pujian rohani yang dapat melampaui batasan ruang dan waktu Pendekatan digital ini tidak sekadar solusi teknis, melainkan representasi dari upaya gereja untuk tetap relevan dan terhubung dengan konteks kehidupan jemaat di era digital. Berdasarkan latar belakang tersebut, pertanyaan kunci yang perlu dijawab adalah: Bagaimana karakteristik pujian rohani yang dapat meningkatkan komitmen beribadah jemaat? . Bagaimana YouTube dapat dimanfaatkan sebagai media alternatif pujian rohani? . Sejauh mana pemanfaatan YouTube dapat memengaruhi komitmen spiritual jemaat GKSI Pondok Natai dalam menghadiri ibadah? Penelitian ini tidak sekadar mencari solusi teknis, melainkan berupaya memahami kompleksitas pengalaman spiritual jemaat dalam konteks kehidupan modern yang penuh tantangan. METODE PELAKSANAAN Dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif dan studi kepustakaan. Metode observasi digunakan untuk mengamati secara langsung fenomena yang terjadi di lapangan, dimana peneliti membuat laporan berdasarkan apa yang dilihat, didengar, dialami, dan dirasakan selama proses pengamatan berlangsung (Amir Hamzah 2019, . Untuk mendukung validitas data dan memperkaya pemahaman teoritis, penulis juga melakukan studi kepustakaan . ibrary researc. Studi kepustakaan merupakan serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pengumpulan data pustaka, membaca, mencatat, dan mengola bahan penelitian (Bagenda et al. 2022, . Hal ini penting untuk membangun landasan konseptual yang kuat dalam menganalisis permasalahan yang ditemukan di lapangan. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di GKSI Pondok Natai adalah sebagai berikut: Tahap Persiapan dan Perizinan Pada tahap ini, dilakukan beberapa kegiatan: Jurnal PkM Setiadharma Volume 6 Nomor 1. April 2025 Mengajukan permohonan izin kepada Badan Pengurus Wilayah (BPW) GKSI. Melakukan koordinasi dengan pimpinan gereja setempat dan hamba Tuhan. Menyusun rencana kerja dan jadwal pelaksanaan kegiatan. Mempersiapkan instrumen pengumpulan data. Tahap Identifikasi Masalah Tahap ini mencakup: Melakukan observasi terhadap kehadiran jemaat dalam ibadah Minggu. Melakukan wawancara dengan jemaat mengenai kendala yang dihadapi. Mengidentifikasi pola kerja dan jadwal pekerjaan jemaat. Memetakan faktor-faktor yang memengaruhi komitmen jemaat dalam Tahap Implementasi Program Kegiatan yang dilakukan meliputi: Memberikan edukasi kepada jemaat untuk penggunaan youtube. Pemantauan tingkat kehadiran jemaat dalam ibadah Minggu. Evaluasi efektivitas program pembinaan yang dilakukan. Pengumpulan umpan balik dari jemaat. Merumuskan rekomendasi untuk perbaikan program. Menyusun strategi keberlanjutan program. Metode pelaksanaan ini dirancang secara sistematis dengan mempertimbangkan karakteristik jemaat GKSI Pondok Natai dan konteks pelayanan setempat. Setiap tahapan dilaksanakan secara berkesinambungan dengan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini, penulis melaksanakan rangkaian kegiatan selama empat bulan dengan pendekatan bertahap yang terencana dan sistematis, guna memastikan setiap tahapan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah Implementasi Bulan Pertama: Membangun Fondasi Pelayanan Program penggembalaan GKSI Pondok Natai dimulai dengan pendekatan personal yang mendalam melalui kunjungan ke setiap rumah jemaat. Sebagaimana ditegaskan Marthen dan kawan-kawan dalam penelitian mereka AuPelayanan Kunjungan PastoralAy, kunjungan pastoral bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan langkah fundamental dalam membangun hubungan yang autentik antara gembala dan domba-dombanya (Neolaka. Pieter, and Farneyanan 2. Pada minggu pertama dan kedua, gembala secara sistematis mengunjungi setiap keluarga jemaat untuk memastikan kendala apa yang membuat jemaat tidak ada waktu untuk mengikuti kebaktian minggu. PEMANFAATAN YOUTUBE SEBAGAI A (Yant. Dalam setiap kunjungan, gembala tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga memberikan ruang bagi jemaat untuk membagikan pergumulan mereka. Seperti yang diungkapkan oleh Justes. Aupelayanan yang efektif dimulai dengan mendengarkan - bukan hanya kata-kata yang diucapkan, tetapi juga kerinduan hati yang terdalamAy (Justes 2010. Melalui percakapan yang mendalam, gembala mencatat berbagai kendala yang dihadapi jemaat dalam menghadiri ibadah, mulai dari keluhan kerja . asalah ekonom. hingga hingga masalah pribadi antar jemaat dan masalah puji-pujian yang itu terus Memasuki minggu ketiga dan keempat, fokus beralih pada pembentukan ibadah rumah tangga. Adolfina dan Yemima dalam penelitiannya tentang pentingnya ibadah rumah tangga menegaskan bahwa Auibadah rumah tangga menjadi jembatan vital yang menghubungkan kehidupan bergereja dengan realitas sehari-hari jemaatAy (Putnarubun Gembala melakukan pemetaan lokasi tempat tinggal jemaat dan membentuk kelompok-kelompok ibadah berdasarkan kedekatan geografis. Jadwal ibadah rumah tangga ditetapkan setiap Rabu malam, dengan pertimbangan bahwa waktu ini umumnya merupakan time off jemaat. Dalam mempersiapkan ibadah rumah tangga, gembala menggunakan pendekatan yang direkomendasikan oleh Harefa dan Ndraha: Aupembinaan jemaat harus kontekstual dan relevan dengan pergumulan mereka sehari-hariAy (Harefa and Ndraha 2. Materi pembinaan dirancang khusus untuk membahas tema-tema yang berkaitan dengan tantangan menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan bergereja. Beberapa jemaat yang memiliki potensi kepemimpinan dilatih untuk menjadi pemimpin pujian, memberikan mereka keterampilan dasar dalam memimpin ibadah. Dalam ibadah rumah tangga ini di sisa waktu gembala mengajak jemaat untuk mendengarkan lagu baru yang telah diunduh kemudian mengajak jemaat untuk mengikutinya. Gambar 1 Berkunjung di rumah-rumah jemaat Jurnal PkM Setiadharma Volume 6 Nomor 1. April 2025 Untuk memudahkan koordinasi, dibentuk grup WhatsApp yang menjadi sarana komunikasi efektif antara gembala dengan jemaat. Seperti yang disampaikan oleh Nico dan Thomas Auteknologi digital, jika digunakan dengan bijak, dapat menjadi alat yang efektif dalam pelayanan pastoral kontemporerAy (Indarto and Nanulaitta 2. Grup ini tidak hanya digunakan untuk berbagi informasi, tetapi juga menjadi wadah untuk berbagi pergumulan dan saling mendoakan. Bulan Kedua: Edukasi Pemanfaatan Youtube Sebagai Alternatif Pujian Rohani Sebagai penulis, saya merancang edukasi pemanfaatan YouTube sebagai alternatif pujian rohani yang dilaksanakan setelah kebaktian minggu dengan pendekatan komprehensif dan strategis. Kegiatan ini dirancang untuk mentransformasi pengalaman spiritual jemaat GKSI Pondok Natai melalui teknologi digital, mengingat mayoritas anggota . %) bekerja di sektor perkebunan dengan jadwal tidak menentu. Menurut Setiawan, gereja dituntut untuk menciptakan pengalaman rohani yang kontekstual di era digital, dan YouTube menjadi platform strategis untuk menjembatani keterbatasan ruang dan waktu tradisional (Setiawan 2. Penelitian ini berangkat dari fenomena menurunnya minat jemaat dalam beribadah, di mana musik pujian yang monoton dan jadwal kerja yang padat menjadi faktor utama terjadinya kejenuhan spiritual. Dalam sesi edukasi, peserta akan dilatih secara komprehensif untuk mencari lagu rohani dalam berbagai format, termasuk karaoke dan versi dengan penyanyi asli. Penulis menyediakan daftar judul lagu rohani populer dan mengajarkan teknik pencarian efektif menggunakan kata kunci spesifik seperti Aupujian rohani karaokeAy. Aubacking track rohaniAy, dan Aumusik pujian instrumentalAy. Harahap dan Simon menekankan pentingnya variasi dan kreativitas dalam musik pujian untuk menghindari kejenuhan massal (Harahap and Simon 2. Oleh karena itu, peserta akan diperkenalkan dengan berbagai genre musik rohani yang dapat memberikan pengalaman spiritual yang lebih mendalam dan Bagi jemaat yang tidak memiliki perangkat elektronik, saya telah menyiapkan naskah lagu rohani tercetak sebagai solusi inklusif, memastikan tidak ada anggota jemaat yang terlewatkan dalam proses edukasi digital ini. PEMANFAATAN YOUTUBE SEBAGAI A (Yant. Praktik unduh-mengunduh menjadi fokus penting dalam kegiatan ini, dengan penekanan pada aspek etika dan legalitas. Peserta akan dibimbing menggunakan aplikasi pengunduh video YouTube secara bertanggung jawab, memahami batasan hak cipta dan etika penggunaan konten digital. Zebua menekankan bahwa ibadah bukan sekadar ritual, melainkan ruang transformasi spiritual yang mendalam (Zebua 2. Dalam konteks ini, teknologi digital bukan sekadar alat teknis, melainkan medium untuk memperluas dan memperdalam pengalaman rohani. Peserta akan mempelajari cara mengkonversi video menjadi format audio yang dapat digunakan offline, memberikan fleksibilitas dalam mengakses konten rohani sesuai dengan kebutuhan dan jadwal masing-masing individu. Tahap akhir edukasi mencakup sesi praktik langsung, evaluasi, dan pendampingan Setiap peserta mendapatkan kesempatan mencoba sendiri teknik pencarian dan pengunduhan yang telah dipelajari, dengan bimbingan langsung dari tim Tujuan utamanya adalah memberdayakan jemaat untuk mengakses konten rohani secara mandiri, memberikan fleksibilitas spiritual di tengah keterbatasan waktu dan mobilitas kerja. Melalui diskusi interaktif, peserta akan berbagi pengalaman, tantangan, dan solusi dalam memanfaatkan YouTube sebagai media alternatif pujian Pendampingan berkelanjutan akan dilakukan untuk memastikan keberhasilan implementasi strategi digital, dengan fokus pada peningkatan kualitas pengalaman spiritual dan keterlibatan jemaat dalam komunitas gereja. Implementasi Program Bulan Ketiga: Pembentukan kelompok jemaat Penulis merancang implementasi program bulan ketiga di GKSI Pondok Natai dengan strategi pembentukan kelompok berbasis kedekatan geografis yang inovatif dan Program ini dirancang untuk memberdayakan setiap anggota melalui pembagian wilayah yang strategis, memungkinkan mereka lebih mudah berkumpul, berlatih pujian, dan saling mendukung dalam perjalanan iman. Tujuan utama adalah menciptakan ekosistem rohani yang dinamis, di mana setiap jemaat tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi menjadi agen aktif transformasi spiritual dalam komunitas gereja. Foto salah satu kelompok Jemaat Jurnal PkM Setiadharma Volume 6 Nomor 1. April 2025 Dalam implementasi program, setiap kelompok akan diberikan tanggung jawab khusus untuk membawa kesaksian pada kebaktian minggu, yang merupakan momentum penting untuk berbagi pengalaman iman. Baskoro dan Arif menekankan bahwa kesaksian personal merupakan instrumen vital dalam membangun komunitas rohani yang autentik (Baskoro and Arifianto 2. Melalui pendekatan ini, jemaat akan didorong untuk saling berinteraksi, berlatih bersama dalam pujian dan penyembahan, serta berlomba-lomba memberikan kontribusi terbaik mereka dalam setiap kebaktian. Sistem kelompok memungkinkan mereka untuk lebih dekat secara geografis, memudahkan pertemuan, latihan musik, dan pembinaan spiritual, yang pada gilirannya akan meningkatkan motivasi untuk hadir dan terlibat aktif dalam ibadah. Tahap praktis implementasi program akan mencakup pelatihan intensif bagi para pemimpin kelompok, fokus pada pengembangan keterampilan kepemimpinan rohani, kemampuan musikal, dan strategi pembinaan iman. Setiap kelompok akan mendapatkan pendampingan berkelanjutan dari tim kepemimpinan gereja, dengan mekanisme evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas program. Mereka akan didorong untuk mengeksplorasi berbagai pendekatan kreatif dalam beribadah, mulai dari variasi musik pujian hingga metode kesaksian yang inovatif. Tujuan akhirnya adalah menciptakan lingkungan rohani yang dinamis, di mana setiap anggota merasa memiliki ruang untuk tumbuh, berkontribusi, dan semakin dekat dengan Tuhan. Implementasi Program Bulan Keempat: Pelibatan jemaat dalam pelayanan Di bulan terakhir program penggembalaan GKSI Pondok Natai, fokus utama diarahkan pada upaya melibatkan jemaat secara aktif dalam pelayanan dan melakukan evaluasi menyeluruh. Pada dua minggu pertama, gembala mulai melakukan identifikasi bakat dan minat setiap jemaat dengan cara yang sederhana namun mendalam. Gembala mengamati kecenderungan dan kemampuan alami jemaat selama tiga bulan program Misalnya, ada jemaat yang ternyata pandai memimpin pujian di kelompoknya, atau yang berbakat dalam pelayanan bermain musik . Semua potensi ini dicatat dengan teliti untuk dimanfaatkan dalam pelayanan gereja. Sejalan dengan yang ditulis oleh Sinaga dan kawan-kawan bahwa pelibatan jemaat dalam pelayanan sangatlah penting untuk menolong mengabarkan Injil (Sinaga et al. Setelah bakat dan minat teridentifikasi, gembala membagi tugas pelayanan sesuai dengan kemampuan masing-masing jemaat. Pembagian ini dilakukan dengan mempertimbangkan jadwal kerja mereka, sehingga pelayanan tidak mengganggu pekerjaan dan sebaliknya. Sistem ini dilakukan secara bergiliran, sedangkan jemaat yang tidak ada pelayanan gembala menuntun mereka untuk bersaksi . uji-pujian rohan. Yang menarik, gembala juga menciptakan bentuk-bentuk pelayanan baru yang bisa dilakukan secara fleksibel, seperti doa syafaat. PEMANFAATAN YOUTUBE SEBAGAI A (Yant. Untuk memastikan kesiapan jemaat dalam melayani, diadakan pelatihan keterampilan pelayanan yang disesuaikan dengan bidang masing-masing (Raulina et al. Pelatihan ini dilakukan secara praktis dan sederhana, misalnya cara memimpin doa dengan baik, teknik dasar bermain musik untuk ibadah, atau cara mengoperasikan peralatan multimedia gereja. Yang unik, pelatihan ini tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter pelayan Tuhan dan pemahaman tentang makna pelayanan (Wainarisi. Wilson, and Susanto 2. Memasuki dua minggu terakhir program, gembala sekaligus penulis mengadakan serangkaian evaluasi menyeluruh. Dimulai dengan rapat evaluasi bersama jemaat, di mana setiap aspek program dibahas secara detail. Jemaat diminta memberikan pandangan mereka tentang perubahan yang terjadi dalam kehidupan bergereja selama empat bulan program. Feedback dari jemaat juga dikumpulkan melalui percakapan informal dan form evaluasi sederhana yang mudah diisi (Marbun 2. Mereka ditanya tentang manfaat yang mereka rasakan, kendala yang masih dihadapi, dan saran untuk perbaikan program ke depan. Gembala kemudian menganalisis semua pencapaian program dengan teliti. Gembala dan dibantu dengan ketua majelis melihat perubahan dalam kehadiran ibadah Minggu, partisipasi dalam kelompok sel, dan keterlibatan dalam pelayanan. Data-data ini dibandingkan dengan kondisi sebelum program dimulai untuk melihat sejauh mana tujuan program tercapai. Area-area yang masih perlu perbaikan diidentifikasi dengan Misalnya, mungkin masih ada kelompok jemaat tertentu yang kesulitan hadir di ibadah Minggu, atau ada aspek program yang belum berjalan optimal. Foto kesaksian jemaat Di akhir bulan keempat, gembala bersama majelis menyusun rencana tindak lanjut yang konkret. Rencana ini mencakup program-program baru yang akan dilakukan, penyempurnaan program yang sudah ada, dan strategi untuk mempertahankan komitmen jemaat yang sudah terbangun. Yang penting, rencana ini dibuat dengan tetap mempertimbangkan realitas pekerjaan jemaat dan kemampuan gereja dalam Semua ini bertujuan untuk memastikan bahwa perubahan positif yang Jurnal PkM Setiadharma Volume 6 Nomor 1. April 2025 sudah terjadi bisa terus berlanjut dan berkembang, sehingga GKSI Pondok Natai bisa menjadi gereja yang semakin kuat dalam melayani Tuhan dan jemaatnya. Efektivitas Program Pemanfaatan Youtube Sebagai Media Alternatif Pujian Rohani GKSI Pondok Natai Program pemanfaatan Youtube yang dilaksanakan di GKSI Pondok Natai telah menunjukkan hasil yang sangat signifikan dalam membangun komitmen jemaat untuk datang ibadah di tengah tuntutan pekerjaan, kemudian mempunyai tanggung jawab di setiap wilayah untuk membawakan pujian di kebaktian minggu sebagai bentuk kesaksian Keberhasilan ini terlihat jelas dari peningkatan drastis tingkat kehadiran jemaat dalam ibadah Minggu yang mencapai 90% dari total jemaat. Perubahan yang paling mencolok terlihat dari bagaimana jemaat mulai memprioritaskan waktu mereka untuk Hal ini menunjukkan perubahan mindset yang fundamental, di mana jemaat tidak lagi melihat ibadah sebagai beban atau kewajiban, tetapi sebagai kebutuhan spiritual yang harus diprioritaskan. Antusiasme jemaat dalam pelayanan juga meningkat secara dramatis. Dari jemaat yang sebelumnya pasif, kini jemaat aktif terlibat dalam berbagai bentuk pelayanan kebaktian hari minggu dan ibadah rumah tangga mereka memimpin pujian. Dampak program ini juga terlihat dari semangat bersaksi jemaat setiap ibadah minggu bahkan jemaat bisa jadi WL . orship leade. KESIMPULAN Program pengabdian masyarakat di GKSI Pondok Natai yang berada Provinsi Kalbar, kab. Ketapang. Kec. Tumbang Titi. Des. Jungkal. Dusun Pondok Natai merupakan terobosan inovatif dalam mengatasi tantangan spiritual di era modern penelitian ini membahas upaya GKSI Pondok Natai dalam mengatasi masalah rendahnya partisipasi jemaat dalam ibadah melalui pendekatan inovatif. Dengan memanfaatkan YouTube sebagai media alternatif pujian rohani, gereja berhasil meningkatkan kehadiran jemaat hingga 90%, membentuk kelompok-kelompok ibadah berbasis geografis, dan melibatkan anggota dalam pelayanan aktif. Strategi utama meliputi kunjungan di rumah-rumah jemaat, edukasi digital, pembentukan kelompok jemaat, dan identifikasi bakat individu, yang secara signifikan mengubah pola pikir jemaat dari sekadar penonton menjadi pelaku aktif dalam kehidupan rohani. DAFTAR PUSTAKA