Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X PENGARUH PENERAPAN GREEN ACCOUNTING TERHADAP PROFITABILITAS (STUDI KASUS PADA PT TIMAH TBK PERIODE Arfenita Cahyaningrum1. Ninda Maya Firnanda2. Maidatus Zahroh3. Maria Yovita R. Pandin4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Nitaningrum05@gmail. com 1, nindamaya@gmail. com 2, maidatuszahroh@gmail. com 3, yovita_87@untag-sby. Abstract The influence of green accounting on the profitability of mining sector businesses listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) is examined in this article. Green accounting, as determined by the environmental expenses that the businesses disclose, is the independent variable under The profitability indicators of net profit margin (NPM), return on equity (ROE), and return on asset (ROA) are the dependent variables. PT. Timah Tbk makes up the study population, and the sample period runs from 2019 to 2022 for four years. Using the statistical program SPSS, a straightforward linear regression analysis is the analytical technique used. Ftests and t-tests are used to test hypotheses, with a significance threshold of 5%. The analysis's findings suggest that, at least in part, green accounting has no statistically significant effect on the profitability levels as determined by NPM. ROA, and ROE. Keywords : Green Accounting. Profitability Abstrak Pengaruh green akuntansi terhadap profitabilitas usaha sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dikaji dalam artikel ini. Akuntansi ramah lingkungan, sebagaimana ditentukan oleh biaya lingkungan hidup yang diungkapkan oleh perusahaan, merupakan variabel independen yang diteliti. Indikator profitabilitas yaitu net profit margin (NPM), return on equity (ROE), dan return on asset (ROA) merupakan variabel dependen. PT. Timah Tbk merupakan populasi penelitian, dan periode sampel berlangsung dari tahun 2019 hingga 2022 selama empat tahun. Dengan menggunakan program statistik SPSS, teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier langsung. Uji F dan uji t digunakan untuk menguji hipotesis, dengan ambang batas signifikansi 5%. Temuan analisis menunjukkan bahwa, setidaknya sebagian, akuntansi ramah lingkungan tidak mempunyai pengaruh signifikan secara statistik terhadap tingkat profitabilitas sebagaimana ditentukan oleh NPM. ROA, dan ROE. Kata Kunci : Green Accounting. Profitabilitas Pendahuluan Pertambangan kegiatan yang dimulai dari pencarian, penemuan, ekstraksi, pengolahan, hingga penjualan mineral yang memiliki nilai ekonomis, seperti mineral, batu bara, minyak, dan gas Industri ini umumnya dianggap memiliki risiko tinggi karena bergantung pada sumber daya alam yang terbatas dan beroperasi dalam ekonomi pasar yang sangat fluktuatif. Perusahaan pertambangan Indonesia terdaftar dengan signifikan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Industri pertambangan saat mengalami pertumbuhan yang kuat dan diperkirakan akan terus berkembang di masa depan, didukung oleh potensi geologi Indonesia yang kaya akan sumber daya mineral. Didirikan pada tahun 1938, perusahaan Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 2. November 2024 pertambangan ini telah tercatat sejak tahun 1980-an di Bursa Efek Indonesia. Industri dan perusahaan yang berkembang mempunyai dampak yang menguntungkan dan buruk terhadap kinerja bisnis internasional. Dampak positifnya meliputi peningkatan lapangan kerja Kerusakan lingkungan akibat polusi udara, limbah pabrik, dan polusi hebat dari industri batu bara, minyak, dan gas menunjukkan bahwa meningkatnya aktivitas industri mempunyai dampak tahunan yang patut diperhatikan. Hal ini menunjukkan betapa banyak dunia usaha yang tidak mengetahui nilai pengelolaan lingkungan hidup, khususnya dalam industri permasalahan lingkungan hidup yang melekat dan substansial. Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Dengan adanya hal tersebut, perusahaan harus mengintegrasikan inisiatif lingkungan dan sosial sebagai bagian tak terpisahkan dari aktivitas bisnisnya. Prinsip dasar perusahaan untuk mencapai keuntungan maksimal tetap Namun gagasan untuk meningkatkan profitabilitas tanpa memperhitungkan dampak dari tindakan tersebut mungkin memiliki dampak yang merugikan. Namun karena sumber daya alam yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan manusia terbatas dan membutuhkan waktu lama untuk dapat diperhitungkan oleh komunitas bisnis karena mereka ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Beberapa industri kontemporer telah menyadari bahwa permasalahan lingkungan dan sosial merupakan bagian integral dari operasi bisnis mereka, lebih dari sekadar mencari keuntungan. Sebagai akibatnya, praktik akuntansi lingkungan telah berkembang sebagai alat untuk mengatasi tantangan antara dampak lingkungan yang diakibatkan oleh masyarakat lokal. Perusahaan diharapkan tidak hanya membuang sumber daya dengan implikasi sosialnya. Sejak tahun 1970an, gagasan akuntansi lingkungan, kadang-kadang dikenal sebagai akuntansi hijau, telah mendapatkan popularitas di Eropa. Tekanan dari kelompok nonpemerintah dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup telah memaksa dunia usaha untuk memprioritaskan pengelolaan lingkungan hidup di samping tujuan keuangan dalam operasional industri. Akibatnya, akuntansi lingkungan menyoroti mempengaruhi lingkungan, baik secara positif maupun negatif. Akuntansi signifikan terhadap struktur operasi perusahaan melalui pelaporan keuangan. Akuntansi ramah lingkungan, sering dikenal sebagai akuntansi lingkungan, adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sistem akuntansi yang memperhitungkan biaya lingkungan. Pendidikan masyarakat mengenai dampak lingkungan dari kegiatan perusahaan adalah tujuan utama akuntansi lingkungan. Komentar dan gagasan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 2. November 2024 mengenai akuntansi lingkungan mempengaruhi cara dunia usaha melestarikan dan mengelola Evaluasi apakah laporan termasuk informasi lingkungan perlu dibagikan juga mempertimbangkan masukan yang diberikan. Akibatnya, membandingkan seluruh aset atau modal perusahaan dengan pendapatannya selama periode waktu tertentu dapat digunakan menguntungkannya perusahaan tersebut. Studi ini dilakukan terutama pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) karena perusahaanperusahaan ini sangat sensitif terhadap masalah lingkungan hidup karena mereka lingkungan hidup yang ketat. Mengadopsi prinsip-prinsip akuntansi lingkungan dapat Menurut penelitian yang dilakukan Putri . , kinerja lingkungan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas Di sisi lain. Prihadianti . tidak substansial antara kinerja lingkungan dan Namun penelitian Ningtyas dan Triyanto pada tahun 2019 tidak menemukan hubungan antara kinerja lingkungan dan Studi tambahan menunjukkan bahwa biaya lingkungan dan profitabilitas mempengaruhi kinerja keuangan pada saat yang bersamaan. Meskipun pengeluaran lingkungan hidup dianggap berdampak kecil terhadap bisnis karena kepentingan pemangku kepentingan tidak diprioritaskan, kinerja profitabilitas (Fitriani, 2. Harga saham dan investasi investor terkena dampak positif dari kinerja lingkungan yang baik. Namun, karena pengeluaran lingkungan tidak memenuhi persyaratan pemangku kepentingan, hal tersebut dianggap tidak berpengaruh terhadap Metode Penelitian Salah satu teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Informasi mengenai pendapatan perusahaan . , biaya lingkungan hidup, dan data terkait lainnya dimasukkan dalam catatan yang dirilis. Tipe data yang digunakan dalam artikel ini adalah data Sampel penelitian tahun 2019Ae2022 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X berasal dari data sekunder yang terdapat pada laporan keuangan PT Timah Tbk, perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan. Teknik Pembahasan Dan Hasil Hasil Hasil Perhitungan Biaya Lingkungan Tabel 1 Biaya Lingkungan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji F, uji t, dan uji determinasi Tahun Biaya CSR Laba Rugi Hasil Rp58,880,000,000 -Rp611,284,000,000 Rp59,580,000,000 -Rp340,602,000,000 Rp4,940,000,000 Rp1,302,843,000,000 Rp31,800,000,000 Rp1,041,563,000,000 Hasil Perhitungan Indikator ROA. ROE, dan NPM Tabel 5. 2 Rasio Profitabilitas Tahun Rasio ROA ROE NPM Pada tabel diatas terlihat nilai ROA sebesar 3% pada tahun 2019, 2,3% pada tahun 2020, 8,9% pada tahun 2021, dan 25,9% pada tahun 2022. Ketika laba atas aset (ROA) perusahaan lebih besar, perusahaan menghasilkan lebih banyak pendapatan dan memiliki posisi yang lebih baik untuk Perubahan ROA sebagian besar disebabkan oleh variasi pendapatan penjualan dan penurunan total aset turnover. Berdasarkan data di atas, return on equity adalah 11,6% pada tahun 2019, 6,9% pada tahun 2021, 20,7% pada tahun 2022, dan 14,8% pada tahun 2023. Akibatnya. ROE yang Hasil Uji Determinasi Model Summaryb Model lebih tinggi menunjukkan bahwa perusahaan dapat menghasilkan lebih banyak keuntungan bagi pemiliknya. Hasil NPM menunjukkan bahwa NPM tahun 2019 sebesar 3,7%. Artinya setiap penjualan Rp 1, perusahaan memperoleh keuntungan sebesar 0,037. Tahun 2020 sebesar 1,8% yang berarti ada penjualan sebesar 0,018 per Rupiah. Tahun 2021 menjadi 11,8% sehingga menghasilkan penjualan 0,118 per Rp . Dan pada tahun 2022, kami berencana mencapai NPM sebesar 11,2%. Artinya 1 Rupiah menghasilkan 0,112 penjualan. Adjusted Square R Square Std. R ErroroftheEstim Predictors: (Constan. GREEN ACCOUNTING DependentVariable: ROA Berdasarkan data yang terdapat dalam tabel profitabilitas (ROA) (Y. dipengaruhi oleh output SPSS pada bagian "Model Summary", variabel Green Accounting (X) Seperti terlihat. R Square, atau koefisien keseluruhan sebesar 82,6%. Sementara itu, determinasi, berada pada angka 0,826, atau variabel yang tidak teramati atau faktor lain 82,6%. Berdasarkan grafik tersebut, variabel yang tidak termasuk dalam persamaan regresi Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 2. November 2024 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X ini mungkin menjadi penyebab sisa variabilitas Model Summaryb Model R Square sebesar 17,4% . % - 82,6%). Adjusted Square Predictors: (Constan. GREEN ACCOUNTING DependentVariable: ROE Berdasarkan hasil yang tercatat pada tabel output SPSS dalam bagian "Model Summary". Nilai R Square atau koefisien determinasi sebesar 0,734 atau 73,4%. Grafik ini menunjukkan besarnya pengaruh simultan variabel Green Accounting (X) terhadap variabel R Std. ErroroftheEstim profitabilitas (ROA) (Y. secara simultan sebesar 73,4%. Variabel yang tidak teramati atau faktor lain yang tidak termasuk dalam persamaan regresi ini dapat menjelaskan sisa variabilitas, yaitu 26,6% . % - 73,4%). Model Summaryb Adjusted Model R Square Square Predictors: (Constan. GREEN ACCOUNTING DependentVariable: NPM Std. R ErroroftheEstim Terlihat dari tabel keluaran SPSS yang diberikan menyumbang 20,3% variabilitas yang tersisa bahwa nilai R Square atau koefisien determinasi . % - 79,7%). adalah sebesar 0,797 atau 79,7%. Grafik ini Hasil Uji F Dalam pengujian F pada penelitian ini, profitabilitas (NPM) (Y. secara simultan digunakan nilai signifikansi sebesar 5% atau dipengaruhi oleh variabel Green Accounting (X) 0,05 dengan kualifikasi : sebesar 79,7%. Sementara itu, variabel yang Oe Jika P value (Si. > maka Ho diterima. tidak teramati atau faktor lain yang tidak Oe Jika P value (Si. O maka Ho ditolak. dimasukkan dalam model regresi ini mungkin Hasil uji F dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : ANOVAa Sum MeanSquar Model ofSquares Sig. Regression . Residual Total DependentVariable: ROA Predictors: (Constan. GREEN ACCOUNTING Tabel keluaran spss diatas menunjukkan nilai dengan alasan pengambilan keputusan . ,091 sig yang diketahui yaitu sebesar 0,091. > 0,. Hipotesis ditolak, artinya Green Accounting (X) secara simultan tidak mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas (ROA) (Y. , sesuai ANOVAa Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 2. November 2024 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Sum MeanSqua ofSquares df Regression . Residual Total DependentVariable: ROE Predictors: (Constan. GREEN ACCOUNTING Model Sig. Tabel keluaran spss diatas menunjukkan nilai sig yang diketahui yaitu 0,144. Hipotesis ditolak, artinya Green Accounting (X) secara simultan tidak mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas (ROE) (Y. , sesuai dengan alasan pengambilan keputusan 0,144 > 0,005. ANOVAa Sum Model ofSquares MeanSquare Sig. Regression Residual Total DependentVariable: NPM Predictors: (Constan. GREEN ACCOUNTING Tabel keluaran spss diatas menunjukkan nilai sig yang diketahui yaitu 0,107. Hipotesis ditolak, artinya Green Accounting (X) secara simultan tidak mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas (NPM) (Y. , sesuai dengan alasan pengambilan keputusan 0,107 > 0,005. Hasil Uji t Dalam melakukan Uji T parsial, hasil pemeriksaan dapat diambil dengan mempertimbangkan nilai signifikansi (Si. Penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi sebesar 5% atau 0,05 dengan kriteria : Oe Jika P value (Si. > Ho ditolak. Oe Jika P value (Si. O Ho diterima. Hasil uji T dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Coefficientsa UnstandardizedCoefficie Std. Error Standardize dCoefficient Beta Model Sig. (Constan. GREEN ACCOUNTING DependentVariable: ROA Variabel Green Accounting mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,091 berdasarkan tabel koefisien yang dihasilkan SPSS. Hipotesis dianggap ditolak karena nilai signifikansi sebesar 0,091 melebihi ambang batas 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa profitabilitas (ROA) (Y. tidak terpengaruh secara signifikan oleh akuntansi ramah lingkungan. Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 2. November 2024 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Coefficientsa UnstandardizedCoefficie Std. Error Standardize dCoefficient Beta Model Sig. (Constan. GREEN ACCOUNTING DependentVariable: ROE Tabel koefisien keluaran dari SPSS di atas menunjukkan bahwa variabel Green Accounting mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,144. Hipotesis ini boleh saja ditolak karena nilai signifikansi 0,144 lebih dari kriteria 0,05. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa profitabilitas (ROE) (Y. tidak dipengaruhi secara signifikan oleh green accounting. Coefficientsa UnstandardizedCoefficie Std. Error Model (Constan. GREEN ACCOUNTING DependentVariable: NPM Tabel koefisien dari output SPSS menunjukkan bahwa variabel Green Accounting mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,107. Hipotesis ini ditolak karena nilai signifikansi 0,107 lebih besar dari kriteria 0,05. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa profitabilitas (NPM) tidak dipengaruhi secara signifikan oleh green accounting (Y. Pembahasan Pengaruh Green Accounting (X) terhadap Profitabilitas (ROA) (Y. Berdasarkan hasil perhitungan uji t diketahui nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel, dan nilai signifikansi . lebih besar dari 0,05. Dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel Green Accounting tidak memberikan pengaruh yang besar terhadap profitabilitas (ROA) (Y. Biasanya, nilai ROA yang semakin tinggi menunjukkan tingkat profitabilitas yang semakin besar bagi Ketika mencatatkan profitabilitas yang tinggi, maka nilai harga sahamnya cenderung meningkat. Pengaruh Green Accounting (X) terhadap Profitabilitas (ROE) (Y. Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 2. November 2024 Standardize dCoefficient Beta Sig. Berdasarkan hasil uji t diketahui nilai t hitung lebih rendah dari nilai t tabel dan nilai signifikansi . lebih besar dari 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa variabel Green Accounting tidak memberikan pengaruh yang besar terhadap profitabilitas (ROE) (Y. Return on Equity (ROE) adalah metrik penting yang menunjukkan profitabilitas perusahaan sehubungan dengan investasi yang dilakukan oleh pemilik. Namun, perlu dicatat bahwa ROE saja mungkin tidak memberikan pemahaman yang lengkap mengenai kemajuan perusahaan secara keseluruhan dan potensi masa depan. Oleh mempertimbangkan faktor lain selain ROE ketika mengambil keputusan investasi. Pengaruh Green Accounting (X) terhadap Profitabilitas (NPM) (Y. Setelah dilakukan uji t diperoleh nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel, dan tingkat signifikansi . lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Green Accounting tidak memberikan dampak yang besar terhadap profitabilitas (NPM) (Y. Rasio margin laba bersih (NPM) mencerminkan efisiensi perusahaan dalam pengelolaan biaya Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X dan perolehan laba bersih per unit penjualan. Semakin tinggi NPM maka semakin efisien perusahaan dalam mengelola biaya dan memaksimalkan laba bersih dari pendapatan. Kesimpulan Bersumber dari hasil penelitian dan pembahasan tentang pengaruh penerapan greenaccounting terhadap profitabilitas sektor pertambangan pada PT Timah Tbk periode 2019-2022 dapat ditarik kesimpulan bahwa : Green Accounting tidak memberikan kontribusi atau tidak berdampak secara signifikan terhadap profitabilitas ROA pada PT Timah Tbk pada periode 2019-2022. Green Accounting tidak memberikan kontribusi atau tidak berdampak secara signifikan terhadap profitabilitas ROE pada PT Timah Tbk pada periode 20192022. Green Accounting tidak memberikan kontribusi atau tidak berdampak secara signifikan terhadap profitabilitas NPM pada PT Timah Tbk pada periode 20192022. Saran Dari Peneliti menambahkan variabel bebas selain green Peneliti berikutnya diharapkan untuk mempertimbangkan penggunaan sampel untuk mendapatkan pemahaman yang mengenai hubungan variabel yang diteliti. DAFTAR PUSTAKA