Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling Volume 22 Nomor 2 Desember 2025. Halaman 396-408 https://uia. e-journal. id/guidance https://doi. org/10. 34005/guidance. PENGARUH MOTIVASI BELAJAR. DISIPLIN BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA BIOLOGI SISWA SMPN DI KABUPATEN MAJENE Nuriani*1. Firdaus Daud2. Halimah Husain3 Universitas Negeri Makassar. Indonesia1,2,3 E-mail: nhurianielliy00@gmail. Info Artikel Accepted: Oktober 2025 Published: Desember 2025 Abstract This study aims to describe and analyze studentsAo learning motivation, learning discipline, critical thinking skills, and learning outcomes on the respiratory system topic among eighthgrade students at public junior high schools in Majene Regency. The research population consisted of 210 eighth-grade students selected using a stratified random sampling Data were collected through questionnaires and multiple-choice tests. The data analysis techniques used were descriptive and inferential statistical analyses, employing path The descriptive analysis of biology learning outcomes showed that they were in the moderate category, with a percentage of 39. Meanwhile, the inferential analysis using path analysis revealed that there was a direct effect of learning motivation on learning outcomes with a coefficient of 0. 363 and a significance value of 0. 00 < 0. There was a direct effect of learning discipline on learning outcomes with a coefficient of 0. 175 and a significance value of 0. 00 < 0. There was also a direct effect of critical thinking skills on science . learning outcomes with a coefficient of 0. 308 and a significance value of 04 < 0. Furthermore, there was an indirect effect of learning motivation on science . learning outcomes through critical thinking skills with a coefficient of 0. 496, and an indirect effect of learning discipline on science . learning outcomes through critical thinking skills with a coefficient of 0. Keywords: group counseling. self-management technique. student tardiness. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis motivasi belajar, disiplin belajar, kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik materi sistem pernapasan kelas Vi SMPN di Kabupaten Majene. Populasi penelitian ini siswa kelas Vi sebanyak 210 orang siswa yang diambil secara stratified random sampling. Teknik pengumpulan data melalui pemberian angket dan tes pilihan ganda. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan inferensial dengan Uji analisis jalur. Analisis deskriptif hasil belajar biologi berada pada kategori sedang dengan persentase 39,50%. Sedangkan analisis inferensial melalui analisis jalur menunjukkan bahwa terdapat pengaruh langsung motivasi belajar terhadap hasil belajar sebesar 0,363 dengan nilai signifikan 0,00<0,05. Terdapat pengaruh langsung disiplin belajar terhadap hasil belajar sebesar 0,175 dengan nilai signifikan 0,00<0,005. Terdapat pengaruh langsung kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar IPA Biologi sebesar 0,308 dengan nilai signifikan 0,04<0,005. Terdapat pengaruh secara tidak langsung motivasi belajar dengan hasil belajar IPA Biologi melalui kemampuan berpikir kritis sebesar 0,496. Terdapat pengaruh secara tidak langsung disiplin belajar terhadap hasil belajar IPA Biologi melalui kemampuan berpikir kritis sebesar 0,285. Kata kunci: konseling kelompok. teknik self management. keterlambatan siswa. p-ISSN1978-6794 e-ISSN 2715-5307 A2025 Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling Alamat korespondensi: Kampus FKIP UIA. Jalan Jatiwaringin No. PENDAHULUAN motivasinya dalam belajar. Perubahan Perkembangan ilmu pengetahuan tidak bisa dihindari, ini adalah sesuatu yang pasti. Salah satu buktinya adalah diperoleh melalui usaha yang konsisten, kemajuan teknologi yang begitu cepat saat baik dalam waktu singkat maupun dalam Teknologi bahkan menjadi alat bantu jangka panjang. Tujuan akhir dari proses belajar tentu saja adalah pencapaian kebutuhan manusia, mulai dari kebutuhan prestasi yang maksimal. Namun, pada kenyataannya, tidak semua siswa bisa Pemerintah telah melakukan berbagai mencapai hasil yang optimal. Banyak faktor yang memengaruhi hasil belajar, di sumber daya manusia, khususnya di antaranya adalah motivasi, kedisiplinan, dan kemampuan berpikir kritis. Dalam peningkatan mutu pendidikan, pemerintah Motivasi adalah dorongan dari dalam diri seseorang yang membuatnya seperti pembaruan kurikulum, peningkatan mau melakukan suatu pekerjaan. Kalau kualitas tenaga pendidik, serta penyediaan seseorang belajar dengan motivasi yang sarana dan prasarana yang memadai. kuat, biasanya dia akan belajar dengan Namun, semua upaya tersebut tidak akan serius, penuh semangat, dan tidak mudah berdampak besar tanpa dukungan dari Sebaliknya, kalau motivasinya guru, orang tua, dan masyarakat yang lemah, orang itu jadi mudah malas dan berperan aktif dalam mendorong kualitas tidak antusias saat belajar. Uno . pendidikan (Wijaya dkk, 2. menyebutkan bahwa kalau seorang anak Membahas sudah punya keinginan kuat untuk belajar, pendidikan, tentu tidak bisa lepas dari maka dia akan berusaha sungguh-sungguh proses belajar mengajar. Keberhasilan agar mendapatkan hasil yang bagus. Motivasi dorongan mental yang membuat siswa Menurut Keller . alam H mau bergerak dan melakukan sesuatu. Nashar, 2. , hasil belajar bisa dilihat termasuk dalam belajar. Motivasi ini dari perubahan dalam diri siswa, seperti adalah kekuatan dalam diri siswa yang meningkatnya motivasi dan harapan untuk membuat mereka mau menjalani proses belajar untuk mencapai tujuan tertentu. bagaimana siswa mengatur dan mengelola Kalau motivasinya bagus, biasanya hasil Hal belajarnya Tapi dan memahami konsep secara mandiri. motivasinya rendah, hasilnya juga bisa Menurut Winkel dalam Angga Fransiscus ikut buruk. Selain motivasi belajar, disiplin kemampuan seseorang dalam mengenali belajar juga punya peran penting terhadap dan merumuskan masalah dengan jelas. Kemampuan Disiplin membantu siswa belajar mengatur waktu, mengidentifikasi inti persoalan, melihat menyelesaikan tugas tepat waktu, dan persamaan dan perbedaan, serta mencari tetap fokus. Kalau siswa punya sikap informasi atau data yang relevan. Selain disiplin, proses belajar jadi lebih terarah, dan mereka bisa menyelesaikan tugas dengan hasil yang lebih baik (Lomu & mempertimbangkan berbagai hal, seperti Widodo, membedakan fakta dan opini, mengenali merupakan faktor lain yang dianggap asumsi atau anggapan yang mendasari. Disiplin membantu siswa dalam mengembangkan secara logis, dan membuat kesimpulan memengaruhi hasil belajar. Disiplin belajar mengelola tugas, dan mempertahankan berdasarkan data yang ada. Orang yang Disiplin pada siswa saat belajar berpikir kritis juga bisa memprediksi membuat kegiatan pembelajaran yang kemungkinan akibat dari suatu keputusan teratur, memprioritaskan tugas-tugas yang atau tindakan. Kedisiplinan Menurut Sari . , kebiasaan berpikir kritis bisa memberikan dampak menyelesaikan tugas-tugas dengan tepat. Salah satu tanda keberhasilan guru positif terhadap hasil belajar siswa di Ketika perubahan positif dalam sikap siswa dan mereka cenderung mampu menemukan meningkatnya hasil belajar mereka setelah solusi dengan lebih cepat dan tepat. Untuk Sejalan dengan hal itu. Wicaksono . mewujudkan hal tersebut, guru perlu juga menemukan bahwa siswa dengan merancang model pembelajaran yang bisa kemampuan berpikir kritis yang tinggi melibatkan kemampuan berpikir kritis cenderung memiliki hasil belajar yang siswa, agar mereka mampu menemukan lebih baik dibandingkan dengan siswa yang SMP Negeri Majene Selain itu. Kusumaningtias dkk sebanyak 32 dan di SMP Negeri 5 Majene . sebanyak 13 orang. Penelitian ini dilakukan meningkatkan kemampuan kognitif siswa, tiga tahapan, yaitu tahap pertama adalah yang pada akhirnya berdampak pada untuk mengetahui kondisi awal yang Berdasarkan realitas yang telah diuraikan dijadikan sebagai objek penelitian, tahap tersebut, tentu perlu dilakukan penelitian kedua adalah tahap pelaksanaan penelitian untuk membuktikannya. Oleh karena itu, menyebarkan angket motivasi belajar, penulis tertarik untuk mengkaji pengaruh disiplin belajar, dan angket kemampuan motivasi belajar, disiplin belajar, dan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil hasil belajar IPA siswa kelas Vi SMP belajar IPA Biologi siswa SMP Negeri di Negeri di Kabupaten Majene kepada Kabupaten Majene peserta didik kelas Vi SMP Negeri di mengumpulkan data Kabupaten Majene yang dijadikan sampel METODE dan tahap ketiga adalah tahap Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto yang bersifat korelasional. Desain yang digunakan untuk penelitian akhir melakukan analisis terhadap data yang diperoleh. Instrumen yang digunakan pada Teknik penelitian ini untuk mengukur variabel motivasi belajar, disiplin belajar dan random sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada instrumen dalam bentuk lembar kuesioner Populasi dalam penelitian ini atau angket. Sedangkan untuk variabel adalah sekolah yang terakreditasi A yang hasil belajar IPA digunakan instrumen tes berada di Kecamatana Banggae Timur, dalam bentuk soal pilihan ganda. Kabupaten Majene yaitu kleas Vi SMP Data Negeri 2. SMP Negeri 3 Majene. SMP dengan menggunakan analisis deskriptif Negeri 4 dan Majene SMP Negeri 5. Diketahui bahwa jumlah peserta didik dengan tujuan untuk menjelaskan dengan yang menjadi sampel dalam penelitian detail semua variabel yang ada dalam yaitu di SMP Negeri 2 Majene sebanyak penelitian dan analisis inferensial untuk Kolmogrov-Smirnov 65 orang. SMP Negeri 3 Majene sebanyak menganalisis data sampel agar hasilnya demi memperoleh hasil belajar yang baik, dapat diberlakukan pada populasi. hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Taiyeb & Mukhlisa . HASIL DAN PEMBAHASAN yang mengatakan bahwa salah satu faktor Hasil Analisis Deskripsi Motivasi Belajar (X. Disiplin Belajar (X. , meningkatkan hasil belajar siswa adalah Kemampuan Berpikir Kritis (X. motivasi belajar. Terkadang siswa dan dan Hasil Belajar (Y) Peserta Didik guru kurang memperhatikan hal-hal yang SMPN di Kabupaten Majene bisa memotivasi siswa dalam belajar. Berdasarkan tabulasi kategorisasi Kurangnya motivasi belajar siswa akan motivasi belajar peserta didik dari jumlah berdampak pada hasil belajar siswa. Jika 210 orang yang dikategorikan dalam 5 keadaan ini terus menerus dibiarkan, maka Hasil penelitian menunjukkan bukan hanya berdampak pada kurang bahwa kategori tertinggi yaitu 92 orang maksmimalnya hasil belajar individu tapi juga berdampak pada hasil belajar kelas. motivasi belajar yang sedang dengan Menurut Dimyati dan Mudjiono presentase 44,10%, dapat dilihat pada tabel . , lingkungan siswa yang dapat Motivasi belajar yang dimiliki siswa mempengaruhi motivasi belajar siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran sangat yaitu antara lain lingkungan alam, tempat berperan untuk meningkatkan prestasi tinggal dan keluarga, pergaulan sebaya dan belajar siswa. Siswa yang bermotivasi kehidupan dimasyarakat. Ketika teman di tinggi dalam belajar memungkinkan akan memperoleh hasil belajar yang tinggi pula, semangat atau termotivasi dalam belajar maka akan timbul dorongan atau rasa semakin intensitas usaha dan upaya yang kompetisi dalam diri sehingga semangat dilakukan, maka semakin tinggi hasil siswa dalam belajar ipa biologi meningkat, belajar yang diperoleh (Fajri Basam, sebaliknya jika lingkungan teman yang Motivasi belajar diperlukan untuk menumbuhkan minat terhadap pelajaran, mengganggu konsentrasi serta mengurangi motivasi dalam belajarnya. sehingga siswa terdorong untuk belajar Tabel 1. Analisis Deskripsi Motivasi Belajar (X. Disiplin Belajar (X. Kemampuan Berpikir Kritis (X. dan Hasil Belajar (Y) Peserta Didik SMPN di Kabupaten Majene. Persentase (%) Kategori Motivasi belajar (X. 44,10% Sedang Disipli belajar (X. 39,10% Sedang Kemampuan berpikir kritis (X. 42,80% Sedang Hasil belajar (Y) 39,50% Sedang Sumber: Data Primer Terolah . Berdasarkan yang menganggap bahwa belajar sangat penting untuk siswa itu sendiri. disiplin belajar peserta didik dari jumlah Berdasarkan 210 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80 orang peserta didik memiliki peserta didik dari jumlah 210 orang yaitu disiplin belajar tertinggi yang berada pada hasil penelitian menunjukkan bahwa 90 kategori sedang dengan presentase 39%. orang peserta didik memiliki kemampuan Kategori sedang pada disiplin belajar IPA berpikir kritis tertinggi yang berada pada memiliki kedisiplinan yang masih bisa 42,80%. Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya kemajuan dalam aspek berpikir Peserta perilaku disiplin dibeberapa aspek, seperti datang tepat waktu ke sekolah, tetapi kurang konsisten dalam hal lain, seperti ditingkatkan lebih lanjut. Peserta didik mengumpulkan tugas. Hal ini biasanya dalam kategori tersebut mampu melakukan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu beberapa aspek berpikir kritis seperti kesadaran diri dan lingkungan . ekolah, analisis dan evaluasi, tetapi mungkin keluarga, masyaraka. Menurut Rahma kesulitan dalam aspek-aspek lain. Berdasarkan tabulasi kategori hasil pemahaman diri bahwa disiplin belajar belajar peserta didik dari jumlah 210 orang sangat penting bagi kebaikan maupun dikategorisasikan 5 bagian, yaitu hasil keberhasilan seseorang karena kedisiplinan belajarsangat tinggi, tinggi, cukup, rendah dapat mempermudah dalam meyerap ilmu yang diberikan oleh guru melalui proses menunjukkan bahwa 78 orang peserta belajar mengajar. Kesadaran diri menjadi didik memiliki hasil belajar yang berada salah satu faktor dimana kesadaran diri pada kategori sedang dengan presentase Hasil 39,50% , hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya rendahnya motivasi Proses belajar diartikan sebagai efektif dan psikomotor yang terjadi dalam Hasil belajar merupakan istilah yang tidak asing lagi dalam dunia pendidikan. Istilah tersebut lazim digunakan sebagai Sehingga, kurangnya hasil belajar peserta belajar peserta didik yang menyebabkan hasil belajar yang sedang. Belajar (X. Disiplin Belajar (X. Kemampuan Berpikir Kritis (X. Terhadap Hasil Belajar (Y) Peserta Didik SMPN di Kabupaten Majene Analisis Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung Analisis jalur dilakukan untuk menaksir hubungan kausalitas antar Penelitian ini menggunakan analisis Pengaruh Motivasi Belajar (X. Terhadap Hasil Belajar IPA Biologi (Y) Peserta Didik Sebelum melakukan analisis data. Hasil Analisis Inferensial Motivasi Gambar 1. Model Analisis Jalur antara variabel motivasi belajar (X. terhadap hasil belajar IPA Biologi (Y) melalui kemampuan berpikir kritis (X. serta disiplin belajar (X. terhadap hasil belajar IPA Biologi (Y) melalui kemampuan berpikir kritis (X. Hasil analisis jalur yang diperoleh pada penelitian ini, seperti pada gambar 1 peserta didik dengan jumlah 210 orang kelas Vi di beberapa sekolah yaitu SMP Negeri 2 Majene. SMP Negeri 3 Majene. SMP Negeri 4 Majene dan SMP Negeri 5 Majene. Tujuan dari penelitian ini yaitu pengaruh antara motivasi belajar terhadap hasil belajar peserta didik kelas Vi pada IPA Biologi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa variabel motivasi belajar terhadap hasil belajar berpengaruh secara signifikan dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05, demikian H0 ditolak dan H1 di terima. Sehingga persamaan regresi yang dipergunakan dapat diterapkan dalam analisis. Maka disimpulkan bahwa terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA Biologi. Pengaruh Disiplin Belajar (X. Terhadap Hasil Belajar IPA Biologi pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar IPA Biologi. (Y) Peserta Didik Adapun Sebelum melakukan analisis data, disiplin belajar yaitu faktor internal dan peserta didik dengan jumlah 210 orang faktol eksternal. Faktor internal yang kelas Vi di beberapa sekolah yaitu SMP Negeri 2 Majene. SMP Negeri 3 Majene, lingkungan belajar yang tidak kondusif. SMP Negeri 4 Majene dan SMP Negeri 5 kebiasaan belajar yang buruk, kurangnya Majene. Tujuan dari penelitian ini yaitu kurangnya displin waktu dan manajemen pengaruh antara disiplin belajar terhadap Menurut Slameto . , disiplin hasil belajar peserta didik kels Vi pada belajar memiliki peran penting dalam Hasil meningkatkan hasil belajar peserta didik. pengolahan data menjelaskan H0 ditolak. Disiplin belajar dapat membantu peserta karena nilai signifikan kurang dari 0,05 didik untuk mengembangkan kebiasaan berarti H1 diterima dengan asumsi bahwa belajar yang baik dan meningkatkan pengaruh disiplin belajar terhadap hasil Hal ini mengindikasikan bahwa memberikan pengaruh positif terhadap pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar juga meningkat. Persamaan regresi disiplin belajar seseorang maka hasil juga mengandung makna bahwa setiap belajarnya juga cenderung meningkat. Hal kenaikan satu satuan pengaruh disiplin ini dapat membantu peserta didik dalam belajar akan diikuti kenaikan hasil belajar mengatur waktu dengan efektif, membuat peserta didik. IPA Biologi. Disiplin belajar, artinya semakin tinggi Hasil penelitian mengungkapkan menghindari kebiasaan belajar yang tidak bahwa variabel disiplin belajar terhadap efektif, meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar berpengaruh secara signifikan mengurangi stress dan kecemasan dalam dengan niali signifikan 0,000 < 0,05. Oleh karena itu, disiplin belajar demikian H0 ditolak dan H1 di terima. dapat membantu peserta didik untuk Sehingga mencapai hasil belajar yang lebih baik. Maka disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Kemampuan Berpikir Kritis (X. Terhadap Hasil Belajar Kemampuan Sebelum melakukan analisis data, memungkinkan peserta didik untuk dapat peserta didik dengan jumlah 210 orang kelas Vi di beberapa sekolah yaitu SMP dengan lebih efektif, dan mengembangkan Negeri 2 Majene. SMP Negeri 3 Majene, solusi yang lebih inovatif dan efektif. SMP Negeri 4 Majene dan SMP Negeri 5 Dengan demikian, kemampuan berpikir Majene. Tujuan dari penelitian ini yaitu kritis dapat membantu peserta didik untuk memahami materi pelajaran dengan baik, pengaruh antara kemampuan berpikir kritis mengembangkan kemampuan pemecahan terhadap hasil belajar peserta didik kels masalah, dan meningkatkan hasil belajar. Vi pada mata pelajaran IPA Biologi. Rendahnya kemampuan berpikir siswa Hasil pengolahan data menjelaskan H0 ditolak, karena nilai signifikan kurang dari kurangnya motivasi belajar, keterampilan 0,05 berarti H1 diterima dengan asumsi dasar yang lemah, rendahnya kepercayaan bahwa pengaruh kemampuan berpikir diri, dan kebiasaan belajar yang kurang kritis terhadap hasil belajar. Hal ini baik, model pembelajaran, minat baca terhadap hasil belajar IPA Biologi. IPA Biologi (Y) Peserta Didik kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar juga meningkat. Persamaan regresi (Rokhmaniah, 2. juga mengandung makna bahwa setiap Pengaruh Motivasi Belajar (X. Terhadap Hasil Belajar IPA Biologi kemampuan berpikir kritis akan diikuti (Y) Peserta Didik Melalui kenaikan hasil belajar peserta didik. Kemampuan Berpikir Kritis (X. Hasil penelitian mengungkapkan Hasil perhitungan regresi linier bahwa variabel kemampuan berpikir kritis sederhana menjelaskan nilai signifikan terhadap hasil belajar berpengaruh secara kurang dari nilai 0,05 berarti H0 ditolak signifikan dengan nilai signifikan 0,000 < dan bernilai signifikan dengan demikian 0,05, demikian H0 ditolak dan H1 di Sehingga persamaan regresi yang langsung yang diberikan X1 terhadap Y sebesar 0,363 sedangkan pengaruh tidak Maka disimpulkan bahwa terdapat langsung X1 terhadap Y melalui X3 adalah 0,432 X 0,308 = 0,133. Maka pengaruh Motivasi total yang diberikan X1 terhadap Y adalah pengaruh dan signifikan terhadap hasil 0,363 0,133 = 0,496. Berdasarkan hasil berperan sebagai mediator atau variabel pengaruh langsung sebesar 0,363 dan nilai intervening dalam hubungan tersebut. tidak berpengaruh langsung sebesar 0,496. Artinya, motivasi belajar yang tinggi akan Berarti nilai pengaruh tidak langsung lebih mendorong siswa untuk berpikir lebih kritis yang baik akan berkontribusi pada langsung, hal ini menunjukkan secara peningkatan hasil belajar. Hal ini sejalan tidak langsung X1 terhadap Y melalui X3 dengan pendapat yang dikemukakan oleh mempunyai pengaruh signifikansi. Ambarwati . , berpikir kritis dan hasil belajar memiliki hubungan yang erat. Motivasi belajar yang Karena siswa yang termotivasi dalam tinggi dapat meningkatkan kemampuan kegiatan pembelajaran akan menciptakan berpikir kritis yang pada akhirnya dapat kondisi belajar yang menyenangkan dan meningkatkan hasil belajar. Peserta didik nyaman sesuai dengan kondisi dirinya, yang cenderung lebih aktif dalam proses sehingga rasa semangat, dorongan dan Motivasi Kemampuan gairah untuk belajar dalam diri siswa itu akan muncul. Dan ketika motivasi tumbuh. Kemampuan berpikir kritis yang maka dalam diri siswa memiliki keinginan untuk bisa mencapai tujuan dari belajar memahami pelajaran lebih mendalam dan yang didukung dengan adanya harapan memproses informasi dengan lebih efisien maupun cita-cita dimasa depan. Adanya dan pada akhirnya meningkatkan hasil harapan dan keinginan yang besar itulah Dapat motivasi belajar, kemampuan berpikir memperjuangkannya dengan sekuat tenaga kritis dan hasil belajar merupakan faktor dan berusaha memaksimalkan kemampuan yang dimiliki, motivasi belajar sebagai Dengan motivasi belajar dan kemampuan berpikir pendorong yang ada dalam diri seseorang kritis, maka hasil belajar peserta didik akan meningkat. menciptakan perilaku yang mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Salah Y adalah 0,175 0,110 = 0,285. kemampuan berpikir kritis. Siswa dengan Berdasarkan kemampuan berpikir kritis yang tinggi diperoleh pengaruh langsung sebesar 0,175 akan lebih bersemangat dalam mengikuti dan berpengaruh tidak langsung sebesar proses pembelajaran, memiliki tekad yang 0,285 yang berarti nilai pengaruh tidak pemecahan soal dan menyukai sesuatu pengaruh langsung. Hal ini menunjukkan yang lebih menantang. Sejalan dengan secara tidak langsung disiplin belajar (X. penelitian Nugraha . , siswa yang mempunyai tingkat motivasi dan semangat belajar yang tinggi akan memungkinkan mempunyai pengaruh signifikansi. mendapat hasil belajar yang tinggi juga (Y) (X. Disiplin belajar memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan dimiliki maka akan semakin besar usaha berpikir kritis dan hasil belajar peserta yang dilakukan untuk mencapai tujuan Guru perlu memperhatikan disiplin belajar peserta didik dan mengambangkan peningkatan kemampuan berpikir kritis belajar dan kemampuan berpikir kritis Pengaruh Disiplin (X. peserta didik. Adapun beberapa strategi Terhadap Hasil Belajar IPA Biologi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan (Y) disiplin belajar dan kemampuan berpikir Peserta Belajar Didik Melalui Kemampuan Berpikir Kritis (X. kritis yaitu membuat jadwal belajar yang Hasil perhitungan regresi linier teratur, mengembangkan kebiasaan belajar sederhana menjelaskan nilai signifikan yang baik, menggunakan teknik belajar kurang dari nilai 0,05 berarti H0 ditolak yang efektif, mengembangkan kemampuan dan bernilai signifikan dengan demikian analisis dan evaluasi dan meningkatkan dapat disimpulkan bahwa disiplin belajar motivasi belajar. (X. terhadap hasil belajar IPA (Y) melalui kemampuan berpikir kritis (X. , diketahui SIMPULAN pengaruh langsung yang diberikan X2 Motivasi belajar peserta didik kelas terhadap Y sebesar 0,175 sedangkan Vi di Kabupaten Majene berada pada pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X3 adalah 0,360 x 0,308 = 0,110. 44,10%. Maka pengaruh total diberikan X2 terhadap Disiplin belajar peserta didik kelas Vi di Kabupaten Majene berada pada 39,10%. Kemampuan peserta didik kelas Vi di Kabupaten Learning SMPN Kota Kupang". Vol 1. Dimyati, & Mudjiono. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Rineka Cipta Majene berada pada kategori sedang Fajri. Basam. "Motivasi dan Hasil dengan persentase 42,80%. Hasil belajar Belajar IPA Siswa Kelas VII dalam IPA Biologi peserta didik kelas Vi di Pembelajaran Model Kooperatif Kabupaten Majene berada pada kategori Numbered Heads Together". Jurnal sedang dengan persentase 39,5%. Terdapat Riset Pendidikan Dasar. Vol 5. pengaruh langsung dan signifikan motivasi Keiler. TeachersAo roles belajar (X. terhadap hasil belajar (Y) and identities in student-centered peserta didik sebesar 0,363. Terdapat International: Journal pengaruh signifikan disiplin belajar (X. of STEM Educatio. Vol. terhadap hasil belajar (Y) peserta didik 0,175. Indrawati. "Pengaruh signifikan kemampuan berpikir kritis (X. Problem Based Learning dipadu terhadap hasil belajar (Y) peserta didik Strategi Number Head Together sebesar 0,308. Terdapat pengaruh tidak langsung motivasi belajar terhadap hasil Metakognitif. Berpikir Kritis dan belajar (Y) melalui kemampuan berpikir Kognitis Penelitian Kependidikan. (X. Terdapat Kusumaningtias. Zubaidah. 0,496. Terdapat pengaruh tidak langsung disiplin belajar (X. Kemampuan Biologi". Jurnal Lomu. , & Widodo. terhadap hasil belajar (Y) melalui Pengaruh Motivasi Belajar dan kemampuan berpikir kritis (X. sebesar disiplin belajar terhadap prestasi 0,285. Prosiding DAFTAR PUSTAKA