JURNAL PIKIR JURNAL STUDI PENDIDIKAN DAN HUKUM ISLAM Volume 11. Number 2. Juli 2025 STRATEGI INTERNALISASI NILAI ISLAM BAGI SISWI YANG TERPAPAR BUDAYA POPULER GERAKAN VELOCITY Muhammad Sulaiman Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Bangil sulfat@gmail. Abstract: The widespread phenomenon of popular culture among Muslim female adolescents poses a serious challenge to the process of internalizing Islamic values and the formation of religious This study aims to identify and synthesize effective strategies for the internalization of Islamic values for female students exposed to popular culture, emphasizing the relevance of Islamic education approaches in a contemporary context. The research method used is a narrative review based on a literature study, with data sources in the form of primary and secondary scientific literature selected systematically based on the criteria of relevance, timeliness, and academic quality. Data analysis was carried out through narrative synthesis techniques and thematic classification of the main findings from various sources. The results show that adaptive strategies for internalizing Islamic values include interactive learning approaches, the use of contextual case studies, the implementation of religious extracurricular activities, the provision of online religious materials, and personal development through individual guidance. The main obstacles identified are the plurality of students' backgrounds and the strong influence of digital popular culture, which demands innovation in value internalization strategies that are responsive to the dynamics of the times. This article contributes to enriching the literature on Islamic education by offering a conceptual framework and a mapping of value internalization strategies relevant to building the Islamic character of Muslim female adolescents in the digital era, as well as providing practical recommendations for the development of value education policies in schools, families, and communities. Keywords: Islamic value internalization, popular culture. Muslim female adolescents, religious character. Islamic education, digital era. Abstrak: Fenomena maraknya budaya populer di kalangan remaja Muslimah menimbulkan tantangan serius terhadap proses internalisasi nilai Islam dan pembentukan karakter religius. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis strategi internalisasi nilai Islam yang efektif bagi siswi yang terpapar budaya populer, dengan menekankan relevansi pendekatan pendidikan Islam dalam konteks kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative review berbasis kajian pustaka, dengan sumber data berupa literatur ilmiah primer dan sekunder yang dipilih secara sistematis berdasarkan kriteria relevansi, keterkinian, dan kualitas Analisis data dilakukan melalui teknik sintesis naratif dan klasifikasi tematik terhadap temuan utama dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi internalisasi nilai Islam yang adaptif meliputi pendekatan interaktif dalam pembelajaran, penggunaan studi kasus kontekstual, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, penyediaan materi keagamaan daring, serta pembinaan personal melalui bimbingan individu. Hambatan utama yang teridentifikasi adalah pluralitas latar belakang peserta didik dan pengaruh kuat budaya populer digital, sehingga menuntut inovasi strategi internalisasi nilai yang responsif terhadap dinamika zaman. Artikel ini berkontribusi dalam memperkaya literatur pendidikan Islam dengan menawarkan kerangka konseptual dan pemetaan strategi internalisasi JURNAL PIKIR JURNAL STUDI PENDIDIKAN DAN HUKUM ISLAM Volume 11. Number 2. Juli 2025 nilai yang relevan untuk membangun karakter Islami remaja Muslimah di era digital, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengembangan kebijakan pendidikan nilai di sekolah, keluarga, dan komunitas. Kata Kunci: internalisasi nilai Islam, budaya populer, remaja perempuan Muslim, karakter religius, pendidikan Islam, era digital. Pendahuluan Fenomena globalisasi dan perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam pola pikir, perilaku, serta gaya hidup remaja di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Budaya populer yang berkembang pesat, seperti tren fashion, musik, dan gaya hidup modern, menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda, khususnya siswi sekolah. Arus globalisasi ini tidak hanya memperluas akses informasi, tetapi juga mempercepat adopsi nilai-nilai baru yang sering kali bertentangan dengan norma dan identitas lokal, termasuk nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi moral masyarakat Muslim. 1 Di Indonesia, pengaruh budaya populer semakin nyata melalui berbagai gerakan dan komunitas, salah satunya Gerakan Velocity, yang merepresentasikan gaya hidup modern dan dinamis di kalangan remaja perempuan. Urgensi akademik dan praktik dalam isu ini terletak pada meningkatnya kekhawatiran terhadap tergerusnya nilai-nilai Islam di tengah derasnya arus budaya populer. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa internalisasi nilai agama di kalangan remaja menghadapi tantangan besar akibat eksposur terhadap budaya populer yang cenderung mengedepankan kebebasan berekspresi dan individualisme. Selain itu, terdapat kesenjangan antara upaya pendidikan nilai di sekolah dengan realitas sosial yang dihadapi siswi di luar lingkungan pendidikan formal. 2 Hal ini menuntut adanya strategi internalisasi nilai Islam yang lebih adaptif dan kontekstual agar mampu membentengi remaja Muslimah dari pengaruh negatif budaya Secara teoretis, penelitian ini bertumpu pada konsep internalisasi nilai Islam yang dikembangkan oleh para pemikir pendidikan Islam klasik dan kontemporer, seperti Al-Ghazali. Al-Attas, dan Muhaimin. Al-Ghazali menekankan pentingnya pendidikan akhlak dan tahapan pembentukan karakter sebagai inti dari internalisasi nilai. 4 Al-Attas mengusung konsep adab dan Islamisasi ilmu sebagai landasan integrasi nilai Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Sementara itu. Muhaimin menyoroti pentingnya integrasi nilai Islam dalam pendidikan modern agar relevan dengan tantangan globalisasi. Pendekatan ini dipadukan dengan teori sosiologi budaya populer dan pendidikan karakter, yang menyoroti pentingnya strategi internalisasi nilai dalam membangun identitas dan daya tangkal remaja Muslimah terhadap pengaruh eksternal. Zuhri Zuhri. AuAKSIOLOGI NILAI PENDEKATAN DAN STRATEGI PENANAMAN NILAI,Ay Information Retrieval 9 (April 2. : 142Ae65, https://doi. org/10. 35878/islamicreview. Aliva Erhan. AuMANAJEMEN KURIKULUM BERBASIS AKHLAK. NILAI. DAN MORAL DI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR,Ay Leadership (July 2. 212Ae22, https://doi. org/10. 32478/leadership. Muhammad Rivaldi and Narendra Jumadil Haikal Ramadhan. AuCHARACTER DEVELOPMENT OF STUDENTS THROUGH ISLAMIC EDUCATION LEADERSHIP,Ay Al-Masail: Journal of Islamic Studies, ahead of print. June 29, 2024, https://doi. org/10. 61677/al-masail. Zuhri. AuAKSIOLOGI NILAI PENDEKATAN DAN STRATEGI PENANAMAN NILAI. Ay Rivaldi and Ramadhan. AuCHARACTER DEVELOPMENT OF STUDENTS THROUGH ISLAMIC EDUCATION LEADERSHIP. Ay Sunarni Sunarni and Hari Karyono. AuPersepsi Guru Terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Di Sekolah Dasar,Ay Journal on Education, ahead of print. January 4, 2023, https://doi. org/10. 31004/joe. JURNAL PIKIR JURNAL STUDI PENDIDIKAN DAN HUKUM ISLAM Volume 11. Number 2. Juli 2025 Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini meliputi: . bagaimana konsep internalisasi nilai Islam menurut perspektif pendidikan Islam. bagaimana pengaruh budaya populer seperti Gerakan Velocity terhadap nilai-nilai keislaman siswi. strategi apa yang dapat diterapkan untuk menginternalisasi nilai Islam bagi siswi yang terpapar budaya populer. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep internalisasi nilai Islam dalam perspektif pendidikan Islam, mendeskripsikan dampak budaya populer terhadap nilai keislaman siswi, serta merumuskan strategi internalisasi nilai Islam yang relevan dan kontekstual bagi remaja Muslimah. Kontribusi ilmiah dari artikel ini terletak pada upaya merumuskan strategi internalisasi nilai Islam yang berbasis kajian literatur mutakhir dan relevan dengan konteks budaya populer yang dihadapi remaja Muslimah saat ini. Artikel ini menawarkan sintesis konseptual yang mengintegrasikan teori pendidikan Islam klasik dan kontemporer dengan dinamika budaya populer, sehingga dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kebijakan pendidikan nilai di sekolah maupun keluarga. Teori internalisasi nilai Islam merupakan fondasi utama dalam pendidikan karakter remaja Muslimah, khususnya dalam menghadapi tantangan budaya populer. Konsep internalisasi nilai berakar dari pemikiran Al-Ghazali yang menekankan pentingnya pembentukan akhlak melalui proses bertahap, mulai dari pengetahuan, pemahaman, hingga pengamalan nilai dalam kehidupan sehari-hari. Al-Attas menambahkan dimensi adab dan Islamisasi ilmu sebagai upaya integrasi nilai Islam dalam seluruh aspek pendidikan, sedangkan Muhaimin menyoroti pentingnya integrasi nilai Islam dalam sistem pendidikan modern agar tetap relevan di era Relevansi teori ini semakin kuat ketika dikaitkan dengan tantangan budaya populer yang menuntut remaja Muslimah untuk memiliki daya tangkal terhadap nilai-nilai eksternal yang bertentangan dengan ajaran Islam. Studi-studi terdahulu telah menyoroti berbagai strategi internalisasi nilai Islam di lingkungan pendidikan, baik melalui pembelajaran langsung maupun tidak langsung. Penelitian Gunawan et al. menunjukkan bahwa internalisasi nilai moderasi beragama dapat dikembangkan melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang terstruktur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. 8 Sementara itu, penelitian lain menegaskan pentingnya peran guru dan lingkungan sekolah dalam membentuk karakter Islami siswi melalui pendekatan pedagogis, sosiologis, dan psikologis. 9 Selain itu, studi kontemporer juga menyoroti pengaruh budaya populer terhadap perilaku dan identitas remaja Muslimah, di mana eksposur terhadap tren global dapat melemahkan komitmen terhadap nilai-nilai keislaman. Meskipun telah banyak penelitian mengenai internalisasi nilai Islam dan pengaruh budaya populer, masih terdapat celah penelitian terkait strategi yang efektif dan kontekstual dalam membentengi siswi dari pengaruh budaya populer seperti Gerakan Velocity. Sebagian besar Kosim et al. AuStrengthening StudentsAo Character through Tahfidz Quran in Islamic Education Curriculum,Ay Jurnal Pendidikan Islam. September https://doi. org/10. 14421/jpi. Supardi Ritonga et al. AuImplementasi Pembelajaran PAI Dengan Strategi Hybrid Learning (HL): Menciptakan Siswa Yang Kritis Dan Berwawasan Global Di Era Society 5. ,Ay Journal on Education, ahead of print. December 18, 2024, https://doi. org/10. 31004/joe. Heri Gunawan. Ihsan, and Encep Supriatin Jaya. AuInternalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Pembelajaran PAI Di SMA Al-Biruni Cerdas Mulia Kota Bandung,Ay Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal, ahead of print. July 13, 2021, https://doi. org/10. 15575/ath. Eli Hami. Syahid, and Yunus Busa. PENERAPAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER PRIBADI YANG ISLAMI, 2 (January 2. : 79Ae96, https://doi. org/10. 33487/edumaspul. Gunawan. Ihsan, and Jaya. AuInternalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Pembelajaran PAI Di SMA Al-Biruni Cerdas Mulia Kota Bandung. JURNAL PIKIR JURNAL STUDI PENDIDIKAN DAN HUKUM ISLAM Volume 11. Number 2. Juli 2025 studi lebih menekankan pada aspek normatif dan belum banyak mengkaji integrasi strategi internalisasi nilai Islam yang adaptif terhadap dinamika budaya populer kontemporer. Selain itu, penelitian yang mengaitkan teori internalisasi nilai Islam dengan fenomena budaya populer secara spesifik pada remaja Muslimah masih terbatas. Artikel ini menempati posisi strategis dalam menjawab celah tersebut dengan menawarkan sintesis konseptual yang mengintegrasikan teori internalisasi nilai Islam dengan dinamika budaya populer yang dihadapi remaja Muslimah. Kontribusi artikel ini terletak pada perumusan strategi internalisasi nilai Islam yang relevan, kontekstual, dan berbasis kajian literatur mutakhir, sehingga dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kebijakan pendidikan nilai di sekolah maupun keluarga. Dengan demikian, artikel ini memperkaya literatur dengan pendekatan yang lebih adaptif dan responsif terhadap tantangan zaman. Tren metodologis dalam studi-studi sebelumnya menunjukkan dominasi pendekatan kualitatif, baik melalui kajian literatur sistematis, narrative review, maupun penelitian lapangan dengan metode deskriptif analitik. Penelitian Gunawan et al. menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengkaji internalisasi nilai moderasi beragama. Sementara itu, studi lain mengadopsi systematic literature review untuk memetakan strategi internalisasi nilai Islam dan tantangan budaya popular. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk melakukan sintesis temuan secara komprehensif dan kritis. Sintesis konseptual yang dihasilkan dari kajian pustaka ini menjadi dasar pijakan bagi perumusan metode penelitian selanjutnya. Dengan mengintegrasikan teori internalisasi nilai Islam, hasil studi terdahulu, serta analisis terhadap dinamika budaya populer, artikel ini menawarkan kerangka konseptual yang kuat untuk mengembangkan strategi internalisasi nilai Islam yang efektif bagi siswi yang terpapar budaya populer Gerakan Velocity. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah kajian pustaka . ibrary researc. dengan pendekatan narrative review, yang bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis literatur ilmiah terkait strategi internalisasi nilai Islam bagi siswi yang terpapar budaya populer Gerakan Velocity. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan pemahaman mendalam dan komprehensif terhadap fenomena yang dikaji melalui penelusuran, seleksi, dan analisis kritis terhadap sumber-sumber ilmiah yang relevan. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data sekunder yang diperoleh dari literatur ilmiah, baik primer maupun sekunder. Sumber primer meliputi Al-QurAoan. Hadis, serta karyakarya pemikir pendidikan Islam klasik dan kontemporer seperti Al-Ghazali. Al-Attas, dan Muhaimin. Sumber sekunder mencakup jurnal ilmiah terindeks, buku akademik, artikel, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema internalisasi nilai Islam, budaya populer, dan pendidikan karakter remaja Muslimah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan penelusuran digital. Proses dokumentasi melibatkan pengumpulan, penelaahan, dan pencatatan isi literatur yang relevan dengan fokus penelitian. Penelusuran digital dilakukan dengan mengakses database akademik seperti Google Scholar. Garuda, dan portal jurnal terindeks SINTA, menggunakan kata kunci spesifik seperti Auinternalisasi nilai IslamAy. Aubudaya populerAy. Auremaja MuslimahAy, dan AuGerakan VelocityAy. Protokol pencarian literatur mengikuti tahapan systematic literature Miza Nina Adlini et al. AuMetode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka,Ay Edumaspul: Jurnal Pendidikan, ahead of print. March 1, 2022, https://doi. org/10. 33487/edumaspul. Rian Vebrianto et al. AuMixed Methods Research: Trends and Issues in Research Methodology,Ay Bedelau: Journal of Education and Learning, ahead of print. December 30, 2020, https://doi. org/10. 55748/bjel. JURNAL PIKIR JURNAL STUDI PENDIDIKAN DAN HUKUM ISLAM Volume 11. Number 2. Juli 2025 review, yaitu identifikasi, seleksi, dan evaluasi sumber berdasarkan relevansi dan kualitas Kriteria inklusi literatur yang digunakan meliputi: . diterbitkan dalam lima tahun terakhir . 9Ae2. , . membahas topik internalisasi nilai Islam, budaya populer, atau pendidikan karakter remaja Muslimah, . bersifat open-access, dan . berasal dari jurnal terindeks nasional atau internasional bereputasi. Kriteria eksklusi meliputi: . literatur yang tidak relevan dengan fokus penelitian, . artikel yang tidak tersedia secara penuh . ull-tex. , dan . sumber yang tidak memenuhi standar akademik atau tidak melalui proses peer-review. Unit analisis dalam penelitian ini adalah konsep, strategi, dan temuan empiris terkait internalisasi nilai Islam pada remaja Muslimah yang terpapar budaya populer. Tidak terdapat subjek individu atau populasi lapangan, karena penelitian ini sepenuhnya berbasis literatur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi . ontent analysi. dengan tahapan reduksi data, klasifikasi tema, dan sintesis naratif. Reduksi data dilakukan dengan menyeleksi literatur yang paling relevan dan berkualitas. Klasifikasi tema mencakup pengelompokan literatur berdasarkan tema utama seperti internalisasi nilai Islam, pengaruh budaya populer, dan strategi pendidikan karakter. Sintesis naratif dilakukan dengan mengintegrasikan temuantemuan utama dari berbagai sumber untuk menghasilkan pemahaman yang utuh dan mendalam mengenai strategi internalisasi nilai Islam bagi siswi yang terpapar budaya popular. 16 Analisis dilakukan secara manual tanpa bantuan software statistik, namun tetap mengacu pada prinsipprinsip sistematis dan objektif dalam kajian literatur. Hasil Penelitian Hasil kajian literatur mengenai strategi internalisasi nilai Islam bagi siswi yang terpapar budaya populer, khususnya dalam konteks pendidikan dan penguatan karakter keagamaan, dapat disajikan dalam beberapa tema utama berdasarkan sintesis naratif dari sumber-sumber yang telah dianalisis. Tema pertama adalah penerapan pendekatan interaktif dalam pembelajaran nilai Strategi ini meliputi diskusi terbuka dan reflektif mengenai nilai-nilai agama, etika, dan moralitas. Melalui diskusi tersebut, peserta didik didorong untuk mengemukakan pandangan pribadi dan memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam. Pendekatan ini juga memfasilitasi terjadinya dialog kritis antara peserta didik dan pendidik, sehingga nilai-nilai keislaman dapat diinternalisasi secara lebih bermakna. Tema kedua adalah penggunaan studi kasus dan cerita inspiratif dari kehidupan nyata. Strategi ini bertujuan untuk mengilustrasikan konsep-konsep keagamaan secara kontekstual dan mendorong refleksi pribadi peserta didik. Studi kasus yang diangkat biasanya berkaitan dengan tantangan moral dan sosial yang dihadapi remaja Muslimah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pengaruh budaya populer yang bertentangan dengan nilai Islam. Miftahul Alimin. Hikmatin Kamilah, and Shofwatul Widad. AuRelevansi Tujuan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Untuk Membangun Karakter Religius Siswa Di Sekolah (Systematic Literature Revie. ,Ay Jurnal Multidisiplin Ibrahimy, ahead of print. February 15, 2024, https://doi. org/10. 35316/jummy. Vebrianto et al. AuMixed Methods Research: Trends and Issues in Research Methodology. Ay Agus Yudiawan and Atikatul Himmah. AuQuality Management Transformation of Islamic Religious Higher Education: A Literature Review,Ay Journal of Quality Assurance in Islamic Education (JQAIE), ahead of print. December 7, 2023, https://doi. org/10. 47945/jqaie. Yudiawan and Himmah. Armin Nurhartanto. Sholihul Anwar, and Sukisno Sukisno. AuDevelopment of Pluralist and Multicultural Approaches In PAI Learning: A Conceptual Model For Strengthening StudentsAo Inclusivity Competencies,Ay Multicultural Islamic Education Review, ahead of print. April 14, 2025, https://doi. org/10. 23917/mier. JURNAL PIKIR JURNAL STUDI PENDIDIKAN DAN HUKUM ISLAM Volume 11. Number 2. Juli 2025 Tema ketiga adalah pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Kegiatan ini meliputi kelompok doa, ceramah, pengajian, dan aktivitas sosial yang bertujuan memperkuat identitas keagamaan dan meningkatkan pengalaman spiritual peserta didik di luar kelas. Kegiatan ekstrakurikuler juga menjadi sarana untuk membangun solidaritas dan jejaring sosial yang positif di antara siswi. Tema keempat adalah penyediaan materi keagamaan secara daring . Materi-materi ini dapat diakses kapan saja dan di mana saja, sehingga memudahkan peserta didik untuk mempelajari dan memperdalam nilai-nilai Islam secara mandiri. Penyediaan materi daring juga menjadi respons terhadap tantangan digitalisasi dan penetrasi budaya populer melalui media Tema kelima adalah pembinaan personal atau bimbingan individu. Strategi ini dilakukan dengan memberikan pendampingan khusus kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan terkait pertanyaan atau konflik keagamaan yang mereka alami. Pembinaan personal memungkinkan terjadinya proses internalisasi nilai yang lebih intensif dan sesuai dengan kebutuhan individu. Selain strategi-strategi di atas, hasil kajian juga mengidentifikasi beberapa hambatan utama dalam proses internalisasi nilai Islam. Hambatan tersebut antara lain pluralitas latar belakang peserta didik yang menuntut pendekatan yang inklusif, serta pengaruh budaya populer dan tekanan sosial yang dapat melemahkan komitmen keislaman. Tantangan ini menuntut inovasi dan adaptasi strategi internalisasi nilai agar tetap relevan dan efektif dalam membentengi remaja Muslimah dari pengaruh negatif budaya populer. Tabel berikut merangkum strategi utama yang ditemukan dalam proses sintesis literatur: No Strategi Deskripsi Pendekatan Interaktif Diskusi terbuka dan reflektif tentang nilai agama, etika, dan Penggunaan Studi Studi kasus dan cerita inspiratif untuk ilustrasi konsep Kasus keagamaan dan refleksi pribadi. Kegiatan Kelompok doa, ceramah, dan aktivitas sosial untuk Ekstrakurikuler memperkuat identitas keagamaan. Materi Keagamaan Penyediaan materi keagamaan online yang dapat diakses Daring kapan saja dan di mana saja. Pembinaan Personal Bimbingan individu untuk peserta didik yang membutuhkan pendampingan khusus. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa strategi internalisasi nilai Islam yang efektif bagi siswi yang terpapar budaya populer harus bersifat adaptif, kontekstual, dan responsif terhadap tantangan zaman, dengan mengintegrasikan pendekatan interaktif, kontekstual, serta dukungan personal dan digital. JURNAL PIKIR JURNAL STUDI PENDIDIKAN DAN HUKUM ISLAM Volume 11. Number 2. Juli 2025 Pembahasan Interpretasi utama terhadap temuan penelitian ini menegaskan bahwa strategi internalisasi nilai Islam pada siswi yang terpapar budaya populer menuntut integrasi antara pendekatan keteladanan, pembiasaan, nasihat, perhatian, dan sanksi dalam praktik pendidikan. Temuan ini sejalan dengan kerangka konseptual internalisasi nilai yang menekankan pentingnya proses bertahapAimulai dari habituasi, pembentukan pemahaman, hingga penguatan spiritualitasAi untuk membangun karakter Islami yang kokoh di tengah tantangan globalisasi dan penetrasi budaya popular. 18 Strategi ini juga menegaskan relevansi model pendidikan Islam yang mengintegrasikan aspek teoretis dan praktik kehidupan sehari-hari, sehingga nilai-nilai keislaman tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga terinternalisasi dalam perilaku dan identitas peserta didik. Keterkaitan temuan dengan studi sebelumnya tampak pada penguatan peran kurikulum terintegrasi dan pembiasaan dalam membentuk karakter moderat dan toleran di kalangan Penelitian Suprapto . menyoroti pentingnya integrasi kurikulum nasional dan pesantren untuk menanamkan nilai moderasi beragama melalui pembiasaan, seperti peringatan hari besar Islam, shalat berjamaah, dan pembacaan Al-QurAoan Bersama. 19 Sementara itu, studi Yasir et al. menegaskan urgensi integrasi nilai Islam dalam kurikulum dan pemanfaatan teknologi untuk memperkuat pembelajaran di era globalisasi. 20 Namun, beberapa penelitian juga mengidentifikasi tantangan dalam menjaga konsistensi internalisasi nilai di luar lingkungan sekolah, terutama akibat pengaruh media digital dan lemahnya keterlibatan Analisis kritis dalam konteks lokal menunjukkan bahwa internalisasi nilai Islam di Indonesia sangat dipengaruhi oleh keberagaman budaya, struktur sosial, dan peran institusi pendidikan Islam seperti pesantren dan madrasah. Studi di Pondok Pesantren Al-Mazaya Paser menegaskan efektivitas integrasi kurikulum umum dan agama dalam menanamkan nilai moderasi, toleransi, dan penghormatan terhadap budaya local. 22 Di sisi lain, penelitian di daerah minoritas Muslim menyoroti peran sentral perempuan dan keluarga dalam menjaga nilai keislaman anak melalui pendidikan nonformal dan pengajian rutin. 23 Secara global, tantangan serupa juga dihadapi oleh komunitas Muslim di diaspora, di mana internalisasi nilai keislaman harus beradaptasi dengan konteks sosial dan budaya yang berbeda. Ririn Nuraini and Ika Wahyu Susiani. AuInternalization of Islamic Education Values in Establishing Student Social Characters,Ay Aqlamuna: Journal of Educational Studies, ahead of print. February 17, 2024, https://doi. org/10. 58223/aqlamuna. S Suprapto. Integrasi Moderasi Beragama Dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam, 18 (December 2. : 355Ae68, https://doi. org/10. 32729/edukasi. Ahmad Yasir. Al Amin, and Sukari. AuIsu Pendidikan Islam Di Era Globalisasi,Ay Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam, ahead of print. January 3, 2025, https://doi. org/10. 61132/hikmah. Ade Nurpriatna et al. AuPendidikan Islam Dan Literasi Digital: Strategi Mengatasi Hoaks Dan Konten Negatif Di Kalangan Remaja Muslim,Ay TAAoDIB: Jurnal Pendidikan Agama Islam, ahead of print. March 30, 2025, https://doi. org/10. 69768/jt. Mardani and Siswanto. AuInternalisasi Nilai Moderasi Beragama Pada Santri Pondok Pesantren Al-Mazaya Paser Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur,Ay Jurnal PAI Raden Fatah 7, no. 2 (April 2. : 189Ae99, https://doi. org/10. 19109/pairf. Muhammad Darwis Dasopang and Azmil Hasan Lubis. AuPEREMPUAN-PEREMPUAN TANGGUH PENJAGA NILAI-NILAI KEISLAMAN ANAK: STUDI DAERAH MINORITAS MUSLIM,Ay Kafa`ah: Journal of Gender Studies, ahead of print. June 29, 2021, https://doi. org/10. 15548/jk. Nur Faizah. Muhammad Hifdil Islam, and Nurany Fatimah. AuAnalisis Bimbingan Konseling Islami Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Mata Pelajaran PAI,Ay Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswan, ahead of print. May 16, 2025, https://doi. org/10. 54437/irsyaduna. JURNAL PIKIR JURNAL STUDI PENDIDIKAN DAN HUKUM ISLAM Volume 11. Number 2. Juli 2025 Implikasi praktis dari temuan ini adalah perlunya penguatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan komunitas dalam membangun ekosistem pendidikan nilai yang adaptif terhadap dinamika budaya populer dan digitalisasi. Pengembangan kurikulum berbasis integrasi nilai Islam dan literasi digital menjadi kunci untuk membekali remaja Muslimah dengan daya kritis dan ketahanan moral di era informasi. 25 Implikasi kebijakan meliputi perlunya pelatihan guru dalam strategi internalisasi nilai yang kontekstual, serta penguatan peran kepemimpinan pendidikan Islam dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inklusif. 26 Secara teoretis, hasil penelitian ini memperkaya diskursus tentang integrasi teori pendidikan Islam klasik dengan pendekatan pragmatis dan sosiologis dalam menghadapi tantangan kontemporer. Refleksi terhadap keterbatasan penelitian ini mencakup keterbatasan cakupan literatur yang sebagian besar masih berfokus pada konteks institusi pendidikan formal dan belum banyak mengeksplorasi dinamika internalisasi nilai di lingkungan keluarga atau komunitas digital. Selain itu, sebagian besar studi menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif sehingga generalisasi temuan masih terbatas. 27 Penelitian lanjutan dapat diarahkan pada eksplorasi strategi internalisasi nilai Islam di lingkungan digital, pengembangan model pembelajaran berbasis teknologi, serta studi longitudinal untuk mengukur efektivitas internalisasi nilai dalam jangka panjang. 28 Selain itu, integrasi teori sosiologi pendidikan seperti Bourdieu dapat memperkaya analisis tentang pengaruh habitus, modal sosial, dan dinamika kekuasaan dalam proses pembentukan karakter Islami. 29 Studi tentang internalisasi nilai melalui kegiatan budaya religius juga dapat menjadi fokus riset mendatang untuk memperkuat tradisi keislaman di tengah arus modernisasi. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa strategi internalisasi nilai Islam bagi siswi yang terpapar budaya populer menuntut pendekatan yang adaptif, integratif, dan kontekstual. Proses internalisasi nilai dilakukan melalui kombinasi metode keteladanan, pembiasaan, nasihat, perhatian, serta penguatan lingkungan belajar yang kondusif dan kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan komunitas. Strategi ini terbukti mampu memperkuat karakter keislaman, meningkatkan daya tangkal terhadap pengaruh negatif budaya populer, serta membangun identitas religius yang kokoh pada remaja Muslimah. Kontribusi ilmiah artikel ini terletak pada sintesis konseptual dan pemetaan strategi internalisasi nilai Islam yang relevan dengan tantangan era digital dan budaya populer. Kebaruan penelitian ini tercermin pada integrasi pendekatan pendidikan Islam klasik dan kontemporer dengan dinamika sosial remaja masa kini, serta penekanan pada pentingnya Ria Aini et al. AuInternalisasi Nilai Pendidikan Agama Islam Untuk Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme Siswa Di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 Gombak Kuala Lumpur,Ay Education Achievement: Journal of Science and Research, ahead of print. February 15, 2025, https://doi. org/10. 51178/jsr. Suswati et al. AuTHE INTEGRATION OF PRAGMATISM IN ISLAMIC EDUCATION: RELEVANCE TO MODERN LEARNING,Ay Al-Masail: Journal of Islamic Studies, ahead of print. September 29, 2024, https://doi. org/10. 61677/al-masail. Nurvianna MuAoarifah et al. AuPARADIGM OF ISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT FROM THE PERSPECTIVE OF EDUCATIONAL PHILOSOPHY: DEVELOPING A STRATEGIC PLAN FOR ISLAMIC SCHOOLS,Ay Al-Masail: Journal of Islamic Studies, ahead of print. September 29, 2024, https://doi. org/10. 61677/al-masail. Susi Mulyawati et al. AuInternalisasi Nilai-Nilai Karakter Melalui Pengelolaan Kelas Pada Pembelajaran SKI Di Madrasah Tsanawiyah,Ay Kharismatik : Jurnal Ilmu Pendidikan, ahead of print. October 31, 2024, https://doi. org/10. 70757/kharismatik. Dudun Ubaedullah et al. AuIslamic Servant Leadership: Implications for Education in Madrasah,Ay Edukasiana: Journal Islamic Education. March https://doi. org/10. 61159/edukasiana. JURNAL PIKIR JURNAL STUDI PENDIDIKAN DAN HUKUM ISLAM Volume 11. Number 2. Juli 2025 literasi digital dan kolaborasi lintas lingkungan dalam membangun karakter Islami yang tangguh dan adaptif. Rekomendasi praktis yang dapat diajukan adalah perlunya penguatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan komunitas dalam implementasi strategi internalisasi nilai Islam, serta pengembangan kurikulum dan program pembelajaran yang responsif terhadap dinamika budaya Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi efektivitas model internalisasi nilai Islam berbasis digital, serta mengkaji peran media sosial dan komunitas daring dalam membentuk karakter keislaman remaja Muslimah di berbagai konteks sosial. References