AL-KAINAH JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Penerbit: P3M Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Huda Subang Jl. Raya Rancasari Dalam No. B33. Rancasari. Kec. Pamanukan. Kabupaten Subang. Jawa Barat 41254 E-ISSN: 2985-542X P-ISSN: 2985-5438 https://ejournal. stai-mifda. id/index. php/alkainah STRATEGI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM UNTUK MEMAHAMI KERAGAMAN DENGAN CARA PANDANG MULTIKULTURAL Indah Hari Utami1A. Maimuna Ritonga2 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. IAI Rokan Bagan Batu. Riau. Indonesia Coresponding Email: Indahhariutami74@gmail. Received: November 2025 ARTICLE HISTORY Revised: November 2025 Accepted: Desember 2025 Abstrak Latar belakang: Keragaman agama, etnis, gender, status sosial, serta kemampuan individu merupakan realitas yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, keberagaman tersebut sering menimbulkan praktik diskriminasi, ketidakadilan, dan konflik sosial. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membangun cara pandang multikultural agar peserta didik mampu memahami, menghargai, dan hidup harmonis dalam perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi lembaga pendidikan Islam dalam menginternalisasikan nilai-nilai multikultural melalui pembelajaran, regulasi kelembagaan, dan pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka . ibrary researc. dengan menganalisis berbagai literatur, jurnal, dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pendidikan Islam dan multikulturalisme, termasuk pemikiran Muhamad Mustaqim. Hikmatul Mustaghfiroh, serta Zubaedi. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk menggambarkan strategi yang dapat diterapkan lembaga pendidikan Islam dalam memahami Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendidikan Islam dalam membangun cara pandang multikultural mencakup lima aspek utama: . memahami keragaman agama melalui penerapan aturan anti-diskriminasi, dialog antaragama, serta penyediaan sumber belajar yang inklusif. membangun sensitivitas gender melalui pelatihan, regulasi, dan kegiatan yang mendukung kesetaraan. menumbuhkan pemahaman tentang keragaman status sosial dengan memperkuat empati dan keadilan melalui kurikulum afektif dan psikomotor. memahami keragaman etnis dengan menanamkan sikap toleransi, anti-diskriminasi, serta penyadaran budaya. menghargai perbedaan kemampuan melalui layanan pendidikan inklusif, pelatihan guru, dan kurikulum adaptif bagi peserta didik difabel. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam memiliki peran fundamental dalam membentuk peserta didik yang berpandangan multikultural. Melalui strategi yang terencana dan terintegrasi antara regulasi sekolah, pembelajaran, dan pembinaan karakter, pendidikan Islam dapat menjadi pilar penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, adil, dan mampu mengembangkan generasi yang siap hidup dalam keberagaman. Kata Kunci: Pendidikan Islam. Multikulturalisme. Keragaman. Strategi Pendidikan Abstract Background: Religious, ethnic, gender, social status, and individual ability diversity are inherent realities in Indonesian society. However, such diversity often gives rise to discrimination, injustice, and social conflict. Therefore. Islamic education holds a strategic role in fostering a multicultural perspective so that students are able to understand, appreciate, and live harmoniously within differences. This study aims to analyze the strategies used by Islamic educational institutions to internalize multicultural values through learning processes, institutional regulations, and character formation. This research employs a library research method by analyzing various literature, journals, and studies related to Islamic education and multiculturalism, including the perspectives of Muhamad Mustaqim. Hikmatul Mustaghfiroh, and Zubaedi. The data were analyzed descriptively and qualitatively to illustrate strategies Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025. | 66 AL-KAINAH JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Penerbit: P3M Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Huda Subang Jl. Raya Rancasari Dalam No. B33. Rancasari. Kec. Pamanukan. Kabupaten Subang. Jawa Barat 41254 E-ISSN: 2985-542X P-ISSN: 2985-5438 https://ejournal. stai-mifda. id/index. php/alkainah that Islamic educational institutions can apply in understanding diversity. The results show that Islamic education strategies in developing a multicultural perspective encompass five main aspects: . understanding religious diversity through anti-discrimination regulations, interfaith dialogue, and inclusive learning resources. building gender sensitivity through training, regulations, and activities that support equality. fostering understanding of social status diversity by strengthening empathy and justice through affective and psychomotor curriculum components. understanding ethnic diversity by instilling tolerance, anti-discrimination attitudes, and cultural awareness. appreciating differences in abilities through inclusive educational services, teacher training, and adaptive curricula for students with disabilities. Conclusion:The study concludes that Islamic educational institutions play a fundamental role in shaping students with a multicultural worldview. Through well-planned and integrated strategies involving school regulations, learning activities, and character development. Islamic education can serve as an essential pillar in creating an inclusive and just educational environment capable of nurturing a generation prepared to live harmoniously within diversity. Keywords: Islamic Education. Multiculturalism. Diversity. Educational Strategies. Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025. | 67 Indah Hari Utami. Maimuna Ritonga PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai 13. 000 pulau besar maupun kecil dengan jumlah penduduk lebih dari 200 jiwa yang terdiri berbagai suku, bahasa yang berbeda-beda. Indonesia juga merupakan negara yang multireligius yang terdiri dari beragam agama, yaitu Islam. Katolik. Kristen. Hindu. Budha dan Konghuchu serta berbagai macam aliran kepercayaan. Pemahaman multikulturalisme (Understanding of multiculturalis. merupakan suatu pandangan tentang pluralitas agama, budaya, bahasa, etnis, sistem sosial, dan keanekaragaman lainnya. Pandangan multikulturalisme berawal dari adanya perilaku diskriminasi dan bentuk ketidakadilan lainnya dalam bentuk deskriminasi secara individual yaitu adanya alasan pribadi dalam bersikap tidak adil kepada orang lain, dekriminasi institusional yaitu bentuk ketidakadilaan kepada seseorang atau sekelompok orang yang berasal dari golongan tertentu khususnya dari kelompok minoritas didalam institusi atau organisasi tertentu. Multikultural disini merupakan keberagaman manusia sehingga manusia mampu berinteraksi dengan banyaknya perbedaan. Dengan demikian nilai keadilan persamaan dan ineraksi dan toleransi menjadi syarat dalam menjadikan kehidupan yang multikultural. Dengan adanya perbedaan manusia bisa merasakan titik persamaan. Pandangan pendidikan multikultural . ulticultural educaation paradig. , merupakan usaha tindak lanjut dari strategi pendidikan multikultural yang sudah berkembang di negara -negara maju seperti Amerika. Eropa, dan negara lainnya. (Tilaar, 2004 :122-. Dalam pendidikan multikultural, setiap peradaban dan kebudayaan tidak yang ada pada posisi yang setara tidak ada kebudayaan yang lebih tinggi dari kebudayaan yang lain diharapkan adanya pemikiran yang akan memperkaya atau peradaban yang bersangkutan Wacana untuk pendidikan multikultural semakin mengemukan seiring dengan arus demokrasi dalam kehidupan bangsa, yang berpengaruh pada penguatan civil society dan penghormatan pada Hak Asasi Manusia. Dalam hal ini pendidikan mempunyai peranan sangat penting, melalui pendidikan multikultural, perbedaan antara suku, agama, ras, bahasa dan lain-lain tidak lagi di anggap sebagai ancaman perpecahan dan gesekan-gesekan. Pendidikan multikultural akan menjadikaan manusia saling menghargai perbedaan dan mampu hidup bersama dengan damai. Pendidikan Islam merupakan upaya dalam membina manusia yang sempurna (Insan Kami. yang mampu untuk mengelola multikultural tersebut. Pendidikan Islam mempunyai tuntutan untuk mampu menyadarkan umat manusia akan perbedaan dan keberagaman. Karena adanya kesadaran akan multikultural merupakan awal untuk membangun sikap dan perilaku multikultural. Dengan demikian pendidikan Islam harus mampu untuk mengkordinir pendidikan multikultural, sebagai tolak ukur terciptanya tujuan pendidikan Islam. Tujuan pendidikan Islam akan terwujud melalui pendidikan multikultural. Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025. | 68 Indah Hari Utami. Maimuna Ritonga Pendidikan multikultural dikembangkan agar masyarakat Indonesia lebih memahami pentingnya memelihara kerukuran antar sesama manusia, dalam memahami sesuatu harus secara utuh agar apa yang menjadi keagungan ilmu dalam multikultural bisa melebar luas tidak hanya sempit sebatas sebagai menghargai perbedaan, lebih dari itu pemahaman agar pentingnya menjaga keharmonisan, memberi etika dalam berpendapat kelompok lain, menjunjung asas kemanusiaan dan lain sebagainya diharapkan mampu memberi kejayaan dalam negara. Islam merupakan agama yang terbuka dan menolak faham yang mempunyai kecendrungan memisahkan diri dari masyarakat . dan memberi apresiasi terhadap pluralisme. Hal ini perlu ditanamkan paada peserta didik dalam pendidikan Islam agar peserta didik dapat bersifat toleransi positif. Dengan demikian dilihat dari pandangan ini, pendidikan multikultural dapat berpijak pada Islam. Dengan harapan tidak ada lagi konflik-konflik sosial, agama, ras dan suku. Oleh karena penelitian ini mengangkat tema Au Pendidikan Islam MultikultutalAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini didesain dalam bentuk penelitian kepustakaan atau Library research yang menggunakan berbagai sumber kepustakaan sebagai sumber data penelitian. Data yang diteliti bersumber pada buku dan hasil penelitian-penelitian yang relevan. Data yang digunakan terbagi dua, data primer dan sekunder. Data primer mencakup buku buku yang membicarakan tentang Pendidikan Islam Multikultural. Data sekunder sebagai pendukung data primer diambil dari hasil peneitian relevan yang berhubungan dengan fokus kajian. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendidikan Multikultural Terdapat dua istilah yang sering digunakan dalam dunia pen- didikan yaitu AupedagogiAy dan AupedagogikAy. Pedagogi berarti pendidi-kan, sedangkan pedagogik berarti ilmu pendidikan. (Ihsan, 2001: . Menurut Driyarkara, pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia muda. Pengangkatan manusia ke taraf insani itulah yang disebut mendidik. (Ihsan, 2001:. Hal ini mengandung pengertian bahwa melalui pendidikan manusia akan menyadari siapa dirinya dan hubungannya dengan makhluk lain yang berada di sekitarnya. Azyumardi Azra mendefenisikan pendidikan multikultural merupakan pendidikan untuk keragaman kebudayaan dalam merespon (Azyumardi Azra, 2012:. Dalam pengertian yang luas pendidikan sama dengan hidup, dalam arti segala situasi dalam hidup yang mempengaruhi pertumbuhan Pendidikan juga bisa diartikan sebagai keseluruhan pengalaman belajar setiap orang sepanjang hidupnya. Sehingga pendidikan tidak berlangsung dalam batas usia tertentu tetapi sepanjang hidup manusia. Secara mengembangkan potensi-potensi bawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025. | 69 Indah Hari Utami. Maimuna Ritonga nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan. (Mahfud, 2010:. Dalam pengertian yang luas pendidikan sama dengan hidup, dalam arti segala situasi dalam hidup yang mempengaruhi pertumbu- han seseorang. Pendidikan juga bisa diartikan sebagai keseluruhan pengalaman belajar setiap orang sepanjang hidupnya. Sehingga pendidikan tidak berlangsung dalam batas usia tertentu tetapi sepan- jang hidup (Ihsan, 2001:. Multikultural berarti AuKeberagaman budayaAy. Secara etimologis multikultural berasal dari kata multi . Kultur . secara hakiki mengandung makna kehidupan manusia yang hidup dalam suatu komunitas dan dengan masing-masing budaya yang unik. (Mudyaharjo, 2001: 45-. Hakikat pendidikan multikultural sesungguhnya tidak terlepas dari kondisi masyarakat indonesia yang cukup majemuk dan daerah yang berpulau-pulau, merupakan konsep dasar dari sebuah perbedan dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga dengan adanya pendidikan multikultural diyakini seluas-luasnya mengembangkan seluruh potensinya, walaupun hal itu dilatarbelakangi oleh kondisi yang berbeda. Pendidikan multikultural mencoba membantu menyatukan bangsa secara demokratis dengan menekankan pada persepektif pluralitas masyarakat di berbagai Sekolah mencerminkan praktik dari nilai-nilai demokrasi. Kurikulum menampakkan aneka kelompok budaya yang bebeda dalam masyarakat, bahasa dan dialek. Para peserta didik lebih baik berbicara tentang rasa hormat dianatara mereka yang menjunjung tinggi nilainilai kerja sama. Pendidikan berbasis multikultural didasarkan pada gagasan filosofis tentang kebebasan, keadilan, kesederajatan, dan perlindungan terhadap hak-hak Konsep pendidikan multikultural menjadi komitmen global. Sanusi menyebutkan empat pesan dalam rekomendasi unesco, yaitu : . pendidikan hendaknya mengembangkan kemampuan untuk mengembangkan kemampuan untuk mengakui dan menerima nilai-nilai yang ada dalam kebhinekaan pribadi, jenis kelamin, masyarakat dan budaya serta mengembangkan kemampuan untuk berkomunikasi, berbagi, dan bekerjasama dengan yang lain. pendidikan hendaknya meneguhka jati diri dan mendorong konvergensi gagasan penyelesaian yang memperkokoh perdamaian, persaudaraan, dan solidaritas anatara pribadi dan masyarakat. pendidikan hendaknya meningkatkan kemampuan menyelesaikan konflik secara damai tanpa kekerasan dan . pendidikan hendaknya meningkatkan mengembangkan kedamaian dalam pikiran peserta didik, sehingga mereka mampu membangun kualitas toleransi, kesabaran, kemauan untuk berbagi, dan memelihara secara lebih kokoh. (Khairiah, 2020:. Multikulturalisme merupakan suatu kearifan yang bertujuan untuk melihat Keutamaan multikulturalisme terwujud apabila seseorang membuka diri Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025. | 70 Indah Hari Utami. Maimuna Ritonga untuk menjalani kehidupan dengan kebersamaan tanpa melihat perbedaan-perbedaan yang ada. (Mahfud, 2010:. Multikultuturalisme pertama kali diwacanakan di Amerika dan negara-negara Eropa Barat pada tahun 1980-an oleh kelompok yang menuntut diperhatikannya hak-hak sipil. Gerakan ini bertujuan untuk mengurasi diskriminasi ditempat-tempat publik, di rumah, di tempat kerja dan lembaga pendidikan yang sering diperlakukan oleh kelompok mayoritas kepada kelompok minoritas. (Sunarto, 2. Dengan demikian multikulturalisme harus berbasis pada pandangan filsafat yang melihat permasalahan sebagai fenomena yang permanen yang lahir bersamaan dengan keanekaragaman dan perubahan dengan sendirinya. Menurut Sunarto pendidikan multikultural diartikan sebagai pendidikan dengan keberagaman masyarakat dan diartikan juga sebagai pendidikan yang bertujuan untuk membina sikap peserta didik agar mampu untuk menghargai keragaman budaya masyarakat. (Sunarto, 2. Menurut Muhaimin el MaAohady yang dikutip dari Choirul Mahfud pendidikan multikultural merupakan pendidikan tentang keragaman kebudayaan dan merespon perubahan demokratis dan kultur dari masyarakat tertentu atau dunia secara (Mahfud, 2010:. Dari beberapa pendapat diatas dapat diambil kesimpulan pendidikan multikultural merupakan pendidikan tentang keberagaman kebudayaan dan bertujuan untuk membina peserta didik agar mampu untuk menghargai perbedaan dan bersikap toleransi. Pendidikan multikultural diharapkan mampu untuk menyelesaikan masalahmasalah yang terjadi di masyarakat atau memberikan kesadaran untuk masyarakat bahwa konflik dengan adanya perbedaan bukannya suatu hal yang baik dan bukan untuk dibudayakan. Selanjutnya pendidikan juga bertujuan untuk mencerdasakan dengan cara mendesain materi, metode hingga kurikulum yang mampu menyadarkan masyarakat untuk saling toleran, menghargai, menghormati perbedaan suku, agama, ras, etnis, dan budaya masyarakat Indonesia yang multicultural Pendidikan Islam Multikultural Pendidikan multikultural merupakan pendidikan yang menjadikan latar belakang budaya peserta didik yang bermacam-macam dalam meningkatkan pembelajaran peserta didik di kelas dan lingkungan sekolah. Pendidikan multikultural dirancang untuk (Sauqi, 2008 :. Dalam konteks Islam, pendidikan Islam multikultural diartikan sebagai suatu sistem pembelajaran yang berpusat pada nilai-nilai dasar Islam yang membahas mengenai pentingnya memahami dan menghormati budaya dan agama orang lain. Pendidikan Islam multikultural merupakan proses pendidikan dan pembelajaran yang mempunyai prinsip demokrasi, kesetaraan dan keadilan, berpusat pada kemanusiaan, kebersamaan, dan kedamaian serta menngembangkan sikap mengakui, menerima dan menghargai keberagaman yang didasari oleh Al-QurAoan dan Hadis. (Aly, 2011 :. Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025. | 71 Indah Hari Utami. Maimuna Ritonga Secara normatif. Al-QurAoan sudah menjelaskan bahwa manusia diciptakan dengan latarbelakang yang berbeda-beda. Hal ini ditegaskan dalam QS. Al-Hujarat: 13 sebagai a A aIac aEa eC I aE eI aI eI a aE s acO a eI O aO aa eE I aE eIA A aE eO UI aaO UeA a a eO o acaI a eE a aI aE eI a eIa EEc aN ae CO aE eI acaI EEcNA a caAOeaOac aN EIA a a eOU acOCaa aiO aE aEaA Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenalmengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal [Al Hujurat. Pendidikan multikultural merupakan pendidikan yang menghargai berbagai macam budaya. Sedangkan pendidikan Islam sebagai pusat pendidikan pendidikan yang bersunber pada nilai- nilai keagamaan untuk menjadikan manusia yang religius. Perpaduan antara konsep ini memiliki tujuan agar dapat membangun sistem pendidikan yang mengintegrasi antara keduanya dan mengurangi kelemahannya. (Arifin, 2002. Tujuan Pendidikan Multikultural Ada beberapa tujuan diusulkannya pendidikan yang berbasis multikulturalisme. Pendidikan mutikultural mempunyai tujuan sebagai berikut: Menanamkan . , . , kemanusiaan . , keadilan . , dan nilai- nilai demokrasi . emokration value. yang dibutuhkan oleh setiap individu maupun kelompok masyarakat. Peserta didik diharapkan mampu menerima setiap perbedaan yang ada, memahami, dan menyikapinya secara arif. Minimal peserta didik dapat menyikapi perbedaan yang sederhana seperti yang sering mereka temui di bangku sekolah. Seperti kelas ekonomi, kelas sosial, perbedaan warna kulit, bahasa, atau bahkan bagi penyandang disabilitas yang kadang dimasukkan ke dalam kaum minoritas. Setelah itu, peserta didik akan dapat menjunjung tinggi hak-hak kemanusiaan. Memuliakan manusia sebagai ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Menjadikan semua nya berkedudukan sama, sederajat, dan berlaku adil terhadap semua golongan. Hal-hal tersebut sudah termasuk kedalam nilai-nilai demokrasi. Ditegaskan oleh Haqqul Yaqin bahwa esensi yang diajarkan dalam berdemokrasi adalah asas kedaulatan rakyat, penghormatan hak-hak asasi manusia, serta keadilan sosial. (Yakin, 2009 :. Salah satu tujuan penting dari konsep pendidikan multikultural adalah untuk membantu peserta didik agar memperoleh pengetahuan, dan menghargai orang lain yang berbeda suku, budaya dan nilai kepribadian melalui penanaman pendidikan multikultural disekolah-sekolah, akan menjadi pelatihan dan penyadaran bagi generasi muda untuk menerima perbedaan budaya, agama, ras, etnis, dan kebutuhan anatara sesama secara damai. Agar proses berjalan sesuai yang diharapkan. Maka sejatinya kita mau menerima jika pendididikan multukultural jika disosialisasikan melalui lembaga Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025. | 72 Indah Hari Utami. Maimuna Ritonga pendidikan, serta juka mungkin ditetapkan sebagai bagian dari kurikulum pendidikan di berbagai jenjang baik lembaga pemerintah maupun swasta Urgensi Pendidikan Multikultural Pada era globalisasi saat ini, manusia hidup dengan berbagai macam budaya suku bangsa, bahasa bahkan agama, pendidikan multikultural mempunyai posisi sebagai suatu ideologi, pandangan, dan metode yang tepat untuk menangani dampak negatif globalisasi seperti deskriminasi, tidak saling menghormati dan sebagainya. Pendidikan multikultural dipandang sangat tepat dalam menggali potensi keragaman pluralitas bangsa, baik etnik, bahasa, budaya, agama dan pluralitas sosial lainnya. Konflik yang sering terjadi di masyarakat baik yang bernuansa etnis, agama, ras dan suku memberikan gambaran bahwa masyarakat masih banyak tidak siap untuk menerima perbedaan untuk hidup rukun dan berdampinga. Ini merupakan suatu bentuk keprihatinan melihat masyarakat yang hidup dengan penuh konflik. Pentingnya pendidikan multikultural merupakan sebagai respon yang positif terhadap realita dimasyarakat yang multikultur. Karena kehidupan masyarakat yang majmuk dengan berbagai latar belakang budaya, suku dan agama masyarakat sering disuguhi dengan konflik yang mengecam integrasi bangsa. Dengan demikian pendidikan multikultural menjadi sarana utama dalam melaksanakan internalisasi nilai-nilai dan kesadaran akan keanekaragaman budaya untuk saling menerima dan menghargai (Fadly, 2. Pendidikan multikultural sangat memiliki peran penting dalam upaya menjalin sekat-sekat Peran multikultural harus ditanamkan sejak dini. Agenda tatanan pendidikan multikultural adalah untuk menciptakan dan membentuk moral bangsa agar mampu memahami dan mengerti keberagaman dan perbedaan masyarakat yang ada. (Santi, 2. Pendidikan multikultural merupakan pendidikan yang mengajarkan untuk saling menghargai perbedaan dan memberikan ruang pemikiran yang luas untuk memahami Pendidikan multikultural juga mengajarkan pentingnya toleransi, saling menghargai antara satu dengan yang lain didalalm sosio-kultural. Sehingga tidak ada yang mengklaim secara eksklusif tentang siapa yang paling baik dan benar. (Fadly, 2. Strategi Lembaga Pendidikan Islam Untuk Memahami Keragaman Dengan Cara Pandang Multikultural Pada dasarnya mengingat bahwa manusia hidup dengan banyak keragaman, maka pendidikan Islam memiliki andil sebagai tempat atau wadah untuk mengembangkan diri manusia yang sempurna. Agar manusia mampu untuk memahami keragamankeragaman yang ada di lingkungannya. Dalam hal ini Muhamad Mustaqim dan Hikmatul Mustaghfiroh dalam Jurnalnya yang berjudul Pendidikan Islam Berbasis Multikulturalisme mengupas bagaimana strategi lembaga pendidikan Islam untuk memahami keragaman dengan cara pandang multikultural sebagai berikut: Memahami Keragaman Agama Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025. | 73 Indah Hari Utami. Maimuna Ritonga Pemahaman terhadap keberagaman agama berarti menerima dan menghargai keyakinan serta pandangan dari agama lain yang memiliki landasan ketuhanan dan Dalam lembaga pendidikan Islam maupun sekolah secara umum, membangun cara pandang inklusif menjadi sangat penting agar peserta didik tumbuh sebagai pribadi yang toleran. Upaya membangun lingkungan sekolah yang plural dapat dilakukan melalui beberapa langkah, seperti menerapkan aturan tegas mengenai pelarangan segala bentuk diskriminasi agama, menggalakkan dialog antaragama sebagai sarana memperluas wawasan dan mengurangi prasangka, serta menyediakan buku dan sumber bacaan yang beragam agar kebutuhan pengetahuan peserta didik dari berbagai latar belakang terpenuhi. Ketiga langkah ini menjadi pondasi bagi terciptanya lingkungan sekolah yang aman, harmonis, dan saling menghargai Selain menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, proses pembelajaran juga menuntut peran penting guru dalam menanamkan nilai keberagaman. Guru harus mampu bersikap demokratis, memberikan ruang bagi seluruh peserta didik untuk menyampaikan pendapat tanpa memandang perbedaan keyakinan atau latar budaya. Guru juga perlu peka terhadap berbagai konflik atau isu yang berkaitan dengan agama dan menunjukkan sikap keprihatinan serta menjelaskan situasi tersebut secara bijak agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Di samping itu, pemahaman tentang keberagaman bahasa juga harus dibangun, sehingga guru dituntut memiliki wawasan luas mengenai penghargaan terhadap keberagaman bahasa serta sensitif terhadap potensi diskriminasi berbasis bahasa. Dengan langkah-langkah tersebut, proses pembelajaran akan menjadi ruang yang inklusif dan mendukung perkembangan peserta didik sebagai individu yang toleran dan menghargai keberagaman. Membangun Sensivitas Gender Masalah gender masih menjadi persoalan yang mewarnai kehidupan masyarakat saat ini, di mana perempuan kerap mengalami diskriminasi dan berbagai bentuk kekerasan, sehingga pendidikan Islam memiliki peran penting dalam mewujudkan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, lembaga pendidikan Islam perlu memperhatikan beberapa hal, seperti menetapkan peraturan lokal yang melarang segala bentuk diskriminasi gender di lingkungan sekolah, berperan aktif dalam memberikan pelatihan mengenai isu-isu gender kepada seluruh warga sekolah baik guru, peserta didik, maupun staf, serta menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan pemahaman dan praktik Langkah-langkah membangun lingkungan pendidikan yang adil, inklusif, dan sensitif terhadap isu Memahami Keragaman Status Sosial Untuk membangun pemahaman tentang keragaman status sosial, lembaga pendidikan Islam perlu melakukan beberapa langkah strategis yang mampu Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025. | 74 Indah Hari Utami. Maimuna Ritonga menciptakan lingkungan belajar yang adil dan inklusif. Pertama, sekolah harus menetapkan peraturan tegas mengenai larangan segala bentuk diskriminasi dan ketidakadilan sehingga seluruh peserta didik diperlakukan setara tanpa memandang status, kedudukan, atau latar belakang sosial ekonomi, serta memastikan bahwa setiap peserta didik memiliki hak dan kewajiban yang sama. Kedua, lembaga pendidikan perlu menumbuhkan sikap kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan yang mendorong empati, solidaritas, dan rasa tanggung jawab antar peserta didik. Ketiga, sekolah harus menerapkan kurikulum yang tidak hanya berfokus pada pengembangan kemampuan kognitif, tetapi juga memperkuat aspek afektif dan psikomotor agar peserta didik mampu memahami nilai-nilai keadilan, kerja sama, dan penghargaan sehari-hari. Dengan pemahaman tentang keragaman status sosial dapat terbentuk secara lebih utuh dan Memahami Keragaman Etnis Keragaman etnis yang sangat besar di Indonesia menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kerukunan masyarakat, sehingga pendidikan Islam perlu berperan aktif dalam menumbuhkan pemahaman dan kesadaran peserta didik tentang pentingnya menghargai perbedaan etnis. Untuk mewujudkan hal tersebut, lembaga pendidikan Islam perlu menetapkan peraturan sekolah yang melarang segala bentuk diskriminasi dan tindakan saling merendahkan antar etnis, sehingga tercipta lingkungan yang aman dan setara bagi semua peserta didik. Selain itu, sekolah harus berperan aktif dalam membangun pemahaman serta kesadaran siswa mengenai keberagaman etnis melalui kegiatan pembelajaran, dialog, dan interaksi yang menekankan nilai toleransi serta penghargaan terhadap pluralitas budaya. Tidak hanya itu, lembaga pendidikan juga perlu memberikan pelatihan yang membantu peserta didik memahami keragaman etnis, membiasakan sikap adil, serta membentuk karakter anti-diskriminasi terhadap etnis tertentu, sehingga mereka mampu hidup berdampingan secara harmonis di tengah masyarakat yang multikultural Menghargai Perbedaan Kemampuan Manusia diciptakan dengan kemampuan yang berbeda-beda, namun perbedaan tersebut sering kali menjadi pemicu praktik diskriminasi dan ketidakadilan. Pendidikan Islam menegaskan bahwa seluruh manusia memiliki derajat yang sama meskipun kemampuan mereka tidak seragam, sehingga anak-anak yang menyandang disabilitas . harus memperoleh perhatian khusus agar hak-haknya terpenuhi dan mereka diperlakukan setara baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, lembaga pendidikan Islam perlu melakukan beberapa langkah, seperti menetapkan peraturan tegas mengenai larangan diskriminasi terhadap peserta didik difabel maupun non-difabel, menyediakan kebutuhan dan layanan khusus bagi peserta didik berkebutuhan khusus, menerapkan kurikulum yang inklusif bagi seluruh peserta didik, serta memberikan pelatihan kepada guru tentang cara Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025. | 75 Indah Hari Utami. Maimuna Ritonga menghadapi dan mendampingi peserta didik difabel sehingga proses pembelajaran berlangsung adil dan inklusif (Muhamad Mustaqim & Hikmatul Mustagfiroh, 2. Selain itu, pengembangan model pembelajaran pendidikan multikultural juga memerlukan upaya dari guru sebagai garda terdepan. Zubaedi . menjelaskan beberapa langkah penting, di antaranya guru harus mampu mengikis sikap negatif peserta didik terhadap pluralisme sosial, etnis, dan agama agar mereka memiliki pandangan yang lebih terbuka. Guru juga perlu mengajak peserta didik menganalisis situasi sosial di masyarakat sehingga mereka dapat memahami realitas sosial secara Pemilihan materi pembelajaran yang relevan dan menarik sangat diperlukan untuk menumbuhkan minat belajar sekaligus memperkuat nilai-nilai multikultural. Selain itu, guru harus membimbing peserta didik untuk bersama-sama melihat dan mengkaji masalah-masalah sosial yang terkait dengan materi tersebut agar mereka memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Dengan upaya-upaya ini, pendidikan Islam dapat menjadi pendorong utama terciptanya lingkungan sekolah yang benar-benar inklusif dan berbasis multikultural. KESIMPULAN Strategi lembaga pendidikan Islam dalam memahami keragaman melalui cara pandang multikultural merupakan langkah penting untuk membentuk peserta didik yang toleran, inklusif, dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang majemuk. Pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai proses transfer ilmu, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter yang menghargai perbedaan agama, gender, status sosial, etnis, serta kemampuan individu. Melalui penerapan peraturan anti-diskriminasi, penyediaan layanan yang adil bagi seluruh peserta didik, pelatihan bagi pendidik, serta pengembangan kurikulum yang sensitif terhadap keberagaman, lembaga pendidikan Islam dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menghargai martabat setiap Guru sebagai ujung tombak pendidikan memiliki peran sentral dalam merancang pembelajaran yang mendukung pemahaman multikultural, mulai dari mengikis sikap negatif terhadap pluralisme hingga membantu siswa menganalisis realitas sosial. Dengan demikian, pendidikan Islam mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang pluralis, adil, dan berkeadaban melalui penguatan nilai-nilai multikultural dalam diri peserta didik. DAFTAR RUJUKAN Aly. Pendidikan Pendidikan Islam Multikultural di Pesantren. Telaah terhadap Kurikulum Pondok Pesantren Moderen Islam Assalam Surakarta. Pustaka Pelajar. Arifin. Pendidikan Multikultural-Religius Untuk Mewujudkan Karakter Peserta Didik yang Humanis-Religius: Juni. Jurnal Pendidikan Islam, 1. Azyumardi Azra. Islam Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium i. Cet. Kencana Prenada Media Group. Dewi. Ramadhan. Fadhil. Fadhil. Idris. Hidayat. , & Yusrin. Pendidikan Moral Dan Etika Mengukir Karakter Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025. | 76 Indah Hari Utami. Maimuna Ritonga Unggul Dalam Pendidikan. Ijoce: Indonesia Journal Of Civic Education, 3. Article 2. Https://Doi. Org/10. 31539/Ijoce. V3i2. Dini. Nabilla. Fitriani. Julasari. Fahmiyanti. Az-Zahra. Dewi, . Putri. Setiawan. , & Iasha. Systematic Literature Review (Sl. : Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Di Sekolah Dasar. Action Research Journal Indonesia (Arj. , 6. , 486Ae510. Https://Doi. Org/10. 61227/Arji. V6i4. Dwiyana. Azmalasari. Lestari. , & Nuriyati. Penerapan Integrasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Pendidikan Islam Yang Efektif Di Lingkungan Sekolah. Tadribuna: Journal Of Islamic Management Education, 5. , 134Ae145. Https://Doi. Org/10. 61456/Tjiec. V5i2. Eryandi. Integrasi Nilai-Nilai Keislaman Dalam Pendidikan Karakter Di Era Digital. Kaipi: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam, 1. Https://Ejournal. Stais-Garut. Ac. Id/Index. Php/Kaipi/Article/View/27 Fadly. Teologi Pendidikan Multikultural (Melacak Konsep Multikulturalisme dalam Isla. Jurnal Progesiva, 1. Ihsan. Dasar-dasar Kependidikan. Rineka Cipta. Iis. Urgensi Pendidikan Multikultural di Sekolah. Jurnal Insania. Vol. Khairiah. Multikultural dalam Pendidikan Islam. Mahfud. Pendidikan Multicultural, (: ,. Ar-Ruzz Media. Mudyaharjo. Filsafat Ilmu Pendidikan Suatu Pengantar. Remaja Rosdakarya. Muhamad Mustaqim dan Hikmatul Mustagfiroh. Pendidikan Islam Berbais Multikulturalisme. Jurnal ADDIN. Vol 7(No . Santi. Konsep Pendidikan Multikultural dalam Pendidikan Islam. Turast: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian. Vol. 4(No. Sauqi. damn A. Pendidikan Multikultural Konsep dan Aplikasi. ArRuzz Media. Sunarto. Multicultural Education in Schools. Challenges in its Implementation. Jurnal Multicurtural Education In Indonesia and South East Edisi 1. Tilaar. Multikulturalisme : Tantangan-tantangan Global Masa Depan dan Transformasi Pendidikan. Grasindo. Yakin. Agama dan Kekerasan dalam Tradisi Demokrasi di Indonesia. Elsa Press. Zubaedi. Telaah Konsep Multikulturalisme dan Implementasinya Dalam Dunia Pendidikan. Jurnal Hermenia. Vol. 3(No. Al-Kainah: Journal of Islamic Studies. Volume 4 No 2 Tahun 2025. | 77