Lisda Maria. Astrid Suwendra K EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MINYAK ZAITUN PADA PEREMPUAN MENOPOUSE DENGAN XEROSIS KUTIS DENGAN METODE ADAPTASI ROY Lisda Maria 1. Astrid Suwendra Kusuma 2 Program Studi S1 Keperawatan STIKES Mitra Adiguna Palembang. Rumah Sakit Muhammad Hoesin palembang2 Komplek Kenten Permai Blok J No 9-12 Bukit Sangkal Palembang 30114 Email : lisdamaria83@gmail. Abstrak Menopause merupakan fase alami yang menandai berakhirnya masa menstruasi dan reproduksi pada perempuan. Salah satu keluhan yang sering dialami selama masa menopause adalah xerosis kutis . ulit kerin. , yang berdampak pada kenyamanan dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan minyak zaitun terhadap kelembapan kulit pada wanita menopause dengan pendekatan teori adaptasi Roy. Penelitian ini menggunakan desain preeksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 74 wanita menopause yang mengalami xerosis kutis dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling*. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2025 di wilayah kerja Puskesmas Sekip Palembang. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p value = 0,000 . < 0,. , yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan penggunaan minyak zaitun terhadap peningkatan kelembapan kulit. Hasil ini menunjukkan bahwa minyak zaitun dapat digunakan sebagai alternatif intervensi perawatan kulit pada wanita menopause. Diharapkan tenaga kesehatan, khususnya perawat, dapat mengintegrasikan intervensi berbasis teori adaptasi Roy dalam pemberian asuhan keperawatan holistik. Kata Kunci : menopause, xerosis kutis, minyak zaitun, adaptasi Roy, kelembapan kulit Abstract Menopause is a natural phase that marks the end of menstruation and reproduction in women. One of the complaints that is often experienced during menopause is xerosis cutis . ry ski. , which has an impact on comfort and quality of life. This study aims to determine the effectiveness of using olive oil on skin moisture in menopausal women using Roy's adaptation theory approach. This study used a pre-experimental design with a one group pretest-posttest design. The sample consisted of 74 menopausal women who experienced xerosis cutis and were selected using a purposive sampling technique*. The study was conducted from January to February 2025 in the Sekip Palembang Health Center work area. Data analysis using the Wilcoxon test showed a p value = 0. <0. , which indicated a significant effect of using olive oil on increasing skin moisture. These results indicate that olive oil can be used as an alternative skin care intervention in menopausal women. It is hoped that health workers, especially nurses, can integrate interventions based on Roy's adaptation theory in providing holistic nursing care. Keywords: menopause, xerosis cutis, olive oil. Roy adaptation, skin moisture Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Lisda Maria. Astrid Suwendra K PENDAHULUAN di fasilitas perawatan jangka pendek dan 2,2 23,9% di fasilitas jangka panjang. Di Amerika Serikat, sekitar 2,5 juta orang mengalami ulkus dekubitus setiap tahunnya (WHO, 2. Selain faktor genetik, penuaan juga meningkatkan risiko kulit kering. Seiring bertambahnya usia, kehilangan air melalui kulit meningkat, dan produksi minyak . berkurang karena aktivitas kelenjar sebaceous menurun setelah masa muda. Meskipun jumlah kelenjar tetap, fungsinya menurun seiring Kelainan genetik seperti ichthyosis dan mutasi protein filaggrin turut berperan dalam xerosis dan gangguan kulit lainnya (Amin et al. Xerosis senilis umum terjadi pada lansia, 30Ae58%. Penyebabnya meliputi faktor internal . dan eksternal seperti paparan sinar UV, penggunaan sabun keras, aktivitas luar ruangan, obat diuretik, dehidrasi, dan kondisi frailty (Salim et al. , 2. Efektivitas Virgin Coconut Oil (VCO) dalam melembapkan kulit lansia didukung oleh penelitian Fakhrana dkk. Sebelum terapi, responden memiliki tingkat xerosis antara grade 1 hingga 3. Setelah terapi VCO selama tujuh hari, tingkat xerosis menurun secara signifikan. Kesimpulannya, terapi VCO berpengaruh terhadap penurunan xerosis pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani Menurut Roy, tujuan utama keperawatan adalah meningkatkan respon adaptasi melalui empat mode respon. Respons ini bergantung pada kemampuan koping individu yang dipengaruhi oleh tiga jenis stimulus: fokal . espon kontekstual . aktor internal/eksternal yang memengaruhi kondisi individ. , dan residual . engalaman masa lalu yang sulit diukur tetapi Model ini digunakan untuk mengkaji penggunaan minyak zaitun pada wanita menopause dengan xerosis cutis (Martha Raile Alligood, 2. Hasil studi awal terhadap 10 wanita menopause di wilayah Puskesmas Sekip Palembang menunjukkan bahwa 9 dari 10 tidak mengetahui apa itu xerosis kutis dan cara nonfarmakologis mengatasinya. Berdasarkan temuan ini, peneliti tertarik menganalisis penggunaan minyak zaitun dengan pendekatan Model Adaptasi Roy. Menopause merupakan fase berakhirnya masa menstruasi dan kesuburan pada wanita, yang terjadi akibat proses penuaan pada ovarium. Penuaan ini menyebabkan penurunan produksi hormon estrogen, sehingga kadar hormon FSH dan LH Kenaikan FSH mempersingkat fase folikular siklus menstruasi hingga akhirnya menstruasi berhenti total. Menurut WHO, menopause adalah berhentinya siklus haid secara permanen pada wanita yang sebelumnya mengalami menstruasi rutin bulanan, akibat habisnya folikel karena atresia yang berlangsung terus-menerus (Aziza et al. , 2. WHO memprediksi bahwa pada tahun 2030 akan ada sekitar 1,2 miliar wanita berusia di atas 50 tahun, di mana sekitar 80% tinggal di negara Jumlah wanita menopause terus bertambah sekitar tiga persen setiap tahunnya. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kesehatan perempuan guna meningkatkan harapan hidup serta kesejahteraan psikologis mereka (Purnama Dewi. Klimakterium adalah masa ketika wanita berhenti mengalami menstruasi, umumnya terjadi antara usia 50 hingga 58 tahun. Masa ini cukup kompleks karena perempuan akan mengalami berbagai perubahan fisik yang berdampak pada kondisi psikologisnya. Perubahan ini menunjukkan bahwa kesehatan fisik sangat memengaruhi kesiapan psikologis wanita dalam menghadapi proses alami tersebut (Harlow et al. , 2. Sebagian besar wanita Indonesia kurang memahami dampak dari masa perimenopause. Hal ini terjadi karena menopause sering dianggap sebagai proses alami, padahal dapat menimbulkan gejala seperti hot flushes, keringat malam, kelelahan, susah tidur, nyeri sendi, sakit kepala, jantung berdebar, berat badan naik, serta kulit dan rambut menjadi kering (Iis Hanifah et al. , 2. Kulit merupakan organ kompleks yang melindungi tubuh dari lingkungan luar. Terdiri atas tiga lapisan Ai epidermis, dermis, dan subkutis Ai lapisan terluar . paling rentan terhadap gangguan seperti xerosis cutis . ulit kerin. Studi di Jerman terhadap 48. 380 orang menunjukkan bahwa 29,4% mengalami xerosis, dengan angka yang meningkat pada usia lanjut . ,6% pada usia >75 tahu. Penelitian di Belanda oleh Meckic dkk. melaporkan bahwa 60% dari 5. 547 lansia mengalami xerosis, dengan satu dari lima mengalami kekeringan kulit menyeluruh . sia 51Ae 101 tahun, rata-rata 70 tahu. (Nuzulsari et al. Angka kejadian xerosis berkisar antara 0,438% Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Januari 2025 Lisda Maria. Astrid Suwendra K METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pra-eksperimen berupa one group pretest-posttest Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian berlangsung di wilayah kerja Puskesmas Sekip dari Januari hingga Februari 2025, mencakup tahap persiapan, pengumpulan data, pengolahan, analisis, dan evaluasi. Target / Subjek Penelitian Populasi penelitian adalah seluruh wanita menopause dengan xerosis cutis yang datang berobat ke Puskesmas Sekip, berjumlah 299 orang. Sampel sebanyak 74 responden diambil dengan teknik accidental sampling. Prosedur Penelitian dilakukan melalui observasi dan pemberian intervensi minyak zaitun selama tujuh Pengukuran tingkat kelembapan kulit dilakukan pada hari kedelapan. Data. Intrumen. Pengumpulan Data Teknik Analisis Data Teknik Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi dan persentase tiap variabel, seperti usia dan pendidikan responden. Uji normalitas dilakukan dengan Kolmogorov-Smirnov. Jika data tidak berdistribusi normal . < 0,. , maka digunakan uji non-parametrik Wilcoxon untuk analisis bivariat. Hasil uji dengan p < 0,05 dianggap signifikan secara HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN wanita menopause di wilayah tersebut. Proses penelitian kemudian dilanjutkan dengan pemilihan sampel berdasarkan kriteria inklusi, diikuti oleh pemeriksaan tingkat kelembapan kulit masing-masing responden. Setelah seluruh sampel diperiksa dengan menggunakan minyak zaitun, sampel yang tidak memenuhi kriteria inklusi dikeluarkan dari penelitian. Analisa Univariat Distribusi Frekuensi Kelembapan Kulit sebelum dilakukan intervensi (Minyak Zaitu. Kelembapan Kulit Sisik halus, kulit kasar dan kusam Sisik halus-sedang, kulit kasar ringan dan tampilan warna Sisik halus-kasar terdistribusi seragam, kulit kasar tampak jelas, kemerahan ringan dan beberapa retakan Didominasi oleh skuama kasar, kulit kasar tampak jelas, kemerahan, perubahan eksimtosa dan retakan Total Berdasarkan Tabel 4. 1, sebelum dilakukan intervensi dengan minyak zaitun, mayoritas wanita menopause mengalami gejala xerosis kulit. Sebanyak 43 responden . ,1%) menunjukkan sisik halus dengan kulit tampak kasar dan kusam. Sebanyak 20 responden . %) memiliki sisik halus hingga sedang disertai kulit kasar ringan serta tampilan warna keputihan. Sementara itu, 5 responden . ,8%) memperlihatkan sisik halus hingga kasar yang merata, kulit kasar yang nyata, kemerahan ringan, dan beberapa retakan superfisial. Sisanya, 6 responden . ,1%) menunjukkan gejala lebih berat, yakni skuama kasar, kulit kasar nyata, kemerahan, perubahan eksimtosa. Penelitian ini berlangsung selama satu bulan, dimulai pada Januari 2025, di wilayah kerja Puskesmas Sekip. Sebanyak 74 wanita menopause dijadikan sebagai sampel penelitian. Kegiatan diawali dengan pengajuan surat permohonan kepada pihak Puskesmas Sekip untuk memperoleh data mengenai jumlah wanita menopause yang memiliki masalah kelembapan kulit dan rencana penggunaan minyak zaitun sebagai intervensi. Setelah itu, peneliti bertemu dengan kepala puskesmas guna mencatat data subjek penelitian yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Selanjutnya, dilakukan studi pendahuluan untuk mengidentifikasi masalah yang dialami Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Januari 2025 Lisda Maria. Astrid Suwendra K serta adanya retakan. Sampel dipilih sesuai kriteria inklusi, yaitu wanita menopause yang mengalami xerosis kutis. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Kelembapan Kulit setelah dilakukan intervensi (Minyak Zaitu. Kelembapan Kulit Tidak terdapat tanda Sisik halus-sedang, kulit kasar ringan dan tampilan warna Sisik halus-kasar seragam, kulit kasar tampak jelas, kemerahan ringan dan beberapa retakan superfisial Total Dari tabel 4. 2 didapatkan data bahwa ditemukan adanya peningkatan kelembapan kulit. Sebanyak 46 responden . ,2%) tidak lagi menunjukkan gejala xerosis. Sebanyak 23 responden . ,1%) mengalami gejala ringan berupa sisik halus-sedang dan warna keputihan. Sedangkan 5 responden . ,8%) masih menunjukkan gejala sisik kasar dengan kemerahan ringan dan retakan kecil. Total responden berjumlah 74 orang. Uji normalitas Sebelum dilakukan uji-t, dilakukan uji KolmogorovSmirnov karena jumlah sampel lebih dari 50. Data dinyatakan tidak normal apabila nilai signifikansi . -taile. < 0,05. Tabel 4. Uji Normalitas Shapiro-Wilk Hasil Rerata Kelembapan Kulit sebelum dan sesudah diberikan Minyak Zaitun pada wanita menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Sekip Rerata Kelemba Kulit Nilai Kelemba pan Kulit Pre Nilai Kelemba pan Kulit Post Intervensi Mean Shapiro-Wilk Keterang Value 1,65 Statist 0,703 0,000 Tidak 0,45 0,684 0,000 Tidak Berdasarkan tabel 4. 3 diatas uji normalitas dengan shapiro wilk di ketahui bahwa nilai signifikasi berdasarkan nilai kelembapan kulit sebelum dilakukan intervensi didapatkan nilai p. value sebesar 0,000 dan nilai kelembapan kulit setelah intervensi didapatkan nilai p. value sebesar < 0,000. Nilai signifikan keduanya < 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa nilai kelembapan kulit berdistribusi tidak Hasil Analisa Bivariat Tabel 4. Pengaruh Nilai Kembapan Kulit Setelah Intervensi Hari Ke-8 Pemberian Minyak Zaitun Pada Wanita Menopause Variabel Uji Paired T Test Wilcoxon Mean Negative Positive P. Ranks Ranks 50 0,00 37,50 0,000 0,00 2275,00 0,000 Nilai Sebelum - Nilai Sesudah Berdasarkan Tabel 4. 4, rata-rata kelembapan kulit pasca intervensi adalah 77,50. Terdapat 74 responden yang . egative ran. , dengan nilai mean rank dan sum of rank masing-masing 0,00. Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Januari 2025 Lisda Maria. Astrid Suwendra K menunjukkan tidak adanya penurunan Sedangkan menunjukkan peningkatan dengan nilai mean rank 37,50 dan sum of rank 2775,00. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (<0,. , yang berarti pemberian minyak zaitun berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kelembapan kulit . enurunan xerosi. pada wanita PEMBAHASAN Pengaruh kelembapan kulit setelah dilakukan intervensi pemberian minyak zaitun Dengan Metode Adaptasi Roy Dari tabel 4. didapatkan data bahwa kelembapak kulit setelah dilakukan intervensi menggunakan minyak zaitun, sudah sangat banyak responden terjadi penurunan Xerotis Kulit pada wanita menopause yang tidak terdapat tanda xerotis sebanyak 46 responden . ,2%). Sisik halussedang, kulit kasar ringan dan tampilan warna keputihan sebanyak 23 responden . ,1%) dan Sisik halus-kasar terdistribusi seragam, kulit kasar tampak jelas, kemerahan ringan dan beberapa retakan superfisial sebanyak 5 responde . ,8%) dengan total responden sebanyak 74 responden. Berdasarkan Analisis Bivariat diperoleh nilai signifikan berdasarkan uji wilxocon untuk nilai kelembapan kulit pada post intervensi minyak zaitu adalah 0. 001 < 0. 05 dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian minyak zaitun terhadap kelembapan kulit . enurunan xerotis kuli. pada wanita Xerosis cutis adalah istilah medis untuk kulit kering. Nama ini berasal dari kata Yunani "Xero" yang berarti kering. Hal ini ditandai secara klinis dengan kulit yang kasar, bersisik, dan kulit sering terasa gatal. Kulit kering disebabkan oleh kurangnya kelembapan pada stratum korneum akibat penurunan kadar Kerusakan pada stratum korneum menyebabkan kadar air dibawah 10%. Kelemban kulit dapat dinilai secara langsung maupun tidak. Secara tidak langsung, kelembapan kulit dilihat dari gambaran klinis akibat adanya gangguan seperti pada kulit kering. Kulit kering biasanya didapatkan adanya skuama, fisura, dan eritema. Kriteria penilaian gambaran klinis kulit kering yang digunakan peneliti adalah overall dry skin score (ODS). ODS yang diadaptasi dari EEMCO digunakan untuk menilai kulit kering atau xerosis pada area tertentu yaitu dengan menilai tanda mayor dan minor Efektivitas pelembap didapatkan bila terjadi penurunan ODS. (Yao et al. (Kemenkes, 2. Cara mengatasi kulit yang kering yaitu dengan menggunakan pelembab. Pelembap adalah formulasi topikal yang berfungsi untuk mempertahankan hidrasi kulit dengan menurunkan TEWL. Selain itu, pelembap membantu memperbaiki fungsi barier, serta menjaga penampakan dan integritas kulit. Komposisi aktif dalam pelembap dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelas: oklusif, humektan, dan emolien. Extra virgin olive oil atau minyak zaitun murni adalah minyak yang didapatkan dengan pemerasan secara langsung buah zaitun baik menggunakan alat maupun tidak, dibawah suhu yang sesuai . old pressing metho. agar tidak merubah atau mempengaruhi komposisi asli minyak Dalam hal ini, minyak zaitun yang dihasilkan oleh ekstraksi pelarut atau proses re-esterifikasi, dan dicampur dengan minyak nabati lainnya tidak termasuk kategori EVOO (IOC, 2. Minyak zaitun adalah sumber utama lemak dari makanan dalam diet Mediterania, dan konsumsi minyak zaitun yang teratur memiliki berbagai efek menguntungkan pada kesehatan manusia. Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Januari 2025 Lisda Maria. Astrid Suwendra K Penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa ada hubungan antara konsumsi diet mediterania, yang biasanya mencakup asupan 25-50 ml minyak zaitun per hari dengan lebih rendahnya insiden penyakit kardiovaskular, penurunan kognitif degeneratif, dan beberapa jenis kanker (Corona et al. , 2. Minyak zaitun banyak digunakan untuk persiapan makanan . eperti minyak salad, minyak goreng, dan saus past. , dalam kosmetik, dan industri farmasi (Ghanbari et al. Pengaruh konsumsi EVOO terhadap kesehatan sejak dulu dianggap karena komponen fraksi gliserol yang kaya akan MUFA terutama asam oleat. Asam oleat diklaim dapat meningkatkan kadar HDL plasma dan apo-A1 serta dapat menurunkan LDL dan apo-B100, karena alasan tersebut asam oleat dianggap dapat mencegah penyakit kardiovaskular yang merupakan penyebab utama kematian di negara industri. Tetapi banyak penelitian menunjukkan bahwa manfaat kesehatan EVOO lebih dari sekedar MUFA melainkan senyawa fenolik dalam 0,4-5% EVOO juga memiliki banyak manfaat kesehatan bahkan lebih besar manfaatnya terhadap profil lipid darah dan juga berperan sebagai antioksidan (Ghanbari et al. , 2. Manfaat Minyak Zaitun, lainnya yaitu dapat menyembuhkan kulit kering dan retak. Minyak Zaitun, memiliki sifat penyembuhan yang dapat membantu mengatasi kulit kering dan retak. Dimana kulit yang cenderung kering dan retak sangat umum dialami oleh lansia yang berumur. Perempuan menopouse Xerosis Kutis pada umumnya menunjukkan gejala . kulit yang kering, gatal, dan bersisik, terutama di lengan dan kaki, kulit yang terasa kaku, terutama setelah mandi, kulit yang tampak bersisik, iritasi pada kulit, kulit yang pecah Karakteristik ini berhubungan dengan tingkat keparahan dan kenyamanan pasien. Pendekatan kesehatan secara konsisten sesuai dengan kebutuhan perempuan dengan penyakit Menurut Roy yang mendefinisikan tujuan keperawatan adalah berhubungan dengan empat mode respon Perubahan internal dan eksternal dan stimulus input tergantung dari kondisi koping individu. Kondisi koping seseorang atau keadaan koping seseorang merupakan tingkat adaptasi seseorang. Tingkat adaptasi seseorang akan ditentukan oleh stimulus fokal, kontekstual, dan residual. Fokal adalah suatu respon yang diberikan secara langsung terhadap ancaman/input yang masuk. Penggunaan fokal pada umumnya tergantung tingkat perubahan yang berdampak terhadap seseorang. Stimulus kontekstual adalah semua stimulus lain seseorang baik internal maupun eksternal yang mempengaruhi situasi dan dapat diobservasi, diukur, dan secara subjektif disampaikan oleh individu. Stimulus karakteristik/riwayat dari seseorang yang ada dan timbul relevan dengan situasi yang dihadapi tetapi sulit diukur secara objektif. Pada perempuan menopouse Xerosis Kutis yang perlu dikaji adalah adaptasi konsep diri terkait karakteristik psikologi dan spiritual klien, koping klien terhadap persepsi kesehatannya, perubahan harga diri, kehilangan, harapan, ketakutan dan kecemasannya akan gangguan fungsi Kemampuan Perempuan Menopouse Xerosis Kutis beradaptasi terhadap perubahan perannya selama sakit, mengkompensasikannya pada orang yang Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Januari 2025 Lisda Maria. Astrid Suwendra K bisa dipercaya dan adanya kejelasan peran dikaji dalam adaptasi fungsi peran. Kelemahan fisik dan keluhan nyeri apalagi ditambah dengan adanya distress dan frustasi, seringkali menjadi penyebab Perempuan Menopouse Xerosis Kutis mengalami gangguan fungsi Selain akibat ketidak mampuan menjalankan perannya, gangguan fungsi peran ini seringkali terjadi karena klien mengalami penurunan kemampuan untuk mendelegasikan atau mengkompensasikan perannya pada orang yang ia percaya. Di dunia keperawatan ada banyak teori keperawatan yang dapat di aplikasikan dalam sebagai kondisi adaptasi bagi pasien, salah satunya adalah teori model adaptasi roy. Dalam teori model Adaptasi Roy dijelaskan mengenai proses adaptasi dan dampak yang akan timbul akibat perubahan mekanisme adaptasi yang terjadi, mendiagnosa respon maladaptif yang terjadi dan melakukan intervensi untuk mengatasi respon maladaptif Tefera mengatakan pada kondisi ini AuWomenAos responses to stimuli are organ-ised in four main modes of adaptation: physiological, self-concept, role and function, and interdependenceAy. Roy mengidentifikasikan 3 aspek dalam model keperawatannya yaitu: pasien sebagai penerima layanan keperawatan, tujuan keperawatan dan intervensi keperawatan. Sistem perawatan mandiri ini Konsep diri merupakan bentuk dari reasksi persepsi internal dan persepsi lainnya. Konsep diri terdiri dari Physical Self di dalamnya terdapat Body Sensation dan Body Image, dan Personal Self di dalamnya terdapat Self Consistency. Self Ideal, dan moral-ethic-spiritual. Body Sensasion, yaitu bagaimana seseorang merasakan keadaan fisik dirinya sendiri (Maria L & Yuliana R, 2. Dengan Adaptasi Roy, perawat bertugas meningkatkan penyesuaian diri pasien dalam menghadapi tantangan yang berhubungan sehat-sakit, penyesuaian diri pasien menuju adaptasi dalam menghadapi stimulus (Yuliati. Hasil kuesioner tentang konsep teori adaptasi roy pada wanita menopause dengan xerosis kutis didapat bahwa konsep diri individu merupakan gabungan antara keyakinan dan perasaan terhadap personal diri individu tersebut. Dari hasil penelitian menerima penyakitnya dan mampu mengatasi dengan intervensi yang diberikan oleh perawat. Penerimaan diri merupakan salah satu bagian dari adaptasi konsep diri di mana apabila kemampuan seseorang dalam manajemen diri berjalan dengan baik maka segala sesuatu yang dihadapi pun akan berjalan dengan baik sesuai dengan rencana yang telah di buat. Selain itu kerberhasilan adaptasi interdependensi pada wanita menopause dengan xerosis kutis didapatkan bahwa sebagian besar individu mampu melakukan aktifitas madiri, merasa masih berharga untuk keluarga dan saya berusaha mandiri dalam memenuhu kebutuhan hidup. Menurut peneliti respon adaptif yang tinggi pada wanita menopause dengan xerosis kutis dapat disebabkan karena koping diri yang baik pada wanita menopause, wanita menopause dapat merawat kulitnya dengan tenhik non famakologi yaitu menggunakan minyak zaitun dengan mandiri, maka dari hal beradaptasi terhadap penyakit dalam adaptasi interdependensi karena pasien tidak ingin membebani siapapun. Dari hasil penelitian, peneliti berpendapat bahwa terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah pemberian Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Januari 2025 Lisda Maria. Astrid Suwendra K minyak zaitun untuk kelembapan kulit pasien menopause, dimana sebelum pemberian minyak zaitun selama 7 hari dengan frekuensi 2 kali sehari yaitu pagi dan sore sebagian besar responden memiliki permasalahan dengan kelembapan kulit mulai dari sisik halus sampai yang didominasi oleh skuama kasar, hal ini disebabkan karena sebagian besar responden tidak mengetahui apa penyakit xerotis dan bahkan tanda xerotis yang sudah responden alami selama ini, sedangkan setelah pemberian minyak zaitu ini kelembapan kulit yang dialami responden meningkat . enurunan tanda xeroti. , hal ini di sebabkan karena responden mengontrol pola makanannya yang tinggi goreng-goreng responden juga memakai minyak zaitun yang memiliki manfaat untuk kelembapan kulit, hal ini dilihat dengan adanya penurunan tanda xerotis yang dialami responden dari kategori xerotis yang didominasi skuama kasar hingga ke sisik halus atau tidak terdapat tanda xerotis. KESIMPULAN Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, sebelum diberikan minyak zaitun, mayoritas wanita menopause mengalami kondisi kulit seperti sisik halus, kulit kasar, dan kusam. Setelah intervensi dengan penggunaan minyak zaitun, sebagian besar responden menunjukkan perbaikan, dengan tidak lagi mengalami tanda-tanda kulit kering. Selain itu, hasil analisis statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari penggunaan minyak zaitun terhadap kelembapan kulit pada wanita menopause. Dengan mengindikasikan bahwa minyak zaitun dapat menjadi alternatif yang efektif dalam membantu menjaga kesehatan dan kelembapan kulit selama masa menopause. SARAN