JPFT - volume 10, nomor 3, pp. December 2022 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access http://jurnal. id/index. php/jpft PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SAINS FISIKA PESERTA DIDIK DI MTS AL-KHAIRAAT SIDOAN The Effect Of Contextual Learning On The Physical Science Literacy Skills Of The Students at MTs A-khairaat Sidoan Sindi Paradila dan Syamsu Program Studi Pendidikan Fisika/Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan/Universitas Tadulako,Palu Email : Sindifaradila2102@gmail. Kata Kunci Pembelajaran Kontekstual Kemampuan Literasi Literasi Sains Fisika Keywords Contextual Learning Literacy Ability Physical Science Literacy A2022 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kontekstual terhadap kemampuan literasi sains fisika peserta didik di MTs Al-Khairaat Sidoan. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan desain non-equivalen control class. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel jenuh, karena semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah siswa kelas Vi A dan Vi B yang masing-masing berjumlah 29 orang siswa. Siswa kelas Vi A sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan pembelajaran kontekstual sedangkan kelas Vi B sebagai kelas kontrol menggunakan pembelajaran langsung. Skor rata-rata pretest pada kelas eksperimen 5,94 dan kelas kontrol 5,87. Skor rata-rata postest pada kelas eksperimen 14,81 dan kelas kontrol 10,60 dari skor ideal 20,00. Hasil Uji N-gain diperoleh nilai rerata peningkatan kemampuan literasi sains fisika peserta didik pada kelas eksperimen senilai 62,44% dan kelas kontrol senilai 32,42%. Berdasarkan uji hipotesis menggunakan uji-t dua pihak dengan taraf signifikan 5% diperoleh nilai thitung = 5,46 > ttabel = 2,80. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran kontekstual terhadap literasi sains fisika peserta didik di MTs Al-khairaat Sidoan Abstract This study aims to determine the effect of contextual learning on the physics literacy abilities of students at MTs Al-Khairaat Sidoan. This type of research is a quasi-experimental design with a non-equivalent control class. The sampling technique in this study was carried out using saturated samples, because all members of the population were used as samples. In this study, the samples used were students in class Vi A and Vi B, each of which consisted of 29 Students in class Vi A as an experimental class were treated with contextual learning while class Vi B as a control class used direct learning. The average pretest score in the experimental class was 5. 94 and the control class was 5. The average posttest score in the experimental class was 14. 81 and the control class was 10. 60 from an ideal score of 20. The results of the N-gain test obtained an average value of increasing students' physics science literacy skills in the experimental class of 62. 44% and the control class of 32. Based on the hypothesis test using a two-party t-test with a significant level of 5%, the value of tcount = 46 > ttable = 2. 80 is obtained. This shows that H0 is rejected and H1 is accepted. Thus it can be concluded that there is an influence of contextual learning on the physics science literacy of students at MTs Al-khairaat Sidoan Received 22 September 2022. Accepted 30 October 2022. Available Online 31 Desember 2022 *Corresponding Author: Sindifaradila2102@gmail. PENDAHULUAN sedangkan pada tahun 2018 mengalami penurunan skor dan berada pada peringkat 70 dari 78 negara peserta dengan skor rata-rata Hasil ini menunjukan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik di Indonesia tidak ideal dan tergolong rendah karena masih jauh dibawah skor rata-rata ideal PISA yaitu 500 . Sesuai dengan hasil penelitian yang sebelumnya yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan literasi sains peserta didik khususnya pada aspek kompetensi terutama pada aspek mengevaluasi, merancang Rendahnya kemampuan literasi peserta didik menunjukkan bahwa sebagian besar dari peserta didik tersebut masih gagal dalam mengunakan pengetahuan ilmiah untuk memberikan penjelasan atau menarik interpretasi hasil penyelidikan ilmiah. Pada bidang literasi sains, hasil penelitian PISA tahun 2015 menunjukkan bahwa peserta didik di Indonesia hanya mencapai skor 403. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online inkuiri ilmiah dan menafsirkan data dan bukti secara ilmiah. Hasil penelitian mengenai kemampuan literasi sains peserta didik pada aspek pengetahuan konten, yaitu prosedural dan epistemik diperoleh nilai persentase paling tinggi yaitu pada aspek konten prosedural dikarenakan peserta didik mampu mengerjakan soal evaluasi yang menuntut peserta didik agar dapat menjelaskan fenomena ilmiah serta dapat menghubungkannya dengan kehidupan seharihari . Didukung pembelajaran menggunakan media online berbasis edmodo dibandingkan menggunakan media konvensional. Pembelajaran strategi pembelajaran yang menekankan pada keterlibatan peserta didik untuk membantu peserta didik membangun sendiri pengetahuan yang dimilikinya dengan cara terlibat langsung secara aktif dalam proses pembelajaran dan kemampuan berpikir yang baik sehingga meningkat. Penelitian mengenai pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) dengan model pembelajaran inkuiri terhadap literasi sains, menyimpulkan bahwa dengn menggunakan pendekatan CTL dapat mendorong peserta didik untuk menghubungkan prinsip-prinsip dan konsep sains dengan kehidupan sehari-hari. Sesuai dengan penelitian sebelumnya dapat meningkatan penguasaan konsep dan literasi sains peserta didik . Sehingga dari uraian di atas, dapat dilihat bahwa peneliti ingin mengkaji tentang kemampuan literasi sains peserta didik ditinjau dari ketiga aspek literasi sains yaitu aspek proses sains, aspek konten, dan aspek konteks. Oleh sebab itu, peneliti ingin mencoba mengaplikasikannya untuk melihat pengaruh kemampuan literasi sains fisika peserta didik di MTs Al-khairaat Sidoan. Adapun manfaat dari penelitian ini berupa manfaat teoritis untuk memberikan sumbangan ilmah dalam dunia pendidikan, pembelajaran kontekstual dalam literasi sains, sedangkan manfaat praktis dapat memberikan informasi berupa pentingnya pembelajaran Vol. No. 3, pp. December kontekstual dalam kemampuan literasi sains peserta didik dan dapat digunakan sebagai bahan rujukan untuk penelitian lebih lanjut dikemudian hari mengenai kemampuan literasi METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuasi . Desain non-equivalen control class. Desain ini menggunakan pre-test dan post-test pada kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap perolehan pengetahuan peserta didik. Kelompok Tabel 1. Desain Penelitian Pre-test Perlakuan Post-test Keterangan : KE = Kelas Eksperimen KK = Kelas Kontrol O =tes awal . dan test akhir . X = Pembelajaran Kontekstual Penelitian ini dilaksanakan di MTsAlkhairaat Sidoan. Kabupaten Parigi Moutong pada semester ganjil tahun ajaran 2022/2023. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas Vi MTs Al-khairaat Sidoan tahun ajaran 2022/2023. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas Vi A dan kelas Vi B. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah mengunakan teknik sampling jenuh, yaitu teknik pengambilan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Lembar Observasi Pelaksanaan Pembelajaran dan soal tes literasi sains peserta didik. Data yang diperoleh dalam penelitian ini selanjutnya diolah dengan menggunakan uji statistik berupa uji normalitas . hi-khuadra. , uji homogenitas, dan uji hipotesis. Serta uji peningkatan hasil tes uji N-gain. Vol. No. 3, pp. December Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 4. Hasil uji homogenitas post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol Hasil Penelitian Hasil Penelitian Skor Literasi Sains Uraian Nilai varians Fhitung Ftabel ( Keterangan Tabel 2. Hasil analisa data pre-test dan post-test literasi sains siswa Pre-test Post-test Uraian Skor Skor Jumlah Skor total Skor ratarata Standar Eksperi Kontrol Eksperi Kontrol 5,94 5,87 14,81 10,60 2,91 2,83 2,88 2,95 Keterangan 1,04 1,40 Homogen Uji Peningkatan Hasil Tes (Uji N-gai. Uji peningkatan hasil tes ini digunakan untuk melihat peningkatan kemampuan literasi sains peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran kontekstual. Berdasarkan hasil N-gain eksperimen diperoleh N-gain 62,44% dan pada 0,32%. Kelas eksperimen dan kontrol termaksud dalam kategori sedang, dimana g>0,30, namun peningkatan lebih besar terjadi pada kelas Tabel 3. Hasil uji normalitas pre-test kelas eksperimen dan kelas kontrol Pre-test Sampel Kontrol 9,02 Berdasarkan hasil uji homogenitas pada Tabel 4 dengan taraf signifikan . Dari data tersebut terlihat bahwa Fhitung pada pre-test lebih kecil daripada Ftabel, sehingga berdasarkan disimpulkan bahwa data yang diperoleh memiliki varians sama besar (Homoge. Hasil Uji Normalitas Pengujian normalitas data pre-test pada penelitian menggunakan uji Chi-kuadrat dengan kriteria penerimaan X2hitung < X2tabel. Taraf , dan derajatkebebasan dk = 3 hasil pengujian normalitas pre-test kelas eksperimen (Vi A) dan kelas kontrol (Vi B). Uraian Post-test Eksperimen 8,65 Uji Hipotesis (Uji-. Setelah terpenuhi uji normalitas dan homogenitas, maka dilakukan uji-t. Uji ini digunakan untuk memastikan apakah hipotesis yang dilakukan dapat diterima atau tidak. Uji t tersebut diperoleh berdasarkan tes akhir . Kelas Kelas Kontrol (Vi Eksperimen (Vi 5,14 3,38 7,81 7,81 Normal Tabel Dari Tabel 3. terlihat bahwa X 2hitung kelas eksperimen (Vi A) maupun kelas kontrol (Vi B) lebih kecil daripada nilai X2tabel. Hasil ini menyatakan bahwa data hasil literasi sains peserta didik pre-test kelas eksperimen (Vi A) maupun kelas kontrol (Vi B) berasal dari populasi yang berdistribusi secara normal. Uji beda rata-rata dua eksperimen dan kelas kontrol (Uji-. Skor rataKelas rata post- Keputusan Eksperi 14,81 Hasil Uji Homogenitas post-test Pengujian menggunakan uji-F dengan kriteria jika Fhitung < Ftabel Hasil homogenitas dari kelas eksperimen (Vi A) dan kelas kontrol (Vi B). Kontrol H1 diterima 5,46 2,80 10,60 Setelah dilakukan pengolahan data, dengan menggunakan uji-t diperoleh nilai nilai thitung= 4,87 > ttabel = 2,80 hal ini menunjukkan bahwa thitung berada di luar daerah penerimaan H0. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Pembahasan Setelah melakukan uji-t baik pada kelas kontrol maupun eksperimen, maka dari perhitungan diperoleh nilai thitung lebih besar dari ttabel. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata literasi sains peserta didik antara kelas yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran kontekstual dan kelas yang mengikuti model pembelajaran konvensional . Dari rata-rata ketercapaian indikator literasi sains peserta didik yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa literasi sains peserta didik, sesuai dengan penelitian . , dapat kontekstual berpengaruh terhadap literasi sains peserta didik. Model pembelajaran kontekstual atau yang biasa dikenal dengan Contextual Teaching and Learning (CTL) baik untuk diterapkan pada peserta didik, dikarenakan konsep belajar yang diterapkan pada model ini dapat membantu peserta didik mengaitkan hubungan antara penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan pembelajaran kontekstual yang dapat melatih dan mengoptimalkan kemampuan literasi sains peserta didik serta dapat mendorong peserta didik untuk menghubungkan prinsip-prinsip dan konsep sains dengan kehidupan seharihari. Pembelajaran rangkaian pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan peserta didik untuk menemukan materi. Artinya, proses belajar dikaitkan dengan pengalaman yang dimilikinya. Pembelajaran kontekstual juga mendorong peserta didik agar dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi di kehidupan nyata. Hal ini sejalan dengan sebelumnya mengenai pembelajaran kontekstul yang dapat lebih memaksimalkan kemampuan literasi sains dan sikap sains peserta didik . Suasana kelas yang nyaman merupakan kontekstual, kerja sama antara sesama peserta didik serta guru sangat diperlukan. Semakin banyak peserta didik yang bekerja sama dalam berpikir, bertanya, serta dapat memecahkan masalah akan lebih baik hasilnya. Model pembelajaran kontekstual yang diterapkan menemui kendala pada saat proses Bagi Vol. No. 3, pp. December dikarenakan model pembelajaran ini memiliki tahapan-tahapan yang memerlukan banyak KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan analisa data hasil penelitian diperoleh peningkatan literasi sains peserta didik pada setiap indikator literasi sains. Dari hasil uji N-gain yang diperoleh bahwa rata-rata peningkatan literasi sains peserta didik kelas eksperimen . ,44%) lebih tinggi dibandingkan . ,42%) disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap literasi sains peserta didik. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah pembelajaran, maka penulis menyarankan : Kepada guru bidang studi fisika agar model-model pembelajaran yang sesuai dengan materi Bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya memikirkan metode yang cocok untuk model pembelajaran kontekstual DAFTAR PUSTAKA