Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardhi P-ISSN 2809-4174 | E-ISSN 2808-084X Vol. 2 No. 2 Ae Desember 2022 DOI: 10. 52352/makardhi. Publisher: P3M Politeknik Pariwisata Bali Available online: https://ejournal. id/index. php/makardhi Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Gunung Salak. Kabupaten Tabanan. Bali I Gusti Agung Febrianto1*. I Putu Utama2 Program Studi Magister Terapan Pariwisata. Politeknik Pariwisata Bali Jl. Dharmawangsa. Kampial. Nusa Dua-80363. Bali. Indonesia e-mail: 1* igustiagung. febrianto@ppb. id, 2utama@ppb. *) Corresponding author Received: May 2022 Revised: October 2022 Accepted: December, 2022 Abstract Gunung Salak village has been inaugurated as a village that has natural tourism potential. Gunung Salak village also has cultural potential in the form of Okokan dance. Bunut Sakti Temple. Beji Sudhamala Temple, and subak. The Master of Tourism Applied Study Program is one of the study programs at the Bali Tourism Polytechnic. Carrying out Community Service activities in Gunung Salak Village on 29-30 March 2021. The theme of the implementation of the community service program is Training on Management of Tourism Villages. Gunung Salak Tourism Village. Selemadeg Timur District. District Tabanan. Participants in this training were 30 people consisting of elements of village officials, tourism object managers, accommodation managers, art associations. PKK, and youth organizations. The training materials include Government policies in the development of Gunung Salak Tourism Village, destination management, techniques for communicating and interacting with tourists. Sapta Pesona, as well as accommodation management and entrepreneurship. Based on the participant's assessment, this community service activity shows that the suitability of the program with the needs and suitability of the material is the highest assessment. Participants thought that this material was considered quite interesting because this activity was only a training course so that the participants hoped that further training would be held. Keywords: tourism village, community service, training Abstrak Desa Gunung Salak telah diresmikan menjadi desa yang memiliki potensi wisata alam, desa Gunung Salak juga memiliki potensi budaya yang berupa tari Okokan. Pura Bunut Sakti. Pura Beji Sudhamala, dan subak. Program Studi Magister Terapan Pariwisata merupakan salah satu program studi di Politeknik Pariwisata Bali Melaksankan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Gunung Salak pada tanggal 29-30 Maret 2021. Tema pelakasanaan prgram pengabdian kepada masyarakat yakni Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Desa Wisata Gunung Salak Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan. Peserta dalam pelatihan ini sebnyak 30 orang terdiri atas unsur aparatur desa, pengurus obyek wisata, pengelola akomodasi, perkumpulan seni. PKK, dan karang taruna. Materi pelatihan meliputi kebijakan Pemerintah dalam pengembangan Desa Wisata Gunung Salak, tata kelola destinasi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardhi Vol. No. Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Gunung Salak. Kabupaten Tabanan. Bali I Gusti Agung Febrianto. I Putu Utama teknik berkomunikasi dan berinterkasi dengan wisatawan, sapta pesona, serta pengelolaan akomodasi dan kewirausahaan. Berdasarkan penilaian peserta menilai kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa kesesuain program dengan kebutuhan dan kesesuaian materi merupakan penilain tertinggi. Peserta beranggapan bahwa materi ini dianggapcukup menarik karena kegiatan ini baru bersifat pelatihan sehingga para peserta berharap akan diadakan pelatihan lebih lanjut. Kata kunci: desa wisata, pengabdian kepada masyarakat, pelatihan PENDAHULUAN Pariwisata sebagai penggerak sektor ekonomi dapat menjadi solusi bagi pemerintah dalam meningkatkan pembangunan ekonomi (Masitah, 2. Perkembangan keperawisataan sudah menghampiri desa (Budiyah, 2. Pengembangan pariwisata yang dampak ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat adalah pengembangan desa wisata. Desa wisata dalam konteks wisata pedesaan merupakan aset pariwisata, berdasarkan potensi desa dengan segala keunikan dan daya tariknya dapat diperkuat dan dikembangkan sebagai produk wisata untuk menarik wisatawan ke desa wisata (Sudibya, 2. Pengembangan desa wisata dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat desa sendiri terutama pada lahan pekerjaan baru (Fildzah, 2. Hambatan dalam pengembangan desa wisata selalu ada seperti pengambangan infrastruktur dan akses jalan yang masih menjadi perhatian guna mewujudkan pengembangan desa wisata (Silviana, 2. Pengelolaan desa wisata menghadapi beberapa tantangan, terutama untuk mengembangkan sumber daya manusia (Purmada, 2. Hal yang menjadi perhatian dalam mengembangkan desa wisata yakni berkesinambungan, sehingga potensi yang dimiliki desa dapat berkembang secara optimal (Komariah, 2. Desa Gunung Salak merupakan salah satu desa wisata dengan daya tarik utama pemandangan perbukitan dan pegunungan yang terletak di Kecamatan Selemadeg Timur. Kabupaten Tabanan - Bali. Desa ini memiliki potensipariwisata tersembunyi yang membutuhkan sentuhan dan pengelolaan yang lebih maksimal. Jika mendengar nama Gunung Salak, banyak orang mengira bahwa tempat ini merupakan Gunung Salak yang berlokasi di Bogor atau suatulokasi yang penuh dengan tumbuhan salak seperti di desa Sibetan. Karangasem. Namun, faktanya Gunung Salak merupakan nama desa di Bali yang terletak di Kecamatan Selemadeg Timur. Kabupaten Tabanan Ae Bali. Menurut Perbekel Desa Gunung Salak, asal kata Gunung Salak dari kata Gunung Selako . yang kemudian menjadi Gunung Salak. Desa Gunung Salak telah diresmikan menjadi desa wisata pada tanggal 19 Juli 2017 berdasarkan atas SK Bupati Tabanan No. 180/225/03/HK&HAM/2017 memiliki potensi wisata alam yang sangat indahdan memukau orang yang datang ke desa ini. Potensi wisata alam tersebut berupa terasering sawah yang indah, air terjun dan juga mata air. Selain itu, desa Gunung Salak juga memiliki potensi budaya yang berupa tari Okokan. Pura Bunut Sakti. Pura Beji Sudhamala, dan subak. Pada saat ini, desa wisata Gunung Salak mulai dikembangkan menjadi destinasi wisata oleh penduduk lokal dari desa tersebut. Secara geografis, desa Gunung Salak memiliki alam yang sangat indah dengan hamparan terasiring sawah Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardhi Vol. No. Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Gunung Salak. Kabupaten Tabanan. Bali I Gusti Agung Febrianto. I Putu Utama yang sangat luas dilengkapi area tracking dan area untuk melakukan aktivitas Mata air di desa ini berjumlah 12 buah dipercaya oleh masyarakat memiliki fungsi untuk penyembuhan sejumlahpenyakit sehingga banyak orang baik yang berasal dari kecamatan Selemadeg Timur maupun luar Tabanan datang untuk melukat dan memohon penyembuhan dan kesehatan. Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan tempat ini untuk melaksanakan meditasi dan kegiatan spiritual Sedangkan air terjun yang indah berjumlah 3 buah, yaitu air terjun Tibu Sampi, air terjun Batu Tumpuk, dan air terjun Batu Sangian yang juga sering digunakan untuk pembersihan diri . dan dipercaya dapat memberikan kesehatan dan penyembuhan dari bermacam-macam penyakit. Luas wilayah desa Gunung Salak adalah 10,14 kmA merupakan desa yang wilayahnya paling luas di kecamatan Selemadeg Timur dengan 90 % penduduknya bekerja sebagai petani. Terdapat sepuluh desa di wilayah kecamatan Selemadeg Timur, yaitu Tegal Mengkeb 5,49 kmA. Beraban 1,99 kmA. Tangguntiti 5,45 kmA. Mambang 4,06 kmA. Bantas 2,39 kmA. Megati 8,42kmA. Gadungan 5,94 kmA. Gunung Salak 10,14 kmA. Dalang 7,50 kmA, dan Gadung Sari 3,40 kmA. Berdasarkan penjelasan yang diberikan oleh Perbekel Desa Gunung Salak dapat diketahui bahwa penduduk desa Gunung Salak sampai dengan tahun 2019 662 jiwa terdiri dari 838 laki-laki dan 824 perempuan. DesaGunung Salak terbagi menjadi 5 banjar, yaitu banjar Gunung Salak, banjar Bangkian Sidem, banjar Apit Yeh, banjar Kemetug, dan banjar KemetugKanciana. Oleh karena lahan pertanian cukup luas, maka sebagian besar profesimasyarakat adalah petani. Selain pertanian, masyarakat juga memanfaatkan perkebunan dan pariwisata. Pada saat ini, pihak desa sudah membuat anggaranuntuk rencana proyek desa wisata, dan sudah didukung oleh beberapa fasilitasakomodasi seperti villa. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk suatu daerah dapat terdiri atas kelahiran, kematian, perpindahan keluar, dan perpindahan kedalam. Menurut data BPS . , di Kabupaten Tabanan telah terjadi kelahiran sebanyak 650 jiwa, kematian 3. 012 jiwa, jumlah penduduk yang datang sebanyak 3. 816 jiwa dan jumlah penduduk yang pindah sebanyak 2. 519 jiwa, serta di Kabupaten Tabanan tidak ada keluarga yang mengikuti program transmigrasi. Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) tahun 2017, angkatan kerja di Kabupaten Tabanan sebanyak 261. 534 jiwa. Dari angkatan kerja yang ada 254. 402 jiwa . ,27 %) diantaranya adalah penduduk yang bekerja, dan sisanya 7. ,73 %) merupakan pengangguran terbuka. Penduduk angkatan kerja yang berada di Kabupaten Tabanan, penduduknya bekerja di sektor pertanian, yaitu sekitar 43,96 Penduduk angkatan kerja yang bekerja di sektor perdagangan terdapat 250 jiwa . ,39 %), di sektor industri sebanyak 35. 313 jiwa . ,88 %), dan sisanya tersebar di keenamsektor lainnya. Jumlah penduduk yang bukan angkatan kerja di Kabupaten Tabanan sebanyak 82. 354 jiwa, di mana 19. 249 jiwa . ,37 %) karena masih bersekolah, 48. 697 jiwa . ,13 %) mengurus rumah tangga dan 408 . ,05 %) karena alasan lainnya. Sejak disahkan menjadi desa wisata pada bulan Maret 2017, masyarakat di desa Gunung Salak telah melirik potensi desa yang ada, seperti air terjun, mata air, terasiring sawah, dan pura. Selain itu, desa Gunung Salak sejak lamasudah dikenal memiliki sistem irigasi sawah yang bernama subak dan sistem subak ini mulai dikembangkan oleh masyarakat lokal untuk menarik wisatawan untuk berkunjung Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardhi Vol. No. Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Gunung Salak. Kabupaten Tabanan. Bali I Gusti Agung Febrianto. I Putu Utama ke desa ini. Sebanyak 90 % penduduk di desa Gunung Salakadalah bekerja sebagai petani dan tempat ini memang sangat cocok untuk dikembangkan sebagai desa wisata yang saat ini mulai dikembangkan dibeberapa daerah di Bali. Salah satu obyek wisata yang dikembangkan di desa Gunung Salak adalah air terjun Tibu Sampi. Air terjun ini merupakan salah satu obyek wisata yang ada di banjar Kemetug Kanciana, desa Gunung Salak. Air terjun Tibu Sampi ini memiliki ketinggian 15 meter dan sudah tersedia akses jalan untuk menuju kawasan air terjun Selain air terjun, desa Gunung Salak juga memiliki lahanpertanian yang cukup luas, yakni 371 hektar are, terasiring yang terletak di Subak Batu Timpi dengan luas sekitar 63 hektar are sehingga menambah keindahan tatanan desa. Menurut penjelasan perbekel desa Gunung Salak, pada awalnya beberapa potensi desa seperti air terjun dan terasiring diunggah di youtube sekitar tahun Kemudian, aparatur desa menindaklanjuti keinginan masyarakat melalui karang taruna yang sepakat untuk menciptakan desa wisata Gunung Salak. Seiring waktu berjalan, potensi desa mulai ditemukan dan dikenal oleh masyarakat lebih luas sehingga berhasil ditetapkan sebagai desa wisata. Pada saat ini di desa Gunung Salak sudah terdapat fasilitas akomodasi yang dikembangkan secara mandiri berupa tempat untuk bersantap, villa, dan homestay yang disediakan untuk wisatawan yang datang ke desa Gunung Salak, namun pelayanan akomodasi dan pengelolaan destinasi yang tersedia masih minimal. Dalam rangka pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) sebagai salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim Program Studi S2 Magister Terapan Pariwisata telah melaksanakan penjajagan awal ke desa Gunung Salak pada bulan Nopember 2020. Kegiatan tersebut terdiri atas pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan pengembangan program desa wisata di desa Gunung Salak. Kegiatan pertama adalah melaksanakan wawancara dengan kepala desa Gunung Salak, serta dilanjutkan dengan peninjauan lapangan dan juga wawancara dengan sejumlah pelaku pariwisata di desa Gunung Salak. Berdasarkan hasil kegiatan penjajagan ini dapat diidentifikasi permasalahan masyarakat sebagai mitra kerja dalam pengembangan desa wisata Gunung Salak. Permasalahan tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut : Belum adanya tata kelola desa wisata yang baik sehingga kegiatan pariwisata tidak dapat terlaksana secara maksimal. Hal ini berdampak pada kebutuhan wisatawan untuk mendapatkan informasi tentang obyek wisata tidak dapat dilayani dengan baik. Wisatawan yang datang untuk mengunjungi obyek wisata terpaksa harus mencari sendiri tempat-tempat tersebut sehingga memerlukan waktu yang lama untuk tiba di obyek wisata. Tidak sedikit wisatawan yang tersesat dan harus kembali tanpa berhasil menikmati keindahan alam yang ada di desa wisata ini. Selain itu, obyek wisata di desa ini belum tertata dengan baik sehingga wisatawan kesulitan akses menuju obyek wisata, seperti air terjun dan mata air. Pembagian zonauntuk aktivitas tracking, spiritual, dan sarana akomodasi di kawasan desa wisata Gunung Salak perlu mendapat kajian dari perspektif tata kelola destinasi agar desa wisata dapat tertata dengan baik. Masyarakat danaparatur desa juga sangat memerlukan pengetahuan yang terkait dengan penataan dan pengelolaan obyek wisata dan sekaligus desa wisata secara komprehensif sehingga dapat menata desa ini menjadi desa wisata mandiri. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardhi Vol. No. Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Gunung Salak. Kabupaten Tabanan. Bali I Gusti Agung Febrianto. I Putu Utama Kemampuan masyarakat dalam berkomunikasi kepada wisatawan asing sangat terbatas . hususnya bahasa Inggri. , sehingga wisatawan asingsering tidak mendapatkan pelayanan informasi ketika bertanya atau berkomunikasi dengan masyarakat lokal. Kemampuan masyarakat dalam melaksanakan pelayanan akomodasi belum memadai sehingga wisatawan tidak mendapatkan pelayanan yang baik ketika berkunjung ke villa dan penginapan yang ada di desa tersebut. Masyarakat juga belum memiliki kemampuan wirausaha . yang cukup untuk menjalankan bisnis di bidang pariwisata. Pengetahuan, ketrampilan, dan sikap wirausaha belum memadai untuk dapat berinteraksi dengan wisatawan. Berdasarkan pengamatan lokasi dan wawancara lebih mendalam dengan kepala desa Gunung Salak dapat diketahui bahwa desa wisata ini sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menyediakan pelayanan yanglayak kepada wisatawan. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Merujuk potensi dari desa dan permasalahan yang ada pada masyarakat desa, maka kegiatan yang ditawarkan kepada mitra kerja adalah pelatihan pengelolaan desa wisata bagi masyarakat desa Gunung Salak. Hal ini sebagai salah satu solusi untuk mengedukasi masyarakat desa GunungSalak agar dapat lebih baik mengelola desa wisata. Pengelolaan yang tepat dapat menambah nilai ekonomi desa dengan tetap memperhatikan keberlangsungan potensi desa. Menurut Sudjana . pengelolaan atau manajemen adalah kemampuan dan keterampilan khusus untuk melakukan suatu kegiatan baik bersama orang lain atau melalui orang lain dalam mencapai tujuan organisasi. Tujuan Pelatihan adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan, serta pembentukan sikap masyarakat yang professional dalam mengelola desa wisata. Secara khusus, setelah mengikuti pelatihan masyarakat diharapkan mampu membuat perencanaan yang baik dalam membuat tata kelola desa wisata. Selain itu, masyarakat juga diharapkan mampu berinteraksi dengan wisatawan secara ramah, dapat menggunakan beberapa terminology dalam bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya, mengerti menjaga kebersihan dan kelestarian alam dan lingkungan, mengerti cara mengelola akomodasi yang baik, dan berjiwawirausaha. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Kepada Masyarakat berupa Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Desa Wisata Gunung Salak Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan mencapai beberapa hasil dan perubahan pada masyarakat yang sebagai peserta. Pengembangan desa wisata berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, harus ada jaminan masyarakat untuk terlibat di dalamnya (Dewi. H Urmila, 2. Peserta dalam pelatihan ini sebnyak 30 orang terdiri atas unsur aparatur desa, pengurus obyek wisata, pengelola akomodasi, perkumpulan seni. PKK, dan karang Materi pelatihan meliputi kebijakan Pemerintah dalam pengembangan Desa Wisata Gunung Salak, tata kelola destinasi, teknik berkomunikasi dan berinterkasi dengan wisatawan, sapta pesona, serta pengelolaan akomodasi dan kewirausahaan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardhi Vol. No. Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Gunung Salak. Kabupaten Tabanan. Bali I Gusti Agung Febrianto. I Putu Utama Pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat ini merupakan salah satu bentukimplementasi dari Tri Dharma Perguruan Politeknik Pariwisata Bali yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Prigram Studi Magistr Terapan Pariwisata dilakasanakan pada tanggal 28-30 Maret 2021. Setelah program pengabdian masyarakat Program Studi Magister Terapan Pariwisata Tahun 2021 ini dilaksanakan dengan baik dan lancar, para peserta sosialisasi mendapatkan suatu ilmu baru yang dapat dijadikan bekal dalam merencanakan maupun mengembangkan usaha berdasarkan potensi yang ada di desa Gn Salak. Para peserta sosialisasi tampak sangat antusias dalam mengikuti kegiatan Pelatiahan ini. Masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan ini cukup banyak tetapi karena keterbatasan tempat terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan, maka kegiatan ini hanya bisa diberikan kepada 30 orang peserta saja dengan perincian peserta sebagai berikut: Jumlah peserta : 30 orang ( 16 perempuan dan 14 laki-lak. Umur peserta : 16 orang usia 17-30 tahun, 8 orang usia 31- 45 Tahun 4 orang usia 41-50 tahun, 2 orang usia diatas 50 tahun Pekerjaan peserta : 12 orang pelajar, 18 orang wiraswasta. Asal Peserta : Desa Gunung Salak. Tabanan . Gambar 1. Peserta Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Desa Wisata Gunung Salak Untuk meningkatkan kualitas program pengabdian kepada masyarakat di masa yang akan datang, panitia menyebarkan kuesioner kepada seluruhpeserta di akhir kegiatan, dimana hasilnya dapat dilihat pada Tabel 1 dibawah ini. Untuk melihat tingkat penilaian peserta terhadap sembilan indikator sosialisasi dapat dilihat pada Tabel 1 dengan menggunakan metode Skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2002 : . Penilaian menggunakan empat skor nilai, yaitu: sangat baik . , baik . , cukup baik . , dan kurang . Padaskor tiap pertanyaan dihitung dengan mengalikan seluruh frekuensi data denganskor nilai, total hasil perkalian tersebut dijumlahkan dengan dibagi dengan jumlah responden, skor yang didapat diklasifikasikan menurut interval kelas dengan perhitungan sebagai berikut: Jumlah kelas : 4 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardhi Vol. No. Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Gunung Salak. Kabupaten Tabanan. Bali I Gusti Agung Febrianto. I Putu Utama Range = nilai tertinggi Ae nilai terendah 4-1 = 3 Interval kelas dihiting dengan rumus : K = 4 . C=R = 3 = 0,75 Keterangan : C = Interval kelas. R = Range. K = Jumlah klasifikasi Interval kelasnya adalah sebagai berikut : 00 sampai dengan < 1,80 : sangat kurang 80 sampai dengan < 2. 60 : kurang 60 sampai dengan < 3. 40 : baik 40 sampai dengan < 4. 20 : sangat baik Berikut Tabel 1 yang menunjukkan tingkat penilaian peserta terhadap kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Magister Terapan Pariwisata Politeknik Pariwisata Bali : Tabel 1: Tabel Tingkat Penilaian Peserta [Sumber : kuesioner . ata diola. ] INDIKATOR Nilai Tingkat penilaian Kesesuaian Materi memberikan manfaat Materi mendorong keinginan untuk lebih maju Materi menumbuhkan kemandirian Penyampaian materi jelas, menarik, dan mudah dipahami Sarana dan Prasarana Lama waktu kegiatan/ durasi Jadwal waktu pelaksanaan Tempat/Lokasi Penilaian secara keseluruhan 3,55 Sangat Baik Sangat Baik Baik 3,23 Baik Baik 3,23 Baik Baik Baik Baik Baik Berdasarkan data pada Tabel 1 diatas, dapat dilihat bahwa peserta sosialisasi yang berjumlah 30 orang menilai bahwa kegiatan ini berada pada kategori baik dengan skor nilai 3. 23 dari sembilan indikator yang diberikan. Penilaian indikator Kesesuaian program dengan kebutuhan mendapatkan skor tertinggi yaitu 3. Begitu pula dengan indikator materi memberikan manfaat mendapat penilaian dengan kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa peserta sosialisasi sangat tertarik dengan materi yang disampaikan. Diantara 9 indikator yang ada pada kuesioner, yang mendapatkan skor terendah adalah indikator lama waktu kegiatan/ durasi dan tempat/lokasi, yaitu sebesar 2,90 . asih dalam kategori bai. Walaupun hanya sedikit peserta yang memberikanpenilaian rendah pada indikator tersebut, hal ini perlu mendapat perhatian serius dari panitia untuk pelaksanaan pengabdian masyarakat kedepannya. Penilaian pada indikator waktu kegiatan mendapat nilai terendah mengingat kegiatan ini hanya dilakukan selama 2 . hari, hal ini dianggap karena materi ini dianggapcukup menarik karena kegiatan ini Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardhi Vol. No. Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Gunung Salak. Kabupaten Tabanan. Bali I Gusti Agung Febrianto. I Putu Utama baru bersifat pelatihan sehingga para peserta berharap akan diadakan pelatihan lebih lanjut. KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Magister Terapan Pariwisata di Desa Wisata Desa Wisata Gunung Salak Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan dengan tema Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Desa Wisata Gunung Salak Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan berdasarkan penilaian peserta menilai kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa kesesuain program dengan kebutuhan dan kesesuaian materi merupakan penilain tertinggi. Peserta beranggapan bahwa materi ini dianggap cukup menarik karena kegiatan ini baru bersifat pelatihan sehingga para peserta berharap akan diadakan pelatihan lebih lanjut. DAFTAR PUSTAKA