Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 117-127 Harmayanti1*. Herman Alimuddin2. Rahmat Kamaruddin3. Nuramaliyah Ramadhany4 Available online at http://jurnal2. stkip-andi-matappa. id/index. php/poligon Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 117-127 EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KNISLEY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII DI SMPN 1 BUNGORO Harmayanti1*. Herman Alimuddin2. Rahmat Kamaruddin3. Nuramaliyah Ramadhany4 1, 2, 3 STKIP Andi Matappa * Email: hrmynty@gmail. Received:12 Desember 2024. Revised:14 April 2025. Accepted: Tanggal Pusblish 9 juli 2025 ABSTRAK Efektivitas Model Pembelajaran Knisley terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII di SMPN 1 Bungoro. Skripsi. Dibimbing Oleh Ir. Herman Alimuddin. Pd. MM dan Rahmat Kamaruddin. Pd. Pd. Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Andi Matappa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Model Pembelajaran Knisley terhadap Hasil Belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Bungoro yang berjumlah 251 siswa dengan pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yaitu seluruh siswa kelas VII H sebanyak 30 siswa tahun ajaran 2023/2024. Untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Knisley terhadap hasil belajar siswa. Semua data dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan melakukan analisis menggunakan uji Normalitas, uji homogenitas dan uji Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat terdapat perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan setelah menerapkan model pembelajaran Knisley di SMPN 1 Bungoro Kata Kunci : Model Pembelajaran. Knisley. Hasil Belajar. PENDAHULUAN Kemajuan global yang terus meningkat menyebabkan terjadinya persaingan di berbagai bidang. Salah satu yang mengalami dampak kemajuan global adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk menyeimbangi perubahan yang terjadi karena dampak tersebut, maka perlu di tingkatkannya pembangunan dibidang pendidikan. Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan di masa depan adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi peserta didik, sehingga yang bersangkutan mampu menghadapi dan memecahkan problema kehidupan yang dihadapinya. This is open access article under the CC-BY-SA-license Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 117-127 Harmayanti1*. Herman Alimuddin2. Rahmat Kamaruddin3. Nuramaliyah Ramadhany4 Selain itu dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab II pasal 3 tercantum bahwa: AuPendidikan Nasional bertujuan dalammengembangkan potensi peserta didik supaya menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki akhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawabAy. Jadi, sistem pendidikan nasional didefinisikan sebagai seluruh komponen pendidikan yang saling berhubungan atau terkait secara terpadu dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pelajaran matematika memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan. Matematika sebagai ilmu dasar juga memiliki peranan penting untuk mewujudkan kesuksesan pembangunan dalam segala bidang. Tujuan dari pelajaran pendidikan matematika adalah agar terbentuknya kemampuan bernalar pada siswa yaitu kemampuan berpikir kritis, logis dan matematis terutama dalam pembentukan kemampuan menganalisis. Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan Setiawan aswad di makassar, sabtu 14 mei 2022 mengatakan bahwa pada sector Pendidikan, kebijakan pemerintahan pusat telah jelas, yakni mulai mengimplementasikan merdeka belajar dengan menerapkan kurikulum merdeka di setiap jenjang Pendidikan. kurikulum merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakulikuler yang beragam dimana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Pangkep. Dr. Sabrun Jamil. Pi. MP. sasaran darikurikulum merdeka adalah terkait dengan literasi dan penguatan profil belajar Pancasila mendapat banya support dari berbagai narasumber Lembaga besar dari mendikbudristek diantaranya Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Serta Dari Balai Besar Guru Penggerak. Selain itu. Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau . meminta kepada kepala sekolah, pengawas dan guru mampu memahami mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar. Efektivitas pembelajaran adalah ukuran keberhasilan dari suatu proses interaksi antarsiswa maupun atara siswa dengan guru dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan Efektivitas pembelajaran dapat dilihat dari aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung, respon siswa terhadap pembelajaran dan penguasaan konsep Untuk mencapai suatu konsep pembelajaran yang efektif dan efisien perlu adanya hubungan timbal balik antara siswa dan guru untuk mencapai suatu tujuan secara bersama, selainitu juga harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, serta media pembelajaraan yang dibutuhkan untuk membantu tercapainya seluruh aspek perkembangan siswa. Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 117-127 Harmayanti1*. Herman Alimuddin2. Rahmat Kamaruddin3. Nuramaliyah Ramadhany4 tiga aspek sebagi indikator untuk mencapai efektivitas model pembelajaran Knisley terhadap hasil belajar siswa sebagai berikut : Hasil belajar siswa Aspek Hasil belajar siswa dihasilkan dari proses pembelajaran yang telah berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran Knisley yang dilakukan melalui soal tes dan dapat dikatakan efektif jika 85% siswa tuntas . Respon siswa Aspek respon siswa didapat setelah mengikuti proses pembelajaran matmatika dengan menggunakan model pembelajaran Knisley melalui angket respon siswa yang wajib diberikan kepada siswa. Aspek ini dikatakan efektif jika lebih dari 50% siswa merespon positif terhadap angket yang . Aktivitas siswa Aspek aktivitas siswa dilakukan selama proses pembelajaran dengan cara pemberian angket aktivitas siswa. Model dikembangkan oleh jeff Knisley . Jeff knisley sendiri merupakan seorangasisten professor matematika di East Tennessee State University. Knisley mengembangkan model pembelajaran berdasarkan pendapat David Kolb yang dikenal dengan kolbAos model atau experiential learning milik kolb di dalam jurnal penelitiannya yang berjudul A Four-stage model of mathematical learning. Langkah-langkah atau tahapan-tahapan dalam model pembelajaran knisley antara lain sebagai berikut: Kongkrit-reflektif: guru menjelaskan konsep secara figurative dalam konteks yang familiar berdasarkan istilah-istilah yang terkait dengan konsep yang telah diketahui siswa. Dengan kata lain, pada tahap ini guru bertindak sebagai pencerita . Kongkrit-aktif: dalam tahap ini, guru memberikan tugas dan dorongan agar siswa melakukan eksplorasi, percobaan, mengukur, dan membandingkan sehingga siswa dapat membedakan konsep baru ini dengan konsep-konsep yang telah Pada tahap ini, guru bertindak sebagai pembimbing yang memberi motivasi kepada siswa Abstrak-reflektif: siswa membuat atau memilih pertanyaan yang terkait dengan konsep baru, memberi contoh kontra untuk membantah atau menyangkal Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 117-127 Harmayanti1*. Herman Alimuddin2. Rahmat Kamaruddin3. Nuramaliyah Ramadhany4 pernyataan yang salah, dan memberi bukti berupa pernyataan yang benar bersama-sama dengan guru. Pada tahap ini guru bertindak sebagai sumber . Abstrak-aktif: siswa melakukan latihan menggunakan konsep baru untuk memecahkan masalah dan mengembangkan strategi. guru bertindak sebagai II. METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dikatakan penelitian deskriptif karena peneliti berusaha memaparkan pemecahan masalah atau hasil penelitian berdasarkan datadata. Sedangkan Penelitian kuantitatif merupakan suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menemukan keterangan mengenai apa yang akan diteliti. Variabel dan Desain Penelitian Variabel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel dependen . Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran knisley. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar, respon siswa dan aktivitas siswa kelasVII di SMPN 1 Bungoro. Bentuk dari penelitian ini ialah One Group Pretest-Postest Design. Pada desain ini terdapat satu kelas yang dipilih secara random lalu kelas tersebut diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal. Setelah mengetahui keadaan awal dari hasil Tahap selanjutnya adalah dilakukan perlakuan atau penggunaan Model Pembelajaran Knisley pada kelas tersebut. Untuk tahap akhir desain ini, kelas diberi posttest untuk mengetahui hasil akhir dari penelitian. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Bungoro yang berlokasi di jln. Tonasa II Bungoro, samalewa. Kab. Pangkajenne dan Kepulauan. Penelitian ini dilaksanakan dikelas VI H SMPN 1 Bungoro. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 dikelas VI H yang dimulai pada juli agustus. Selama 5 kali pertemuan. Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 117-127 Harmayanti1*. Herman Alimuddin2. Rahmat Kamaruddin3. Nuramaliyah Ramadhany4 Populasi dan Sampel Populasi merupakan keseluruhan subjek penelitian. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kelas VII SMPN 1 Bungoro. Menurut data yang diperoleh dari hasil observasi, kelas VII di SMPN 1 Bungoro memilki 8 kelas, yaitu kelas A berjumlah 32 siswa, kelas B berjumlah 32 siswa, kelas C berjumlah 31 siswa, kelas D berjumlah 32 siswa, kelas E berjumlah 32 siswa, kelas F berjumlah 32 siswa, kelas G berjumlah 31 siswa dan kelas H berjumlah 30 siswa. dengan total keseluruhan 251 siswa. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VII-H yang berjumlah 30 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian menurut Arikunto . , instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah Instrument yang digunakan dalam penelitian iniadalah : Tes Hasil Belajar Tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran diperoleh dengan melalui tes yang disusun berdasrkan indikator dan tujuan pembelajaran yang telah Tes ini termasuk tes mengukur aspek kognitif siswa berupa bentuk Pemberian skor pada hasil tes ini menggunakan skala bebas tergantung dari bobot soal tersebut. Jadi dalam pemberian skor total setiap butir tergantung dari banyaknya Langkah- langkah penyelesaian dari soal tersebut. Lembar Observasi Aktivitas Siswa Lembar yangdigunakan untuk mengetahui aktivitas siswa di dalam kelas selama proses pembelajaran melalui model pembelajaran Knisley. Angket Respon Peserta didik Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis untuk memperoleh tanggapan siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan selama penelitian berlangsung. Angket diberikan kepada siswa pada akhir kegiatan pembelajaran. Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 117-127 Harmayanti1*. Herman Alimuddin2. Rahmat Kamaruddin3. Nuramaliyah Ramadhany4 Teknik Analisis Data Analisis statistika deskriptif Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui nilai rata-rata hasil belajar siswa, interval kelas, standar deviasi, nilai maksimum dan nilai minimum. Analisis statistika Inferensial Teknik analisis statistik inferensial digunakan untuk menguji hipotesisdan untuk membuat generalisasi data sampel terhadap populasi. Data yang digunakan adalah data tes hasil belajar peserta didik pada kelompok eksperimen. Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis yaitu uji-t. Sebelum dilakukan uji hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. sedangkan, untuk uji N-Gain yang dimaksud dalam penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar perbedaan antara kemampuan Hasil belajar siswa sebelum dan setelah pembelajaran menggunakan model pembelajaran knisley. Adapun rumus dari uji N-Gain sebagai spost Oe spre smaks Oe spre Dengan keterangan: < g >= Skor rata-rata gain yang dinormalisasi spost = Skor rata-rata tes akhir spre = Skor rata-rata tes awal yeiyeayeCyeUyei = Skor maksimal ideal i. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Analisis statistika deskriptif Analisis deskriptif dilakukan untuk memperoleh data hasil analisis hasil belajar siswa pada materi operasi bilangan bulat sebelum . dan setelah . menggunakan model pembelajaran knisley dalam proses pembelajaran pada materi operasi bilangan bulat. Hasil belajar nilai rata-rata dari 30 orang siswa yang mengikuti tes awal . sebesar 57,2 dengan standar deviasi 13,37 dan nilai varians sebesar 178,76. Adapunnilai minimum yang diperoleh yaitu 25 sedangkan nilai maksimum sebesar 75, median data tersebut Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 117-127 Harmayanti1*. Herman Alimuddin2. Rahmat Kamaruddin3. Nuramaliyah Ramadhany4 yaitu 60 yang menunjukkan bahwa dari 30 siswa yang mengikuti pretest tampak bahwa 21 siswa berada dalam kategori kurang dengan persentase 70% dan 9 siswa berada dalam kategori cukup dengan persentase 30%. Dengan demikian hasil belajar siswa sebelum diterapkan model pembelajaran knisley dalam kategori kurang. Sedangkan, nilai rata-rata dari 30 orang siswa yang mengikuti tes akhir . sebesar 80,5 dengan standar deviasi 9,41 dan nilai varians sebesar 88,47. Adapun nilai minimum yang diperoleh yaitu 65 sedangkan nilai maksimum sebesar 95, median data tersebut yaitu 79 yang menunjukkan bahwa dari 30 siswa yang mengikuti posttest tampak bahwa 4 siswa berada dalam kategori kurang dengan persentase 13%, sebanyak 11 siswa berada dalam kategori cukup dengan persentase 37%, sebanyak 6 siswa berada dalam kategori baik dengan persentase 20% dan sebanyak 9 siswa berada dalam kategori sangat baik dengan persentase 30% . Respon Siswa hasil yang diperoeh pada angket respon siswa terdapat 5 orang siswa yang merespon kurang baik, 7 orang siswa yang merespon cukup baik, 15orang siswa yang merespon baik, dan hanya terdapat 3 orang siswa yangmerespon sangat baik. Terbukti bahwa dari hasil angket yang diberikan83% diantarnya merespon baik, sehingga analisis respon siswamemenuhi syarat keefektifan. Aktivitas siswa bahwa aktivitas siswa pada pertemuan pertama jumlah skor sebesar 47% dengan persentase 58,75% dengan kriteria cukup, pada pertemuan kedua jumlah skor sebesar 73,75% dengan persentase 73,75% dengan kriteria baik dan pada pertemuan ketiga jumlah skor aktivitas siswa sebesar 73 dengan persentase 91,25% dengan kriteria sangat baik. Jadi kriteria keberhasilan aktivitas siswa dalam penelitian ini dinyatakan meningkat dengan baik karena mendapatkan skor berkriteria sangat baik. Uji N Gain Data peningkatan (Gai. merupakan data yang diperoleh dari selisih antara hasil belajar posttest dan pretest. Uji N-Gain digunakan untuk mengetahui seberapa besar perbedaan antara hasil belajar siswa sebelumdan sesudah penerapan model pembelajaran knisley. Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 117-127 Harmayanti1*. Herman Alimuddin2. Rahmat Kamaruddin3. Nuramaliyah Ramadhany4 Dari perhitungan manual diatas, diperoleh nilai Gain sebesar 0,6. Dalam indeks uji Gain, jika 0,3 < g Ou 0,7 maka hasil perhitungan uji Gain berada pada kategori sedang. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan terhadap hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran knisley. Analisis Statistik inferensial Uji normalitas Data yang dianalisis dapat dikatakan berdistribusi normal dengan syarat jika nilai sig > = 0,05. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa untuk hasil nilai siswa sebelum diterapkan model pembelajaran knisley,dengan nilai sig = 0,197 > sehingga data dari pretest dinyatakan normal. Sedangkan data sesudah diterapkan model pembelajaran knisley, dengan nilai sig = 0,067 > sehingga data dari posttest dinyatakan normal. Uji homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data homogenatau tidak. Uji homegenitas pada penelitian ini menggunakan Uji Levenedengan bantuan program SPSS dengan kriteria pengujian apabila nilai sig > = 0,05 maka varian homogen. Data yang dianalisis dapat diakatakan homogen dengan syarat jika nilai sig > = 0,05. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil ujihomogenitas data pretest dan posttest kelas VII di SMP Negeri 1 Bungoro, diperoleh nilai sig = 0,076 > , sehingga dinyatakan Homogen. Uji Hipotesis Uji Hipotesis menggunakan uji t yang dapat dilakukan dengan syaratdata yang diteliti berdistribusi normal dan homogen. Pengujian hipotesisdimaksudkan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran knisley terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bungoro. Data hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS melalui paired sample t test diperoleh nilai sig = 0,000, sementara taraf signifikan =0,000 < 0,05. Berdasarkan tabel diatas, diperoleh bahwa nilai thitung sebesar-8,086. Kemudian untuk mencari ttabel digunakan rumus yu. nAe1 dimana = 0,05 dan n = 30 sehingga diperoleh nilai ttabel sebesar 2,045, karena thitung > ttabel ( 2,045 > -8,086 ) maka hipotesis H0 ditolak dan hipotesis H1 Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran knisley terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri1 Bungoro. Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 117-127 Harmayanti1*. Herman Alimuddin2. Rahmat Kamaruddin3. Nuramaliyah Ramadhany4 Pembahasan Hasil Penelitian Hasil analisis data secara deskriptif dalam penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bungoro yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran knisley di kategorikan tinggi. Hal ini dapat dilihat dari tiga aspek indikator untuk mencapai efektivitas model pembelajaran Knisley terhadap hasil belajar siswa, yaitu: Hasil belajar siswa Aspek Hasil belajar siswa dihasilkan dari proses pembelajaran yang telah berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran Knisley yang dilakukan melalui soal tes dan dapat dikatakan efektif jika 85% siswa tuntasklasikal. Respon siswa Aspek respon siswa didapat setelah mengikuti proses pembelajaran matmatika dengan menggunakan model pembelajaran Knisley melalui angket respon siswa yang wajib diberikan kepada siswa. Aspek ini dikatakan efektif jika lebih dari 50% siswa merespon positif terhadap angket yang diberikan. Aktivitas siswa Aspek aktivitas siswa dilakukan selama proses pembelajaran dengan cara pemberian angket aktivitas siswa. Maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran knisley efektif diterapkan pada siswa kelas VII H di SMP Negeri 1 Bungoro. Berdasarkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang digunakan di SMP Negeri 1 Bungoro, siswa dikatakan tuntas belajar jika hasil belajarnya telah mencapai Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 117-127 Harmayanti1*. Herman Alimuddin2. Rahmat Kamaruddin3 IV. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar siswa sebelum penerapan Model Pembelajaran Knisley sebesar 57,2 dengan standar deviasi sebesar 13,37. sedangkan skor rata-rata hasil belajar siswa setelah penerapan Model Pembelajaran Knisley sebesar 80,5 dengan standar deviasi sebesar 9,41. Selanjutnya uji NGain diperoleh hasil 0,6 yang menunjukkan berada dalam kategori interval sedang yaitu 0,3 < g O 0,7 sehingga dapat dikatakan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan setelah penerapan model pembelajaran Knisley. Hasil analisis statistika inferensial dengan uji t menggunakan paired sample t test menunjukkan thitung > ttabel . ,045 > -8,. yang dalam artian bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan setelah penerapan Model Pembelajaran Knisley. Selain itu, terdapat peningkatan aktivitas belajar dan respon siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu pembelajaran melalui penerapan model knisley efektif diterapkan pada siswa kelas VII H di SMP Negeri 1 Bungoro. Saran Berdasarkan hasil penelitian ini yang sudah dilakukan, maka peneliti mengajukan saran sebagai berikut: Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi gurumatematika yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran pada operasi bilangan bulat sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Sebelum menggunakan model pembelajaran kinsley pada proses pembelajaran guru sebaiknya terlebih dahulu melakukan simulasi penggunaan sehingga pada penerapannya menjadi lebih efektif di kelas dan lebih efisien dan peserta didik dapat terbiasa untuk melakukan pembelajaran berbasis student center. Semoga dapat mengembangkan judul yang telah diteliti sebelumnya baik dalam perbedaan subjek maupun desain penelitian dikarenakan kurangnya jurnal yang Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 117-127 Harmayanti1*. Herman Alimuddin2. Rahmat Kamaruddin3 DAFTAR PUSTAKA