Konsep Kesejahteraan Sosial dan Perubahan Iklim (Studi Kasus Bank Sampah di Kota Bogor. Jawa Bara. Nurhayati 1* Pudji Muljono 1 Dwi Sadono 1 Departemen Komunikasi Pengembangan Masyarakat. Fakultas Ekologi Manusia. Institut Pertanian Bogor (IPB). Bogor. Indonesia * Korespondensi: nurhayatikomunikasi@gmail. Tel: 62-8236-221-1380 Diterima: 7 November 2023. Disetujui: 20 Mei 2024. Diterbitkan: 25 Mei 2024 Abstrak: Penelitian dilatarbelakangi karena dampak dari perubahan iklim dan kondisi lingkungan yang Kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia khususnya Kota Bogor diakibatkan karena meningkatnya timbunan sampah. Salah satu penyebab meningkatnya sampah karena masih rendahnya kesadaran peduli sampah dikalangan masyarakat, dan juga bertambahnya jumlah penduduk dari tahun ke Hadirnya bank sampah sebagai program pendidikan lingkungan untuk memberdayakan masyarakat agar mampu mengelola sampah diri sendiri secara baik. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh bank sampah menjadi program pendidikan lingkungan dalam pemberdayaan masyarakat sehingga berperilaku peduli Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey, dan didukung oleh data kualitatif dengan metode wawancara. Analisis data menggunakan regresi linear berganda melalui SPSS 25 for window dengan total sampel 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan melalui program bank sampah berpengaruh dalam perilaku peduli sampah bagi masyarakat Kota Bogor. Perubahan perilaku peduli sampah terkategori cukup berhasil. Wujud pemberdayaan masyarakat berperilaku peduli sampah melalui program bank sampah dengan terlibat dan melalukan pengelolaan sampah. Karakteristik masyarakat, dukungan interpersonal, kontribusi masyarakat, dorongan kebijakan, dan pengurus bank sampah berpengaruh dalam pemberdayaan masyarakat untuk berperilaku peduli sampah. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat. Bank Sampah. Masalah Sosial. Perubahan Perilaku Abstract: The research was motivated by the impact of climate change and worrying environmental conditions. The environmental damage in Indonesia, especially in Bogor, is caused by the increasing accumulation of waste. One of the causes of the increase in waste is the low awareness of waste care among the community and the increase in population from year to year. Waste banks are present as an environmental education program to empower people to manage their waste well. The research aims to analyze the influence of waste banks as an environmental education program in empowering the community so that they behave in a way that cares about waste. The research approach uses a quantitative approach with survey methods, and is supported by qualitative data with interview methods. Data analysis used multiple linear regression via SPSS 25 for window with a total sample of 60 people. The research results show that environmental education through the waste bank program influences waste care behaviour for the people of Bogor City. The change in waste care behaviour was categorized as quite successful. A form of empowering the community to behave in a way that cares about waste is through the waste bank program by getting involved and carrying out waste management. Community characteristics, interpersonal support, community contribution, policy encouragement, and waste bank management influence empowering the community to behave in a way that cares about waste. Keywords: Community Empowerment. Waste Bank. Social Problems. Behavior Change Pendahuluan Indonesia merupakan negara dengan sumberdaya alam yang melimpah. Keberagaman masyarakat mulai dari bahasa, budaya, karakteristik, agama, status sosial, pendidikan hingga pekerjaan menjadikan Indonesia sebagai negara yang dikenal dengan multi keberagaman. Tentu hal ini menjadi keeunikan bagi masyarakat Indonesia jika mampu menjadi warga negara yang berperilaku dengan baik di lingkungan sosial secara internal dan eksternal. Akan tetapi pada kenyatannya, https://ejournal. id/index. php/SosioKonsepsia/article/view/3324 DOI : 10. 33007/ska. SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 128 - 142 berbagai masalah sosial itu terjadi, salah satunya masalah lingkungan. Kerusakan lingkungan yang masih terjadi hingga saat ini berhubungan erat dengan perilaku masyarakat dan banyak faktor. Kerusakan lingkungan pula yang menyebabkan pada perubahan iklim dan tatanan kehidupan sosial yang tidak sejahtera. Perubahan iklim menjadi isu yang sangat hangat diperbincangkan (Julismin, dan mengancam kehidupan saat ini (Haryanto & Prahara, 2. Memahami keadaan lingkungan secara baik dapat meminimalisir dampak negatif dari perubahan iklim itu sendiri. Pemahaman terkait lingkungan didapatkan salah satunya melalui, pendidikan lingkungan yang menjadi upaya untuk menimbulkan kesadaran pada masyarakat terkait kepedulian lingkungan serta menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan agar mendapatkan lingkungan dengan kualitas hidup yang lebih baik (Edwin Nurdiansyah & Komalasari, 2. Rendahnya pendidikan lingkungan akan memicu pada permasalahan lingkungan itu sendiri. Terdapat berbagai ragam masalah lingkungan di Indonesia khususnya masalah sampah plastik. Data Kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia, menunjukkan pada tahun 2021 timbulan sampah mencapai 30. 308,50 ton/tahun . , dan Indonesia masuk sebagai negara penyumbang sampah plastik ke-2 terbesar di dunia . Tidak hanya itu, jika membaca data sampah di Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) bahwa produksi sampah mencapai 64 juta ton/tahun dengan komposisi sampah: organik 60 persen. plastik 15 persen. kertas 10 persen. dan metal, kaca, kain, kulit sebesar 15 persen. Jika terkait dengan pengelolaannya, maka sampah tersebut sebanyak 69 persen di buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), 7,5 persen menjadi kompos juga didaur ulang, 5 persen melalui pembakaran terbuka, 10 persen ditimbun, dan 8,5 persen tidak ada perlakuan lebih lanjut . Angka yang membutuhkan perhatian bersama untuk pengelolaan sampah yang lebih bijak dan melestarikan Masalah sampah juga menjadi masalah lingkungan di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat, di mana pada tahun 2019 mencapai 658,10/hari dan 240. 205,33/tahun, sedangkan tahun 2020 meningkat menjadi 673,76/hari dan 245. 922,33/tahun (Kota Bogor Dalam Angka 2. Benar bahwa upaya penyelesaian masalah lingkungan terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak aktor yang berpengaruh dan berperan, mulai dari masyarakat, anak muda, pemerintah serta stakeholder terkait. Meski demikian, dibutuhkan kesadaran dari setiap masyarakat terhadap pengelolaan sampah diri sendiri dan itu menjadi harapan dalam penyelesaian masalah sampah. Kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan . tidak dapat tumbuh tanpa keinginan dan dorongan internal dalam hal ini lewat pembelajaran yang masyarakat dapatkan (Akhrani et al. , 2. Kesadaran untuk peduli terhadap lingkungan salah satu caranya melalui pemberdayaan masyarakat itu sendiri. Pentingnya kesadaran masyarakat kota Bogor untuk berperilaku peduli sampah dengan cara melakukan pengelolaan sampah karena jumlah penduduk meningkat dari tahun 2020 sebanyak 070 jiwa menjadi 1. 359 jiwa di tahun 2021 (Kota Bogor Dalam Angka 2. Nyatanya pertambahan penduduk juga berdampak pada peningkatan sampah yang ditimbulkan. Dengan demikian, masyarakat perlu untuk mendapatkan pembelajaran terkait pengelolaan sampah agar masyarakat memahami bahwa sampah perlu dikelola dengan baik untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Selain itu, adanya kegiatan pengelolaan sampah juga mengajarkan masyarakat untuk berdaya dalam menjaga lingkungan. Kegiatan pengelolaan sampah di Kota Bogor yang melibatkan masyarakat adalah melalui kegiatan bank sampah. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bermaksud menganalisis pengaruh bank sampah dalam pemberdayaan masyarakat peduli lingkungan khususnya masalah sampah di Kota Bogor. Pengaruh pemberdayaan masyarakat dilihat dari kelima aspek perubahan perilaku, mulai dari aspek karakteristik masyarakat, dukungan interpersonal, kontribusi masyarakat, dorongan kebijakan, dan hadirnya pengurus bank sampah sebagai pekerja sosial dalam membantu masyarakat untuk mengelola sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bank sampah sebagai bentuk pendidikan lingkungan untuk pemberdayaan masyarakat agar berperilaku peduli sampah melalui program bank sampah di Kota Bogor. Nurhayati. Pudji Muljono. Dwi Sadono Konsep Kesejahteraan Sosial dan Perubahan Iklim . tudi kasus bank sampah di Kota Bogor. Jawa Bara. SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 128 - 142 Konsep bank sampah dan partisipasi masyarakat Pengelolaan sampah melalui bank sampah merupakan salah satu solusi dalam meminimalisir sampah dan juga bagian dari aksi pengurangan sampah agar tidak semua berakhir ke TPA. Secara aturan terkait pengelolaan sampah sudah diatur dalam peraturan pemerintah pusat yang mengeluarkan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah, mengamanatkan dalam Pasal 5 bahwa pemerintah dan pemerintahan daerah bertugas menjamin terselenggaranya pengelolaan sampah yang baik dan berwawasan lingkungan. Selanjutnya dalam Peraturan Daerah (Perd. Nomor 9 Tahun 2012 pada bagian kedua Pasal 27 ayat 2 . bahwa pemerintah daerah wajib melakukan kegiatan pengembangan pola bank sampah dalam pengelolaan sampah. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian (Suyanto et al. , 2. , bahwa bank sampah menjadi salah satu strategi dari model kebijakan pengelolaan sampah berbasis partisipasi dan pengembangan masyarakat dalam Rumah Pemilahan sampah di RT/RW, kelurahan, dan Bank sampah Kota (Basib. Basiba Mitra bank Gambar 1. Kebijakan pengelolaan sampah di Kota Bogor Sumber : DLH Kota Bogor, 2023. Bank sampah menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat karena bank sampah menjadi salah satu solusi dalam pengelolaan sampah. Secara kinerja, masyarakat bisa memilah dan Aumenabung sampahAy atau menabung hasil penjualan sampah di bank sampah yang ada di lokasi tempat tinggal. Sebelumnya, masyarakat diajarkan untuk memilah sampah sesuai dengan jenisnya dan Aumenabung sampahAy tersebut ke bank sampah. Lalu sampah yang masyarakat tabung tersebut selanjutnya dijual ke mitra . engepul sampa. untuk dilakukan pengolahan lebih lanjut. Bisa dipahami bahwa kinerja ini sedikit banyaknya membantu pengelolaan sampah secara lebih baik dan berdampak pada keadaan lingkungan yang baik pula. Secara sekilas pada Gambar 1 telah disajikan kebijakan pengelolaan sampah di Kota Bogor. Mengingat kegiatan pengelolaan sampah membutuhkan partisipasi masyarakat maka dibutuhkan pendampingan dan bimbingan terlebih dahulu dalam kegiatan tersebut. Manusia . yang pada dasarnya adalah makhluk ruhaniah yang diberi bungkus jasad biologis (Universitas Padjajaran. Jawa Barat. Indonesia/Taftazani et al. , 2. , di mana ada pekerjaan sosial . egiatan pengelolaan sampa. yang mengawali pendekatan antar makhluk sosial tersebut. Pengelolaan sampah melalui bank sampah tentu membutuhkan partisipasi masyarakat. Hadirnya kesadaran untuk berperilaku peduli sampah salah satunya dengan ikut serta Aumenabung sampahAy. Kesadaran tumbuh berkaitan dengan dimensi agama dan spiritual di dalam sebuah pekerjaan sosial (Schmid & Sheikhzadegan. Partisipasi juga membutuhkan kolaborasi dan dukungan bersama untuk membuat masyarakat lebih aktif dan mampu menyelesaikan masalah sosial yang terjadi dalam kehidupan mereka. Konsep Green Social Work (GSW) Nurhayati. Pudji Muljono. Dwi Sadono Konsep Kesejahteraan Sosial dan Perubahan Iklim . tudi kasus bank sampah di Kota Bogor. Jawa Bara. SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 128 - 142 Sosial ekologi secara umum di Indonesia harus menjadi perhatian khusus dalam berbagai elemen Sosial ekologi yang baik adalah tentang kesejahteraan sosial yang seharusnya dirasakan oleh banyak orang. Akan tetapi nyatanya berbagai permasalahan sosial ekologi terus terjadi dan dampaknya mulai terasa dari segi menurunnya kualitas lingkungan. Tentu hal ini tidak terlepas dari perilaku masyarakat sebagai makhluk sosial, termasuk perilaku dalam pengelolaan sampah melalui bank sampah. (Andari, 2. , menyampaikan bahwa salah satu perilaku adalah terkait masalah Hasil penelitian terkait kondisi sosial sebelumnya disampaikan juga oleh (Fajar & Darwis, 2. , bahwa kondisi sosial masyarakat Indonesia mengalami permasalahan yang kompleks. Kondisi sosial yang bermasalah mengakibatkan kualitas kesejahteraan sosial menjadi rendah (Dominelli, 2014. Haris, 2018. Banks, 2021. Fatkhullah, et al, 2. Pekerjaan sosial menjadi profesi yang relevan dalam menyelesaikan masalah sosial ekologi saat ini, mengingat pekerja sosial tidak hanya melakukan penanganan pada masalah kesejahteraan sosial semata melainkan permasalahan lingkungan yang begitu komplek (Iskandar, 2. Praktik pekerjaan sosial sudah disampaikan dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2019 tentang Pekerja Sosial, dapat dipahami bahwa penyelenggaraan pertolongan profesional yang terencana, terpadu, berkesinambungan dan tersupervisi memang harus dilaksanakan untuk mencegah disfungsi sosial serta memulihkan dan meningkatkan keberfungsian sosial individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat. Bermakna sama dengan yang disampaikan (Payne, 2. , bahwa peran pekerja sosial dibutuhkan sebagai perantara dan membantu masyarakat mengatasi berbagai persoalan sosial, termasuk membantu masyarakat untuk pemberdayaan dan pengembangan melalaui penyusunan program secara tepat. Hal ini juga sesuai dengan pernyataan (Ratnasari & Koestoer, 2. , bahwa kehadiran pekerja sosial atau ahli dibidang kesejahteraan sosial mempunyai peran penting terkait isu lingkungan, secara khusus isu sampah. Penelitian yang melibatkan konsep Green Social Work (GSW) atau pekerjaan sosial dalam bidang pelestarian lingkungan masih sedikit dilakukan di Indonesia (Purwowibowo et al. , 2. , padahal dalam menangani masalah lingkungan, pekerja sosial telah memiliki legitimasi yang baik (Santoso et , 2. Green Social Work disebutkan sebagai bentuk praktik pekerjaan sosial profesional yang berfokus pada saling ketergantungan diantara individu serta peran pekerja sosial dalam upaya pelestarian lingkungan sebagai fasilitator, edukator, motivator, mediator, dan inisiator (Ramdani. Istilah lain dari GSW adalah politik hijau dan konservasi sebagai gerakan dalam menyelesaikan masalah lingkungan . Pendekatan Green Social Work sebagai bentuk tindakan untuk menentukan solusi dalam penyelesaian masalah sosial ekologi di masyarakat (Ramdani, 2. Terdapat tiga aspek dalam intervensi GSW yaitu sosial, eknomi, dan lingkungan (Gambar . Sosial Ekonomi Lingkungan Gambar 2. Model intervensi Proses intervensi sosial terhadap komunitas . dilakukan dengan kelas motivasi dan kampanye sosial terkait permasalahan lingkungan (Thompson, 2. Adapun sikap pertama yang harus dimiliki oleh pekerja sosial profesional yang bertugas pada pengelolaan lingkungan adalah Aopositive-greensAo, yang bermaksud mengurangi tindakan manusia dalam kerusakan lingkungan (Glajchen et al. , 2. Sikap kedua adalah Aowate-watchersAo, yang bermaksud perilaku peduli lingkungan dengan melakukan pengelolaan/daur ulang dari apa yang telah digunakan oleh manusia (Achmad. Oleh sebab itu, sangat penting memperhatikan tiga aspek intervensi yakni sosial, ekonomi, dan Nurhayati. Pudji Muljono. Dwi Sadono Konsep Kesejahteraan Sosial dan Perubahan Iklim . tudi kasus bank sampah di Kota Bogor. Jawa Bara. SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 128 - 142 lingkungan, serta tindakan intervensi ini dapat berjalan secara kontinyu dengan tujuan umum adalah peningkatan kesejahteraan sosial berbasis lingkungan (Milner et al. , 2. Kesejahteraan sosial pembangunan berbasis lingkungan merupakan konsep yang berlandasarkan pada hakikat manusia, karena manusia merupakan pelaksana awal hingga akhir dari sebuah pembangunan yang dirancang (Achmad, 2. Pekerja sosial memiliki hubungan dengan perubahan iklim (Cumby, 2. terdapat peran pekerja sosial dalam mengelola dampak perubahan iklim (Shokane, 2. GWS atau pekerja sosial dalam kegiatan pengelolaan sampah melalui bank sampah khususnya di Kota Bogor dimaknai sebagai pengurus bank sampah. Pengurus bank sampah yang mempunyai pemahaman lebih terkait pengelolaan sampah dan menjadi fasilitator dalam membantu masyarakat mendapatkan pendidikan lingkungan melalui program bank sampah. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan (Aulia et al. , 2. , bahwa perlu adanya pengelolaan sampah yang baik untuk menekan timbulnya pencemaran maupun kerusakan lingkungan lebih lanjut. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan metode survei. Data primer dikumpulkan dari bulan Maret sampai Mei 2023. Populasi dari penelitian ini adalah masyarakat yang bergabung dengan bank sampah sebanyak 200 orang. Lalu yang menjadi responden penelitian sebanyak 60 orang yang terdiri tiga pengurus inti . ara pengambilannya secara sensus di masing-masing kelompo. dan sisanya masyarakat yang dipilih secara acak dalam bank sampah. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi langsung ke Analisis data secara regresi linear berganda untuk menguji pengaruh dari karakteristik masyarakat, dukungan interpersonal, kontribusi masyarakat, dorongan kebijakan, dan pengurus bank sampah terhadap perilaku peduli sampah melalui program bank sampah di Kota Bogor. Analisis data menggunakan program SPSS 25 for windows. Adapun hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian (Sugiyono, 2. , telah tersaji pada Tabel 1. Tabel 1. Uji Hipotesis Aspek Penelitian Pengelolaan Sampah Kota Bogor Tahun 2023 Hipotesis Jalur Karakteristik nasabah (X. berpengaruh nyata terhadap perilaku peduli sampah Dukungan interpersonal (X. berpengaruh nyata terhadap perilaku peduli sampah Kontribusi masyarakat (X. berpengaruh nyata terhadap perilaku peduli sampah Dorongan kebijakan (X. berpengaruh nyata terhadap perilaku peduli sampah Pengurus nank sampah (X. berpengaruh nyata terhadap perilaku peduli sampah Sumber: hasil interpretasi penulis, 2023. Hasil Karakteristik Masyarakat Karakteristik masyarakat yang bergabung dengan bank sampah didominasi oleh perempuan sebanyak 32 orang dan laki-laki 28 orang (Tabel . Sebagian besar masyarakat termasuk pada rentang usia dewasa . -45 tahu. diikuti kategori usia tua (>45 tahu. Sisanya sebanyak 2 persen pada rentang usia muda . -25 tahu. Mayoritas masyarakat . berpendidikan SMP sampai SMA, diikuti berpendidikan tinggi dengan jenjang diploma hingga pascasarjana sebanyak 27 persen, dan sisanya tidak sekolah hingga SD sebanyak 7 persen. Hal ini menggambarkan bahwa pendidikan masyarakat yang bergabung dengan bank sampah sudah relatif baik. Nurhayati. Pudji Muljono. Dwi Sadono Konsep Kesejahteraan Sosial dan Perubahan Iklim . tudi kasus bank sampah di Kota Bogor. Jawa Bara. SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 128 - 142 Intensitas pendidikan nonformal dalam 2 tahun terakhir diukur dari masyarakat yang mengikuti kegiatan berhubungan dengan pengelolaan sampah. Sebagian besar masyarakat . mengikuti pendidikan nonformal pada kategori rendah yaitu dari tidak mengikuti sampai dengan mengikuti sebanyak maksimal 10 kali kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan sampah. Sisanya termasuk kategori sedang, dan diikuti oleh kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pendidikan nonformal yang berkaitan dengan pengelolaan sampah relatif jarang diikuti oleh Pendapatan per bulan masyarakat sebagian besar termasuk pada kategori berpendapatan rendah yaitu dari dua ratus ribu rupiah sampai dengan tiga juta rupiah sebanyak 80 persen. Sisanya termasuk berpendapatan sedang dari tiga juta rupiah sampai dengan enam juta rupiah, diikuti oleh masyarakat yang berpendapatan tinggi yaitu dari enam juta rupiah sampai dengan sepuluh juta Tabel 2. Distribusi Karakteristik Masyarakat Bank Sampah di Kota Bogor Tahun 2023 Karakteristik Individu Jenis Kelamin Usia . Pendidikan Formal Intensitas Pendidikan Nonformal . Pendapatan . Lamanya tinggal . Motivasi masyarakat Kategori Laki-laki Perempuan Muda . Dewasa . Tua (>. Rendah . idak sekolahSD) Sedang (SMP-SMA) Tinggi (S1/S2/S. Rendah . Sedang . Tinggi . Rendah . -3j. Sedang . -6j. Tinggi . -10j. Baru . -10t. Sedang . -20t. Lama (>20t. Rendah Sedang Tinggi Kota Bogor Persen (%) Sumber: data diolah, 2023. Aspek karakteristik masyarakat untuk lamanya tinggal di Kota Bogor, sebagian besar masyarakat . telah lama tinggal di Kota Bogor. Sisanya merupakan pendatang yang tinggal belum lama di Kota Bogor yaitu kurang dari 10 tahun. Selain karakteristik, terdapat juga motivasi masyarakat bergabung menjadi nasabah dari bank sampah. Data pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa sebagian besar masyarakat memiliki motivasi tinggi untuk bergabung dengan bank sampah . , sisanya sebanyak 34 persen mempunyai motivasi yang sedang untuk bergabung dengan bank sampah di lingkungan tempat tinggal. Bagi sebagian masyarakat, kualitas lingkungan yang baik akan dapat membawa kebaikan di masa mendatang. Dukungan Interpersonal Seseorang berpartisipasi karena dipengaruhi oleh apapun dan siapapun yang ada di lingkungan kehidupan sehari-hari (McKee et al. , 2. Pada Tabel 3, disajikan data tentang sebaran dari dukungan interpersonal pada masyarakat yang bergabung dengan bank sampah. Nurhayati. Pudji Muljono. Dwi Sadono Konsep Kesejahteraan Sosial dan Perubahan Iklim . tudi kasus bank sampah di Kota Bogor. Jawa Bara. SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 128 - 142 Tabel 3. Sebaran Dukungan Interpersonal pada Masyarakat Bank Sampah di Kota Bogor Tahun 2023 Kategori Interaksi keluarga Persen (%) Rendah Sedang Tinggi Total Sumber data diolah, 2023. Tradisi yang Persen (%) Dukungan lingkungan sosial Persen (%) Hasil sebaran di atas menunjukkan bahwa masyarakat memiliki dukungan interpersonal yang tinggi, terutama pada aspek tradisi yang berlaku di lingkungan tempat tinggal . , diikuti dukungan lingkungan sosial . , dan interaksi keluarga . Hadirnya peraturan dari masing-masing kelurahan bernilai tinggi terhadap dukungan bank sampah. Pentingnya dukungan dari tradisi yang diberlakukan dalam aktivitas bank sampah juga disampaikan (Ivakdalam & Far, 2. , bahwa dukungan lingkungan maupun tradisi yang berlaku di lingkungan tersebut berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui bank sampah. Begitu halnya dengan dukungan lingkungan sosial maupun respon dari masyarakat setempat terbilang sangat baik karena masyarakat ikut menabung sampah di bank sampah. Temuan ini menunjukkan bahwa pentingnya lingkungan sosial yang baik untuk membentuk perubahan perilaku di lingkungan Meski demikian, dari hasil survei juga ditemukan, bahwa masih ada anggota keluarga dari responden yang belum tergabung dalam nasabah bank sampah. Terkait dengan interaksi keluarga yang mendukung anggota keluarga bergabung dengan bank sampah dilihat dari keluarga ikut memilah hingga menabung. Hasil penelitian (Wijayanti et al. , 2. mengungkapkan bahwa perubahan perilaku seseorang berhubungan dengan dukungan yang didapatkan dari orang-orang yang ada disekitar mereka. Terkait interaksi keluarga menjadi penting dalam aktivitas bank sampah juga disampaikan dalam hasil penelitian (Ankesa et al. , 2. , yang mengungkapkan bahwa tingkat dukungan keluarga berhubungan dengan tingkat partisipasi ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah. Dapat dipahami bahwa, individu cenderung berpartisipasi karena adanya dukungan dari lingkungan masing-masing. Hal ini juga sesuai dnegan hasil penelitian (Supratman, 2. , bahwa komunikasi menjadi paling kuat dan kokoh untuk membangun ikatan dalam sebuah keluarga. Kontribusi Masyarakat Masyarakat akan merasakan program yang direncanakan bila mereka dilibatkan sedari awal sebagai bagian yang aktif dalam program tersebut (Herutomo & Istiyanto, 2. Partisipasi tokoh masyarakat Kota Bogor sebagian besar . sudah relatif berpartisipasi dalam kegiatan bank Hal ini membuktikan bahwa, sudah ada partisipasi tokoh masyarakat dalam mendukung keberlanjutan bank sampah di masing-masing daerah. Sisi lain, partisipasi tokoh masyakarakat menjadi penting, sebagaimana hasil penelitian (Wardani, 2. , menyebutkan bahwa tokoh masyarakat mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pemberdayaan masyarakat (Tabel . Nurhayati. Pudji Muljono. Dwi Sadono Konsep Kesejahteraan Sosial dan Perubahan Iklim . tudi kasus bank sampah di Kota Bogor. Jawa Bara. SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 128 - 142 Tabel 4. Kontribusi Masyarakat terhadap Masyarakat Bank Sampah di Kota Bogor Kategori penilaian Partisipasi tokoh masyarakat Persen (%) Kerjasama mitra Persen (%) Rendah Sedang Tinggi Total Sumber data diolah, 2023. Berdasarkan Tabel 4, terkait dengan kerjasama mitra yang terjadi dalam kegiatan bank sampah sudah relatif berjalan baik . Kerjasama mitra yang ada dalam bank sampah membantu masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kerjasama mitra yang mendukung pada kemudahan responden dalam pengelolaan sampah juga disampaikan dalam hasil penelitian Santi et al. , . bahwa kerjasama dengan mitra dapat menjadi peluang untuk keberlanjutan pengelolaan bank sampah. Mitra ini yang kemudian menjadi perpanjangan tangan untuk pengelolaan sampah yang dikumpulkan oleh masyarakat. Dorongan Kebijakan Dorongan kebijakan terkait bank sampah di Kota Bogor terkategori tinggi pada aspek ketersediaan sarana dan prasarana dinilai 76 persen, diikuti aspek regulasi dinilai 60 persen, dan terkategori sedang pada aspek media komunikasi dinilai 68 persen. Pentingnya ketersediaan sarana dan prasarana juga disampaikan dalam hasil penelitian (Anggraini, 2. , menyampaikan bahwa bank sampah yang memiliki sarana dan prasarana yang lengkap merupakan kunci keberhasilan program bank sampah. Selanjutnya berhubungan dengan hasil penelitian (Widiyanti et al. , 2. , bahwa salah satu strategis yang direkomendasikan dalam pengelolaan bank sampah yaitu ketersediaan sarana dan prasarana dalam menjalankan aktivitas bank sampah (Tabel . Tabel 5. Dorongan Kebijakan Terkait Bank Sampah di Kota Bogor Tahun 2023 Kategori Aspek regulasi Persen (%) Rendah Sedang Tinggi Total Sumber data diolah, 2023. Media komunikasi Persen (%) Ketersediaan sarana dan prasarana Persen (%) Pada aspek regulasi. Pemda Kota Bogor telah mengeluarkan peraturan terkait pengelolaan sampah dalam Perda Nomor 9 Tahun 2012 pada bagian kedua pasal 27 ayat 2 . bahwa pemerintah daerah wajib melakukan kegiatan pengembangan pola bank sampah dalam pengelolaan Tingginya aspek regulasi terkait pengelolaan sampah di Kota Bogor dinyatakan oleh 60 persen responden, mendukung pada aktivitas bank sampah. Bank sampah juga menjadi salah satu strategi dari model kebijakan pengelolaan sampah berbasis partisipasi dan komunitas (Suyanto et al. , 2. Terkait hal ini sebelumnya dipertegas dalam peraturan pemerintah pusat dalam Undang-undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mengamanatkan dalam Pasal 5 bahwa pemerintah dan pemerintahan daerah bertugas menjamin terselenggaranya pengelolaan sampah yang baik dan berwawasan lingkungan. Pada Pasal 6 disebutkan tentang menumbuh kembangkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah . pengelolaan sampah dan memfasilitasi penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan sampa . uruf Nurhayati. Pudji Muljono. Dwi Sadono Konsep Kesejahteraan Sosial dan Perubahan Iklim . tudi kasus bank sampah di Kota Bogor. Jawa Bara. SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 128 - 142 Selanjutnya, mengkomunikasikan kebijakan juga penting agar dipahami dan diterima baik oleh masyarakat sehingga perilaku peduli sampah pada masyarakat terwujud. Grup WhatsApp (WAG), menjadi media komunikasi yang digunakan oleh sesama anggota bank sampah maupun untuk komunikasi dengan pengurus bank sampah, sejauh ini berjalan relatif aktif dinyatakan oleh 68 persen Media komunikasi yang tepat menjadi jembatan komunikasi antara nasabah dan pengurus bank sampah. Hal ini sejalan dengan penelitian (Lakshmikantha & Malur, 2. , bahwa sangat penting peranan media sebagai penyebaran informasi untuk membangkitkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Tentu tidak hanya dukungan dari peraturan dan media komunikasi yang penting dalam perubahan perilaku masyarakat, ketersediaan sarana dan prasarana juga penting untuk memudahkan masyarakat dalam menabung sampah. Ketersediaan sarana dan prasarana bank sampah di Kota Bogor sudah tinggi dinilai oleh 76 persen masyarakat. Bentuk sarana yang disediakan bank sampah adalah kantong pilah, buku tabungan, dan timbangan. Untuk prasarananya adalah tempat penampungan sampah di lokasi tempat tinggal masyarakat. Pengurus Bank Sampah Terkait dengan pengurus bank sampah secara keseluruhan dinilai sudah terkategori baik. Berdasarkan data pada Tabel 6 disajikan bahwa pada aspek tanggung jawab pengurus bank sampah dinilai baik atau terkategori tinggi oleh 55 persen masyarakat, sementara pada aspek keterbukaan pengurus bank sampah dinilai cukup terbuka dalam berbagai informasi oleh 67 persen masyarakat, dan peranan pengurus bank sampah dalam kegiatan pengelolaan sampah masyarakat menilai pada kategori sedang . Tabel 6. Sebaran Pengurus Bank Sampah di Kota Bogor Kategori Tanggung jawab pengurus Rendah Sedang Tinggi Total Sumber data diolah, 2023. Persen (%) Keterbukaan pengurus Persen (%) Peranan pengurus Persen (%) Tanggung jawab pengurus bank sampah di Kota Bogor telah melaksanakan tanggung jawab dengan sangat baik diantaranya dinilai dari menginformasikan pentingnya perilaku peduli sampah, tersedianya sarana dan prasarana dalam kegiatan pengelolaan sampah. Hasil penelitian dari (Fikriyyah, 2. , menyebutkan bahwa tanggung jawab pengurus bank sampah mempengaruhi dan menyebabkan perubahan perilaku terhadap pengelolaan sampah. Hal ini memberi makna bahwa, tanggung jawab pengurus bank sampah secara baik dapat mengelola keberlanjutan program bank Begitu juga dengan keterbukaan pengurus bank sampah telah memberikan informasi secara terbuka dan relatif baik yang dinilai dari mengajak atau menginformasikan terkait keberadaan bank sampah, mengirim berbagai informasi via telepon seluler kepada masyarakat/anggota bank sampah, serta kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pengelolaan sampah. hal ini berbeda dengan hasil penelitian dari (Nispawijaya & Nasdian, 2. , menyampaikan bahwa hubungan antara partisipasi keanggotaan bank sampah terhadap perubahan perilaku pengelolaan sampah itu rendah. Selain pentingnya tanggung jawab dan keterbukaan penggurus, hadirnya peranan yang selama ini telah diberikan oleh pengurus bank sampah relatif baik kepada masyarakat. Hal ini dinilai dari peranan segi mengajak untuk melakukan pengelolaan sampah, membuka konsultasi atau diskusi pengelolaan sampah, menginformasikan jika ada kesalahan dalam pemilahan sampah, dan Nurhayati. Pudji Muljono. Dwi Sadono Konsep Kesejahteraan Sosial dan Perubahan Iklim . tudi kasus bank sampah di Kota Bogor. Jawa Bara. SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 128 - 142 memberikan bentuk apresiasi atau penghargaan kepada anggota bank sampah yang mampu mengelola sampahnya secara baik. Pembahasan Kesadaran Masyarakat Berperilaku Peduli Sampah Perilaku peduli sampah dalam suatu komunitas kegiatan pengelolaan sampah ditentukan pada pengalaman masa lalu, persepsi, keinginan jangka panjang, serta pemahaman lingkungan yang dimiliki oleh masing-masing masyarakat (Fliert, 2. Berdasarkan data perilaku peduli sampah pada masyarakat yang mengikuti program bank sampah bernilai tinggi. Di mana untuk aspek keikutsertaan masyarakat dalam mengurangi sampah dinilai oleh 55 persen masyarakat, dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah dinilai oleh 68 persen masyarakat (Tabel . Data lapangan didapatkan bahwa dominan masyarakat sudah bergabung dalam program bank sampah 3-4 tahun sebesar 45 persen masyarakat. Masyarakat yang sudah bergabung 5-8 tahun sebesar 43 persen masyarakat, dan yang sudah bergabung selama 1-2 tahun sebesar 12 persen masyarakat. Lamanya masyarakat bergabung dalam bank sampah berpengaruh pada keterlibatan masyarakat dalam mengurangi sampah dan keterlibatan dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Kesadaran masyarakat untuk berperilaku peduli sampah dinilai dari seberapa jauh ikut serta terlibat dan lamanya masyarakat melakukan pengelolaan sampah melalui program bank sampah. Mengingat lagi bahwa perilaku peduli sampah ini merupakan bagian dari perilaku peduli lingkungan. Program bank sampah mengajarkan masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah menjadi bagian dari pendidikan lingkungan, sehingga adanya rasa untuk berperilaku peduli lingkungan. Hal ini sebagaimana disampaikan (Arif et al. , 2. , bahwa pendidikan adalah sebuah usaha sadar yang dilakukan oleh seseorang untuk menemukan kebenaran yang mutlak secara kritis dan objektif. Ikut serta dalam program bank sampah untuk melakukan pengelolaan sampah dinilai masyarakat sadar akan pentingnya perilaku peduli sampah. Tabel 7. Perilaku Peduli Sampah pada Masyarakat Bank Sampah di Kota Bogor Tahun 2023 Keikutsertaan mengurangi sampah Persen (%) Rendah Sedang Tinggi Total Sumber data diolah, 2023. Kategori Keterlibatan pengelolaan sampah Persen (%) Kategori Baru Sedang Lama Total Lamanya menjadi Persen (%) Keterangan: Baru . -2 tahu. Sedang . -4 tahu. , dan Lama . -8 tahu. Pembentukan kesadaran masyarakat berperilaku peduli sampah juga didukung oleh Green Social Work (GSW) atau pekerja sosial yang dalam kasus ini dikenal sebagai pengurus bank sampah dan pihak-pihak yang terkait dalam pengelolaan sampah. Pekerja sosial hadir memberi program pemberdayaan masyarakat melalui program bank sampah. Sebagaimana disampaikan (Ramdani, 2. , bahwa pendekatan pekerja sosial sebagai bentuk tindakan untuk menentukan solusi dalam penyelesaian masalah sosial ekologi di masyarakat, dalam hal ini sampah. Salah satu solusi tersebut bisa dimaknai adalah program bank sampah. Pengaruh Program Bank Sampah dalam Membangun Perilaku Peduli Sampah Uji pengaruh bank sampah dalam membangun perilaku peduli sampah dilakukan pada lima varibel independen yang terdiri dari motivasi masyarakat (X. dukungan interpersonal (X. kontribusi masyarakat (X. dorongan kebijakan (X. dan pengurus bank sampah (X. terhadap variabel dependen yaitu perilaku peduli sampah pada masyarakat Kota Bogor (Y). Pengujian pengaruh dilakukan secara parsial . asing-masin. dan simultan . Sebanyak 60 masyarakat menjadi Nurhayati. Pudji Muljono. Dwi Sadono Konsep Kesejahteraan Sosial dan Perubahan Iklim . tudi kasus bank sampah di Kota Bogor. Jawa Bara. SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 128 - 142 responden dan taraf signifikansi . sebesar 0,05 . %). Hasil pengujian pengaruh yang dilakukan secara parsial dan simultan (Tabel . , menunjukkan bahwa semua variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan perilaku peduli sampah pada masyarakat Kota Bogor. Tabel 8. Pengaruh Program Bank Sampah dalam Membangun Perilaku Peduli Sampah . ecara parsial dan simulta. di Kota Bogor Hipotesis Jalur R Square P Value Motivasi masyarakat (X. berpengaruh nyata terhadap perilaku peduli sampah (Y) Dukungan interpersonal (X. berpengaruh nyata terhadap perilaku peduli sampah (Y) Kontribusi masyarakat (X. berrpengaruh nyata terhadap perilaku peduli sampah (Y) Dorongan kebijakan (X. berpengaruh nyata terhadap perilaku peduli sampah (Y) Pengurus bank sampah (X. berpengaruh nyata terhadap perilaku peduli sampah (Y) H1. H2. H3. H4, dan H5 Motivasi masyarakat (X. , dukungan interpersonal (X. , kontribusi masyarakat (X. , dorongan kebijakan (X. , dan pengurus bank sampah (X. berpengaruh nyata terhadap perilaku peduli sampah (Y) Kategori Secara Secara Sumber data diolah, 2023. Keterangan: (*) terdapat pengaruh, nilai P Value < 0,05 hipotesis diterima. Karakteristik nasabah dalam hal ini khusus motivasi nasabah berpengaruh signifikan terhadap perilaku peduli sampah pada nasabah bank sampah khususnya di Kota Bogor. Motivasi nasabah yang mempengaruhi perilaku peduli sampah salah satu tujuan karena untuk mendukung lingkungan menjadi lebih baik, bersih dan sehat. Dukungan interpersonal berpengaruh terhadap perilaku peduli Saat nasabah bank sampah mendapat dukungan dari keluarga maka tingkat semangat dalam mengelola sampah diri sendiri menjadi tinggi. Membuktikan juga penelitian (Ankesa et al. , 2. , yang menyampaikan bahwa tingkat dukungan keluarga . berhubungan dengan tingkat partisipasi dalam pengelolaan sampah. Selanjutnya kemudahan nasabah bank sampah karena adanya kerjasama mitra sesuai dengan hasil penelitian (Posmaningsih, 2. , yang mengungkapkan bahwa pengetahuan, sikap, fasilitas, lembaga lokal, dan manfaat ekonomi secara bersama-sama sebagai faktor yang memberikan kontribusi terhadap partisipasi masyarakat. Hadirnya bank sampah di lingkungan tempat tinggal menjadi wadah bagi nasabah untuk membentuk pemahaman dan kegiatan pengelolaan sampah. Ketersediaan kantong pilah sampah, timbangan untuk menimbang sampah, dan bank sampah sebagai pihak pertama yang menampung sampah dari masyarakat . asabah bank sampa. dinilai cukup penting dalam mendukung perilaku peduli sampah. Terkait aspek regulasi yang dinilai penting dalam perubahan perilaku masyarakat sesuai dengan hasil penelitian dari bank sampah juga menjadi salah satu strategi dari model kebijakan pengelolaan sampah berbasis partisipasi dan komunitas (Suyanto et al. , 2. Perubahan perilaku karena adanya media komunikasi yang efektif antar masyarakat juga sesuai dengan hasil penelitian (Cerya & Evanita, 2. , mengungkapkan bahwa perubahan perilaku nasabah bank sampah yang dilakukan secara komunikasi personal lebih berpengaruh daripada secara komunikasi massa. Nurhayati. Pudji Muljono. Dwi Sadono Konsep Kesejahteraan Sosial dan Perubahan Iklim . tudi kasus bank sampah di Kota Bogor. Jawa Bara. SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 128 - 142 Media komunikasi yang dipilih oleh pengurus bank sampah dalam berkomunikasi dengan masyarakat bank sampah adalah secara langsung dan melalui WAG, baik di saat penimbangan sampah dan kegiatan pengelolaan sampah. Ketersediaan sarana dan prasarana yang sudah tersedia di bank sampah juga ikut mempengaruhi kesediaan masyarakat dalam mengelola sampah. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian (Hermawan et al. , 2. , yang menemukan bahwa ketersediaan fasilitas memiliki hubungan dengan partisipasi dari masyarakat. Maka tingkat ketersediaan sarana prasarana yang ada di wilayah penelitian sejauh ini sudah sesuai, hanya saja masih terbatas dalam Beragamnya karakteristik nasabah membutuhkan dukungan pengurus bank sampah dalam mengajak dan memberikan pengetahuan terkait tata cara pengelolaan sampah dalam hal ini menabung sampah. Dukungan pengurus bank sampah bernilai dalam partisipasi masyarakat bank sampah. Berdasarkan data kualitatif, bahwa peranan pengurus bank sampah dalam memberikan informasi atau pelatihan pengelolaan sampah selalu disambut baik oleh masyarakat karena dominan masyarakat masih berpengetahun rendah terkait pengelolaan sampah. Oleh sebab itu, dapat dipahami bahwa kesesuaian dari tugas pengurus bank sampah sangat dibutuhkan dalam perubahan perilaku. Hal ini nyatanya sesuai dengan penelitian (Aisa et al. , 2. , bahwa upaya penyelesaian masalah lingkungan terkait sampah membutuhkan bimbingan dari pelaksana program. Sehingga dapat dipahami bahwa, peranan pengurus bank sampah sangat dibutuhkan oleh masyarakat bank sampah. Kesejahteraan Sosial Kesejahteraan sosial bisa dipahami sebagai suatu kondisi yang harus dipenuhi oleh seleuruh masyarakat dalam menjalani kehidupan sosial. Kesejahteraan ini mulai dari segi ekonomi, sosial, budaya hingga lingkungan. Kesejahteraan sosial yang bisa maknai secara khusus dengan melihat masalah lingkungan khususnya sampah di Kota Bogor adalah sejahtera saat timbunan sampah tidak meningkat karena adanya pengelolaan sampah salah satunya melalui bank sampah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah disampaikan di atas bahwa pengelolaan sampah yang dilakukan oleh masyarakat di Kota Bogor adalah melalui program bank sampah. Didapatkan bahwa ada beragam faktor yang mendukung pengelolaan sampah diikuti baik oleh masyarakat mulai dari karakteristik masyarakat itu sendiri, dukungan interpersonal . , kontribusi masyarakat, dorongan kebijakan, dan kinerja pengurus bank sampah. Faktor-faktor inilah yang memberikan pendidikan lingkungan . erkait sampa. , lalu masyarakat berdaya dalam pengelolaan sampah yang dihasilkan oleh diri sendiri. Sisi lain, kesejahteraan sosial dalam program bank sampah adalah terkait dengan adanya nilai ekonomi yang masyarakat dapatkan dari hasil penjualan sampah. Nyatanya masyarakat dengan bergabung menjadi anggota bank sampah, tidak hanya soal menjaga lingkungan namun juga mendapat banyak manfaat salah satunya adalah penambahan pendapatan dari hasil penjualan Masyarakat merasakan langsung manfaat menjadi anggota bank sampah sebagaimana disampaikan oleh NRT sebagai salah satu nasabah bank sampah bahwa: Semakin ke sini saya merasakan banyak manfaat bergabung menjadi anggota bank sampah. Uang saya dapat dari hasil penjualan sampah, saya tidak perlu lagi membayar uang iuran untuk mengangkut sampah karena semua sampah sudah saya jual ke bank sampah. Selain itu, saya mulai tahu juga memilah sampah itu mudah, mungkin awal-awal iya susah karena belum paham jenis sampahnya, tapi lama-lama mudah sendiri. Pernyataan di atas memberi makna bahwa kesejahteraan sosial dalam hal lingkungan yang sehat tanpa timbunan sampah dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang sudah mengikuti kegiatan pengelolaan sampah melalui program bank sampah. Meski sebenarnya masyarakat yang belum bergabung dengan bank sampah juga dapat merasakan manfaat secara tidak langsung dari kegiatan pengelolaan sampah ini. Semua masyarakat sadar kerusakan lingkungan yang berdampak pada perubahan iklim memberikan keadaan lingkungan yang tidak nyaman bagi banyak orang. Oleh sebab itu, sampah yang menjadi Nurhayati. Pudji Muljono. Dwi Sadono Konsep Kesejahteraan Sosial dan Perubahan Iklim . tudi kasus bank sampah di Kota Bogor. Jawa Bara. SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 128 - 142 salah satu masalah lingkungan harus dikelola secara pelan-pelan agar tidak memberi dampak buruk bagi lingkungan. Mengingat masalah sampah menjadi masalah dominan yang dihadapi oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari (Dobiki, 2. Maka pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui bank sampah seyogyanya harus terus dilanjutkan agar kualitas lingkungan yang baik bisa dirasakan oleh banyak orang. Kesimpulan Perilaku peduli lingkungan khususnya perilaku peduli sampah menjadi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang baik dan bertujuan untuk meminimalisir dampak perubahan iklim. Green Social Work . ekerja sosia. dalam hal ini adalah pengurus bank sampah dalam memberikan pendidikan lingkungan bagi masyarakat melalui program dan kegiatan bank sampah. lingkungan ini bertujuan untuk memberdayaan masyarakat dalam menjaga lingkungan dengan mengelola sampah diri sendiri. Terdapat pengaruh dari motivasi masyarakat bergabung dengan bank sampah, dukungan interpersonal, kontribusi masyarakat, dan dorongan kebijakan dalam pembentukan perilaku peduli sampah. Kegiatan pengelolaan sampah yang masyarakat lakukan melalui program bank sampah bernilai efektif dalam meminimalisir timbunan sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal ini tentu memberi dampak positif pada keadaan lingkungan yang lebih baik dan meminimalisir dampak dari perubahan iklim bagi seluruh masyarakat. Saran Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan lingkungan dengan program bank sampah perlu diperluas baik di Kota Bogor dan daerah lainnya. Bagi pemerintah kota dan pemerintah pusat agar lebih banyak lagi kampanye lingkungan yang mengubah kesadaran masyarat sehingga berperilaku peduli lingkungan, salah satunya terkait masalah sampah. Selanjutnya, perlu melihat aspek lain yang sekiranyaikut berpengaruh pada perubahan perilaku lingkungan . pada masyarakat Kota Bogor dan daerah lain di Indonesia. Daftar Pustaka