AL-FATIH: Jurnal Studi Islam Vol. No. , bulan, tahun, pp. xAex ISSN: 2354-8576 (Prin. ISSN:0000-0000 . http://doi. Pendidikan Islam Multikultural di Pendidikan Dasar Dian Nafi Firdhaus1 Sekolah Tinggi Agama Islam MaAoarif Kendal Ngawi. Indonesiaa E-mail: fdian3840@gmail. Abstrak Tujuan dalam peneliitian ini untuk mengetahui pentingnya pemahaman multikulturalisme dalam pendidikan Islam di pendidikan dasar. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Multikultural berarti Aukebudayaan yang beragamAy. Istilah multikultural ini menjelaskan tentang kondisi masyarakat yang terdiri dari beragamnya agama, ras. Secara umum, multikulturalisme merupakan dasar dalam mewujudkan cinta tanah air dan cinta sesama manusia. Dalam mewujudkan esensi dari Multikulturalisme maka perlu dikaitkan melalui proses pendidikan dari Dasar sampai perguruan tinggi dengan menanamkan nilai-nilai kemanusian, agama, moral, akhlak serta norma dalam kehidupan di masyarakat. Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang berupaya dalam memperbaiki akhlak, moral, penanaman nilai, serta nilai-nilai kemanusian, oeh sebab itu sangat tepat dalam mewujudkan pemahaman multikultural dalam perbedaan agama, ras, bahasa, dan budaya. Kata Kunci: Pendidikan Islam. Multikultural. Pendidikan Dasar Abstract This research aims to understand the importance of understanding multiculturalism in Islamic education in elementary school. This research uses library methods. The data analysis technique used in this research is the descriptive method. Multicultural means Audiverse culturesAy. The term multicultural describes the condition of a society made up of diverse religions, races, languages and cultures. In general, multiculturalism is the basis for realizing a feeling of love for the country and other human beings. Realizing the nature of multiculturalism, it is necessary to connect it through the educational process from elementary school to university, instilling human values, religion, ethics, morals and norms in life in society. Islamic education is education that seeks to improve human morals, customs, values, and values so that it is very suitable for multicultural understanding of different religions, races, languages, and cultures. Keywords: Islamic Education. Multicultural. Basic Education PENDAHULUAN Manusia pada dasarnya adalah mahluk yang memang sudah diciptakan dengan perbedaan jenis kelamin, budaya. Keragaman seharusnya menjadi bekal dalam menjalin hubungan yang harmonis, rasa peduli dan cinta anta sesame manusia. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS. AlHujurat ayat 13 yang maknanya: AuHai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu Vol. 12 No. 1 | 15 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Ayat di atas menjelaskan bahwa manusia diciptakan secara berbeda-beda dan yang paling mulia hanya dengan ketaqwaannyaAy (Afif, 2. Dari penjelasan kandungan QS. Al-Hujurat ayat 13, sudah sangat jelas bahwa ajaran Agama Islam menghormati perbedaan, dan menganggap derajat manusia sama dihadapannya, kecuali hanya ketawaan yang membedakan derajat manusia dengan tuhannya, akan tetapi, banyak manusia yang belum faham tentang konsep multikulturalisme dalam agama Islam. Hal ini dibuktikan dengan masih golongan kelompok atau individu menggantikan kebhinekaan, dengan keseragaman paham yang akan dianut dan benar menurut pandangan suatu golongan atau individu tersebut (Anam, 2. Oleh sebab itu sering terjadi kekerasan, terorisme, dan peperangan dengan mengatasnamakan agama atau etnisitas. Beberapa contoh tindakan tidak setuju dengan keberagaman, hal ini diperkuat dengan adanya fakta, perbuatan SARA kerap sekali memicu gesekan pendapat yang menyebabkan panasnya hubungan yang terjadi di masyarakat serta ketegangan, bahkan sampai terjadinya konflik yang sangat panjang. Dari kasus tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa beberapa golongan atau individu tidak memahami konsep kemajemukan sebagai sunatullah yang telah terjadi dan harus dijaga kelestariannya, sebagaimana adanya langit dan bumi. Pengingkaran atas kemajemukan secara tidak langsung juga menumbhkan perasaan yang menunjukkan rasa tidak bisa menerima kodrat, serta pembangkangan atas kehendak Allah SWT. Pemahaman terhadap multikulturalisme dapat menjadi bekal dalam menghadapi kehidupan yang sangat heterogen di masa yang akan datang dibersamai dengan Vol. 12 No. 1 | 16 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi yang sangat pesat, serta banyaknya kasus atau permasalahan yang kemungkinan menjadi permasalahan dalam menjaga keberagaman (Dwiyani, 2. Pemahaman serta pendidikan multikulturalisme mempunyai tanggungjawab yang besar dalam menyiapkan negara untuk mengahadapi globalisasi dan mampu untuk menjadikan satu kesatuan pada negaranya masingmasing. Sehingga kemungkinan disintegrasi bangsa dan konflik yang terjadi dapat di Konflik antar budaya yang disebut oleh Samuel P (Halim, 2. Huntington sebagai benturan antar peradaban akan mendominasi politik global. Dalam bukunya yang terkenal The Clash of Civilization and the Remaking of World Order. Hantington menyebutkan bahwa terjadinya berbagai konflik sosila dan etnis di berbagai belahan dnia antara lan disebabkan oleh perbedaan kebudayaan Untuk meminimalkan dampak dari benturan tersebut menurut salah seorang, pemahaman tentang keanekaragaman kebudayaan sangat diperlukan (Islamy, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan. Peneliti menggunakan bukubuku dan literatur-literatur lainnya objek yang utama dalam sumber penelitian yang dilakukan. Sumber data penelitian ini mencari data-data kepustakaan filosofis serta Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu penelitian berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasi apa yang ada, pendapat yang sedang atau efek yang terjadi atau kecenderungan yang berkembang (Rois, 2. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Vol. 12 No. 1 | 17 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam Multikulturalisme menghormati, serta menghargai keberagaman budaya, etnis, dan agama dalam suatu masyarakat. Pada dasarnya konsep pemahaman multikuralisme dalam pendidikan dasar melibatkan penghargaan, penilaian serta melestarrikan nilai-nilai budaya, baik itu individu ataupun kelompok lain dengan harapan dapat menciptakan kehidupan yang harmonis dan penuh kasih sayang dalam menciptakan kesetaraan masyarakat (Rofiq & Muqfy, 2. Dalam konteks pendidikan Islam multikultural, pendidikan bertujuan untuk mengajarkan toleransi, mengatasi konflik, dan memastikan semua individu memiliki yang sama untuk meraih prestasi akademis. Multikulturarisme berupaya menghilangkan diskriminasi sosial, menanamkan pemahaman keberagaman serta penghormatan terhadap beragamnya budaya, suku, ras dan Dalam ajaran agama Islam, multikulturalisme dipandang sebagai fitrah manusia yang sangat beragam, tetapi yang sejalan dalam ketakwaan kepada Allah, bukan berdasarkan perbedaan budaya atau etnis. Konsep ini juga mengakui pentingnya menghormati budaya, etnis orang lain tanpa harus sepenuhnya menyetujui berbagai aspek dalam budaya tersebut. Multikulturalisme berperan penting dalam upaya mewujudkan masyarakat yang lebih berbudaya, mempunyai wawasan kebangsaan, serta meyakini kebenaran Agama yang beragam, pada kontels ini multikulturalisme merupakan konsep yang mendiskusikan berbagai isu kebangsaan yang meliputi ideologi, politik, demokrasi, keadilan, penegakan hukum, hak asasi manusia, hak budaya komunitas, dan golongan minoritas, serta prinsipprinsip etika serta moral (Futaqi, 2. Multikulturalisme dalam pendidikan dasar membagi pergerakan budaya menjadi ruang publik, pembelajaran, nilai atau norma yang harus dikenal, dipahami serta dijalan oleh seluruh elemen dalam lingkungan pendidikan, mengembangkan kebanggaan nasional, serta menghargai hak asasi manusia dalam kelompok minoritas atau mayoritas. Salah satu penggagas pendidikan multicultural di Indonesia yaitu H. Tilaar, berpendapat bahwa pendidikan multikultural di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan penghargaan terhadap keberagaman budaya. Perkembangan globalisasi serta teknologi informasi juga berpengaruh terhadap terjadinya akulturasi atau perpaduan lintas budaya. Pemahaman peserta didik terhadap multikulturalisme sangat penting karena dapat menanamkan nilai-nilai perdamaian, toleransi, serta inklusivitas dalam agama dan Vol. 12 No. 1 | 18 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam Dilihat dari jenisnya multikulturalisme meliputi, isolasionis, otonomis, kritikal, dan kosmopolitan, yang mencerminkan berbagai pendekatan terhadap keragaman budaya. Multikulturalisme juga dipengaruhi oleh studi postkolonialisme, globalisasi, feminisme, teori ekonomi politik Neo-Marxis, dan poststrukturalisme. Pendidikan multikultural bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan multikulturalisme sebagai pengalaman yang normal dalam kehidupan manusia (Ulya. SIMPULAN Konsep dalam pemahaman multikulturalisme menanamkan pemahaman mengenai beragamnya etnis, budaya serta agama dalam lingkungan masyarakat yang berbudaya. Pendidikan multikultural di Indonesia, yang digagas oleh H. Tilaar, bertujuan untuk meningkatkan penghargaan terhadap keragaman etnik dan budaya. Perkembangan Globalisasi serta teknologi informasi juga akan berpengaruh terhadap akulturasi lintas budaya yang ada di Masyarakat. Pemahaman Multikulturalisme sangat penting dalam multikulturalisme menekankan pada nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan inklusivitas dalam agama dan masyarakat, sebagai contohnya, terdapat multikulturalisme dalam lingkungan masyarakat, yang meliputi isolasionis, akomodatif, otonomis, kritikal, dan kosmopolitan, yang mencerminkan berbagai terhadap keberagaman budaya. Dalam upaya penanaman paham multikulturalisme ada beberapa faktor yang mempengaruhi, yang meliputi studi budaya, postkolonialisme, globalisasi, feminisme, teori ekonomi politik Neo-Marxis, dan post-strukturalisme. Pendidikan multikultural bertujuan multikulturalisme sebagai pengalaman yang normal dalam kehidupan manusia. Vol. 12 No. 1 | 19 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam DAFTAR PUSTAKA