1 Juni 2025 [Penanaman Nilai-Nilai Pend. Muhammad Amin, dkk. PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIKDI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR Muhammad Amin1 . Samsuddin Pulungan2 . Hamidah3 1,2,3 UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan e-mail: 1 muhammadamin@uinsyahada. 2 samsuddin@uinsyahada. 3 hamidah@uinsyahada. Abstrak Pendidikan karakter sangat penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM), karena karakter yang baik dan buruk terkaitan erat dengan pendidikan seseorang. Semua pihak . eluara, masyarakat, dan pemerinta. harus menyadari karakter muncul dari dunia pendidikan. Oleh karena itu pendidikan karakter harus dimulai semen jak dini yaitu sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah (SMP). Dalam pendidikan karakter diperlukan strategi dan materi-materi yang harus diajarkan kepeda peserta didik. Dari strategi diharapkan peserta didik dapat dengan mudah menyerapkan materi, dan materi karakter yang dipelajari dapat diterapkan dalam kehidupan mereka seharihari. Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan konsep yang sebenarnya yang berkaitan dengan penanaman nilai-nilai pendidikan karakter dikalangan peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode dan jenis penelitian kualitatif deskriptif, data-data yang diperoleh dari buku-buku dan artikel diurai secara sistematis sesuai dengan topik-topik pembahasan. Lalu disajikan, dibuat kesimpulan serta verifikasi. Data primer maupun skunder dideskripsikan sesuai dengan sistematika yang dirumuskan, sehingga masalah yang dibahas dapat dipahami menjadi suatu konsep yang utuh. Adapun strategi dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter bagi siswa Sekolah Dasar dan Menengah yaitu: Memasukkan pendidikan karakter ke dalam semua mata pelajaran di sekolah. Membuat slogan-slogan atau yel-yel yang dapat menumbuhkan kebiasaan semua masyarakat sekolah untuk bertingkah laku yang baik, membiasakan berprilaku yang positif dikalangan warga sekolah, dan melakukan pemantauan secara kontiniu, memberikan hadiah kepada siswa yang selalu berkarakter baik. Adapun nilai-nilai pendidikan karakter yang harus ditanamkan bagi siswa sekolah dasar dan menengah yaitu Religius. Jujur. Toleransi. Disiplin. Kerja Keras. Kreatif. Mandiri. Demokratis. Rasa Ingin Tahu. Semangat Kebangsaan. Cinta Tanah Air. Menghargai Prestasi. Bersahabat/ Komunikatif. Cinta Damai. Gemar Membaca. Peduli Lingkungan. Peduli Sosial dan Tanggung Jawab Kata Kunci: Pendidikan. Karakter. Sekolah Dasar. Abstract Character education is very important in building human resources (HR), because good and bad characters are closely related to a person's education. All parties . amily, society, and governmen. must realize that character emerges from the world of education. Therefore, character education must begin early, namely elementary school (SD) and middle school (SMP). In character education, strategies and materials are needed that must be taugh t t o From the strategy, it is hoped that students can easily absorb the material, and the character material learned can be applied in their daily lives. This study aims to describe the actual concept related to the instillati o n of character education values among students. This study uses descriptive qualitative research methods and t yp es, data obtained from books and articles are systematically analyzed according to the topics of discussion. Then presented, conclusions are made and verified. Primary and secondary data are described according to the formulated systematics, so that the problems discussed can be understood into a complete concept. The strategies for instilling character education values for elementary and middle school students are: Incorporating character education into all subjects at school. Creating slogans or cheers that can foster habits for all school communities to behave well, getting used to positive behavior among school residents, and conducting continuous mo n i t o ri n g , giving prizes to students who always have good character. The charact er education values that must be instilled for elementary and middle school students are Religious. Honest. Tolerant. Disciplined. Hard Work. Creative. Independent. Democratic. Curiosity. National Spirit. Love for the Country. Appreciating Achievement. Friendly/Communicative. Love Peace. Love Reading. Care for the Environment. Care for Social and Responsible Keywords: Education. Character. Elementary School. Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 [Penanaman Nilai-Nilai Pend. Muhammad Amin, dkk. 1 Juni 2025 PENDAHULUAN Mengingat pentingnya karakter dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang kuat, maka perlunya pendidikan karakter yang dilakukan dengan tepat. Pembentukan karakter merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan, oleh karena itu diperlukan kepedulian oleh berbagai pihak, baik dari pihak pemerintah, pihak masyarakat, pihak keluarga maupun pihak sekolah. Kondisi ini akan terbangun jika semua pihak memiliki kesadaran bersama dalam membangun pendidikan karakter. Idealnya pembentukan atau pendidikan karakter diintegrasikan ke seluruh aspek kehidupan, termasuk kehidupan sekolah. Demikian juga dengan pengembangan pendidikan karakter yang menuntut aktivitas, kreatifitas dan budi pekerti guru dalam membentuk kompetensi pribadi peserta didik. Salah satu aspek penting dalam mendidik peserta didik adalah akhlak mulia, yang dapat tumbuh dari keluarga dan lingkungan sekitarnya. Seseorang tanpa pendididkan dengan akhlak akan memiliki prilaku yang buruk, oleh karena itu nilai karakter penting ditanamkan dan dikembangkan pada peserta didik sejak usia prasekolah. Nilai karakter dapat bermanfaat bagi peserta didik untuk mengolah diri agar terhindar dari hal-hal yang buruk dalam menjalani hidup bermasyarakat dimasa depan. Karakter yang ada pada diri setiap orang diharapkan akan mendorong untuk melakukan sesuatu yang baik dan tidak merugikan orang lain. Penanaman nilai karakter dapat dilakukan melalui lingkungan, salah satu lingkungan yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai karakter adalah lingkungan sekolah. Karakter identik dengan akhlak, karakter merupakan nilai-nilai prilaku manusia yang universal meliputi seluruh aktivitas manusia, baik dalam rangka berhubungan dengan Tuhannya, dengan dirinya sendiri maupun dengan sesama manusia dan berdasarkan norma-norma agama, budaya dan adat Mendidik anak seharusnya semenjak dini, agar tercipta karakter anak yang baik sebagaimana diharapkan. Dalam Alquran digambarkan bahwa anak bisa menjadi penyejuk hati orang tua, sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Furqanayat 74: a a a aAOEa aOIaO aCOEaO aI aaIaaNaEaIA a a AaI aIaO aIaaOaaOaIaaCa a AaOaI aIA a aEaIaaEEa aIaCA a AaOaaOA a a a aa a aa a a a Artinya: Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri- isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kam. , dan Jadikanlah Kami imam Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 [Penanaman Nilai-Nilai Pend. Muhammad Amin, dkk. bagi orang-orang yang bertakwa. Harapan yang digambarkan ayat di atas dapat tercapai apabila pendidikan karakter anak dibina semenjak dini, seperti mengajari keimanan, ketaatan, tatakarama berbicara, berakhlak mulia, sopan santun, dan lain-lain sebagainya, sehinga terciptalah anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, bermanfaat bagi sesama. Pada sisi yang lain. Alquran mengingatkan bahwa anak merupakan ujian sebagaimana dalam surat at-Taghabun ayat 15: a a a a AINaA a aAOIA a a a a a a AuacIaIaaOEa aE aI aaOaaOEa aaE aI aIaa aaOEEaaNaA Artinya: Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan . , dan di sisi Allahlah pahala yang besar. Pada ayat di atas memperingatkan tentang anak sebagai amanah, oleh karena itu anak sebagai cobaan bagi kedua orang tua yang mendidiknya. Ayat tersebut bermaksud agar mendidik anak sesuai dengan azas-azas pendidikan, agar tidak salah dalam membina Jika salah dalam mendidiknya akan menjadi sebaliknya menjadi musuh bagi orang tuanya sebagaimana di jelaskan dalam ayat at-Taghabun ayat 14, sebagai berikut: aOa aOaIaaEEaNA a AOaaOa aN aEaaO aI aIIaO a aI aaI aI aO aE aI aaOaaOaEaE aIA a aOA a a aaOaEa aE aI a a a aaOA a A aOaN aI aaO aIaOA a aOaO aIA Artinya: Hai orang-orang mukmin. Sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni . Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ayat di atas menunjukkan bahwa anak menjadi musuh bagi kedua orang tuanya, dia menjerumuskan orang tuanya kedalam hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, adat budaya, dan hukum yang berlaku di tengah-tengah masyarakat. Maka anak tersebut menjadi tidak baik prilakunya di tengah-tengah masyarakat. Prilaku yang tidak baik akan muncul pada setiap diri anak yang dimulai pada usia labil yakni pada usia 6 sampai 11 tahun. Prilaku tersebut mengacu pada suatu rentang yang luas, dari tingkah laku yang tidak dapat dicerminkan pada ranah pendidikan. Nilai karakter sebagai Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 [Penanaman Nilai-Nilai Pend. Muhammad Amin, dkk. bagian dari karakter disampaikan melalui pendidikan karakter. Pendidikan karakter saat ini sedang gencar dilakukan karena karena adanya indikasi penurunan nilai karakter, seperti penurunan pada sikap saling tolong-menolong, pada sikap sopan-santun, sikap tidak rajin, kurang memiliki rasa toleransi antar sesama manusia pada generasi muda. Indikasi penurunan karakter ini didukung oleh berita-berita seperti pencurian dan kekerasan yang dilakukan oleh peserta didik. Beberapa permasalahan yang juga sering dialami oleh guru dalam menanamkan nilai pendidikan karakter disekolah yaitu seperti perserta didik tidak bisa mengemukakan pendapat atau pertanyaan saat diadakan sesi tanya jawab pada proses pembelajaran, dalam membentuk kelompok di kelas peserta didik tidak mau bermain dengan teman yang bukan kelompoknya, peserta didik sering menyontek tugas dari temannya, peserta didik kurang percaya diri, sering datang terlambat ke sekolah. Fenomena yang terjadi pada peserta didik seperti data diatas menunjukkan bahwa kondisi akhlak peserta didik sangat memprihatinkan. Tentunya diperlukan kerjasama dan keseriusan dari semua pihak terutama lembaga yang mengurusi bidang Guru dan strategi guru merupakan faktor yang penting yang besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar. Demikian juga dengan pengembangan pendidikan karakter yang menuntut aktivitas, kreatifitas dan budi pekerti guru dalam membentuk kompetensi pribadi peserta didik. Seorang guru harus mampu melakukan pemilihan dan penentuan strategi pendidikan sesuaidengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Terciptanya suasana yang serba positif dalamlingkungan kehidupan peserta didik akan dapat berakibat baik terhadap perkembangan mental peserta didik, demikian pula sebaliknya. PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR Pengertian Penanaman Penanaman menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya proses, cara, perbuatan menanam, menanami atau menanamkan. Penanaman dalam pembahasan ini adalah usaha atau proses dalam rangka membentuk karakter yang baik bagi anak yang masih dalam taraf perkembangan menuju kedewasaan agar bisa menjadi peserta didik yang saleh. Pengertian Nilai Terdapat beberapa perbedaan pendapat dalam mengartikan nilai. Perbedaan cara Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 [Penanaman Nilai-Nilai Pend. Muhammad Amin, dkk. pandang dan mengartikan nilai merupakan suatu khazanah para pakar dalam mengartikan nilai itu sendiri, karena penilaian para pakar dilihat dari sudut pandang masing-masing. Nilai dalam bahasa Inggris disebut value yang berasal dari bahasa latin yaitu valere yang berarti berguna, mampu, berdaya, berlaku dan kuat. Nilai adalah sifat-sifat atau hal hal yang penting atau berguna bagi setiap manusia. Nilai merupakan suatu kenyakinan tentang perbuatan, tindakan ataupun prilaku yang selalu dianggap baik. Nilai sebagai daya pendorong dalam hidup, yang memberi makna dan pengabsahan pada tindakan seseorang. Nilai mempunyai dua segi yaitu intelektual dan Kombinasi kedua dimensi tersebut menentukan sesuatu nilai beserta fungsinya dalam kehidupan. Bila dalam pemberian makna dan pengabsahan tarhadap suatu tindakan, unsur emosionalnya kecil sekali sementara unsur intelektualnya lebih dominan, kombinasi tersebut disebut norma-norma atau prinsip. Norma-norma atau prinsip-prinsip seperti keimanan, keadilan, persaudaraan dan sebagainya beru menjadi nilai-nilai apabila dilaksanakan dalam pola tingkah laku dan pola berpikir suatu kelompok sehingga norma tersebut bersifat universal dan Sedangkan nilai relatif bagi masing- masing kelompok. Nilai merupakan prinsip umum yang menyediakan anggota masyarakat dengan satu ukuran atau standard untuk membuat penilaian dan pemilihan mengenai tindakan dan cita-cita Nilai adalah konsep, yang merupakan suatu pembentukan mental yang dirumusakan dari tingkah laku manusia. Nilai adalah persepsi, baik dan dihargai. Nilai jika dilihat dari segi pengklasifikasian terbagi menjadi bermacam-macam yaitu: Dilihat dari segi komponen utama agama Islam sekaligus sebagai nilai tertinggi dari ajaran agama Islam, para ulama membagi nilai menjadi tiga bagian yaitu: nilai keimanan, nilai ibadah dan nilai akhlak. Penggolongan ini didasarkan pada penjelasan Nabi Muhammad SAW kepda Malaikat Jibril mengenai arti iman. Islam dan Ihsan yang esensinya sama dengan akidah, syariAoah dan akhlak. Dilihat dari segi sumbernya, maka nilai terbagi menjadi dua, yaitu nilai yang turun bersumber dari Allah SWT yang disebut dengan nilai ilahiyyah dan nilai yang tumbuh dan berkembang dari peradaban manusia sendiri yang diaebut dengan nilai insaniah. Nilai dilihat dari segi sifat, nilai itu dibagi menjadi dua macam yaitu: nilai subjektif, yang merupakan reaksi subjek dan objek. Kemudian nilai subjektif rasional, yang merupakan esensi dari objek secara logis yang dapat diketahui melalui akal sehat seperti nilai Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 [Penanaman Nilai-Nilai Pend. Muhammad Amin, dkk. kemerdekaan, nilai kesehatan, nilai keselamatan badan dan jiwa, nilai perdamaian, kebebasan, kerjasama dan sebagainya. Jadi nilai adalah sesuatu yang dipentingkan manusia sebagai subjek menyangkut segala sesuatu yang baik atau yang buruk sebagai abstraksi pandangan atau maksud dari berbagai pengalaman dengan seleksi prilaku yang ketat. Segala sesuatu dianggap bernilai jika taraf penghayatan seseorang itu telah sampai pada taraf kebermaknaan nilai tersebut bagi dirinya. Pengertian Pendidikan Pendidikan merupakan upaya sadar dan terencana yang dilakukan oleh guru untuk mengembangkan segenap potensi peserta didiknya secara optimal. Potensi ini mencakup potensi jasmani dan rohani, sehingga melalui pendidikan seorang peserta didik dapat mengoptimalkan pertumbuhan fisiknya agar memiliki kesiapan untuk melakukan tugas-tugas Berdasarkan pengertian tersebut, pendidikan merupakan faktor yang paling berpengaruh bagi perkembanagan sumber daya yang dimiliki oleh manusia dan merupakan indikator yang paling utama agar menciptakan manusia yang memiliki kualitas baik dari segi akademik maupun dari segi karakter. Dalam konteks kehidupan bernegara, pendidikan berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang berakar pada niali-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Sistem pendidikan di Indonesia mengacu pada Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pengertian Karakter Secara terminologis karakter diartikan sebagai sifat manusia pada umumnya yang bergantung pada faktor kehidupannya sendiri. Sedangkan secara harfiah karakter adalah kualiata atau kekuatan mental atau moral, akhlak atau budi pekerti individu yang merupakan kepribadian khusus yang membedakan dengan kepribadian lainnya. Karakter adalah bentuk watak, tabiat, akhlak yang melekat pada pribadi seseorang. Karakter sebagai suatu penilaian subjektif terhadap kepribadian seseorang yang berkaitan dengan atribut kepribadian yang dapat atau tidak dapat diterima oleh masyarakat. Karakter merupakan kumpulan dari beragam aspek kepribadian yang melambangkan kepribadian seseorang. Karakter merupakan ciri-ciri tertentu yang sudah menyatu pada diri Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 [Penanaman Nilai-Nilai Pend. Muhammad Amin, dkk. seseorang yang ditampilkan dalam bentuk prilaku. Orang yang disebut berkarakter adalah orang yang dapat merespon segala situasi secara bermoral, yang memanifestasikan dalam bentuk tindakan nyata melalui tingkah laku yang baik. Karakter yang demikian memiliki tiga bagian yang saling berhubungan yaitu pengetahuan moral, perasaan moral dan prilaku moral. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa karakter merupakan usaha aplikasi nilai-nilai kebiasan dan prilaku yang diwujudkan dalam tindakan yang relatif stabil dalam hubungannya dengan lingkungan. Pengertian Pendidikan Karakter Pendidikan karakter merupakan upaya untuk membantu perkembangan jiwa peserta didik baik lahir maupun batin, dari sifat kodratnya menuju ke arah peradaban yangmanusiawi dan lebih baik. Sebagai contoh dapat dikemukakan seperti anjuran atausuruhan terhadappeserta didik untuk duduk dengan baik, tidak bereriak-teriak agar tidak mengganggu orang lain, bersih badan, berpakaian rapi, hormat kepada orang tua, menolong teman yang merupakan pendidikan Tujuan pendidikan karakter adalah untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh,terpadu dan seimbang. Pendidikan karakter dapat dipengaruhi oleh banyak hal, diantaranya: keluarga, teman, lingkungan dan bahasa. Salah satu diantaranya yang paling berpengaruh adalah bahasa. Dalam komunikasi bahasa merupakan suatu keharusan dan modal yang mampu menunjukkan identitas diri, baik dari situasi formal maupun non formal. Bahkan bahasa dianggap sebagai budaya yang berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter. Seseorang mulai mengenal bahasa sejak dari lingkungan keluarga, komunikasi berlanjut ke lingkungan sekolah dan masyarakat, ini semua merupakan lingkungan pendidikan. Dalam pendidikan karakter di sekolah semua komponen harus dilibatkan termasuk komponen-komponen isi kurikulum, pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengolahan sekolah, pelaksanaan aktivitas, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan dan etos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah. Dengan demikian pendidikan karakter merupakan susunan unsur yang saling berinterelasi dan bergantung sehingga membentuk sifat khas dalam mencapai tujuannya, baik pada level individu maupun sosial. Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 [Penanaman Nilai-Nilai Pend. Muhammad Amin, dkk. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Berdasarkan jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengamati fenomenafenomena yang terjadi secara fakta dan menganalisisnya dengan logika ilmiah. Penelitian ini adalah penelitian konsep untuk mengemukakan kondisi dari fenomenan secara spesifik dan realistis apa adanya yang terjadi di kalangan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan konsep yang sebenarnya yang berkaitan dengan penanaman nilai-nilai pendidikan karakter dikalangan peserta didik. Data-data yang diperoleh melalui buku-buku yang berkaitan, baik yang sifatnya sumber data primer maupun yang skunder. Data-data yang diperoleh dari buku-buku, dianalisa dan dirangkum serta dipilih hal-hal yang pokok, lalu difokuskan kepada hal-hal penting yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan karakter dikalangan peserta didik. Selanjutnya data diuraikan secara sistematis sesuai dengan topik-topik pembahasan. Setelah data disajikan lalu dibuat kesimpulan serta verifikasi data. Setelah semua langkah di atas terlaksana, maka data yang terkumpul, baik yang sifatnya primer maupun skunder dideskripsikan sesuai dengan sistematika yang dirumuskan, sehingga masalah yang dibahas dapat dipahami menjadi suatu konsep yang utuh. HASIL TEMUAN Nilai-nilai pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap komponen pendidikan, kurikulum, dan mata pelajaran. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi dan pengamatan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat. Artinya, perkembangan karakter dapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik dari lingkungan sosial, masyarakat dan budaya bangsa. Lingkungan sosial dan budaya bangsa adalah Pancasila, jadi pendidikan budaya dan karakter adalah mengembangkan nilai-nilai Pancasila pada diri peserta didik melalui pendidikan hati, otak dan fisik. Nilai-nilai pendidikan karakter serangkaian nilai yang selayaknya diajarkan kepada peserta didik yang kemudian dirangkum menjadi 9 pilar karakter, yaitu : Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 [Penanaman Nilai-Nilai Pend. Muhammad Amin, dkk. 1 Juni 2025 Karakter cinta Tuhan Yang Maha Esa dan segenap ciptaan-Nya Kemandirian dan tanggung jawab Kejujuran/amanah dan bijaksana Hormat dan santun Dermawan, suka menolong dan gotong royong Percaya diri, kreatif dan pekerja keras Kepemimpinan dan keadilan Baik dan rendah hati Toleransi, kedamaian dan kesatuan. Nilai penanaman dalam proses kegiatan pembelajaran di kelas ataupun di luar kelas, perincian sebagaimana pada tabel di bawah ini: Deskripsi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Nilai Religius Deskripsi Sikap yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleransi terhadap pelaksanaan ibadah lain dan hidup rukun terhadap pemeluk agama lain. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan perbuatan. Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis,pendapat, sikap,dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan Kerja keras Prilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sunguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. Mandiri Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki melalui diri sendiri. Demokratis Cara berpikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. Rasa ingin Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih dalam Tahu dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat dan didengar. Semangat Cara berpikir, bertindak dan berwawasan yang menempatkan Kebangsaan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan CintaTanah Cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi dan politik bangsa. Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 [Penanaman Nilai-Nilai Pend. Muhammad Amin, dkk. 1 Juni 2025 Menghargai Prestasi Bersahabat Cinta damai Gemar Membaca Peduli Lingkungan Peduli Sosial Tanggung Jawab Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat dan mengakui serta menghormati keberhasilan orang lain. Tindakan yang melihat cara senang berbicara, bergaul dan bekerjasama dengan orang lain. Sikap, perkataan dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebijakan bagi dirinya. Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam disekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Sikap dan prilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya yang seharusnya dilakukan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, masyarakat,lingkungan, bangsa dan negara. Selain itu, character counts mengidentifikasikan bahwa karakter-karakter yang menjadi pilar adalah: dapat dipercaya . , rasa hormat dan perhatian . , tanggung jawab . , jujur . , peduli . , tekun ( diligenc. dan integrity. Dalam rangka menanamkan Pendidikan Karakter, agar berhasil sebagaimana idealnya diperlukan strategi dalam pembelajarannya. Strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang berbeda untuk mencapai hasil pembelajaran yang berbeda di bawah kondisi yang berbeda. Variabel strategi pembelajaran di bagi menjadi tiga yaitu: strategi pengorganisasian, strategi penyampaian dan strategi pengolahan. Agar implementasi pendidikan karakter berhasil maka guru memerlukan hal-hal sebagai berikut: Menggunakan metode pendidikan karakter yang bervariasi, . Memberikan tugas yang berbeda bagi setiappeserta didik, . Mengelompokkan peserta didik berdasarkan kemampuannya yang disesuaikan dengan mata . Memodifikasi dan memperkaya bahan, . Menghubungi spesialis, bila ada peserta didik yang mempunyai kelainan dan laporan pendidikan karakter, . Menggunakan prosedur yang bervariasi dan membuat penilaian dan laporan pendidikan Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 [Penanaman Nilai-Nilai Pend. Muhammad Amin, dkk. Memahami bahwa karakter peserta didik tidak berkembang dalamkecepatan yang sama, . Mengembangkan situasi belajar yang memungkinkan prinsip peserta didik bekerja dengan kemampuannya masing-masing pada proses pendidikan karakter, . Mengusahakan keterlibatan peserta didik dalam berbagai kegiatan berkarakter. Strategi dalam pendidikan di sekolah dengan cara memasukkan pendidikan karaktern ke dalam semua mata pelajaran yang akan diajarkan kepada peserta didik, kemudian membuat slogan-slogan atau yel-yel yang dapat menumbuhkan kebiasaan masyarakat sekolah untuk berbuat dan bertingkah laku baik. Selain itu dapat memberikan strategi pengintegrasian. Pengintergrasian yang dilakukan adalah pengintegasian dalam kegiatan sehari-hari dan pengintegrasian dalam kegiatan yang diprogramkan, yaitu sebagai berikut: Pengintegrasian dalam kehidupan sehari-hari Pelaksanaan strategi ini dapat dilakukan dengan cara: Keteladanan/contoh Kegiatan memberikan contoh/teladan ini bisa dilakukan oleh pengawas, kepala sekolah, administrasi di sekolah yang dapat dijadikan model bagi peserta didik. Kegiatan Spontan Kegiatan spontan adalah kegiatan yang dilaksanakan secara spontan pada saat itu juga. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada saat guru mengetahui sikap/tingkah laku peserta didik yang kurang baik seperti meminta sesuatu dengan berteriak, mencoret dinding, menolak teman dan lain-lain. Teguran Guru perlu menegur peserta didik yang melakukan prilaku buruk dan meningkatkannya agar mengamalkan nilai-nilai yang baik sehingga guru dapat membantu mengubah tingkah laku . Pengkondisian Lingkungan Suasana sekolah dikondisikan sedemikian rupa dengan menyediakan sarana fisik, contoh: penyediaan tempat sampah, jam dinding, slogan-slogan mengenai budi pekerti yang mudah Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 [Penanaman Nilai-Nilai Pend. Muhammad Amin, dkk. 1 Juni 2025 dibaca oleh peserta didik, aturan/tata tertib sekolah yang di tempatkan pada tempat yang strategis sehingga setiap peserta didik membacanya. Kegiatan Rutin Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik secara terus menerus dan konsisten setiap saat, hal ini menjadi pembiasaan bagi peserta didik. Contoh kegiatan ini adalah berbasis, mengucapkan salam bila bertemu dengan guru atau orang lain dan membersihkan ruangan belajar /kelas. Pengintegrasian dalam Kegiatan yang diprogramkan Strategi ini dilaksanakan setelah guru membuat perencanaan atas nilai-nilai yang akan diintegrasikan dalam kegiatan tertentu, sebagaimana dengan tabel di bawah ini. Nilai akan Kegiatan sasaran integrasi Taat ajaran Diintegrasikan hari-hari Toleransi Diintegrasikan pada saat kegiatan yang menggunakan metode tanya jawab, diskusi kelompok. Disiplin Diintegrasikan pada saat kegiatan olah raga, upacara bendera dan menyelesaikan tugas yang di berikan guru. Tanggung Jawab Diintegrasikan pada saat tugas piket kebersihan kelas dan dalam menyelesaikan tugas yang di berikan guru. Gotong Royong Diintegrasikan pada saat kegiatan bercerita/diskusi tentang gotong royong, menyelesaikan tugas-tugas keterampilan. Kasih Sayang Diintegrasikan pada saat melakukan kegiatan sosial dengan kegiatan melestarikan lingkungan. Kesetiakawanan Diintegrasikan pada saat kegiatan bercerita/diskusi misalnya mengenai kegiatan koperasi dan pemberian sumbangan. Hormat-menghormati Diintegrasiakan lagu-lagu hormat-menghormati dan saat kegiatan bermain drama. Sopan Santun Diintegrasikan pada kegiatan bermain drama dan berlatih Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 [Penanaman Nilai-Nilai Pend. Muhammad Amin, dkk. membuat surat. Jujur Diintegrasikan pada saat melakukan percobaan, menghitung, bermain dan bertanding. Hal di atas dapat dilakukan jika guru menganggap perlu memberikan pemahaman atau prinsip-prinsip moral yang di perlukan. Pendidikan karakter di sekolah dapat dilakukan secara efektif dan efesien serta sedini Hal ini merupakan usaha strategis dan tepat dilakukan agar terbentuk prilaku yang memiliki moral dan budi luhur pada anak. Terutama pada anak usia dini yang sangat membutuhkan perhatian dan bimbingan serta intensif dari berbagai pihak. Hal ini dapat terlaksana dengan baik apabila didukung oleh sumber daya manusia yang profesional untuk Dana sekolah yang cukup untuk menggaji staf sesuai dengan fungsinya, sarana prasarana yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran, serta dukungan yang tinggi dari masyarakat atau orangtua. Dari pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan hasil temuan bahwa ada lima strategi urgen dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter disiplin dan jujur, yaitu penanaman pengintegrasian nilai-nilai karakter dilakukan melalui: keteladan, pembiasaan, pengkondisian lingkungan dan kegiatan-kegiatan spontan serta kegiatan terprogram. Keteladan, dalam strategi keteladan yaitu memberikan contoh sikap disiplin dan jujur, memberikan ceramah kepada peserta didik. Pembiasaan, dengan strategi, mengarahkan peserta didik dalam kegiatan seharihari, membiasakan peserta didik untuk berkarakter disiplin, membiasakan peserta didik untuk berkarakter jujur, bekerjasama dengan orang tua peserta didik dalam mendidik karakter disiplin Pengkondisian terdapat dua strategi yaitu: menerapkan strategi contextual teaching learning, semangat dalam menanamkan nilai karakter disiplin dan jujur. Adapun kegiatan spontan, yaitu memberikan apresiasi kepada peserta didik untuk lebih giat, memberikan pesan moral kepada peserta didik. Adapun kegiatan terprogram yaitu melakukan pengintegrasian nilai-nilai karakter disiplin, melakukan pemantauan setiap hari menerapkan strategi sajikan, terapkan dan internalisasi. PENUTUP Nilai-nilai pendidikan karakter bagi siswa sekolah dasar dan menengah yaitu Religius. Jujur. Toleransi. Disiplin. Kerja Keras. Kreatif. Mandiri. Demokratis. Rasa Ingin Tahu. Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 [Penanaman Nilai-Nilai Pend. Muhammad Amin, dkk. 1 Juni 2025 Semangat Kebangsaan. Cinta Tanah Air. Menghargai Prestasi. Bersahabat/ Komunikatif. Cinta Damai. Gemar Membaca. Peduli Lingkungan. Peduli Sosial dan Tanggung Jawab. Strategi dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter bagi siswa sekolah Dasar dan Menengah yaitu: Memasukkan pendidikan karakter ke dalam semua mata pelajaran di sekolah. Membuat slogan-slogan atau yel-yel yang dapat menumbuhkan kebiasaan semua masyarakat sekolah untuk bertingkah laku yang baik. Membiasakan perlakuan yang positif di kalangan warga sekolah, dan melakukan pemantauan secara kontiniu, dan memberi hadiahkepada siswa yang selalu berkarakter baik. REFERENSI