SOSFILKOM Vol. XI No. 02 Tahun 2017 PENGARUH PENDIDIKAN TERHADAP PEMBANGUNAN KESEHATAN DI DESA DOMPYONGWETAN KECAMATAN GEBANG KABUPATEN CIREBON Agus Rianto Dosen Tetap Program Studi S1 Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Cirebon. Jl. Tuparev No. 70 Cirebon. Telp/Fax: 0231-209806 Email: agusrian1976@gmail. Abstrak Penelitian ini berangkat dari perrtanyan: dapatkah pembangunan kesehatan dilakukan tanpa disertai pendidikan? Jika dapat bagaimana hasilnya? Dan apakah pembangunan kesehatan yang disertai dengan pendidikan itu dapat memberikan hasil yang lebih baik? Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah: . Bagaimana pendidikan di Desa Dompyongwetan Kecamatan Gebang? . Bagaimana pembangunan kesehatan di Desa Dompyongwetan kecamatan Gebang? . Berapa besar pengaruh pendidikan terhadap pembangunan kesehatan Desa Dompyongwetan Kecamatan Gebang? Sedangkan tujuan yang hendak dicapai melalui penelitian ini adalah: . Untuk mengetahui bagaimana pendidikan masyarakat di Desa Dompyongwetan Kecamatan Gebang. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembangunan kesehatan di Desa Dompyongwetan Kecamatan Gebang. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendidikan terhadap partisipasi pembangunan kesehatan Desa Dompyongwetan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-survey explanatory dengan cara menguji hipotesis melalui pengolahan dan pengujian data secara statistik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner, pengamatan dan studi pustaka. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang ada di Desa Dompyongwetan Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon yang berusia 15-55 tahun . sia produkti. Mengingat keterbatasana peneliti, maka peneliti mengambil sampel secara acak sederhana/ random sampling dan diperoleh sampel dari penelitian ini adalah sebanyak 98 orang responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan analisis data dengan uji statistik menujukkan bahwa hubungan antara pendidikan dan pembangunan kesehatan sebesar 0,187 yang berarti bahwa ada pengaruh yang positif antara Tingkat Pendidikan terhadap Pembangunan Kesehatan di Desa Dompyongwetan Kabupaten Cirebon. Dengan kata lain apabila variabel pendidikan semakin tinggi maka akan semakin tinggi pula partisipasi masyarakat dalam pembangunan kseahatan. Besarnya pengaruh Variabel Pendidikan Terhadap Pembangunan Kesehatan di Desa Dompyongwetan Kabupaten Cirebon adalah sebesar 3,50% selebihnya 96,50% ditentukan oleh faktor-faktor lainnya. Berdasarkan hasilhasil yang telah dikemukakan di atas maka hipotesa yang dikemukakan dalam penelitian ini dapat diterima yaitu ada pengaruh antara Pendidikan Terhadap Pembangunan Kesehatan Desa Dompyongwetan. pembangunan dan hasil-hasilnya. Dalam setiap proyek pembangunan harus menjadi sasaran sekaligus unsur pelaksana Namun pembangunan belum dijalankan sesuai PENDAHULUAN Latar Belakang Otonomi daerah mengusulkan konsep baru partisipasi masyarakat dalam Dimana masyarakat adalah kerjasama antara masyarakat dengan pemerintah dalam SOSFILKOM Vol. XI No. 02 Tahun 2017 dengan tuntutan dari otonomi daerah. Masih banyak aparatur pemerintah di daerah yang menjalankan pembangunan mengikut apa yang menjadi kebijakan Desa sebagai objek pembanguan dalam prakteknya sering kali terabaikan padahal banyak sekali potensi yang bisa digali dan dikembangkan yaitu tidak hanya potensi alamnya saja tetapi juga sumber daya manusianya juga bisa diberdayakan Tidak sedikit masyarakat Desa yang berhasil menjadi sarjana, dokter, bahkan profesor. Namun walaupun demikian tidak sedikit pula Desa yang bersekolah tinggi. Yang menjadi pertanyaan dapatkah pembangunan kesehatan dilakukan tanpa disertai pendidikan? Jika dapat bagaimana hasilnya? Dan apakah pembangunan kesehatan yang disertai dengan pendidikan itu dapat memberikan hasil yang lebih baik? Secara logika kita dapat mengetahui pembangunan kesehatan dapat dilakukan. Melalui pendidikan, masyarakat dibekali pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan, sehingga masyarakat menjadi tahu, mengerti, dan dapat melakukan dan mau melakukan sesuatu untuk peningkatan kualitas hidup. Perubahan perilaku ini apabila dipadukan dengan sumber daya alam yang tersedia, akan melahirkan perilaku baru yang disebut partisipasi. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk mengambil judul penelitian tentang: AuPengaruh Pendidikan terhadap Pembangunan Kesehatan di Desa Dompyongwetan Kecamatan Gebang Kabupaten CirebonAy. Bagaimana kesehatan di Desa Dompyongwetan kecamatan Gebang? Berapa besar pengaruh pendidikan terhadap pembangunan kesehatan Desa Dompyongwetan Kecamatan Gebang? Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pendidikan Desa Dompyongwetan Kecamatan Gebang Untuk mengetahui pelaksanaan pembangunan kesehatan di Desa Dompyongwetan Kecamatan Gebang Untuk mengetahui besar pengaruh pendidikan terhadap partisipasi pembangunan kesehatan Desa Dompyongwetan Hipotesis Penelitian AuPendidikan merupakan salah satu persyaratan yang mutlak diperlukan dalam pembangunan secara umum, dan apabila seseorang tingkat pendidikannya tinggi, diharapkan memiliki persepsi dan sikap yang positif sehingga partisipasinya dalam pembangunan kesehatan juga akan meningkatAy. Lokasi Penelitian Penelitian ini berlokasi di Desa Dompyongwetan Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon. TINJAUAN PUSTAKA Hakikat Pendidikan Pengertian pendidikan menurut Purwanto . 2: . AuPendidikan adalah segala usaha orang dewasa dan pergaulan dengan seseorang untuk mencapai perkembangan jasmani dan rohani kearah Para pakar pendidikan dalam merumuskan pengertian pendidikan secara substansial mengarahkan kepada satu titik Rumusan Masalah Bagaimana pendidikan di Desa Dompyongwetan Kecamatan Gebang? SOSFILKOM Vol. XI No. 02 Tahun 2017 yang termasuk dalam hal ini menyangkut pada Rumah Sakit. Puskesmas, dll. Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Tenaga Ahli Sumber Daya Manusia merupakan bagian yang tidak lepas dari pembangunan Hal ini dapat dilaksanakan melalui program pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia atau tenaga ahli dapat mengatasi segala permasalahan Dalam rangka penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan kerja untuk itu perlu dilakukan suatu pendidikan formal dan informal. Dalam peningkatan kualitas menyangkut juga kepada pemberian pelayanan kepada masyarakat artinya kualitas orang-orang yang memberikan pelayanan kesehatan karena faktor ini sangat penting. (Nasution:1997:. Perencanaan kesehatan masyarakat dan Dalam hal perencanaan kesehatan dan gizi bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan dan gizi. Hal ini dipandang perlu karena pembangunan menyangkut pada pembangunan manusia yang seutuhnya dan kesehatan masyarakat Ciri utama kedewasaan dalam pendidikan adalah : Otonomi dalam kehidupan kesusilaan Menjadi anggota masyarakat Matang secara biologis dan psikologis Ciri utama tersebut selanjutnya dijelaskan anatara lain : Tujuan pendidikan yang diharapkan adalah agar orang mampu mengambil keputusan kesusilaan tanpa dipengaruhi orang lain serta keputusan yang diambil bersifat realistis. Keputusan kesusilaan diharapkan dapat mengambil keputusan berupa sikap bagaimana berperilaku di Agar orang dapat menjadi angota masyarakat yang sesuai dengan normanorma yang ada pada suatu masyarakat. Bahwa dengan pendidikan yang diperolehnya dapat memahami serta menilai norma-norma yang ada pada masyarakat tesebut. Mempunyai kematangan dalam aspek biologis dan psikologis yang meliputi segi keturunan, efektivitas, dan Pembangunan Kesehatan Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan yang mengacu pada bidang kesehatan dimana tujuan pembangunan ini untuk mensejahterakan Banyak hal yang menyangkut (Nasution:1997:. Pembangunan fasilitas, sarana, dan prasarana kesehatan Dalam hal ini menyangkut pada mendukung pada pembangunan kesehatan. METODOLOGI PENELITIAN Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-survey explanatory, di mana selain tertuju pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang dengan cara menuturkan informasi yang diperoleh, penelitian ini juga menjelaskan hubungan antara variabel-variabel yang diteliti dengan cara menguji hipotesis melalui pengolahan dan pengujian data secara SOSFILKOM Vol. XI No. 02 Tahun 2017 Operasional Variabel Tabel 1 Operasionalisasi Variabel Penelitian Variabel Tingkat Pendidikan (X) (Slamet, 1998:. Pembangunan (Y) (Nasution:1997: Indikator Pendidikan Terakhir Mengambil berperilaku di Sesuai dengan norma-norma yang Mempunyai pemikiran yang kritis Pembangunan fasilitas, sarana, dan prasarana kesehatan Penjabaran Indikator Tingkat pendidikan terakhir Mengerti tujuan pendidikan Frekuensi membaca buku Masyarakat, mengetahui bagaimana seharusnya berperilaku dalam masyarakat. Masyarakat dapat memahami apa saja yang menjadi norma-norma yang ada di Masyarakat dapat menilai norma-norma yang ada di masyarakat. Masyarakat dapat menjalankan norma-norma yang ada di masyarakat. Mampu mengambil keputusan Menghadiri undangan dari desa tentang pembangunan kesehatan Memberi masukan pada pemerintah tentang pembangunan kesehatan Keikutsertaan membayar iuran kebersihan Mengikuti gotong royong yang ada di desa Pembangunan Mengetahui pentingnya kesehatan Sumber Daya Mengetahui program pemerintah tentang Manusia dan Tenaga Ahli Membawa keluarga mengikuti program Perencanaan Mengetahui pentingnya gizi kesehatan masyarakat 9. Mengetahui manfaat hasil pembangunan dan gizi Ikut serta mengikuti program kesehatan dan dengan menyebarkan daftar pertanyaan kepada masyarakat atau responden, kemudian dijawab oleh responden dengan cara memilih jawaban yang sudah tersedia . ecara tertutu. Teknik Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data yang terdiri dari : Penelitian Kepustakaan Adalah suatu cara pengumpulan data dengan mempelajari buku-buku dan bahan lainnya yang berhubungan dengan objek penelitian. Penelitian Lapangan Adalah data yang diperoleh dari hasil penelitian yang berupa Angket atau Kuesioner, yaitu teknik pengumpulan data Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang ada di Desa Dompyong Wetan Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon yang berusia SOSFILKOM Vol. XI No. 02 Tahun 2017 besarnya pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) 15-55 tahun . sia produkti. Sedangkan sampel diambil dengan rumus: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Untuk membuktikan kebenaran pembangunan kesehatan, dapat dicari dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment. Analisis Koefesien Product Moment Cara mengetahui ada tidaknya dan besar kecilnya hubungan antara variabel bebas (Sugiono, 2003:. Cara perhitungan menggunakan rumus sebagai berikut : Sesuai dengan data-data yang diperoleh melalui penyebaran kuisioner dalam proses penelitian, maka akan diperoleh perhitungan sebagai berikut : n = 98 Mengingat sampel diambil dari 6 Rukun Warga (RW), maka untuk memudahkan penelitian dan agar setiap lingkungan terwakili sampel penelitiannya maka ditetapkan sampel dari tiap RW berkisar antara 16-17 orang responden tergantung dari besarnya jumlah usia produktif dari setiap lingkungan yang ada, hingga mencapai besarnya sampel ditetapkan secara keseluruhan. Analisa Data Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisa data Korelasi Product Moment. Koefisen determinasi digunakan untuk mengetahui Dengan taraf signifikan = 5% untuk n = 98 maka diperoleh r tabel = 0,195 . Jika dibandingkan antara nilai r yang diperoleh dari hasil perhitungan rumus koefesien product moment adalah lebih kecil dibandingkan dengan r tabel koefesien product moment 0,187 < 0,195 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif antara Tingkat Pendidikan Pembangunan Kesehatan Desa Dompyong Wetan Kabupaten Cirebon. Dari hasil perhitungan di atas maka dengan demikian diperoleh rxy = 0,187. untuk menentukan signifikan pengaruh pendidikan selaku variabel bebas maka harus dilakukan perbandingan antara r yang diperoleh dengan menggunakan rumus koefesien korelasi product moment dengan kriteria sebagai berikut : A Jika r test > r tabel, maka koefesien korelasi signifikan. A Jika r test < r tabel, maka koefesien korelasi tidak signifikan SOSFILKOM Vol. XI No. 02 Tahun 2017 Dengan kata lain apabila salah satu variabel terjadi peningkatan maka variabel Berdasarkan hasil-hasil yang telah dikemukakan di atas maka hipotesa yang dikemukakan dalam penelitian ini dapat diterima yaitu ada pengaruh antara Pendidikan Terhadap Pembangunan Kesehatan Desa Dompyong Wetan. adalah sebesar 3,50% selebihnya 96,50% ditentukan oleh faktor-faktor Tingkat korelasi antara Pendidikan dengan Pembangunan Kesehatan pada Desa Dompyong Wetan sebesar 0,187, ini berarti bahwa ada hubungan yang positif antara pendidikan terhadap pembangunan Dengan kata lain semakin tinggi pendidikan masyarakat desa maka akan semakin tinggi pula partisipasinya dalam pembangunan Koefesien Determinant Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Varibel Bebas (X) terhadap Variabel terikat (Y) dapat dihitung dengan rumus koefesien determinan. = . A x 100% = . A x 100% = 0,034969 x 100% = 3,50 % Dari hasil perhitungan di atas maka dapat diketahui bahwa besarnya pengaruh Pendidikan Terhadap Pembangunan Kesehatan Desa Dompyong Wetan Kabupaten Cirebon adalah sebesar 3,50 %. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan dari hasil rxy = 0,187 ada AuPengaruh yang sangat rendahAy antara kedua variabel. Saran Perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat yang lebih mendalam bahwa pendidikan merupakan aspek yang mendorong untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Merubah budaya agar masyarakat mau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga dengan pendidikan yang lebih tinggi akan lebih mengerti dan memahami pentingnya kesehatan. Pemerintah harus memperhatikan faktor-faktor yang dapat merubah masyarakat yang berfikiran tradisional ke arah yang lebih modern. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA