ELESTE : Economic Learning Experience & Social Thingking Education Journal Vol 5 No 2 September 2025 p-ISSN : x-x Available Online : https://journal. id/index. php/eleste/index e-ISSN : 3032-7261 DOI : https://doi. org/10. 58890/eleste. PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. ZIPPER INDONESIA Tsania Zahrohnissa1. Mei Iswandi2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi GICI. Depok Tsaniazhrhnsa@gmail. com1, meiiswandi623@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT. Zipper Indonesia. Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda, dan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari Ae Juni 2025 di PT. Zipper Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 150 orang dan diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 100 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi kerja (XCA) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y) dan disiplin kerja (XCC) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y) di PT. Zipper Indonesia. Secara simultan motivasi kerja (XCA) dan disiplin kerja (XCC) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) sebesar sebesar 55,8% sedangkan sisanya sebesar 44,2% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diteliti, misalnya gaya kepemimpinan, budaya kerja dan lain sebagainya. Kata Kunci: Motivasi Kerja. Disiplin Kerja. Kinerja Karyawan Abstract This study aims to determine the influence of work motivation and work discipline on employee performance at PT. Zipper Indonesia. This research uses multiple linear regression and was conducted from February to June 2025 at PT. Zipper Indonesia. Data was collected through the use of The population in this study consisted of 150 employees, with a sample of 100 respondents selected using purposive sampling. The data analysis techniques used include multiple linear regression analysis, classical assumption tests, and hypothesis testing. The results of this study indicate that work motivation (XCA) has a significant partial effect on employee performance (Y), and work discipline (XCC) also has a significant partial effect on employee performance (Y) at PT. Zipper Indonesia. Simultaneously, work motivation (XCA) and work discipline (XCC) have a significant effect on employee performance (Y), with a contribution of 55. 8%, while the remaining 44. 2% is influenced by other variables not examined in this study, such as leadership style, work culture, and others. Keywords: Work Motivation. Work Discipline. Employee Performance. (*) Corresponding Author : Tsania Zahrohnissa. Tsaniazhrhnsa@gmail. com1, 08161163212 - 91 - Tsania Zahrohnissa1,Mei Iswandi2 // ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 5 . September 2025 INTRODUCTION Perkembangan dunia bisnis saat ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, baik bisnis yang bergerak di bidang manufaktur maupun bisnis yang bergerak di bidang jasa. Pertumbuhan ini tidak terlepas dari kemajuan perekonomian secara menyeluruh yang diiringi dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Transformasi ini menciptakan sebuah persaingan yang semakin ketat dan tajam, baik di pasar domestik maupun pasar internasional. Dalam konteks ini, perusahaan dituntut untuk beradaptasi dan berinovasi agar dapat bertahan dan bersaing di tengah dinamika pasar yang terus Dalam menghadapi tantangan tersebut, kinerja karyawan menjadi salah satu faktor kunci yang menentukan keberhasilan suatu organisasi. Kinerja yang optimal tidak hanya berkontribusi pada pencapaian tujuan perusahaan, tetapi juga berpengaruh pada kinerja karyawan dan daya saing di pasar. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memahami berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Diantara faktor-faktor tersebut, motivasi kerja dan disiplin kerja merupakan dua variabel yang sangat penting untuk diperhatikan. Motivasi kerja merujuk pada dorongan internal dan eksternal yang mendorong individu untuk mencapai tujuan pada suatu pekerjaan. Karyawan yang memiliki motivasi tinggi cenderung lebih produktif, kreatif dan berkomitmen terhadap tugas yang telah diberikan. Begitupun disiplin kerja, dimana disiplin kerja ini mencakup kepatuhan terhadap aturan dan prosedur yang ditetapkan oleh Disiplin yang baik akan menciptakan lingkungan kerja yang teratur dan menndukung pencapaian kinerja yang lebih baik. Dengan demikian, kedua variabel ini saling berkaitan dan berkontribusi pada kinerja karyawan secara keseluruhan. Dalam konteks ini. PT. ZIPPER INDONESIA yang dikenal sebagai salah satu produsen zipper terkemuka di dunia, menghadapi tantangan signifikan dalam upaya meningkatkan kinerja Terdapat indikasi bahwa perusahaan ini mengalami fluktuasi produktifitas dalam beberapa tahun terakhir. Laporan internal menunjukan adanya penurunan dalam produktivitas karyawan dan survei internal mengungkapkan bahwa salah satu penyebab turunnya produktifitas kinerja karyawan adalah karena karyawan merasa kurang termotivasi dalam bekerja, serta adanya pelanggaran terhadap aturan disiplin kerja. Hal ini menunjukan adanya masalah yang perlu diatasi untuk meningkatkan kinerja karyawan secara konsisten. Berikut data kinerja karyawan pada PT. ZIPPER INDONESIA: PRODUKTIVITAS KARYAWAN PT. ZIPPER INDONESIA Gambar 1. Produktivitas Karyawan - 92 - Tsania Zahrohnissa1,Mei Iswandi2 // ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 5 . September 2025 Pada gambar 1. 1 diatas dapat dilihat bahwa dalam lima tahun terakhir, data produktivitas kinerja karyawan menunjukan fluktuasi yang mencolok. Pada tahun 2020, produktivitas mengalami penurunan signifikan hingga mencapai 60%, yang mungkin disebabkan oleh tantangan yang dihadapi akibat pandemi. Namun, pada tahun 2021, terjadi pemulihan yang luar biasa dengan kenaikan produktivitas sebesar 75%, dimana karyawan beradaptasi dengan situasi baru dan menerapkan strategi kerja yang lebih effisien. Tren positif ini berlanjut pada tahun 2022, dimana produktivitas kembali meningkat hingga mencapai 90%, mencerminkan peningkatan motivasi dan kolaborasi diantara tim. Sayangnya pada tahun 2023, produktivitas mengalami penurunan lagi manjadi 85% yang mungkin disebabkan oleh faktor eksternal atau perubahan dalam kebijakan perusahaan. Meskipun demikian, tahun 2024 menunjukan tanda-tanda pemulihan dengan kenaikan produktivitas kembali mencapai Hal ini menunjukan adanya masalah yang perlu diatasi untuk meningkatkan kinerja karyawan secara konsisten. Berdasarkan dengan uraian diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Au Pengaruh Motivasi Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Zipper IndonesiaAy METHODS Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dengan menggunakan metode penelitian survei yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang dilakukan dengan cara menyusun daftar pernyataan yang diajukan kepada responden RESULTS & DISCUSSION Results Uji Kualitas Data Langkah selanjutnya yang dilakukan setelah mengetahui berbagai tanggapan atas responden adalah melakukan uji kualitas data. Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah berbagai item pernyataan atau indikator yang digunakan tersebut valid atau tidak serta reliabel atau tidak. Hal ini penting karena salah satu syarat bahwa sebuah data dapat dilakukan uji hipotes adalah harus valid dan Dibawah ini disajikan hasil uji kualitas data berupa uji validitas dan uji reliabilitas. Uji Validitas Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel Motivasi Kerja PERNYATAAN Saya puas dengan penghasilan yang saya VALID Karena rhitung > 0,3 Penghasilan saya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari VALID Karena rhitung > 0,3 Lingkungan kerja di perusahaan ini mendukung produktivitas saya dalam bekerja VALID Karena rhitung > 0,3 Saya merasa nyaman dengan fasilitas yang disediakan di tempat kerja VALID Karena rhitung > 0,3 Saya merasa aman saat bekerja VALID Karena rhitung > 0,3 Perusahaan tidak mencampuri urusan pribadi VALID Karena rhitung > 0,3 - 93 - SIMPULAN KETERANGAN Tsania Zahrohnissa1,Mei Iswandi2 // ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 5 . September 2025 Saya memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja VALID Karena rhitung > 0,3 Saya memiliki hubungan yang baik dengan VALID Karena rhitung > 0,3 Data di atas menunjukkan bahwa semua nilai rhitung yang disajikan pada kolom Corrected Item-Total Correlation hasil perhitungan menggunakan SPSS . lebih besar dibandingkan nilai rtabel sehingga dapat dikatakan bahwa semua item pertanyaan tentang variabel Citra Merek tersebut valid dan dapat digunakan untuk uji-uji selanjutnya Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Disiplin Kerja PERNYATAAN SIMPULAN KETERANGAN Saya tidak pernah absen kerja VALID Karena rhitung > 0,3 Saya merasa kesulitan menyelesaikan pekerjaan ketika ada rekan kerja yang tidak VALID Karena rhitung > 0,3 Saya tidak pernah datang terlambat VALID Karena rhitung > 0,3 Perusahaan menangani masalah keterlambatan karyawan dengan sangat baik VALID Karena rhitung > 0,3 Saya merasa didisiplin kerjai oleh perusahaan atas kontribusi pekerjaan VALID Karena rhitung > 0,3 Perusahaan memberikan kesempatan yang cukup untuk motivasi kerja VALID Karena rhitung > 0,3 Saya merasa bahwa hak-hak karyawan dilindungi dengan baik di perusahaan ini VALID Karena rhitung > 0,3 Saya percaya bahwa masalah yang dihadapi karyawan dapat diselesaikan dengan jalan VALID Karena rhitung > 0,3 Data di atas menunjukkan bahwa semua nilai rhitung yang disajikan pada kolom Corrected Item-Total Correlation hasil perhitungan menggunakan SPSS . lebih besar dibandingkan nilai rtabel sehingga dapat dikatakan bahwa semua item pertanyaan tentang variabel Keputusan Pembelian tersebut valid dan dapat digunakan untuk uji-uji selanjutnya. Tabel 3. Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan PERNYATAAN rhitung SIMPULAN KETERANGAN Pekerjaan yang saya hasilkan selalu memenuhi standar kualitas yang diharapkan perusahaan VALID Karena rhitung > 0,3 Saya selalu memperhatikan detail dalam setiap tugas yang saya kerjakan VALID Karena rhitung > 0,3 - 94 - Tsania Zahrohnissa1,Mei Iswandi2 // ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 5 . September 2025 Saya mampu menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu VALID Karena rhitung > 0,3 Saya sering kali melebihi target yang telah VALID Karena rhitung > 0,3 Saya tidak pernah melakukan kesalahan dalam VALID Karena rhitung > 0,3 Saya merasa metode yang saya gunakan sangat efektif dalam menyelesaikan pekerjaan VALID Karena rhitung > 0,3 Saya dapat dengan mudah menyesuaikan strategi kerja saya untuk mencapai hasil yang lebih baik VALID Karena rhitung > 0,3 Saya berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaan yang saya VALID Karena rhitung > 0,3 Saya merasa bertanggung jawab atas hasil kerja yang saya lakukan VALID Karena rhitung > 0,3 Data di atas menunjukkan bahwa semua nilai rhitung yang disajikan pada kolom Corrected Item-Total Correlation hasil perhitungan menggunakan SPSS . lebih besar dibandingkan nilai rtabel sehingga dapat dikatakan bahwa semua item pertanyaan tentang variabel Keputusan Pembelian tersebut valid dan dapat digunakan untuk uji-uji selanjutnya. Uji Reliabilitas Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Cronbach SIMPULA VARIABEL KETERANGAN Motivasi Kerja 0,764 Reliabel Karena Cronbach > 0,6 Disiplin Kerja 0,756 Reliabel Karena Cronbach > 0,6 Kinerja Karyawan 0,766 Reliabel Karena Cronbach > 0,6 Data di atas menunjukkan bahwa semua nilai Cronbach Alpha yang tertera dalam Tabel Reability Statistics . hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS untuk masing- masing variabel lebih besar dari 0,6 sehingga dapat dikatakan bahwa semua instrumen penelitian ini handal . dan dapat digunakan untuk uji selanjutnya. Hasil Uji Asumsi Klasik Setelah melakukan uji kualitas data dan semua data yang dihasilkan layak untuk digunakan dalam uji selanjutnya maka yang perlu dilakukan adalah uji asumsi klasik. Uji ini wajib dilakukan sebelum seseorang melakukan analisis regresi linier berganda. Adapun uji klasik yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi: . uji normalitas, . uji multikolinieritas dan . - 95 - Tsania Zahrohnissa1,Mei Iswandi2 // ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 5 . September 2025 Hasil Uji Normalitas Gambar 1. Hasil Uji Normalitas Pada grafik histogram di atas terlihat bahwa variabel berdistribusi normal. Hal ini ditunjukkan oleh gambar histogram tidak miring ke kanan maupun ke kiri sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi kinerja karyawan. Uji Heteroskedastisitas Gambar 2. Hasil Heteroskidastisitas Dengan Pendekatan Grafik Grafik Scatterplot di atas memperlihatkan bahwa titik-titik menyebar secara acak tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi keputusan membeli berdasarkan masukan variabel Hasil Uji Multikolinieritas Tabel 5. Hasil Uji Multikolinieritas (Tolerance dan VIF) COLLINEARITY STATISTICS VARIABEL Motivasi Kerja Disiplin Kerja TOLERANCE VIF HASIL SIMPULAN HASIL SIMPULAN 0,472 0,472 >0,1 >0,1 <10 <10 Data di atas menunjukkan bahwa semua nilai tolerance variabel independen yang ada diatas 0,1 serta nilai VIF variabel independennya semua dibawah 10 yang berarti bawah tidak terjadi multikolinieritas. - 96 - Tsania Zahrohnissa1,Mei Iswandi2 // ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 5 . September 2025 Hasil Uji Hipotesis Setelah semua data dinyatakan layak untuk dilakukan uji selanjutnya, maka langkah terakhir yang dilakukan adalah melakukan uji hipotesis. Uji ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah sekaligus dugaan sementara atas jawaban rumusan masalah tersebut yang tertuang dalam hipotesis. Beberapa hal yang termasuk ke dalam uji hipotesis ini anatara lain persamaan regresi, , koefisien determinasi (R. dan uji t . ji parsia. Persamaan Regresi Linier Sederhana Tabel 6. Hasil Uji Regresi Sederhana Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Sig. Std. Error Beta (Constan. Mk_Total Dk_Total Melihat nilai Unstandardizet Coefficients Beta di atas, maka dapat ditentukan persamaan regresi linier berganda yang dihasilkan dari penelitian ini, sebagai berikut: 9,199 0,355X1 0,516X2 Yang berarti berarti: Konstanta sebesar 9,199 yang artinya kinerja karyawan yang diteliti minimal 9,199 atau bila tidak ada pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja maka nilai kinerja karyawan bernilai 9,199. Koefisien regresi variabel motivasi kerja (X. diperoleh nilai sebesar 0,355 yang berarti jika variabel motivasi kerja mengalami kenaikan satu poin sementara variabel disiplin kerja diasumsikan tetap maka kinerja karyawan juga akan mengalami kenaikan sebesar 0,355. Koefisien regresi variabel disiplin kerja (X. diperoleh nilai sebesar 0,516 yang berarti jika variabel disiplin kerja mengalami kenaikan satu poin sementara variabel motivasi kerja diasumsikan tetap maka kinerja karyawan juga akan mengalami kenaikan sebesar 0,516. Koefisien Determinasi (R. Tabel 7. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai Adjusted R Square adalah 0,558 atau 55,8%. Ini berarti bahwa variabel independen berupa motivasi kerja dan disiplin kerja secara bersama-sama - 97 - Tsania Zahrohnissa1,Mei Iswandi2 // ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 5 . September 2025 mempengaruhi variabel dependen kinerja karyawan di PT. Zipper Indonesia sebesar 55,8% sedangkan sisanya sebesar 44,2% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Hasil Uji t (Uji Parsia. Langkah terakhir yang harus dilakukan adalah melakukan Uji t atau yang lebih dikenal dengan nama Uji Parsial. Jika Uji F bertujuan untuk melihat pengaruh secara bersama-sama, maka Uji t ini bertujuan untuk melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependennya secara parsial atau sendiri-sendiri. Tabel 8. Hasil Uji t (Uji Parsia. Sig. VARIABEL KESIMPULAN Hasil c = 5% Motivasi Kerja <0. Berpengaruh Disiplin Kerja < 0. Berpengaruh Guna menentukan H0 maupun Ha yang ditolak atau diterima maka nilai thitung di atas dapat dibandingkan dengan nilai ttabel pada tingkat signifikasi 5% . = 0,. Nilai ttabel pada tingkat signifikansi 5% . = 0,. adalah 1,984. Dengan membandingkan thitung dan ttabel maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Secara parsial motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. Zipper Indonesia karena thitung . > ttabel . serta nilai signifikansinya di bawah 0,05. Secara parsial disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. Zipper Indonesia karena thitung . > ttabel . serta nilai signifikansinya di bawah 0,05. Hasil Uji F (Uji Simulta. Tabel 9. Hasil Uji F (Uji Simulta. ANOVAa Model Sum of Squares Mea n Square Regression Residual Total Sig. Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai Fhitung yang diolah dengan menggunakan SPSS adalah sebesar 63,235 dan nilai signifikansi < 0,05. Sementara itu nilai Ftabel yang dilihat pada tabel nilainilai untuk distribusi F adalah 3,09. Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa nilai Fhitung = 63,494 > dari Ftabel = 3,09. Ini berarti bahwa variabel independen yang terdiri dari motivasi kerja dan disiplin kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Zipper Indonesia. - 98 - Tsania Zahrohnissa1,Mei Iswandi2 // ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 5 . September 2025 DISCUSSION Sesuai dengan latar belakang yang telah disampaikan diawal dimana sampai saat ini masih ditemui kendala di PT. Zipper Indonesia khususnya mengenai kinerja karyawan sehingga perlu dilakukan penelitian diantaranya dengan menggunakan variabel motivasi kerja dan disiplin kerja maka permasalahan tersebut setidaknya mulai terjawab. Dari kedua variabel independen yang digunakan, semua variabel berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. Zipper Indonesia yaitu motivasi kerja dan disiplin kerja. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa variabel motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. Zipper Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikan sebesar 0,002 dan nilai thitung sebesar 3,248. Hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa pihak manajemen sangat memperhatikan kinerja karyawan PT. Zipper Indonesia sehingga akan berdampak pada kinerja mereka dalam bekerja di tempat tersebut. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa variabel disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. Zipper Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikan sebesar 0,001 dan nilai thitung sebesar 5,052. Berdasarkan hasil penelitian motivasi kerja dan disiplin kerja berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan dengan kontribusi sebesar 55,8%. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja karyawan di PT. Zipper Indonesia dipegaruhi oleh variabel tersebut. Oleh karena itu, dalam upaya mewujudkan peningkatan kinerja karyawan, variabel-variabel tersebut lebih ditingkatkan lagi. Berdasarkan perhitungan analisis regresi berganda antara motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan diperoleh persamaan regresi Y = 9,199 0,355X1 0,516X2. Persamaan regresi linier berganda tersebut memiliki hasil yang positif, menunjukkan bahwa semua variabel independent yaitu motivasi kerja dan disiplin kerja mempengaruhi variabel dependennya yaitu kinerja karyawan di PT Zipper Indonesia. CONCLUSION Sesuai dengan uraian-uraian diatas serta hasil analisis dan interprestasi data yang telah dijelaskan sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan, sebagai berikut : Hasil uji validitas menunjukkan bahwa semua pernyataan yang berada di kuesioner yang telah disebar dinyatakan valid. Persamaan regresi yang diperoleh dari penelitian ini adalah Y = 9,199 0,355X1 0,516X2 dan Secara parsial motivasi kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Zipper Indonesia. Terdapat Pengaruh yang positif dan signifikan motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. Penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel ini berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan kinerja karyawan. Motivasi kerja yang mencakup faktorfaktor seperti penghargaan dan pengakuan, terbukti meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan, sedangkan disiplin kerja, yang mencakup kepatuhan terhadap aturan dan prosedur, membantu menciptakan lingkungan kerja yang teratur dan efisien. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi dari kedua variabel ini memberikan kontribusi yang substansial terhadap kinerja, dengan kontribusi total mencapai 55,8%. Oleh karena itu, manajemen perlu fokus pada pengembangan strategi yang dapat meningkatkan motivasi dan disiplin kerja untuk mencapai hasil kinerja yang lebih optimal. REFERENCES