BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Volume 4 Nomor 2. July 2025 E-ISSN: 2807-7857. P-ISSN: 2807-9078 Pengembangan Media SURIA (Sunda Ceri. dalam Meningkatkan Kosakata Bahasa Sunda Anak Usia 5-6 Tahun Dewi Ratna Purwati1*. Ajeng Rahayu Tresna Dewi2 1,2,3 Universitas Muhammadiyah Kuningan Received: July 17th, 2025. Revised: July 23rd, 2025. Accepted: July 23rd, 2025. Published: July 29th, 2025 Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan kosakata bahasa Sunda pada anak usia dini, serta terbatasnya media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia 5Ae6 tahun. Kondisi ini menunjukkan perlunya pengembangan media yang inovatif dan edukatif untuk menunjang pembelajaran bahasa daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran SURIA (Sunda Ceri. yang efektif dalam meningkatkan kemampuan kosakata bahasa Sunda anak usia 5Ae6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model pengembangan Borg and Gall yang disederhanakan menjadi enam tahap menurut Sugiyono, yaitu: potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi, revisi, dan uji coba produk. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan tes. Hasil validasi dari ahli materi menunjukkan kelayakan sebesar 98% atau sangat layak, dan hasil validasi dari ahli media menunjukkan kelayakan sebesar 88,3% atau sangat layak, hasil tersebut menunjukkan bahwa media SURIA sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Uji efektivitas menggunakan desain Pre-TestAePost-Test Non-Equivalent Control Group Design menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam kosakata bahasa Sunda pada anak-anak yang menggunakan media ini. Media SURIA terbukti meningkatkan aspek kognitif dan linguistik, dapat dilihat dari hasil Uji Paired Sample T-test yaitu nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah menggunakan media SURIA yang menunjukkan media SURIA efektif dalam meningkatkan kemampuan kosakata bahasa Sunda anak usia dini, selain itu media SURIA juga menumbuhkan minat dan kecintaan anak terhadap bahasa daerah. Oleh karena itu, media ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam pelestarian bahasa Sunda sejak usia dini. Kata kunci: media pembelajaran, kosakata, bahasa Sunda, anak usia dini Abstract This research aims to develop an effective learning medium called SURIA (Sunda Ceri. to improve the Sundanese vocabulary skills of children aged 5Ae6 years. The background of this study is based on the low mastery of Sundanese vocabulary among young children and the lack of engaging and developmentally appropriate learning media. The research employed the Research and Development (R&D) method using a simplified version of the Borg and Gall model, which includes six stages as adapted from Sugiyono: identifying potential and problems, data collection, product design, validation, revision, and product testing. Data collection techniques included observation, documentation, and tests. The validation results from material experts showed a feasibility of 98%, indicating it was very feasible. Similarly, the validation results from media experts showed a feasibility of 88. 3%, also indicating it was very feasible. These results indicated that the SURIA media was very suitable for use in learning. The effectiveness test, using the Pre-TestAePostTest Non-Equivalent Control Group Design, showed that there was a significant increase in Sundanese vocabulary in children who used this media. SURIA media had been proven to improve cognitive and linguistic aspects, as seen from the results of the Paired Sample T-test, namely a sig value of 0. 000 <0. which meant there was a significant difference before and after using SURIA media, showing that SURIA media was effective in improving the Sundanese vocabulary skills of early childhood children. In addition. SURIA media also fostered children's interest and love for regional languages. Therefore, this media was considered an innovative alternative in preserving Sundanese from an early age. Keywords: learning media, vocabulary. Sundanese language, early childhood Copyright . 2025 Dewi Ratna Purwati. Ajeng Rahayu Tresna Dewi * Correspondence Address: Email Address: 214223032@mhs. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 4 Nomor 2. July 2025 Dewi Ratna Purwati. Ajeng Rahayu Tresna Dewi Pendahuluan Bahasa daerah seperti bahasa Sunda, tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana untuk melestarikan nilai-nilai tradisional, adat, dan kearifan Namun, di tengah globalisasi yang pesat, penggunaan bahasa daerah semakin terancam oleh dominasi bahasa nasional dan asing. Banyak anak, terutama anak usia dini, lebih fasih berbahasa Indonesia dibandingkan dengan bahasa ibu mereka. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan bahasa Sunda sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan (Wahyuni, 2. Bahasa daerah yang dikenalkan sejak usia dini berperan penting dalam pembentukan identitas budaya dan peningkatan rasa percaya diri anak (Isjoni & Dahlan, 2. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua dan pendidik untuk meningkatkan pemahaman kosakata dan perbendaharaan kata anak. Pendidikan adalah proses pengembangan diri manusia yang tidak hanya menghasilkan kecerdasan, tetapi juga kualitas religius dan keterampilan yang dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara. Melalui pendidikan, setiap individu dapat meningkatkan kualitas diri, menjadi lebih produktif, dan mengembangkan sikap yang lebih baik serta terarah, sehingga mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan (Retnaningsih, 2. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan upaya untuk memberikan stimulasi dan rangsangan kepada anak dari lahir hingga usia enam tahun, yang dikenal sebagai masa Golden Age (Pratiwi & Susanto, 2. Pada usia ini, anak mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat, yang penting untuk kehidupan mereka di masa depan. Anak usia dini adalah kelompok yang sedang dalam fase pertumbuhan dan perkembangan yang unik, mencakup pola pertumbuhan, kecerdasan, serta aspek sosial emosional, bahasa, dan komunikasi yang sesuai dengan tingkat perkembangan mereka. Secara alami, anak usia dini adalah peniru. apa yang mereka lihat dan dengar akan mereka tiru (Maghfiroh & Suryana, 2. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu rendahnya penguasaan kosakata bahasa Sunda pada anak usia 5-6 tahun di TK Al-Furqon Sindangbarang. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar anak mengalami kesulitan dalam mengenal dan menyebutkan kosakata dalam bahasa Sunda, baik secara lisan maupun tulisan. Anak-anak cenderung lebih familiar dengan bahasa Indonesia karena kurangnya pembiasaan menggunakan bahasa Sunda di lingkungan sekolah maupun rumah. Berdasarkan hasil pengamatan awal di TK Al-Furqon, banyak media yang hanya berfokus pada Bahasa Indonesia dan bahasa asing, sehingga anak kurang mendapat stimulasi mempelajari Bahasa Sunda. Selain itu, guru masih menggunakan media seperti papan tulis dan lembar kerja yang kurang mendukung gaya belajar anak usia dini, guru belum memiliki media pembelajaran yang sesuai untuk memperkenalkan kosakata bahasa Sunda kepada anak. Media yang digunakan cenderung monoton, kurang menarik, dan tidak mendukung gaya belajar anak usia dini yang memerlukan pendekatan visual, konkret, serta berbasis bermain. Hal ini menyebabkan pembelajaran bahasa Sunda kurang optimal dan tidak mampu menumbuhkan minat anak untuk belajar bahasa daerahnya sendiri. Kondisi ini menjadi hambatan dalam pengembangan kemampuan berbahasa serta mengancam pelestarian bahasa ibu. Oleh karena itu, diperlukan sebuah media pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan tersebut, yakni media yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Sunda secara efektif dan menyenangkan. Kondisi ini menyebabkan pembelajaran bahasa Sunda menjadi kurang optimal dan tidak mampu menumbuhkan minat anak untuk belajar bahasa daerahnya sendiri. Akibatnya, kemampuan berbahasa anak tidak berkembang dan pelestarian bahasa ibu pun Penelitian Sutarto . menunjukkan bahwa bahasa daerah merupakan bagian BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 4 Nomor 2. July 2025 Pengembangan Media SURIA (Sunda Ceri. dalam Meningkatkan Kosakata Bahasa Sunda Anak Usia 5-6 Tahun dari identitas budaya yang harus ditanamkan sejak dini agar anak memiliki keterikatan terhadap budaya lokal. Sejalan dengan itu. Astuti & Hadi . menegaskan bahwa rendahnya inovasi media berbasis budaya lokal turut menyebabkan kurangnya minat anak terhadap pembelajaran bahasa daerah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dibutuhkan media pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Penelitian sebelumnya oleh Fauziah & Hasanah . membuktikan bahwa media yang melibatkan visual, sentuhan, dan permainan sangat efektif dalam meningkatkan keterlibatan belajar anak usia dini. Demikian pula hasil studi Ramadani & Gunawan . menunjukkan bahwa anak lebih mudah menyerap kosakata melalui media taktil dan visual yang Oleh karena itu, perlu dikembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan prinsip belajar anak usia dini, yakni belajar melalui bermain dan eksplorasi aktif. Dalam menjawab tantangan tersebut, peneliti mengembangkan media SURIA (Sunda Ceri. sebagai media bantu pembelajaran kosakata bahasa Sunda. Media ini berbentuk flipbook edukatif berbasis budaya lokal yang dilengkapi gambar kontekstual, warna cerah, huruf tempel berbahan velcro, serta spidol wipe and clean. Desain media ini mengacu pada prinsip bahwa anak belajar lebih efektif dalam suasana menyenangkan dan partisipatif (Rochmawati & Yuliana, 2. Media SURIA dirancang agar anak dapat belajar secara mandiri maupun kolaboratif, yang selaras dengan hasil penelitian Sulistyowati . bahwa media bantu yang interaktif sangat membantu guru dalam menyampaikan materi secara efektif. Selain itu. Kurniawan & Rahmawati . juga menekankan bahwa flipbook edukatif berbasis lokal terbukti mampu meningkatkan minat anak dalam belajar bahasa daerah. Dengan demikian. SURIA tidak hanya bertujuan meningkatkan penguasaan kosakata anak, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal melalui media visual yang menarik (Nugraheni & Wulandari. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang disederhanakan menjadi enam tahap menurut Sugiyono, yaitu identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi oleh ahli, revisi produk, dan uji coba Diharapkan media ini menjadi solusi inovatif yang tidak hanya mendukung pembelajaran kosakata bahasa Sunda tetapi juga memperkuat identitas budaya anak sejak usia dini. Landasan Teori Penguasaan kosakata merupakan salah satu fondasi penting dalam perkembangan bahasa anak usia dini. Kosakata yang dimiliki anak akan memengaruhi kemampuan mereka dalam menyampaikan ide, memahami instruksi, dan berinteraksi dengan lingkungan. Menurut Naldi . , perkembangan bahasa anak usia dini mencakup menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, yang seluruhnya saling berkaitan dan berkembang secara bertahap, dimulai dari penguasaan kata. Pada usia 5Ae6 tahun, anak berada dalam tahap praoperasional menurut teori perkembangan Piaget, di mana mereka belajar melalui pengalaman konkret, pengamatan, dan manipulasi objek nyata. Oleh karena itu, pembelajaran kosakata harus disampaikan dengan pendekatan yang sesuai dengan dunia anak-anak. Hidayat . menambahkan bahwa pada tahap ini anak perlu distimulasi melalui media visual dan aktivitas yang menyenangkan untuk mendukung perkembangan bahasa mereka. Untuk menjembatani kebutuhan tersebut, media pembelajaran berperan sebagai sarana bantu yang dapat mempermudah proses belajar dan membuat pembelajaran lebih Hasan dkk. menjelaskan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan serta merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan peserta BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 4 Nomor 2. July 2025 Dewi Ratna Purwati. Ajeng Rahayu Tresna Dewi didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Dalam konteks anak usia dini, media yang efektif adalah media yang bersifat konkret, interaktif, menarik secara visual, serta dapat dimainkan anak-anak. Maghfiroh & Suryana . mengungkapkan bahwa media pembelajaran dapat mengubah suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan membantu anak memahami materi dengan lebih mudah karena disesuaikan dengan karakteristik usia dan tahap perkembangannya. Oleh karena itu, penggunaan media yang dirancang secara khusus untuk anak, seperti gambar menarik, huruf tempel, atau flipbook berwarna, dapat meningkatkan minat belajar dan membantu anak mengingat kosakata dengan lebih baik. Dalam konteks pembelajaran bahasa daerah, pelestarian bahasa ibu seperti bahasa Sunda menjadi sangat penting untuk menjaga jati diri budaya lokal. Mahendra dkk. menyatakan bahwa pengenalan bahasa daerah sejak dini merupakan salah satu strategi dalam mempertahankan bahasa ibu yang terancam punah akibat globalisasi dan Anak-anak yang dikenalkan pada bahasa daerah secara sistematis dan menyenangkan cenderung memiliki rasa memiliki dan kecintaan terhadap budaya lokalnya. Upaya pelestarian tersebut akan lebih efektif jika dilakukan melalui kegiatan pendidikan, khususnya dalam pembelajaran yang melibatkan media kontekstual dan berbasis budaya. Untuk menghasilkan media pembelajaran yang sesuai, penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang disederhanakan menjadi enam tahap menurut Sugiyono . , yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi produk, dan uji coba. Model ini digunakan karena dianggap sistematis, fleksibel, dan sesuai untuk menciptakan produk pendidikan yang aplikatif di lapangan. Menurut Rachman . , penelitian dan pengembangan (R&D) bertujuan menghasilkan produk pendidikan yang valid, praktis, dan efektif melalui tahapan perencanaan, pengembangan, serta evaluasi. Dengan mengikuti tahapan tersebut, media pembelajaran yang dihasilkan diharapkan mampu menjawab kebutuhan pembelajaran secara nyata di Beberapa penelitian terdahulu juga mendukung penggunaan media pembelajaran berbasis visual dan budaya lokal dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia Penelitian oleh Rahmawati . membuktikan bahwa penggunaan media pop-up book dapat meningkatkan kemampuan kosakata anak kelompok B secara signifikan. Sementara itu. Nurhadijah & Rahma . menunjukkan bahwa penggunaan media cerita bergambar dapat merangsang kemampuan berbicara dan memperluas kosakata anak. Seluruh temuan ini menjadi landasan kuat bahwa media yang dirancang dengan memperhatikan unsur visual, permainan, dan kedekatan budaya dapat menjadi alat bantu efektif dalam pembelajaran bahasa bagi anak usia dini. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development atau R&D) dengan tujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran yang valid, layak, dan efektif digunakan. Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model Borg and Gall, yang dalam penelitian ini disederhanakan menjadi enam langkah utama sesuai dengan panduan dari Adawiyah & Rahayu . , yaitu: . potensi dan masalah, melakukan pengamatan terhadap potensi dan masalah yang ada terhadap isu terkait penguasaan kosa kata bahasa Sunda anak usia 5-6 tahun. pengumpulan data, mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan untuk pengembangan pembelajaran. desain produk, peneliti menetapkan desain produk yang akan dikembangkan yaitu media SURIA. validasi desain, melakukan uji validasi terhadap permainan atau produk penelitian, dilakukan pada bulan Maret 2025. revisi desain, proses revisi produk atau desain berdasarkan hasil uji lapangan yang terbatas. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 4 Nomor 2. July 2025 Pengembangan Media SURIA (Sunda Ceri. dalam Meningkatkan Kosakata Bahasa Sunda Anak Usia 5-6 Tahun . uji coba produk, melakukan uji coba produk skala kecil dan besar melibatkan anak, dilakukan pada bulan Maret-April 2025. Menganalisis Potensi Masalah Pegumpulan Desain produk Uji coba Revisi produk Validasi produk Gambar 1. 1 Model pengembangan yang digunakan peneliti Peneliti melakukan identifikasi masalah melalui observasi dan dokumentasi di TK Al-Furqon Sindangbarang. Hasilnya menunjukkan perlunya pengembangan media pembelajaran bahasa Sunda yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Setelah dilakukan pengumpulan data pendukung, peneliti merancang media SURIA (Sunda Ceri. dalam bentuk flipbook interaktif yang berisi kosakata bahasa Sunda dilengkapi gambar, huruf tempel . , dan spidol wipe and clean. Produk ini kemudian divalidasi oleh dua ahli, yaitu ahli materi dan ahli media, untuk mengetahui kelayakan isi, tampilan, dan fungsionalitas produk. Penilaian dilakukan menggunakan lembar validasi berbasis skala Likert dan hasilnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Setelah revisi berdasarkan masukan ahli, produk diuji cobakan secara terbatas menggunakan desain PretestAePosttest Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan media SURIA dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional tanpa media tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kosakata . retest dan posttes. , observasi aktivitas anak, serta dokumentasi. Data hasil tes dianalisis secara kuantitatif menggunakan uji statistik paired sample t-test dan independent sample t-test untuk mengetahui perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah penggunaan media. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi dan dokumentasi. Instrumen utama adalah tes kosakata yang diberikan pada saat pretest dan posttest. Data kuantitatif dianalisis menggunakan paired sample t-test untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dalam masing-masing kelompok, serta independent sample t-test untuk membandingkan hasil posttest antara kelompok eksperimen dan kontrol. Analisis dilakukan dengan bantuan software SPSS. Teknik ini digunakan untuk memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kosakata anak. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah peserta didik kelompok B usia 5Ae6 tahun di TK Al-Furqon Sindangbarang. Kecamatan Sindangbarang. Kabupaten Cianjur. Jawa Barat pada tahun ajaran 2024/2025. Subjek tersebut dipilih secara purposif karena memiliki karakteristik yang sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu untuk mengembangkan dan menguji media pembelajaran SURIA (Sunda Ceri. dalam meningkatkan kosakata Bahasa Sunda anak usia dini. Menurut Manurung . , subjek penelitian merupakan individu atau kelompok yang menjadi sumber data dalam kegiatan penelitian dan memiliki keterkaitan langsung dengan fokus yang dikaji. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu, dalam hal ini berdasarkan BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 4 Nomor 2. July 2025 Dewi Ratna Purwati. Ajeng Rahayu Tresna Dewi kriteria usia anak . Ae6 tahu. , kemampuan dasar berbahasa, dan kesiapan guru untuk mendampingi penggunaan media (Sugiyono, 2. Kelompok eksperimen berjumlah 20 anak yang mendapatkan pembelajaran menggunakan media SURIA (Sunda Ceri. , sedangkan kelompok kontrol juga berjumlah 20 anak yang mendapatkan pembelajaran dengan metode konvensional tanpa media. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga teknik utama, yaitu tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik tes digunakan untuk mengukur kemampuan kosakata bahasa Sunda anak usia 5Ae6 tahun, baik sebelum maupun sesudah perlakuan. Tes ini diberikan dalam bentuk pretest dan posttest kepada dua kelompok yaitu eksperimen dan kontrol. Bentuk tes terdiri dari 15 soal, meliputi pengenalan gambar, penyebutan kosakata, dan menyusun huruf menjadi kata dalam Bahasa Sunda. Soal-soal dikembangkan secara kontekstual sesuai dengan isi media SURIA, agar selaras dengan dunia anak dan karakteristik usia dini. Sebelum digunakan, instrumen tes divalidasi oleh ahli materi dan ahli bahasa anak untuk memastikan kesesuaian isi, tingkat kesulitan, serta keterkaitan dengan tujuan pembelajaran. Menurut Hidayat . tes pada anak usia dini sebaiknya bersifat sederhana, menarik, dan berkaitan langsung dengan aktivitas bermain atau keseharian anak. Teknik observasi digunakan untuk merekam respons verbal dan nonverbal anak terkait penggunaan media. Observasi dilakukan terhadap perilaku anak saat menggunakan media, partisipasi aktif mereka, serta reaksi verbal maupun nonverbal yang muncul (Khaatimah dkk. , 2. Observasi ini membantu memberikan gambaran kualitatif terhadap efektivitas penggunaan media SURIA di kelas. Observasi dilakukan secara sistematis dengan menggunakan lembar observasi terstruktur. Seperti dijelaskan oleh Paramita . , observasi pada anak usia dini berguna untuk menangkap perilaku dan proses belajar anak secara alamiah yang tidak dapat direkam hanya dengan tes. Observasi dilakukan oleh peneliti dan guru kelas sebagai kolaborator untuk mencermati aktivitas belajar anak selama proses pembelajaran berlangsung. Observasi dilaksanakan selama 4 pertemuan, masing-masing berdurasi 30 menit. Instrumen observasi berupa lembar observasi terstruktur yang mencakup aspek keaktifan, keterlibatan anak, dan respons terhadap penggunaan media. Data hasil observasi digunakan untuk memperkuat data hasil tes, sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai penerapan media di kelas. Selain itu, dokumentasi dilakukan untuk merekam proses pembelajaran melalui foto dan video selama perlakuan berlangsung. Dokumentasi ini berfungsi sebagai data pendukung dalam triangulasi, yang membantu memperkuat keabsahan data dari tes dan observasi, serta menunjukkan keaslian kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan media SURIA. Instrumen dalam penelitian ini dikembangkan berdasarkan indikator kemampuan kosakata anak dan kelayakan media pembelajaran. Instrumen tes disusun berdasarkan kisikisi yang memuat aspek pengenalan gambar, penyebutan kata, dan penulisan kata sederhana dalam bahasa Sunda. Validasi isi dilakukan oleh ahli materi dan guru kelas. Sementara itu, instrumen observasi dan lembar validasi media menggunakan skala Likert 4 poin dengan aspek-aspek yang meliputi isi materi, tampilan visual, interaktivitas, dan kesesuaian dengan perkembangan anak. Pengembangan instrumen dilakukan mengacu pada teori dari Sugiyono . , yang menyatakan bahwa instrumen penelitian harus dikembangkan berdasarkan indikator yang jelas, kemudian diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan untuk pengambilan data. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara terpadu antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif, sesuai dengan tujuan penelitian untuk mengetahui kelayakan dan efektivitas media SURIA dalam meningkatkan kosakata bahasa Sunda anak usia 5Ae6 BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 4 Nomor 2. July 2025 Pengembangan Media SURIA (Sunda Ceri. dalam Meningkatkan Kosakata Bahasa Sunda Anak Usia 5-6 Tahun Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menganalisis hasil tes . retest dan posttes. , sedangkan pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis data observasi dan dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan menggabungkan kedua pendekatan tersebut, peneliti dapat memperoleh data yang bersifat kuantitatif untuk mengukur hasil belajar secara objektif, dan data kualitatif untuk memahami proses belajar dan respons anak secara mendalam. Analisis terpadu ini penting agar hasil penelitian tidak hanya berfokus pada angka, tetapi juga mempertimbangkan konteks pembelajaran anak usia dini yang bersifat kompleks dan Hasil dan Pembahasan Desain media pembelajaran SURIA (Sunda Ceri. dikembangkan dalam bentuk flipbook edukatif berukuran besar, menggunakan bahan art carton laminasi yang aman untuk anak, dilengkapi dengan gambar berwarna, huruf tempel berbahan velcro, dan spidol wipe and clean yang dapat digunakan untuk menulis berulang kali. Media ini dirancang untuk mendukung pembelajaran kosakata bahasa Sunda secara visual, konkret, dan Proses pengembangannya mengikuti enam tahap model Borg and Gall yang disederhanakan oleh Sugiyono dalam jurnal Adawiyah & Rahayu . , dimulai dari identifikasi masalah hingga uji coba produk. Desain produk mengedepankan prinsip pembelajaran anak usia dini, yakni belajar melalui bermain, eksplorasi visual, dan manipulasi langsung terhadap objek. Pendekatan bermain sambil belajar sangat sesuai dengan karakteristik anak usia dini, karena dapat menstimulasi perkembangan kognitif dan bahasa secara bersamaan (Handayani & Putra, 2. Penelitian ini juga melakukan validasi dilakukan oleh dua validator, yaitu ahli materi dan ahli media, dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1. Hasil Validasi Validator Ahli Materi Ahli Media Aspek yang dinilai Kelayakan isi, penyajian. Tampilan Visual, penyajian, kebahasaan Skor (%) Kategori Sangat Layak 88,3% Layak Berdasarkan tabel 1 hasil validasi dari ahli materi menunjukkan skor kelayakan sebesar 98% dengan kategori Ausangat layakAy, sedangkan ahli media memberikan skor 88,3% dengan kategori AulayakAy. Penilaian tersebut mencerminkan bahwa media SURIA sudah sesuai digunakan dalam pembelajaran anak usia 5-6 tahun. Selain itu, respons guru dan anak selama uji coba menunjukkan bahwa media ini mampu menarik perhatian, memotivasi anak untuk belajar bahasa Sunda, dan mempermudah mereka mengenal serta mengingat kosakata. Temuan ini selaras dengan pendapat Daniyati dkk. yang mnyatakan bahwa media pembelajaran pada anak usia dini harus konkret, berwarna, dan mampu merangsang aktivitas belajar anak secara alami. Diperkuat dengan pendapat (Fitriani & Zakiyah, 2. yang menyatakan bahwa penambahan unsur permainan dan visual dalam media bahasa dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan meningkatkan partisipasi anak. Efektivitas media SURIA dianalisis menggunakan desain PretestAePosttest NonEquivalent Control Group. Hasil uji statistik menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam penguasaan kosakata anak pada kelompok eksperimen. Rekapitulasi Hasil Tes dapat dilihat pada tabel berikut : BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 4 Nomor 2. July 2025 Dewi Ratna Purwati. Ajeng Rahayu Tresna Dewi Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Tes Kemampuan Kosakata Basa Sunda Mean Standar Deviasi Pre-test 5,75 1,32 Post-test Kelas Kontrol 11,94 3,61 Pre-test 5,75 1,39 Post-test 6,56 2,04 Kelas Eksperimen Berdasarkan tabel 1. 2 diatas, hasil rata-rata skor pretest kelompok eksperimen adalah 5,75 dan meningkat menjadi 11,94 pada posttest, sedangkan kelompok kontrol hanya naik dari 5,75 menjadi 6,56. Uji Paired Sample t-Test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,. , yang berarti terdapat perbedaan nyata antara sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil ini diperkuat dengan uji Independent Sample t-Test yang menunjukkan bahwa peningkatan skor pada kelompok eksperimen secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok Secara interpretatif, hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media SURIA mampu meningkatkan kosakata bahasa Sunda anak dengan efektif dan menyenangkan. Anak menjadi lebih aktif menyebutkan, menyusun, dan memahami makna kata-kata dalam bahasa Sunda, sejalan dengan teori behavioristik dari Skinner yang menekankan pentingnya penguatan dan stimulus dalam proses belajar bahasa. Penelitian ini juga memperkuat pentingnya penggunaan media pembelajaran berbasis budaya lokal sebagai sarana pelestarian bahasa daerah. Media SURIA menyajikan kosakata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak, seperti bagian tubuh, benda sekitar, dan aktivitas harian, yang dikemas dalam konteks visual menarik dan interaktif. Pendekatan ini membentuk kecintaan terhadap bahasa ibu sekaligus memperkuat identitas budaya lokal sejak usia dini. Hasil ini konsisten dengan berbagai hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa media flipbook berbasis budaya lokal mampu meningkatkan keterampilan berbahasa dan literasi anak secara signifikan. Misalnya, penelitian oleh Simanjuntak & Jaya . menunjukkan bahwa media flipbook lagu daerah Sumatera Selatan valid dan efektif untuk anak usia dini. Fitri dan Usud . menemukan bahwa flipbook budaya Sunda dapat meningkatkan penguasaan kosakata anak. Sementara itu. Rahmawati & Purwati . menyatakan bahwa flipbook berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan kemampuan menulis deskriptif siswa sekolah dasar. Lebih lanjut, penelitian oleh Rosari dkk. mengenai cerita rakyat berbasis flipbook menunjukkan hasil positif terhadap literasi budaya anak. Daryati et al. pun membuktikan bahwa flipbook lembar kerja budaya lokal dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan problem solving anak usia dini. Temuan serupa juga ditunjukkan oleh Syartika & Delfi . dalam media berbasis budaya Minangkabau, serta Prahesti & Fauziah . melalui video pembelajaran berbasis kearifan lokal kota Semarang. Studi lainnya seperti oleh Larasantika et al. yang menggunakan media pop-up book, serta Yusuf et al. dengan flipbook fabel, semakin menguatkan bahwa media pembelajaran visual dan interaktif berbasis lokal sangat efektif dalam pengembangan literasi dan karakter anak. Beberapa penelitian juga menekankan bahwa pengenalan budaya BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 4 Nomor 2. July 2025 Pengembangan Media SURIA (Sunda Ceri. dalam Meningkatkan Kosakata Bahasa Sunda Anak Usia 5-6 Tahun lokal melalui media pembelajaran perlu dilakukan sedini mungkin agar nilai-nilai budaya dapat tertanam kuat. Dengan demikian, secara teori dan empiris, hasil penelitian ini tidak hanya memperkuat teori pembelajaran berbasis media visual dan kontekstual, tetapi juga memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan media pembelajaran bahasa daerah yang menyenangkan dan bermakna. Media SURIA dapat dijadikan sebagai model pengembangan media serupa untuk bahasa daerah lain, karena secara utuh menggabungkan unsur pedagogis, budaya, dan visual. Hal ini memperluas cakupan pendekatan pembelajaran bahasa anak usia dini dan menunjukkan bahwa media yang kontekstual, visual, dan menarik dapat menjadi kunci utama dalam menumbuhkan literasi bahasa lokal sejak dini. Simpulan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran SURIA (Sunda Ceri. terbukti efektif dalam meningkatkan kosakata bahasa Sunda anak usia 5Ae6 tahun di TK AlFurqon Sindangbarang. Validasi dari ahli materi dan media menyatakan media ini sangat layak digunakan, sedangkan hasil uji coba menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan kosakata peserta didik. Hasil penelitian ini mengimplikasikan pentingnya penggunaan media pembelajaran yang interaktif, menarik, dan kontekstual sebagai strategi pelestarian bahasa daerah sejak usia dini. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup sampel yang terbatas hanya pada satu sekolah, serta durasi uji coba yang relatif singkat. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian lanjutan dilakukan dengan cakupan yang lebih luas dan durasi penggunaan media yang lebih panjang untuk menguji efektivitas jangka panjang, serta eksplorasi potensi digitalisasi media SURIA agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan. References