JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 01. Nomor 1. Desember 2019. Page 9-17 ISSN x-x . edia onlin. Available Online at https://ejurnal. org/index. php/jumin DOI x/x. Implementasi Webgis Untuk Penyebaran Apotek Dikota Rantau Prapat Rapika Sari1. Ibnu Rasyid Munthe2. Rahmadani Pane3 1,2,3Manajemen Informatika. Unversitas Labuhan Batu. Rantauprapat. Indonesia Email: 1sarirapika@email. com, 2*ibnurasyid@gmail. com, 3rahmadani@gmail. Email Penulis Korespondensi: 3rahmadani@gmail. AbstrakOe Kesulitan dalam mencari lokasi apotek dalam suatu daerah tertentu mengakibatkan kebutuhan masyarakat tidak terpenuhi. Tujuan penelitian ini untuk membuat penerapan sistem informasi geografis berbasis web (Webgi. perihal sebaran pada sejumlah apotek yang terdapat di Kota Rantauprapat. Manfaat Webgis dapat mempermudahkan masyarakat untuk mengetahui dan mencari titik dimana saja Apotek yang terdapat di Kota Rantauprapat dengan merealisasikan Sistem Informasi Geografis. Penelitian ini menggunakan perancangan SDLC (System Development Life Cyl. sebagai mekanisme dalam perancangan Webgis Apotek, serta menggunakan pemodelan UML (Unified Modeling Languang. sebagai model perancangan sistem informasi geografis yang membantu menyederhanakan permasalah-permasalahan yang dapat memenuhi kebutuhan dalam pemodelan, membangun dan menggambarkan komunikasi tentang sebuah sistem menggunakan diagram serta teks-teks yang mendukung. Diharapkan aplikasi ini dapat memudahkan dalam mencari apotek yang dibutuhkan. Kata Kunci: Sistem Informasi Geografis. Apotek. SDLC. UML,WebGIS AbstractOe Difficulties in finding the location of a pharmacy in a certain area resulted in the community's needs not being met. The purpose of this study is to implement a web-based geographic information system (Webgi. regarding the distribution of a number of pharmacies in Rantauprapat City. The benefits of Webgis can make it easier for the public to find out and find any point in pharmacies in Rantauprapat City by realizing a Geographic Information System. This study uses SDLC (System Development Life Cyl. design as a mechanism in designing Webgis Pharmacies, and uses UML (Unified Modeling Languag. modeling as a geographic information system design model that helps simplify problems that can meet needs in modeling, building and describing communication. about a system using diagrams and supporting texts. It is hoped that this application can make it easier to find the needed pharmacy. Keywords: Sistem Informasi Geografis. Apotek. SDLC. UML. WebGIS PENDAHULUAN Secara Geografis. Kota Rantauprapat yang berada di Kecamatan Rantau Utara dan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara. Kota Rantauprapat berada pada 2A09'30. 4"Ae 2A00'57. 7" Lintang Utara, 99A46'30. 8"Ae 99A53'06. 8" Bujur Timur dan memiliki luas daerah 176. 79 km2. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan informasi secara pesat, bagi kehidupan manusia. Sistem Informasi Geografis merupakan salah satu perkembangan teknologi yang mempermudah manusia untuk mencari lokasi dan menentukan arah tujuan yang akan dikunjungi seperti kesehatan, hiburan dan Terutama pada masalah kesehatan menjadi yang paling penting, mengingat kondisi bumi sekarang yang sedang dilanda oleh Covid-19. Pada era perkembangan teknologi dan informasi seharusnya dapat mempermudahkan masyarakat untuk mengetahui dan mencari titik dimana saja Apotek yang terdapat di Kota Rantauprapat dengan merealisasikan Sistem Informasi Geografis. Saat ini belum ada informasi geografis yang memuat lokasi-lokasi akurat apotek Rantaupapat. Keterbatasan informasi mengenai apotek tersebut dapat menghalangi masayarakat dalam mendapatkan obat yang dibutuhkan dengan cepat. Sistem yang akan dirancang pada permasalahan ini merupakan sebuah sistem yang berbasis Web Geographic Information System (WebGIS) yang memanfaatkan fasilitas dari Goggle Map, dimana fasilitas ini tidak berbayar. Google Map dapat menampilkan tampilan peta berbentuk grayscale, satelit dan jalan seluruh dunia. Web Geographic Information System (WebGIS) adalah Rapika Sari. Copyright A 2019. JUMIN. Page 9 Submitted: 08/11/2019. Accepted: 30/11/2019. Published: 14/12/2019 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 01. Nomor 1. Desember 2019. Page 9-17 ISSN x-x . edia onlin. Available Online at https://ejurnal. org/index. php/jumin DOI x/x. sebuah aplikasi menggunakan jaringan internet sebagai media komunikasi. Dan dibantu dengan metode SDLC serta perancangan UML. Dengan adanya perancangan Sistem Informasi Geografis Apotek berbasis web yang menyediakan informasi mengenai apotek dan dapat mempermudah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mencari apotek dan letak koordinat yanng tepat dan akurat mengenai tempat apotek yang ada di Rantauprapat. METODOLOGI PENELITIAN Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor. 1332/Menteri Kesehatan/SK/X/2002 Apotek adalah suatu lokasi tertentu untuk melaksanakan pekerjaan kefarmasian dan pendistributoran obat kepada masyarakat. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 1965, apotek sebuah tempat yang . alam peraturan lainnya lembaga ini disebut apoti. , dapat membangun usaha dalam bidang farmasi yaitu pembuatan, pengolahan, peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran obat lainnya, penyimpanan, dan menyalurkan obat. Sistem sangat dibutuhkan dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan di berbagai aspek kehidupan yang dapat mempermudah suatu pekerjaan. (WebGi. singkatan dari Sistem Informasi Geografis berbasis web salah satu perkembangan teknologi yang mempunyai kemampuan untuk mengelola, menyimpan dan menampilkan lokasi suatu wilayah berdasarkan informasi bereferensi geografis. Google maps dimanfaatkan sebagai tampilan layout berbentuk grayscale, satelit dan jalan seluruh dunia yang menawarkan peta dapat diseret dan digeser sesuai keinginan pengguna. Metode yang dilakukan untuk pengembangan sistem informasi berbasis komputer adalah dengan proses pengembangan sistem (System Development Life Cycl. SDLC mengembangkan sebuah sistem informasi, yang terdapat dari beberapa tingkatan-tingkatan yaitu Analysis. Design. Coding. Testing. Implementation, and Maintenance . Untuk merancang Sitem Informasi Geografis Apotek, menggunakan Unified Modelling Languange (UML) model perancangan yang membantu sistem berguna untuk menyederhanakan permasalahpermasalahan yang dapat memnuhi kebutuhan dalam pemodelan, membangun serta menggambarkan komunikasi tentang sebuah sistem menggunakan diagram dan teks-teks sebagai pendukung kerangka perancangan. Leaflet merupakan open source untuk pemetaan yang memiliki beberapa fitur pemetaan untuk Plugin Leaflet Routing Machine merupakan fitur untuk dapat memeriksa pencarian sebuah rute melalui titik koordinat dan dapat memudahkan developer dalam menginformasikan lokasi serta tujuan rute untuk pengguna. Sistem yang dibuat dalam penelitian ini menggunakan Leaflet Library Javascript yang akan ditampilkan melalui website untuk mempermudah penyampaian informasi tentang penyebaran apotek di kota Rantauprapat. Sehingga masyarakat tidak lagi terkendala dalam memperoleh dan informasi apotek di kota Rantauprapat. Selain itu dalam perancangan webgis Apotek Xampp salah satu software yang menjadi pendukung banyak sistem operasi. Gunanya sebagai server yang dikenal dengan localhostPerancangan yang sering digunakan menggunakan Apache dan Mysql. METODE PENELITIAN Dalam penelitian GIS Apotek, menggunanakan metode untuk pengembangan sistemnya yaitu metode System Development Life Cycle (SDLC) yang merupakan model membangun sebuah sistem informasi yang sistematis. Pada penelitian ini, dalam proses perancangan sistem informasi geografis yang dibangun, dapat memberikan output yang berbentuk grafik dan informasi arah lokasi berdasarkan wilayah tertentu. Dalam metode SDLC mampu menyampaikan pendekatan secara tersusun dan teratur, dimulai dengan tahap perencanaan kemudian melakukan analisis pada sistem, selanjutnya melakukan desain sistem, dan yang terakhir adalah implementasi dengan cara pengujian sistem Apotek. Rapika Sari. Copyright A 2019. JUMIN. Page 10 Submitted: 08/11/2019. Accepted: 30/11/2019. Published: 14/12/2019 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 01. Nomor 1. Desember 2019. Page 9-17 ISSN x-x . edia onlin. Available Online at https://ejurnal. org/index. php/jumin DOI x/x. Gambar 1. Sistem Development Life Sycle Tingkatan-tingkatan penelitian ini berdasarkan pada metodologi SDLC yaitu: 1Planning atau perencanaan. Mengidentifikasi Apotek Rantauprapat dengan mengumpulkan data-data melalui proses wawancara dan studi literatur. Analisis Sistem Apotek menggunakan medel perancangan UML dengan menggambarkan rancangan sistem seperti usecase diagram, activity diagram, class diagram, dan squence . Design mulai dari membuat database sistem, membuat tampilan layout dan mendesain sistem informasi Apotek di Rantauprapat. Development (Pengembanga. sistem dilakukan menggunakan metode prototyping dimana jika terjadi kesalahan dapat diulang dari tahap awal. Tahapan prototyping dimulai dari pengumpalan data apotek melalui wawancara sebagai data pendukung oembuatan sistem, membangun peracangan sistem : Login. Cek lokasi. GIS apotek. Data apotek Rantauprapat. Data user dan Logout admin. Perancanan sistem tersebut menggunakan bahasa pemrograman yaitu PHP yang hasilnya eksekusinya masuk ke database. Testing. Pengujian sistem dilaksanakan menggunakan black box untuk mengetahui kekurangan pada sistem agar dapat diperbaiki sebelum aplikasi siap digunakan. Implementasi . dilakukan pada end user sesuai kebutuhannya yang di dalamnya termasuk sosialisasi kepada pengguna. Maintenance (Peliharaa. yaitu tahap berkelanjutan untuk menjaga kinerja sistem dan peningkatan sistem. HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan Webgis Pada Penyebaran Apotek di kota Rantauprapat ini dilakukan untuk memberikan sumber informasi yang jelas mengenai tujuan tempat apotek kepada customer, adanyaa perancangan sistem yang terkomputerisasi dapat diakses melalui website dengan perancangan menggunakan Unified Modeling Language (UML) Diagram, selanjutnya framework CodeIgniter digunakan dalam pembuatan program dengan berbasiskan bahasa pemrograman PHP dan menggunakan MySQL sebagai sistem databasenya. Diagram Rancangan Sistem Rancangan pada sistem ini merupakan tahapan dalam perancangan sistem yang akan dibentuk berupa penggambaran diagram. Perancangan ini merupakan proses-proses tahapan pertama dari perancangan sistem informasi geografis pada pemetaan lokasi apotek di kota Rantauprapat berbasis web. Dalam Perancangan Webgis Apotek menggunakan rancangan diagram UML untuk mempermudah dalam menyederhanakan permasalahmasalahan yang ada. Diagram tersebut terdiri dari Use case diagram. Activity Diagram. Class Diagram. Squence Diagram. Rapika Sari. Copyright A 2019. JUMIN. Page 11 Submitted: 08/11/2019. Accepted: 30/11/2019. Published: 14/12/2019 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 01. Nomor 1. Desember 2019. Page 9-17 ISSN x-x . edia onlin. Available Online at https://ejurnal. org/index. php/jumin DOI x/x. Gambar 2. Use Case Diagram Webgis Apotek Admin dan User yang berinteraksi dengan sistem. Dimana Admin harus login terlebih dahulu menggunakan email dan password agar dapat mengakses menu yang terdapat di dalam sistem. Admin memiliki hak akses yang dapat memanagemen aplikasi dan juga hak akses user. User sebagai actor yang hanya dapat melihat data Apotek beserta rute lokasi apotek yang dibutuhkan. Actor User tidak dapat merubah data-data apotek yang terdapat dalam sistem. Gambar 3. Class Diagram Webgis Apotek Gambar 3 diatas terlihat aktivitas admin yang sangat mempengaruhi sistem aplikasi yang dirancang untuk melanjutkan ke tahap coding dan perancangan database dalam membangun WebGis apotek. Rapika Sari. Copyright A 2019. JUMIN. Page 12 Submitted: 08/11/2019. Accepted: 30/11/2019. Published: 14/12/2019 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 01. Nomor 1. Desember 2019. Page 9-17 ISSN x-x . edia onlin. Available Online at https://ejurnal. org/index. php/jumin DOI x/x. Gambar 4. Activity Diagram Webgis Apotek Pada activity diagram diatas, admin telebih dahulu login dengan mengisikan email dan password untuk masuk ke Dimana email dan password yang di input admin akan di verifikasi oleh sistem. Jika salah maka akan dikembalikan ke halaman login, sebaliknya jika benar maka akan diarahkan ke halaman admin. Admin dapat mengelola data apotek, mengedit data apotek serta dapat mengganti password. Gambar 5. Squence Diagram Admin masuk Pada gambar 5 diatas dimana admin masuk ke sistem. Admin telebih dahulu login dengan mengisikan email dan password untuk masuk ke sistem. Dimana email dan password yang di input admin akan diproses oleh sistem serta dicek apakah yg diinputkan sesuai dengan database. Jika salah maka akan dikembalikan ke halaman login, sebaliknya jika benar maka akan diarahkan ke halaman admin dan menampilkan menu utama. Hasil Perancangan Tampilan Login GIS Apotek Rapika Sari. Copyright A 2019. JUMIN. Page 13 Submitted: 08/11/2019. Accepted: 30/11/2019. Published: 14/12/2019 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 01. Nomor 1. Desember 2019. Page 9-17 ISSN x-x . edia onlin. Available Online at https://ejurnal. org/index. php/jumin DOI x/x. Gambar 6. Tampilan Halaman Login Pada gambar 6 diatas menmapilkan halaman login admin, dimana terdapat baris email dan password yang perlu diinputkan seorang admin untuk mengakses kedalam sistem dan dapat mengelola data yang berkaitan lokasi apotek. Halaman User Gambar 7. Tampilan Halaman User Pada gambar 7 diatas, pada halaman user memuat tampilan peta utama yang menampilkan titik atau lokasi apotek Rantauprapat, serta beberapa menu yaitu menu Home. Data Apotek. About Me dan Menu Login serta terdapat pilihan tampilan lokasi yaitu Grayscale. Satelit dan Street. Halaman Data Apotek Pada halaman ini akan menampilkan data Apotek Rantauprapat di kabupaten Labuhanbatu, gambar apotek. Rapika Sari. Copyright A 2019. JUMIN. Page 14 Submitted: 08/11/2019. Accepted: 30/11/2019. Published: 14/12/2019 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 01. Nomor 1. Desember 2019. Page 9-17 ISSN x-x . edia onlin. Available Online at https://ejurnal. org/index. php/jumin DOI x/x. Gambar 8. Tampilan Halaman Menu Data Apotek Pada gambar 8. Pada action terdapat Detail yang dimana akan menampilkan halaman Data Apotek yang lebih jelas beserta google maps untuk melihat rute apotek. Gambar 9. Tampilan Halaman Data Apotek Detail Tampilan Halaman Admin Pada Halman Admin terdapat beberapa menu yaitu Cek Lokasi. GIS Apotek. Apotek Rantauprapat. Icon dan User, beserta Logout. Gambar 10. Tampilan Halaman Admin Pengujian Sistem dengan Pengujian Black Box Pengujian sistem dilakukan untuk mendeteksi kesalahan atau cacat pada penelitian sistem aplikasi. Pengujian bertujuan untuk mengevaluasi aplikasi persebaran apotek di kota Rantauprapat dengan menginputkan data dan mengamati hasil yang didapatkan. Pengujian fungsional sebagai admin dapat dilihat pada tabel 1. Dimana admin menguji fungsi halaman login, memproses data user, mengolah data apotek, mengolah data icon marker. Pengujian berlangsung dari kata sandi hingga pengumpulan data apotek. Rapika Sari. Copyright A 2019. JUMIN. Page 15 Submitted: 08/11/2019. Accepted: 30/11/2019. Published: 14/12/2019 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 01. Nomor 1. Desember 2019. Page 9-17 ISSN x-x . edia onlin. Available Online at https://ejurnal. org/index. php/jumin DOI x/x. Tabel 1. Pengujian Sistem menggunakan Black Box Admin Sistem Testing Input Verifikasi data Login admin Berhasil dan password Hasil Pengujian: kemudian klik Tes Mengolah data apotek Memproses data user Mengatur data Tambah data, edit data, hapus Tambah data, edit data, hapus Tambah data, edit data, hapus Berhasil Berhasil Berhasil KESIMPULAN Penerapan Webgis penyebaran apotek di Kota Rantauprapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang mencari lokasi apotek. Cara ini bermanfaat dan memungkinkan masyarakat mengetahui apotek yang akan dicari sesuai keinginan. UML sebagai model perancangan yang menggambarkan sistem atau aplikasi informasi. UML menggunakan diagram dan teks sebagai pendukung kerangka sistem ini. Pemodelan rancangan mempengaruhi desain perangkat lunak. Sistem informasi perangkat harus dapat memenuhi kebutuhan, mampu mengubah data menjadi informasi yang berguna dan produktif. Sebagai pengujian software, pengujian kotak hitam pendekatan Metode ini bekerja dari yang tidak diketahui. Penguji sistem melihat sistem informasi program berjalan sebagai subjek yang memadai untuk proses pengujian eksternal dalam menguji sistem ini seperti yang direncanakan dan menurut penyebaran apotek. Pendekatan prototyping bertujuan untuk mendapatkan definisi aplikasi melalui fase lain. REFERENSI