KIANTARO. CENNY. JANNAH. RIZKI. KATNI. MARIA. RAHMI. HALIZA. PUTRI. NAZILATUL. AMANDA. YUNI. TJOMIADI. CYNTHIA. wSBASIT. MOHAMMAD. HJ. LATIFAH JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM). VOL. EDISI 1. MEI 2024 CERDAS HINDARI INFLUENZA DENGAN MENERAPKAN CUCI TANGAN DAN MENGGUNAKAN MASKER PADA REMAJA DI SMPN 16 BANJARMASIN Cenny Kiantoro, 2Rizki Nurliani Jannah, 3Maria Fransiska Katni, 4Haliza Rahmi . Nazilatul Audah Surya Putri , 6Yuni Amanda, 7Cynthia Eka Fayuning Tjomiadi . Mohammad Basit, 9Hj Latifah 1,2,3,4,5,6,7,8,9 Program Studi Ilmu Keperawatan . Fakultas Kesehatan. Unviersitas Sari Mulia Banjarmasin *Email: cennykiantoro1234@gmail. ABSTRAK Abstrak: Influenza merupakan penyakit yang paling sering menyerang manusia. Rata-rata banyak yang mengenai penyakit ini di usia remaja atau usia produktif, yang akan memperbanyak merugikan dari segi Kesehatan dan abnormal kehidupan sehari Ae hari pada remaja. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terhadap remaja tentang influenza dan cara menghindari influenza. Metode dalam menjalankan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dengan menggunakan pemaparan materi power point, diskusi dan praktek langsung cara menghindari influenza dengan praktek mencuci tangan 6 langkah dan cara penggunaan masker yang benar. Berdasarkan hasil yang dimana didapatkan penkes ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa/i tentang Influenza, dengan nilai rata-rata pre-test adalah 83, dimana nilai terendah adalah 50 dan nilai tertinggi adalah 90. Sedangkan untuk post-test, didapat nilai terendah adalah 60 dan nilai tertinggi adalah 100. Persentase kenaikan Tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikanya penyuluhan adalah sebesar 7%. Adapun harapan untuk para mahasiswa/i SMPN 16 Banjarmasin setelah mengikuti kegiatan ini adalah dapat menerapkan cara yang telah di praktekkan untuk menghindari influenza pada usia remaja. PENDAHULUAN Influenza merupakan salah satu Goverment, 2. Selain itu, perlu penyakit pada saluran pernafasan yang paling sering terjadi (Niyoso, 2. , sepanjang tahun terutama di negara 4 Influenza Indonesia. Bahkan tenggorokan dan paru-paru. Penyakit influenza juga dapat menyebar bahkan ini disebabkan oleh virus Influenza A, menjadi pandemi. Seperti pada tahun B dan C. Penyakit ini bersifat menular. Bahkan Spanyol. Flu Influenza dapat mengancam nyawa pandemi Flu Asia, tahun 1968-1969 terutama pada penderita tertentu (NSW terjadi pandemi Flu Hongkong, dan Page 8 | 14 KIANTARO. CENNY. JANNAH. RIZKI. KATNI. MARIA. RAHMI. HALIZA. PUTRI. NAZILATUL. AMANDA. YUNI. TJOMIADI. CYNTHIA. wSBASIT. MOHAMMAD. HJ. LATIFAH JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM). VOL. EDISI 1. MEI 2024 2009-2010 terjadi pandemi flu 2009 Keperawatan melakukan pengabdian (Niyoso, 2. kepada masyarakat untuk memberikan Kejadian Influenza tindakan preventif dengan memberikan sepanjang tahun, bahkan di Dunia kejadian Influenza pada orang dewasa pencegahan penyakit influenza kepada terjadi sekitar 5%-10%, sedangkan siswa-siswi sekolah menengah pertama pada anak-anak sekitra 20%-30%. Sekitar 3-5 juta kasus Influenza Banjarmasin termasuk dalam kasus penyakit parah dilakukan edukasi tentang bahanya nya 00 ribu kematian virus influenza sebelumnya. SMPN akibat Influenza di dunia. Penularan penyakit ini terjadi secara aerosol dari METODE PELAKSANAAN penderita kepada orang lain melalui Metode pelaksanaan kegiatan jalan nafas (Sarmin, et al. , 2. dilakukan melalui pendekatan analisis Kejadian kondisi wilayah sasaran, dilanjutkan influenza pada remaja bahkan cukup Banyak hal yang mempengaruhi salah satunya pengetahuan, keyakinan dan perilaku pencegahan penularan yang masih rendah (Najmi & Golshiri, dengan Penyuluhan Kesehatan dengan Selain itu, interaksi sosial pada metode ceramah selama 15 menit. Isi populasi remaja lebih tinggi terutama materi penyuluhan yang disampaikan pada remaja sekolah. antara lain pengertian influenza,t anda Pengetahuan Implementasi dan gejala influenza, cara mencegah remaja dalam mencegah penularan penularan, penyebaran virus influenza. Influenza harusnya perlu ditingkatkan. dan cara cepat sembuh dari influenza. Hal ini dikarenakan remaja memiliki Selain itu, metode penyuluhan juga peluang yang cukup tinggi untuk dilakukan dengan memberikan edukasi menularkan kembali kepada orang sehat disekitarnya. Misalnya kepada keluarga atau teman sebaya yang Influenza melalui kegiatan cuci tangan Maka dari itu. Universitas Sari 6 langkah, penggunaan masker yang Mulia dari Program Studi Sarjana benar dan etika batuk dan bersin yang Page 9 | 14 KIANTARO. CENNY. JANNAH. RIZKI. KATNI. MARIA. RAHMI. HALIZA. PUTRI. NAZILATUL. AMANDA. YUNI. TJOMIADI. CYNTHIA. wSBASIT. MOHAMMAD. HJ. LATIFAH JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM). VOL. EDISI 1. MEI 2024 nilai tertinggi adalah 100. Metode Analisa keberhasilan Tabel 1. Pre Test & Post Test Kuesioner menganalisis isian kuisioner sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan Analisis sebelum dan sesudah penyuluhan Kegiatan bekerjasama dengan kepala sekolah SMPN 16 Banjarmasin. Hasil evaluasi didiskusikan kepada pihak sekolah Selain itu, kegiatan ini juga promosi yang dapat digunakan seperti poster, spanduk dan melalui media Pengetahuan Tentang influenza Inisial J/K Pre Test RATA-RATA Post Test HASIL Berdasarkan hasil dari pre-test Persentase Tingkat dan post-test yang telah dijawab oleh pengetahuan sebelum dan sesudah sebesar 4%. Adapun untuk Tingkat Sebelum pendidikan kesehatan didapatkan rata- diberikannya penyuluhan adalah 20 rata pre-test adalah 83, dimana nilai responden mendapatkan kategori baik terendah adalah 60 dan nilai tertinggi dengan skor 80-100, 10 responden Sedangkan untuk post-test, didapat nilai terendah adalah 70 dan dengan skor 60-79, dan tidak ada Page 10 | 14 KIANTARO. CENNY. JANNAH. RIZKI. KATNI. MARIA. RAHMI. HALIZA. PUTRI. NAZILATUL. AMANDA. YUNI. TJOMIADI. CYNTHIA. wSBASIT. MOHAMMAD. HJ. LATIFAH JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM). VOL. EDISI 1. MEI 2024 responden yang mendapatkan kategori berdasarkan hasil pre test dan post test didapatkan perubahan sebanyak 4 %. Sedangkan Tingkat Penilaian pre-test dan post-test diberikannya penyuluhan adalah 28 adalah dua jenis tes yang digunakan responden mendapatkan kategori baik dengan skor 80-100, 2 responden penelitian untuk mengukur perubahan mendapatkan kategori cukup baik dalam pemahaman atau keterampilan dengan skor 60-79, dan tidak ada seseorang sebelum dan sesudah suatu responden yang mendapatkan kategori periode pembelajaran atau intervensi Tabel 2. Tingkat Pengetahuan Pre-Test Kategori Pengetahuan Pembahasan Kegiatan Penyuluhan Edukasi Baik . 66,7% Cukup . 33,3% Kurang <60 kesehatan yang lebih baik Di SMPN 16 peningkatan pengetahuan siswa siswi Banjarmasin yang di hadiri oleh siswa/i Tabel 3. Tingkat Pengetahuan dilakukan selama kurun waktu 2 Post-Test minggu pengerjaan. Kategori Pengetahuan Baik . 93,3% kepada Masyarakat, kami secara aktif Cukup . 6,7% terlibat dalam kegiatan survey yang Kurang <60 bertujuan untuk meminta ijin kepada Berdasarkan data pada tabel diatas didapatkan hasil pre test tingkat pengetahuan tentang influenza pada meminta ijin kami juga Menyusun materi siswa-siswi dan kuesioner yang nantinya akan kami Banjarmasin memiliki presentase rata- gunakan dalam melakukan pengabdian rata dimana nilai terendah 60 dan nilai kepada Masyarakat di sekolah SMPN 16 Sedangkan pada post test Banjarmasin. SMPN siswa-siswi didapatkan presentase rata-rata dimana Minggu edukasi peningkatan pengetahuan siswa nilai terendah 70 dan nilai tertinggi 100 Page 11 | 14 KIANTARO. CENNY. JANNAH. RIZKI. KATNI. MARIA. RAHMI. HALIZA. PUTRI. NAZILATUL. AMANDA. YUNI. TJOMIADI. CYNTHIA. wSBASIT. MOHAMMAD. HJ. LATIFAH JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM). VOL. EDISI 1. MEI 2024 siswi dalam mencegah influenza untuk kesehatan yang lebih baik Di SMPN 16 Banjarmasin, kuesioner pre-test kepada peserta sebelum diberikannya penkes, setelah itu panitia melakukan pendidikan kesehatan dengan materi pembahasan mulai dari pengertian influenza, faktorfaktor influenza, cara pencegahan influenza, dan cara cepat untuk sembuh dari penyakit influenza. Pada saat pemaparan materi, pemateri beberapa Gambar 2. Edukasi kepada mahasiswa dan mahasiswa SMPN 16 Banjarmasin terkait kali memberikan pertanyaan mengenai Pencegahan influenza menunjukan ketidaktauan tentang apa itu influenza. Selesai pemaparan materi pemateri melakukan evaluasi secara lisan dengan sesi tanya jawab, dengan meminta kepada peserta agar berani bertanya tentang apa yang tidak mereka ketahui dan mengerti sehingga nanti pemateri akan memberikan jawaban dan pengertian terhadap pertanyaan KESIMPULAN Influenza merupakan suatu yang ditanyakan oleh peserta. Sesudah penjelasan mengenai materi dan proses Penularan memberikan selebaran post test kepada droplet dan lokalisasinya di traktus respiratorius, gejala klinis influenza selesainya dilakukannya pemberian adalah demam, sefalgia, mialgia, batuk, materi penkes. pilek dan disfagia, komplikasi influenza Gambar 1. Pembagian Pre Test & Post Test sekunder, influenza dapat diobati secara Page 12 | 14 KIANTARO. CENNY. JANNAH. RIZKI. KATNI. MARIA. RAHMI. HALIZA. PUTRI. NAZILATUL. AMANDA. YUNI. TJOMIADI. CYNTHIA. wSBASIT. MOHAMMAD. HJ. LATIFAH JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM). VOL. EDISI 1. MEI 2024 simtomatik, dan dengan antiviral dapat memperpendek angka sakit. Berdasarkan pembahasan PKM, telah dilakukan menggunakan power point dan poster, dimana didapatkan penkes ini dapat tentang influenza, dengan nilai ratarata pre-test adalah 83, dimana nilai terendah adalah 60 dan nilai tertinggi Sedangkan untuk post-test, didapat nilai terendah adalah 70 dan nilai tertinggi adalah 100. Persentase Tingkat sebelum dan sesudah diberikanya penyuluhan adalah sebesar 4%. DAFTAR PUSTAKA