Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 DOI: https://doi. org/10. 70285/ced5y519 Pengaruh DER dan TATO terhadap Pertumbuhan Laba pada PT Unilever Indonesia Tbk Periode 2014-2023 Marsela Khoirinisa1*. Ferdina Watiningsih2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis,. Universitas Pamulang1,2 marselakhoirinisa2018@gmail. dosen01641@unpam. Received 5 Juli 2025 | Revised 25 Juli 2025 | Accepted 31 Juli 2025 *Korespondensi Penulis Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) dan Total Asset Turnover (TATO) Terhadap Pertumbuhan Laba pada PT Unilever Indonesia Tbk. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat asosiatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari data keuangan perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk tahun 2014-2023. Teknis analisis yang digunakan adalah Analisis Statistik Deskriptif. Uji Asumsi Klasik. Uji Regresi Linear Berganda. Uji Koefisien Determinasi dan Uji Hipotesis dengan bantuan software e-views series 13. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Laba, hal tersebut dibuktikan dengan nilai t_. itung ) |-3,476. > t_tabel 2,36462 dan nilai signifikan 0,0103 < 0,05. Total Asset Turnover (TATO) tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Laba, hal tersebut dibuktikan dengan nilai t_. itung ) 0,694970 < t_tabel 2,36462 dan nilai signifikan 0,5095 > 0,05. Debt to Equity Ratio (DER) dan Total Asset Turnover (TATO) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Laba, hal tersebut dibuktikan dengan nilai F_. itung ) 6,907548 > F_tabel 4,74 dan nilai signifikan 0,022056 < 0,05. Kata Kunci: DER. TATO. Pertumbuhan Laba Abstract This study aims to analyze the Effect of Debt to Equity Ratio (DER) and Total Asset Turnover (TATO) on Profit Growth at PT Unilever Indonesia Tbk. This study uses an associative quantitative method. The data used are secondary data obtained from the financial data of the company PT Unilever Indonesia Tbk in 2014-2023. The analysis techniques used are Descriptive Statistical Analysis. Classical Assumption Test. Multiple Linear Regression Test. Determination Coefficient Test and Hypothesis Test with the help of e-views series 13 software. The results of this study indicate that Debt to Equity Ratio (DER) has a significant effect on Profit Growth, this is evidenced by the t-count value |-3. > ttable 2. 36462 and a significant value of 0. 0103 <0. Total Asset Turnover (TATO) does not significantly influence Profit Growth, as evidenced by the t-count value 0. 694970 < t-table 2. 36462 and a significance value of 0. 5095 > 0. Debt to Equity Ratio (DER) and Total Asset Turnover (TATO) simultaneously significantly influence Profit Growth, as evidenced by the F-count value 6. 907548 > Ftable 4. 74 and a significance value of 0. 022056 < 0. Keywords: DER. TATO. Profit Growth Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 167 -. Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 PENDAHULUAN Menurut Eri dan Tufik . , pertumbuhan laba adalah perubahan persentase kenaikan laba yang diperoleh suatu perusahaan. Pertumbuhan laba yang baik sangat penting bagi pihak internal maupun eksternal organisasi dalam meningkatkan nilai perusahaan. Tujuan didirikannya suatu perusahaan pada umumnya yaitu untuk memperoleh laba, meningkatkan penjualan, memaksimalkan nilai perusahaan dan meningkatkan kesejahteraan para pemegang saham. Perusahaan memegang peranan penting dalam menetapkan kebijakan mengenai kegiatan operasional dan juga meningkatkan keuntungan atau laba. Peningkatan laba yang diperoleh suatu perusahan merupakan gambaran dari meningkatnya kinerja perusahaan yang bersangkutan. Menurut Amar dan Nurfadila . , laba operasional adalah selisih antara realisasi pendapatan yang timbul dari transaksi selama satu periode dengan biaya yang terkait dengan pendapatan tersebut. Menurut Gunawan dan Wahyuni . , laba juga menjadi dasar pengukuran kinerja karena kemampuan manajemen dalam mengoperasikan aset perusahaan dan laba harus direncanakan dengan baik agar manajemen dapat mencapainya secara efektif. Menurut Harahap . Laba adalah kelebihan penghasilan diatas biaya selama satu periode. Kemampuan manajeman perusahaan dalam menetapkan kebijakan yang menyangkut kegiatan operasional perusahaan memegang peranan penting di dalam meningkatkan laba perusahaan. samping itu, peningkatan laba yang diperoleh merupakan gambaran meningkatnya kinerja dari perusahaan yang bersangkutan. Menurut Wardhani . menyatakan bahwa pertumbuhan laba perusahaan yang baik mencerminkan bahwa kondisi kinerja perusahaan yang baik, jika kondisi ekonomi baik pada umumnya pertumbuhan perusahaan baik. Oleh karena itu, laba merupakan ukuran kinerja dari suatu perusahaan, maka semakin tinggi laba yang dicapai perusahaan, mengindikasikan semakin baik kinerja perusahaan dengan demikian para investor tertarik untuk menanamkan modalnya. Bagi para investor yang melihat pertumbuhan laba sebagai indikator kinerja perusahaan akan menggunakannya dalam pengambilan keputusan investasi, karena investor mengharapkan laba perusahaan pada periode berikutnya lebih baik dari periode sebelumnya. Oleh karena itu, jika laba perusahaan mengalami pertumbuhan positif, akan memancing para investor lain untuk berinvestasi di perusahaan. Untuk dapat menilai kinerja perusahaan, maka pihak-pihak yang berkepentingan perlu mengetahui kondisi keuangan perusahaan yang dapat diketahui dari laporan keuangan perusahaan. Salah satu yang termasuk dalam analisis laporan keuangan adalah rasio keuangan. Menurut Nuryanto . menjelaskan bahwa rasio keuangan adalah penggabungan yang menunjukkan hubungan antara suatu unsur dengan unsur lainnya dalam laporan keuangan, hubungan antara unsur laporan tersebut dinyatakan dalam bentuk matematis yang sederhana. Oleh karena itu, rasio keuangan juga digunakan untuk memprediksi laba pada waktu mendatang. Menurut Andriyani . , setiap entitas usaha baik badan maupun perseorangan tidak dapat terlepas dari kebutuhan informasi. Informasi yang dibutuhkan dalam bentuk laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode tertentu yang digunakan untuk mengambarkan kinerja suatu perusahaan. Kinerja perusahaan merupakan hal yang sangat penting dapat digunakan sebagai alat untuk mengetahui apakah perusahaan megalami perkembangan atau sebaliknya. Untuk memperoleh informasi keuangan yang relevan dengan tujuan kepentingan pemakai, maka informasi keuangan yang disajikan harus terlebih dahulu dianalisis sehingga dihasilkan keputusan bisnis yang Rasio keuangan merupakan alat untuk analisi keuangan perusahaan untuk menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan yang terdapat pada pos laporan keuangan . eraca, laporan laba/rugi, laporan arus ka. Pertumbuhan laba PT Unilever Indonesia Tbk dari tahun 2014 hingga 2023, terlihat adanya fluktuasi yang signifikan dalam kinerja keuangan perusahaan. Pada tahun 2014, total laba bersih perusahaan mencapai Rp5,7 triliun. Pada tahun 2015, laba meningkat menjadi Rp5,8 triliun, menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pada tahun 2016, laba meningkat menjadi Rp6,3 triliun, pada tahun 2017 laba meningkat menjadi Rp7 triliun. Pada tahun 2018, laba meningkat menjadi Rp9,1 triliun, menunjukkan pertumbuhan yang positif. Namun, pada tahun 2019, laba perusahaan menurun menjadi Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 167 -. Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 Rp7,3 triliun, dan terus berlanjut hingga tahun 2023 dengan laba sebesar Rp4,8 triliun. Dari data ini, dapat disimpulkan bahwa kinerja PT Unilever Indonesia Tbk mengalami penurunan signifikan selama periode 2019-2023, terutama akibat tekanan ekonomi dan dampak pandemi serta dampak sentimen negatif dari aksi boikot produk tertentu. Menurut Atul et al. Rasio aktivitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Menurut Jannah dan Cahya . , rasio ini diterapkan untuk mengukur tingkat efektivitas penggunaan aset perusahaan, sampai dimana aset di anggarkan dengan utang atau dibiayai oleh pihak eksternal baik investor maupun bank. Jenis rasio aktivitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Asset Turnover (TATO). Total Asset Turnover (TATO) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa total penjualan yang diperoleh dari tiap aktiva. Total Asset Turnover (TATO) mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengukur tingkat efisiensi pemanfaatan sumber daya perusahaan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Menurut Mahmudah & Mildawati . , semakin tinggi TATO, maka semakin efisien perusahaan tersebut dalam mencetak uang dari aset yang dimiliki. Sebaliknya, apabila TATO rendah, artinya perusahaan tersebut kurang efisien dalam pengelolaan aset untuk menghasilkan pendapatan penjualan. Menurut Lestari et al. hasil penelitian yang dilakukan menyatakan bahwa Total Asset Turnover (TATO) berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Menurut Kusoy & Priyadi . , hasil penelitian yang dilakukan menyatakan bahwa Total Asset Turnover (TATO) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Salah satu rasio yang digunakan dalam menilai utang adalah Debt to Equity Ratio (DER), menurut Kasmir . Debt to Equity Ratio (DER), merupakan rasio hutang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total hutang dengan total ekuitas. Debt to Equity Ratio (DER) digunakan untuk mengetahui berapa besar jumlah dana yang disediakan oleh para kreditor . dengan pemilik perusahaan. Maka dari itu. Debt to Equity Ratio (DER) berfungsi untuk mengetahui besar utang yang dihasiilkan oleh perusahaan dengan jaminan modal sendiri. Dalam hal ini nilai jika nilai Debt to Equity Ratio (DER) semakin tinggi berarti semakin besar pula modal pinjaman yang digunakan oleh perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Menurut Brigham dan Houston . , hasil akhir yang diinginkan oleh sebuah perusahaan berdasarkan kebijakan dan keputusan adalah untuk mendapatkan keuntugan atau profitabilitas. Terdapat beberapa research gap dalam penelitian ini, seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh Shinta Estininghadi . menyatakan bahwa Total Assets Turnover (TATO) berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Sedangkan menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Yolanda Manurung dan Arifin Siagian . menyatakan bahwa Total Assets Turnover (TATO) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Penelitian terdahulu terkait pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap pertumbuhan laba yang dilakukan oleh Shinta . menyatakan bahwa variabel Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Sedangkan menurut penelitian Panjaitan . , menunjukan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan laba. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Sugiyono . menyatakan metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi dan sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang diterapkan. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif yang bersifat asosiatif . , karena penelitian ini bertujuan untuk menguji serta memberikan bukti empiris mengenai pengaruh variabel independen yaitu Debt to Equity Ratio (DER) dan Total Asset Turnover (TATO) terhadap Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 167 -. Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 variabel dependen yaitu Pertumbuhan Laba. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa laporan keuangan PT Unilever Indonesia Tbk. Lokasi dan waktu penelitian secara umum mengacu pada tempat dan rentang waktu di mana penelitian akan dilakukan. Lokasi penelitian adalah tempat di mana peneliti akan melakukan pengamatan, wawancara, atau pengumpulan data lainnya. Waktu penelitian adalah rentang waktu yang ditentukan untuk melakukan pengumpulan data. Penelitian ini berlokasi di PT Unilever Indonesia Tbk. Grha Unilever BSD Green Office Park. Kav. Jln BSD Boulevard Barat. BSD City. Tangerang 15345. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Dalam penelitian ini penulis memperoleh data berupa laporan keuangan Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh laporan keuangan pada PT Unilever Indonesia Tbk. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa laporan neraca dan laporan laba rugi PT Unilever Indonesia Tbk tahun 2014-2023. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Uji Normalitas Sumber : Output Eviews 13, 2025 Gambar 4. 1 Hasil Uji Normalitas Berdasarkan histogram dalam gambar 4. 2 di atas setelah melakukan pengujian ulang didapatkan bahwa nilai Jarque-Bera sebesar 0,839902 dan nilai probability pada uji normalitas sebesar 0,657079, sementara nilai variabel signifikansi yaitu 0,05 yang dimana nilai probability lebih besar dibandingkan nilai signifikansi . ,657079> 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini data dapat terdistribusi normal. Uji Multikolinieritas Tabel 4. 1 Hasil Uji Multikolinieritas Coefficient Uncentered Variable Variance VIF DER 13E-07 TATO Sumber : Output Eviews 13, 2025 Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 167 -. Centered VIF Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 Berdasarkan tabel 4. 5 nilai korelasi variabel independent sebesar 0,030. Hasil pengujian data tersebut membuktikan bahwa tidak ada nilai korelasi yang mencapai > 0,10 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada gejala multikolinearitas dalam penelitian ini. Uji Heteroskedastisitas Tabel 4. 2 Hasil Uji Heteroskedastisitas F-statistic Prob. Obs*R-squared Prob. Chi-Square. Scaled explained SS Prob. Chi-Square. Sumber : Output Eviews 13, 2025 Berdasarkan tabel 4. 6 di atas dapat diketahui bahwa nilai prob Chi-Square . ang Obs*Rsquare. adalah 0,1241 yang dimana nilai tersebut lebih besar dibandingkan nilai signifikansi 0,05 . ,1241 > 0,. yang dapat disimpulkan bahwa data penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Tabel 4. 3 Hasil Uji Autokorelasi Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test: Null hypothesis: No serial correlation at up to 2 lags F-statistic Prob. Obs*R-squared Prob. Chi-Square. Sumber : Output Eviews 13, 2025 Berdasarkan hasil tabel 4. 7 diketahui bahwa dalam Uji Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test sebesar 0,7346, yang dimana nilai Probability Obs*R-squared > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini tidak terdapat masalah autokorelasi. Uji Regresi Linear Berganda Tabel 4. 4 Hasil Regresi Linear Berganda Variable Coefficient Std. Error t-Statistic DER TATO Sumber : Output Eviews 13, 2025 Prob. Berdasarkan hasil tabel 4. 8 Debt to Equity Ratio (DER) memiliki nilai t-statistic sebesar 3,476781 dengan nilai prob. sebesar 0,0101 (<0,. maka bisa ditarik kesimpulan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap variabel Pertumbuhan Laba. Total Asset Turnover (TATO) memiliki nilai t-statistic 0,694970 dengan nilai prob. sebesar 0,5095 (>0,. maka bisa ditarik kesimpulan bahwa Total Asset Turnover (TATO) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Pertumbuhan Laba. Adapun rumus persamaan regresi Y = 5,724683 Ae 0,001604X1 17,67043X2. Dari persamaan regresi di atas, maka kesimpulan yang dapat dijelaskan adalah sebagai Nilai konstanta yang diperoleh sebesar 5,724683 maka bisa diartikan bahwa jika variabel independent naik satu satuan secara rerata, maka variabel dependen akan naik sebesar 5,724683. Nilai koefisien regresi Debt to Equity Ratio (DER) bernilai negatif (-) sebesar -0,001604, maka bisa diartikan bahwa jika Debt to Equity Ratio (DER) meningkat maka Pertumbuhan Laba akan menurun sebesar -0,001604, begitu juga sebaliknya. Nilai koefisien regresi Total Asset Turnover (TATO) bernilai positif ( ) sebesar 17,67043, maka Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 167 -. Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 bisa diartikan bahwa jika Total Asset Turnover (TATO) meningkat maka Pertumbuhan Laba juga ikut meningkat sebesar 17,67043, begitu juga sebaliknya. Uji Koefisien Determinasi (RA) Tabel 4. 5 Hasil Koefisien Determinasi R-squared Mean dependent var Adjusted R-squared dependent var of regression Akaike info criterion Sum squared resid Schwarz criterion Log likelihood Hannan-Quinn criter. F-statistic Durbin-Watson stat Prob(F-statisti. Sumber : Output Eviews 13, 2025 Berdasarkan tabel 4. 9 di atas. Nilai Adjusted R Square (RA) sebesar 0,567621, artinya 56,7621% variasi Y dapat dijelaskan oleh variabel independen X1 dan X2. Sisanya . % - 56,7621% = 43,2379%) dijelaskan oleh sebab-sebab lain di luar model. Uji t (Uji Parsia. Tabel 4. 6 Hasil Uji t (Uji Parsia. Variable Coefficient Std. Error t-Statistic DER TATO Sumber : Output Eviews 13, 2025 Prob. Adapun interprestasi hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Nilai t hitung . pada variabel Debt to Equity Ratio (DER) sebesar |-3,476. , sementara ycycycaycayceyco dengan tingkat signifikansi < 0,05 df = . , df = 10 - 3 = 7 terdapat nilai 2,36462. Nilai ycEaycnycycycuyci Debt to Equity Ratio (DER) lebih besar dari pada ycycycaycayceyco |-3, 476781 | > 2,36462, dan memiliki nilai probabilitas lebih kecil dari nilai signifikasi < 0,05 yaitu 0,0103 . ,0103 < 0,. maka secara parsial Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Laba. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho1 ditolak. Nilai t hitung . pada variabel Total Asset Turnover (TATO) sebesar 0,694970, sementara ycycycaycayceyco dengan tingkat signifikansi < 0,05 df = . , df = 10 - 3 = 7 terdapat nilai 2,36462. Nilai ycEaycnycycycuyci Total Asset Turnover (TATO) lebih kecil dari pada ycycycaycayceyco . ,694970 < 2,36. , dan memiliki nilai probabilitas lebih besar dari nilai signifikasi > 0,05 yaitu 0,5095 . , 5095 > 0,. maka secara parsial Total Asset Turnover (TATO) tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Laba. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho2 diterima. Uji F (Uji Simulta. Tabel 4. 7 Hasil Uji F (Uji Simulta. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Progressus Humanitatis Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 167 -. Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Sumber: Output Eviews 13, 2025 Berdasarkan tabel 4. 11 di atas, menunjukan bahwa nilai Prob (F-statisti. untuk seluruh variabel independen memiliki nilai F- tabel sebesar 4,74 lebih kecil dibandingkan nilai F- hitung sebesar 6,907548 . ,907548 > 4,. dan nilai signifikansi sebesar 0,022056 < 0,05 artinya bahwa Debt to Equity Ratio (DER) dan Total Assets Turnover (TATO) tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba pada PT Unilever Indonesia Tbk tahun 2014 - 2023. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho1 ditolak. Yakni bahwa Debt to Equity Ratio (DER) dan Total Assets Turnover (TATO) berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba. Pembahasan Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Pertumbuhan Laba Hipotesis pertama yang diajukan dalam penelitian adalah Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Pertumbuhan Laba. Hasil analisis regresi simultan pada penelitian ini menunjukkan bahwa nilai probabilitas Prob . -statisti. sebesar 0,0101, dimana nilai tersebut lebih kecil dari tingkat signifikasi . Maka Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh secara simultan terhadap Pertumbuhan Laba. Hal ini menunjukan bahwa hipotesis pertama ditolak. Hal ini sejalan dengan penelitian Erick Agustinus . menyatakan bahwa variabel Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Secara parsial. Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Temuan ini sejalan dengan teori Trade-Off yang menyatakan bahwa penggunaan utang dalam struktur modal dapat memberikan manfaat berupa penghematan pajak, sehingga dapat meningkatkan laba perusahaan sampai pada titik optimal. Dalam konteks PT. Unilever Indonesia Tbk. , peningkatan Debt to Equity Ratio (DER) dapat dimaknai sebagai strategi efisien dalam memanfaatkan sumber pembiayaan eksternal guna mendukung aktivitas operasional dan pertumbuhan laba. Selain itu, teori sinyal juga mendukung hasil ini, di mana peningkatan Debt to Equity Ratio (DER) dapat dianggap sebagai sinyal positif oleh investor bahwa perusahaan yakin mampu memenuhi kewajiban finansialnya serta memiliki prospek keuntungan yang baik. Pengaruh Total Asset Turnover (TATO) terhadap Pertumbuhan Laba Hipotesis kedua yang diajukan dalam penelitian adalah Pengaruh Total Asset Turnover (TATO) terhadap Pertumbuhan Laba. Hasil analisis regresi simultan pada penelitian ini menunjukkan bahwa nilai probabilitas Prob . -statisti. sebesar 0,5237, dimana nilai tersebut lebih besar dari tingkat signifikasi . Maka Total Asset Turnover (TATO) tidak berpengaruh secara simultan terhadap Pertumbuhan Laba. Hal ini menunjukan bahwa hipotesis kedua diterima. Hal ini sejalan dengan penelitian Diana Ananda dan Andriyani Hapsari . menyatakan bahwa variabel Total Asset Turnover (TATO) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Berbeda halnya dengan Debt to Equity Ratio (DER), variabel Total Asset Turnover (TATO) secara parsial tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Temuan ini konsisten dengan teori Modigliani-Miller, yang menyatakan bahwa efisiensi penggunaan aset tidak memengaruhi nilai perusahaan jika pasar bekerja secara efisien. Selain itu, dari sudut pandang teori Pecking Order. Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 167 -. Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 perusahaan yang lebih mengandalkan pembiayaan internal kemungkinan tidak terlalu menitikberatkan pada optimalisasi aset dalam meningkatkan laba. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Total Asset Turnover (TATO) mengukur efisiensi perusahaan dalam menggunakan total aset untuk menghasilkan penjualan, efisiensi tersebut tidak secara langsung berdampak pada pertumbuhan laba. Hal ini juga dapat diartikan bahwa faktor-faktor lain di luar efisiensi aset seperti inovasi produk, strategi pasar, atau manajemen biaya lebih dominan dalam mempengaruhi pertumbuhan laba PT. Unilever Indonesia Tbk. Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) dan Total Asset Turnover (TATO) terhadap Pertumbuhan Laba Hipotesis ketiga yang diajukan dalam penelitian ini adalah Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) dan Total Asset Turnover (TATO) terhadap Pertumbuhan Laba. Hasil analisis regresi simultan pada penelitian ini menunjukkan bahwa nilai probabilitas Prob (F-statisti. sebesar 0,021993, dimana nilai tersebut lebih kecil dari tingkat signifikasi . Maka Debt to Equity Ratio (DER) dan Total Asset Turnover (TATO) berpengaruh secara simultan terhadap Pertumbuhan Laba. Hal ini menunjukan bahwa hipotesis ketiga ditolak. Hal ini sejalan dengan penelitian Yolanda Manurung dan Arifin Siagian . menyatakan bahwa variabel Debt to Equity Ratio (DER) dan Total Asset Turnover (TATO) berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Debt to Equity Ratio (DER) dan Total Asset Turnover (TATO) secara simultan berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada PT. Unilever Indonesia Tbk. Temuan ini dapat dijelaskan melalui beberapa teori. Pertama, teori Modigliani-Miller menyatakan struktur modal dan efisiensi operasional dapat memengaruhi nilai perusahaan. Oleh karena itu, pengaruh simultan Debt to Equity Ratio (DER) dan Total Asset Turnover (TATO) terhadap pertumbuhan laba mendukung pandangan MM bahwa kedua variabel tersebut relevan dalam menjelaskan kinerja Kedua, menurut teori Pecking Order, karena Debt to Equity Ratio (DER) mencerminkan strategi perusahaan dalam menggunakan pendanaan dari utang dibandingkan menerbitkan saham, yang sesuai dengan urutan pembiayaan menurut teori tersebut. Jika efisiensi operasional Total Asset Turnover (TATO) baik, perusahaan bisa meningkatkan laba ditahan sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan eksternal. Ketiga, dari perspektif teori Trade-Off, perusahaan perlu menyeimbangkan manfaat penggunaan utang . isalnya penghematan paja. dengan risiko keuangan yang ditimbulkan. Ketika Total Asset Turnover (TATO) tinggi, perusahaan dianggap mampu mengelola aset dengan efisien sehingga dapat mengimbangi risiko dari penggunaan utang. Keempat, teori sinyal menjelaskan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) dan Total Asset Turnover (TATO) menjadi indikator penting yang memberikan sinyal kepada investor mengenai prospek laba perusahaan. Debt to Equity Ratio (DER) yang digunakan secara optimal menunjukkan keyakinan manajemen terhadap stabilitas dan pertumbuhan perusahaan. Sementara itu. Total Asset Turnover (TATO) yang tinggi mencerminkan efisiensi dalam pemanfaatan aset untuk menghasilkan penjualan, yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan laba. SIMPULAN Dari hasil analisis data dan pembahasan yang telah dijelaskan dalam bab sebelumnya, bahwa penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) dan Total Asset Turnover (TATO) terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk periode Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 167 -. Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 2014 - 2023. Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan yang dijelaskan pada bagian sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa: Hasil analisis statistik menunjukan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk periode 2014 - 2023. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa Total Asset Turnover (TATO) tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk periode 2014 - 2023. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) dan Total Asset Turnover (TATO) berpengaruh secara simultan terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk periode 2014 - 2023. PENGHARGAAN Penulis menyampaikan rasa syukur dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing atas bimbingan, arahan, serta masukan berharga selama proses penyusunan penelitian ini. Apresiasi juga diberikam kepada PT Unilever Indonesia Tbk atas ketersediaan laporan keuangan yang menjadi sumber utama data penelitian, sehinggan penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. Sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang manajemen keuangan. DAFTAR PUSTAKA