Miracle Journal of Public Health (MJPH). Vol. 6 No. 1 Juni 2023 DOI: 10. 36566/mjph/Vol6. Iss1/303 Website : https://journal. fikes-umw. id/index. php/mjph e-ISSN: 2622-7762 Hubungan Kualitas Pelayanan Dengan Loyalitas Pasien Di Instalasi Rawat Inap RSUD Labuang Baji Makassar Relationship Between Service Quality And Patient Loyality In The Installation of Labuang Baji Hospital Makassar Mangindara1. Dian Ekawaty2. Sriyani Windarti3. Nurul Azizyah Aksha4. Andi Nailah Amirullah5 Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia, 5Stikes Yapika Makassar . angindaraakk@gmail. com, 082394599. ABSTRAK Kualitas layanan diukur dengan seberapa baik memenuhi harapan target pelanggan. Tampaknya ada beberapa variasi dalam jumlah pasien rawat inap, karena jumlah kunjungan ulang pasien rawat inap di RS Labuang Baji Makassar turun dari 6. 245 di tahun 2019 menjadi 5. 448 di tahun 2020 dan 6. 145 di tahun 2021. Rumah sakit mengalami dilema dengan menurunnya jumlah kunjungan pasien rawat inap. Kemampuan rumah sakit untuk menjalankan dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien rawat inap selama satu tahun terakhir akan dipengaruhi oleh penurunan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan loyalitas pasien di instalasi rawat inap RSUD Labuang Baji Makassar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif deskriptif cross-sectional. Populasi sebanyak 512 dan sampel 225 responden. Analisis bivariat menggunakan Uji ChiSquare. Dengan p-value 0,042 untuk profesionalisme dan keterampilan, p-value 0,042 untuk sikap dan perilaku, p-value 0,049 untuk keandalan dan kepercayaan, p-value 0,047 untuk pemulihan layanan, dan pvalue 0,027 untuk komunikasi. Penelitian ini menemukan korelasi antara kualitas pelayanan dan loyalitas Dengan nilai p-value 0,057, variabel fisik dianggap tidak penting. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara profesionalisme dan keterampilan, sikap dan perilaku, keandalan dan kepercayaan, pemulihan layanan, dan komunikasi dengan loyalitas pasien. Kata Kunci: Kualitas pelayanan, loyalitas pasien, rumah sakit ABSTRACT Service quality is measured by how well it meets the target audience's expectations. There seems to be some variation in the number of inpatients, as the number of re-hospitalized patients at Labuang Baji Makassar Hospital fell from 6,245 in 2019 to 5,448 in 2020 and 6,145 in 2021. The hospital is faced with a dilemma with the declining number of outpatient visits. The hospital's ability to operate and the quality of services provided to inpatients over the past year will be affected by the decrease in the number of patients treated at the hospital. Researchers at Labuang Baji General Hospital in Makassar set out to explore this question in order to better serve inpatients. This study used a cross-sectional descriptive quantitative research A total of 512 participants and 225 replies were included in the analysis. Bivariate analysis using Chi-Square test. With a p-value of 0. 042 for professionalism and skill, a p-value of 0. 042 for attitude and behavior, a p-value of 0. 049 for reliability and trust, a p-value of 0. 047 for service recovery, and p-value 027 for communication, this study found a correlation between service quality and patient loyalty. With a p value of 0. 057, physical variables are considered unimportant. The conclusion in this study is that there is a relationship between professionalism and skill, attitude and behavior, reliability and trustworthiness, service recovery, communication with patient loyalty. Keywords: Quality of service, patient loyalty, hospital Article Info: Received: 24 Januari 2023 Revised form: 11 Februari 2023 Accepted: 11 April 2023 Published online: Juni 2023 Mangindara, dkk. MJPH. Vol. 6 No. 1 Juni 2023 Hal: 11 - 21 fasilitas karena kualitas perawatan yang tinggi yang PENDAHULUAN mereka terima di sana. Dalam jangka panjang, mempromosikan kesehatan masyarakat, rumah struktur kemitraan ini memungkinkan rumah sakit sakit berfungsi sebagai pusat kegiatan yang lebih memperhatikan apa yang diinginkan dan berhubungan dengan medis. Rumah sakit harus diharapkan pasien dari perawatan mereka. Hal ini menyediakan layanan yang memenuhi standar memungkinkan rumah sakit untuk mengevaluasi kinerjanya sesuai dengan sistem yang ditetapkan. Untuk tolok ukur operasional, dan sumber daya yang Setiap warga negara Republik Indonesia sebagaimana dijamin dalam Pasal 28 Bagian H tersedia, dengan tujuan akhir untuk memperbaiki masalah dan meningkatkan standar perawatan ayat . Undang-Undang Perubahan Undang- Pasien dari Indonesia memilih untuk tidak Undang Dasar 1945. Negara juga bertanggung pergi ke rumah sakit sebagai cerminan kualitas jawab untuk menyediakan fasilitas pelayanan perawatan yang mereka terima di sana. Jumlah umum dan pelayanan kesehatan yang memadai. orang yang mencari perawatan medis di negara lain Fasilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 meningkat dari 350. 000 pada tahun 2006 menjadi 000 pada tahun 2015. Banyak orang Indonesia menyelenggarakan segala jenis pekerjaan sanitasi percaya bahwa kualitas perawatan yang diterima di rumah sakit asing lebih unggul, sehingga mereka ditegaskan kembali dalam Pasal 19 Undang- pergi ke sana untuk berobat. Persentase pasien Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Sanitasi. Indonesia yang bepergian ke luar negeri untuk Jelas terlihat dari undang-undang dan aturan ini perawatan medis telah meningkat sekitar 100% bahwa pemerintah harus menawarkan layanan dalam satu dekade terakhir. Orang Indonesia di luar sanitasi yang memadai kepada warganya. Menurut negeri memiliki permintaan medis terbesar untuk UU Rumah Sakit No. 44 tahun 2009, rumah sakit pengobatan kondisi umum termasuk kanker dan adalah entitas unik yang mencerminkan evolusi penyakit jantung. Karena infrastruktur administrasi ilmu kesehatan, kemajuan teknis, dan kondisi dan manajemen kesejahteraan yang tidak memadai sosial ekonomi masyarakat sekitar mencapai di Tiongkok, banyak pasien memilih untuk mencari puncak kesehatan. perawatan medis di tempat lain. Selain itu. Kewajiban Pelayanan dianggap memiliki kualitas yang pengenalan ruang gawat darurat dan kemajuan tinggi jika secara konsisten memberikan hasil yang kompleks lainnya telah menjadi motivasi utama memenuhi atau melebihi harapan konsumen. Loyalitas dari pasien sangat bergantung pada perawatan medis di tempat lain. Karena biaya tingkat perawatan yang mereka terima. Pasien perjalanan yang rendah dan tersedianya paket lebih cenderung menjalin hubungan dengan Indonesia Mangindara, dkk. MJPH. Vol. 6 No. 1 Juni 2023 Hal: 11 - 21 memungkinkan orang Indonesia untuk mencari dalam menentukan setiap dan semua kebijakan pengobatan di luar negeri. tentang operasional. Adanya Penelitian Nurul Alrahmi, dkk dengan judul AuPengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas meningkatkan minat klien terhadap barang dan Melalui Kepuasan Pada Pasien Rawat Inap Di administrasi, hal tersebut harus menjadi perhatian RSUD Labuang Baji MakassarAy. Menurut data, dan fokus utama untuk pengembangan kualitas mayoritas dari mereka berusia antara 35 dan 44 pendampingan yang berkelanjutan, terutama di tahun . ,7%), hanya tamat SMA . ,4%), dan bidang administrasi yang bermanfaat. Istilah Analisis kecenderungan seseorang untuk menggunakan variabel termasuk sikap, pemulihan layanan, dan suatu layanan lagi setelah menerima perawatan dan untuk merekomendasikan atau mendukung aksesibilitas dan keandalan. Loyalitas dipengaruhi layanan tersebut kepada orang lain. 6 Kualitas oleh variabel aksesibilitas, pemulihan layanan, pelayanan baik dari segi sarana dan prasarana kompetensi layanan, dan kepuasan tetapi tidak fisik, kapasitas pelayanan, kecepatan pemberian dipengaruhi oleh variabel sikap dan kehandalan. pelayanan, jaminan dan kepastian, serta empati Kepuasan pelanggan kepada pasien merupakan faktor-faktor pendukung perusahaan, sedangkan aksesibilitas, keandalan, loyalitas pasien yang harus diperhatikan oleh pemulihan layanan, dan kompetensi layanan. %). mengungkapkan bahwa kepuasan dipengaruhi oleh pelayanan yang memuaskan. oleh sikap Bagian Instalasi Rawat Inap RS Labuang Baji Makassar telah mencapai 98% dari Standar Pasien akan mengevaluasi perawatan yang Pelayanan Minimal diberikan dari saat kedatangan hingga waktu Kementerian Kesehatan (SPM) Peraturan Menteri No. 129/Menkes/SK/II/2008 Kesehatan. lamanya waktu yang diberikan, dan biaya terkait Standar Pasien akan menjadi tidak setia kepada mengamanatkan tingkat kepuasan pasien sebesar pusat kesehatan jika mereka dituntun untuk 90% atau lebih. percaya bahwa perawatan yang mereka terima tidak memuaskan. Jika Pelayanan Minimal Rawat Inap Temuan tersebut berdasarkan informasi yang dihimpun dari kunjungan pasien ke RSUD pimpinan rumah sakit tidak ingin Labuang Baji Makassar. Berdasarkan data yang kehilangan komunitas sebagai klien penting di terkumpul, jumlah rawat inap di tahun 2020 akan Tabel berikut menampilkan informasi pengabdian sebesar mungkin kepada jumlah pasien rawat inap di RSU Labuang Baji Makassar : Artinya, mereka tidak memiliki suara Mangindara, dkk. MJPH. Vol. 6 No. 1 Juni 2023 Hal: 11 - 21 Tabel 1 Data Kunjungan Ulang Pasien Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar Tahun 2019-2021 Tahun Jumlah Kunjungan Ulang Pasien Total Sumber:RSUD Labuang Baji Makassar, 2022 Tabel 1 menunjukkan bahwa jumlah rawat inap mengalami kenaikan dan penurunan dari waktu ke waktu, turun pada tahun 2019 dan 2020 dan meningkat pada tahun 2021, sedangkan kunjungan rawat jalan sebaliknya. Rumah sakit terus mengabaikan masalah kunjungan pasien rawat jalan yang semakin berkurang. Akibat berkurangnya pasien yang dirawat, keuntungan rumah sakit akan berkurang, yang akan berdampak pada perawatan pasien dan layanan lain yang diberikan selama 12 bulan terakhir. Latar belakang lebih lanjut AuHubungan Kualitas Pelayanan Dengan Loyalitas Pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Labuang Baji MakassarAy. BAHAN DAN METODE Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif deskriptif cross-sectional. Penelitian akan dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar pada tanggal 27 Mei ditetapkan pada 0,05. Tehnik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, dimana pasien dipilih secara acak berdasarkan fakta bahwa mereka kebetulan berada di daerah tempat survei Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data, yang kemudian dianalisis menggunakan Uji ChiSquare. HASIL Tabel 2 Distribusi Karakteristik Responden di Instalasi Rawat Inap RSUD Labuang Baji Makassar Jumlah Persentase Karakteristik (%) Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Umur 17 Ae 25 Tahun 26 Ae 35 Tahun 36 Ae 45 Tahun 46 Ae 55 Tahun 56 Ae 65 Tahun > 65 Tahun Pendidikan SMP SMA/SMK Perguruan Tinggi Tidak Sekolah Pekerjaan Ibu Rumah Tangga PNS/TNI/POLRI Pelajar/Mahasiswa Wiraswsta Buruh/Tani Lainnya Tidak Bekerja Total Sumber : Data Primer , 2022 sampai dengan 27 Juni 2022. Jumlah pasien yang dirawat inap sebanyak 512 orang, sehingga jumlah menggunakan rumus Slovin, dan margin kesalahan Karakteristik responden dirinci dalam Tabel 2. Sebagian perempuan . dari 225, atau 65,3%), sedangkan laki-laki . dari 225, atau 34,7%). Sebagian besar Mangindara, dkk. MJPH. Vol. 6 No. 1 Juni 2023 Hal: 11 - 21 responden . , atau 31,6%) berusia antara 17 dan Tabel 25 tahun, sementara hanya sebagian kecil . ,3%) responden, sebagian besar . berpendapat baik berusia 65 tahun ke atas. tentang profesionalisme dan kompetensi staf di Jika dilihat dari tingkat pendidikan 225 instalasi rawat inap RSUD Labuang Baji Makassar. responden, peneliti melihat bahwa 43,6% berada Sebagian besar pengunjung instalasi rawat inap di tingkat SMA/MA, dengan hanya 2,7% yang RSUD Labuang Baji Makassar . responden tidak pernah bersekolah. Dari total 225 responden, atau 83,1%) memiliki sikap dan perilaku positif. sebanyak 65 . ,9%) sebagian besar adalah IRT Mayoritas pengunjung instalasi rawat inap di karena tempat kerja mereka, sementara sedikitnya RSUD 13 . ,7%) tidak bekerja. Tabel 3 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Variabel yang Diteliti pada Pasien Rawat Inap RSUD Labuang Baji Makassar Variabel ttitudes and behaviou. fasilitas Profesionalism and Skill Baik Tidak Baik Attitudes and Behavior Baik Tidak Baik Labuang Makassar Pemulihan Layanan dinilai positif oleh 175 dari 280 responden . ,8%), mewakili sebagian besar Baji RSUD Labuang Baji Makassar. Hampir 60% dari 132 responden di instalasi rawat inap RSUD Labuang Baji Makassar menilai komunikasi berjalan baik. Mayoritas pengunjung instalasi rawat inap RSUD Labuang Baji Makassar ,7%) Reliability and Trustworthniess Baik Tidak Baik Delapan puluh delapan persen responden yang Service Recovery Baik Tidak Baik inap di RSUD Labuang Baji Makassar menyatakan berpendapat bahwa kebugaran jasmani itu baik. Komunikasi Baik Tidak Baik Fisik Baik Tidak Baik Loyalitas Baik Tidak Baik Total Sumber : Data Primer, 2022 mengisi survei setelah mengunjungi instalasi rawat kebugaran jasmaninya baik. Mayoritas pengunjung instalasi rawat inap RSUD Labuang Baji Makassar . ,7%) berpendapat bahwa kebugaran jasmani itu 88 % responden yang mengisi survei setelah mengunjungi instalasi rawat inap di RSUD Labuang Baji Makassar menyatakan kebugaran jasmaninya baik. Tabel 4 menggambarkan dari 225 responden Professionalism and Skill (Profesionalisme dan Keterampila. baik dan pasien loyal sebanyak 111 Mangindara, dkk. MJPH. Vol. 6 No. 1 Juni 2023 Hal: 11 - 21 responden . ,8%) kemudian yang menyatakan Instalasi Professionalism and Skill (Profesionalisme dan Makassar. Keterampila. baik dengan pasien tidak loyal menyatakan Attitude and Behavior (Sikap dan sebanyak 23 responden . ,2%). Sedangkan Perilak. baik dan pasien loyal sebanyak 151 responden . ,7%) kemudian yang menyatakan Professionalism and Skill (Profesionalisme dan Attitude and Behavior (Sikap dan Perilak. baik Keterampila. tidak baik dan pasien loyal dengan pasien tidak loyal sebanyak 36 responden sebanyak 65 responden . ,4%) dan yang . ,3%). Dari total 38 responden, 25 . ,8%) Skill melaporkan sikap dan perilaku tidak profesional (Profesionalisme dan Keterampila. tidak baik dan dan loyalitas pasien, sedangkan 13 . ,2%) pasien tidak loyal sebanyak 26 responden . ,6%). melaporkan ketidakprofesionalan dan loyalitas Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan Uji statistik dengan menggunakan Uji Chi- Uji Chi-Square didapat nilai p-value = 0. 042 atau Square ditemukan adanya hubungan antara sikap < 0,05 artinya Ha diterima sehingga ada hubungan dan perilaku dengan loyalitas pasien di unit rawat antara Professionalism and Skill (Profesionalisme inap RSU Labuang Baji Makassar, dengan nilai p dan Keterampila. dengan loyalitas pasien di 0,042 yang dianggap signifikan. Professionalism Rawat Inap Terdapat RSUD Labuang Baji Tabel 4 Distribusi Hubungan Variabel yang Diteliti Dengan Loyalitas Pasien Di Instalasi Rawat Inap RSUD Labuang Baji Makassar Loyalitas Pasien Total PVariabel yang diteliti Loyal Tidak Loyal Value Professionalism and Skill (Profesionalisme dan Keterampila. Baik 111 82,8 23 0,042 Tidak Baik 71,4 26 Attitude and Behavior (Sikap dan Perilak. Baik 151 80,7 36 0,042 Tidak Baik 65,8 13 Reliability and Trustworthiness (Keandalan dan Kepercayaa. Baik 106 74,1 37 0,049 Tidak Baik 85,4 12 Service Recovery (Pemulihan Layana. Baik 142 81,1 33 0,047 Tidak Baik 68,0 16 Komunikasi Baik 110 83,3 22 0,027 Tidak Baik 71,0 27 Fisik Baik 116 82,3 25 0,057 Tidak Baik 71,4 24 Total 176 78,2 49 Mangindara, dkk. MJPH. Vol. 6 No. 1 Juni 2023 Hal: 11 - 21 Sumber : Data Primer, 2022 Sebanyak 143 respon, dan 106 pasien cukup loyal . Sebanyak 22 pasien loyal untuk mengatakan hal yang sama, dengan . ,7%). Sebanyak 66 pasien . ,0%) dari 93 total 74%. ada 37 responden yang tidak setia pada responden menyebutkan komunikasi pasien yang praktik, dengan total 25%. Pada saat yang sama, buruk dan ketidaksetiaan, sedangkan 27 . ,0%) 82 responden mengatakan attitudes and behaviour menyebutkan hal yang sama. tidak baik, sedangkan 70 responden . ,4%) Di ruang rawat inap RSU Labuang Baji adalah pasien yang berdedikasi dan 12 responden Makassar . ,4%) mengatakan hal yang sama. komunikasi dengan loyalitas pasien tersirat dari Dengan p-value 0,049 < 0,05, fasilitas rawat inap di RSU Labuang Baji Makassar dianggap memiliki korelasi antara kehandalan, kepercayaan, dan loyalitas pasien. Service hasil uji statistik menggunakan ui chi-square dengan p-value 0,027 atau kurang dari 0,05. Dalam survei terhadap 141 responden, 82,3% menunjukkan bahwa mereka dalam keadaan sehat Hasil riset menunjukkan bahwa dari 225 Recovery sedangkan 17,7% tidak jujur tentang keadaan kesehatan mereka. Sementara 60 responden (Pemulihan . ,4% dari tota. diidentifikasi sebagai pasien Layana. baik dan pasien loyal sebanyak 142 yang loyal, 49 responden . ,8%) melaporkan responden dengan persentase 81,1% kemudian bahwa mereka tidak dalam kesehatan yang baik yang menyatakan Service Recovery (Pemulihan dan bukan pasien yang loyal. Layana. baik dengan pasien tidak loyal sebanyak Hipotesis menunjukkan tidak ada hubungan 33 responden . ,9%). Sedangkan terdapat 50 loyalitas fisik dengan loyalitas pasien di instalasi responden yang menyatakan Service Recovery rawat inap RSUD Labuang Baji Makassar ditolak (Pemulihan Layana. tidak baik dan pasien loyal dengan uji statistik menggunakan ui Chi-Square dengan p-value 0,057 < 0,05. Service . ,0%) Recovery (Pemulihan Layana. tidak baik dan pasien tidak loyal PEMBAHASAN sebanyak 16 responden . ,0%). Nilai p untuk uji Chi-Square menunjukkan korelasi antara pemulihan layanan dan loyalitas pasien di RSU Labuang Baji Makassar adalah 0,047, atau kurang dari 0,05. Menurut data, 83,3% dari 225 responden yang mengaku memiliki hubungan yang baik dengan Profesionalisme Keterampilan (Professionalism and skil. mengacu pada sejauh mana pasien percaya bahwa profesional medis . eperti petugas layanan BPJS, dokter, pasien yang loyal juga melaporkan memiliki Pendidikan, pelatihan, seminar, dan lokakarya komunikasi yang baik dengan pasien yang tidak yang dihadiri oleh staf medis dan non-medis Mangindara, dkk. MJPH. Vol. 6 No. 1 Juni 2023 Hal: 11 - 21 Berdasarkan keterampilan tingkat tinggi, yang secara kepada responden melalui kuesioner diperoleh akurat mencerminkan kedalaman pengetahuan informasi bahwa responden yang menyatakan yang dimiliki oleh administrasi, perawat, dan Attitude and Behavior (Sikap dan Perilak. baik dokter di bidang spesialisasi pasien masing- pelayanan yang baik sehingga pasien loyal atas pelayanan yang diberikan. Berdasarkan kepada responden melalui kuesioner diperoleh informasi bahwa responden yang menyatakan Professionalism and Skill (Profesionalisme dan Keterampila. baik dikarenakan petugas dalam mempunyai keahlian sehingga pasien loyal atas pelayanan yang diberikan. Adapun responden yang menyatakan bahwa kategori Professionalism and Skill (Profesionalisme dan Keterampila. tidak baik dikarenakan ada beberapa pasien yang mengatakan bahwa petugas masih memandang status sosial pasien dalam memberikan pelayanan. Nilai p sebesar 0,000 menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara nilai profesional pasien rawat inap dan loyalitas pasien kembali. Masri Saragih. peningkatan loyalitas pasien berkorelasi langsung dengan peningkatan nilai profesional pasien rawat Adapun responden yang menyatakan bahwa kategori Attitude and Behavior (Sikap dan Perilak. tidak baik dikarenakan ada beberapa pasien yang mengatakan bahwa tenaga kesehatan masih ada yang kurang memahami kondisi pasien. Hal ini sesuai dengan temuan penelitian yang Palembang, ditemukan nilai p = 0,02 antara pertimbangan etik dan loyalitas pasien. Pasien memiliki kepercayaan penuh pada layanan administrasi, perawat, dan akan mempercayakan hidup mereka kepada mereka apa pun yang terjadi. Reliability and trustworthiness Belum sepenuhnya dapat diandalkan sejauh mana pasien mempercayai karyawan rumah sakit, yang menunjukkan masih ada ruang untuk perbaikan dan peluang untuk pemberian layanan yang optimal. Berdasarkan kepada responden melalui kuesioner diperoleh Sikap adalah kesiapan untuk merespons dengan cara tertentu, sedangkan perilaku, dari sudut pandang biologis, adalah aktivitas atau aktivitas organisme yang bersangkutan. Perilaku dikarenakan tenaga kesehatan memberikan proses berbicara, berpakaian, dan berjalan, serta persepsi, emosi, pemikiran, dan motivasi, dapat dianggap sebagai aktivitas yang sangat kompleks. informasi bahwa responden yang menyatakan Reliability and Trustworthiness (Keandalan dan Kepercayaa. memberikan proses pelayanan yang baik sehingga pasien loyal atas pelayanan yang diberikan. Adapun responden yang menyatakan bahwa Reliability (Keandalan Trustworthiness Kepercayaa. Mangindara, dkk. MJPH. Vol. 6 No. 1 Juni 2023 Hal: 11 - 21 dikarenakan ada beberapa pasien yang mengatakan sederhana saat menyampaikan informasi dan bahwa petugas pendaftaran rumah sakit belum secara aktif mendengarkan umpan balik mereka, melakukan pendaftaran secara tepat waktu. baik positif maupun negatif. Dalam hal ini. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Heri Herwanto yang berjudul peneliti mengkaji karyawan medis yang bekerja di Rumah Sakit Umum Labuang Baji. Aupengaruh kualitas pelayanan kesehatan terhadap Berdasarkan kepuasan pasien di Puskesmas Simueulen TimurAy kepada responden melalui kuesioner diperoleh dengan responden 98 orang. Dengan t-hitung informasi bahwa responden yang menyatakan sebesar -0,667 dan t-tabel sebesar 1,66105 untuk Komunikasi baik dikarenakan tenaga kesehatan variabel reliabilitas artinya dimensi reliability memberikan proses pelayanan yang baik sehingga tidak mempengaruhi tingkat kepuasan pasien di pasien loyal atas pelayanan yang diberikan. Puskesmas Simeuleu Timur. Adapun responden yang menyatakan bahwa Pemulihan layanan, seperti yang didefinisikan Zeithmal, kategori Komunikasi tidak baik dikarenakan ada beberapa pasien yang mengatakan bahwa masih organisasi setelah pemadaman layanan. Sementara itu, menurut Christopher H. Lovelock, "service melakukan kontak mata saat mendengar keluhan failure" mengacu pada upaya bersama organisasi untuk memulihkan layanan setelah gangguan dan membuat konsumen senang. Berdasarkan kesehatan yang tidak Konsisten dengan penelitian sebelumnya, komunikasi dokter-pasien di RS Izza Cikampek kepada responden melalui kuesioner diperoleh informasi bahwa responden yang menyatakan . =0,000. OR=9,. Service Recovery (Pemulihan Layana. baik Komponen fisik layanan meliputi lokasinya, dikarenakan tenaga kesehatan memberikan proses penampilan karyawannya, dan alat yang tersedia. pelayanan yang baik sehingga pasien loyal atas Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien di pelayanan yang diberikan. Rumah Sakit Umum Labuang Baji Makassar. Adapun responden yang menyatakan bahwa Indonesia, tidak menunjukkan adanya korelasi kategori Service Recovery (Pemulihan Layana. antara indeks massa tubuh dengan loyalitas tidak baik dikarenakan ada beberapa pasien yang mereka terhadap rumah sakit. Survei menunjukkan mengatakan bahwa tenaga kesehatan masih ada bahwa individu yang mengalami ketidaknyamanan yang tidak menunjukkan rasa empati . selama tinggal di rumah sakit juga melaporkan dalam menangani keluhan dari pasien / keluarga tingkat kepuasan terendah. Karena itu, banyak orang tidak senang dengan perawatan yang mereka Untuk berkomunikasi secara efektif dengan terima di rumah sakit. pelanggan, maka harus menggunakan bahasa yang Mangindara, dkk. MJPH. Vol. 6 No. 1 Juni 2023 Hal: 11 - 21 Ada lima aspek service quality atau kualitas Umum Daerah Labuang Baji Makassar yang telah pelayanan yang mempengaruhi loyalitas pasien, seperti dikemukakan Nurhidayat dalam Dita Aulia Rahma dan Diansanto Prayoga. Bukti fisik, ketergantungan, daya tanggap, jaminan, dan DAFTAR PUSTAKA empati adalah contoh dari faktor-faktor tersebut. Peranginangin SA. Hubungan Kualitas Perawatan berbasis bukti dan jaminan pasien Pelayanan dengan Loyalitas Pasien Rawat adalah dua faktor yang paling berpengaruh dalam Jalan di Rumah Sakit Umum Mitra Sejati loyalitas pasien. Medan Tahun Berk Kesehat. :78. KESIMPULAN DAN SARAN Undang-Undang Republik Indonesia Nomor Peneliti menyimpulkan bahwa profesionalisme dan keterampilan, sikap dan perilaku, keandalan komunikasi dengan loyalitas pasien di bagian RSU Labuang Baji Makassar. Sementara loyalitas pasien tidak berhubungan Penulis memberikan saran bagaimana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji Makassar dapat merawat pasien rawat inapnya dengan lebih baik. Secara khusus, disarankan agar staf medis dan dokter rumah sakit bekerja untuk mengurangi waktu tunggu pasien, meningkatkan kemampuan mereka untuk menanggapi presentasi pasien dengan sopan, dan menjalani pelatihan dan kursus berkelanjutan untuk meningkatkan perhatian dan keandalan mereka. Dan ingat bahwa kenyamanan pasien rawat inap bergantung pada pembersihan rutin ruang perawatan, pengaturan rumah sakit, dan perbaikan struktur lama. UCAPAN TERIMA KASIH