Vol. 3 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 3021-8497 Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Antusiasme Siswa dalam Pembelajaran PAI dengan Materi AuKetika Kehidupan Telah BerhentiAy Melalui Penggunaan Metode Diskusi. Kerja Kelompok dan Media Visual Ratna Wulan1*. Iin Hindasih2 STAI Al-Masthuriyyah Email: wulanzildara@gmail,com, ihindasih@gmail,com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivasi belajar siswa. Dengan metode belajar menggunakan metode diskusi kelompok. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Diskusi kelompok sangat penting dilakukan untuk pembelajaraan PAI agar pembelajaran lebih baik dan aktif. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan metode pembelajaran diskusi dan tanya jawab dengan menggunakan media visual dalam meningkatkan aktivitas dan antusiasme belajar siswa dalam pembelajaran PAI kelas V SD Lembur Sawah Kecamatan Cicantayan pada semester genap tahun pelajaran 2024/2025. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan aktivitas dan antusiasme belajar siswa dalam pembelajaran PAI kelas V SD Lembur Sawah Kecamatan Cicantayan pada semester genap tahun pelajaran 2024/2025. Menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif yang datanya diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian, pembelajaran PAI di SMP Negeri 3 Jombang berjalan lancar, nilai siswa bagus dan pelaksanaan program keagamaan konsisten. Eksplorasi media audio visual dalam pembelajaran PAI terkendala fasilitas pembelajaran, perlu pengembangan visualisasi materi, dan penyesuaian karakter belajar siswa. Penelitian tindakan kelas ini, terdiri dari dua siklus, dimana setiap siklusnya terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Alat pengumpulan data menggunakan instrumen berupa lembar pengamatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian ini adalah pada siklus I, aktivitas dan antusiasme belajar siswa yang tercemin dari kegiatan pembelajan yang cukup aktif sudah cukup baik. Hal ini terlihat dari data yang ada dengan jumlah siswa 46 orang terdapat kenaikan 10,5 % yaitu dari 56,7% dengan kategori rendah, menjadi 67,2% dan berada dalam kategori sedang yang aktif dalam pembelajaran. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode diskusi, kerja kelompok dengan menggunakan media visual dapat meningkatkan aktivitas dan antusiasme siswa dalam pembelajaran. Kata kunci: Aktivitas. Antusisme. Metode pembelajaran diskusi, kerja kelompok dengan visual Iin hindasih. Ratna Wulan / Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Antusiasme Siswa dalam Pembelajaran PAI dengan Materi AuKetika Kehidupan Telah BerhentiAy Melalui Penggunaan Metode Diskusi. Kerja Kelompok dan Media Visual Vol. 3 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 3021-8497 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan bagian penting dalam peradaban dan kemajuan sebuah bangsa, maka dari itu pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas perkembangan suatu bangsa, sehingga dalam hal ini pemerintah harus berkonsentrasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang ada di Indonesia. Pendidikan merupakan cara yang tepat yang bisa dipergunakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Proses pendidikan diselenggarakan secara formal di sekolah, dimaksudkan untuk mengarahkan perubahan pada diri seseorang secara terencana, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan maupun sikap. Dalam proses pembelajaran terdapat komponen-komponen yang saling terkait, yang meliputi tujuan pengajaran, guru dan peserta didik, bahan pelajaran, metode/strategi belajar mengajar, alat/media, sumber pelajaran dan evaluasi. Salah satu media yang digunakan dalam pembelajaran yang diyakini dapat meningkatkan aktivitas dan antusiasme belajar peserta didik adalah media audio visual. Media audio visual merupakan salah satu sarana alternatif dalam melakukan proses pembelajaran berbasis teknologi. Audio visual pembelajaran berbasis teknologi dapat digunakan sebagai sarana alternatif dalam mengoptimalkan proses pembelajaran, dikarenakan beberapa aspek antara lain: Mudah dikemas dalam proses pembelajaran. Lebih menarik untuk pembelajaran. Dapat diperbaiki setiap saat. Penggunaan media berbasis digital dalam pembelajaran Pendidikan agama Islam di sekolah sebagai sarana dalam meningkatkan mInat dan hasil belajar peserta didik. ini terlihat dari antusiasme, motivasi dan ketertarikan peserta didik dalam mengikuti Namun, tantangan pembelajaran PAI adalah bagaimana mempertahankan dan meningkatkan minat siswa terhadap materi yang diajarkan di tengah arus informasi yang cepat dan hiburan digital yang menarik perhatian mereka. Dalam era digital sekarang, teknologi informasi telah menjadi sebagai bagian integral di kehidupan sehari-hari, termasuk dalam proses pembelajaran. Pemanafaatan teknologi dalam PAI dapat membantu guru mengembangkan penbelajaran yang berorientasi pada perkembangan peserta didik dan mengarah pada kebutuhan perkembangan kognitif, efektif, dan psikomotorik. Meningkatkan daya berpikir aktif, kreatif dan menarik pada siswa dalam pembelajaran PAI kiranya diperlukan metode pembelajaran yang bervariasi dan relevan, salah satunya metode diskusi. Penggunaan metode diskusi yang akan memperoleh pemahaman yang mendalam dari kejadian-kejadian yang lebih luas dan dapat membuat kreatifitas berpikir pada siswa. Pengembangan metode diskusi pada pembelajaran Bahasa Indonesia sangat diperlukan untuk melatih siswa agar dapat mampu aktif dan berpikir kreatif. Sejak usia dasar, siswa harus dikembangkan kemampuan berpikir kreatif melalui pendidikan formal, agar siswa lebih terarah dan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berhubungan dengan pendidikan di indonesia (Annisa Defara. Arifa Marini, 2. Iin hindasih. Ratna Wulan / Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Antusiasme Siswa dalam Pembelajaran PAI dengan Materi AuKetika Kehidupan Telah BerhentiAy Melalui Penggunaan Metode Diskusi. Kerja Kelompok dan Media Visual Vol. 3 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 3021-8497 Dengan adanya sumber daya yang berkualitas maka kedepannya hal ini akan membawa perubahan yang besar dalam bidang pendidikan, untuk mencapai hal itu hendaknya proses belajar yang dilakukan perlu ada inovasi, metode, atau model pembelajaran yang mampu menciptakan hal baru yang dapat memotivasi, merangsang, dan menantang peserta didik untuk bisa mengembangkan potensinya secara optimal. Terkait dengan hal tersebut sesuai dengan karakteristik dalam pembelajaran PAI yang mengaitkan aspek sikap, motivasi dan antusiasme siswa melalui penggunaan metode diskusi, kerja kelompok dan juga visual ini siswa diharapkan bisa lebih bersemangat dan termotivasi dalam pembelajaran PAI dan juga pembelajaran lainnya. Proses pembelajaran adalah hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan, di dalam proses tersebut ada banyak hal yang dapat mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran ataupun hasil belajar peserta didik yang diharapkan. Rendahnya aktivitas dan antusias peserta didik dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Hal tersebut diamati penulis saat melakukan penelitan di SD 1 Lembur Sawah. Menurut penulis hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya cara mengajar yang guru lakukan selama ini cenderung monoton dan belum pernah menggunakan media pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Beranjak dari permasalahan di atas, penulis pun tertarik untuk meningkatkan aktivitas dan antusiase belajar peserta didik dengan menggunakan media visual agar antusiasme dan perhatian peserta didik dalam mengikuti pembelajaran PAI pada setiap materi pembelajaran meningkat, sehingga berpengaruh juga pada peningkatan hasil belajar peserta didik. Alasan lainnya adalah pembelajaran seperti itu belum pernah dilaksanakan sebelumnya dan karena ini sudah menjadi tren dikalangan anak-anak sangat suka melihat video khususnya yang beredar di media sosial maupun aplikasi Selain itu metode diskusi dan juga kerja kelompok juga dipandang akan menjadi solusi dalam meningkatkan aktivitas dan antusiasme siswa dalam pembelajaran PAI dan juga pembelajaran lainnya. Dalam hal ini, kegiatan penelitian ini juga memiliki tujuan harus dipenuhi. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kelompok siswa yang belajar dengan media atau ceramah dengan kelompok siswa yang belajar dengan media audio visual guna mengetahui keaktifan siswa dalam belajar PAI. Berdasarkan hal tersebut maka dipandang perlu suatu solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi tersebut. Dalam hal ini peneliti memilih menggunakan model pembelajaran dengan metode diskusi, kerja kelompok dan visual yamg dianggap memiliki kelebihan dalam hal memacu aktivitas dan antusiasme siswa. Maka dari itu peneliti mengambil judul PTK ini : Au UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN ANTUSIASME SISWA DALAM PEMBELAJARAN PAI DENGAN MATERI AuKETIKA KEHIDUPAN TELAH BERHENTIAy MELALUI PENGGUNAAN METODE DISKUSI DAN KERJA KELOMPOK DAN MEDIA VISUALAu METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan keaktivan dan antusiasme siswa dalam pembelajaran PAI dengan metode diskusi, kerja Iin hindasih. Ratna Wulan / Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Antusiasme Siswa dalam Pembelajaran PAI dengan Materi AuKetika Kehidupan Telah BerhentiAy Melalui Penggunaan Metode Diskusi. Kerja Kelompok dan Media Visual Vol. 3 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 3021-8497 kelompok dan media visual. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam dua siklus Didalam satu siklus tindakan terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Adapun alur siklus tindakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Subjek Penelitian Hasil Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk siklus I telah selesai dilaksanakan pada tanggal 13 Februari 2025. Hasil pelaksanaan siklus 1 secara terperinci sebagai berikut : Perencanaan Tindakan Tahap perencanaan yang dilakukan peneliti adalah menyusun beberapa instrument penelitian yang akan digunakan dalam tindakan dengan menerapkan metode diskusi. Kerja kelompok dengan visual dalam menyampaikan materi Ketika Kehidupan telah Berakhir (Kiama. Penggunaan metode diskusi kelompok diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan antusiasme anak terhadap materi yang diajarkan. Perangkat pembelajaran dan instrument yang dipersiapkan meliputi: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), soal lembar kerja siswa, soal evaluasi dan lembar observasi. Observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran dilakukan melalui lembar observasi, dan observasi terhadap ketuntasan belajar siswa dinilai dengan melakukan evaluasi pada akhir siklus I. Pelaksanaan Tindakan yn Pada pelaksanaan tindakan, guru . menyampaikan materi bagian. Pelaksanaan tindakan siklus I terdiri dari satu kali tatap muka . jam pelajaran ) dengan alokasi waktu 4 x 30 menit. Siklus I dilaksanakan pada hari Kamis, 13 Agustus 2009. Kegiatan ini dilaksanakan dengan langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan oleh guru sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah dibuat, yaitu : Kegiatan Awal Guru memulai pembelajaran dengan salam dan mengajak peserta didik berdoAoa bersama sebelum belajar. Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan yang akan berlangsung daslam pembelajaran. Kegiatan inti Guru mengantarkan pembelajaran diawali dengan mengamati gambar ( gambar 7. sebagai stimulus. Dapat pula guru memberikan stimulus pembelajaran yang berhubungan dengan materi yang akan disajikan. Guru dapat pula mengembangkan stimulus pembelajaran dengan mengeklporasi kebutuhan siswa berdasarkan kebutuhan dan wawasan lingkungan siswa. Selanjutnya guru dapat memberikan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat dalam bentuk tulisan ataupun pendapat sebagai respon yang tertulis pada kotak. Kegiatan Akhir Iin hindasih. Ratna Wulan / Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Antusiasme Siswa dalam Pembelajaran PAI dengan Materi AuKetika Kehidupan Telah BerhentiAy Melalui Penggunaan Metode Diskusi. Kerja Kelompok dan Media Visual Vol. 3 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 3021-8497 Guru membuat kesimpulan atau rangkuman dari materi pembelajaran yang telah dilaksanakan . Tanya Jawab tentang materi yang telah dipelajari untuk mengetahui hasil yang dicapai dalam proses pembelajaran Mengajarkan semua peserta didik untuk mengakhiri pembelajaran dengan melakukan hening dan berdoAoa Guru dan peserta didik bersama-sama mengucapkan hamdalah Observasi Teknik observasi digunakan untuk mengamati dan mengetahui sejauh mana antusias siswa mengikuti proses pembelajaran, penyebaran keaktifan siswa dalam proses pembelajaran serta kegiatan guru dalam pembelajaran. Sajian Hasil Penelitian Pra Siklus Kegiatan pra siklus dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2025. Beberapa hal yang dilakukan pada kegiatan pra siklus ini antara lain melakukan observasi terhadap aktivitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada kelas 5 SD 01 Lembur Sawah pada mata pelajaran PAI. Untuk mengetahui data awal tentang aktivitas dan antusiasme, peneliti melakukan observasi aktivitas peserta didik dalam kegiatan pembelajaran dan tes awal . re te. untuk mengetahui pengetahuan awal peserta didik dalam pelajaran PAI. Data hasil pengisian lembar observasi tentang antusiasme siswa sebelum tindakan dapat dilihat pada lampiran. Adapun hasil analisis data awal tentang aktivitas belajar peserta didik sebagai cerminan antusiasme belajar peserta didik dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut: Tabel 4. 1 Rekapitulasi Data Kegiatan Peserta Didik Pra Siklus Jumlah Peserta yang Memenuhi Aspek Aspek Yang Diamati Jumlah Persentase Pra Pembelajaran Kesiapan menerima Pembelajaran Iin hindasih. Ratna Wulan / Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Antusiasme Siswa dalam Pembelajaran PAI dengan Materi AuKetika Kehidupan Telah BerhentiAy Melalui Penggunaan Metode Diskusi. Kerja Kelompok dan Media Visual Vol. 3 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 3021-8497 Kegiatan Membuka Pelajaran Dapat menjawab pertanyaan apersepsi Mendengarkan secara seksama saat dijelaskan kompetensi yang hendak di capai i Kegiatan Inti Pembelajaran Antusiasme dalam Pembelajaran Interaksi peserta didik dengan guru Interaksi antar peserta Aktivitas belajar peserta didik dalam diskusi kelompok Peserta didik dapat pendapatnya dengan Partisipasi peserta didik dalam menyimpulkan Iin hindasih. Ratna Wulan / Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Antusiasme Siswa dalam Pembelajaran PAI dengan Materi AuKetika Kehidupan Telah BerhentiAy Melalui Penggunaan Metode Diskusi. Kerja Kelompok dan Media Visual Vol. 3 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 3021-8497 Kegiatan Penutup Peserta didik secara aktif memberi Peserta didik menerima tugas tindak lanjut RATA-RATA JUMLAH 38,09% SISWA AKTIF (%) Dari data Tabel 4. 1 di atas, dapat diketahui bahwa rata-rata aktivitas sebagai cerminan aktivitas dan antusiasme belajar siswa sebelum dikenai tindakan adalah 38,09% dan berada dalam kategori rendah. Untuk menentukan kriteria tersebut dipakai kriteria yang dikemukakan oleh Arikunto . 1: . , yaitu: 80 Ae 100 : Aktivitas siswa sangat tinggi 60 Ae 80 : Aktivitas siswa tinggi 40 Ae 60 : Aktivitas siswa cukup 20 Ae 40 : Aktivitas siswa rendah 0 Ae 20 : Aktifitas siswa sangat rendah Berdasarkan data ini, dapat disimpulkan bahwa aktifitas dan antusiasme belajar siswa masih perlu ditingkatkan. Selain hasil observasi, peneliti juga mendapatkan data dari hasil pre tes yang Data hasil analisis pre tes dapat dilihat pada tabel Rekapitulasi nilai pre test peserta didik di bawah ini: Tabel 4. 2 Rekapitulasi Data Nilai Pre Test Peserta Didik pada Pra Siklus Rentang perolehan nilai Jumlah peserta Persentase peserta didik (%) 17,5% <75 Jumlah peserta didik memenuhi nilai KKM (%) 17,5% Iin hindasih. Ratna Wulan / Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Antusiasme Siswa dalam Pembelajaran PAI dengan Materi AuKetika Kehidupan Telah BerhentiAy Melalui Penggunaan Metode Diskusi. Kerja Kelompok dan Media Visual Vol. 3 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 3021-8497 Predikat nilai peserta didik mengacu pada nilai KKM yang ditetapkan oleh sekolah dan mengacu pada kurikulum 2013, dimana KKM untuk mata pelajaran PAI di SD 01 Lembur Sawah pada tahun 2024/2025. Sehingga interval untuk setiap predikat adalah . Sehingga predikat nilai peserta didik ditentukan sebagai berikut: >92 Ae 100 : Sangat Baik >83 - 92 : Baik 75 - 83 : Cukup < 75 : Kurang Sehingga dari data pada Tabel 4. 2 dapat dilihat bahwa peserta didik yang dapat memenuhi nilai KKM yaitu hanya 7 orang dari 40 jumlah peserta didik yang sekolah pada hari itu atau sebesar 17,5 % saja, dan sebanyak 33 orang peserta didik atau sebesar 82 % dalam kategori kurang atau belum memenuhi KKM . Kedua tabel di atas, menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara aktifitas dan antusiasme dengan prestasi belajar siswa. Aktifitas dan antusiasme belajar peserta didik yang rendah akan mempegaruhi hasil prestasi belajar peserta didik. Hal inilah yang mendasari peneliti untuk melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran diskusi, kerja kelompok dengan visual. Siklus I Data yang diperoleh dari kegiatan peserta didik dalam lembaran observasi pada siklus I setelah dilakukan tindakan adalah sebagai berikut. Tabel 4. 3 Rekapitulasi Data Kegiatan Peserta Didik Siklus I Jumlah peserta didik Aspek peserta didik yang diamati yang memenuhi aspek Siklus I Jumlah Persentase Pra Pembelajaran Kesiapan menerima pembelajaran Mendengarkan secara seksama saat dijelaskan komepetensi yang hendak dicapai Kegiatan Membuka Pembelajaran Dapat menjawab pertanyaan apersepsi Mendengarkan secara seksama saat dijelaskan Iin hindasih. Ratna Wulan / Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Antusiasme Siswa dalam Pembelajaran PAI dengan Materi AuKetika Kehidupan Telah BerhentiAy Melalui Penggunaan Metode Diskusi. Kerja Kelompok dan Media Visual Vol. 3 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 3021-8497 komepetensi yang hendak dicapai i Kegiatan Inti pembelajaran Antusiasme dalam mengikuti kegiatan Interaksi peserta didik dengan guru Interaksi antarpeserta didik Aktivitas belajar peserta didik dalam diskusi Peserta didik dapat mengemukakan pendapatnya dengan lancar Partisipasi peserta didik dalam menyimpulkan Kegiatan Penutup Peserta didik secara aktif memberi rangkuman Peserta didik menerima tugas tindak lanjut RATA AeRATA JUMLAH SISWA AKTIF (%) 56,7% Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari pelaksanaan observasi terhadap aktivitas dan antusiasme peserta didik dalam kegiatan pembelajaran yang tercermin dari kegiatan belajar peserta didik dengan mempergunakan model pembelajaran ceramah dapat diketahui tingkat motivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Apakah aktivitas dan antusiasme peserta didik rendah, cukup, tinggi atau sangat tinggi, sehingga dapat diketahui peningkatan aktivitas dan antusiasme yang diharapkan. Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa semua indikator belum mencapai peningkatan yang cukup signifikan. Secara keseluruhan, rata-rata motivasi belajar siswa pada siklus I berada pada kategori rendah mengacu pada kriteria yang dikemukakan oleh Arikunto . 1: . dengan rata-rata jumlah persentase 56,7%. Berikut ini merupakan perbandingan hasil angket motivasi awal belajar siswa dengan hasil angket motivasi belajar siswa siklus I. Iin hindasih. Ratna Wulan / Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Antusiasme Siswa dalam Pembelajaran PAI dengan Materi AuKetika Kehidupan Telah BerhentiAy Melalui Penggunaan Metode Diskusi. Kerja Kelompok dan Media Visual Vol. 3 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 3021-8497 Tabel 4. 4 Perbandingan Hasil Observasi Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Pra Siklus dengan Hasil Observasi Motivasi Belajar Peserta Didik pada Siklus I Aspek peserta didik yang diamati Jumlah persentase (%) peserta didik yang memenuhi aspek Pra siklus Siklus 1 Pra pembelajaran Kesiapan menerima pembelajaran Kegiatan membuka pelajaran Dapat menjawab pertanyaan Apersepsi Mendengarkan secara seksama saat dijelaskan kompetensi yang hendak i Kegiatan Inti Pembelajaran Antusiasme dalam mengikuti kegiatan Interaksi peserta didik dengan guru Interaksi antar peserta didik Aktivitas belajar peserta didik dalam diskusi kelompok Peserta didik dapat mengemukakan pendapatnya denga lancar Partisipasi penyimpulan materi Kegiatan Penutup Peserta didik secara aktif memberi Peserta didik menerima tugas tindak Rata-rata jumlah siswa aktif (%) Berdasarkan data pada tabel dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pada siklus I peserta didik telah menampakkan peningkatan aktivitas bila dibandingkan dengan Iin hindasih. Ratna Wulan / Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Antusiasme Siswa dalam Pembelajaran PAI dengan Materi AuKetika Kehidupan Telah BerhentiAy Melalui Penggunaan Metode Diskusi. Kerja Kelompok dan Media Visual Vol. 3 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 3021-8497 kegiatan pembelajaran pada pra siklus. Hal ini dapat terlihat dari persentase peserta didik yang aktif dalam kegiatan pembelajaran pada siklus I dengan hasil sebagai . Kesiapan peserta didik dalam menerima pembelajaran sebesar 91 % (Bai. Peserta didik dapat menjawab pertanyaan apersepsi sebesar 22 % . Peserta didik mendengarkan secara seksama saat dijelaskan kompetensi yang hendak dicapai sebesar 85,5 % (Bai. Antusiasme peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sebesar 66 % . Interaksi peserta didik dengan guru sebesar 10 % . Interaksi antar peserta didik sebesar sebesar 43 % . Aktivitas belajar peserta didik dalam diskusi kelompok sebesar 43 % . Peserta didik dapat mengemukakan pendapatnya dengan lancar sebesar 10 % . Partisipasi peserta didik dalam menyimpulkan materi sebesar 26,5 % . Peserta didik secara aktif memberi rangkuman sebesar 42,5 % . Peserta didik menerima tugas tindak lanjut sebesar 31,5 % . Dari tabel 4. 4 di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar peserta didik telah mengalami peningkatan dari pra tindakan ke siklus I sebesar 38% yaitu dari 56,7% kategori rendah, menjadi 94,7% dan berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan data pada tabel dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pada siklus I nilai yang diperoleh oleh peserta didik melalui kegiatan post test sudah mengalami peningkatan dari refleksi awal atau pra siklus. Hal ini dapat terlihat dari persentase peserta didik yang sudah mencapai nilai KKM dalam kegiatan pembelajaran pada siklus I dengan hasil sebagai berikut: Nilai peserta didik dengan predikat sangat baik sebesar 0% Nilai peserta didik dengan predikat baik sebesar 27,8% Nilai peserta didik dengan predikat cukup sebesar 50,0% Nilai peserta didik dengan predikat kurang sebesar 22,2% Berdasarkan hasil evaluasi di atas, diketahui bahwa peserta didik yang sudah memenuhi nilai KKM mencapai 77,8%. Namun, masih terdapat 22,2% peserta didik yang berada dalam kategori belum memenuhi nilai KKM. Untuk mengetahui perbandingan hasil evaluasi siklus I dengan hasil pre test, dapat dilihat dalam tabel 4. di bawah ini Tabel 4. 5 Perbandingan Hasil Pre Test dengan Hasil Evaluasi Siklus I Pra Siklus Siklus I Rentang Nilai Jumlah Persenta Jumlah Persenta Iin hindasih. Ratna Wulan / Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Antusiasme Siswa dalam Pembelajaran PAI dengan Materi AuKetika Kehidupan Telah BerhentiAy Melalui Penggunaan Metode Diskusi. Kerja Kelompok dan Media Visual Vol. 3 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 3021-8497 Perolehan Peserta Didik 92 Ae 100 83 Ae 92 75 Ae 83 < 75 se (%) Peserta Didik se (%) 4,3% 8,6% 95,6% Jumlah peserta didik 7 memenuhi nilai KKM (%) 15,5% 19,5% Tabel di atas memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar siswa dari pra tindakan ke siklus I sebesar 4% yaitu dari 15,5% menjadi 19,5%. Peningkatan tersebut juga menunjukkan bahwa penggunaan motode diskusi,kerja kelompok selain dapat meningkatkan aktivitas dan antusiasme belajar siswa, juga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sebesar 19,5% pada siklus I. Walaupun kriteria peserta didik yang aktif pada siklus I sudah mulai menampakkan motivasi dalam kegitan pembelajaran dan berpengaruh pada hasil belajar yang baik , namun peneliti belum merasa pada batas yang diharapkan. , karena pada siklus I masih ada peserta didik yang belum termotivasi dalam kegiatan pembelajaran dan hasil belajar peserta didik yang belum mencapai predikat sangat baik. Maka penulis merasa perlu melanjutkan ke siklus II . Siklus II Pada siklus II ini, kegiatan observasi yang dilakukan oleh peneliti mencakup aspek aktivitas yang dilakukan guru dan peserta didik selama proses pembelajaran dan motivasi belajar peserta didik. Dari hasil observasi yang dilakukan yang dilakukan oleh peneliti, diperoleh data yang hasil analisanya dapat dilihat dalam tabel 4. 6 berikut. Tabel 4. 6 Rekapitulasi Data Kegiatan Peserta Didik Siklus II JUMLAH PESERTA DIDIK YANG MEMENUHI ASPEK ASPEK PESERTA DIDIK YANG DIAMATI SIKLUS II Jumlah Persentase (%) Pra pembelajaran Kesiapan menerima Iin hindasih. Ratna Wulan / Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Antusiasme Siswa dalam Pembelajaran PAI dengan Materi AuKetika Kehidupan Telah BerhentiAy Melalui Penggunaan Metode Diskusi. Kerja Kelompok dan Media Visual Vol. 3 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 3021-8497 Kegiatan membuka Dapat menjawab pertanyaan Apersepsi Mendengarkan secara seksama saat dijelaskan kompetensi yang hendak i Kegiatan inti pembelajaran Antusiasme dalam mengikuti Interaksi peserta didik dengan Interaksi antar peserta didik Aktifitas belajar peserta didik dalam diskusi kelompok Peserta didik dapat mengemukakan pendapatnya dengan lancar Partisipasi peserta didik dalam menyimpulkan materi Kegiatan penutup Peserta didik secara aktif memberi rangkuman Peserta didik menerima tugas tindak lanjut RATA RATA JUMLAH SISWA AKTIF (%) 67,2% Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar peserta didik pada siklus II yang tercermin dari aktivitas peserta didik dalam pembelajaran yang semakin meningkat jika dibandingkan pada aktivitas proses pembelajaran pada siklus I. Pada observasi aktivitas pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning oleh guru dalam kegiatan pembelajaran menunjukkan terjadi peningkatan motivasi belajar peserta didik yang terlihat dari semakin meningkatnya Iin hindasih. Ratna Wulan / Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Antusiasme Siswa dalam Pembelajaran PAI dengan Materi AuKetika Kehidupan Telah BerhentiAy Melalui Penggunaan Metode Diskusi. Kerja Kelompok dan Media Visual Vol. 3 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 3021-8497 setiap aspek aktivitas peserta didik dalam pembelajaran. Adapun perbandingan hasil observasi pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 4. 7 Perbandingan Hasil Observasi Aktivitas dan Antusiasme Belajar Peserta Didik pada Siklus I dengan Hasil Observasi Aktivitas dan antusiasme Belajar Peserta Didik pada Siklus II Jumlah persentase (%) peserta didik Aspek peserta didik yang yang memenuhi KETERANGAN Siklus 1 Pra pembelajaran Kesiapan menerima Kegiatan membuka Dapat menjawab pertanyaan Apersepsi Mendengarkan secara seksama saat dijelaskan kompetensi yang hendak i Kegiatan Inti Pembelajaran Siklus 2 Dalam hal ini terlihat ada sedikit peningkatan dari siklus I, di siklus II ini sebagian siswa terlihat lebih Masih banyak siswa yang terlihat ragu untuk menjawab pertanyaan apersepsi dari guru Ada sedikit peningkatan dari antusiasme siswa dalam kegiatan Siswa masih terlihat ragu untuk berinteraksi dengan Antusiasme dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Interaksi peserta didik Ada sedikit peningkatan di siklus II dalam hal kompetensi yang di sampaikan oleh guru Iin hindasih. Ratna Wulan / Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Antusiasme Siswa dalam Pembelajaran PAI dengan Materi AuKetika Kehidupan Telah BerhentiAy Melalui Penggunaan Metode Diskusi. Kerja Kelompok dan Media Visual Vol. 3 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 3021-8497 dengan guru Interaksi antar peserta didik Sisiwa lebih berekspresi dalam hal interaksi dengan peserta didik lain Aktivitas belajar peserta didik dalam diskusi Dalam siklus II ini siswa sedikit antusias, karena dalam pembelajran sebelumnya sangat jarang melakukan diskusi kelompok Peserta didik dapat mengemukakan pendapatnya denga lancer Partisipasi peserta didik dalam penyimpulan materi Kegiatan Penutup Peserta didik secara aktif memberi rangkuman Peserta didik menerima tugas tindak lanjut Rata-rata jumlah siswa aktif (%) 56,7% 67,2% Siswa masih malu dan segan untuk pendapatnta karena mungkin ini diskusi Dalam materi yang sudah disampaikan siswa sudah mulai Dalam tugas merangkum materi, siswa sudah mulai memahami materi Setelah penyampaian materi dan diskusi serta kerja keleompok selesai, siswamenerima tugas tindak lanjut Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan antusiasme belajar peserta didik mengalami peningkatan, yaitu pada siklus I aktivitas dan antusiasme belajar peserta didik sebesar 56,7 %, meningkat 10,5% % menjadi 67,2 % pada siklus II. Dari hasil observasi, aktivitas dan antusiasme belajar juga dapat dilihat dari besaran tingkatan kegiatan pembelajaran yang aktif dalam pada siklus II dengan hasil sebagai berikut: Iin hindasih. Ratna Wulan / Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Antusiasme Siswa dalam Pembelajaran PAI dengan Materi AuKetika Kehidupan Telah BerhentiAy Melalui Penggunaan Metode Diskusi. Kerja Kelompok dan Media Visual Vol. 3 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 3021-8497 Kesiapan peserta didik dalam menerima pembelajaran sebesar 97 % . angat Peserta didik dapat menjawab pertanyaan apersepsi sebesar 32 % . Peserta didik mendengarkan secara seksama saat dijelaskan komepetensi yang hendak dicapai sebesar 93 % . angat tingg. Antusiasme peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sebesar 93 % . angat tingg. Interaksi peserta didik dengan guru sebesar 22 % . Interaksi antar peserta didiksebesar sebesar 54% . Aktivitas belajar peserta didik dalam diskusi kelompok sebesar 76 % . Peserta didik dapat mengemukakan pendapatnya dengan lancar sebesar 43 % . Partisipasi peserta didik dalam menyimpulkan materi sebesar 54 % ( kuran. Peserta didik secara aktif memberi rangkuman sebesar 76 % . angat tingg. Peserta didik menerima tugas tindak lanjut sebesar 32 % . angat tingg. Dari tabel 4. 7 di atas, dapat disimpulkan bahwa Aktivitas dan antusiasme belajar peserta didik telah mengalami peningkatan dari tindakan siklus I ke tindakan siklus II sebesar 10,5 % yaitu dari 56,7% kategori tinggi, menjadi 67,2% dan berada dalam kategori Sedangkan dari data nilai hasil post test yang dilakukan pada akhir pembelajaran siklus II diperoleh data sebagai berikut : Tabel 4. 8 Rekapitulasi Data Nilai Post Test Peserta Didik pada Siklus II Jumlah peserta Persentase Rentang nilai perolehan peserta didik 92 Ae 100 83 Ae 92 75 Ae 83 < 75 Jumlah Peserta Didik Memenuhi Nilai KKM (%) Berdasarkan data nilai yang diperoleh peneliti dari pelaksanaan post test terhadap hasil belajar peserta didik dalam kegiatan pembelajaran dengan mempergunakan Metode diskusi dan kerja kelompok dengan media visual siklus II dapat diketahui tingkat keberhasilan peserta didik dalam memenuhi nilai KKM. Berdasarkan data pada tabel dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pada siklus II nilai yang diperoleh oleh peserta didik melalui kegiatan post test sudah mengalami peningkatan dari siklus I Hal ini dapat terlihat dari persentase peserta didik yang sudah mencapai nilai KKM dalam kegiatan pembelajaran pada siklus II dengan hasil sebagai berikut: Iin hindasih. Ratna Wulan / Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Antusiasme Siswa dalam Pembelajaran PAI dengan Materi AuKetika Kehidupan Telah BerhentiAy Melalui Penggunaan Metode Diskusi. Kerja Kelompok dan Media Visual Vol. 3 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 3021-8497 Nilai peserta didik dengan predikat sangat baik sebesar 45 % Nilai peserta didik dengan predikat baik sebesar 17 % Nilai peserta didik dengan predikat cukup sebesar 10 % Nilai peserta didik dengan predikat kurang sebesar 13 % Berdasarkan hasil evaluasi di atas, diketahui bahwa peserta didik yang sudah memenuhi nilai KKM mencapai 72 %. Untuk mengetahui perbandingan hasil evaluasi siklus I dengan hasil evaluasi pada siklus II, dapat dilihat dalam tabel 4. 10 di bawah ini. SIMPULAN Penelitian yang dilakukan di SDN 01 Lembur sawah menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran diskusi, kerja kelompok dan media Visual pembelajaran mata pelajaran PAI pada kelas 5 dapat meningkatkan aktifitas dan antusiasme belajar peserta didik. Hal ini ditunjukkan oleh data yang diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan selama kegiatan pembelajaran dan kuisioner yang langsung diberikan dan diisikan oleh peserta didik. Selain itu, hasil belajar peserta didik juga mengalami peningkatan, terbukti dengan adanya peningkatan nilai hasil evaluasi belajar peserta didik. Sebelum menggunakan metode pembelajaran diskusi dan kerja kelompok dengan media Visual pada kegiatan pembelajaran PAI, guru lebih sering hanya memberikan materi ajar dengan berbasis ceramah dan teks kepada peserta didik, akan tetapi aktivitas dan antusiasme belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran PAI Setelah penggunaan metode pembelajaran diskusi dan kerja kelompok dengan media Visual dalam kegiatan pembelajaran PAI , aktivitas dan antusiasme belajar peserta didik mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 56,7%, menjadai 67,2 % pada siklus II atau meningkat sebesar 10,5 %. Pada data hasil evaluasi belajar siswa menunjukkan bahwa dengan Aktivitas dan antusiasme belajar peserta didik yang meningkat juga mempengaruhi peningkatan hasil belajar peserta didik dari siklus I ke siklus II yang terlihat dari meningkatnya jumlah peserta didik yang mampu mencapai nilai KKM. Berdasarkan refleksi pada siklus I diketahui bahwa masih terdapat kelemahan dan kekurang sesuaian penggunaan model pembelajaran dengan metode diskusi dan kerja kelompok dengan media visual dalam kegiatan pembelajaran yang telah Kekurangan tersebut antara lain adalah kurangnya aktivitas dan antusiasme peserta didik dalam pembelajaran yang ditunjukkan melalui partisipasi peserta didik dalam hal menjawab apersepsi yang diberikan oleh guru pada kegiatan awal dinilai masih kurang. Kekurangan yang masih ada pada siklus I kemudian diperbaiki dengan perencanaan yang lebih matang pada siklus II, seperti memberikan pancingan pertanyaan yang relatif lebih mudah sehingga peserta didik memiliki keberanian untuk menjawab, mewajibkan setiap anggota kelompok untuk menyampaikan pendapatnya yang diharapkan akan membuat setiap peserta didik mejadi lebih aktif dan tidak Iin hindasih. Ratna Wulan / Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Antusiasme Siswa dalam Pembelajaran PAI dengan Materi AuKetika Kehidupan Telah BerhentiAy Melalui Penggunaan Metode Diskusi. Kerja Kelompok dan Media Visual Vol. 3 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 3021-8497 bergantung pada peserta didik tertentu saja, membimbing peserta didik untuk lebih berani dalam bertanya dengan melakukan pendekatan yang lebih baik, dan membimbing peserta didik agar tercipta suasana diskusi yang melibatkan semua anggota kelompok. Perbaikan yang dilakukan pada siklus II dapat meningkatkan aktivitas dan antusiasme belajar peserta didik. Hal ini terlihat dari meningkatnya aktivitas peserta didik dalam kegiatan diskusi kelompok dalam pemecahan masalah, semakin meningkatnya keberanian peserta didik dalam mengemukakan pendapat, bertanya, dan tekun dalam menyelesaikan tugas. Kegiatan presentasi dalam menyampaikan hasil diskusi kelompok juga berjalan lebih baik dimana peserta didik lebih aktif dalam menjawab dan bertanya. DAFTAR PUSTAKA