e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Zalik Nuryana. Gaya belajar. Learning styles. Prestasi belajar LEARNING STYLE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR Zalik Nuryana Pendidikan Agama Islam. Fakultas Agama Islam. Universitas Ahmad Dahlan nuryana@pai. ABSTRACT Learning is the basic human need to know something, whether packed formally or not. There is not one method that is appropriate and certainly appropriate with all students. Students have their own learning styles between one another canAot be equated. Real memorable learning comes from the will of the heart, not coercion. The uniqueness of each individual is what makes the variety of learning styles should be understood so that each student can overcome difficulties learning. In the implementation of learning many teachers doesnAot understand the learning style, so as to force students to always pay attention to the speech and explanation of teachers. The learning process will be effective if the method of learning used can accommodate students. Research on the most appropriate teaching methods turns out to be a failure, because each teaching method depends on the way or style of the student in learning. This research was conducted in the school as a place of observation . ield researc. by using a quantitative approach. Data were collected by questionnaires, observations, interviews, and document studies which were then processed and analytically analyzed descriptively. The results of research showed that a class can not be equally aligned using and applying a single learning method only. Because in the class there are several learning styles of students. The student's learning style visually dominates the class, followed by the auditorial style, and the kinesthetic style. This research also provides advice to educators / teachers to understand the diversity of student learning styles. so that with the basic teachers are required to be more creative and innovative in applying the method of learning so that all learning styles of students can be accommodated, so that with this understanding of learning achievement can be improved. Keywords : Learning Style. Learning Achievement. Difficulty Learning Tgl. Submit: 05 -07- 2017 Tgl. Diterima: 20 -08-2017 Tgl. Terbit: 22 -12-2017 PENDAHULUAN Belajar merupakan suatu keharusan bagi setiap insan manusia, baik itu dikemas secara formal, maupun non formal. Inti dari sebuah belajar adalah pengalaman dan dengan bekal pengalaman ini manusia-manusia pembelajaran akan berubah dari dimensi tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi paham, sehingga implikasinya akan tampak pada tiga tataran domain kognitif, afektif, dan psikomotorik (Joko, 2009:. M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Zalik Nuryana. Gaya belajar. Learning styles. Prestasi belajar Tidak ada satu metode yang sesuai dengan semua siswa, karena seorang siswa belajar menurut caranya sendiri. Lain ladang, lain orang, lain pula gaya belajarnya. Kemampuan seorang anak untuk memahami dan menyerap pelajaran sudah pasti berbeda tingkatnya. Ada yang cepat ada pula yang sangat lambat. Perbedaan kecekatan, cara bekerja, kecenderungan terhadap soal-soal intelektual dan terhadap hal-hal yang astetis (Slameto, 2003:. Jangankan dalam satu garis keturunan, dua anak lahir kembarpun terdapat perbedaan. Apalagi yang tidak ada hubungan dengan keluarga. Oleh Karena itulah, setiap orang pasti berbeda. Hasil belajar siswa akan dipengaruhi oleh faktor intern dan faktor ekstern. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa adalah gaya belajarnya. Setiap siswa memiliki gaya belajarnya sendiri-sendiri dan selama ini hal tersebut kurang disadari oleh Beragam gaya belajar dari setiap individu, sesuai dengan kebiasaan dan keasyikanya masing-masing. Ada yang sambil mendengarkan musik. AngemilAo, atau dalam suasana hening tanpa ada suara apapun seperti di tengah malam. Dalam belajar seseorang tidak akan dapat menghindarkan diri suatu situasi. Situasi akan menentukan aktivitas apa yang akan dilakukan dalam rangka belajar (Syaiful, 2004:. Sikap seseorang terhadap belajar dapat dipengaruhi oleh kondisi dari kegiatan belajar tersebut (Sri Esti, 2006:. Jadi gaya belajar dan situasi kondisi akan mempengaruhi prestasi belajar seseorang. Oleh sebab itu, yang penting adalah bagaimana setiap individu mengetahui gaya belajarnya. Munculnya pemikiran baru bahwa mengajar haruslah memperhatian gaya belajar atau learning style siswa, dimana siswa memiliki cara bereaksi dan menggunakan stimulus yang diterimanya dalam proses belajar. Adanya kesimpulan tentang gaya belajar seperti yang dituliskan oleh Nasution bahwa. Tiap murid belajar menurut caranya sendiri yang kita sebut gaya belajar. Kita dapat menentukan gaya belajar dengan instrumen tertentu. M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Zalik Nuryana. Gaya belajar. Learning styles. Prestasi belajar Kesesuaian gaya mengajar dan gaya belajar yang berbeda-beda mempertinggi efektifitas belajar (Nasution, 1992:. Adanya indentifikasi gaya belajar dari siswa akan sangat membantu siswa memaksimalkan gaya belajarnya masing-masing dan juga dapat menerapkan strategi yang mendukung gaya belajarnya tersebut sehingga prestasi belajar siswa dapat meningkat. Gaya belajar adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan, disekolah, dan dan situasi antar pribadi. Rita Dunn, seorang pelopor dibidang gaya belajar, telah menemukan banyak variable yang mempengaruhi cara belajar orang. Ini mencakup faktor-faktor fisik, emosional, sosiologis, dan lingkungan. Sebagian orang misalnya, dapat belajar paling baik dengan cahaya yang terang, sedangkan bagian lain dengan pencahayaan yang suram. Ada orang yang palin baik ketika dengan belajar kelompok, sedangkan yang lain memilih adanya figure otoriter seperti orangtua atau guru, yang lain lagi merasa bahwa bekerja sendirilah yang efektif bagi mereka. Bobbi De Poter dan Mike Hernacki dalam bukunya Quantum Learning membedakan gaya belajar menjadi tiga gaya belajar yaitu, visual, auditorial, dan kinestetik. METODE Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (Field Reseac. untuk jenis penelitian kuantitatif. Dari sudut tujuannya, penelitian ini menggunakan jenis penelitian verifikatif yang bertujuan untuk menjelaskan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. Penelitian ini melibatkan variabel bebas dan variabel terikat (Sugiyono, 2007:. Variabel bebasnya adalah gaya belajar dan variabel terikatnya adalah prestasi belajar. Untuk menjelaskan kedua variabel tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017 Zalik Nuryana. Gaya belajar. Learning styles. Prestasi belajar e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Prestasi Gaya Jumlah Jumlah Gambar 1 Variabel penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Vi semester genap SMPN 1 Cangkringan tahun ajaran 2011/2012 dengan jumlah 135 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian populasi karena itu jumlah subyek yang diteliti sebanyak populasi yang ada. Hal ini dilakukan karena jumlah populasi tidak terlalu besar. Teknik pengumpulan data dan penelitian Data gaya belajar siswa. Data ini diungkap dengan menggunakan angket sedangkan data prestasi belajar siswa diambil dari nilai ulangan mid semester siswa kelas Vi semester genap SMP N 1 Cangkringan tahun pelajaran 2011/2012. Dengan menggunakan angket untuk mengungkap gaya belajar siswa diadaptasi dari angket yang terdapat dalam buku Quantum Teaching, observasi digunakan untuk mencari data tentang kondisi dan gambaran umum SMP N 1 Cangkringan, wawancara dalam penelitian ini digunakan untuk mendapatkan data tentang strategi dan metode guru dalam proses pembelajaran PAI di SMP N 1 Cangkringan, dan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tentang nilai Pendidikan Agama Islam yang terdapat dalam daftar nilai yang ada pada guru bidang studi dan keadaan fasilitas sekolah dan catatan lainnya Validitas instrumen yang digunakan adalah logical validity, yaitu validitas angket diperoleh melalui pembahasan dan penelaahan dengan pakar pendidikan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan teknik korelasi phi (Sudiono, 2008:. Teknik ini adalah satu-satunya teknik analisis korelasional yang digunakan apabila data yang M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Zalik Nuryana. Gaya belajar. Learning styles. Prestasi belajar di korelasikan adalah data yang benar-benar dikotomik. Analisis deskrepsi digunakan untuk mendeskripsikan gaya belajar dan prestasi belajar siswa. Sedangkan teknik korelasi phi digunakan untuk mengetahui pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar PAI siswa kelas Vi semester genap SMP N 1 Cangkringan. Berikut ini adalah rumus korelasi Phi Rumus ini digunakan apabila dalam mencari kita terlebih dahulu mengitung harga Kai Kuadrat (X. Kai kuadrat itu diperoleh dengan rumus : X2 = Ae HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari seratus tiga puluh lima . siswa, enam puluh tiga . siswa dengan gaya belajar visual, empat puluh dua . dengan gaya belajar audio, dan tigapuluh . siswa dengan gaya belajar kinestetik. Hasil dari pengambilan data tentang gaya belajar juga dapat dilihat dalam gambar: M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Zalik Nuryana. Gaya belajar. Learning styles. Prestasi belajar [CATEGORY NAME], [VALUE] [PERCENTAGE] [CATEGORY NAME], [VALUE] [CATEGORY NAME], [VALUE] siswa, [PERCENTAGE] [PERCENTAGE] Visual Audio Kinestik Gambar 2 Gaya Belajar siswa Gambar di atas menunjukkan bahwa gaya belajar dalam kelas ini didominasi oleh gaya belajar visual dengan presentase sebanyak 47 persen. sedangkan gaya yang lain yaitu audio dan kinestetik masing-masing 31 persen dan 22 persen. Hasil ini menunjukkan adanya variasi gaya belajar di sekolah. Penentuan jenis gaya belajar dalam penelitian ini diperoleh dengan skor tertinggi dari tiga macam ciri-ciri masing-masing gaya belajar dengan menggunakan angket. Dari skor ketiga ciri-ciri dari masing-masing gaya belajar siswa terungkap bahwa selisis skor masing-masing gaya rata-rata tidak jauh berbeda, hal ini menunjukkan bahwa setiap siswa mampu menyerap pengetahuan dengan berbagai gaya belajar, akan tetapi ada satu gaya belajar yang lebih dominan. Sehingga sebenarnya siswa mampu menyerap materi yang disampaikan guru dengan metode apa saja, akan tetapi apabila metode yang digunakan kurang sesuai dengan gaya belajar dominan yang dimiliki siswa maka hasilnya tidak akan maksimal, akan tetapi sebaliknya, jika metode yang digunakan guru sesuai dengan gaya dominan dari setiap siswa maka hasilnya akan lebih maksimal. Hal yang ideal untuk mengatasi permasalahan di atas adalah membagi kelas berdasarkan gaya belajarnya. Pembagian kelas berdasarkan gaya belajarnya ini akan membantu guru dalam menarapkan metode dalam proses pembelajaran. Untuk menerapkan M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017 Zalik Nuryana. Gaya belajar. Learning styles. Prestasi belajar e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 hal ini tentunya tidak mudah karena banyak hal yang harus di pertimbangkan. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan kreativitas dan variasi guru dalam menerapkan suatu metode yang mampu mengakomodir ketiga jenis gaya belajar siswa. Prestasi belajar sebagai hasil penilaian sudah difahami. Namun demikian untuk mendapatkan pemahaman, perlu juga diketahui bahwa penilaian adalah aktifitas dalam menentukan tinggi rendahnya prestasi belajar itu sendiri. Dari hasil wawancara dengan Drs. Sudardi pengampu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam bahwa KKM . riteria kelulusan minimu. adalah 7,3. Dari hasil diatas maka diketahui bahwa banyak siswa yang masih di bawah kriteria minimum. Sehingga diperoleh hasil sebagai berikut : Nilai Jumlah Siswa Gambar 3. Tabel nilai siswa Dari table di atas dapat kita ketahui bahwa siswa yang lulus KKM . ilai 7,. ada 18 siswa dari 135 siswa. Sehingga ada 117 siswa yang belum lulus KKM. Artinya baru 13% dari jumlah siswa. Dengan rincian kelas A: 3 siswa, kelas B: 6 siswa, kelas C: 2 siswa, dan kelas D: 7 siswa. Dari nilai yang lulus dapat kita ketahui bahwa 18 siswa terbagi tiga nilai dan terbagi dalam 2 gaya belajar. Untuk lebih jelasnya kita perhatikan di bawah ini: M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017 Zalik Nuryana. Gaya belajar. Learning styles. Prestasi belajar e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Nilai Jumlah Visual Gaya Belajar Audio Kinestetik Gambar 4 Tabel nilai siswa berdasar KKM Dari table di atas kita ketahui bahwa siswa yang mempunyai gaya belajar visual lebih dapat maksimal dalam belajar, terbukti dengan prestasi belajar yang yang diatas rata-rata siswa yang mempunyai gaya belajar lain. Hal yang perlu diperhatikan adalah siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik. Dari hasil diatas dapat kita ketahui bahwa siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik tidak ada yang lulus KKM, sehingga hal ini perlu diperhatikan guru untuk mengakomodir gaya belajar siswa yang kinestetik dalam menerapkan metode mengajar Sedangkan untuk prosentase prestasi belajar siswa dalam hal ini mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dapat dilihat dalam gambar di bawah ini: M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Zalik Nuryana. Gaya belajar. Learning styles. Prestasi belajar Gambar 5 Prosentase prestasi belajar Dari hasil diatas dapat kita ketahui bahwa nilai siswa masih jauh seperti yang di Dari kkm 7,3 dari 135 siswa baru 18 siswa yang lulus. Dalam artian baru 13 Persen, dan masih 87 persen siswa yang belum lulus KKM. Bila di lihat salah satu faktornya adalah kurangnya perhatian guru terhadap gaya belajar yang dimiliki siswa. Metode yang digunakan dalam pembelajaran PAI masih cenderung klasik yang belum sepenuhnya mengakomodir gaya belajar siswa. Metode klasik yang sering digunakan hanyalah ceramah dan menggunkana bantuan papan tulis. Sehingga, dengan metode ini siswa yang memiliki gaya visual dan audio bisa belajar lebih maksimal. Akan tetapi untuk siswa yang mempunyai gaya belajar kinestik tidak bisa maksimal dalam menangkap pelajaran. Salah satu bukti kesenjangan prestasi masing-masing siswa, adalah adanya beberapa siswa yang mencapai prestasi yang memuaskan akan tetapi ada juga siswa yang berprestasi Selisih nilai yang diperoleh dari hasil nilai murni Mid semester ini juga cukup M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Zalik Nuryana. Gaya belajar. Learning styles. Prestasi belajar Nilai tertinggi yang di peroleh adalah 7,80 Sedangkan nilai terendah adalah 3,2 . Salah satu yang menyebabkan hal ini adalah kurang nya kemampuan guru dalam menerapkan metode yang mampu mengakomodir gaya belajar siswa. Hasil dari rata-rata nilai dapat dilihat dalam tabel di bawah ini: Dari hasil diatas dapat kita cermati bahwa rata-rata prestasi belajar PAI bervariasi, siswa dengan gaya belajar visiual 6,46. Audio 6,17 , kinestetik 5,84. Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki gaya belajarAudio dan visual memiliki prestasi paling tinggi. Hal ini disebabkan karena metode yang diterapkan guru lebih banyak mengakomodasi gaya belajar auditorial dan visual. Hal ini membuktikan bahwa gaya belajar adalah faktor yang penting untuk Kegiatan pembelajaran PAI yang dilakukan di SMP N 1 Cangkringan adalah metode-metode yang kurang mengakomodir gaya belajar siswa, misalnya ceramah, menuliskan di papan tulis dll. Dengan metode ceramah maka siswa yang mempunyai gaya auditorial yang dapat belajar lebih optimal dan menggunakan bantuan Whiteboard dan membuatkan tulisan atau membuatkan peta konsep PAI siswa yang mempunyai gaya belajar visual akan lebih optimal dalam belajar. Sehingga siswa yang memiliki gaya kinestetik tidak dapat belajar secara optimal. Terbukti bahwa siswa yang prestasi baik hanya siswa yang memiliki gaya belajar auditorial dan visual sedangkan siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik tidak dapat belajar dengan optimal. Ketidak serasian antara metode pembelajaran dengan gaya belajar akan berpengaruh terhadap prestasi belajar. Terbukti siswa yang mempunyai gaya belajar audio dan visual mempunyai prestasi lebih tinggi daripada siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik. Sedangkan hasil pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar yang dihitung menggunakan korelasi Phi Ae sedangkan telah kita peroleh Ae sebesar 15, 8698 maka dengan sendirinya harga kai kuadrat yang kita cari adalah 15, 8698 atau X2 = 15,8698. M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017 128 Zalik Nuryana. Gaya belajar. Learning styles. Prestasi belajar e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Dengan demikian dapat kita peroleh, dengan jalan mensubstitusikan harga kai kuadrat ke dalam rumus phi: =Oo Oo = 0, 342 Sehingga hasil penghitungan dengan rumus phi adalah 0, 342. Interpretasi: disini kita anggap sebagai df = N - nr = 135-2=133 . onsultasi table nilai AurA. dalam table tidak dijumpai df karena itu kita pergunakan df sebesar 125, diperoleh pada taraf signifikansi 5% = 0,174, sedangkan pada taraf signifikansi 1%=0,228. Dengan demikian peroleh 0, 342 adalah lebih besar jika disbanding dengan yang kita yaitu 0,174 dan 0,228. Dengan demikian maka hipotesis AuaAy diterima/disetujui. Berarti ada/terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara gaya belajar dengan prestasi belajar PAI kelas Vi semester genap SLTP N 1 Cangkringan. Dari hasil perhitungan ini dapat kita simpulkan bahwa gaya belajar mempengaruhi prestasi belajar PAI siswa kelas Vi semester genap SMP N 1 Cangkringan tahun ajaran 2010/2011. Berdasarkan hasil penelitian diketahui, bahwa siswa yang mempunyai prestasi tinggi adalah siswa yang mempunyai gaya belajar visual sebanyak 14 siswa dan gaya belajar auditorial 4 siswa. Peran guru dalam mengakomodir gaya belajar untuk melejitkan prestasi siswa terutama siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik harus ditingkatkan. Siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik harus lebih mendapatkan perhatian khusus. M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Zalik Nuryana. Gaya belajar. Learning styles. Prestasi belajar PENUTUP Simpulan Dari penelitian ini dapat dijelaskan bahwa siswa dalam suatu kelas memiliki gaya belajar yang beragam dan tidak dapat disamaratakan mengunakan satu metode pembelajaran saja. Dalam suatu kelas ditemukan tiga gaya belajar yaitu: Gaya belajar audio, visual, dan kinestetik. Hal ini menunt guru untuk dapat mengakomodir gaya belajar siswa dalam memberikan materi pembelajaran di kelas. Berdasarkan analisis data menggunakan analis Phi menghasilkan 0,320. df = N - nr = 135-2=133 . onsultasi table nilai AurA. Diperoleh r_tabel pada taraf signifikansi 5% = 0,174, sedangkan pada taraf signifikansi 1%=0,228. Dengan demikian i yang kita peroleh 0,320 adalah lebih besar jika disbanding dengan r_tabel yaitu 0,174 dan 0,228. Dengan demikian maka hipotesis alternatif (H_. yang berbunyi. AuAda hubungan yang positif dan signifikan antara gaya belajar dengan prestasi belajar PAI kelas Vi semester genap SMP N 1 Cangkringan tahun ajaran 2010/2011Ay, diterima baik pada taraf signifikansi 1% ataupun 5%. Berarti dapat dikatakan bahwa salah satu hal yang perlu diperhitungkan dalam mengenali faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar anak adalah gaya belajarnya. Terbukti gaya belajar visual telah menunjukkan prestasi belajar paling tinggi dari pada gaya belajar yang Saran