Hal: PERAN SDMK PADA PENERAPAN APLIKASI SEHAT INDONESIAKU DALAM PENGELOLAAN DATA DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR THE ROLE OF SDMK IN THE IMPLEMENTATION OF THE SEHAT INDONESIAKU APPLICATION IN MANAGING EARLY DETECTION DATA FOR NON-COMMUNICABLE DISEASES Aris Dwi Cahyono*. Luluk Susiloningtyas. Fannidya H. Zeho STIKES Pamenang. Jl. Soekarno Hatta No. 15 Bendo. Pare. Kediri Prodi S1 Administrasi Kesehatan *E-mail: arisdc81@gmail. ABSTRAK Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) merupakan aplikasi yang bertujuan mentransformasikan layanan kesehatan untuk melakukan pecatatan data pasien yang lebih efisien dan terintegrasi dalam data base. Peran SDMK dibutuhkan pada pencatatan dan pelaporan data program pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular di Puskesmas. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peran SDMK pada penerapan aplikasi sehat indonesiaku dalam pengelolaan data deteksi dini penyakit tidak menular. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 40 yang terdiri dari Kader PTM di Puskesmas Badas. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Metode analisis data dalam penelitian dilakukan secara deskriptif dengan perhitungan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan variabel memiliki nilai rata-rata yaitu pada aspek performance . kategori baik, aspek information . kategori baik, aspek economics . kategori baik, aspek control . kategori baik, aspek efficiency . kategori baik, dan aspek service . kategori baik. Dapat disimpulkan untuk penilaian yang dilakukan responden menunjukkan bahwa peran SDMK pada penerapan ASIK dapat dikategorikan baik. Namun perlu adanya perbaikan pada aspek performance terkait sistem yang sering mengalami error. Maka perlu lebih mengoptimalkan pelatihan dan sosialisasi ASIK secara rutin sehingga peran SDMK dalam penerapan ASIK dapat dioptimalkan dan menjadi lebih baik lagi. Kata Kunci: Peran SDMK. ASIK. Pengelolaan Data. PTM ABSTRACT Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) application aims to transform healthcare services by allowing for more efficient and integrated patient data recording within a SDMK plays a crucial role in recording and reporting data on noncommunicable disease prevention and control programs at community health centers (Puskesma. The purpose of this study was to describe the role of SDMK in the implementation of the "Indonesiaku Sehatku" application in managing data on early detection of non-communicable diseases. This study used descriptive quantitative methods using total sampling with a sample size of 40 PTM cadres at the Badas Community Health Center. Data collection was conducted using a questionnaire. The data analysis method in this study was descriptive with an average calculation. The results of the study showed that the variables had an average value, namely in the Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12. Januari 2026 ISSN. performance aspect . in the good category, the information aspect . in the good category, the economics aspect . in the good category, the control aspect . in the good category, the efficiency aspect . in the good category, and the service aspect . in the good category. It can be concluded that the respondents' assessments indicate that the role of SDMK in ASIK implementation can be categorized as good. However, improvements are needed in performance aspects related to the system, which frequently experiences errors. Therefore, it is necessary to optimize training and regular ASIK outreach to optimize and further enhance the role of SDMK in ASIK Keywords: Role of SDMK. ASIK. Data Management. PTM Pendahuluan Pada Era Globalisasi ini sudah menjalani kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang diperlukan oleh Kemajuan teknologi ini sangat membantu untuk mendapatkan informasi yang cepat dan akurat dalam melakukan pengambilan keputusan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada tahun 2022 melakukan peluncuran Digital Transformation Office dengan maksud uji coba dalam ASIK. Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) layanan kesehatan yang awalnya pecatatan secara manual, kini membantu para tenaga kesehatan untuk melakukan pecatatan data pasien yang lebih efisien dan terintegrasi dalam data base. Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) memiliki peran sentral kesehatan di semua tingkatan, mulai dari fasilitas kesehatan hingga masyarakat. Peran SDMK ini dibutuhkan juga termasuk pada pelaporan berbagai adat kesehatan, salah satunya pada pencatatan dan pelaporan data program pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular di Puskesmas. Puskesmas merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat yang wajib menyelenggarakan sistem informasi untuk pencatatan dan pelaporan kegiatan secara berkala kepada Dinas Kesehatan Daerah/Kota. Ditemukan permasalahan di puskesmas bahwa ASIK masih belum digunakan dengan optimal. Berdasarkan data dashboard Monev ASIK PTM, jumlah Puskesmas di Kabupaten Kediri yang telah menggunakan ASIK berjumlah 34 puskesmas dari 37 puskemas, jadi masih terdapat 3 puskesmas yang belum menggunakan ASIK. Hal ini disebabkan karena belum berjalannya penuh sosialisasi terhadap penggunaan ASIK pada tenaga kesehatan dan Kader kesehatan (Rahmania, 2. Berdasarkan jumlah data yang masuk dalam ASIK periode Januari sampai Juni 2024, layanan skrining yang tercatat 630, data individu yang mendapatkan layanan skrining penyakit tidak menular sebanyak 29. 976, dan sudah ada 10. ,6%) puskesmas yang melaporkan skrining penyakit tidak menular dengan mengguanakan ASIK. Berdasarkan data Dashboard Monev ASIK PTM pada tahun 2025, jumlah puskesmas di provinsi Jawa Timur yang melakukan pencatatan dan pelaporan menggunakan ASIK sebanyak 728 . % puskesmas dan yang belum belakukan pencatatan dan pelaporan menggunakan ASIK sebanyak 252 puskesmas (Kemenkes. Hasil skrining PTM, 2. ASIK terdiri dari 2 versi yaitu ASIK berbasis android dan berbasis web based. ASIK berbasis web based atau dashboard ASIK digunakan oleh penanggung jawab puskesmas untuk membantu proses pendaftaran dan mengirimkan kode OTP kepada pengguna ASIK mobile dan dapat digunakan untuk edit dan tambah data profil individu sasaran Puskesmas. Puskesmas, dan monitoring capaian Puskesmas atau wilayah oleh Dinas Kesehatan (Dinke. maupun Kemenkes. Hal: 137-149 Peran SDMK pada Penerapan Aplikasi Sehat Indonesiaku dalam Pengelolaan Data Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular serta digunakan oleh Dinas Kesehatan untuk memantau kegiatan deteksi dini penyakit tidak menular seperti berapa banyak orang yang sudah mendapatkan screening (Rahmania, 2. Sedangkan ASIK berbasis android atau mobile digunakan untuk tenaga kesehatan dan juga kader yang bertugas di puskesmas maupun posyandu pada saat melakukan kegiatan skrining PTM dan melakukan input melalui fitur pencatatan skrining. Apabila mengikuti standar interoperabilitas Kementerian Kesehatan layanan diluar gedung dilakukan dengan menggunakan Apikasi ASIK mobile yang dioperasikan oleh tenaga kesehatan dan kader kesehatan. (Daud C, 2. Pada saat ini kasus penyakit tidak menular telah menyebabkan meningkatnya angka kesakitan dan kematian. Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak dapat ditularkan atau dari suatu individu ke individu lainnya. PTM merupakan beban kesehatan utama di negara-negara berkembang dan negara Berdasarkan laporan WHO, di kawasan Asia Tenggara paling sering ditemui 5 . PTM dengan tingkat kesakitan dan kematian yang sangat tinggi, beberapa di antaranya adalah penyakit Jantung (Kardiovaskule. DM, kanker, penyakit pernafasan obstruksi kronik dan penyakit karena kecelakaan (Kartini. Pengelolaan Posbindu PTM merupakan bagian yang sangat penting dalam deteksi dini setiap PTM. Dalam pengelolaan Posbindu PTM sekarang ini. Kementerian Kesehatan meluncurkan ASIK sebagai strategi deteksi dini terhadap kasus PTM. Dengan aplikasi tersebut dapat diketahui secara lebih dini tentang resiko-resiko yang berpotensi penyakit tidak menular. ASIK sangat mempermudah tenaga kesehatan dan kader kesehatan dalam pengelolaan data Posbindu PTM sebagai deteksi dini penyakit tidak menular (Daud C, 2. Puskesmas merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat yang wajib menyelenggarakan sistem informasi untuk pencatatan dan pelaporan kegiatan secara berkala kepada Dinas Kesehatan Daerah/Kota. Pencatatan dan pelaporan data berlaku untuk masingmasing program salah satunya program pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular. Mengingat bahwa laporan puskesmas yang dikirimkan kembali secara rutin ke puskesmas dapat dijadikan sebagai Evaluasi penting dilakukan untuk memantau setiap program dan mengetahui pengelolaan sistem informasi kesehatan yang sudah berjalan. Puskesmas sebagai penyedia layanan kesehatan mengalami informasi kesehatan yang baru dan tetap membutuhkan penyesuaian dan evaluasi agar sistem tersebut berfungsi dan manfaat sistem bisa dirasakan secara maksimal (Rismayuni S, 2. UPTD Puskesmas Badas merupakan salah satu puskesmas di Kabupaten Kediri menggunakan ASIK pada target capaian Dinas Kesehatan. UPTD Puskesmas Badas merupakan salah satu puskesmas yang ada di Kabupaten Kediri dengan memiliki tingkat capain penggunakaan ASIK cukup rendah, karena grafik ASIK menunjukkan menggunakan dashoard ASIK puskesmas Badas berada di urutan nomor 10 dari 37 puskesmas di Kabupaten Kediri. Saat ini Puskesmas Badas transformasi pencatatan dan pelaporan data secara digital dengan menggunakan ASIK. Dari data awal yang diperoleh peneliti di Puskesmas Badas menunjukkan bahwa jumlah data kunjungan yang masuk dalam ASIK pada periode bulan Januari sampai Oktober 2024 mengalami penurunan yaitu, 000 kunjungan menjadi 500 kunjungan yang tercatat di ASIK. Untuk menyelesaikan permasalah tersebut, upaya yang dilakukan oleh Puskesmas Badas yaitu perlu melakukan evaluasi dan melakukan sosiailsasi ASIK secara rutin kepada petugas yang menggunakan ASIK terutama kepada kader-kader kesehatan. Sosialisasi ASIK ketika ada kegiatan posyandu, di desa-desa wilayah kerja puskesmas Badas. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12. Januari 2026 baik mengenai fitur-fitur ASIK dan cara meningkatkan efektifitas penggunaan ASIK. Berdasarkan uraian diatas maka penelitian dengan judul AyPeran SDMK Pada Penerapan Aplikasi Sehat IndonesiaKu Dalam Pengelolaan Data Deteksi Dini Penyakit Tidak MenularAy. Metodologi Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Creswell dalam (Kusumastuti A, 2. menyatakan metode penelitian kuantitatif merupakan metode untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antar Sedangkan metode penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang digunakan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu hal secara objektif (Ramdhan M, 2. Metode deskriptif digunakan untuk mengetahui gambaran Peran SDMK Pada Penerapan Aplikasi Sehat IndonesiaKu Dalam Pengelolaan Data Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular. Peneliti memilih UPTD Puskesmas Badas Kabupaten Kediri sebagai lokasi atau tempat penelitian. Waktu yang dibutuhkan dalam melakukan penelitian ini adalah pada Mei sampai dengan Juni 2025. Populasi yang menjadi objek penelitian adalah seluruh pengguna ASIK pada program Penyakit Tidak Menular di UPTD Puskesmas Badas Kecamatan Badas Kabupaten Kediri. Bardasarkan hasil wawancara yang di lakukan terhadap pengguna ASIK pada program Penyakit Tidak Menular berjumlah 40 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Total sampling . ampel jenu. ini merupakan jenis non-probability sampling. Alasan penggunaan total sampling karena jumlah populasi yang kurang dari 100, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel (Sukwika T, 2. Berdasarkan teknik ISSN. pengambilan sampel di atas dengan menggunakan teknik total sampling . ampel jenu. dari jumlah populasi sebanyak 40 orang, maka yang diambil sebagai sampel adalah sebanyak 40 orang. Pengumpulan data yang dilakukan . daftar pertanyaan tentang penggunaan ASIK kepada 40 responden untuk dijawabnya, kemudian 40 responden tersebut memberikan skala pengukuran penilaian dalam menggunakan ASIK. Kuesioner yang digunakan telah melalui uji validitas dan realibilitas. Pengujian validitas dilakukan untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu kuesioner dari masingmasing variabel. Hasil pengujian validitas mengenai item kuesioner dalam penelitian (Artaningsih N, 2. yaitu dengan melakukan perbandingan antara r hitung dengan r tabel. Dimana nilai r tabel dapat dilihat pada tabel r product moment pearson correlation dengan jumlah data responden . = 30. Sehingga dapat diketahui nilai r tabelnya = 0. 361, nilai tersebut dilihat dari tingkat uji signifikansi untuk dua arah dengan nilai 0. 05 untuk mendapatkan tingkat kepercayaan 95%. Sehingga apabila r hitung > r tabel maka item kuesioner tersebut dapat dinyatakan valid, begitupun sebaliknya. Hasil dari perhitungan diatas menyatakan bahwa 20 item kuisioner memiliki nilai r hitung > r dinyatakan Aovalid karena nilai pearson correlation > r tabel = 0,361 sehingga Pengujian penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Artaningsih N, 2. dilakukan untuk menunjukkan apakah kuesioner tersebut dapat dipercaya dalam mengungkapkan informasi di lapangan, sehingga kuesioner tersebut dapat dihandalkan walaupun penelitian dilakukan berulangkali dengan kuesioner yang sama. Tabel output menunjukkan bahwa nilai cronbachAos alpha diseluruh variabel lebih dari 0,600 . ronbachAos alpha > 0. dinyatakan Hasil pengujian reliabilitas dalam penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Peran SDMK pada Penerapan Aplikasi Sehat Indonesiaku dalam Pengelolaan Data Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Hal: 137-149 (Artaningsih N, 2. dinyatakan bahwa dapat dilihat pada tabel nilai cornbachAos alpha menjukan nilai >0,60-0,80 yang menunjukkan tingkat reliabilitas Andal, yang artinya kuesioner dapat dipercaya mengungkapkan informasi di lapangan dan dapat dihandalkan walaupun penelitian dilakukan berungkali dengan kuesioner yang sama. Dalam Rangka memperoleh data yang sesuai dengan keperluan dalam kuantitatif maka perlu menggunakan skala Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Skala likert menurut Abdullah . suatu skala psikometrik yang umum digunakan dalam kuisioner dan merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam riset berupa survei. Sewaktu menanggapi pertanyaan dalam skala likert, responden menetukan tingkat persetujuan mereka terhadap suatu pernyataan dengan memilih salah satu dari pilihan yang tersedia. Dalam penelitian ini menggunakan variabel tunggal yang merupakan suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau mendeskripsikan tentang suatu Variabel penelitian ini adalah Peran SDMK Pada Penerapan Aplikasi Sehat IndonesiaKu Dalam Pengelolaan Data Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular pendekatan performance, information, economy, control, efficiency, dan service. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data statistik deskriptif. Dalam penelitian ini, statistik deskriptif dihitung menggunakan Aplikasi excel. Statistik deskriptif ini berfungsi untuk memberikan gambaran data mengenai nilai rata-rata . , varians, nilai maksimum, nilai minimum, sum, range, dan skewness . emencengan distribus. Sugiyono dalam Hanisya . menyatakan satatistik ditujukan untuk mengumpulkan data, menyajikan statistik deskriptif adalah bagian dari statistik yang digunakan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau Hasil Penelitian Tabel 1. Peran SDMK pada Penerapan ASIK di UPTD Puskemas Badas. No. Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Baik Tidak Baik Total Berdasarkan Frekuensi 72,5% 2,5% responden masuk dalam kategori baik sebanyak 29 . ,5%). Tabel 2. Peran SDMK pada Penerapan ASIK berdasarkan Indikator Kinerja di Puskesmas Badas No. Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Baik Tidak Baik Total Frekuensi 17,5% 80,0% 2,5% Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12. Januari 2026 Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui bahwa Peran SDMK pada penerapan ASIK dengan indikator kinerja di puskesmas Badas, dari 40 responden sebagian besar ISSN. masuk dalam kategori baik sebanyak 32 . ,0%) dan sebagaian kecil menjawab . ,5%). Tabel 3. Peran SDMK pada Penerapan ASIK berdasarkan Indikator Informasi di Puskesmas Badas. No. Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Baik Tidak Baik Total Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui bahwa Peran SDMK pada penerapan ASIK dengan indikator informasi di puskesmas Badas, dari 40 responden sebagian besar Tabel 4. No. Frekuensi 22,5% 75,0% 2,5% masuk dalam kategori baik sebanyak 30 . ,0%) dan sebagain kecil menjawab cukup sebanyak 1 . ,5%). Peran SDMK pada Penerapan ASIK berdasarkan Indikator Ekonomi di Puskesmas Badas. Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Baik Tidak Baik Total Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui bahwa Peran SDMK pada penerapan ASIK dengan indikator ekonomi di puskesmas Badas, dari 40 responden sebagian besar Frekuensi 17,5% 72,5% 7,5% 2,5% masuk dalam kategori baik sebanyak 29 . ,5%) dan sebagain kecil menjawab kurang baik sebanyak 1 . ,5%). Tabel 5. Peran SDMK pada Penerapan ASIK berdasarkan Indikator Kontrol di Puskesmas Badas. No. Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Baik Tidak Baik Total Berdasarkan tabel 5 dapat diketahui bahwa Peran SDMK pada penerapan ASIK dengan indikator kontrol di puskesmas Badas, dari 40 responden sebagian besar Frekuensi 35,0% 52,5% 12,5% masuk dalam kategori baik sebanyak 21 . ,5%) dan sebagain kecil menjawab cukup sebanyak 5 . ,5%). Peran SDMK pada Penerapan Aplikasi Sehat Indonesiaku dalam Pengelolaan Data Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Hal: 137-149 Tabel 6. Peran SDMK pada Penerapan ASIK berdasarkan Indikator Efisiensi di Puskesmas Badas. No. Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Baik Tidak Baik Total Berdasarkan tabel 6 dapat diketahui bahwa Peran SDMK pada penerapan ASIK dengan indikator efisiensi di puskesmas Badas, dari 40 responden sebagian besar Frekuensi 33,5% 62,5% 5,0% masuk dalam kategori baik sebanyak 25 . ,5%) dan sebagain kecil menjawab cukup sebanyak 2 . ,0%). Tabel 7. Peran SDMK pada Penerapan ASIK berdasarkan Indikator Pelayanan di Puskesmas Badas. No. Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Baik Tidak Baik Total Berdasarkan tabel 7 dapat diketahui Peran SDMK pada penerapan ASIK dengan indikator efisiensi di puskesmas Badas, dari 40 responden sebagian besar masuk dalam kategori baik sebanyak 24 . ,0%) dan sebagain kecil menjawab cukup sebanyak 4 . ,0%). Pembahasan Berdasarkan persepsi pengguna mengenai ASIK pada indikator Kinerja di Puskesmas Badas Kabupaten Kediri dari 40 responden menunjukkan sebagian besar responden yaitu 80% masuk dalam kategori baik dengan skor rata-rata 3,9. Ini menunjukkan bahwa kinerja ASIK dalam mengolah data Posbindu PTM di Puskesmas Badas sudah Hal tersebut diperkuat berdasarkan hasil wawancara pada saat menyebarkan kuesioner kepada Kader kesehatan di puskesmas Badas. Capaian hasil masingmasing indikator yaitu. Throughput. Respon time. Audibilitas. Kelaziman, dan Kelengkapan. Hasil wawancara dengan responden diperoleh bahwa kemampuan kinerja ASIK Frekuensi 33,5% 62,5% 5,0% secara umum sudah dapat menghasilkan output untuk memenuhi kebutuhan Sedangkan respon time atau kecepatan sistem dalam melakukan proses kerja masih dirasakan lambat, terutama dalam proses input dan pemprosesan data. Input data yang dilakukan secara online satu persatu akan berlangsung lama apalagi jika terdapat trobel jaringan atau pada sistem informasi seringkali terjadi gagal simpan . Hal ini sejalan dengan teori Permana . menyatakan bahwa respon time adalah cepat atau lambat waktu yang dibutuhkan sistem pada saat memproses Loading time yaitu aplikasi mampu mengerjakan sejumlah perintah dalam periode waktu yang telah ditentukan dengan baik dan tanpa hambatan. Terkadang dalam pengoperasiannya maka kualitas rendah, begitu juga sebaliknya. Semakin cepat dalam mengerjakan suatu perintah maka dapat dikatakan kualitasnya Komponen kedua ini tidak jauh beda dengan loading time, sebab keduanya sangat berkesinambungan. Komponen ini mengukur sejauh mana kemampuan sebuah aplikasi dalam merespon suatu Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12. Januari 2026 perintah maupun permintaan terhadap suatu transaksi apakah sudah tepat atau Secara keseluruhan, permasalahan di atas menunjukkan bahwa indikator performance masih memerlukan perbaikan pada beberapa aspek, khususnya pada aspek respon time guna meningkatkan kinerja ASIK secara optimal dan memastikan kelancaran pelayanan di Solusi yang dilakukan yaitu, menyimpan backup data secara berkala seperti mencatat data di buku atau formulir kertas sebelum diinput ke aplikasi dan mengikuti pelatihan penggunaan ASIK agar lebih terampil dalam menangani Selanjutnya pada indikator kedua yaitu. Information yang digunakan untuk menilai metode saat ini dapat diperbaiki untuk meningkatkan kualitas informasi yang dihasilkan. Berdasarkan hasil penelitian mengenai persepsi pengguna ASIK . Puskesmas Badas Kabupaten Kediri dari 40 responden menunjukkan sebagian besar responden yaitu 75% masuk dalam kategori baik dengan skor rata-rata 4,14. Informasi adalah data yang penting bersifat krusial bagi publik. Informasi merupakan fokus dalam suatu aturan atau kebijakan. Informasi mengendalikan awal suatu program Menurut . information memiliki beberapa aspek yaitu Penyajian informasi, sesuai tidaknya kebutuhan pengguna terhadap tampilan Relevansi informasi. Sesuai atau tidak kebutuhan pengguna terhadap informasi yang dihasilkan. Accurancy, teliti tidaknya proses komputasi pada Hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara dalam penyebaran kuisioner kepada kader PTM di puskesmas Badas menyatakan bahwa informasi pada menu ASIK mudah dipahami dalam melakukan penginputan karena pada pilihan menu yang disediakan sudah jelas karena ASIK dirancang untuk memmudahkan pengguna, informasi yang dihasilkan juga bersifat real time atau bisa diakses kapan saja karena ISSN. selalu up to date, serta informasi yang dihasilkan oleh ASIK sesuai dengan yang dibutuhkan dari segi laporan. Hasil information menunjukkan bahwa para Kader Kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Badas yang menggunakan ASIK merasa terbantu dengan informasi yang disediakan oleh ASIK dan sudah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pengguna. Pada persepsi pengguna ASIK pada indikator Economics (Ekonom. di Puskesmas Badas Kabupaten Kediri dari 40 responden menunjukkan sebagian besar responden yaitu 72,5% masuk dalam kategori baik dengan skor rata-rata 3,96. mengoperasikan sistem informasi ini sepadan dengan hasil yang diterima. Economics memiliki beberapa aspek terdiri dari aspek Reusabilitas dan aspek sumber Berdasarkan kepada Kader Kesehatan di puskesmas Badas menggunakan ASIK merasa terbantu dalam mengakses ASIK secara gratis karena Aplikasi ini diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan. Namun dalam pengoperasian ASIK memerlukan banyak pengguna untuk menginput data. Selain itu handphone dan jaringan internet. Sehingga kualitas sarana dan jaringan internet yang optimal berbanding lurus terhadap biaya yang dikeluarkan. Hal ini sesuai dengan teori maulidia . mengungkapkan bahwa Variabel ekonomi menjadi suatu alat ukur apa yang dikeluarkan suatu instansi dapat memberikan timbal balik yang lebih atau biasanya disebut dengan Biaya merupakan evaluasi terhadap sejauh mana biaya yang dikeluarkan setelah instansi Keuntungan merupakan evaluasi apakah dalam penggunaan website mampu memberikan timbal balik yang baik kepada instansi agar instansi dapat menuju ke arah yang lebih Hal: 137-149 Peran SDMK pada Penerapan Aplikasi Sehat Indonesiaku dalam Pengelolaan Data Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Hasil penilaian pada aspek ekonomi menunjukkan bahwa para pengguna khususnya pada Kader Kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Badas dalam ASIK penyediaan jaringan internet yang kuat dalam melaksanakan penginputan supaya lebih optimal. Selain itu dalam menunjang kegiatan dibutuhkan sarana seperti handphone tipe android dan laptop untuk melakukan akses web ASIK, karena itu membutuhkan biaya untuk penyediann Berdasarkan hasil penelitian pada persepsi pengguna ASIK pada indikator Control (Kontro. di Puskesmas Badas Kabupaten Kediri dari 40 responden menunjukkan sebagian besar responden yaitu 52,5% masuk dalam kategori baik dengan skor rata-rata 4,09. Evaluasi pada aspek control membantu menilai sejauh mana sistem memiliki pengamanan dan kontrol akses. Hal ini ASIK mengolah data Posbindu PTM sudah terjamin keamananya. Control memiliki beberapa aspek terdiri dari integritas, yaitu sistem memiliki batasan hak akses terhadap operator untuk program program tertentu. Yang kedua aspek keamanan, yaitu menjamin keamanan data yang ada pada sistem Berdasarkan kepada Kader Kesehatan di puskesmas Badas, secara umum pada aspek control keamanan sistem ASIK dilakukan dengan memberikan pembatasan akses pada tiap level pengguna, serta menggunakan akun yang sudah terdaftar di Puskesmas Badas sehingga tidak sembarang orang bisa mengakses atau masuk ke sistem dan tidak bisa mengubah dan menghapus data pada Kemudian setiap petugas memiliki username dan password untuk mengakses ASIK dari akun yang terdaftar dan telah Bagi yang tidak memiliki akun maka tidak dapat mengakses ASIK. Pembatasan hak akses ini dilakukan untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan data Hal ini sejalan dengan teori Nor Laily . pentingnya pengendalian dan keamanan dalam suatu sistem akan menentukan sistem tersebut mempunyai kualitas baik sehingga data-data yang dimiliki tertata dengan rapi ketika dioperasikan dan keamanan sistem menghalangi terjadinya kebocoran data yang seharusnya tidak mudah untuk diakses agar terhindar dari plagiasi sistem. Keamanan diukur dengan data yang ada apakah mudah untuk diolah oleh pihak luar yang bukan termasuk tim Pengendalian dilihat dari fungsi- fungsi yang dibuat disusun secara sistematis dan Hasil ini menunjukkan bahwa pada indikator control pada ASIK berada pada kategori baik dan sudah memenuhi standar memerlukan perbaikan secara berlanjut. Namun, upaya pemeliharan sistem keamanan data tetap perlu dilakukan secara berkala untuk mempertahankan kualitas yang sudah baik. Berdasarkan hasil penelitian pada persepsi pengguna ASIK pada indikator Efficiency (Efisiens. di Puskesmas Badas Kabupaten Kediri dari 40 responden menunjukkan sebagian besar responden yaitu 62,5% masuk dalam kategori baik rata-rata 4,08. Ini dibutuhkan ASIK dalam mengolah data Posbindu PTM di Puskesmas Badas sudah Efficiency memiliki beberapa aspek terdiri dari usabilitas, yaitu usaha pengguna pada saat mempelajari dan . emudahan Selanjutnya maintanabilitas, yaitu usaha pengguna dalam mengatasi kesalahan yang ada pada Hasil wawancara pada Kader PTM di Puskesmas Badas menunjukkan bahwa dari segi efficiency membuat para pengguna ASIK merasa mudah dalam menjalankan cara penggunaan ASIK seperti dalam penginputan data ke ASIK hanya perlu memasukkan NIK, kemudian akan secara otomatis terlihat atau ditampilkan data peserta yang melakukan deteksi dini PTM oleh sistem dan cara penginputan data ASIK hanya dengan memilih jawaban yang telah disediakan sehingga membuat waktu yang dibutuhkan Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12. Januari 2026 untuk menginput data tidak terlalu lama. Hal ini sudah sesuai dengan teori menurut Nor Laily . menyatakan bahwa Efisiensi adalah menjadi kunci dalam menghemat setiap sumber daya yang ada dalam instansi dan memberikan dampak yang berlebih sehingga instansi akan menghasilkan setiap pekerjaanya tidak terasa berat. Pada suatu instansi efisiensi yang digunakan secara mutlak harus memiliki nilai keunggulan. Keunggulan tersebut terletak pada tingkat keefisienan saat aplikasi tersebut digunakan. Proses evaluasi pada indikator efisiensi sangat membantu peneliti dalam menilai sejauh mana Aplikasi mampu meningkatkan produktivitas kerja petugas. Evaluasi ini juga memudahkan identifikasi potensi hambatan yang memperlambat proses kerja suatu sistem. Peneliti melihat bahwa ASIK membantu mempercepat proses input data dan pelaporan data, namun masih memerlukan pelatihan lebih lanjut bagi pengguna. Berdasarkan hasil penelitian pada persepsi pengguna ASIK pada indikator Service (Pelayana. di Puskesmas Badas Kabupaten Kediri dari 40 responden menunjukkan sebagian besar responden yaitu 60% masuk dalam kategori baik dengan skor rata-rata 4,14. Variabel ini menilai apakah prosedur yang ada saat ini masih dapat diperbaiki kemampuannya untuk mencapai peningkatan kualitas Beberapa hal yang dinilai penting yaitu sistem harus dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna dengan akurat, hasil yang diperoleh dari informasi yang dihasilkan harus bisa diandalkan sehingga konsumen dapat didapatkan oleh pengguna. Berdasarkan kepada Kader Kesehatan di puskesmas Badas, secara umum pada aspek service ASIK dapat berkontribusi positif terhadap puskesmas, terutama dalam mempercepat akses informasi pasien dan pelaporan suatu dalam mengoperasikan ASIK karena terdapat fitur search dalam melakukan pencarian identitas peserta ISSN. berdasarkan NIK serta petugas dapat mencari data laporan deteksi dini pada ASIK web based sesuai dengan waktu input data yang ingin dilihat. ASIK teliti dalam melakukan proses penginputan data. Hal ini sesuai dengan teori maulidia . sistem harus dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna dengan akurat, hasil yang diperoleh dari sebuah sistem haruslah konsisten, informasi yang dihasilkan harus bisa diandalkan sehingga konsumen dapat mempercayai atas informasi yang didapatkan oleh pengguna. Sistem yang diterapkan atau digunakan harus mudah dipelajari, dimengerti dan mudah untuk digunakan oleh pengguna, sistem harus bersifat fleksibel dan Hasil ini menunjukkan bahwa pada indikator service pada ASIK dapat membantu petugas dalam pencatatan dan pelaporan dengan baik, dan dapat memberikan pelayanan secara optimal. Akan tetapi masih ada kendala jika terjadi kesalahan pada penginputan data peserta deteksi dini yang sudah disimpan maka tidak bisa diperbaiki dan dihapus sehingga perlu adanya perbaikan sistem aplikasi agar dapat memudahkan kader dalam Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran SDMK pada penerapan ASIK pada data deteksi dini Penyakit Tidak Menular di Puskesmas Badas. Dilihat dari rumusan masalah penelitian yang diajukan, berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, dan pembahasan yang telah dikemukakan, maka diperoleh kesimpulan bahwa peran SDMK pada penerapan ASIK di Puskesmas Badas menunjukkan bahwa seluruh rekapitulasi dari 40 responden menunjukkan sebagian besar pada karegori baik dengan nilai sebesar 33 . %), hal ini menunjukkan bahwa ASIK berperan baik dalam meningkatkan sistem pencatatan dan pelaporan sehingga dapat memberikan respon positif kepada pengguna ASIK. Hal: 137-149 Peran SDMK pada Penerapan Aplikasi Sehat Indonesiaku dalam Pengelolaan Data Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Saran Perlunya menambahkan populasi selain Kader Posbindu, yang tidak diteliti oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu pengguna ASIK lainnya seperti Kader Imunisasi. Peran SDMK pada Penerapan ASIK di Puskesmas Badas Kecamatan Badas Kabupaten Kediri diharapkan dapat meningkatkan sistem informasi kesehatan pencatatan & pelaporan melalui ASIK disarankan dengan memberikan pelatihan kepada petugas. Daftar Pustaka