JURNAL SURYA Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Lamongan Halaman link: http://jurnal. Hubungan Self Efficacy dengan Burnout Syndrome pada Mahasiswa Profesi Ners (The Relationship of Self Efficacy with Burnout Syndrome in Nursing Professional Student. Riska Dwi Damayanti,Nurul Hikmatul Qowi. Masunatul Ubudiyah A Program Studi Profesi Ners. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Lamongan ARTIKEL INFO ABSTRAK Proses Artikel Diterima : 10 Februari 2023 Direvisi : 24 Maret 2023 Dipublikasikan: 15 April 2023 Pendahuluan: Burnout menjadi masalah utama pada mahasiswa karena mereka menghadapi berbagai tantangan akademis, sosial, dan personal. Burnout dapat menimbulkan perilaku negatif pada mahasiswa seperti ketidak sungguhan dalam mengerjakan tugas kuliah, berekspresi negatif, tidak mengikuti perkuliahan, motivasi rendah, drop out dan sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Self Efficacy dengan Burnout pada mahasiswa profesi ners Koresponden penulis Masunatul Ubudiyah ubudiyah@umla. Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Lamongan Cara mensitasi Damayanti. Qowi. & Ubudiyah. The Relationship Of Self Efficacy With Burnout Syndrome In Nursing Professional Students. Media Komunikasi Ilmu Kesehatan, 15. , 22-29. https://doi. org/https://doi. org/10. 38040/js. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional dengan Teknik Simple Random Sampling (SRS)didapatkan 89 responden. Data penelitian diambil menggunakan kuesioner General Self Efficacy Scale. mengukur Self Efficacy dan kuesioner Maslach Burnout Inventory untuk mengukur Burnout. Analisis data menggunakan Spearman rho Hasil: Mahasiswa 82% memiliki Self Efficacy sedang dan 73% memiliki Burnout sedang. Uji spearmans rho menunjukkan nila p= 0,609 dg RS=-0,055, yang artinya tidak terdapat hubungan signifikan antara Self Efficacy dengan Burnout pada mahasiswa profesi ners Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi rendahnya Self Efficacy mahasiswa profesi tidak akan mempengaruhi tingkat Burnout mahasiswa Kata Kunci: Burnout. mahasiswa ners. self-efficacy ABSTRACT Introduction: Burnout is a major problem for students as they face a variety of academic, social, and personal challenges. Burnout can cause negative behavior in students such as unreal in doing coursework, negative expression, not attending lectures, low motivation, dropping out and so on. The purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy and Burnout in professional students SURYA Vol. No. April 2023 Methods: This study used a correlational analytical design with a cross sectional approach using the Simple Random Sampling (SRS) Technique, 89 respondents were obtained. The study data were taken using the General Self Efficacy Scale questionnaire. to measure self-efficacy and the Maslach Burnout Inventory questionnaire to measure Burnout. Data analysis using Spearman rho Results: 82% of students had moderate self-efficacy and 73% had moderate burnout. The spearmans rho test showed indigo p = 0. 609 with RS = -0. 055, which means that there was no significant relationship between self-efficacy and Burnout in ners professional students Conclusion: The results showed that the high and low Self Efficacy of professional students will not affect the level of student burnout Keywords: self-efficacy. nursing students PENDAHULUAN Burnout merupakan masalah utama pada mahasiswa karena mereka menghadapi berbagai tantangan akademis, sosial, dan Burnout akademik yang berlebihan dapat berkontribusi pada depresi, penyakit fisik, dan performansi akademik mahasiswa (Kapu, 2. Burnout dapat menimbulkan perilaku negatif pada mahasiswa, diantaranya adalah keengganan untuk mengerjakan tugas kuliah, berekspresi negatif, tidak mengikuti perkuliahan, menurunkan motivasi, drop out dan sebagainya (Rad et al. , 2. Efek buruk dari Burnout akademik sudah diketahui dengan baik, secara individu Burnout akademik mengganggu kesehatan fisik, kesehatan psikologis, prestasi akademik dan hubungan sosial (Rosales-Ricardo & Ferreira. Burnout keperawatan tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi dialami juga di berbagai negara. Studi tahun 2014 di Swedia ditemukan tingkat kelelahan di tahun pertama mahasiswa keperawatan sebesar 29,7% dan untuk 36,9% (Gustafsson, 2. Berdasarkan penelitian pada mahasiswa perawat di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh bahwa mahasiswa yang berumur 22-24 tahun mayoritas . ,06%) SURYA Vol. No. April 2023 mengalami Burnout sedang. Sedangkan mahasiswa yang berumur 25-27 tahun juga mengalami Burnout sedang yaitu . %). sedangkan mahasiswa suku lainnya (Jawa. Batak dan Papu. yaitu sekitar 40% mengalami Burnout tinggi (Hidayati et al. Hasil penelitian Gerber, et al mengalami Burnout yaitu memiliki gejala depresi, penurunan skor kepuasan hidup, dan kualitas tidur berkurang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui dampak Burnout tingkat sedang sebesar 56,4% (Gerber & Anaki. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti kepada 19 mahasiswa profesi ners pada tanggal 26 - 28 Desember 2022 dapat diperoleh hasil mahasiswa mengalami Burnout tinggi sebesar 56%, dan Burnout sedang sebesar 34%. Mahasiswa profesi ners mengalami Burnout ditunjukkan dari sikap mahasiswa yang merasa lelah baik secara fisik tanggungjawab, serta merasa lelah karena dituntut untuk teliti dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien yang mengalami gagal organ atau kegagalan fungsi vital (Sari. Kelelahan emosional yang terjadi pada mahasiswa akan menyebabkan mahasiswa kehilangan rasa semangat dan kurangnya motivasi selfefficacy(Hidayati et al. , 2. Self-efficacy termasuk dalam karakteristik kepribadian yang mengacu pada kepercayaan individu akan kemampuan untuk sukses dalam melakukan Penelitian serupa oleh Prestiana & Purbandini . juga menjelaskan bahwa variabel yang dapat mempengaruhi Burnout adalah self-efficacy. Salah satu upaya yang dapat digunakan untuk mengatasi Burnout pada mahasiswa ners adalah dengan meningkatkan strategi koping pada mahasiswa ners itu sendiri. Strategi koping merupakan perilaku atau proses untuk adaptasi dalam menghadapi tekanan atau Peningkatan strategi koping yang dilakukan bisa dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan management stress yang tepat yakni membekali pengetahuan dan keterampilan nagi individu agar menjadi lebih sadar terhadap faktor Ae faktor penyebab stres dan mengembangkan metode Ae metode mengelola stres yang efektif (Andriyani. Selain dengan strategi koping, maka untuk mengatasi Burnout pada mahasiswa ners juga dapat dilakukan oleh pihak institusi pendidikan dengan melakukan intervensi psikologis, seperti intervensi mindfulness yang dapat secara efektif meningkatkan tingkat kesadaran dan mengurangi kelelahan kerja (Xie et al. , 2. Self-efficacy mampu memprediksi Burnout pada mahasiswa ners. Ini dapat terjadi karena tinggi atau rendahnya self-efficacy dapat berpengaruh terhadap perilaku dan outcome mahasiswa ners. Self-efficacy dapat memengaruhi pilihan mahasiswa dalam menghadapi tuntutan akademik seperti, tujuan, reaksi emosional, usaha, penyesuaian dan Mahasiswa ners dengan selfefficacy yang tinggi dapat menghadapi dan mengatasi tuntutan akademik dengan sikap yang tenang dan begitu pula sebaliknya. Namun apabila mahasiswa ners dengan selfefficacy yang rendah akan memiliki keyakinan bahwa dirinya tidak akan mampu menghadapi dan mengatasi berbagai tuntutan akademik SURYA Vol. No. April 2023 yang dihadapinya (Yu et al. , 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan efikasi diri dan Burnout pada mahasiswa profesi Ners. METODE PENELITIAN Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan Burnout pada mahasiswa profesi ners. Pada penelitian ini populasinya adalah seluruh mahasiswa reguler profesi ners dengan jumlah 115 mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini dihitung menggunakan rumus slovin dan diperoleh ukuran sampel sebesar 89,32 yang dibulatkan menjadi 89, sehingga dalam penelitian ini kuisioner akan disebarkan kepada 89 orang mahasiswa profesi ners. Teknik sampling yang digunakan peneliti yaitu teknik Simple Random Sampling (SRS). Kuesioner Self Efficacy diadopsi dari General Self-Efficacy scale yang telah digunakan dalam penelitian (Amini, 2. yang terdiri dari 20 pernyataan dengan rincian yang ada di Tabel 3. Pernyataan positif diberi skor . : Sangat Sesuai, 3: Sesuai, 2: Tidak Sesuai, 1: Sangat Tidak Sesua. , sedangkan pernyataan negatif diberi skor . Sangat Tidak Sesuai, 3: Tidak Sesuai, 2: Sesuai, 1: Sangat Sesua. Indikator yang digunakan untuk mengukur variabel selfefficacy yakni Magnitude. Strengh dan Generality. Adapun Kategori variabel selfefficacy yakni Efikasi Diri Rendah jika skor 25 Ae 40. Efikasi Diri Sedang jika skor >40 55. Efikasi Diri Tinggi jika skor >55 Ae 80. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Burnout. Kuesioner Burnout di adopsi Maslach Burnout Inventory. Maslach Burnout Syndrome (MBI). MBI menilai tiga komponen yaitu kelelahan, depersonalisasi dan penurunan prestasi diri. Jumlah item pernyataan untuk variabel Burnout terdiri dari 16 pernyataan dengan rincian yang ada di Tabel 3. Pernyataan positif yang diberi skor, . : Selalu, 3: Sedang, 2: Kadang-Kadang, 1: Tidak Perna. , sedangkan pernyataan negatif diberi skor . : Tidak Pernah, 3: Kadang-Kadang, 2: Sedang, 1: Selal. Adapun Kategori variable Burnoutantara lain: Burnout Ringan jika skor > 52. Burnout Sedang jika skor 36 Ae 52. Burnout berat jika skor < 36. Analisis data yang digunakan adalah Uji Spearman rho. HASIL PENELITIAN Data Karakteristik responden meliputi jenis kelamin dan umur dijelaskan pada tabel 1. Hasil menunjukkan bahwa dari 89 mahasiswa ners didapatkan sebagian besar berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 74 mahasiswa ners . ,1%), dan mahasiswa yang berjenis kelamin laki - laki yaitu sebanyak 15 orang mahasiswa ners . ,9%). Selanjutnya data juga menunjukkan dari 89 mahasiswa ners yang berumur 23 tahun sebanyak 62 mahasiswa ners . ,7%), dan yang berumur 25 tahun sebanyak 2 mahasiswa ners . ,2%). Berdasarkan data pada Tabel 2, dijelaskan bahwa dari 89 mahasiswa ners terdapat masing-masing 8 orang mahasiswa . ,0%) yang memiliki tingkat Self Efficacy tinggi dan rendah, sedangkan sebanyak 73 orang mahasiswa ners . ,0%) memiliki tingkat Self Efficacy sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa ners cukup mampu menangani masalah yang dihadapi, cukup percaya pada kemampuan yang dimiliki, cukup yakin terhadap kesuksesan dalam menghadapi masalah, dan cukup gigih dalam usaha untuk menyelesaikan masalah. Berdasarkan Tabel menunjukkan distribusi mahasiswa ners yang mengalami Burnout saat menjalani profesi Data memberikan informasi bahwa sebanyak 10 mahasiswa ners . ,2%) mengalami Burnout ringan, kemudian 65 mahasiswa ners . ,0%) mengalami Burnoutdan yang mengalami Burnout berat sebanyak 14 orang mahasiswa SURYA Vol. No. April 2023 . ,7%). Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas Mahasiswa ners selama periode Februari-April Tahun 2023 mengalami Burnout sedang, yang berarti bahwa sebagian besar mahasiswa ners cukup mampu menangani masalah kelelahan fisik dan tekanan mental yang disebabkan oleh tuntutan tugas profesi ners. Berdasarkan tabel 4 tabulasi silang menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa ners yang tingkat Self Efficacy rendah dengan Burnout ringan sebanyak 1 orang . ,1%), selanjurnya mahasiswa ners yang memiliki Self Efficacyrendah Burnoutsedang sebanyak 5 orang . ,6%), lalu mahasiswa ners yang memiliki tingkat Self Efficacyrendah Burnoutberat sebanyak2 orang . ,2%), dan jumlah semua mahasiswa ners dengan Self Efficacyrendah sebanyak 8 . ,0%). Apabila ditinjau dari tingkat Self Efficacy sedang, maka data menunjukkan bahwa mahasiswa ners yang memiliki tingkat Self Efficacy sedang dengan Burnout ringan sebanyak 9 orang . ,1%). Mahasiswa ners yang memiliki tingkat Self Efficacy sedangdengan Burnout sedang sebanyak 52 orang . ,4%), lalu mahasiswa ners yang memiliki tingkat Self Efficacy sedang dengan Burnout berat sebanyak 12 orang . ,5%), dan jumlah semua mahasiswa ners dengan tingkat Self Efficacy sedang sebanyak 73 orang . ,0%). Selanjutnya data menunjukkan bahwa tidak ada mahasiswa ners yang memiliki tingkat Self Efficacy tinggi dengan Burnout ringan dan berat, namun ada sebanyak 8 orang . ,0%) yang memiliki tingkat Self Efficacy tinggi dengan Burnout sedang, sehingga jumlah semua mahasiswa ners mengalami Self Efficacy tinggi sebanyak 8 orang . ,0%). Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan uji spearman rank . dan analisa menggunakan SPSS 26. 0 didapatkan nilai p= 0,609 dan rs = -0,055 yang artinya tidak ada hubungan Self Efficacy dengan Burnout pada mahasiswa profesi ners. Tabel 1. Distribusi karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dan umur . Karakteristik Kategori (%) Laki-laki Jenis Kelamin Perempuan 22 tahun 23 tahun Umur 24 tahun 25 tahun Total Tabel 2. Distribusi frekuensi tingkat Self Efficacy mahasiswa ners . Tingkat Self Efficacy Rendah Sedang Tinggi Total (%) Tabel 3. Distribusi frekuensi Burnout pada mahasiswa profesi ners . Burnout (%) Ringan Sedang Berat Total Tabel 4. Hubungan Self Efficacy dengan Burnout pada mahasiswa profesi ners . Burnout Self Efficacy Ringan Sedang Berat Total Rendah Sedang Berat Total PEMBAHASAN Self Efficacy mahasiswa Profesi Ners berada pada kategori sedang . erlihat pada tabel 4. hal ini menunjukan bahwa mereka memiliki keyakinan pada kemampuan diri sendiri untuk bisa menyelesaikan suatu tugas atau kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya. Hasil penelitian ini selaras dengan hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh Hatta et al. , . yang memperoleh bahwa tingkat Self Efficacy siswa berada pada kategori sedang, yakni siswa dapat menyelesaikan tugas dengan mendapatkan motivasi diri SURYA Vol. No. April 2023 sendiri, siswa berusaha dengan keras dan cukup yakin akan mampu menghadapi masalah dan kesulitan dalam tugas. Hasil ini juga mendukung hasil penelitian Putri et al. yang menyatakan bahwa rata-rata skor self-efficacy mahasiswa ners berada pada kategori self-efficacy sedang. Hal ini menunjukkan sikap yang cukup mampu mengontrol stres yang dialami, sehingga memiliki keyakinan terhadap kemampuan individu yang efektif akan cukup mampu mengatasi berbagai tantangan. Teori Self Efficacy menjelaskan bahwa keadaan yang menekan bagi mahasiswa dapat mempengaruhi keyakinan akan kemampuan dirinya dalam menghadapi tugas. Seperti lelah, kurang sehat, cemas, atau tertekan, akan mengurangi tingkat Self-Efficacy seseorang. Sebaliknya, jika seseorang dalam kondisi prima akan berkontribusi positif bagi perkembangan Self-Efficacy (Subaidi, 2. Mahasiswa dengan Self Efficacy tinggi akan mampu menyelesaikan setiap rintangan dengan baik. Namun, mahasiswa yang memiliki kemampuan diri yang rendah ketika dihadapkan dengan tugas yang merepotkan akan memiliki pemikiran negatif dan menganggap tugas sebagai bahaya atau ancaman (Dini et al. , 2. Mahasiswa menunjukan bahwa Burnout pada berada kategori sedang. Hal ini di menunjukan bahwa sebagian besar maahsiswa ners cukup mampu menangani masalah kelekahan fisisk dan tekanan mental yang di sebabkanoleh tuntutan tugas profesi ners. Mahasiswa ners mayoritas memiliki tingkat Burnout yang sedang, yakni tidak merasa kelelahan yang berlebihan. Kondisi ini menyebabkan mahasiswa ners yang memiliki Self Efficacy sedang cenderung mampu menghadapi setiap kesulitan, mamppu mengatasi kelelahan yang meliputi kelelahan baik fisik dan mental, sehingga dapat membantu mereka dalam mengatasi tantangan selama praktek dan pembelajarannya, dalam mampu beradaptasi. Selanjutnya secara teori Burnout syndrome memiliki konsekuensi yang sangat negatif. Burnout dapat mempengaruhi kesehatan fisik atau mental seseorang, sehingga menimbulkan gangguan psikosomatik seperti perubahan mukosa, kelainan kardiorespirasi, sakit kepala, dan lainnya. Gangguan psikopatologis seperti kecemasan, perilaku obsesif kompulsif, depresi, dan kecanduan (Salama et al. , 2. Hasil penelitian (Indiawati et al. , 2. juga mendapatkan hasil bahwa perawat RS Darmo Surabaya sebagian besar mengalami Burnout syndrome. Hasil ini juga sesuai dengan penelitian (Mashuri et al. , 2. yang SURYA Vol. No. April 2023 menyatakan bahwa seluruh responden mahasiswa menunjukkan tingkat Burnout Hal ini dapat dikaitkan dengan adanya beban kerja yang berlebih selama pandemi. Kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dalam waktu singkat diluar batas kemampuannya. Hasil uji spearmans rho menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat Self Efficacy dengan Burnout yang artinya tinggi rendahnya percayaa diri memepengaruhi tingkat Burnout mahasiswa. Diperkuat dari penelitian (Putri et al. , 2. yang dalam penelitiannya menemukan bahwa ada korelasi negatif tidak signifikan antara Self Efficacy dengan Burnout, yang berarti apabila perawat memiliki self-efficacy rendah akan dihadapkan dengan situasi yang penuh tantangan dan tekanan, sehingga seseorang dengan self-efficacy rendah sangat rentan mengalami kejadian Burnout. Self-efficacy yang rendah mengindikasikan individu mudah putus asa ketika mengalami kesulitan dalam Sebaliknya, self-efficacy yang tinggi akan meningkatkan kepercayaan individu ketika menghadapi kesulitan. Hasil ini mendukung pernyataan dari (Salim, 2. yang menemukan bahwa Perilaku yang didasari oleh Self Efficacy tinggi akan mampu mengurangi Burnout, dimana Self-efficacy dapat ditingkatkan melalui berbagai pengalaman, salah satu adalah dengan keikut sertaan dalam berorganisasi karena didalam organisasi, mahasiswa dapat melatih kepemimpinan, mengelola stress, mengatur waktu, mampu menyelesai konflik dan mengasah kemampuan sosial. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil uji hubungan mengenai Self Efficacy dengan Burnout pada mahasiswa ners, memang menunjukan tidak adanya dampak yang signifikan. Tidak adanya dampak signifikan antara Self Efficacy dengan Burnout disebabkan karena mahasiswa ners mampu mengelola tingkat stres dan emosionalnya dengan baik, selain itu mahasiswa ners telah mendapatkan dukungan dari pihak universitas Dengan demikian universitas sudah berusaha menekan Burnout mahasiswa dengan meningkatkan rasa kepercayaan diri atau Self Efficacy pada KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan sebagian besar mahasiswa memiliki Self Efficacy sedang dan Burnout yang sedag. Analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara Self Efficacy dan Burnout syndrom pada mahasisiwa profesi ners. Tidak adanya dampak signifikan antara Self Efficacy dengan Burnout disebabkan karena mayoritas mahasiswa ners mampu mengelola tingkat stres dan emosionalnya dengan baik. DAFTAR PUSTAKA