Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X Analisis Daerah Penangkapan Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacare. Berdasarkan Sebaran Klorofil A Di Perairan Utara Provinsi Aceh Analysis The Fishing Area of Yellowfin Tuna (Thunnus albacare. Based on The Distribution of Chlorophil-A in North Waters of Aceh Province Afdhal Fuadi1*. Maulana Wali Akbar2. Muhammad Irham2 1 Program Studi Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Teuku Umar 2 Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Kelautan dan Perikanan. Universitas Syiah Kuala *Korespondensi: afdhalfuadi@utu. Riwayat artikel Diterima: Maret 2021 Diterima: Desember 2021 Keywords: Daerah potensial Hasil tangkapan Tuna sirip kuning Abstrak Aceh merupakan salah satu penghasil komoditas tuna terutama ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacare. terbesar di Indonesia, karena dikelilingi oleh perairan Samudra Hindia dan Laut Andaman, serta memiliki nilai jual yang tinggi. Kurangnya informasi daerah penangkapan membuat nelayan di wilayah Aceh masih menggunakan tanda-tanda alam seperti keberadaan burung dan lokasi penangkapan yang sama sebagai daerah penangkapan, sehingga hasil penangkapan kurang efektif dan Tujuan penelitian ini adalah menentukan jumlah hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning, menganalisis pengaruh sebaran klorofil-a terhadap hasil tangkapan, dan membuat peta potensial daerah penangkapan ikan tuna sirip kuning. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati terhadap data primer dan pengamatan data sekunder. Hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning selama penelitian di perairan Utara Provinsi Aceh pada bulan November 2020 adalah 5,864 Kg dan bulan Desember 2020 adalah 3,342 Kg. Sebaran kandungan klorofil-a pada bulan November relatif tinggi yaitu berkisar antara 0,189-1,082 mg/m3 dengan rata-rata 0,635 mg/m3 dan pada bulan Desember berkisar antara 0,101-2,568 mg/m3 dengan rata-rata 1,258 mg/m3. Berdasarkan hasil dari analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,18 artinya hubungan kandungan klorofil-a terhadap hasil tangkapan adalah 18% dan sisanya 82% di pengaruhi oleh faktor lain. Sebaran daerah potensial penangkapan ikan tuna sirip kuning di perairan Utara Aceh terdapat di perairan sekitaran pulau Aceh dan perairan Barat Selatan Aceh. Abstract Aceh is one of the largest producers of Tuna, especially yellow fin tuna in Indonesia, because it is surrounded by the Indian Ocean and Andaman Sea, and has a high selling value. The lack of information on the catchment area makes fishermen in aceh still use natural signs such as the presence of birds and the same catch location as the catch area. the results of the arrest are ineffective and efficient. This research aimed to determine the number of yellowfin tuna catches, analyze the effect of chlorophyll-a distribution on catches, and create a potential map of yellowfin tuna fishing The method of data collection in this study was done by observing the primary data and observation of secondary The catch of yellowfin tuna during research in the waters of Northern Aceh Province in November 2020 was 5,864 Kg and in December 2020 it was 3,342 Kg. The spread of chlorophyll-a content in November was relatively high, ranging from 0. 082 mg/m3 with an average of 0. 635 mg/m3 and in December ranged from 0. 1012,568 mg/m3 with an average of 1,258 mg/m3. Based on the results of a simple linear regression analysis shows that the value of the coefficient of determination (R Squar. 18 means that the relationship of chlorophyll-a content to the catch is 18% and the remaining 82% is influenced by other factors. The distribution of potential yellowfin tuna fishing in the waters of Northern Aceh is found in the waters around the island of Aceh and the waters of South West Aceh. Cara sitasi : Fuadi. Akbar. , & Irham. Analisis dserah penangkapan ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacare. berdasarkan sebaran klorofil-a di perairan utara Provinsi Aceh. Jurnal Perikanan Terpadu, 2. , 5-10. PENDAHULUAN Aceh merupakan salah satu penghasil komoditas Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacare. terbesar di Indonesia, karena dikelilingi oleh Samudra Hindia dan Laut Andaman, dan memiliki nilai jual yang tinggi (KKP, 2. Tahun 2012 produksi Ikan Tuna Sirip Kuning sebesar 719 ton, tahun 2013 sebesar 3. 656 ton dan pada tahun 2016 produksi meningkat hingga 7. 302 ton (Apriyanty. Penyebaran dan kelimpahan ikan tuna sirip kuning ternyata sangat dipengaruhi oleh beberapa parameter oseanografi, salah satunya adalah klorofil-a. Klorofil-a merupakan salah satu parameter biologi oseanografi yang berperan penting terhadap produktivitas primer di Jurnal Perikanan Terpadu Vol 2 No 2 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X Sebaran klorofil-a yang terkandung dalam fitoplanton dapat digunakan sebagai ukuran kesuburan di suatu perairan. Klorofil-a adalah pigmen hijau yang terdapat pada tumbuhan yang memanfaatkan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis (Siregar et al. Fitoplankton sangat memerlukan klorofil-a yang berada pada lapisan fotik untuk proses fotosintesinya. Fitoplankton tersebut memegang peranan penting sebagai sumber nutrisi bagi Ikan Tuna sirip kuning. Walaupun fitoplankton bukan makanan alami tuna sirip kuning, tetapi sebagai rantai makanan dasar tuna atau pelagis kecil. Penelitian tentang analisis klorofil untuk penentuan daerah penangkapan Tuna sirip kuning di wilayah Aceh pernah di lakukan oleh Bahri et al. , . tempo Januari hingga Agustus tahun 2015. Penelitian tersebut menunjukan kisaran klorofil-a berkisar 0,02Ae3,47 mg/mA dengan rata-rata 0,13-0,32 mg/m3. Menurut Bahri et al. , . perairan pada bagian utara dan selatan Provinsi Aceh, kandungan klorofil-a relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan perairan bagian barat prairan Aceh. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terbaru untuk menentukan hasil tangkapan, kisaran klorofil-a dan daerah potensial penangkapan ikan tuna sirip kuning di wilayah perairan utara Aceh sebagai dijadikan acuan informasi daerah penangkapan. METODE Pelaksanaan penelitian ini dimulai dari bulan November 2020 sampai dengan bulan Desember 2020. Daerah penelitian meliputi wilayah perairan utara Provinsi Aceh Gambar 1. Penelitian ini dilakukan dengan mengikuti kapal hand line yang melakukan operasi penangkapan ikan tuna sirip kuning di wilayah perairan utara Provinsi Aceh. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan mengamati terhadap data primer . ata daerah penangkapan yang dilakukan nelayan, waktu, dan jumlah hasil tangkapa. , dan data sekunder . ata citra satelit klorofil-. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap 12 sampel kapal dan mengikuti trip penangkapan. Data sebaran klorofil-a yang digunakan dalam penelitian ini adalah data citra satelit Aqua-MODIS yang bersih dari tutupan awan dan data yang diambil adalah level 3. Citra klorofil-a yang di-downloand merupakan citra yang bebas awan, serta bersamaan waktu dan lokasinya dengan kegiatan operasi penangkapan ikan Tuna sirip kuning. Gambar 1. Peta lokasi penelitian (Google Earth, 2. Analisis data Data produksi Ikan Tuna Sirip Kuning yang didapatkan selama penelitian digunakan untuk menghitung nilai CPUE. Formula yang digukanan untuk menghitung CPUE mengacu penelitian Lima et , . dengan persamaan sebagai berikut: CPUE = (Catch. /(Effort. Keterangan : CPUE : Hasil tangkapan per-upaya penangkapan . g/tri. dalam bulan ke-i Catchi : Hasil tangkapan . dalam bulan ke-i Efforti : Upaya penangkapan . bulan ke-i Nilai CPUE kemudian dibuat dalam betuk tabel berdasarkan sebaran jumlah CPUE setiap bulan pada daerah penangkapan ikan tuna sirip kuning. Dengan melihat hasil tangkapan dapat diketahui fluktuasi hasil tangkapan berdasarkan waktu . dan lokasi/daerah penangkapan ikan . Data klorofil-a yang telah di-download selanjutnya dianalisis penyebarannya secara temporal dan spasial. Menentukan hubungan klorofil-a terhadap hasil tangkapan tuna sirip kuning dapat dilakukan dengan cara menggunakan metode analisis regresi linear, langkahlangkah yang dilakukan untuk mengetahui masingmasing variabel menurut Bahri et al, . antara lain: Mengelompokkan jumlah hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning pada setiap bulan penangkapan. Mengelompokkan kisaran klorofil-a pada setiap bulan penangkapan ikan tuna sirip kuning. Melakukan analisis regresi sederhana untuk mengetahui hubungan klorofil-a terhadap produksi ikan Tuna Sirip kuning pada setiap bulan penangkapan, serta menginterpretasikan hubungan antara klorofil-a terhadap produksi ikan tuna sirip kuning. Jurnal Perikanan Terpadu Vol 2 No 2 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X Hubungan antara klorofil-a terhadap variabel hasil tangkapan tuna sirip kuning, dilakukan analisis regresi linier sederhana (Wallpole, 1. , dengan menggunakan bantuan software Microsoft excel untuk menganalisis hubungan klorofil-a. Persamaan regresi yang digunakan sebagai berikut (Wallpole, 1. Y = a bx Keterangan: : Variabel dependen . ilai yang diprediksika. : Variabel independen : Konstanta . ilai Y apabila X = . tuna sirip kuning pada bulan November berjumlah 864 kg dan pada bulan Desember yaitu 3. 342 kg. Penurunan jumlah produksi ikan tuna sirip kuning pada bulan Desember dipengaruhi oleh jumlah trip penangkapan, kondisi cuaca, dinamika daerah penangkapan yang sifatnya tidak menetap setiap bulan, dan peringatan hari terjadinya musibah Tsunami pada setiap akhir tahun di wilayah Aceh. : Koefisien regresi . ilai peningkatan ataupun Daerah penangkapan madidihang berdasarkan hasil analisis tangkapan mengacu pada Putro . yang menyatakan bahwa: Jika nilai CPUE berada dalam kelas tangkapan tertinggi lebih besar dari CPUE rata-rata, maka nilai untuk tangkapan tersebut sangat baik untuk dijadikan daerah penangkapan sangat potensial. Jika nilai CPUE berada dalam kelas sedang, maka nilai untuk hasil tangkapan tersebut termasuk ke dalam daerah penangkapan potensial. Jika nilai CPUE berada dalam kelas yang sangat rendah maka nilai untuk daerah tersebut dapat digolongkan ke dalam daerah penangkapan kurang potensial untuk daerah penangkapan. Kriteria sebaran klorofil-a terhadap daerah penangkapan ikan tuna sirip kuning menurut Laevastu dan Hela . dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Kriteria nilai klorofil-a. No Klorofil-a 0,100 mg3 < 1,00 mg3 1,00 mg3 < 2,00 mg3 Kategori Optimum HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tangkapan Ikan Tuna Sirip Kuning Hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacare. yang tertangkap di wilayah perairan utara Provinsi Aceh bersifat fluktuatif. Berdasarkan data yang di ambil dari 12 sampel kapal yang menggunakan alat tangkap handline menunjukkan hasil tangkapan ikan Gambar 2. Hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning pada bulan November dan Desember 2020 Berdasarkan Gambar 2 terlihat bahwa, hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning paling banyak tertangkap pada Minggu kedua bulan November yaitu 889 kg, sedangkan paling rendah terjadi pada minggu ke empat bulan Desember. Penurunan hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning yang terjadi pada bulan Desember 2020 disebabkan banyak faktor seperti faktor cuaca, faktor daerah penangkapan yang berpindah, dan berkurangnya trip penangkapan yang dilakukan nelayan. Faktor utama dalam perilaku migrasi ikan pelagis besar adalah ketersediaan makanan (Minarro et al. Kategori DPI Potensial Produktivitas CPUE Produktivitas CPUE ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacare. pada bulan November yaitu sebesar 177 kg/trip dan pada bulan Desember yaitu sebesar 138 kg/trip dapat dilihat pada Gambar 3. Hasil tersebut didapat dengan melakukan pembagian antara hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning dan jumlah trip penangkapan yang dilakukan oleh nelayan dari 12 sampel kapal, dengan total trip pada bulan November Jurnal Perikanan Terpadu Vol 2 No 2 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X adalah 33 trip sedangkan pada bulan Desember berjumlah 25 trip. Hasil Tangkapan . g/tri. Produktivitas CPUE tinggi dari penangkapan ikan tuna tuna kuning terjadi pada bulan November dan pada bulan Desember produktivitas CPUE tergolong Produkktivitas CPUE pada bulan November adalah 177 kg/trip sedangkan pada bulan November adalah 133 kg/trip. Produktivitas CPUE . g/tri. Sebaran kandungan klorofil-a di wilayah perairan utara Provinsi Aceh dapat dilihat pada Tabel 2 dan Gambar 4. Sebaran kandungan klorofil-a di perairan utara Provinsi Aceh pada bulan November 2020 berkisar antara 0,189 mg/m3 sampai 1,082 mg/m3 dengan rata-rata 0,635 mg/m3. Tabel 2. Sebaran klorofil-a pada bulan November dan Desember 2020. Parameter Kisaran Klorofil-a tinggi 1. Klorofil-a Klorofil-a rata- 0. NOV Periode DES Gambar 3. Produktivitas CPUE ikan tuna sirip kuning Sebaran Klorofil-a Sebaran kandungan November Desember Kandungan klorofil-a pada bulan November relatif tinggi, karena didominasi oleh kandungan klorofil-a dengan nilai varian yang beragam. Pada bulan Desember 2020, kandungan klorofil-a di perairan utara Provinsi Aceh berkisar antara 0,101 mg/m3 sampai 2,568 mg/m3 dengan rata-rata 1,258 mg/m3. Sebaran kandungan klorofil-a pada bulan Desember relatif rendah karena di dominasi nilai varian terendah 0,101 mg/m3. Hubungan Klorofil-a Terhadap Hasil Tangkapan Hubungan klorofil-a dengan hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacare. diperoleh dengan melakukan analisis regresi linear sederhana menggunakan bantuan software Microsoft Excel, berikut merupakan hasil analisis hubungan Klorofil-a terhadap hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning pada bulan November dan Desember 2020. Tabel 3. Hubungan klorofil-a terhadap hasil tangkapan pada bulan November 2020. Regression Statistics Multiple R R Square Adjusted R Square Standard Error Observations Gambar 4. Peta sebaran kandungan klorofil-a wilayah perairan utara Provinsi Aceh bulan November . dan Desember 2020 . 0,424937 0,180571 0,098628 191,322 Hubungan klorofil-a terhadap hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning pada bulan November 2020 nilai koefesien determinasi (R Squar. sebesar 0,18 yang berarti hubungan klorofil-a dengan hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning pada bulan November 2020 sebesar Jurnal Perikanan Terpadu Vol 2 No 2 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X 18% dan 82% sisanya di pengaruhi oleh faktor lainnya dapat di lihat pada Tabel 3. Nilai koefesien korelasi (Multiple R) antara klorofil-a dengan hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning adalah 0,42 yang artinya klorofil-a berpengaruh sedang terhadap hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning. Hubungan klorofil-a dengan hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning pada bulan Desember 2020 menghasilkan koefesien determinasi (R Squar. sebesar 0,02 yang berarti hubungan klorofil-a dengan hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning pada bulan Desember 2020 sebesar 2% dan 98% sisanya di pengaruhi oleh faktor lainnya. Berdasarkan Tabel 4 menjelaskan bahwa nilai koefesien korelasi (Multiple R) antara klorofil-a dengan hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning adalah 0,14 yang artinya klorofil-a berpengaruh sangat rendah terhadap hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning, karena pada bulan Desember sering terjadinya hujan. Menurut Adnan . menyatakan bahwa hubungan konsentrasi klorofil-a dengan hasil tangkapan ikan tongkol terlihat bahwa meningkatnya konsentrasi klorofil-a terdapat hasil tangkapan yang meningkat, begitu juga sebaliknya penurunan konsentrasi klorofil-a terdapat hasil tangkapan ikan yang menurun. Tabel 4. Hubungan klorofil-a terhadap hasil tangkapan pada bulan Desember 2020. Regression Statistics Multiple R R Square Adjusted R Square Standard Error Observations 0,144441 0,020863 0,077051 159,468 Daerah Potensial Penangkapan Ikan Tuna Sirip Kuning Daerah potensial penangkapan ikan tuna sirip kuning pada bulan November dan Desember 2020 terdapat di perairan utara Pulau Aceh sampai perairan barat-selatan perairan Provinsi Aceh. Berdasarkan produktivitas CPUE jumlah hasil tangkapan daerah tersebut tergolong dalam kategori daerah penangkapan ikan potensial, sedangkan daerah penangkapan ikan tuna sirip kuning yang kurang potensial selama bulan November dan Desember 2020 terdapat pada perairan utara Pulau Sabang hingga perairan barat Pulau Sabang dapat dilihat pada Gambar 5. Menurunya produktivitas tangkapan di perairan utara Pulau Sabang dan perairan barat pulau sabang disebabkan oleh faktor cuaca, daerah penangkapan yang berubah-ubah, dan juga peringatan hari terjadi musibah Tsunami pada akhir tahun di Provinsi Aceh yang menyebabkan berkurangnya trip penangkapan ikan tuna sirip kuning yang dilakukan nelayan. Penentuan daerah penangkapan ikan tuna sirip kuning mengambarkan daerah penangkapan ikan tuna sirip kuning yang potensial jika hanya berdasarkan Oleh kerena itu, dibutuhkan parameter lain yang diduga mempunyai pengaruh yang besar, salah satunya adalah suhu permukaan laut, salinitas dan musim penangkapan. Gambar 5. Peta daerah potensial penangkapan ikan tuna sirip kuning Penangkapan ikan tuna sirip kuning yang dilakukan nelayan pada bulan November 2020 di perairan utara Pulau Aceh hingga perairan barat-selatan Aceh bisa di katakan merupakan daerah potensial penangkapan, hal tersebut didukung oleh data citra satelit sebaran klorofil-a di daerah perairan tersebut yang lebih tinggi di bandingkan dengan data citra satelit di daerah perairan utara Sabang dan daerah perairan barat Sabang, sedangkan pada bulan Desember 2020 penangkapan yang dilakukan nelayan di daerah perairan utara pulau sabang dan daerah barat pulau sabang bisa dikatakan merupakan daerah penangkapan yang tidak potesial, di karenakan hasil tangkapan yang berkurang dan data citra satelit sebaran klorofil-a menunjukan nilai rendah untuk sebaran klorofil-a di perairan utara Sabang dan perairan barat Sabang. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada bulan November sampai dengan bulan Desember 2020 dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: . Hasil tangkapan tuna sirip kuning (Thunnus albacare. pada bulan November berjumlah 5. 864 kg dan pada bulan Desember yaitu, 3. 342 kg. Hubungan klorofila terhadap hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning pada Jurnal Perikanan Terpadu Vol 2 No 2 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X bulan November 2020 nilai koefesien determinasinya 18% dan 82% lainnya di pengaruhi faktor lainnya, dan pada bulan Desember 2020 nilai koefesien determinasinya hanya 2% dan 98% lainnya di pengaruhi oleh faktor lainnya. Perairan utara pulau aceh hingga perairan barat-selatan Aceh merupakan daerah penangkapan ikan tuna sirip kuning yang potensial, sedangkan daerah perairan utara pulau Sabang dan barat pulau Sabang merupakan wilayah penangkapan ikan tuna sirip kuning kurang potensial. Siregar. Ternala. , & Zulham. Analisis konsentrasi klorofil-a dan suhu permukaan laut menggunakan data satelit aqua modis serta hubungannya dengan hasil tangkapan ikan tongkol (Euthynnus sp. ) di Selat Malaka. Jurnal Aquacoastmarine, 4. , 27-36. Wallpole. Ilmu Peluang Dan Statistika untuk Insinyur dan Ilmuawan, edisi 4. Bogor: IPB. DAFTAR PUSTAKA