JISKA: Jurnal Sistem Informasi Dan Informatika Vol. 3 No. 1 Januari 2025 Hal. http://jurnal. id/index. php/jiska E-ISSN : 2985-9735 P-ISSN : Rancang Bangun Sistem Informasi Inventory Barang Dan Aset Berbasis Website Studi Kasus Pemerintah Desa Mojomanis Tria Aprilia Dina Sunaryoa. Erny Untarib Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Teknik. Universitas PGRI Madiun, email: tria_2205101010p@mhs. Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Teknik. Universitas PGRI Madiun, email: erny. untari@unipma. Abstract The Mojomanis Village Government, located in Ngawi Regency, faces challenges in recording goods and asset inventories. The manual system using ledgers and spreadsheets is inefficient, necessitating a computerized solution. This study develops a web-based inventory information system using the waterfall method. The system is built with PHP. HTML (Laravel framewor. , and MySQL, using Visual Studio Code. Blackbox Testing confirms proper functionality, while the System Usability Scale (SUS) test scores 69. 875, placing it in the marginal category on the Acceptability scale and class C on the user acceptance scale. The lower SUS score is attributed to user unfamiliarity with the new system. Despite this, the system aids the Mojomanis Village Government in administrative digitalization. Keywords: Inventory of Goods and Assets. Information System,System Usability Scale. Blackbox Testing Abstrak Pemerintah Desa Mojomanis merupakan lembaga pemerintahan tingkat desa yang berperan dalam pembangunan, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah Desa Mojomanis terletak di Jl. Raya Mojomanis 01 Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi. Pemerintah Desa Mojomanis mengalami kendala dalam pencatatan inventaris barang dan aset. Sistem pencatatan manual menggunakan buku besar dan spreadsheet dinilai kurang terkomputerisasi, sehingga diperlukan sistem Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat website sistem informasi inventory barang dan aset dengan metode waterfall. Sistem dibangun menggunakan Bahasa pemograman PHP. HTML dengan menggunakan framework Laravel serta database MySQL. Proses pembuatan sistem menggunakan teks editor Visual Studio Code. Pengujian sistem informasi inventory barang dan aset berbasis website dilakukan menggunakan metode Blackbox Testing, dengan menunjukkan hasil bahwa sistem berfungsi dengan baik. Selain itu, pengujian sistem dengan metode System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor 69,875, yang termasuk kategori marginal pada skala acceptability, dan berada di kelas C pada skala penerimaan pengguna. Analisis menunjukkan skor pada System Usability Scale (SUS) dipengaruhi oleh kurangnya familiaritas pengguna terhadap sistem baru. Meskipun demikian, pembuatan sistem informasi inventory barang dan aset ini dapat membantu pihak Pemerintah Desa Mojomanis didalam digitalisasi didalam bidang administrasi di Bagian Kaur Umum. Keywords: Inventory Barang dan Aset. Sistem Informasi. Waterfall. System Usability Scale. Blackbox Testing This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4. 0 CC-BY International license PENDAHULUAN Dalam era digitalisasi yang semakin berkembang, pengelolaan data secara manual seringkali menimbulkan berbagai permasalahan, seperti ketidakakuratan data, keterlambatan informasi, dan kurangnya efisiensi dalam proses pengambilan keputusan (Rupilele & Lahallo, 2. Hal ini berlaku pada pengelolaan inventaris barang dan aset di berbagai organisasi, termasuk di pemerintahan desa (Al Amin & Devitra, 2. Sebagai entitas pemerintahan terkecil, desa memiliki peran penting dalam pengelolaan aset dan barang yang digunakan untuk kegiatan operasional, pelayanan publik, serta pembangunan desa (Sari, 2. Ada berbagai macam cara untuk menangani hal ini salah satunya dengan menggunakan sistem informasi. Sistem informasi merupakan elemen penting dalam mendukung pengelolaan aset dan inventaris, terutama di lingkungan pemerintahan, seperti desa (Al Amin & Devitra, 2. Idealnya, pengelolaan barang dan aset desa harus dilakukan secara efektif, efisien, dan terorganisir dengan baik (Rachmat Hidayat & Irfan Nursetiawan. Setiap barang dan aset yang dimiliki oleh desa harus tercatat dengan rapi, mudah diakses, serta diawasi agar dapat dipertanggungjawabkan dengan transparan. Dengan demikian, proses inventarisasi barang dan aset seharusnya membantu desa dalam pengambilan keputusan terkait pengadaan, perawatan, serta penghapusan aset. Yang diharapkan dari sebuah sistem pengelolaan inventaris barang dan aset adalah pencatatan yang akurat, transparan, dan mudah diakses (Aan et al. , 2. Yang terlibat dalam pengelolaan ini adalah pemerintah desa sebagai pengelola utama serta masyarakat yang membutuhkan akses informasi terkait aset yang dimiliki oleh Masalah ini mulai muncul ketika pencatatan inventaris barang dan aset di Pemerintah Desa Mojomanis masih dilakukan secara manual, terutama dengan penggunaan buku besar dan spreadsheet yang tidak Kondisi ini terjadi di Pemerintah Desa Mojomanis, yang mengakibatkan berbagai kendala seperti kesulitan pencarian data, risiko kehilangan catatan, serta ketidakakuratan dalam pelaporan aset. Kesenjangan ini Jurnal Sistem Informasi Dan InformatikaAe JISKA Vol. 03 No. 1 Januari 2025 JISKA: Jurnal Sistem Informasi Dan Informatika Vol. 3 No. 1 Januari 2025 Hal. http://jurnal. id/index. php/jiska E-ISSN : 2985-9735 P-ISSN : menyebabkan pencatatan barang dan aset tidak berjalan sebagaimana mestinya dan menimbulkan potensi kerugian bagi desa. Selain itu, potensi terjadinya human error dalam pencatatan dan pelaporan juga semakin memperbesar risiko kehilangan informasi yang bernilai. Permasalahan ini dapat diatasi dengan adanya penerapan sistem informasi berbasis website yang dapat memfasilitasi pencatatan dan pelaporan inventaris secara lebih baik dan modern. Hal ini menarik untuk diteliti karena dengan masalah pencatatan inventarisasi barang dan aset desa seringkali terabaikan, padahal memiliki dampak besar terhadap transparansi dan akuntabilitas pemerintahan desa. Topik ini juga relevan dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin maju, di mana digitalisasi menjadi solusi penting dalam berbagai aspek pengelolaan administrasi publik. Studi sebelumnya juga membahas mengenai sistem inventory barang dan aset seperti pada penelitian yang dilakukan oleh Usnaini et al. menunjukan bahwa penggunaan sistem informasi inventaris aset berbasis website pada SD Negeri Rawamangun 09 ini dapat memudahkan sistem kerja di mulai dari penginputan melalui website sampai dengan hasil laporan dalam bentuk pdf, selain data tercatat dengan rapih dan efisien kekeliruan pencatatan inventaris dapat berkurang. Adapun penelitian lainnya dari Oktaviani et al. penggunaan sistem informasi inventaris barang berbasis website pada SMP Negeri 1 Buer memudahkan admin inventaris barang dalam penomoran barang, pendataan barang, informasi kondisi barang, proses peminjaman dan pengembalian barang serta pendataan barang dari transaksi pembelian. Selain itu, menurut penelitian dari Iqbal & Rusi, . dalam penelitiannya membahas inventaris yang baik, sistematis, dan terstruktur atas barang yang ada pada suatu kantor atau lembaga merupakan hal yang wajib dilakukan, karena dengan adanya inventarisasi barang yang sistematis akan mengakibatkan proses kerja menjadi lebih efektif dan efisien. Pengembangan sistem informasi berbasis website ini dilakukan dengan menggunakan Framework Laravel dan Bootsrap serta database MySQL. Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam pembuatan sistem informasi ini adalah SDLC (System Development Life Cycl. Waterfall menggunakan model Hefne. Menurut penelitan dari Pinem & Pakpahan, . dalam penelitiannya melakukan pengelolaan inventarisasi aset di SMP Negeri 3 Tanah Jawa Kabupaten Simalungun yang mana masih menggunakan aplikasi Microsoft Excel dan pencatatan secara manual. Hal ini mengakibatkan pendataan barang menjadi rumit atau susah untuk dikelola, akibatnya pelaporan barang yang masuk dan barang keluar terjadinya kesalahan dan Permasalahan ini di atasi dengan merancang aplikasi berbasis website. Aplikasi yang dibangun menggunakan metode waterfall, dimulai dengan pengumpulan data melalui observasi dan interview, analisa kebutuhan sistem hingga dilakukan evaluasi berdasarkan pengujian sistem (Nurfitriana et al. , 2. Menurut penelitian dari (Mustari S et al. , 2. dalam pengembangan sebuah website, pengujian sistem merupakan fase yang sangat penting untuk memastikan bahwa sistem yang dibuat telah memenuhi persyaratan dan memenuhi harapan pengguna. Proses pengujian ini bertujuan untuk memverifikasi dan memvalidasi fungsionalitas sistem, serta mengevaluasi tingkat kemudahan penggunaan website berdasarkan parameter yang telah ditentukan (Sianturi et al. , 2. Tanpa proses pengujian yang baik, sistem yang dihasilkan berisiko mengalami berbagai masalah, seperti kegagalan fungsi, ketidaksesuaian dengan spesifikasi, atau rendahnya tingkat kepuasan pengguna. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pengujian yang tepat dan terukur untuk menghasilkan sistem yang berkualitas. Metode pengujian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Blackbox Testing dan System Usability Scale (SUS). Blackbox testing adalah teknik pengujian perangkat lunak yang berfokus pada pengujian fungsionalitas sistem tanpa perlu memahami kode, metode ini memungkinkan penguji untuk mengevaluasi sistem berdasarkan masukan tertentu dan memeriksa apakah keluaran yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan (Shadiq et al. , 2. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Nurfauziah & Jamaliyah, 2. metode blackbox testing dapat melihat fungsionalitas sistem terutama pada tahap akhir pengembangan dan melihat keluaran yang Selain itu, metode System Usability Scale (SUS) digunakan untuk menilai kualitas sistem dari sisi pengalaman pengguna. SUS memberikan penilaian kuantitatif terhadap pengalaman pengguna melalui serangkaian pertanyaan yang mencakup berbagai aspek, seperti efisiensi, kemudahan interaksi, dan kepuasan pengguna (Hamdanuddinsyah et al. , 2. Menurut penelitian oleh (Hamdanuddinsyah et al. , 2. SUS dapat digunakan untuk menentukan area yang perlu diperbaiki dan memastikan bahwa sistem yang dibuat tidak hanya beroperasi dengan baik tetapi juga mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang diuji dengan menggabungkan kedua metode pengujian ini. Blackbox Testing memastikan bahwa sistem memenuhi semua persyaratan teknis yang telah ditentukan, sementara SUS menunjukkan bagaimana sistem diterima dan digunakan oleh pengguna. Oleh karena itu, diharapkan proses pengujian ini akan menghasilkan sistem yang tidak hanya andal secara teknis tetapi juga memberikan pengalaman pengguna yang optimal dan akan berujung pada keberhasilan implementasi sistem di lapangan Jurnal Sistem Informasi Dan InformatikaAe JISKA Vol. 03 No. 1 Januari 2025 JISKA: Jurnal Sistem Informasi Dan Informatika Vol. 3 No. 1 Januari 2025 Hal. http://jurnal. id/index. php/jiska E-ISSN : 2985-9735 P-ISSN : Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dibangunlah sebuah website dengan judul AuRancang Bangun Sistem Informasi Inventory Barang Dan Aset Berbasis Website Studi Kasus Pemerintah Desa MojomanisAy. Dengan adanya sistem informasi berbasis website. Pemerintah Desa Mojomanis diharapkan dapat membantu menangani kendala yang dialami Pemerintah Desa Mojomanis dalam pencatatan inventory barang dan aset. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Pemerintah Desa Mojomanis Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi yang beralamat di Jalan Raya Mojomanis 01. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan mulai 15 Oktober 2024 sampai dengan 30 Desember 2024. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi dan wawancara yang melibatkan Kepala Urusan Umum, dengan tujuan memperoleh informasi mengenai proses inventory barang dan aset. Peneliti mengumpulkan berkas-berkas yang terkait dengan proses inventory barang dan aset. Peneliti mengumpulkan ebook yang didapat peneliti dari Google Books dan jurnal dari internet. Metode Waterfall Pada penelitian ini peneliti menggunakan model metode waterfall. Metode waterfall merupakan salah satu model proses yang digunakan secara luas untuk menciptakan sistem yang formal dan terstruktur (Damanik. Model ini mengutamakan urutan kerja yang presisi dan berurutan, di mana setiap fase dari pengembangan sistem harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum berlanjut ke fase berikutnya. Penggunaan metode waterfall sangat tepat untuk proyek yang memiliki persyaratan jelas sejak awal (Kurniawan et al. , 2. dan membutuhkan pengembangan yang terdokumentasi dengan baik, seperti pada pembuatan sistem informasi inventory barang dan aset. Sumber: (Farta Wijaya & Budi Utomo, 2. Gambar 1. Design Tahapan Metode Waterfall Berikut adalah tahapan-tahapan yang dijelaskan secara detail: Analisis Kebutuhan (Requirement Analysi. , tahapan pertama dalam metode waterfall adalah melakukan analisis kebutuhan secara mendalam. Pada fase ini, seluruh persyaratan fungsional dan nonfungsional dari sistem informasi inventory barang dan aset diidentifikasi. Interaksi dengan pengguna, baik dari staf pengelola aset, administrasi, maupun pemangku kepentingan desa, dilakukan untuk memahami dengan jelas fitur yang dibutuhkan. Hasil dari tahap ini adalah spesifikasi kebutuhan yang terdokumentasi dengan baik. Dokumen ini menjadi acuan dalam keseluruhan pengembangan sistem. Perancangan Sistem (System Desig. , setelah kebutuhan sistem diketahui, tahapan perancangan sistem Setelah kebutuhan sistem diketahui, fase perancangan sistem dimulai. Selama fase ini, desain untuk arsitektur sistem, basis data, antarmuka pengguna, dan komponen lainnya dibuat. (Farta Wijaya & Budi Utomo, 2. Desain sistem mencakup desain logis dan fisik, serta menggambarkan bagaimana sistem akan diimplementasikan. Hasil dari tahapan ini adalah blueprint atau kerangka kerja yang akan digunakan dalam tahap pengembangan. Implementasi (Implementatio. , pada tahap implementasi, desain sistem yang telah dibuat pada fase sebelumnya diubah menjadi kode program yang sesungguhnya (Farta Wijaya & Budi Utomo, 2. Pengembang sistem mulai membangun modul-modul program sesuai dengan spesifikasi yang sudah Pada tahap ini, pengembang juga membangun database untuk mengelola data barang dan aset, dan memastikan bahwa seluruh fungsi yang diharapkan berjalan dengan baik. Pengujian (Testin. , setelah sistem selesai diimplementasikan, tahap pengujian dilakukan untuk memastikan sistem berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Berbagai metode pengujian, seperti Jurnal Sistem Informasi Dan InformatikaAe JISKA Vol. 03 No. 1 Januari 2025 JISKA: Jurnal Sistem Informasi Dan Informatika Vol. 3 No. 1 Januari 2025 Hal. http://jurnal. id/index. php/jiska E-ISSN : 2985-9735 P-ISSN : pengujian fungsional, pengujian integrasi, pengujian performa, dan uji coba pengguna diterapkan (Farta Wijaya & Budi Utomo, 2. Fase ini sangat penting untuk menemukan kesalahan atau bug yang mungkin muncul sebelum sistem diluncurkan. Penerapan (Deploymen. , setelah sistem dinyatakan lulus dari tahap pengujian, sistem informasi inventory barang dan aset siap untuk diterapkan di lingkungan pengguna. Pada tahap ini, sistem dipasang pada server produksi, data diimpor, dan pengguna mulai mengoperasikan sistem. Selain itu, pengguna juga dilatih mengenai cara menggunakan sistem secara optimal. Pemeliharaan (Maintenanc. , tahap pemeliharaan adalah tahap akhir dalam metode waterfall, namun berlangsung selama sistem tersebut digunakan. Pada tahap ini, pengembang akan melakukan pemeliharaan berkala untuk memperbaiki bug, melakukan pembaruan sistem, dan menambahkan fitur baru sesuai kebutuhan (Damanik, 2. Selain itu, monitoring terhadap performa sistem juga dilakukan untuk memastikan bahwa sistem tetap stabil dan optimal (Damanik, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisa Sistem Analisa Sistem Lama Pemerintah Desa Mojomanis terletak di Jl. Raya Mojomanis 01. Sistem pencatatan inventaris barang dan aset di Pemerintah Desa Mojomanis masih dilakukan secara manual menggunakan buku besar dan spreadsheet yang tidak terkomputerisasi dan terstruktur. Hal ini berdampak pada kesalahan dalam pencatatan barang dan aset, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian bagi desa. Oleh karena itu, diperlukan penerapan sistem informasi berbasis website untuk mencatat inventaris barang dan asset secara lebih terkomputerisasi, terstruktur dan modern. Analisa Sistem Baru Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, peneliti memutuskan untuk merancang dan mengembangkan sistem informasi berbasis website untuk Pemerintah Desa Mojomanis. Sistem ini diharapkan dapat mempermudah pencatatan inventaris barang dan aset secara terkomputerisasi, terstruktur serta mengurangi risiko human error. Dengan penerapan sistem ini, diharapkan pencatatan barang dan aset desa menjadi lebih Perancangan sistem baru dilakukan oleh dua pengguna dengan hak akses yang memiliki peran berbeda, yaitu Kepala Urusan Umum dan Kepala Desa. Gambar 1 dan Gambar 2 menampilkan desain perancangan sistem informasi inventory barang dan aset, sebagai berikut: Gambar 2. Flowcart Sistem - Kepala Urusan Umum Gambar 3. Flowcart Sistem - Kepala Desa 2 Perancangan Sistem Implementasi Sistem Jurnal Sistem Informasi Dan InformatikaAe JISKA Vol. 03 No. 1 Januari 2025 JISKA: Jurnal Sistem Informasi Dan Informatika Vol. 3 No. 1 Januari 2025 Hal. http://jurnal. id/index. php/jiska E-ISSN : 2985-9735 P-ISSN : Gambar 4. Implementasi Sistem - Akses Kepala Urusan Umum Halaman Barang Keterangan: Gambar 4 menampilkan halaman data barang, yang dilengkapi dengan filter tahun dan bulan, mencakup nama, kode. NUP, merek, jumlah barang . sli & setelah dipinja. , kondisi . aik/rusak/rusak para. , tahun & nilai perolehan, keterangan, verifikasi, serta actions. Kepala urusan dapat menambah, mengedit, menghapus, dan mencetak laporan PDF data barang. Gambar 5. Implementasi Sistem - Akses Kepala Urusan Umum Halaman Tambah Data Barang Keterangan: Gambar 5 menampilkan halaman untuk menambahkan data barang, yang mencangkup informasi seperti nama barang. NUP, tahun perolehan, jumlah barang, jumlah barang kondisi rusak ringan, jumlah barang kondisi baik, jumlah barang rusak berat, kode barang, merk, nilai perolehan dan keterangan. Gambar 6. Implementasi Sistem - Akses Kepala Urusan Umum Filter Tahun dan Bulan Keterangan: Pada Gambar 6, menunjukkan hasil penyaringan data berdasarkan tahun dan bulan dalam sistem, yang sesuai dengan preferensi Kepala Urusan Umum. Jurnal Sistem Informasi Dan InformatikaAe JISKA Vol. 03 No. 1 Januari 2025 JISKA: Jurnal Sistem Informasi Dan Informatika Vol. 3 No. 1 Januari 2025 Hal. http://jurnal. id/index. php/jiska E-ISSN : 2985-9735 P-ISSN : Gambar 7. Laporan Hasil Inventarisasi Data Barang Keterangan: Gambar 7, menampilkan laporan hasil inventarisasi barang dan aset desa yang telah tercatat dalam Laporan ini dapat dicetak dengan menerapkan penyaringan data berdasarkan tahun dan bulan yang telah di tentukan. Gambar 8. Implementasi Sistem - Akses Kepala Desa Filter Halaman Laporan Barang Keterangan: Gambar 8 merupakan hasil implementasi halaman laporan barang masuk kepala desa. Halaman laporan barang menampilkan filter data . ahun dan bula. , nama barang, kode barang, nup, merk, jumlah barang asli, jumlah barang setelah di pinjam, kondisi baik, kondisi rusak, kondisi rusak parah, tahun perolehan, nilai perolehan, keterangan, verifikasi, dan actions. Pada halaman ini kepala desa dapat melihat data barang belum verifikasi dan memverifikasi data barang. Gambar 9. Implementasi Sistem Ae Akses Kepala Desa Halaman Verifikasi Laporan Barang Keterangan: Gambar 9 menampilkan detail verifikasi laporan data barang, yang mencangkup informasi nama barang, merk, jumlah total, jumlah kondisi baik, jumlah kondisi rusak ringan, jumlah kondisi rusak parah, kode barang, tahun perolehan dan nilai perolehan. Kepala desa dapat melakukan verifikasi terhadap laporan data barang yang telah sesuai. Jurnal Sistem Informasi Dan InformatikaAe JISKA Vol. 03 No. 1 Januari 2025 E-ISSN : 2985-9735 P-ISSN : JISKA: Jurnal Sistem Informasi Dan Informatika Vol. 3 No. 1 Januari 2025 Hal. http://jurnal. id/index. php/jiska 3 Pengujian Sistem Blackbox Testing Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode Blackbox Testing untuk memastikan bahwa setiap fungsi berjalan dengan baik serta sebagai bahan evaluasi sistem. Kepala Desa dan Kepala Urusan Umum berperan sebagai validator dalam mengevaluasi konten sistem inventory barang dan aset. Rincian hasil penilaian dapat dilihat pada Tabel 1 sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Pengujian Blackbox Testing Hasil Menu Normal Error ue Login Akun ue Dashboard ue Menu Barang ue Tambah Barang ue Ubah Barang ue Hapus Barang ue Menu Peminjaman Barang ue Tambah Peminjaman Barang ue Ubah Peminjaman Barang ue Hapus Peminjaman Barang ue Menu Tanah ue Tambah Tanah ue Ubah Tanah ue Hapus Tanah ue Menu Bangunan ue Tambah Bangunan ue Ubah Bangunan ue Hapus Bangunan ue Menu Kendaraan ue Tambah Kendaraan ue Ubah Kendaraan ue Hapus Kendaraan ue Menu Jalan ue Tambah Jalan ue Ubah Jalan ue Hapus Jalan ue Menu Laporan Barang Masuk ue Verifikasi Barang Masuk ue Menu Laporan Peminjaman Barang ue Verifikasi Peminjaman Barang ue Menu Laporan Tanah ue Verifikasi Tanah ue Menu Laporan Bangunan ue Verifikasi Bangunan ue Menu Laporan Kendaraan ue Verifikasi Kendaraan ue Menu Laporan Jalan ue Verifikasi Jalan Kesimpulan Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal System Usability Testing (SUS) Metode pengujian System Usability Scale (SUS) digunakan untuk menilai kualitas sistem dari sisi pengalaman pengguna. SUS memberikan penilaian kuantitatif terhadap pengalaman pengguna melalui serangkaian pertanyaan yang mencakup berbagai aspek, seperti efisiensi, kemudahan interaksi, dan kepuasan Tahapan yang dilakukan dalam pengujian SUS ini antara lain: Penyusunan kuesioner yang dilakukan menggunakan media Google Form. Pengumpulan data yang didapat setelah melakukan penyebaran kuesioner. Analisis data untuk menentukan hasil data yang didapatkan dari pengujian. Penilaian hasil pengujian dengan metode SUS terdapat dua jenis yaitu grade scale dan acceptability . Pada Gambar 5, menampilkan Score persentile rank yang bertujuan untuk mengetahui grade dari sebuah Jurnal Sistem Informasi Dan InformatikaAe JISKA Vol. 03 No. 1 Januari 2025 E-ISSN : 2985-9735 P-ISSN : JISKA: Jurnal Sistem Informasi Dan Informatika Vol. 3 No. 1 Januari 2025 Hal. http://jurnal. id/index. php/jiska Sumber: (Yoga et al. , 2. Gambar 10. Score Persentile Rank . Gambar 6, menampilkan Acceptability Range yang bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan pengguna terhadap aplikasi. Sumber: (Yoga et al. , 2. Gambar 11. Acceptability Range Tabel 3 menyajikan hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap 20 responden. Responden Responden 1 Responden 2 Responden 3 Responden 4 Responden 5 Responden 6 Responden 7 Responden 8 Responden 9 Responden 10 Responden 11 Responden 12 Responden 13 Responden 14 Responden 15 Responden 16 Responden 17 Responden 18 Responden 19 Responden 20 Tabel 2. Pengumpulan Data Kuesioner Skor Asli Tabel 3. Hasil Uji SUS Skor Hasil Hitung Jurnal Sistem Informasi Dan InformatikaAe JISKA Vol. 03 No. 1 Januari 2025 Jumlah Nilai (Jumlah x 2. E-ISSN : 2985-9735 P-ISSN : JISKA: Jurnal Sistem Informasi Dan Informatika Vol. 3 No. 1 Januari 2025 Hal. http://jurnal. id/index. php/jiska Jumlah Skor Rata-Rata 69,875 Keterangan: Berdasarkan Tabel 4, hasil pengujian sistem dapat disimpulkan bahwa nilai akhir SUS dari 20 responden adalah 69,875. Berdasarkan pedoman menunjukkan bahwa skor 69,875 untuk versi acceptability range didapatkan hasil marginal dimana artinya sistem inventory aset desa pada Pemerintah Desa Mojomanis lumayan untuk diterima oleh pengguna, begitupun dengan versi grade scale tingkat penerimaan pengguna terhadap website inventory aset pada Pemerintah Desa Mojomanis yaitu C. Berdasarkan analisa hasil pengujian System Usability Scale (SUS), dapat disimpulkan bahwa skor ini dipengaruhi oleh kurangnya familiaritas pengguna dengan sistem yang baru dibangun. Faktor ini menjadi penyebab utama sistem mendapatkan penilaian di kelas C. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa perancangan dan pengembangan sistem informasi inventory barang dan aset untuk Pemerintah Desa Mojomanis berbasis website dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan HTML. Proses pengembangan ini memanfaatkan framework Laravel, teks editor Visual Studio Code, serta database MySQL sebagai penyimpanan data. Sistem ini kemudian diimplementasikan di Pemerintah Desa Mojomanis sebagai media pencatatan barang dan aset desa guna meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan data. Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode Blackbox Testing, yang menunjukkan bahwa sistem berfungsi dengan baik. Selain itu, pengujian juga dilakukan dengan metode System Usability Scale (SUS), di mana sistem memperoleh skor 69,875. Dalam acceptability range, skor ini berada pada kategori marginal, sementara dalam grade scale dari perspektif penerimaan pengguna, sistem berada di kelas C. Berdasarkan analisis hasil pengujian SUS, skor tersebut dipengaruhi oleh kurangnya familiaritas pengguna terhadap sistem yang baru dibangun. Faktor ini menjadi penyebab utama sistem mendapatkan penilaian di kelas C. DAFTAR PUSTAKA