IJAZA : Indonesia Journal Of Zakat And Waqf ISSN : 2985-7597 DOI https://ejurnal. id/index. php/filantropi/index ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PRAKTIK PENGUMPULAN DAN DISTRIBUSI ZAKAT Firman Muhammad A. Rini2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesia1,2 Email: firman. akbar22@mhs. ABSTRACT This study aims to analyze the factors that influence community participation in the practice of collecting and distributing zakat, as well as the factors that influence the distribution of zakat by amil zakat institutions. The analytical method used is discriminant factor analysis. Data was collected through questionnaires which were distributed to 30 respondents in East Jakarta who were selected by purposive sampling technique. The results showed that income and faith factors influenced community participation in the practice of zakat participation, while social and occupational factors influenced the distribution of zakat by amil zakat institutions. Efforts that can be made to increase public awareness regarding the importance of zakat and transparent and accountable management of zakat by amil zakat institutions are by increasing socialization through the mass media, training for administrators of amil zakat institutions, and increasing transparency and accountability in zakat management. This research is expected to contribute to the development of zakat studies and a deeper understanding of the factors that influence community participation in the practice of collecting and distributing zakat. Keywords: Factor. Zakat. Collection. Distribution. Practice ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam praktik pengumpulan dan distribusi zakat, serta faktor-faktor yang memengaruhi distribusi zakat oleh lembaga amil zakat. Metode analisis yang digunakan adalah analisis faktor diskriminan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar kepada 30 responden di Jakarta Timur yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendapatan dan keimanan memengaruhi partisipasi masyarakat dalam praktik partisipasi berzakat, sedangkan faktor sosial dan pekerjaan memengaruhi distribusi zakat oleh lembaga amil zakat. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya berzakat dan pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel oleh lembaga amil zakat adalah dengan meningkatkan sosialisasi melalui media massa, pelatihan bagi pengurus lembaga amil zakat, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian zakat dan pemahaman lebih dalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam praktik pengumpulan dan distribusi zakat. Kata kunci: Faktor. Zakat. Pengumpulan. Distribusi. Praktik Copyright: A 2023 the Author. This article is an open access article distributed under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC-BY) 4. 0 license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/). Published by IAIN Parepare. Indonesia. Parepare. IJAZA : Indonesia Journal Of Zakat And Waqf ISSN : DOI https://ejurnal. id/index. php/filantropi/index PENDAHULUAN Kemiskinan dan ketimpangan distribusi pendapatan yang merupakan permasalahan yang cukup serius di banyak negara, termasuk Indonesia. Kemiskinan adalah suatu kondisi di mana seseorang atau kelompok tidak memiliki cukup sumber daya untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, sandang, dan papan. Sedangkan ketimpangan distribusi pendapatan adalah ketidakmerataan dalam pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi. Beberapa negara seperti Eropa Utara dan Barat. Amerika dan Kanada, serta Jepang telah mengembangkan sistem jaminan sosial dan lembaga sosial lainnya untuk mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan distribusi Di Eropa Utara dan Barat, sistem jaminan sosial dikombinasikan dengan politik fiskal dan moneter serta gerakan buruh dan koperasi. Di Amerika dan Kanada, meskipun kelembagaannya parsial, terdapat lembaga sosial dan LSM yang dikombinasikan dengan koperasi. Sedangkan di Jepang, tingkat kesejahteraan petani, nelayan, dan buruh salah satu yang terbaik di dunia karena kesejahteraan rakyat merupakan indikator kinerja perusahaan dan pemerintah daerah (Ibrahim, 2. Pemerintah Indonesia juga telah berupaya mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan distribusi pendapatan melalui berbagai program, seperti Program Keluarga Harapan (PKH). Program Indonesia Pintar (PIP), dan Kartu Prakerja. Namun, upaya tersebut masih belum cukup efektif mengatasi masalah tersebut. Oleh karena itu, perlu terus dilakukan evaluasi dan perbaikan program-program yang telah ada, serta pengembangan program-program baru yang dapat lebih efektif dalam mengatasi kemiskinan dan ketimpangan distribusi pendapatan di Indonesia. zakat dapat membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup orang miskin. Dalam konteks yang lebih luas, sistem kesejahteraan yang efektif dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup. Sebagai salah satu bentuk zakat, pengumpulan dan distribusi zakat dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan bagi masyarakat miskin dan membutuhkan. Melalui pengumpulan dan distribusi zakat yang tepat, masyarakat miskin dapat mendapatkan akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka dan meningkatkan taraf hidup mereka. Selain itu, dimensi horizontal dari zakat juga penting untuk dikaitkan dengan peningkatan taraf hidup. Dengan membayar zakat, orang-orang yang lebih mampu dapat membantu orang-orang yang membutuhkan dan memperkuat ikatan sosial dalam Copyright: A 2023 the Author. This article is an open access article distributed under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC-BY) 4. 0 license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/). Published by IAIN Parepare. Indonesia. Parepare. IJAZA : Indonesia Journal Of Zakat And Waqf ISSN : DOI https://ejurnal. id/index. php/filantropi/index Hal ini dapat membantu mengurangi ketimpangan distribusi pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan umum. Dalam hal ini, pengumpulan dan distribusi zakat perlu didukung oleh kebijakan dan program yang tepat dari pemerintah dan masyarakat. Pemerintah dan LSM dapat berperan dalam membangun infrastruktur zakat yang efektif dan memberdayakan masyarakat miskin untuk meningkatkan pengembangan ekonomi dan kesejahteraan mereka. Peningkatan taraf hidup orang miskin adalah zakat. Dalam konteks ini, zakat didefinisikan sebagai kewajiban untuk mengeluarkan sejumlah harta dalam nilai tertentu yang dihitung berdasarkan ketentuan syariat Islam. Dalam perspektif Islam, zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat diwajibkan bagi harta tertentu yang telah mencapai nisab . mbang bata. dan telah berada dalam kepemilikan lebih dari satu tahun (Jaelani, 2. Zakat dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengentaskan kemiskinan. Hakikat zakat adalah memberi pertolongan pada kaum yang membutuhkan dan dapat menyelesaikan permasalahan sosial seperti pengangguran dan kemiskinan. Dalam hal ini, zakat berperan sebagai instrumen yang dapat membantu mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi. Zakat juga dapat memperkuat solidaritas sosial antara masyarakat muslim yang lebih mampu dengan yang kurang mampu. Di Indonesia, zakat memliki dua dimensi yaitu vertikal dan horizontal. Dimensi vertikal yaitu merupakan ibadah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Dalam dimensi ini, zakat dipandang sebagai sarana untuk memperkuat hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sedangkan dimensi horizontal merupakan kewajiban kepada sesama Dalam dimensi ini, zakat dipandang sebagai sarana untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dan memperkuat solidaritas antara sesama muslim (Syafiq, 2. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim yang mampu. Zakat memiliki peran penting dalam membantu mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi di masyarakat, serta membantu memenuhi kebutuhan dasar bagi orang yang membutuhkan (Iswanaji et al. , 2. Namun, partisipasi masyarakat dalam praktik pengumpulan dan distribusi zakat masih rendah di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan survei yang dilakukan oleh BAZNAS pada tahun 2018 menunjukkan bahwa hanya sekitar 16% penduduk Indonesia yang membayar zakat secara teratur, sementara sisanya tidak atau hanya membayar sesekali. Data dari Badan Amil Copyright: A 2023 the Author. This article is an open access article distributed under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC-BY) 4. 0 license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/). Published by IAIN Parepare. Indonesia. Parepare. IJAZA : Indonesia Journal Of Zakat And Waqf ISSN : DOI https://ejurnal. id/index. php/filantropi/index Zakat Nasional (BAZNAS) pada tahun 2020 menunjukkan bahwa total dana zakat yang terkumpul sebesar Rp 8,1 triliun, padahal potensi zakat di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 217 triliun. Artinya, partisipasi masyarakat dalam pengumpulan zakat masih sangat rendah. Selain itu, berdasarkan data World Giving Index 2021 yang dikeluarkan oleh Charities Aid Foundation (CAF). Indonesia menempati peringkat ke-73 dari 114 negara dalam hal partisipasi masyarakat dalam aksi sosial dan dermawan, termasuk dalam hal zakat (Mahoney, 2. Beberapa faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam praktik pengumpulan dan distribusi zakat telah diidentifikasi dalam literatur, seperti pendidikan, pemahaman agama, kepercayaan pada lembaga pengelola zakat, keterlibatan dalam kegiatan sosial, dan pengetahuan tentang manfaat zakat. Namun, masih kurangnya penelitian yang dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam praktik pengumpulan dan distribusi zakat, khususnya di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengisi celah pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam praktik pengumpulan dan distribusi zakat di Indonesia. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan dan rekomendasi kepada lembaga pengelola zakat dan pemerintah dalam merancang program dan kampanye zakat yang lebih efektif dan menarik bagi masyarakat. Selain itu, penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi bagi literatur tentang praktik zakat di Indonesia. PEMBAHASAN Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode penelitian analisis faktor diskriminan, salah satu metode analisis multivariat yang digunakan untuk menguji signifikansi perbedaan antara dua atau lebih kelompok faktor berdasarkan variabel independen. Metode ini dapat digunakan untuk menguji apakah ada perbedaan signifikan antara kelompok-kelompok faktor dalam variabel dependen yang sama. Dalam penelitian mengenai partisipasi masyarakat dalam praktik pengumpulan dan distribusi zakat, metode analisis faktor diskriminan dapat digunakan untuk menguji apakah ada perbedaan signifikan dalam faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat antara kelompok-kelompok faktor tertentu (Legowo, 2. Langkah pertama dalam metode analisis faktor diskriminan adalah mengumpulkan data responden di Jakarta Timur dari kelompok-kelompok faktor yang ingin Copyright: A 2023 the Author. This article is an open access article distributed under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC-BY) 4. 0 license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/). Published by IAIN Parepare. Indonesia. Parepare. IJAZA : Indonesia Journal Of Zakat And Waqf ISSN : DOI https://ejurnal. id/index. php/filantropi/index Selanjutnya, analisis faktor eksploratori dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam praktik pengumpulan dan distribusi zakat. Setelah faktor-faktor tersebut diidentifikasi, analisis faktor diskriminan dapat dilakukan untuk menguji perbedaan signifikan dalam faktorfaktor tersebut antara kelompok-kelompok faktor yang dibandingkan. Metode analisis faktor diskriminan menggunakan beberapa teknik statistik, seperti uji F dan uji t, untuk menguji signifikansi perbedaan antara kelompok-kelompok faktor dalam faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat. Hasil dari analisis ini dapat digunakan untuk membuat rekomendasi kebijakan yang tepat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam praktik pengumpulan dan distribusi zakat pada kelompokkelompok faktor tertentu. Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Partisipasi Berzakat Tabel 1. Tests of Equality of Group Means Sumber: (Data yang diolah, 2. Tabel tersebut memberikan informasi tentang faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat di Kota Jakarta Timur berzakat dengan mengambil responden rata-rata kelompokkelompok berdasarkan faktor yang diuji. Untuk menganalisis faktor-faktor tersebut menggunakan uji statistik Wilks' Lambda. Dari tabel tersebut, dapat melihat bahwa faktor "Pendapatan" memiliki Wilks' Lambda paling rendah dengan nilai 0,891. Ini menunjukkan bahwa faktor ini paling memengaruhi partisipasi berzakat, diukur melalui perbedaan rata-rata antara kelompok yang berbeda berdasarkan pendapanan. Faktor pendapatan dapat mempengaruhi partisipasi masyarakat untuk berzakat karena semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin besar kemungkinan mereka untuk memiliki sumber daya yang lebih untuk disisihkan dan disumbangkan sebagai zakat. Dengan kata lain, semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin mudah bagi mereka untuk memenuhi kewajiban berzakat. Masyarakat dengan pendapatan yang lebih tinggi juga lebih menyadari pentingnya zakat dipandang Copyright: A 2023 the Author. This article is an open access article distributed under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC-BY) 4. 0 license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/). Published by IAIN Parepare. Indonesia. Parepare. IJAZA : Indonesia Journal Of Zakat And Waqf ISSN : DOI https://ejurnal. id/index. php/filantropi/index sebagai sarana untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dan memperkuat solidaritas antara sesama muslim Selain itu, faktor "Keimanan" juga memengaruhi partisipasi berzakat dengan Wilks' Lambda sebesar 0,941. Ini menunjukkan bahwa perbedaan dalam tingkat keimanan juga mempengaruhi partisipasi berzakat. Faktor keimanan dapat mempengaruhi partisipasi masyarakat untuk berzakat karena zakat merupakan salah satu kewajiban dalam ajaran Islam. Orang-orang yang memiliki keimanan yang lebih kuat, lebih sadar akan pentingnya zakat sebagai bagian dari tuntunan agama mereka dan merasa terdorong untuk melaksanakan kewajiban tersebut. Orang-orang yang memiliki keimanan yang lebih kuat juga lebih cenderung untuk memandang zakat sebagai kesempatan untuk beramal dan memperoleh keberkahan dari Allah. Dalam hal ini, partisipasi dalam berzakat menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat keimanan. Namun, faktor "Penghargaan", "Kepuasan", dan "Pekerjaan" memiliki nilai Wilks' Lambda yang lebih tinggi, yang menunjukkan bahwa perbedaan dalam faktor-faktor ini kurang memengaruhi partisipasi berzakat. Faktor keimanan dan pendapatan menjadi faktor yang paling memengaruhi partisipasi berzakat. Faktor-faktor lainnya, seperti penghargaan, kepuasan, dan pekerjaan, memiliki pengaruh yang lebih kecil dalam memengaruhi partisipasi berzakat. Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Distribusi Zakat Tabel 2. Tests of Equality of Group Means Wilks' Lambda Sig. Sosial ,871 4,140 ,051 Demografi ,994 ,182 ,673 Transparasi 1,000 ,014 ,907 Pekerjaan ,992 ,217 ,645 Integritas ,959 1,187 ,285 Sumber: (Data yang diolah, 2. Dari tabel tersebut, faktor "Sosial" memiliki Wilks' Lambda paling rendah dengan nilai 0,871, menunjukkan bahwa faktor ini paling memengaruhi distribusi zakat, diukur melalui perbedaan rata-rata antara kelompok yang berbeda berdasarkan faktor sosial. Copyright: A 2023 the Author. This article is an open access article distributed under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC-BY) 4. 0 license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/). Published by IAIN Parepare. Indonesia. Parepare. IJAZA : Indonesia Journal Of Zakat And Waqf ISSN : DOI https://ejurnal. id/index. php/filantropi/index Faktor "Sosial" dapat mencakup aspek-aspek seperti kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan yang dapat mempengaruhi distribusi zakat. Faktor "Demografi" dan "Transparasi" memiliki Wilks' Lambda yang lebih tinggi, dengan nilai 0,994 dan 1,000, masing-masing. Ini menunjukkan bahwa perbedaan dalam faktor demografi dan transparansi tidak terlalu signifikan dalam mempengaruhi distribusi Faktor "Pekerjaan" dan "Integritas" memiliki Wilks' Lambda yang sedikit lebih rendah daripada "Demografi" dan "Transparansi", namun masih cukup tinggi, dengan nilai masing-masing 0,992 dan 0,959. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor ini juga dapat mempengaruhi distribusi zakat, namun tidak sekuat faktor "Sosial". PENUTUP Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi dan distribusi zakat di masyarakat. Faktor keimanan dan pendapatan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap partisipasi masyarakat dalam berzakat, sedangkan faktor sosial dan integritas memengaruhi distribusi zakat oleh lembaga amil zakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya berzakat dan pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel oleh lembaga amil zakat dengan memberikan edukasi dan sosialisasi secara terus-menerus. Lembaga amil zakat dapat memanfaatkan media sosial dan kegiatan sosial lainnya untuk menyebarkan informasi dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya berzakat serta tata kelola zakat yang transparan dan akuntabel. Selain itu, lembaga amil zakat juga istiqomah dalam menunjukkan kinerja dan transparansi dalam pengelolaan zakat, dengan menyediakan laporan keuangan yang terbuka dan mudah diakses oleh masyarakat. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memotivasi mereka untuk berzakat dengan lebih sadar dan bertanggung Temuan penelitian ini memberikan kontribusi bagi perkembangan kajian wilayah di Jakarta Timur dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi dan distribusi zakat di masyarakat. Dalam konteks Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim, zakat memegang peran penting dalam menanggulangi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Oleh karena itu, pemahaman yang lebih mendalam tentang faktorfaktor yang memengaruhi partisipasi dan distribusi zakat dapat membantu dalam Copyright: A 2023 the Author. This article is an open access article distributed under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC-BY) 4. 0 license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/). Published by IAIN Parepare. Indonesia. Parepare. IJAZA : Indonesia Journal Of Zakat And Waqf ISSN : DOI https://ejurnal. id/index. php/filantropi/index pengembangan kebijakan dan program yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA