Vol. 4 No. 2 Desember 2025 Hal 516-525 Https://ojs. RANCANG BANGUN SISTEM E-ARSIP ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE AGILE Clarysa Dera Noventia1*. Indyah Hartami Santi2. Wahyu Dwi Puspitasari3 1,2Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Dan Informatika. Universitas Islam Balitar 3Program Studi Sistem Komputer Fakultas Teknik Dan Informatika. Universitas Islam Balitar E-mail: clarysadranoventia@gmail. com1*, indyahartamisanti@gmail. com2, pushpitasari23@gmail. ABSTRACT INFO ARTIKEL Sejarah Artikel Diterima : 15/08/2025 Direvisi : 01/10/2025 Diterbitkan : 01/12/2025 *Corresponding author clarysadranoventia@gmail. DOI: 10. 70247/jumistik. Https://ojs. GRAPHICAL ABSTRACT The manual management of population administration archives at the Civil Registry Office (Disdukcapi. of Blitar Regency leads to delays in document retrieval and poses a risk of data loss, thus requiring a more structured digital This study aims to design and develop a web-based e-archive system to replace manual processes and improve the efficiency of public The system was developed using the Agile method, and evaluated through Black Box Testing. White Box Testing, and User Acceptance Testing (UAT) by experts and end users. The test results showed a 100% success rate in all Black Box and White Box scenarios. Validation results indicated system feasibility levels of 88% from IT experts, 82% from archival experts, and 84. from general staff, with an average of 84. 89%, indicating that the system is ready for deployment. The developed e-archive system meets technical, functional, and operational requirements, accelerates document retrieval, and minimizes the risk of archive loss. Therefore, it is recommended for broader adoption in other population administration services. Keywords: E-Archive. Population Administration. Information System. Agile Method. Document Digitization ABSTRAK Pengelolaan arsip administrasi kependudukan secara manual di Disdukcapil Kabupaten Blitar menimbulkan keterlambatan pencarian dan risiko kehilangan dokumen, sehingga dibutuhkan solusi digital yang lebih Tujuan penelitian ini adalah merancang dan membangun sistem eAcarsip administrasi kependudukan berbasis web untuk menggantikan proses manual dan meningkatkan efisiensi layanan publik. Metode yang pendekatan Agile, serta dievaluasi melalui pengujian Black Box. White Box, dan User Acceptance/validasi oleh ahli serta pengguna akhir. Hasil pengujian menunjukkan keberhasilan 100 % pada semua skenario Black Box dan White Box, sedangkan uji validasi menghasilkan tingkat kelayakan 88 % . hli IT), 82 % . hli kearsipa. , dan 84,67 % . taf umu. dengan rataAcrata 84,89 %, menandakan sistem siap dioperasikan. Sistem eAcarsip yang dikembangkan memenuhi kebutuhan teknis, fungsional, dan operasional, mempercepat pencarian dokumen, serta meminimalkan risiko kehilangan arsip, sehingga direkomendasikan untuk diadopsi lebih luas dalam layanan administrasi kependudukan lainnya. Kata kunci: E-arsip. Administrasi Kependudukan. Sistem Informasi. Metode Agile. Digitalisasi Dokumen. A 2025 Penerbit STMIK Amika Soppeng. All rights reserved . 516Ae525 | w. id | eISSN 2964Ae3953 | Clarysa Dera Noventia et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 516Ae525 PENDAHULUAN Berisi Dalam era digital yang berkembang pesat, menjadi salah satu aspek krusial dalam mendukung pelayanan publik yang cepat, tepat, dan transparan. Arsip administrasi kependudukan memuat data dan dokumen yang memiliki nilai hukum, administratif, dan informatif yang sangat penting bagi pemerintah maupun masyarakat. Keakuratan dan ketersediaan arsip yang terkelola dengan baik merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan publik, khususnya di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. Namun, di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapi. , proses pengelolaan arsip masih banyak dilakukan secara manual. Pengelolaan arsip secara manual berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik. Arsip fisik rentan mengalami penumpukan, kerusakan akibat kelembaban atau hama, dan kehilangan karena penataan yang tidak optimal. Selain itu, proses pencarian dokumen menjadi sangat lambat, terutama ketika arsip yang dibutuhkan berada di lokasi penyimpanan terpusat dan harus diakses dari unit pelayanan di wilayah lain. Data Badan Pusat Statistik . menunjukkan bahwa sekitar 60% desa di Indonesia masih menggunakan metode manual dalam pengarsipan dokumen kependudukan. Kondisi ini berkontribusi pada rendahnya efisiensi pelayanan, penerbitan dokumen seperti Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP EL) atau Kartu Keluarga (KK). Menurut Kementerian Dalam Negeri . , hanya 25% instansi desa dan kecamatan yang telah memiliki akses ke sistem informasi berbasis teknologi, dan sebagian besar di antaranya belum menerapkan metode pengembangan perangkat lunak yang adaptif seperti Agile. Hasil observasi di Disdukcapil Kabupaten Blitar menunjukkan bahwa seluruh arsip disimpan di kantor pusat di Kanigoro, sedangkan kantor layanan administrasi (TLA) di Srengat dan Wlingi harus mengakses arsip dari pusat. Kondisi ini menyebabkan keterlambatan layanan, terutama untuk dokumen mendesak seperti akta kelahiran yang sering dibutuhkan dalam proses hukum, misalnya pada sidang Contrarius Actus atau verifikasi putusan Standar Operasional Prosedur (SOP) Disdukcapil menetapkan bahwa proses layanan selesai dalam dua hari kerja, namun pencarian arsip manual dapat memakan waktu lebih dari satu Masukan dari staf lapangan mengindikasikan keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya infrastruktur teknologi, serta metode kerja yang tidak Permasalahan ini dapat dijelaskan melalui beberapa faktor. Pertama, keterbatasan infrastruktur teknologi menyebabkan proses digitalisasi arsip belum sepenuhnya terintegrasi. Kedua, sistem manual sangat bergantung pada jumlah dan kompetensi petugas, sehingga kinerja pelayanan menurun ketika SDM Ketiga, dokumen fisik memiliki risiko tinggi terhadap kerusakan dan kehilangan akibat kondisi lingkungan atau bencana. Keempat, metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan menggunakan model Waterfall yang kaku, sehingga sulit beradaptasi dengan kebutuhan dinamis di Berbagai penelitian sebelumnya membuktikan bahwa penerapan sistem e-arsip berbasis web dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan arsip. Penelitian oleh Khaerunnisa et al. menunjukkan bahwa sistem informasi pelayanan administrasi kependudukan berbasis web dengan metode Waterfall dapat meningkatkan kecepatan dan akurasi pengelolaan data di Desa Sidakangen. Purbalingga . Sementara itu, penelitian oleh Alexandes dkk. menemukan bahwa penerapan metode Agile dalam pengembangan sistem e-document mampu mempercepat proses pengembangan perangkat lunak serta meningkatkan keterlibatan pengguna dalam perancangan sistem. Meskipun demikian, penelitian-penelitian tersebut belum secara khusus mengkaji integrasi metode Agile dalam sistem e-arsip kependudukan pada tingkat desa dan kecamatan, yang memiliki tantangan tersendiri dalam hal kebutuhan dokumen, keterbatasan infrastruktur, dan variasi kompetensi SDM . Sumber ide penelitian ini muncul dari kebutuhan nyata di Disdukcapil Kabupaten Blitar untuk mengatasi keterlambatan pencarian arsip, risiko kerusakan atau kehilangan dokumen, serta rendahnya efisiensi pelayanan publik. Berdasarkan hasil observasi, dokumen kependudukan yang paling sering diurus meliputi KTP EL. KK, dan Akta Kelahiran, yang memiliki peran vital dalam berbagai keperluan administratif seperti perbankan, pendidikan, kesehatan, dan Selain itu, dokumen lain seperti Akta Perkawinan. Akta Kematian. Kartu Identitas Anak (KIA), dan Surat Keterangan Datang dari Luar Negeri juga memiliki frekuensi permohonan yang cukup tinggi. Dengan adanya sistem e-arsip berbasis web yang dapat menyimpan dan mengelola seluruh dokumen ini secara digital, ketergantungan pada arsip fisik mempersingkat waktu pencarian. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan e-arsip kependudukan berbasis web dengan pendekatan metode Agile. Metode Agile dipilih karena pengembangan dilakukan secara bertahap dan adaptif terhadap perubahan kebutuhan pengguna. Sistem ini dikembangkan menggunakan framework PHP CodeIgniter 4 dan basis data MySQL, serta dilengkapi dengan jaringan Virtual Private Network (VPN) Dengan VPN, pengguna terdaftar mengakses layanan tanpa melalui autentikasi tambahan seperti OTP, sehingga proses administrasi Clarysa Dera Noventia et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 516Ae525 dapat berjalan lebih cepat tanpa mengurangi aspek Harapan dari penelitian ini adalah terciptanya sistem e-arsip yang mampu mempercepat proses pencarian dokumen, mengurangi risiko kehilangan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik. Sistem ini juga diharapkan dapat diimplementasikan secara luas pada instansi pemerintah di tingkat desa dan kecamatan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah. Selain itu, penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi akademis dalam pengembangan kajian penerapan metode Agile pada sistem informasi publik di Indonesia, sekaligus menjadi referensi bagi penelitian sejenis di masa mendatang. Dengan keberhasilan implementasi di Disdukcapil Kabupaten Blitar, diharapkan sistem ini dapat menjadi model penerapan e-arsip administrasi kependudukan berbasis web yang efektif, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan pengguna, sehingga mampu mengatasi berbagai permasalahan yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan arsip secara manual. TINJAUAN PUSTAKA Pengelolaan Arsip Dalam dikataklan akan selalu berhubungan dengan kertaskertas dan peralatan tulis-menulis, yang mana jenis dan corak peralatan ini sangat variatif sesuai dengan kebutuhan organisasi yang bersangkutan. Ada kalanya peralatan kantor yang digunakan organisasi yang bersangkutan tidak dipakai lagi untuk sementara waktu, sedangkan untuk masa yang akan datang masih diperlukan baik sebagai tanda bukti atas kejadian yang dilakukan saat ini maupun sebagai pertanggung jawaban administratif. Untuk keperluan tersebut, kertas-kertas dan tanda penerimaan barang atau surat-surat perjanjian ini perlu disimpan sedemikian rupa sehingga apabila diperlukan kembali dapat dicari dan diperoleh dengan cepat sesuai dengan keperluannya. Proses penyimpanan atau mencari keperluan tersebut lazim disebut dengan istilah arsip . Dokumen Aktif dan Dokumen Inaktif Arsip aktif adalah arsip yang frekuensi penggunaannya masih tinggi karena digunakan pengambilan keputusan, dan operasional lembaga. Biasanya, arsip ini digunakan lebih dari lima kali dalam satu tahun atau secara berkelanjutan selama masa retensinya . Arsip inaktif adalah arsip yang sudah jarang digunakan karena nilai gunanya telah berkurang, namun masih memiliki nilai administratif, hukum, atau informasi hingga masa retensinya berakhir . Arsip inaktif tidak lagi digunakan secara rutin dan frekuensi aksesnya rendah, namun belum dapat dimusnahkan karena berpotensi menjadi bukti hukum atau sumber informasi sekunder. Metode Agile Agile Software Development adalah metodologi pengembangan software yang didasarkan pada proses pengerjaan yang dilakukan berulang dimana, aturan dan solusi yang disepakati dilakukan dengan kolaborasi antar tiap tim secara terorganisir dan terstruktur . Gambar 1. Agile Software Development Method Sumber: Buku Haryana Gambar 1 menunjukkan siklus metode Agile, yang merupakan pendekatan iteratif dan fleksibel dalam pengembangan perangkat lunak. Metode ini memungkinkan kolaborasi yang lebih baik antara tim pengembang dan klien, dengan fokus pada pengiriman produk secara bertahap . Aplikasi Berbasis Web Pengertian pada aplikasi berbasis web adalah sebuah program yang tersimpan pada sebuah server yang kemudian akan dikirim pada internet dan akan di akses melalui antar muka atau juga disebut dengan interface berupa web browser . Aplikasi web juga mempunyai perangkat lunak atau software yang bahasa-bahasa pemrograman seperti html, javascript, css, ruby, python, php dan banyak bahasa lainnya dalam sebuah pemrograman. Black Box Testing Black Box Testing adalah metode pengujian perangkat lunak yang berfokus pada evaluasi fungsionalitas sistem tanpa memeriksa struktur internal atau kode sumbernya. Pengujian ini menilai apakah perangkat lunak berfungsi sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dengan memberikan input dan mengamati output yang dihasilkan. Black Box Testing fungsional tanpa pengetahuan tentang implementasi internal . White Box Testing White Box Testing, juga dikenal sebagai structural testing atau glass-box testing, merupakan metode pengujian perangkat lunak yang berfokus pada struktur internal kode sumber. Pengujian ini dilakukan dengan menganalisis alur logika, kondisi, cabang, dan jalur program, sehingga penguji harus memiliki pengetahuan tentang struktur kode yang diuji . Clarysa Dera Noventia et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 516Ae525 Uji Validasi (Validation Testin. Uji validasi merupakan bagian penting dalam proses pengujian perangkat lunak yang bertujuan untuk memastikan bahwa sistem yang dibangun telah sesuai dengan kebutuhan dan harapan pengguna akhir . ser requirement. Uji validasi menitikberatkan pada pertanyaan: "Apakah kita membangun produk yang benar?" . Validasi pengembangan, setelah pengujian fungsional dan unit selesai. Pengujian ini tidak hanya menguji apakah sistem berjalan tanpa kesalahan, tetapi juga apakah fungsionalitas yang disediakan sistem benar-benar memenuhi kebutuhan yang telah ditetapkan dalam dokumen spesifikasi awal . METODOLOGI PENELITIAN Tahapan Penelitian Tahapan dalam penelitian ini disusun secara sistematis untuk mendukung proses rancang bangun sistem e-arsip administrasi kependudukan berbasis Penelitian ini mengikuti pendekatan metode Agile yang bersifat iteratif dan fleksibel, sehingga berdasarkan kebutuhan pengguna. Gambar 2. Tahap-tahap Penelitian Sumber: Asyhadi & Naibaho, 2021 Gambar 2 menunjukkan tahapan penelitian yang mengacu pada metode Agile, dimulai dari Perumusan Masalah sebagai dasar identifikasi kebutuhan sistem. Selanjutnya, dilakukan tahap Requirement untuk mengumpulkan dan merumuskan kebutuhan sistem berdasarkan hasil observasi dan wawancara. Tahap ini dilanjutkan dengan Design, yaitu proses perancangan alur kerja sistem, struktur data, dan antarmuka pengguna. Setelah desain disusun, tahap Development dilakukan dengan mengimplementasikan sistem menggunakan teknologi yang telah Sistem yang dikembangkan kemudian diuji pada tahap Testing guna memastikan fungsionalitas berjalan sesuai harapan. Setelah pengujian selesai dan sistem dinyatakan layak, dilakukan Deployment atau penerapan ke lingkungan operasional. Tahap berikutnya adalah Review, yaitu evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang telah diterapkan untuk mengetahui efektivitas dan kekurangan sistem. Setiap tahap yang dijalankan bersifat iteratif dan fleksibel sebagaimana prinsip Agile, memungkinkan adanya perbaikan pada setiap siklus. Akhir dari proses ini adalah Kesimpulan dan Saran yang merangkum hasil pengembangan selanjutnya. Pengumpulan Data Pengumpulan menggunakan beberapa metode yang diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif mengenai administrasi kependudukan dan kebutuhan sistem yang akan dibangun. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Studi Literatur Menganalisis berbagai sumber yang relevan, seperti buku, artikel ilmiah, serta dokumendokumen yang berkaitan dengan administrasi kependudukan dan implementasi sistem berbasis Studi mendapatkan pemahaman teoretis mengenai earsip serta mengetahui aplikasi serupa yang telah diterapkan di tempat lain. Observasi Mengamati kependudukan yang dilakukan di Kabupaten Blitar. Observasi ini dilakukan untuk mengetahui alur kerja yang berjalan, metode penyimpanan arsip yang digunakan, serta interaksi antar petugas dalam melayani masyarakat. Wawancara Melakukan wawancara dengan pihak-pihak Pegawai Administrasi Kependudukan. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Tim IT. Wawancara dilakukan dengan menggunakan format pertanyaan terbuka dan tertutup agar dapat menggali informasi secara lebih mendalam. Kuesioner Menyebarkan kuesioner kepada para pegawai administrasi dan masyarakat pengguna layanan untuk mengumpulkan data kuantitatif mengenai persepsi pengguna terhadap sistem administrasi kependudukan yang ada dan harapan mereka terhadap sistem baru. Kuesioner ini dirancang untuk mengukur tingkat kepuasan, tantangan yang dihadapi, serta fitur yang diinginkan. Metode Pengujian Untuk mencapai tingkat keandalan tersebut, proses pengujian dilakukan dengan menggunakan Clarysa Dera Noventia et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 516Ae525 tiga metode utama, yaitu Blackbox testing, whitebox testing, dan uji validasi. Blackbox testing digunakan untuk menguji fungsionalitas sistem dari sisi pengguna tanpa mempertimbangkan struktur internal program, dengan tujuan memastikan setiap input menghasilkan output yang sesuai. Sementara itu, whitebox testing dilakukan dengan memeriksa alur logika dan struktur kode program guna mendeteksi potensi kesalahan logika atau struktur yang dapat memengaruhi performa sistem. Adapun uji validasi bertujuan untuk memastikan bahwa sistem telah dibangun sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi yang telah dirumuskan pada tahap awal pengembangan. Melalui penerapan ketiga metode ini, sistem diuji secara menyeluruh untuk menjamin fungsionalitas, keandalan, dan kesesuaiannya terhadap kebutuhan pengguna, sehingga siap digunakan secara optimal dalam pengelolaan arsip kependudukan. Metode Pengembangan Penelitian ini merupakan penelitian R&D (Research and Developmen. yang bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem e-arsip administrasi kependudukan berbasis web. Pendekatan R&D Pengembangan diterapkan melalui serangkaian tahapan, yaitu perancangan, pembuatan prototipe, pengujian, evaluasi, dan penyempurnaan sistem secara iteratif, guna menghasilkan produk yang adaptif dan responsif terhadap perubahan kebutuhan pengguna . Selain itu, penelitian ini menggunakan pendekatan Agile Development Model yang memungkinkan pengembangan sistem dilakukan secara fleksibel dan terus menerus ditingkatkan. Pendekatan penelitian ini bersifat kuantitatif dan Pendekatan penelitian ini bersifat kuantitatif dan Metode kuantitatif digunakan untuk mengukur efektivitas sistem melalui uji coba dan evaluasi pengguna . , sedangkan metode kualitatif digunakan dalam pengumpulan data melalui wawancara dan observasi . Penelitian ini, tahap perancangan mencakup analisis kebutuhan pengguna serta desain sistem, yang meliputi arsitektur, antarmuka, dan struktur basis Selanjutnya, tahap pembangunan dilakukan dengan mengimplementasikan sistem berdasarkan desain yang telah dibuat serta melakukan pengujian untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan pengguna . Gambar 3. Flowhchart Sistem Lama Sumber: Hasil Olah Data Gambar 3 menunjukkan flowchart sistem lama dengan alur kerja pengelolaan arsip administrasi kependudukan yang masih dilakukan secara manual. Analisis Data Berikut flowchart sistem lama, serta sistem baru yang menggambarkan alur kerja pengelolaan arsip administrasi kependudukan berbasis web yang lebih terstruktur dan efisien dibandingkan sistem lama. Gambar 4. Flowhchart Sistem Baru Sumber: Hasil Olah Data Gambar 4 menunjukkan flowchart sistem baru dimulai dengan login kedalam sistem. Selanjutnya. Clarysa Dera Noventia et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 516Ae525 data yang dikirim akan diverifikasi secara otomatis oleh sistem dan dikonfirmasi oleh petugas sebelum disimpan dalam basis data. Penyimpanan arsip dilakukan dalam bentuk digital, memungkinkan pencarian dokumen secara cepat dan akurat melalui fitur pencarian berbasis sistem. Dengan sistem baru ini, proses pengelolaan arsip menjadi lebih efisien, meningkatkan aksesibilitas dan transparansi dalam pelayanan administrasi kependudukan. sebagai pusat informasi utama setelah pengguna berhasil login. Pada bagian kiri terdapat panel navigasi dengan menu seperti Beranda. Arsip Dokumen. Jenis Dokumen. Laporan Arsip. Profil Instansi. Pengguna Aplikasi, dan Tentang Aplikasi. Tampilan Kelola Arsip HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Development Bagian ini menyajikan hasil dari tahap pengembangan sistem e-arsip berdasarkan desain yang telah dibuat. Proses pengembangan dilakukan menggunakan framework CodeIgniter 4 dengan database MySQL sesuai kebutuhan sistem. Tampilan Login Gambar 6. Tampilan Kelola Arsip Sumber: Hasil Olah Data Gambar 6 menunjukkan tampilan halaman Arsip Dokumen pada Aplikasi Arsip Dokumen Administrasi Kependudukan. Tampilan ini menyajikan data arsip dokumen dalam bentuk tabel yang terstruktur Tampilan Kelola Jenis Dokumen Gambar 4. Tampilan Login Sumber: Hasil Olah Data Gambar 4 menunjukkan tampilan halaman login Aplikasi Arsip Dokumen Administrasi Kependudukan. Halaman ini berisi form autentikasi berupa input username dan password sebelum pengguna dapat mengakses sistem. Konsep desain dibuat sederhana untuk memudahkan pengguna dalam proses login secara cepat dan efisien. Tampilan Awal Gambar 7. Tampilan Jenis Dokumen Sumber: Hasil Olah Data Gambar 7 menunjukkan tampilan halaman Jenis Dokumen dalam Aplikasi Arsip Dokumen Administrasi Kependudukan. Halaman ini digunakan untuk mengelola daftar jenis dokumen yang dapat diarsipkan dalam sistem. Data ditampilkan dalam bentuk tabel yang terdiri dari kolom nomor, nama jenis dokumen, dan kolom aksi. Gambar 5. Tampilan Awal Sumber: Hasil Olah Data Gambar 5 menunjukkan tampilan Dashboard Administrator Aplikasi Arsip Dokumen Administrasi Kependudukan. Halaman ini dirancang Pengujian Sistem Black Box Testing Pengujian Black Box dilakukan untuk memastikan bahwa setiap fitur dalam sistem E-arsip Administrasi Kependudukan Berbasis Web berfungsi sesuai dengan Clarysa Dera Noventia et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 516Ae525 yang diharapkan tanpa memeriksa kode sumber secara langsung. Fokus pengujian ini adalah pada input dan output, termasuk reaksi sistem terhadap aksi Berikut adalah tabel hasil pengujian Black Box terhadap beberapa fungsi utama sistem: Tabel 1. Pengujian Black Box Testing Fitur yang Diuji Skenario Pengujian Pengguna yang valid Login Pengguna "Beranda" Navigasi Menu Beranda Input Arsip Dokumen Edit Arsip Dokumen Hapus Arsip Dokumen Manajem en Jenis Dokumen Laporan Arsip Pengelol aan Profil Instansi Manajem Penggun a Aplikasi Logout Pengguna an arsip baru semua data Pengguna Pengguna Pengguna Pengguna laporan arsip Admin instansi dan Admin Pengguna memilih opsi Hasil yang Diharapkan Status Sistem n dashboard Sesuai Sistem datang dan Sesuai Data dalam daftar Sesuai Data tampil dalam daftar arsip Arsip hilang bisa diakses Tabel 2. Pengujian White Box Testing Modul Diuji Sesuai Login Sesuai Sesuai Sistem n rekap data Sesuai Sesuai Pengguna Sesuai Sistem login kembali Sesuai Sumber: Hasil Olah Data White Box Testing White Box Testing dilakukan untuk mengevaluasi logika internal dan struktur kode dari sistem yang Pengujian ini berfokus pada jalur logika, pengendalian alur program, serta validasi terhadap setiap kondisi dan perulangan dalam kode, guna memastikan bahwa setiap bagian kode dapat berjalan sesuai fungsinya. Metode yang digunakan dalam pengujian ini adalah pengujian jalur . ath Testin. , dengan pendekatan analisis terhadap Flowchart, pseudocode, serta pemeriksaan langsung terhadap struktur pemrograman seperti looping, branching, dan conditional statement dalam fungsifungsi utama aplikasi. Jenis tampil dalam Data instansi Pada tabel 1 menunjukkan hasil pengujian Black Box, bahwa seluruh fitur utama sistem berjalan sesuai dengan fungsionalitas yang diharapkan. Mulai dari proses login, pengelolaan arsip, manajemen jenis dokumen, laporan, hingga pengaturan instansi dan pengguna dapat dijalankan tanpa kendala dengan presentase keberhasilan sebesar yaitu 100%. Navig Menu (Side Jalur yang Diuji Kondisi yang Diuji Input Ie Validasi Ie Akses Klik menu Ie Arahkan Input Arsip Doku Cek input Ie Simpan Ie Update list arsip Edit Arsip Ambil data Ie Proses edit Ie Simpan Hapus Arsip Klik hapus Ie Konfirmas i Ie Hapus arsip dari Hasil Diharap Akses Status Sesuai Input Tampil Sesuai Klik menu Beranda. Arsip. Jenis Dokumen , dst. Sistem n terkait Sesuai Input Arsip Sesuai Validasi Sesuai Input Data Data Arsip Arsip Data Validasi Arsip Pesan Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Jenis Doku Input jenis Ie Cek Ie Simpan Jenis Data Lapor Arsip Ambil arsip Ie Tampilka n tabel Profil Instan Input Ie Simpan Peng Aplika Tambah user Ie Validasi Ie Simpan Logou Klik logout Ie Hapus session Ie Redirect ke login Jenis Tidak ada Data Data Input Clarysa Dera Noventia et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 516Ae525 Data Pesan Tabel Pesan Profil Validasi User Total Skor Skor Maksimum Sesuai Sesuai (Jumlah Responden * Jumlah Butir Soal * Skala Tertingg. Sumber: Hasil Olah Data Sesuai Sesuai Pada tabel 3 menunjukkan hasil dari perhitungan tabulasi ahli IT pada tabel diatas dimasukan kedalam rumus kelayakan. Berikut perhitungan rumus kelayakan sistem e-arsip administrasi kependudukan berbasis web menggunakan metode Agile. ycEycyceycyceycuycycaycyce yayceycoycaycycaycoycaycu = Sesuai y 100% ycEycyceycyceycuycycaycyce yayceycoycaycycaycoycaycu = 88 % Sesuai Sesuai Berdasarkan hasil dari analisis data yang telah dilakukan dari hasil kuisioner ahli IT. Sehingga diperoleh hasil perhitungan secara keseluruhan adalah 88 %. Tabel 4. Tabel hasil tabulasi Bidang Arsip Skor Kecapaian Hasil Skor Input Tampil Sesuai Sesi aktif Kembali n login Sesuai Total Skor Skor Maksimum Sumber: Hasil Olah Data Pada tabel 2 menunjukkan hasil pengujian White Box, pengujian dilakukan terhadap seluruh modul utama yang terdapat pada antarmuka aplikasi E-arsip Administrasi Kependudukan, termasuk login, navigasi menu, pengelolaan arsip, jenis dokumen, laporan instansi, manajemen pengguna, hingga proses logout. Pengujian ini bertujuan untuk memastikan alur logika internal dari setiap fungsi berjalan sesuai dengan skenario yang dirancang, seperti validasi input, pengolahan data, serta pengendalian alur program dengan prosentase keberhasilan yaitu 100%. Total (Skala * Hasil Sko. (Jumlah Responden * Jumlah Butir Soal * Skala Tertingg. Sumber: Hasil Olah Data Pada tabel 4 menunjukkan hasil dari perhitungan tabulasi bidang arsip pada tabel diatas dimasukan kedalam rumus kelayakan. Berikut e-arsip menggunakan metode Agile. ycEycyceycyceycuycycaycyce yayceycoycaycycaycoycaycu = y 100% ycEycyceycyceycuycycaycyce yayceycoycaycycaycoycaycu = 82 % Uji Validasi Pengujian validasi dilakukan untuk mengetahui e-arsip kependudukan berbasis web menggunakan metode Agile telah memenuhi harapan pengguna. Uji validasi ini menggunakan kuesioner dengan skala Likert 1Ae5, yang disebarkan kepada 12 responden. Berdasarkan hasil dari analisis data yang telah dilakukan dari hasil kuisioner bidang arsip. Sehingga diperoleh hasil perhitungan secara keseluruhan adalah 82 %. Tabel 5. Tabel hasil tabulasi Staff Umum Skor Kecapaian Hasil Skor Tabel 3. Tabel hasil tabulasi Ahli IT Skor Kecapaian Hasil Skor Total (Skala * Hasil Sko. Total Skor Total (Skala * Hasil Sko. Skor Maksimum Clarysa Dera Noventia et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 516Ae525 (Jumlah Responden * Jumlah Butir Soal * Skala Tertingg. Sumber: Hasil Olah Data Pada tabel 5 menunjukkan hasil dari perhitungan tabulasi staff umum pada tabel diatas dimasukan kedalam rumus kelayakan. Berikut e-arsip menggunakan metode Agile. memenuhi kebutuhan fungsional dan operasional di Penulis juga berterima kasih kepada rekanrekan sejawat di lingkungan akademik yang telah penyusunan penelitian ini. Tidak lupa, penulis mengucapkan terima kasih kepada keluarga dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, yang telah memberikan dukungan moral dan motivasi selama proses penelitian hingga penulisan naskah ini selesai. DAFTAR PUSTAKA ycEycyceycyceycuycycaycyce yayceycoycaycycaycoycaycu = y 100% . ycEycyceycyceycuycycaycyce yayceycoycaycycaycoycaycu = 84. Berdasarkan hasil dari analisis data yang telah dilakukan dari hasil kuisioner staff umum. Sehingga diperoleh hasil perhitungan secara keseluruhan 67 %. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan . Sistem e-arsip administrasi kependudukan berhasil PHP framework CodeIgniter 4 dan basis data MySQL, menerapkan metode Agile yang mendukung proses iteratif dan adaptif. Hasil pengujian Black Box dan White Box sedangkan uji validasi memperoleh nilai 88% dari ahli IT, 82% dari ahli kearsipan, dan 84,67% dari staf umum, yang menandakan sistem telah layak digunakan. Sistem ini mampu mempercepat pencatatan dan pencarian dokumen, mengurangi risiko kehilangan arsip, serta meningkatkan efisiensi dan akurasi pelayanan publik di lingkungan Disdukcapil, meskipun masih memiliki ruang untuk peningkatan stabilitas, penyempurnaan antarmuka, dan penambahan fitur. Saran Pengembangan e-arsip administrasi kependudukan disarankan untuk berfokus pada peningkatan stabilitas performa terutama pada tampilan antarmuka agar lebih modern dan responsif, penyediaan dokumentasi yang dilengkapi tutorial visual, serta penambahan fitur seperti pencetakan otomatis, ekspor data, dan integrasi dengan sistem kependudukan lain. Selain itu, evaluasi berkala berdasarkan masukan pengguna dan penelitian lanjutan terkait integrasi teknologi terbaru diperlukan untuk memastikan sistem terus relevan dan mampu memenuhi kebutuhan digitalisasi pengelolaan arsip secara optimal. UCAPAN TERIMA KASIH