Khidmatan Volume 6. Nomor 1. Juni 2026, hal. ISSN : 2798-8430 . | ISSN : 2809-6908 . https://raja. id/khidmatan Pendampingan Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular Perspektif MaqAid al-SyarAoah pada Masyarakat Desa Hegarmanah. Jatinangor. Sumedang Moch. Hoerul Gunawan,1* Irni Sri Cahyanti,1 Mohammad Yahdi,1 Ninda Annisa Mufida Pertiwi,2 Aghni Aulia Aziz,2 M. Syafrie Ramadhan,3 Neneng Wahyuni,3 Naila Sri Sukma Ayu3. Nia Kurnia Lestari,4 dan Muhammad Izzul Syahmi Zulkepli. Prodi Ekonomi SyariAoah. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Indonesia. Prodi Manajemen. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Indonesia. 3 Prodi Akuntansi SyariAoah. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Indonesia. 4 Prodi Manajemen Keuangan SyariAoah. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Indonesia. 5 Prodi SyariAoah dan Ekonomi. Universiti Malaya. Malaysia. *Penulis korespondensi : Moch. Hoerul Gunawan *Email : hoerulgunawan. hg@uinsgd. Diterima: 03 Januari 2. Direvisi: 20 Januari 2. Disetujui: 27 Januari 2026 |A Penulis 2026 Abstrak Permasalahan sampah di tingkat komunitas masih menjadi tantangan serius yang berdampak pada kualitas lingkungan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan menganalisis pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang diintegrasikan dengan nilai-nilai maqAid al-syarAoah di TPS Sauyunan Hegarmanah. Kecamatan Jatinangor. Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan pengelola TPS, masyarakat sekitar, relawan lingkungan, dan tokoh masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan, meliputi identifikasi masalah, perencanaan aksi, pelaksanaan, observasi, serta refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan pemilahan sampah, daur ulang, dan pemanfaatan kembali sampah mampu mengurangi volume sampah residu, meningkatkan nilai ekonomi sampah, serta mendorong partisipasi dan perubahan perilaku masyarakat. Integrasi ekonomi sirkular dengan kerangka maqAid al-syarAoah memperkuat dimensi kemaslahatan, yang tercermin dalam perlindungan jiwa . ife al-naf. melalui lingkungan yang lebih bersih dan sehat, perlindungan harta . ife al-mA. melalui peningkatan nilai ekonomi, serta perlindungan lingkungan . ife al-bAoa. melalui praktik pengelolaan sampah Kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas dan nilai keislaman efektif dalam mendorong keberlanjutan pengelolaan sampah. Kata kunci: Pengabdian Kepada Masyarakat. Ekonomi sirkular. Pengelolaan sampah. MaqAid alsyarAoah. PAR. Abstract Waste management at the community level remains a multidimensional challenge affecting environmental quality, public health, and socio-economic welfare. This community service program aims to implement and analyze circular economyAebased waste management integrated with the values of maqAid al-sharAoah at TPS Sauyunan Hegarmanah. Jatinangor District. Sumedang Regency. The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach, actively involving waste management officers, local residents, environmental volunteers, and community leaders throughout all stages, including problem identification, action planning, implementation, observation, and collective The results indicate that the application of waste segregation, recycling, and reuse practices effectively reduced residual waste volume, increased the economic value of waste, and enhanced community participation and behavioral change. The integration of circular economy principles with the maqAid al-sharAoah framework strengthened the dimension of public benefit . , as reflected in the protection of life . ife al-naf. through a cleaner and healthier environment, the protection of wealth . ife al-mA. through improved economic value and resource efficiency, and the protection of the environment . ife al-bAoa. through sustainable waste management practices. This program demonstrates that a community-based approach grounded in Islamic values is effective in promoting sustainable and socially meaningful waste management. Keywords: Community service. Circular economy. Waste management. MaqAid al-sharAoah. PAR. Khidmatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Moch. Hoerul Gunawan dkk PENDAHULUAN Permasalahan sampah telah berkembang menjadi isu strategis yang bersifat multidimensional, tidak hanya berkaitan dengan degradasi lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Peningkatan jumlah penduduk, urbanisasi yang masif, perubahan pola konsumsi, serta dominasi budaya sekali pakai telah menyebabkan volume dan kompleksitas sampah terus meningkat, khususnya di wilayah permukiman dan kawasan pendidikan. Di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sumedang, persoalan sampah masih ditandai oleh keterbatasan sarana prasarana, rendahnya partisipasi masyarakat, serta lemahnya sistem pengelolaan yang berorientasi pada keberlanjutan, sehingga berimplikasi pada pencemaran lingkungan, risiko kesehatan, dan meningkatnya beban ekonomi daerah (KLHK, 2021. Bappenas, 2. Hingga saat ini, pengelolaan sampah di tingkat lokal umumnya masih mengandalkan pendekatan konvensional yang bersifat linear, yaitu ambilAegunakanAebuang. Pola ini menempatkan sampah sebagai residu yang tidak bernilai dan berujung pada penumpukan di tempat pembuangan Sejumlah studi menunjukkan bahwa pendekatan linear tidak hanya tidak efisien dalam pemanfaatan sumber daya, tetapi juga mempercepat degradasi lingkungan serta menghilangkan potensi nilai ekonomi dari material yang sebenarnya masih dapat dimanfaatkan kembali (Sembiring & Nitivattananon, 2020. Bayu et al. , 2. Kondisi ini menunjukkan perlunya transformasi paradigma pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan partisipatif. Sebagai alternatif, konsep ekonomi sirkular hadir sebagai pendekatan yang menekankan prinsip reduce, reuse, dan recycle dengan memandang sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomi, sosial, dan ekologis. Ekonomi sirkular mendorong optimalisasi siklus material melalui pemilahan, pemanfaatan ulang, dan daur ulang, sekaligus membuka peluang penciptaan nilai tambah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis komunitas (Bappenas, 2021. Kirchherr. Reike, & Hekkert. Dalam konteks lokal, penerapan ekonomi sirkular menjadi semakin relevan apabila dikembangkan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama Namun demikian, praktik ekonomi sirkular yang berkembang selama ini cenderung berorientasi teknis dan ekonomis, serta belum banyak mengintegrasikan dimensi nilai dan etika keagamaan, khususnya dalam masyarakat Muslim. Padahal, prinsip maqAid al-syarAoah menawarkan kerangka normatif yang komprehensif dalam pengelolaan sumber daya dan lingkungan melalui tujuan perlindungan jiwa . ife al-naf. , harta . ife al-mA. , akal . ife al-Aoaq. , keturunan . ife al-nas. , dan lingkungan sebagai bagian dari kemaslahatan umum . ife al-bAoa. (Auda, 2021. Hasan & Abdullah. Minimnya integrasi nilai maqAid al-syarAoah berpotensi menjadikan praktik ekonomi sirkular kehilangan dimensi moral, keadilan sosial, dan keberlanjutan jangka panjang. Dalam konteks tersebut. TPS Sauyunan Hegarmanah di Kecamatan Jatinangor. Kabupaten Sumedang, menjadi ruang strategis untuk dikaji dan dikembangkan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). TPS ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengelolaan teknis sampah, tetapi juga sebagai arena pembelajaran sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui praktik pemilahan, pengolahan sampah organik, daur ulang, serta penciptaan nilai ekonomi berbasis partisipasi warga. Melalui metode PAR, masyarakat dilibatkan secara aktif dalam proses identifikasi masalah, perencanaan aksi, pelaksanaan, dan refleksi bersama, sehingga praktik ekonomi sirkular tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi diinternalisasi sebagai bagian dari nilai dan perilaku kolektif. Dengan mengintegrasikan ekonomi sirkular dan maqAid al-syarAoah melalui pendekatan PAR. TPS Sauyunan Hegarmanah berpotensi menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berkelanjutan, tidak hanya dalam aspek lingkungan dan ekonomi, tetapi juga dalam membangun kesadaran etis dan kemaslahatan sosial masyarakat secara holistik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang bertujuan tidak hanya untuk memahami fenomena pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, tetapi juga untuk mendorong perubahan sosial melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan Pendampingan Pengelolaan Sampah BerbasisA Khidmatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. ISSN : 2614-5251 . | ISSN : 2614-526X . Pendekatan PAR dipilih karena sejalan dengan karakter pengelolaan sampah berbasis komunitas, yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama sekaligus mitra dalam proses perencanaan, pelaksanaan, refleksi, dan evaluasi kegiatan. Dalam konteks ini, penelitian berfungsi sebagai sarana pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, kapasitas, dan praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan sesuai dengan nilai-nilai maqAid al-syarAoah. Metode PAR dilaksanakan melalui siklus tindakan partisipatif yang meliputi tahap identifikasi masalah, perencanaan aksi, pelaksanaan aksi, observasi, dan refleksi bersama. Pada tahap identifikasi masalah, peneliti bersama masyarakat dan pengelola TPS Sauyunan Hegarmanah melakukan pemetaan kondisi pengelolaan sampah, tantangan yang dihadapi, serta potensi pengembangan ekonomi sirkular berbasis komunitas. Tahap ini juga menjadi ruang dialog untuk menggali nilai-nilai sosial, budaya, dan keagamaan yang melandasi praktik pengelolaan sampah di masyarakat. Tahap perencanaan aksi dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pengelola TPS, masyarakat, relawan lingkungan, dan tokoh masyarakat. Pada tahap ini disusun rencana kegiatan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, seperti penguatan sistem pemilahan sampah, optimalisasi pemanfaatan ulang dan daur ulang, serta penguatan kesadaran nilai maqAid al-syarAoah dalam praktik sehari-hari. Rencana aksi dirancang secara kontekstual sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas masyarakat setempat. Tahap pelaksanaan aksi mencakup penerapan langsung kegiatan yang telah direncanakan, dengan pendampingan intensif dari peneliti. Kegiatan ini meliputi edukasi dan sosialisasi, praktik pemilahan dan pengolahan sampah, penguatan kelembagaan TPS, serta pengembangan nilai ekonomi dari hasil pengelolaan sampah. Selama tahap ini, peneliti berperan sebagai fasilitator yang mendorong partisipasi aktif masyarakat, bukan sebagai aktor utama. Observasi dilakukan secara berkelanjutan selama proses aksi untuk mendokumentasikan perubahan perilaku, dinamika partisipasi masyarakat, serta dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang muncul. Data observasi diperoleh melalui pengamatan langsung, catatan lapangan, dan dokumentasi kegiatan yang melibatkan masyarakat sebagai co-researcher. Tahap refleksi dan evaluasi dilakukan secara partisipatif melalui diskusi kelompok terarah (FGD) dan pertemuan evaluatif bersama seluruh pemangku kepentingan. Refleksi ini bertujuan untuk menilai efektivitas tindakan yang telah dilakukan, mengidentifikasi pembelajaran bersama, serta merumuskan perbaikan dan tindak lanjut pada siklus PAR berikutnya. Proses refleksi juga digunakan untuk menilai kesesuaian praktik pengelolaan sampah dengan prinsip maqAid al-syarAoah, khususnya dalam aspek perlindungan jiwa . ife al-naf. , perlindungan harta . ife al-mA. , dan perlindungan lingkungan . ife al-bAoa. Lokasi penelitian adalah TPS Sauyunan Hegarmanah. Desa Hegarmanah. Kecamatan Jatinangor. Kabupaten Sumedang, yang dilaksanakan pada periode OktoberAeDesember 2025. Subjek penelitian meliputi pengelola TPS, masyarakat sekitar, relawan lingkungan, tokoh masyarakat, serta mitra pendukung kegiatan. Penentuan partisipan dilakukan secara purposif dan partisipatif dengan mempertimbangkan keterlibatan aktif dan kontribusi mereka dalam proses PAR. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah (FGD), dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan reflektif dengan mengintegrasikan temuan empiris dari setiap siklus PAR. Data dianalisis melalui proses pengorganisasian tema, refleksi kritis bersama masyarakat, serta interpretasi berbasis kerangka maqAid al-syarAoah sebagai alat evaluasi terhadap capaian kemaslahatan sosial, ekonomi, dan ekologis. Dengan pendekatan PAR, penelitian ini tidak hanya menghasilkan pengetahuan akademik, tetapi juga mendorong transformasi sosial yang berkelanjutan melalui praktik pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan partisipasi aktif masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Lokasi TPS Sauyunan Hegarmanah terletak di Jl. Raya Jatinangor No. Desa Hegarmanah. Kecamatan Jatinangor. Kabupaten Sumedang. Jawa Barat 45363. TPS ini berada di kawasan strategis Pendampingan Pengelolaan Sampah Berbasis Khidmatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Moch. Hoerul Gunawan dkk yang berdekatan dengan permukiman warga, pusat aktivitas ekonomi lokal, serta kawasan pendidikan. Posisi tersebut menjadikan TPS Sauyunan Hegarmanah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial dan edukasi lingkungan bagi masyarakat sekitar. TPS Sauyunan Hegarmanah dikenal sebagai TPS berbasis komunitas yang mengedepankan prinsip partisipasi masyarakat dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Keberadaan TPS ini merupakan respons atas meningkatnya volume sampah rumah tangga di wilayah Hegarmanah seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Sejarah Berdirinya TPS Sauyunan Hegarmanah TPS Sauyunan Hegarmanah didirikan sebagai inisiatif bersama antara masyarakat setempat, aktivis lingkungan, dan pemerintah desa sebagai upaya mengatasi permasalahan sampah yang sebelumnya dikelola secara konvensional. Sebelum berdirinya TPS ini, pengelolaan sampah di Desa Hegarmanah cenderung menggunakan pola kumpulAeangkutAebuang, yang mengakibatkan penumpukan sampah, pencemaran lingkungan, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pemilahan sampah. Nama AuSauyunanAy, yang dalam bahasa Sunda berarti kebersamaan atau gotong royong, mencerminkan semangat kolektif yang melandasi pendirian TPS ini. Sejak awal. TPS Sauyunan Hegarmanah dirancang sebagai ruang kolaboratif yang tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan nilai kepedulian terhadap Seiring waktu. TPS ini berkembang menjadi pusat pengelolaan sampah berbasis komunitas yang mulai menerapkan prinsip ekonomi sirkular, seperti pemilahan, pemanfaatan ulang, dan pengolahan sampah bernilai ekonomi. Sistem Kerja dan Pengelolaan TPS Sistem kerja TPS Sauyunan Hegarmanah dijalankan melalui mekanisme pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan masyarakat sebagai aktor utama. Sampah yang masuk ke TPS berasal dari rumah tangga dan aktivitas masyarakat sekitar. Sampah tersebut dipilah sejak dari sumber, terutama antara sampah organik dan anorganik. Proses pemilahan ini menjadi fondasi utama dalam penerapan prinsip ekonomi sirkular di TPS Sauyunan Hegarmanah. Sampah organik dikelola melalui proses pengomposan atau metode pengolahan sederhana lain yang ramah lingkungan, sedangkan sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam dikumpulkan, dipilah kembali, dan disalurkan kepada pengepul atau dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna. Pengelolaan TPS dilakukan oleh tim pengelola yang berasal dari unsur masyarakat dan relawan lingkungan, dengan pembagian tugas yang jelas mulai dari pengumpulan, pemilahan, pengolahan, hingga pendistribusian hasil olahan sampah. Selain aspek teknis, sistem pengelolaan TPS juga menekankan aspek edukatif dan sosial. TPS Sauyunan Hegarmanah secara rutin menjadi lokasi kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan edukasi lingkungan bagi masyarakat, khususnya terkait pentingnya pengurangan sampah dan pengelolaan yang berkelanjutan. Peran Masyarakat dalam Pengelolaan TPS Peran masyarakat merupakan unsur kunci dalam keberlanjutan TPS Sauyunan Hegarmanah. Masyarakat tidak hanya berperan sebagai penghasil sampah, tetapi juga sebagai aktor utama dalam sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas. Partisipasi masyarakat diwujudkan melalui keterlibatan dalam pemilahan sampah dari rumah, keikutsertaan dalam kegiatan gotong royong, serta dukungan terhadap operasional TPS. Selain itu, sebagian masyarakat terlibat langsung sebagai relawan atau pengelola TPS, sehingga tercipta rasa memiliki terhadap fasilitas dan program pengelolaan sampah yang dijalankan. Peran aktif masyarakat ini tidak hanya berdampak pada efektivitas pengelolaan sampah, tetapi juga memperkuat kohesi sosial dan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan. Pendampingan Pengelolaan Sampah BerbasisA Khidmatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. ISSN : 2614-5251 . | ISSN : 2614-526X . Dalam konteks ekonomi sirkular berbasis maqAid al-syarAoah, keterlibatan masyarakat di TPS Sauyunan Hegarmanah dapat dipahami sebagai bentuk ibadah sosial dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan. Melalui peran aktif masyarakat. TPS Sauyunan Hegarmanah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengelolaan sampah, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan praktik nilai-nilai keberlanjutan, keadilan, dan kemaslahatan bersama. Implementasi Ekonomi Sirkular dalam Pengelolaan Sampah Pola Pemilahan Sampah Implementasi ekonomi sirkular di TPS Sauyunan Hegarmanah diawali dengan penerapan pola pemilahan sampah sejak dari sumber, khususnya pada tingkat rumah tangga. Sampah dipilah menjadi sampah organik dan anorganik sebelum dikirim ke TPS. Pola ini sejalan dengan prinsip dasar ekonomi sirkular yang menempatkan pemilahan sebagai prasyarat utama untuk menjaga nilai material agar tetap dapat dimanfaatkan kembali. Pemilahan dari sumber juga terbukti mampu mengurangi volume residu sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Di tingkat TPS, proses pemilahan dilanjutkan secara lebih rinci, terutama untuk sampah anorganik seperti plastik, kertas, logam, dan kaca. Sampah dipisahkan berdasarkan jenis dan kualitas agar dapat masuk ke rantai daur ulang yang tepat. Pendekatan ini menunjukkan adanya pergeseran paradigma masyarakat dari pola pengelolaan sampah linear menuju pola sirkular yang menempatkan sampah sebagai sumber daya. Proses Daur Ulang dan Pemanfaatan Kembali Setelah melalui proses pemilahan, sampah yang terkumpul dikelola melalui mekanisme daur ulang dan pemanfaatan kembali. Sampah organik diolah menjadi kompos atau produk olahan lain yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat, baik untuk kebutuhan pertanian skala rumah tangga maupun kegiatan penghijauan. Praktik ini sejalan dengan konsep pengurangan sampah melalui pengolahan di sumber sebagaimana direkomendasikan dalam kebijakan pengelolaan sampah Sementara itu, sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi, seperti plastik dan kertas, dikumpulkan dan disalurkan kepada mitra pengepul atau industri daur ulang. Sebagian sampah juga dimanfaatkan kembali melalui pembuatan produk sederhana yang memiliki nilai guna. Proses ini mencerminkan prinsip ekonomi sirkular yang bertujuan memperpanjang siklus hidup material dan meminimalkan limbah. Dengan demikian. TPS Sauyunan Hegarmanah berfungsi sebagai simpul penghubung antara masyarakat dan sistem ekonomi daur ulang yang lebih luas. Nilai Ekonomi yang Dihasilkan Penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah di TPS Sauyunan Hegarmanah menghasilkan nilai ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Nilai ekonomi tersebut berasal dari penjualan sampah anorganik yang telah dipilah, pemanfaatan produk daur ulang, serta penghematan biaya pengelolaan sampah rumah tangga. Sampah yang sebelumnya dipandang sebagai beban lingkungan kini bertransformasi menjadi sumber pendapatan tambahan, baik bagi pengelola TPS maupun masyarakat yang terlibat. Selain nilai ekonomi langsung, praktik ini juga menghasilkan nilai ekonomi tidak langsung, seperti peningkatan efisiensi pengelolaan sampah, pengurangan biaya transportasi ke TPA, serta terciptanya peluang usaha berbasis lingkungan. Dalam perspektif ekonomi sirkular, nilai ekonomi tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan, tetapi juga dari efisiensi sumber daya dan keberlanjutan sistem. Oleh karena itu, implementasi ekonomi sirkular di TPS Sauyunan Hegarmanah tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan lingkungan masyarakat. Pendampingan Pengelolaan Sampah Berbasis Khidmatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Moch. Hoerul Gunawan dkk Analisis Implementasi Ekonomi Sirkular dalam Kerangka MaqAid al-SyarAoah ife al-Nafs: Dampak terhadap Kesehatan dan Lingkungan Dalam kerangka maqAid al-syarAoah, perlindungan jiwa . ife al-naf. tidak hanya dipahami sebagai upaya menjaga keselamatan manusia dari ancaman langsung, tetapi juga mencakup penciptaan kondisi lingkungan yang bersih, sehat, dan mendukung kualitas hidup masyarakat. Melalui proses pendampingan berbasis Participatory Action Research (PAR), penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah di TPS Sauyunan Hegarmanah berkontribusi pada peningkatan kualitas lingkungan permukiman secara partisipatif. Keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan ulang sampah mendorong berkurangnya akumulasi limbah, menekan munculnya bau tidak sedap, serta meminimalkan risiko kesehatan akibat paparan sampah rumah tangga (WHO, 2021. KLHK, 2. ebih lanjut, proses refleksi bersama dalam siklus PAR menunjukkan bahwa perubahan praktik pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada aspek teknis kebersihan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang keterkaitan antara pengelolaan sampah, kesehatan, dan nilai-nilai keislaman. Dalam konteks ini, ekonomi sirkular yang diinternalisasikan melalui pendampingan masyarakat menjadi sarana aktualisasi uife al-nafs, karena mampu menciptakan lingkungan hidup yang lebih aman dan sehat sekaligus memperkuat tanggung jawab sosial masyarakat terhadap keberlanjutan lingkungan (Auda, 2021. Hasan & Abdullah, 2. Lingkungan yang bersih dan terkelola dengan baik memiliki hubungan yang erat dengan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Melalui pendampingan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di TPS Sauyunan Hegarmanah, praktik pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan ulang sampah terbukti mampu menekan pencemaran tanah dan air yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi warga. Dalam kerangka maqAid al-syarAoah, kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak semata-mata merupakan persoalan teknis kebersihan, tetapi merupakan bagian integral dari upaya perlindungan jiwa . ife al-naf. melalui penciptaan lingkungan hidup yang sehat dan aman (WHO, 2021. KLHK, 2. Dengan demikian, ekonomi sirkular berfungsi sebagai instrumen preventif dalam menjaga kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kualitas lingkungan permukiman. Lebih lanjut, hasil refleksi partisipatif dalam siklus PAR menunjukkan bahwa lingkungan yang bersih dan tertata juga memberikan dampak pada aspek psikososial masyarakat, seperti meningkatnya rasa aman, kenyamanan, dan martabat kolektif warga. Hal ini menegaskan bahwa uife al-nafs tidak hanya mencakup dimensi biologis, tetapi juga meliputi kesehatan mental dan sosial yang terbentuk melalui lingkungan hidup yang layak. Oleh karena itu, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang dikembangkan secara partisipatif dapat dipahami sebagai praktik perlindungan kehidupan dalam makna yang luas, selaras dengan tujuan maqAid al-syarAoah untuk mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat secara holistik (Auda, 2021. Hasan & Abdullah, 2. ife al-MAl: Peningkatan Nilai Ekonomi dan Pendapatan Masyarakat Aspek uife al-mAl atau perlindungan harta menjadi salah satu tujuan utama dalam analisis implementasi ekonomi sirkular. Pengelolaan sampah di TPS Sauyunan Hegarmanah telah mengubah persepsi masyarakat terhadap sampah dari barang tidak bernilai menjadi sumber daya ekonomi. Melalui proses pemilahan dan daur ulang, sampah anorganik menghasilkan nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh pengelola dan masyarakat, baik dalam bentuk pendapatan tambahan maupun penghematan biaya pengelolaan sampah. Ekonomi sirkular memungkinkan terciptanya pemanfaatan sumber daya secara efisien sekaligus membuka peluang usaha berbasis lingkungan. Praktik ini sejalan dengan prinsip maqAid alsyarAoah yang menekankan pengelolaan harta secara produktif, adil, dan berkelanjutan (Auda, 2. Dengan demikian, peningkatan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kesejahteraan material, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat serta mengurangi ketergantungan pada sistem pengelolaan sampah konvensional. Pendampingan Pengelolaan Sampah BerbasisA Khidmatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. ISSN : 2614-5251 . | ISSN : 2614-526X . Lebih jauh, uife al-mAl juga berkaitan dengan keadilan distribusi dan keberlanjutan ekonomi. Ekonomi sirkular berbasis komunitas memungkinkan distribusi manfaat ekonomi yang lebih merata, tidak terpusat pada aktor besar, melainkan melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi dan ketahanan masyarakat, yang merupakan esensi dari perlindungan harta dalam maqAid al-syarAoah. ife al-BAoah: Keberlanjutan Lingkungan dan Pengurangan Sampah Perlindungan lingkungan . ife al-bAoa. merupakan salah satu dimensi maqAid al-syarAoah yang semakin memperoleh perhatian dalam menghadapi krisis ekologis global. Melalui proses pendampingan berbasis Participatory Action Research (PAR), penerapan prinsip ekonomi sirkular di TPS Sauyunan Hegarmanah terbukti berkontribusi dalam menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Praktik pemilahan, daur ulang, dan pemanfaatan ulang sampah yang dilakukan secara partisipatif mampu mengurangi aliran limbah, sekaligus meminimalkan dampak negatif terhadap kualitas tanah, air, dan lingkungan permukiman (UNEP, 2021. KLHK, 2. Pendekatan tersebut sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menekankan larangan terhadap perusakan lingkungan . asAd f al-ar. dan mendorong pemeliharaan keseimbangan alam sebagai bagian dari amanah manusia. Dalam konteks ini, ekonomi sirkular yang dikembangkan melalui pendampingan masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai solusi teknis pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi manifestasi tanggung jawab moral dan spiritual manusia sebagai khalfah f al-ars. Perspektif ini menegaskan bahwa praktik pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular memiliki landasan etis dan religius yang kuat dalam mendukung keberlanjutan lingkungan hidup (Auda, 2021. Hasan & Abdullah, 2. Jika dianalisis secara integratif, penerapan ekonomi sirkular di TPS Sauyunan Hegarmanah merepresentasikan pertemuan antara dimensi ekonomi, sosial, dan spiritual dalam satu sistem pengelolaan sampah berbasis nilai. Perlindungan jiwa . ife al-naf. , perlindungan harta . ife al-mA. , dan perlindungan lingkungan . ife al-bAoa. tidak berjalan secara terpisah, melainkan saling memperkuat melalui praktik partisipatif yang mendorong kesehatan lingkungan, peningkatan nilai ekonomi sampah, serta penguatan kesadaran etis masyarakat (Bappenas, 2021. Kirchherr et al. , 2. Dalam kerangka ini, pengelolaan sampah tidak lagi dipahami sekadar sebagai kewajiban administratif, melainkan sebagai bentuk ibadah sosio-ekologis yang berorientasi pada kemaslahatan Ekonomi sirkular berperan sebagai sarana konkret untuk menerjemahkan maqAid al-syarAoah ke dalam praktik kehidupan sehari-hari masyarakat. Oleh karena itu. TPS Sauyunan Hegarmanah dapat diposisikan tidak hanya sebagai unit teknis pengelolaan sampah, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan laboratorium sosial maqAid yang hidup di tingkat komunitas melalui pendekatan pendampingan berbasis PAR. Dampak Sosial. Ekonomi, dan Lingkungan Perubahan Perilaku Masyarakat Penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah di TPS Sauyunan Hegarmanah memberikan dampak signifikan terhadap perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam memandang dan memperlakukan sampah. Sampah yang sebelumnya dianggap sebagai limbah tidak bernilai kini dipahami sebagai bagian dari siklus kehidupan yang harus dikelola secara bertanggung Perubahan ini tercermin dari meningkatnya kebiasaan memilah sampah di tingkat rumah tangga, partisipasi dalam kegiatan pengelolaan TPS, serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Secara lebih mendalam, perubahan perilaku tersebut menunjukkan pergeseran kesadaran dari pola konsumsi yang eksploitatif menuju pola konsumsi yang lebih reflektif dan etis. Dalam perspektif maqAid al-syarAoah, perubahan perilaku ini merupakan manifestasi internalisasi nilai tanggung jawab . dan pencegahan kemudaratan . afAo al-mafAsi. Dengan demikian, dampak sosial ekonomi sirkular tidak hanya bersifat praktis, tetapi juga membentuk etos kehidupan baru yang lebih selaras dengan nilai keberlanjutan dan kemaslahatan bersama. Pendampingan Pengelolaan Sampah Berbasis Khidmatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Moch. Hoerul Gunawan dkk Pemberdayaan Ekonomi Lokal Dari sisi ekonomi, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi lokal masyarakat Hegarmanah. Kegiatan pemilahan, daur ulang, dan pemanfaatan kembali sampah membuka ruang partisipasi ekonomi bagi masyarakat, baik sebagai pengelola TPS, relawan, maupun pelaku usaha kecil berbasis lingkungan. Sampah olahan menghasilkan nilai tambah ekonomi yang dapat dimanfaatkan sebagai pendapatan tambahan atau penghematan biaya rumah tangga. Lebih jauh, pemberdayaan ekonomi ini bersifat inklusif karena melibatkan berbagai lapisan masyarakat dan tidak memerlukan modal besar. Dalam perspektif uife al-mAl, ekonomi sirkular berfungsi sebagai mekanisme untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan mengoptimalkan sumber daya lokal. Ekonomi yang tumbuh dari pengelolaan sampah bukanlah ekonomi yang eksploitatif, melainkan ekonomi yang berbasis keberlanjutan dan keadilan, dengan kesejahteraan bersama sebagai tujuan utama. Kesadaran Ekologis Berbasis Nilai-Nilai Islam Salah satu dampak paling mendalam dari penerapan ekonomi sirkular di TPS Sauyunan Hegarmanah adalah tumbuhnya kesadaran ekologis yang berakar pada nilai-nilai Islam. Pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai kewajiban administratif semata, melainkan sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan dan ibadah sosial. Kesadaran ini tercermin dalam cara masyarakat mengaitkan kebersihan, keberlanjutan lingkungan, dan pengelolaan sampah dengan nilai amanah, larangan berbuat kerusakan . , serta peran manusia sebagai khalfah f al-ars. Kesadaran ekologis berbasis nilai Islam ini memperkuat keberlanjutan praktik ekonomi sirkular karena digerakkan oleh motivasi internal dan spiritual, bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan. Dalam kerangka maqAid al-syarAoah, kesadaran tersebut menjadi fondasi bagi terwujudnya uife al-nafs, uife al-mAl, dan uife al-bAoah secara simultan. Dengan demikian, dampak lingkungan yang dihasilkan tidak hanya berupa pengurangan sampah dan peningkatan kualitas lingkungan, tetapi juga transformasi kesadaran kolektif masyarakat menuju relasi yang lebih etis dan harmonis dengan alam. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis komunitas di TPS Sauyunan Hegarmanah bukan sekadar praktik teknis pengurangan sampah, melainkan merupakan bentuk penerapan ekonomi sirkular yang memiliki dimensi sosial, ekonomi, dan spiritual yang saling Melalui penerapan pemilahan, daur ulang, dan pemanfaatan kembali sampah, masyarakat berhasil menggeser paradigma pengelolaan sampah dari pola ekonomi linear menuju pola sirkular yang berorientasi pada keberlanjutan dan penciptaan nilai. Dalam perspektif maqAid al-syarAoah, praktik ekonomi sirkular tersebut terbukti selaras dengan tujuan utama syariah. Perlindungan jiwa . ife al-naf. terwujud melalui terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat. perlindungan harta . ife al-mA. tercermin dalam optimalisasi nilai ekonomi sampah serta peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat. sementara perlindungan lingkungan . ife al-bAoa. tampak pada berkurangnya volume sampah dan terjaganya keberlanjutan lingkungan. Integrasi antara praktik ekonomi sirkular dan kerangka maqAid menegaskan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi instrumen kemaslahatan yang komprehensif. Lebih lanjut, penelitian ini mengungkap bahwa dampak paling mendalam dari penerapan ekonomi sirkular berbasis maqAid al-syarAoah terletak pada transformasi kesadaran masyarakat. Pengelolaan sampah tidak lagi dipahami sebagai kewajiban administratif, melainkan sebagai bentuk ibadah sosio-ekologis yang berakar pada nilai amanah dan tanggung jawab manusia sebagai khalfah f al-ars. Dengan demikian. TPS Sauyunan Hegarmanah dapat diposisikan sebagai model praksis ekonomi sirkular berbasis nilai-nilai Islam yang relevan untuk dikembangkan di komunitas lain, baik sebagai rujukan kebijakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat maupun sebagai kontribusi teoretis bagi pengembangan ekonomi Islam yang responsif terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Berdasarkan temuan dan analisis penelitian ini, terdapat beberapa rekomendasi kebijakan strategis yang dapat dipertimbangkan oleh pemerintah daerah, pengelola TPS, lembaga keagamaan. Pendampingan Pengelolaan Sampah BerbasisA Khidmatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. ISSN : 2614-5251 . | ISSN : 2614-526X . dan masyarakat dalam rangka memperkuat penerapan ekonomi sirkular berbasis maqAid al-syarAoah dalam pengelolaan sampah. Pertama, pemerintah daerah perlu melakukan arus utama . pendekatan ekonomi sirkular berbasis komunitas dan nilai-nilai lokal-keagamaan dalam kebijakan pengelolaan sampah. Kebijakan teknis pengelolaan sampah tidak hanya menekankan aspek infrastruktur dan transportasi, tetapi juga memperkuat peran TPS sebagai pusat edukasi, pemberdayaan ekonomi, dan internalisasi nilai-nilai keberlanjutan. Integrasi prinsip ekonomi sirkular dengan nilai-nilai IslamAiterutama di wilayah mayoritas MuslimAidapat meningkatkan kepatuhan, partisipasi, dan keberlanjutan kebijakan pengelolaan sampah. Kedua, penguatan kelembagaan TPS berbasis komunitas perlu menjadi prioritas kebijakan. Pemerintah desa dan kecamatan dapat memberikan dukungan berupa regulasi, pendampingan manajerial, serta akses pembiayaan dan kemitraan bagi TPS seperti Sauyunan Hegarmanah. Penguatan kelembagaan ini penting agar TPS tidak hanya berfungsi sebagai unit teknis, tetapi berkembang menjadi simpul ekonomi sirkular lokal yang mampu menciptakan nilai ekonomi, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Ketiga, lembaga keagamaan dan pendidikan Islam perlu dilibatkan secara aktif dalam memperkuat kesadaran ekologis masyarakat. Masjid, majelis taklim, dan lembaga pendidikan Islam dapat menjadi media strategis untuk menanamkan nilai uife al-bAoah, amanah lingkungan, dan etika pengelolaan sampah sebagai bagian dari ibadah sosial. Pendekatan ini akan memperkuat dimensi moral dan spiritual kebijakan pengelolaan sampah, sehingga tidak semata-mata bergantung pada sanksi atau insentif material. Keempat, pengembangan skema insentif ekonomi berbasis ekonomi sirkular perlu dioptimalkan. Pemerintah daerah dan mitra terkait dapat merancang insentif bagi masyarakat dan pengelola TPS yang aktif dalam pengelolaan sampah, daur ulang, dan inovasi. Insentif tersebut dapat berupa dukungan modal usaha, pelatihan kewirausahaan hijau, atau kemudahan akses pasar bagi produk hasil daur Skema ini sejalan dengan prinsip uife al-mAl dalam mendorong pengelolaan harta yang produktif dan berkelanjutan. Kelima, perlu dikembangkan model replikasi TPS berbasis ekonomi sirkular dan maqAid al-syarAoah sebagai bagian dari kebijakan pembangunan berkelanjutan daerah. TPS Sauyunan Hegarmanah dapat dijadikan proyek percontohan atau model pembelajaran bagi wilayah lain yang memiliki karakteristik sosial serupa. Replikasi model ini perlu disertai dengan penyesuaian konteks lokal, penguatan kapasitas masyarakat, serta dukungan lintas sektor agar prinsip ekonomi sirkular dan nilai-nilai maqAid dapat diimplementasikan secara efektif dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, rekomendasi kebijakan ini menegaskan bahwa pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dan maqAid al-syarAoah bukan sekadar solusi teknis, melainkan strategi pembangunan sosio-ekologis yang holistik. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, model ini berpotensi menjadi fondasi pengelolaan sampah yang adil, berkelanjutan, dan bermakna bagi kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan. UCAPAN TERIMAKASIH