TELEKONTRAN. VOL. NO. OKTOBER 2023 DOI : 10. 34010/telekontran. TELEKONTRAN, VOL. NO. OKTOBER 2023 p-ISSN : 2303 Ae 2901 e-ISSN : 2654 Ae 7384 Rancang Bangun Prototipe Sistem Otomatis Bangunan Pintar Pada Rumah Kos Bertingkat Design and Build Prototype Smart Building Automatic Systems in Multi storey Boarding Houses Muhammad Diky Darmawan. Rini Puji Astutik. Hendra Ariwianto Prodi Teknik Elektro Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Gresik Jl. Sumatra No. Gn. Malang,Randuagung,Kabupaten Gresik Email* : dikymuhammad541@gmail. AbstrakAeTingkat kepadatan penduduk indonesia pada tahun 2022 berkisar 257,77 juta jiwa mengakibatkan ruang lahan tanah yang habis dialihfungsikan menjadi bangunan rumah perlunya bangunan rumah kos yang bertingkat guna menghemat lahan tanah dan menampung banyak keluarga, perkembangan zaman selau beriringan bersama perkembangan teknologi yang mampu membuat efektifitas dan efisiensi aktivitas manusia menjadi terbantu dari penggunaan energi listrik yang patut diperhatiakan demi berlangsungnya energi yang hemat dan cukup bagi kebutuhan manusia teknologi Internet of Things hadir dan merubah segalanya menjadi serba otomatis penggunaan lampu, kipas dan pengatur sirkulasi udara sebagi momok penting dalam kebutuhan rumah menghadirkan sensor sensor yang telah mampu bekerja mendeteksi dan mengeluarkan keputusan perintah oleh Sensor LDR untuk lampu. DHT 11 untuk pendeteksi nilai suhu dan kelembaban yang berfungsinya sensor ini disokong otak perintah ESP 32 sebagai kontrol utama yang hadir dalam perintah program untuk menjalankan dan mengeluarkan perintah dan dilihatnya proses kerja melalui monitoring Node Red yang dikomunikasikan melalui hubungan web browser akuisisi komunikasi web broser mampu mengontrol dari jarak jauh, pengeluaran perintah untuk menjalankan komponen output lampu dan blower melalui proses sebelumnya yang dianalisa dari lingkungan objek pada bangunan ruangan rumah kos didapatkan hasil memuaskan dari berjalannya sensor DHT 11 mendapatkan rendahnya nilai eror suhu sebesar 0,2% dan kelembaban 0,3% atas perbandingan dengan alat higrometer, hasil memuaskan dari berjalannya sensor LDR medapatkan ketepatan sensor bekerja pada intensitas cahaya padam maka secara otomatis lampu menyala dan sebaliknya pada intensitas cahaya menyala maka secara otomatis lampu padam, hasil memuaskan dari berjalannya blower bisa hidup secara otomatis dari bekerjanya sensor DHT 11 yang mendeteksi ruangan kos diatas 30 maka secara otomatis blower menyala dan sebaliknya dibawah 30 maka secara otomatis blower tidak menyala pemeriksaan ini dilakukan pada bidang miniatur kotak seperti bangunan rumah kos dan prototipe ini telah layak uji untuk digunakan pada objek ruangan kos secara sesungguhnya dan mampu membantu manusia merasa nyaman dalam beraktifitas, hematnya penggunaan listrik dan meminimalir human Kata kunci :Sistem Otomatis Bangunan Pintar. ESP 32. Node Red. DHT 11. Sensor LDR Abstract Ae Indonesia's population density level in 2022 will be around 257. 77 million people, resulting in land space being converted into house buildings, the need for multi-storey boarding house buildings to save land and accommodate many families. The development of the times is always in line with technological developments that are able to create effectiveness and efficiency. Human activities are helped by the use of electrical energy which is worth paying attention to in order to provide energy that is economical and sufficient for human needs. Internet of Things technology is here and changes everything to become completely The use of lights, fans and air circulation controllers as an important aspect in home needs presents sensors that has been able to work to detect and issue command decisions by the LDR Sensor for lights. DHT 11 for detecting temperature and humidity values. The function of this sensor is supported by the ESP 32 command brain as the main control which is present in program commands to carry out and issue commands and to see the work process through monitoring The Red node, which is communicated via a web browser connection, web browser communication acquisition, is able to control remotely, issuing commands to run the lamp and blower output components through the previous process which is analyzed from the object TELEKONTRAN. VOL. NO. OKTOBER 2023 environment in the boarding house building. Satisfactory results are obtained from the operation of the DHT 11 sensor, which is low. The error value for temperature is 0. 2% and humidity is 0. 3% compared with a hygrometer, satisfactory results from the running of the LDR sensor show that the sensor works correctly when the light intensity is off, the light automatically turns on and vice versa, when the light intensity is on, the light automatically goes off. , satisfactory results from running the blower can be turned on automatically from the operation of the DHT 11 sensor which detects boarding rooms below 30 then the blower automatically turns on and vice versa above 30 then automatically the blower does not turn on. This inspection is carried out in miniature box areas such as boarding house buildings and this prototype It has been tested to be used in real boarding room objects and is able to help people feel comfortable in their activities, saves electricity use and minimizes human error. Keywords: Smart Building Automatic System. ESP 32. Node Red. DHT 11. LDR Sensor PENDAHULUAN Kepadatan penduduk di wilayah indonesia mengalami lonjakan persentase 1. 13% menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk Indonesia sebanyak 275,77 juta jiwa pada 2022. Dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 272. juta jiwa perihal ini berdampak pada ruang lahan yang semakin padat untuk tempat tinggal rumah. Dibutuhkannya tempat tinggal yang terbagi banyak dalam satu lahan seperti kos bertingkat yang mampu di buat tempat tinggal yang hemat lahan dan nyaman. Kenyamanan ditinjau dari aktifitas manusia dipermudah secara waktu dan tenaga oleh alat, dari perubahan zaman menghadirkan solusi praktis yang efisien dan efektif dengan tumbuhnya bangunan pintar melalui perangkat yang canggih dan otomatis. Munculnya smart home menjadi inisiasi membentuk bagunan kos bertingkat yang pintar dan otomatis disokong keperluan yang dibutuhkan dan dikerjakan oleh sistem sensor dan perangkat pengontrol yang pintar dan terkendali, seringkali peralatan elektronik yang digunakan ialah tenaga angin dari kipas angin, sirkulasi udara dari blower, penerangan cahaya dari lampu yang semuanya harus mempunyai tenaga penghidup sumber Tenaga listrik yang dibutuhkan dalam menghidupkan peralatan tersebut tidak murah perlunya biaya lebih yang dikeluarkan untuk membeli tenaga listrik. Faktor human eror seperti kelalaian sifat manusia yang membuat beban biaya pengeluaran listrik bertambah dari lupanya mematikan atau meninggalkan tempat tinggal dengan listrik yang masih menyala resiko besar yang ditimbulkan dari kelalaian ini timbulnya kebakaran dan kerugian materi dari bahayanya penggunaan peralatan elektronik yang berlebihan dan lalai. Terobosan baru dalam sistem teknologi mampu menghadirkan pengaturan pemakaian energi yang sesuai kebutuhan tanpa mengurangi fungsi dari peralatan yang dipakai sistem ini dinamakan BAS biasa disebut sebagai Energy Management and Control System (EMCS) yang cocok diterapkan pada bangunan atau gedung bertingkat. Dari jurnal Daintree Networks yang berjudul The Value of Wireless Lighting Control dijelaskan bahwa pencahayaan menyumbang hingga 40% total biaya energi pada bangunan komersial. Hal ini berdampak signifikan pada penggunaan energi yang dibutuhkan dalam kehidupan keseharian, pentingnya penghematan energi guna menekan penggunaan energi tak terbarukan dengan cara menggunakan pemakaian peralatan listrik secukupnya, sedangkan Temperature suhu tahunan diwilayah gresik 28,3oC skala nilai ini masih jauh dari suhu normal yang dibutuhkan manusia sekitar 20 Ae 25oC penyebab naiknya suhu dikarenakan kurangnya lahan penghijauan, banyaknya industri yang mengeluarkan karbon emisi sehingga tingkat stress manusia meningkat akan pengaruh temperatur yang diatas suhu normal perlunya pengaturan sirkulasi udara yang murah dan efektif melalui peralatan blower yang ditempatkan pada bangunan rumah guna menjaga sirkulasi udara tetap berapa pada suhu normal dan baik buat istirahat yang nyaman. Terobosan teknologi melalui Internet of Thing (IoT) memungkinkan penggunaan untuk memanfaatkan teknologi jaringan dan robotika untuk pembangunan smart home yang tepat guna dan dibutuhkan sensor yang mampu mengakuisisi pengaturan energi cahaya dan energi udara serta pengaturan pemakaian energi yang sesuai kebutuhan tanpa mengurangi fungsi dari peralatan yang dipakai menggunakan sistem EMCS. Penelitian dari JIkominfo mengenai Rancang Bangun Sistem Kontrol Lampu Listrik Menggunakan Remote Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535 masih menggunakan kontrol manual melalui remote kontrol dan penelitian dari E- TELEKONTRAN. VOL. NO. OKTOBER 2023 Journal Teknik Elektro dan Komputer Unsrat mengenai Rancang Bangun Alat Pengontrol Lampu dengan Bluetooth Berbasis Android kendala penelitian ini kurangnya batasan jarak komunikasi bluetooth antara pengontrol dan penerima yang berjarak pendek. Perlunya suatu sistem yang mampu mengontrol otomatis peralatan listrik dan dapat dikendalikan dari jarak jauh maka penulis mengembangkan inovasi dari kekurangan yang terjadi dari dua artikel sebelumnya melalui rancang bangun sistem otomatis bangunan pintar pada rumah kos Perangkat kontrol utama menggunakan ESP32 sebagai penghubung antara perangkat dan jaringan komunikasi internet web browser yang mampu memberikan informasi data real sensor yang digunakan dan dapat memungkinkan kontrol jarak jauh peralatan lampu rumah melalui pengendali smartphone dengan sensor DHT11 sebagai pendeteksi suhu dan kelembaban serta Modul Light Dependent Relay (LDR) sebagai deteksi cahaya, hasil dari bekerjanya sensor-sensor tersebut akan ditampilkan pada monitor Node Red yang dimana Node Red sebagai tampilan monitoring bekerjanya sistem melalui panel bertingkat. Tujuan penelitian ini dicapainya pembuatan prototipe rancangan dan monitoring pada bangunan rumah kos bertingkat melalui sistem memanfaatkan perkembangan IoT sebagai kendali otomatis sehingga pengguna mampu terbantu dari pemakaian listrik yang hemat sesuai kebutuhan dan meminimalisir kondisi human eror yang bisa mengakibatkan kerugian materi. II. METODOLOGI Penelitian ini dibuat dengan mengumpulkan dan mempelajari literatur yang sudah diterbitkan dan informasi yang telah diperoleh. Untuk mendukung keberhasilan bekerjanya penelitian dilakukannya pembelajaran teori-teori dasar yang digunakan dan data-data komponen yang akan Perancangan perangkat keras dan perangkat lunak dilaksanakan setelah mempelajari dan memahami literatur dan dilanjutkan pembelian dan pengumpulan beberapa komponen yang Pengujian dan analisa hasil rancang bangun alat ini ditampilkan pada bagian akhir dari Perlunya tahapan tahapan metode penelitian rancang bangun sebagai landasan alur bekerjanya penelitian ini diilustrasikan dalam Gambar 1. Gambar 1. Flowchart Metode Penelitian Konsep Blok Sistem Blok sistem merupakan sebuah landasan konsep awal untuk pengerjaan prototipe monitoring kelembapan suhu sebagai kontrol blower dan modul relay sebagai pendeteksi cahaya digunakan pengontrolan lampu secara realtime, untuk konsep blok sistem diilustrasikan pada Gambar 2. Gambar 2. Konsep Blok Sistem. TELEKONTRAN. VOL. NO. OKTOBER 2023 Dapat dijelaskan dalam sistem ini memakai dua input yaitu sensor DHT11, dan modul sensor LDR yang menghasilkan output pada tampilan Dashboard Node Red dengan menampilkan beberapa hasil monitoring suhu dan kelembaban dari kontrol blower, dan pengendali lampu dalam sistem prototipe. Perancangan Alur Flowchart Blower Otomatis Tahapan ini ditampilkan alur flowchart blower otomatis serta diterangkannya cara kerja dari sistem ini dan diperlihatkan pada Gambar 4. Perancangan Desain Rangkaian Perangakat Keras Pengenalan susunan sistem, prinsip-prinsip ilmu dan teknologi yang akan digunakan dalam penyusunan dari desain rangkaian perangkat keras diilustrasikan pada Gambar 3. Gambar 3. Desain Hardware Rancangan pada Gambar 3. terlihat memakai mikrokontroler ESP-32 Devkit v1 untuk dijadikan kontrol utama sistem bekerja, dan penggunaan dua sensor yaitu sensor pertama DHT11 yang pinnya tersambung ke pin ESP32 yaitu pin GND,D4, 3V3. Sensor kedua modul sensor LDR yang pinnya tersambung ke pin ESP32 yaitu pin 3V3,GND. VP. Relay mengaktifkan lampu dan blower yang tersambung ke pin ESP32 yaitu pin D2,GND, 3V3. Keluaran output dari relay menjalankan kipas DC 12V dan Lampu. Modul router yang dipakai adalah tenda N301 akan digunakan sebagai penghubung sistem jaringan internet antara notebook dashboard Node Red dengan ESP32 Devkit v1. Proses Alur Kerja Sistem Proses alur kerja sistem merupakan beberapa tahapan dari perancangan alur suatu sistem blower otomatis dan kontrol lampu otomatis dan manual berisinya proses kerja dan penyelesaian sistem yang ditampilkan pada Gambar 4. Dan Gambar Sebagai berikut Gambar 4. Flowchart Sistem Blower Alur flowchart sistem ini ada beberapa tahapan ialah, sistem memulai dengan menyalakan tombol mulai, kemudian sensor DHT11 akan melakukan pengambilan data suhu dan kelembapan pada ruangan kos. , kemudian mengirimkan data ke ESP32 untuk mengeluarkan hasil data sensor ke tampilan Dashboard Node Red keluaran output muncul perintah kipas DC menyala oleh ESP32 dikarenakan pada sebuah kondisi ruangan kamar kos diatas suhu 30OC otomatis kipas menyala seketika sampai suhu normal dibawah 30 oC maka kipas padam Perancangan Alur Flowchart Kontrol Lampu Otomatis dan Manual Tahapan ini ditampilkan alur flowchart kontrol lampu otomatis dan manual serta diterangkannya cara kerja dari sistem ini dan diperlihatkan pada Gambar 5. TELEKONTRAN. VOL. NO. OKTOBER 2023 penyambungan komponen menjadi sebuah rangkaian perangkat piranti yang saling terhubung dan terintegrasi menjadi sebuah alat sistem otomatis bangunan pintar pada rumah kos Beberapa proses pembuatan dan kerjanya melalui. Media Pembuatan Alat pada media pembuatan alat ini akan menggunakan sebuah prototipe dari miniatur ruangan kos yang akan disusun menjadi 3 susun yang digunakan sebagai pengganti untuk ruangan kos yang sesungguhnya seperti pada bangunan rumah kos. Pembuatan alat ini dibuat untuk rencana simulasi agar mempermudah mendapatkan hasil yang diinginkan sehingga dapat memperoleh sebuah gambaran yang digunakan mengenai peneliti yang akan melakukan pengujian. Setelah ini akan ditampilkan beberapa ilustrasi rangkaian komponen bisa dilihat pada Gambar 7 dan prototipe dari bangunan ruangan kos dapat terlihat pada Gambar 8. Gambar 9. Gambar 10, dan Gambar 11. Gambar 5. Flowchart Kontrol Lampu Alur flowchart sistem ini ada beberapa tahapan ialah, sistem memulai dengan menyalakan tombol mulai, kemudian ESP32 memberi perintah ke sensor LDR guna melakukan pengambilan data cahaya terhadap lokasi titik yang terpapar cahaya, terkumpulnya data yang diterima ESP 32 dari sensor LDR mengirimkan hasil data kepada tampilan dashboard Node Red jika lampu 1, 2, dan 3 akan menyala ketika tidak adanya penerangan diruangan sebaliknya jika lampu 1, 2, dan 3 akan mati ketika adanya penerangan diruangan. Software Node-Red Dashboard Node Red merupakan tools Berbasis web browser yang lingkupnya pemrograman visual dari aplikasi yang serupa IoT dalam pembuatan aplikasi oleh software ini pengguna atau operator bisa melihat proses kerja sistem. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian berhasil mendapatkan suatu sistem monitoring dan kontroling berbasis web browser yang dijalankan melalui PC dan juga berhasil mendapatkan sebuah prototipe yang menjelaskan ilustrasi dari bangunan pintar dijelaskannya pada Gambar 3 tentang alur perencanaan proses Gambar 7. Rangkaian Perancangan Perangkat Pada Gambar 7 desain perancangan komponen telah tersambung dan berhubungan satu sama lain sesuai tabel pin yang dipaparkan di Gambar 3. siap menjalankan perintah. Pada Gambar 8. Sebuah prototipe miniatur kecil terlihat dalam satu ruangan untuk ilustrasi komponen yang terpasang. Komponen yang sudah diletakkan didalam miniatur merupakan simulasi pemasangan sistem bangunan ruangan pintar. TELEKONTRAN. VOL. NO. OKTOBER 2023 Gambar 8. Media Prototipe Bangunan Ruangan Kos Gambar 10. Media Prototipe Bangunan Ruangan Kos Tampak Samping Kanan Gambar 11. Media Prototipe Bangunan Ruangan Kos Tampak Samping Kiri Gambar 9. Media Prototipe Bangunan Ruangan kos Tampak Depan Terlihat pada Gambar 9. Gambar 10. Gambar 11. Hasil pemasangan sensor seperti DHT11. Modul Relay, modul LDR,kipas DC. Lampu LED, dan Mikrokontroler ESP32 ke bangunan prototipe yang bersusun 3 ruangan telah sesuai seperti rancangan awal yang mana prototipe akan menggunakan masing-masing satu dari komponen yang telah terpasang pada setiap bangunan ruangan. Proses Integrasi dan pengkodean Proses integrasi dan pengkodean adalah pembuatan program dan kode-kode tahapan jadi perangkat lunak dan dilakukannya sesuai ketentuan sensor yang digunakan sehingga menjadi sebuah bagian aplikasi oleh mikrokontroler. Aplikasi membutuhkan proses pembukaan web browser sebagai basis komunikasi, adapun tata cara yang terlihat pada Gambar 12. TELEKONTRAN. VOL. NO. OKTOBER 2023 Gambar 12. Tampilan Utama Beranda Node Red Pada Gambar 12 dijelaskan mengenai proses memulai untuk membuka pemrograman dari aplikasi Node Red yang berbasis web browser, proses ini ada beberapa alur yang harus dilakukan dengan membuka Command Prompt setelah sudah berada di dalam Command Prompt ada 3 tahapan yang harus dilakukan oleh programer agar bisa membuka Node Red yang pertama harus mengetikan tulisan node --version && npm Ae version setelah mengetikan langkah pertama memerlukan waktu beberapa detik untuk melanjutkan ke langkah ke dua, untuk langkah pertama terlihat pada Gambar 13. Gambar 13. Langkah Pertama Membuka Node Red TELEKONTRAN. VOL. NO. OKTOBER 2023 untuk langkah yang kedua menuliskan npm install -g --unsafe-perm node-red pada langkah ke dua ini juga sama dengan langkah yang pertama harus menunggu beberapa detik agar bisa lanjut ke langkah ke tiga, untuk langkah ke tiga terlihat pada Gambar 14 dan Gambar 15. Setelah langkah ketiga selesai kemudian beralih ke google untuk menuliskan pencarian localhost:1880/ yang digunakan untuk membuka ke menu utama pada aplikasi Node Red seperti pada Gambar 17 setelah itu akan ditampilkan sebuah menu sistem pemrograman yang terlihat pada Gambar 18. Gambar 14. Langkah Ke 2. 1 Membuka Node Red Gambar 17. Penulisan Localhost:1880/ Gambar 15. Langkah 2. 2 Membuka Node Red Pada langkah ke tiga hanya menuliskan kalimat node-red untuk membuka aplikasi, yang terlihat pada Gambar 16. Untuk langkah ke tiga. Gambar 18. Tampilan Menu Tools Node Red. Gambar 16. Langkah Ke Tiga Membuka Node Red Pada Gambar 18 merupakan tampilan dari menu Node Red yang telah di program dengan menampilkan dan pemilihan beberapa tools yang telah disediakan di dalam filter nodes, mengenai tampilan di dalam menu ada beberapa tampilan TELEKONTRAN. VOL. NO. OKTOBER 2023 dari lintasan untuk pengiriman data lampu LED, suhu dan kelembapan. Setelah selesai pembuatan perancangan Tools Node Red akan diberikan hasil tampilan menu berupa dashboard meliputi beberapa tools yang telah dirancang. Setelah data yang sudah didapatkan digunakan untuk memperbarui data dari database yaitu input atau masukan dari sensor-sensor yang sudah terpasang pada sistem, seperti yang terlihat Gambar 19. Gambar 19. Tampilan Dasboard Node Red Pada Gambar 19. Menunjukan desain dashboard dimana hasil pemerograman telah dilakukan pada menu Node Red, tampilan desain dasboard bisa kita lihat ada beberapa menu tampilan yang ditampilkan dari pemrograman sebelumnya, yang mana ada tampilan suhu dan kelembaban beserta parameter grafik dan juga ada monitoring lampu yang berada di ruangan kos. Proses Implementasi dan Pengujian Sistem Proses implementasi dan pengujian sistem akan melakukan pengujian dari sensor yang terpasang pada prototipe bangunan ruangan kos bertingkat tiga, nanti pengujiannya menampilkan hasil dalam bentuk tabel yang telah dipersiapkan serta akan dijelaskan pengujian analisa pada kerja suatu Pengujian pertama ialah pengujian dari sensor DHT11 yang mana sensor tersebut akan meliputi 2 tabel pengujian yaitu pengujian tabel suhu dan pengujian tabel kelembaban, untuk proses pengujian pada DHT11 menggunakan cara pembandingan nilai dari ketepatan suhu dan kelembaban dengan menggunakan sebuah alat higrometer analog sebagai pengukur nilai perbandingan sensor DHT11. Apakah nilai sensor DHT11 dengan pengukur higrometer mempunyai nilai yang sama atau berbeda. Penguji Suhu dan Kelembaban Untuk melakukan pengujian akan dilaksanakan sebanyak sembilan kali di miniatur kotak seperti bangunan ruangan kos dan diawali pada ruangan pertama dan disusul ke ruangan ke dua dan yang terakhir ruangan ketiga dari masing-masing ruangan tersebut akan mendapatkan pengujian sebanyak tiga kali pengulangan dari masingmasing miniatur bangunan ruangan seperti tampilan pada Gambar 8 dengan total pengujian sebanyak Sembilan kali. Sehingga terlihat nilai sensor DHT11 dan Higrometer menampilkan hasil Persentase pengujian dan apakah ditemuinya nilai eror sebagai kalibrasi nilai pengukuran. Dengan hasil pengukuran yang terlihatkan Tabel I. Tabel hasil pengujian suhu dan Tabel II. Tabel hasil pengujian kelembaban. Tabel I. Tabel Hasil Pengujian Suhu Alat ukur manual Higrometer Rata-Rata Eror (%) Pengujian Suhu DHT11 Persentase Selisih Persentase Eror TELEKONTRAN. VOL. NO. OKTOBER 2023 Tabel II. Tabel Hasil Pengujian Kelembaban Pengujian Kelembaban DHT11 Alat ukur manual Higrometer Rata-Rata Eror(%) Tabel I merupakan hasil dari pengujian menggunakan Higrometer dan sensor DHT11. Persentase eror pengukuran didapat dari pembagian nilai selisih pembacaan dengan nilai Higrometer kemudian dikalikan angka 100%. ycIyceycoycnycycnEa ycAycnycoycaycn ycEyceycoycaycaycaycaycaycu yaycycycuyc = y 100% . ycAycnycoycaycn yaycnyciycycuycoyceycyceyc Tabel I. Rumus Pengujian Perbandingan berdasarkan rumus diatas, hasil perhitungan yang diperoleh adalah sebagai berikut: yaycycuyc = y 100% = 0. 03 y 100% = 0. Tabel II Menampilkan kelola data hasil pengujian kelembaban sensor DHT11 dan alat ukur bantu Higrometer persentase eror pengukuran didapatkan dari pembagian nilai selisih pembacaan dengan nilai Higrometer kemudian dikalikan angka ycIyceycoycnycycnEa ycAycnycoycaycn ycEyceycoycaycaycaycaycaycu yaycycycuyc = y 100% . ycAycnycoycaycn yaycnyciycycuycoyceycyceyc Berdasarkan rumus diatas, hasil perhitungan yang diperoleh adalah sebagai berikut: yaycycycuyc = y 100% = 0. 02 y 100% = 0. Terlihat sistem berjalan dengan baik dengan persentase eror kecil untuk suhu 0. 3% dan 2% sehingga penghuni bangunan ruangan kos terbantu akan adanya sistem ini yang mampu mengatasi sirkulasi udara dengan, baik suhu dan kelembaban di standard normal 25oC dan terciptanya sistem tepat guna sesuai kebutuhan dan Persentase Selisih Persentase Eror meminimalisir penggunaan sumber listrik yang Jika penghuni kos menyalakan sistem ini sistem ini akan bekerja mendeteksi suhu dan kelembaban dalam ruangan dan memerintahkan otomatis kipas untuk menyala sampai suhu normal dan ketika suhu normal kipas akan mati. Pengujian Nyala Lampu Hasil pengujian nyala lampu menggunakancara pengujian pada miniatur kotak seperti bangunan ruangan rumah kos seperti tampilan pada Gambar 8 dan apakah lampu akan menyala ketika mendapatkan perintah dari sistem sensor modul LDR dan dapat terlihat pengujian pada Tabel i. Tabel i Hasil pengujian nyala Lampu pengujian lampu output Sistem LED 1 LED 2 LED 3 LED 1 LED 2 LED 3 LED 1 LED 2 LED 3 OFF OFF OFF Keter Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Pada Tabel i terlihat bahwa sistem menunjukan data dari hasil pengujian lampu berjalan dengan baik dan tanpa ada masalah sesuai dari perintah kerja sistem dan terciptanya sistem tepat guna sesuai kebutuhan dan meminimalisir penggunaan sumber listrik yang berlebihan. ruangan kos telah dihuni, penghuni terbantu bila terdapat aktivitas tanpa tidak berada dalam kamar kos lampu akan otomatis menyala dengan kadar penerangan intensitas cahaya yang berada di dalam kamar kos dan jika kamar kos tidak ada penghuni penyewa sistem dinonaktifkan. TELEKONTRAN. VOL. NO. OKTOBER 2023 Tabel IV Pengujian Analisa Blower Pengujian Nyala jika suhu Ou Mati jika Suhu < 31AC Delay Respon Sistem Keterangan OFF OFF OFF OFF OFF OFF OFF Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Pengujian Analisa Blower Pengujian blower dilakukan pada miniatur kotak seperti bangunan ruangan kos seperti tampilan pada Gambar 8 melalui penggunaan DHT11 Pada Tabel IV. Dari data yang diambil menunjukan hasil pengujian blower bekerja dengan baik dan tidak adanya gangguan saat menyalakan blower proses blower bekerja ketika suhu diatas 31o diperiksa oleh sensor DHT11 dan diterima oleh kontrol utama ESP32 untuk menjalankan blower sampai sirkulasi udara di bangunan ruangan kos di kadar standard normal, sehingga penghuni kos merasa terbantu oleh sistem ini yang dapat mengatur sirkulasi udara agar tetap bersih dan baik untuk kenyamanan sirkulasi udara ruangan dan terciptanya sistem tepat guna sesuai kebutuhan dan meminimalisir penggunaan sumber listrik yang berlebihan. Jika penghuni kos menyalakan sistem ini sistem ini akan bekerja mendeteksi suhu udara dalam ruangan dan memerintahkan otomatis blower untuk menyala sampai suhu normal dan ketika suhu normal blower akan mati. Penelitian sebelumnya yang masih kurang sempurnanya sistem teknologi dari proses kerja secara manual dan kontrol komunikasi yang berjarak pendek, telah diinovasi dengan penelitian sistem teknologi yang memperoleh kendali sistem otomatis dari bekerjanya sensor terhadap lingkungan bagunan ruangan kos dan jarak jangkauan komunikasi kontrol lebih jauh dari basis web browser. pengujiannya akan dilaksanakan sebanyak 4 kali pengulangan untuk masing-masing ruangan dengan total pengujian 12 kali. IV. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian pada miniatur kotak seperti bangunan ruangan kos yang telah dilakukan pada penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Penelitian Rancang Bangun Prototipe Sistem Otomatis Bangunan Pintar Pada Rumah Kos Bertingkat telah menghasilkan inovasi bantuan bagi penghuni kos bertingkat dengan keuntungan, meminimalisir Human Eror dari pengujian yang dilakukan pada minatur kotak seperti bangunan ruangan rumah kos. Pada penggunaan pendeteksi suhu dan kelembaban, nyala lampu dan nyala blower telah mencapai nilai yang cukup baik dari persentase eror pendeteksi suhu 0. 3% dan kelembaban 0. nyala lampu berfungsi dengan tepat guna sesuai intensitas cahaya yang diterima sensor LDR dan mampu bekerjanya perintah lampu ON/OFF oleh perintah LDR, nyala blower mampu bekerja pada suhu udara 30oC sebagai standard normal bila melebihi angka suhu udara normal blower akan hidup dan ketika sudah dibawah suhu udara normal blower akan mati oleh pendeteksi yang dilakukan sensor DHT11 dengan ini rancang bangun prototipe sistem otomatis bagunan pintar pada rumah kos bertingkat siap digunakan di objek rumah kos bertingkat. TELEKONTRAN. VOL. NO. OKTOBER 2023 DAFTAR PUSTAKA