E-ISSN : 3109-1865 Vol 2 No 1 Tahun 2026 Hal 11-16 Doi : 10. 32585/agriej. https://journal. id/index. php/agriej Manfaat Jamur Trichoderma untuk Pertanian dan Peternakan Berkelanjutan pada Kelompok Tani Ngesti Utomo. Desa Purwosari. Kecamatan Wonogiri. Kabupaten Wonogiri The Benefits of Trichoderma Fungi for Sustainable Agriculture and Livestock in the Ngesti Utomo Farmers Group. Purwosari Village. Wonogiri District. Wonogiri Regency Ali Mursyid Wahyu Mulyono 1*. Muhammad Husein 1. Ludfia Windyasmara 1. Ariyani Wahyu Wijayanti 2. Made Wedaswari 2. Aziz Widhi Nugroho 3. Bovi Wiraharsanto 1. Windy Rizkaprilisa 4. Muhammad Rifzal 5 1 Fakultas Pertanian. Universitas Veteran Bangun Nusantara 2 Fakultas Ekonomi. Universitas Veteran Bangun Nusantara 3 Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Universitas Veteran Bangun Nusantara 4 Fakultas Pangan dan Ilmu Kesehatan. Universitas Sugeng Hartono 5 Fakultas Teknologi. Hukum, dan Bisnis. Universitas Sugeng Hartono *email korespondensi : alimursyidwahyum@gmail. Abstract This community service activity aims to increase farmers' knowledge and understanding regarding the use of Trichoderma fungi in supporting sustainable agricultural and livestock systems. The extension was carried out at the Ngesti Utomo Farmers Group. Segawe Hamlet. Purwosari Village. Wonogiri District. Wonogiri Regency, with materials covering: (A) the use of Trichoderma in agriculture, (B) livestock, and (C) integrated agricultural-livestock systems. Evaluation was carried out using pre-test and post-test methods. The results showed an increase in the average score from 69. ood categor. ery good categor. , or an increase of 19. This activity is in line with national policies regarding environmentally friendly agriculture and a circular economy in rural areas. Keywords: Trichoderma. Community service. Soil fertility. Forage. Zero waste Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petani mengenai pemanfaatan jamur Trichoderma dalam mendukung sistem pertanian dan peternakan Penyuluhan dilaksanakan pada Kelompok Tani Ngesti Utomo. Dusun Segawe. Desa Purwosari. Kecamatan Wonogiri. Kabupaten Wonogiri, dengan materi meliputi: (A) kegunaan Trichoderma dalam pertanian, (B) peternakan, dan (C) sistem pertanianAepeternakan terpadu. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 69,4 . ategori bai. menjadi 83,0 . ategori sangat bai. , atau meningkat sebesar 19,5%. Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan nasional terkait pertanian ramah lingkungan dan ekonomi sirkular di Kata kunci: Trichoderma. Pengabdian kepada masyarakat. Kesuburan tanah. Hijauan pakan. Zero Copyright A 2026 The Author. This is an open access article under the CC BY-SA license . E-ISSN : 3109-1865 Vol 2 No 1 Tahun 2026 Hal 11-16 Doi : 10. 32585/agriej. https://journal. id/index. php/agriej PENDAHULUAN Sektor pertanian dan peternakan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan petani dan peternak, serta pembangunan ekonomi Namun demikian, kedua sektor ini masih menghadapi berbagai permasalahan, antara lain menurunnya kesuburan tanah, tingginya ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia, rendahnya kualitas pakan ternak, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan (Budi, 2. Kondisi tersebut juga dirasakan oleh kelompok tani di wilayah pedesaan, termasuk Kelompok Tani Ngesti Utomo yang berlokasi di Dusun Segawe Desa Purwosari Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk menjawab tantangan tersebut adalah pemanfaatan agen hayati yang ramah lingkungan, salah satunya jamur Trichoderma. Jamur Trichoderma dikenal luas sebagai mikroorganisme fungsional yang memiliki kemampuan dalam memperbaiki kualitas tanah, menekan pertumbuhan patogen tular tanah (GuzmynGuzmyn et al. , 2. , serta meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman melalui mekanisme antagonisme, produksi enzim hidrolitik, dan stimulasi pertumbuhan akar (Abdelkhalek et al. , 2022. Gyyly & ynzer, 2. Dalam dunia pertanian. Trichoderma berperan sebagai biofungisida, bioaktivator, dan biofertilizer yang berpotensi mengurangi penggunaan input kimia sehingga mendukung sistem pertanian berkelanjutan (Antoszewski et al. , 2022. Gutiyrrez-Moreno et al. , 2. sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian (Ari Widya et , 2. Di bidang Peternakan. Trichoderma juga memiliki potensi besar. Jamur ini dapat dimanfaatkan sebagai agen fermentasi bahan pakan, khususnya hijauan dan limbah pertanian berserat, untuk meningkatkan kecernaan, nilai nutrisi, serta palatabilitas pakan ternak (Husein et al. , 2025. Nugroho et al. , 2. Pemanfaatan Trichoderma dalam pengolahan pakan juga berkontribusi terhadap penurunan biaya produksi dan peningkatan efisiensi usaha peternakan rakyat, terutama pada sistem peternakan berbasis sumber daya lokal. Trichoderma memiliki peran strategis dalam mendukung sistem pertanianAepeternakan Melalui pendekatan integratif, limbah pertanian dapat difermentasi dan dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara limbah peternakan dapat diolah kembali menjadi pupuk organik yang diperkaya mikroorganisme menguntungkan, termasuk Trichoderma (Ajat Sudrajat et al. , 2025. Nugroho et al. , 2. Pendekatan ini sejalan dengan konsep pertanian berkelanjutan berbasis zero waste dan ekonomi sirkular yang bertujuan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya sekaligus menekan dampak pencemaran lingkungan. Berdasarkan latar belakang tersebut, kegiatan penyuluhan mengenai manfaat jamur Trichoderma untuk dunia pertanian dan peternakan dilaksanakan pada Kelompok Tani Ngesti Utomo. Dusun Segawe. Desa Purwosari. Kecamatan Wonogiri. Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan wawasan praktis kepada petani terkait pemanfaatan Trichoderma dalam bidang pertanian, peternakan, serta sistem pertanianAe peternakan terpadu. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta mampu mengadopsi teknologi berbasis Trichoderma secara mandiri guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan usaha pertanian dan peternakan yang dijalankan. METODE Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan kepada anggota Kelompok Tani Ngesti Utomo. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, dan evaluasi pemahaman melalui pre-test dan post-test. Materi disampaikan secara sistematis . E-ISSN : 3109-1865 Vol 2 No 1 Tahun 2026 Hal 11-16 Doi : 10. 32585/agriej. https://journal. id/index. php/agriej mencakup aspek pertanian, peternakan, dan sistem terpadu. Data evaluasi dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk melihat perubahan tingkat pemahaman peserta. Susunan acara pelaksanaan penyuluhan adalah sebagai berikut: Tabel 1. Susunan acara pelaksanaan penyuluhan Pemanfaatan Jamur Trichoderma untuk Pertanian dan Peternakan Berkelanjutan. No. Kegiatan Pembukaan: Pengantar Sambutan Kepala Desa Sambutan Ketua Tim Pengabdian Pre-test Penyampaian materi: Manfaat Jamur Trichoderma di bidang Pertanian Manfaat Jamur Trichoderma di bidang Peternakan Manfaat Jamur Trichoderma pada Sistem PertanianPeternakan terpadu Post-test Dokumentasi Penutup Metode Durasi 15 menit Ceramah interaktif 3 x 45 menit Diskusi 3 x 15 Target capaian Peserta termotivasi Peningkatan level pemahaman peserta Durasi 15 menit HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan Kegiatan penyuluhan berlangsung dalam suasana yang kondusif dan partisipatif. Kepala Desa Purwosari menyampaikan apresiasi, rasa terima kasih, sekaligus menekankan pentingnya kegiatan peningkatan kapasitas petani melalui penyuluhan dan inovasi teknologi tepat guna. Suasana penyuluhan dan pengerjaan evaluasi kegiatan tersaji pada Gambar 1. Gambar 1. Penyampaian materi . dan pengerjaan test evaluasi . kegiatan penyuluhan manfaat jamur Trichoderma untuk dunia pertanian dan peternakan pada kelompok Tani Ngesti Utomo E-ISSN : 3109-1865 Vol 2 No 1 Tahun 2026 Hal 11-16 Doi : 10. 32585/agriej. https://journal. id/index. php/agriej Selama penyampaian materi, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi yang tercermin dari dinamika diskusi yang berlangsung secara aktif dan kritis. Sebagian besar peserta menyampaikan berbagai permasalahan nyata yang dihadapi di lapangan, khususnya terkait kondisi gangguan kesehatan tanaman yang dialaminya. Keluhan yang disampaikan antara lain terjadinya busuk akar dan layu batang tanaman, serta munculnya bercak hitam pada buah pisang yang berdampak pada penurunan kualitas dan nilai jual hasil panen. Selain menyampaikan permasalahan lapangan, peserta juga mengajukan pertanyaan-pertanyaan teknis yang bersifat aplikatif. Pertanyaan tersebut mencakup cara dan tahapan penggunaan Trichoderma pada penanaman tanaman hortikultura, penentuan dosis yang tepat, serta waktu aplikasi yang paling efektif. Peserta juga secara kritis menanyakan kemungkinan kombinasi Trichoderma dengan pupuk organik, khususnya pupuk kompos, maupun dengan pupuk kimia yang selama ini telah digunakan. Diskusi ini menunjukkan bahwa peserta tidak hanya tertarik pada konsep teoritis, tetapi juga berorientasi pada solusi praktis yang dapat langsung diterapkan di lapangan. Kondisi tersebut memperlihatkan kesiapan kelompok tani untuk menerima inovasi teknologi berbasis Trichoderma. Hasil evaluasi kegiatan Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada hampir seluruh materi. Materi A dan B mengalami peningkatan signifikan, sedangkan materi C menunjukkan sedikit penurunan. Secara keseluruhan terjadi peningkatan nilai sebesar 13,5 poin atau 19,5% (Tabel . Tabel 2. Tingkat pemahaman peserta penyuluhan Pemanfaatan Jamur Trichoderma untuk Pertanian dan Peternakan Berkelanjutan. Materi Nilai pre-test Kategori Baik Nilai Cukup Keseluruhan Sangat Baik Kategori Peningkatan Sangat Sangat Baik -2,7 -3,3 Sangat Keterangan: A: Manfaat Jamur Trichoderma untuk Dunia Pertanian B: Manfaat Jamur Trichoderma untuk Dunia Peternakan C: Manfaat Jamur Trichoderma pada Sistem Pertanian-Peternakan terpadu Hasil evaluasi kegiatan penyuluhan menunjukkan bahwa pemanfaatan jamur Trichoderma sebagai agen hayati memiliki tingkat keterterimaan yang tinggi di kalangan peserta, tercermin dari peningkatan nilai post-test pada sebagian besar materi. Temuan ini mengindikasikan bahwa Trichoderma merupakan inovasi teknologi tepat guna yang relevan untuk diterapkan pada skala petani dan peternak rakyat, terutama dalam konteks . E-ISSN : 3109-1865 Vol 2 No 1 Tahun 2026 Hal 11-16 Doi : 10. 32585/agriej. https://journal. id/index. php/agriej pengembangan pertanian dan peternakan berkelanjutan. Temuan ini sejalan dengan laporan beberapa kegiatan pengabdian dan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa penyuluhan mengenai agen hayati efektif meningkatkan pengetahuan dan kesiapan petani dalam mengadopsi teknologi ramah lingkungan (Ajat Sudrajat et al. , 2025. Nugroho et al. , 2. Peningkatan pemahaman peserta terhadap materi kegunaan Trichoderma di bidang pertanian memperkuat argumen bahwa aplikasi jamur ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan kesuburan tanah apabila diterapkan secara luas. Trichoderma diketahui memiliki kemampuan sebagai agen biokontrol dan bioaktivator tanah melalui mekanisme antagonisme terhadap patogen tular tanah, produksi enzim hidrolitik, serta stimulasi aktivitas mikroorganisme menguntungkan (Gutiyrrez-Moreno et al. , 2025. Harman et , 2. Aktivitas tersebut berkontribusi terhadap perbaikan sifat biologis tanah yang merupakan fondasi utama dalam sistem produksi pertanian berkelanjutan. Tanah dengan aktivitas mikroba yang seimbang akan memiliki kemampuan lebih baik dalam mendukung pertumbuhan tanaman dan menjaga stabilitas agroekosistem. Selain meningkatkan kualitas biologis tanah, aplikasi Trichoderma juga berperan dalam meningkatkan ketersediaan unsur hara melalui proses dekomposisi bahan organik dan mineralisasi nutrien. Peningkatan efisiensi pemanfaatan pupuk organik ini berimplikasi pada pengurangan ketergantungan terhadap pupuk anorganik, yang dalam jangka panjang dapat menjaga keberlanjutan lahan pertanian dan kualitas lingkungan (Abdelkhalek et al. , 2. Dampak peningkatan kesuburan tanah tersebut berkorelasi dengan peningkatan produktivitas dan kualitas tanaman, termasuk hijauan pakan ternak. Hijauan yang tumbuh pada tanah dengan aktivitas mikroba yang baik cenderung memiliki pertumbuhan vegetatif lebih optimal, sistem perakaran lebih berkembang, serta efisiensi penyerapan nutrien yang lebih tinggi, sehingga berpotensi meningkatkan kandungan nutrisi dan kecernaan pakan (Husein et , 2. Dalam konteks peternakan. Trichoderma juga dapat dimanfaatkan sebagai agen fermentasi bahan pakan berserat dan limbah pertanian. Proses fermentasi dengan Trichoderma dilaporkan mampu menurunkan fraksi serat kompleks dan meningkatkan nilai nutrisi pakan, sehingga bahan pakan lokal yang sebelumnya kurang termanfaatkan dapat dioptimalkan untuk mendukung usaha peternakan rakyat (Nugroho et al. , 2025. Sektiono et al. , 2. Peran Trichoderma menjadi semakin strategis ketika diintegrasikan dalam sistem pertanianAepeternakan terpadu berbasis zero waste. Integrasi ini memungkinkan terjadinya siklus pemanfaatan sumber daya secara efisien, di mana limbah pertanian dan peternakan saling dimanfaatkan kembali sebagai input produksi (Ajat Sudrajat et al. , 2. Namun demikian, penurunan nilai pemahaman pada materi sistem terpadu menunjukkan bahwa konsep ini masih memerlukan pendalaman melalui pendampingan lanjutan, demonstrasi lapang, dan model percontohan agar dapat diimplementasikan secara optimal oleh petani. Penurunan nilai pada materi sistem pertanianAepeternakan terpadu yang teridentifikasi dalam hasil evaluasi mengindikasikan bahwa konsep integratif tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut. Kompleksitas sistem zero waste menuntut pemahaman lintas sektor dan kemampuan menerjemahkan konsep ke dalam praktik lapangan. Oleh karena itu, kegiatan . E-ISSN : 3109-1865 Vol 2 No 1 Tahun 2026 Hal 11-16 Doi : 10. 32585/agriej. https://journal. id/index. php/agriej penyuluhan perlu dilengkapi dengan demonstrasi lapang, pendampingan berkelanjutan, serta model percontohan agar adopsi teknologi dapat berlangsung secara efektif dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, hasil evaluasi ini menegaskan bahwa aplikasi jamur Trichoderma memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesuburan tanah, kualitas hijauan pakan, dan efisiensi sistem pertanianAepeternakan terpadu. Penerapan Trichoderma secara luas tidak hanya memberikan manfaat teknis, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian sistem produksi pertanian dan peternakan yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kemandirian petani serta peternak. SIMPULAN Kegiatan penyuluhan mengenai kegunaan jamur Trichoderma untuk dunia pertanian dan peternakan mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anggota Kelompok Tani Ngesti Utomo, dari kategori baik dengan nilai 69,4 menjadi sangat baik dengan nilai 83,0. Berdasar hasil kegiatan dapat direkomendasikan bahwa pemanfaatan Trichoderma dapat mendukung kebijakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia terkait pengembangan pertanian ramah lingkungan, dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal. Selain itu, integrasi Trichoderma dalam sistem pertanianAepeternakan terpadu berbasis zero waste juga mendukung program pembangunan pertanian berkelanjutan dan ekonomi sirkular di pedesaan. UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih kami ucapkan kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM). Direktorat Jenderal Riset Dan Pengembangan (Ditjen Risban. Kementerian Pendidikan Tinggi. Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI), yang telah mendanai kegiatan ini melalui PROGRAM TRANSFORMASI TEKNOLOGI DAN INOVASI Batch ke-4 Tahun 2025. DAFTAR PUSTAKA