Excellent Midwifery Journal Volume 7 No. Oktober 2024 P-ISSN: 2620-8237 E-ISSN: 26209829 FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETIDAKAKTIFAN IBU BALITA DALAM KEGIATAN POSYANDU DI DESA PADANG KLENG KECAMATAN TEUNOM KABUPATEN ACEH JAYA Mayang Wulan1. Indah Dewi Sari2. Monarita3 Institut Kesehatan Helvetia Email:mayangwulan@helvetia. ABSTRAK Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan 18% Balita di negara berkembang mengalami Jumlah Balita yang ada di Desa Padang Kleng Kecamatan Teunom sebanyak 100 jiwa. Desa Padang Kleng terdapat 2 Posyandu yaitu Posyandu Jantong Hate I dan Posyandu Jantong Hate II. Dari 100 Ibu Balita rata-rata melakukan kunjungan Posyandu hanya sekitar 20 sampai 30 Ibu Balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan (Pengetahuan. Pendidikan. Pekerjaan. Sikap dan Dukungan Keluarg. dengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu di Desa Padang Kleng Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian menggunakan desain analitik pendekatan cross sectional. Populasi 100 ibu balita. Sampel total Population, analisis menggunakan uji univariat dan bivariat chi-square. Hasil penelitian pengetahuan dengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu menunjukkan hasil uji chi-square p-value= 0,001 < 0,005, hasil uji chi-square pendidikan dengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu adalah p-value = 0,220 > 0,005, tabulasi silang pekerjaan dengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu adalah p-value = 0,511 > 0,005, sedangkan hasil uji chi-square sikap ibu dengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu menunjukkan bahwa p = 0,016< 0,05 dan hasil uji chi-square menunjukkan bahwa p = 0,002< 0,05 antara dukungan keluarga dengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu di Desa Padang Kleng Kecamatan Teunom. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu di Desa Padang Kleng Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya dan tidak terdapat hubungan pendidikan, pekerjaan dengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu di Desa Padang Kleng Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya. Saran diharapkan kepada petugas kesehatan di Desa Padang Kleng agar meningkatkan pelayanan pendidikan dan penyuluhan pada ibu balita tentang manfaat posyandu agar ibu balita lebih aktif dalam kegiatan yang ada di Posyandu. Kata Kunci: Faktor . Ketidakaktifan. Ibu Balita dan Posyandu LATAR BELAKANG kesehatan bukanlah tanggung jawab pemerintah saja, namun merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan Upaya pengembangan kualitas mengoptimalkan potensi tumbuh kembang merata,apabila system pelayanan kesehatan yang berbasis masyarakat seperti Posyandu (Pos Pelayanan Terpad. dapat dilakukan secara efektif dan efisien dan dapat Kesehatan merupakan hak azazi manusia (UUD 1945, pasal 28, ayat 1 dan UU No 23 Tahun 1. dan sekaligus ditingkatkan oleh setiap individu dan oleh masyarakat dapat menikmati hidup sehat, dan pada akhirnya dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang Hal ini perlu dilakukan, karena dibutuhkan layanan tumbuh kembang anak. Ibu hamil. Ibu menyususi dan Ibu nifas . Posyandu merupakan salah satu pelayanan kesehatan di desa untuk mengetahui atau memeriksakan kesehatan terutama untuk Ibu hamil dan anak balita. Keaktifan keluarga pada setiap kegiatan posyandu tentu akan berpengaruh pada keadaan status gizi anak balitanya. Karena salah satunya tujuan Posyandu adalah masyarakat terutama anak balita dan Ibu hamil . Posyandu dapat dikategorikan menjadi 4 jenis. Yaitu. Pratama. Madya. Purnama dan Mandiri dengan syarat memenuhi beberapa indikator yang telah ditetapkan seperti jumlah kader, jumlah anggota yang memiliki dana sehat dan lain sebagainya . Imunisasi dasar adalah pemberian imunisasi awal untuk mencapai kadar kekebalan di atas ambang perlindungan yang diberikan pada bayi sebelum berumur 1 . Imunisasi dasar terdiri dari imunisasi Hepatitis B pada waktu bayi lahir. BCG. DPT-HB/DPT-HB-Hib. Polio dan Campak. Bayi harus mendapat imunisasi dasar lengkap, anak sekolah dan wanita usia subur . munisasi lanjuta. Bayi dapat diberikan imunisasi di Pos Pelayanan Terpadu (Posyand. , di Puskesmas. Rumah Bersalin. Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) atau rumah sakit pemerintah. Di praktik Dokter atau Bidan atau Rumah Sakit Swasta . Data (World Health Organizatio. WHO pada tahun 2010 menunjukkan sebanyak 18% anak usia di bawah lima tahun di negara berkembang mengalami underweight. Keadaan kurang gizi dapat meningkatkan risiko terkena penyakit infeksi karena daya tahan tubuh yang menurun. Sebaliknya, penyakit infeksi juga dapat memengaruhi status gizi malabsorpsi, dan katabolisme tubuh meningkat . Menurut WHO Jumlah kematian pada anak di bawah lima tahun pada tahun 2008 adalah sebesar 8,8 juta anak, dengan sekitar 17% diantaranya merupakan kematian yang dapat dicegah dengan Sedangkan pada tahun 2011, jumlah kematian pada anak menurun menjadi 6,9 juta. Meskipun imunisasi morbiditas dan mortilitas pada anak, masih banyak anak di dunia yang belum imunisasi tersebut. Lebih dari 70% anak yang belum mendapatkan imunisasi tersebut bertempat tinggal di negara-negara berkembang seperti Ethiopia. India. Uganda. Afrika Selatan. Filipina dan Indonesia . Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga bila suatu saat terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan (Kemenkes RI, 2. Secara menekan angka kematian terlihat dari adanya kesepakatan bersama yang AuSunstainable DevelopmenteGoalsAy. Kesepakatan ini berlaku di negara-negara dunia dengan target sesuai kondisi di masing-masing Indonesia termasuk kelompok negara yang ditargetkan tahun 2015 angkat kematian bayi dan angka kematian maternal turun setengah. Kesepakatan ini mendukung upaya kesehatan yang telah lama dilakukan. Negara-negara di dunia memberi perhatian yang cukup besar terhadap Angka Kematian Bayi (AKB), menempatkannya di antara delapan tujuan yang dituangkan dalam Millennium Development Goals (MDGAo. , yang harus dicapai sebelum 2015 berakhir . Menurut data UNICEF (United Nations Children Fun. Angka kematian bayi dan balita yang terjadi di Indonesia terus meningkat sejak tahun 1990, laporan terakhir menunjukkan bahwa 134. anak-anak di bawah usia lima tahun meninggal dunia setiap tahunnya, hal ini terutama disebabkan oleh masih adanya permasalahan kesehatan dan gizi ataupun kurangnya pengetahuan masyarakat terutama di daerah-daerah terpencil serta susahnya jangkauan akses dari pemerintah pusat yang ada di Indonesia. Menangani terhambatnya pertumbuhan tinggi badan, secara khusus memiliki konsekuensi yang penting bagi prospek ekonomi dan pembangunan jangka panjang di Indonesia, dengan penanganan yang tepat, anak-anak akan menunjukkan perilaku yang lebih baik di sekolah, tumbuh lebih sehat, dengan demikian, anak-anak lebih dapat berperan sebagai orang yang berguna di dalam lingkungan masyarakat ketika mereka dewasa nantinya . Menurut UNESCO (United Nations Educational. Scientific and Cultural Organizatio. Posyandu pada dasarnya Pos Pelayanan Terpadu yang merupakan pusat kesehatan masyarakat dimana IbuIbu hamil dan menyusui datang untuk menerima perawatan kesehatan . isalnya gizi tambahan, imunisasi dan lain-lai. untuk diri mereka dan juga anak mereka. Sekarang mulai berubah menjadi pusat pelayanan yang lebih luas untuk Ibu-Ibu dimana mereka datang 2 kali sebulan bukan saja untuk menerima perawatan kesehatan tetapi juga untuk belajar tentang orang tua yang memberikan pelayanan pada anak-anaknya khususnya anak usia Baru-baru ini, ada usaha pelayanan anak-anak menemani Ibu mereka ke pusat pusat pelayanan . Namun berdasarkan hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2012 Angka kematian Neonatus (AKN) sebesar 19 per 1000 kelahiran hidup,Angka kematian bayi (AKB) terus turun yaitu 68 per 1000 kelahiran hidup, pada tahun 1991,kemudian turun hingga 32 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2012. Demikian pula dengan angka kematian balita (AKABA) memiliki penurunan yaitu 97 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 1991,tururn hingga 40 per 1000 kelahiran hidup pada SDKI Tahun 2012 . Sejalan dengan perkembangan paradigma pembangunan,telah kebijakan pembngunan kesehatan, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM ) 2004 Ae 2009 kesehatan,yang mengutamakan pada upaya preventif dan promotif dan memberdayakan keluarga dan masyarakat dalam bidang kesehatan. Salah satu bentuk upaya pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan dalam menumbuh kembangkan posyandu . Hasil analisis Profil Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) menunjukkan pergeseran tingkat perkembangan Posyandu. Jika pada tahun 2001 tercatat 44,2% Posyandu strata pratama, 34,7% Posyandu strata madya, serta 18,0% Posyandu tergolong strata Maka pada tahun 2004 tercatat 33,61% Posyandu tergolong dalam strata pratama, 40% Posyandu tergolong strata madya, serta 23,62% Posyandu tergolong strata purnama,sementara jumlah posyandu yang tergolong mandiri turun dari 3,1% pada tahun 2001 menjadi 2,91% pada tahun 2004 . Di Aceh pada tahun 2016, jumlah balita yang di laporkan (S) sebanyak 538 anak dan jumlah balita yang ditimbang (D) sebanyak 371. 199 anak dan jumlah balita yang BGM sebanyak 9. anak atau sebesar 2 %. Cakupan penimbangan balita di posyandu (D/S) di Aceh pada tahun 2016 sebesar 82 %. Cakupan ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 79 % . Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Jaya Tahun 2017 cakupan penimbangan dari 1. 079 Balita diperoleh cakupan penimbangan (D/S) sekitar 93,3% dan BGM (Bawah Garis Mera. Dari data yang diperoleh dari Puskesmas Teunom ditemukan angka Kematian Bayi pada tahun 2016 yaitu 1 jiwa, dan pada tahun 2017 lahir mati 1 jiwa. Sedangkan cakupan balita gizi buruk tahun 2017 adalah 1 orang dan sudah dapat ditangani oleh petugas puseksmas dengan bantuan pemberian makanan tambahan. Hasil pencatatan dan pelaporan Petugas Gizi cakupan balita yang ditimbang tahun 2017 yaitu D/S = 85% . Jumlah Balita yang ada di Desa Padang Kleng Kecamatan Teunom sebanyak 100 jiwa. Desa Padang Kleng terdapat 2 Posyandu yaitu Posyandu Jantong Hate I dan Posyandu Jantong Hate II. Dari 100 Ibu Balita rata-rata melakukan kunjungan sekitar 20 sampai 30 Ibu Balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor (Pengetahuan. Pendidikan. Pekerjaan. Sikap dan Dukungan Keluarg. dengan Ketidak Aktifan Ibu Balita Dalam Kegiatan Posyandu di Desa Padang Kleng Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya. Populasi dalam penelitian adalah semua Ibu yang memiliki Balita yaitu sebanyak 100 orang di Posyandu Desa Padang Kleng Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya. Teknik Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan total population yaitu dimana seluruh populasi dijadikan sebagai sampel yaitu sebanyak 100 Ibu Balita. Jenis data yang di gunakan data primer, data sekunder dan data tersier. Metode pengelohan data collecting. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. HASIL Analisa Univariat Analisa menggambarkan hasil dari pengambilan data responden. Hal yang dianalisis dalam penelitian ini yaitu mengenai gambaran pendidikan, sikap ibu, dukungan keluarga dan ketidakaktifan ibu dalam mengikuti METODE PENELITIAN Lokasi Penelitian ini dilakukan pada Ibu balita di Desa Padang Kleng Jalan Banda Aceh-Meulaboh Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya Tahun 2018 dan waktu Penelitian ini akan dilakukan pada bulan September dan Oktober. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Faktor yang Berhubungan dengan Ketidak Aktifan Ibu Balita Dalam Kegiatan Posyandu di Desa Padang Kleng Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya Variabel Pengetahuan Baik Cukup Kurang Total Pendidikan SD/SMP SMA Perguruan Tinggi Total Pekerjaan IRT Wiraswasta PNS Total Sikap Ibu Balita Positif Negatif Total Dukungan Keluarga Mendukung Tidak Mendukung Total Ketidakaktifan Ibu Balita Dalam Kegiatan Posyandu Aktif Tidak Aktif Total Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui dari 100 orang ibu balita lebih banyak ibu yang berpengetahuan baik pendidikan ibu lebih banyak yang memiliki pendidikan perguruan tinggi sebanyak 43 orang. Berdasarkan pekerjaan ibu yaitu pekerjaan lebih banyak sebagai ibu rumah tangga sebanyak 66 orang, dari 100 ibu balita, lebih banyak ibu yang bersikap positif sebanyak 52 orang. Berdasarkan dukungan keluarga ibu lebih banyak ibu yang mendapat dukungan dari ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu lebih banyak ibu yang aktif datang ke Posyandu sebanyak 51 orang. Analisis Bivariat Analisa bivariat dalam penelitianini bertujuan untuk mengetahui hubungan Faktor (Pengetahuan. Pendidikan. Pekerjaan. Sikap dan Dukungan Keluarg. dengan Ketidak Aktifan Ibu Balita Dalam Kegiatan Posyandu di Desa Padang Kleng Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya. Tabel 2. Tabulasi Silang Faktor yang Berhubungan dengan Ketidak Aktifan Ibu Balita Dalam Kegiatan Posyandu di Desa Padang Kleng Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya Pengetahuan Baik Cukup Kurang Pendidikan SD/SMP SMA Perguruan Tinggi Pekerjaan IRT Wiraswasta PNS Sikap Positif Negatif Dukungan Keluarga Mendukung Tidak Mendukung Ketidakaktifan Ibu Balita Dalam Kegiatan Posyandu Aktif Tidak Aktif `11 0,220 0,511 0,016 0,002 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat tabulasi silang pengetahuan dengan ketidakaktifan ibu balita datang ke Posyandu di Desa Padang Kleng hasil uji chi-square menunjukkan bahwa p value= 0,001< 0,05, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu di Desa Padang Kleng. Tabulasi silang pendidikan dengan ketidakaktifan ibu balita datang ke Posyandu di Desa Padang Kleng diketahui hasil uji chisquare menunjukkan bahwa p value = 0,220 > 0,05, artinya tidak terdapat hubungan antara pendidikan dengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu di Desa Padang Kleng. Tabulasi silang pekerjaan dengan ketidakaktifan ibu balita datang ke Posyandu di Desa Padang Kleng hasil uji chi-square menunjukkan bahwa p value= 0,511> 0,05, artinya tidak terdapat hubungan antara Jumlah P-Value 0,001 pekerjaan dengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu di Desa Padang Kleng. Tabulasi silang sikap ibu dengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegaitan Posyandu di Desa Padang Kleng Kabupaten Aceh Jaya hasil uji chi-square menunjukkan bahwa p value= 0,016< 0,05, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu dengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu di Desa Padang Kleng Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya. Tabulasi Dukungan Keluargadengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu di Desa Padang Kleng Kabupaten Aceh Jaya diketahui hasil uji chi-square menunjukkan bahwa p value= 0,002< 0,05, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara Dukungan Keluargadengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu di Desa Padang Kleng Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitain Frida . dengan topik AuPengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Kunjungan Ke Posyandu BalitaAymenunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan ibu yang buruk sebanyak 56 orang dan terdapat hubungan sangat kuat antara pengetahuan ibu dengan kunjungan ke posyandu. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa ibu dengan pengetahuan baik lebih aktif dalam kegiatan Posyandu. Ibu yang mengetahui manfaat Posyandu sehingga ibu akan aktif dalam kegiatan Posyandu. Tetapi berdasarkan hasil penelitian didapatkan ibu dengan pengetahuan baik tetapi tidak aktif dalam kegiatan Posyandu sebanyak . ,0%). Hal ini terjadi karena ibu aktif bekerja di luar rumah sehingga ibu tidak membawa anaknya ke Posyandu dan hal ini juga di sebabkan karena ibu yang aktif bekerja di luar memiliki banyak masukan negative dari kerabat contohnya tentang vaksin yang belakangan ini kerap diberitakan bahwa vaksin tersebut dibuat menggunakan unsur yang tidak halal. Sehingga ibu sungkan membawa anak ke Hasil penelitian ini menunjukkan variabel pendidikan tidak berhubungan dengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu di Desa Padang Kleng Kabupaten Aceh Jaya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Toad . dengan topik AuKunjungan BalitaAy hasil penelitian terhadap 85 responden menyatakan tidak ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan kunjungan balita di Kelurahan Karondoran Kecamatan Ranowulu Kota Bitung . Pengetahuan Ibu Dengan Ketidakaktifan Ibu Balita Dalam Kegiatan Posyandu setelah dilakukan uji statistik dengan menggunakan uji chi-square terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu di Desa Padang Kleng Kabupaten Aceh Jaya. Menurut Notoatmodjo pengetahuan merupakan hasil AutahuAy dan ini terjadi setelah orang mengadakan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terhadap objek terjadi melalui panca indra manusia yakni penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba dengan sendiri. Pada menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian persepsi terhadap objek, sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga . Hasil ini sejalan dengan penelitian Tresnawan . AuKunjungan Ibu yang Mempunyai Balita (Usia 12- 59 Bula. Ke PosyanduAy. Diketahui bahwa dari 152 responden terdapat 26 Ibu yang mempunyai Balita (Usia 12- 59 Bula. dengan pengetahuan kurang mayoritas tidak rutin yaitu sebanyak 21 responden dan terdapat hubungan yang signifikan antara faktor kunjungan Ibu yang mempunyai balita . Hasil ini sejalan dengan penelitian Toad . dengan topik AuKunjungan Balita Di PosyanduAy diketahui ada pengetahuan sikap Ibu dengan kunjungan balitadi posyandu Kelurahan Karondoran Kecamatan Ranowulu Kota Bitung . Menurut peneliti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan ibu maka kesadaran ibu untuk membawa balitanya ke Posyandu akan lebi aktif namun dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan ibu pada tingkat dasar, tingkat menengah ataupun tingkat tinggi tidak mempunyai hubungan dengan kemauan ibu dalam membawa anak balitanya ke posyandu, begitu pula sebalikkanya tidak semua orang dengan pendidikan dasar (SD-SMP) kemampuan untuk memutuskan membawa balita ke posyandu, sedangkan seseorang dengan pendidikan tinggi tidak menjamin dapat melakukan atau memutuskan untuk berkunjung ke posyandu membawa Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa tinggi rendahnya dihubungkan dengan kemauan ibu membawa balita ke posyandu. Hasil penelitian ini dari hasil uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pekerjaan dengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu di Desa Padang Kleng Kabupaten Aceh Jaya. Pekerjaan adalah sesuatu yang dilakukan untuk mencari Dewasa perempuan mendapat kesempatan bekerja yang sedemikian terbuka. Alasan yang mendasar seseorang perempuan untuk memiliki pekerjaan tidak sama antar satu dengan dengan yang lain. Alasan umum yang sering dijumpai adalah karena kebutuhan keuangan untuk memperkaya pengalaman dan pengetahuan pribadi, hasrat berprestasi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Elva Pristiani Dkk . dengan topik AuStatus Pekerjaan Ibu Balita dengan Frekuensi Penimbangan Balita PosyanduAy. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang sifnifikan antara status pekerjaan ibu balita dengan frekuensi penimbangan balita ke posyandu . Menurut peneliti bahwa ibu yang berkerja akan memiliki kesulitan untuk membawa balitanya ke Posyandu. Hal ini terjadi karena ibu akan kesulitan untuk membagi waktunya untuk bekerja dan membawa balitanya ke Posyandu, terlebih lagi apabila kegiatan Posyandu dilakukan pada waktu ibu bekerja hal ini akan membuat ibu tidak aktif dalam kegiatan Posyandu. Namun tidak semua ibu yang bekerja tidak aktif dalam kegiatan Posyandu. Ibu yang mampu mengatur waktunya antara bekerja dan membawa balitanya tentunya akan lebih aktif membawa baitanya ke Posyandu meskipun ia bekerja. Sikap dengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu, setelah menggunakan uji chi-square terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu di Desa Padang Kleng Kabupaten Aceh Jaya. Sikap adalah suatu respons atau reaksi yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek. Menifestasi sikap tidak dapat dilihat, tetapi hanya dapat ditafsirkan. Sikap adalah kecenderungan yang berasal dari dalam diri individu untuk berkelakuan dengan pola-pola tertentu terhadap suatu objek akibat pendirian dan perasaan terhadap objek tersebut. Sikap tidak dapat dilihat tetapi dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari prilaku yang tertutup. Sikap adalah reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial . Hasil penelitian yang dilakukan Toad AuKunjungan Balita Di PosyanduAy diketahui bahwa ada hubungan yang bermaknaantara sikap Ibu dengan kunjungan balitadi Kelurahan KarondoranKecamatan Ranowulu Kota Bitung . Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan bahwa lebih banyak sikap ibu hamil yang positif aktif dalam kegiatan Sikap ibu yang positif akan cenderung mencari tau informasi tentang perkembangan kesehatan balitanya. Akan tetapi dalam penelitian ini terdapat ibu yang memiliki sikap positif tetapi tidak aktif dalam kegiatan posyandu. Hal ini terjadi karena ibu belum menyadari dan memahami akan pentingnya pemantauan kesehatan balita diposyandu dan tidak ada dukungan dari keluarga. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa ibu dengan sikap negatif tidak aktif dalam kegiatan posyandu. Ibu yang memiliki sikap yang negatif akan berdampak buruk bagi kesehatan balitanya. Hal ini terjadi karena ibu tidak perduli dengan kesehatan balitanya. Selain itu adanya larangan dari nenek yang menganggap bahwa balita tidak perlu Namun dalam penelitian ini terdapat ibu dengan sikap negatif tetapi aktif dalam kegiatan Posyandu. Hal ini terjadi karena adanya dukungan yang diberikan suami sehingga ibu aktif dalam kegiatan posyandu, dan ada ajakan dari tentangga dan dari kader Posyandu. Dukungan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu, setelah dilakukan uji statistik dengan menggunakan uji chi-square terdapat hubungan yang signifikan antara Dukungan Keluarga dengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu di Desa Padang Kleng Kabupaten Aceh Jaya. Dukungan merupakan suatu bentuk ataupun bantuan yang diterima individu dari orang yang berarti, baik secara perorangan maupun kelompok. Dukungan berasal dari dukungan sosial keluarga internal, misalnya : Dukungan Keluarga atau dukungan dari keluarga . Sejalan dengan penelitian Erik Bagus Junnindy dengan topik AuKunjungan Balita Ke PosyanduAy berdasarkan hasil penelitian di Desa Mojodanu Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang menyatakan sebagian besar faktor motivasi intrinsik Ibu datang ke posyandu positif. Ada hubungan yang cukup tinggi antara faktor motivasi intrinsik Ibu dengan kunjungan balita datang ke Posyandu. Ada hubungan yang rendah antara faktor motivasi ekstrinsik Ibu dengan kunjungan balita datang ke Posyandu . Berdasarkan hasil penelitian lebih banyak ibu mendapat dukungan dari suami dan aktif dalam kegiatan Posyandu. Suami yang selalu mendukung setiap kegiatan ibu di Posyandu akan membuat ibu aktif dalam kegiatan di posyandu. Namun dalam penelitian ini diketahui bahwa ibu yang mendapatkan dukungan dari suami tetapi tidak aktif dalam kegiatan Posyandu hal ini terjadi karena kurangnya keperdulian ibu balita terhadap kesehatan balitanya. Hasil penelitian didapatkan bahwa ibu yang tidak mendapat dukungan dari suaminya dan tidak aktif dalam kegiatan posyandu, hal ini terjadi karena suami melarang ibu untuk ke Posyandu. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu di Desa Padang Kleng Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya dan tidak terdapat hubungan pendidikan, pekerjaan dengan ketidakaktifan ibu balita dalam kegiatan Posyandu di Desa Padang Kleng Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya. Saran diharapkan kepada petugas kesehatan di Desa Padang Kleng agar meningkatkan pelayanan pendidikan dan penyuluhan pada ibu balita tentang manfaat posyandu agar ibu balita lebih aktif dalam kegiatan yang ada di Posyandu Aceh Terbaru. 1116_tabel_profil_aceh_jaya_2017_ Final Narasi Profil 24 Mei 2015. Muhammad I. Panduan Penyususnan Karya Tulis Ilmiah Bidang Kesehatan Menggunakan Metode Ilmiah. Bandung: Citapustaka Media Perintis. Notoatmojdo S. Promosi Kesehatan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. 131-147 p. Tresnawan T. Suhendra H. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Ibu yang Mempunyai Balita (Usia 1259 Bula. ke Posyandu di Kelurahan Warudoyong Wilayah Kerja Puskesmas Pabuaran Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi. Toad L. Solang SD. Makalew LA. FaktorFaktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Balita Di Posyandu Kelurahan Karondoran Kecamatan Ranowulu Kota Bitung. J Ilm Bidan. :66Ae76. Pristiani E. Junaid. Paridah. Hubungan Pengetahuan. Sikap, dan Status Pekerjaan Ibu Balita dengan Fekuensi Penimbangan Balita ke Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Pamandati Kabupaten Konawe Selatan. 1Ae10. Induniasih. Promosi Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka BaruPress. Susanto AV FY. kebebutuhan Dasar Manusia. Yogyakarta: Pustaka BaruPress. Junnydy EB. Hubungan Motivasi Ibu dengan Kunjungan Balita ke Posyandu di Desa Mojodanu Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. DAFTAR PUSTAKA