Jurnal Intelektual: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Administrasi Publik Volume: 12 No: 1 2025 P-ISSN:2338-7521 E-ISSN: 3047-2725 https://doi. org/10. 55499/intelektual. AuWomen Support WomenAy dan Transformasi Digital: Konstruksi Realitas Sosial pada Komunitas Daring Ibu Punya Mimpi Lina Kamila Rahmasari. * . Jurusan Ilmu Komunikasi. Fakultas Dakwah dan Komunikasi. UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Indonesia. Email: linakamila@uinsgd. Received: May 24, 2025 | Accepted: June 24, 2025 | Published: July 28, 2025 Abstrak Fenomena saling mengomentari pilihan hidup antar sesama perempuan kemudian melahirkan istilah AuWomen Support WomenAy yang semakin populer dalam dekade terakhir. Seiring berkembangnya media sosial, bentuk supportivitas tersebut bertransformasi ke dalam bentuk virtual. Baik melalui saling berbalas pesan di kolom komentar sebuah postingan, atau solidaritas berbasis komunitas pemberdaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunitas Ibu Punya Mimpi dalam mengubah konstruksi realitas perempuan melalui platform digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini akan mengekplorasi bagaimana komunitas melalui berbagai aktivisme digital, mengedukasi perempuan untuk memberdayakan dirinya guna menggapai mimpi mereka, terutama setelah melewati fase awal menjadi ibu. Selain itu, penelitian ini juga menggarisbawahi bagaimana media sosial menjadi fasilitator para perempuan untuk menunjukkan bentuk solidaritas mereka sekalipun berada pada lokasi geografis dan latar belakang budaya yang berbeda. Solidaritas ini semata-mata untuk mewujudkan ketahanan dalam menghadapi tantangan sosial dan personal. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori konstruksi sosial guna memahami bagaimana media sosial menciptakan realitas baru yang mendorong pemberdayaan perempuan. Dari penelitian ini ditemukan bahwa komunitas seperti Ibu Punya Mimpi dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk mendefinisikan ulang peran mereka di era digital. Yakni peran wanita karir yang bukan hanya di luar rumah, melainkan juga ibu yang berkarya dan memberdayakan keluarga. Komunitas ini berfokus untuk mendorong perempuan agar dapat memaksimalkan potensi diri mereka guna berkontribusi dalam kemajuan peradaban. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis terhadap studi komunikasi pembangunan, terutama pada topik pemberdayaan perempuan khususnya di era digital. Kata Kunci: Women Support Women. Aktivisme Digital. Konstruksi Realitas Sosial. Pemberdayaan Perempuan. Komunitas Ibu Punya Mimpi. Abstract The phenomenon of commenting on each other's life choices between women then gave birth to the term "Women Support Women" which has become increasingly popular in the last As social media develops, this form of support has transformed into a virtual form. Either through exchanging messages in the comments column of a post, or solidarity based *Corresponding author. E-mail: linakamila@uinsgd. Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. P-ISSN:2338-7521 E-ISSN: 3047-2725 https://doi. org/10. 55499/intelektual. on empowering communities. This study aims to analyze the role of the Ibu Punya Mimpi community in changing the construction of women's reality through digital platforms. Using a qualitative approach and case study method, this study will explore how communities through various digital activisms educate women to empower themselves to achieve their dreams, especially after going through the initial phase of becoming mothers. In addition, this study also underlines how social media has become a facilitator for women to show their form of solidarity even though they are in different geographical locations and cultural This solidarity is solely to realize resilience in facing social and personal This study uses a social construction theory approach to understand how social media creates new realities that encourage women's empowerment. From this study, it was found that communities such as Ibu Punya Mimpi can be a space for women to redefine their roles in the digital era. Namely the role of career women who are not only outside the home, but also mothers who work and empower their families. This community focuses on encouraging women to maximize their potential to contribute to the advancement of This study is expected to provide academic contributions to the study of development communication, especially on the topic of women's empowerment, especially in the digital era. Keywords: Women Support Women. Digital Activism. Construction of Social Reality. Women's Empowerment. AuIbu Punya MimpiAy Community. PENDAHULUAN Di era tranformasi digital, media sosial dan platform digital memiliki peran yang sangat signifikan dalam menciptakan kontruksi realitas tentang perempuan, mulai dari kesadaran terhadap citra dirinya, hak dan kewajiban bagi perempuan, hingga dilema peran wanita karir dan ibu rumah tangga. Hal ini menjadi relevan mengingat paparan informasi dari media sosial tidak jarang memberikan dampak negatif terhadap perempuan dalam mengonstruksi Seperti menimbulkan tekanan sosial akibat prestasi orang lain sehingga muncul kecenderungan membandingkan diri, atau diterpa isu yang menggambarkan fenomena diskriminasi terhadap status atau pilihan perempuan. Bersamaan pilihan hidup antar sesama perempuan kemudian melahirkan istilah AuWomen Support WomenAy yang semakin populer dalam dekade terakhir. Seiring berkembangnya media sosial, bertransformasi bukan hanya dalam bentuk dukungan fisik, melainkan dukungan secara virtual. Baik melalui saling berbalas pesan di kolom komentar sebuah postingan, atau solidaritas dalam bentuk komunitas Komunitas sejenis ini semakin marak ketika mulai banyaknya aktivitas pergerakan dalam ruang virtual. Dan semakin marak seiring dengan terhadap teknologi dan komunikasi interaktif jarak jauh. Sebut saja Lab Belajar Ibu yang didirikan oleh para alumni dari penerima beasiswa LPDP. Komunitas Ibu Profesional yang bahkan sudah memulai pergerakan secara luring pada tahun 2011. Salah satu komunitas yang muncul sebagai ruang pemberdayaan Perempuan adalah Komunitas Ibu Punya Mimpi. Komunitas Ibu Punya Mimpi menjadi wadah yang memungkinkan Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. P-ISSN:2338-7521 E-ISSN: 3047-2725 https://doi. org/10. 55499/intelektual. Perempuan untuk saling berbagi pengalaman, membangun koneksi, dan memperoleh akses terhadap informasi yang mendukung peran mereka sebagai individu, ibu dan bagian dari masyarakat. Dalam konteks AuWomen Support WomenAy. Ibu Punya Mimpi memungkinkan para perempuan untuk saling mendukung solidaritas, dan menghargai setiap pilihan yang diambil oleh sesame Termasuk mendorong perempuan untuk meraih mimpimimpi mereka. Menurut Audre Lorde, seorang teoris utama dalam gerakan feminis pascakolonial, perbedaan digunakan sebagai kekuatan untuk membangun komunitas di mana perempuan saling mendukung satu sama lain (Nayak, 2. Hal inilah IPM AuWomen Support WomenAy ke dalam berbagai bentuk pendampingan, dan forum diskusi Pada komunikasi luring, partisipasi para peserta didasarkan pada kesamaan minat, ketertarikan, atau tujuan bersama, termasuk dalam mendukung gerakan sosial (Ayu et al. , n. Komunitas ini tidak hanya membantu perempuan menghadapi tantangan dalam kehidupan pribadi membentuk konstruksi realitas baru Dan semuanya dilakukan secara virtual. Oleh karenanya. Ibu Punya Mimpi melabeli dirinya sebagai AuPlatform Online Learning berbasis KomunitasAy. Komunitas virtual adalah komunitas yang terbentuk di dunia siber oleh para pengguna karena adanya kesamaan, saling melakukan interaksi dan relasi yang difasilitasi oleh medium komputer terkoneksi internet (Rully Nasrullah, 2. Teori konstruksi realitas sosial memandang bahwa realitas pada pandangan seseorang terbentuk dari proses interaksi antara dirinya dengan Teori ini menyatakan bahwa realitas sosial adalah produk dari interaksi sosial dan proses komunikasi antara individu-individu dalam masyarakat (Hadiwijaya, 2. Ketika manusia saling berinteraksi, manusia akan terus memberikan pesan dan kesan, mendengarkan, mengamati, mengevaluasi, dan menilai situasi disosialisasikan untuk memahami dan berinteraksi terhadap diri mereka. Melalui proses pemahaman dan berlangsung, manusia menafsirkan realitas dan menegosiasikan makna (Kamelia & Nusa, 2. Itulah mengapa konsep ini mengemukakan bahwa masyarakat bukanlah entitas obyektif yang berevolusi dengan cara yang ditentukan dan tidak dapat Manusia menciptakan realitas melalui interaksi sosial. Berkaitan dengan realitas perempuan, perempuan seringkali dilabeli pada suatu yang khas, seperti peran, fungsi dan tanggungjawab, yang telah dikonstruksi secara sosial, yang sebenarnya dapat berubah sesuai (Rosyidah & Nurwati, 2. Namun bersamaan dengan itu, ada suatu peran dan fungsi yang tidak hanya dikonstruksi secara sosial, melainkan secara alamiah, yakni peran dan fungsi sebagai seorang AoibuAo, melalui proses hamil dan melahirkan. Peran menjadi ibu inilah yang kemudian memberikan banyak perubahan dalam diri seorang Seperti perubahan fisik, perubahan perkembangan emosi dan perubahan prioritas. Ketika seorang Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. P-ISSN:2338-7521 E-ISSN: 3047-2725 https://doi. org/10. 55499/intelektual. Perempuan melewati fase awal dihadapkan pada situasi yang disebut dengan AuMotherhood TransitionAy. Fase transisi ini biasanya dihadapkan pada pilihan sulit: melanjutkan karir membersamai anak. Kondisi inilah yang kemudian membuat sebagian dirinya dalam realitas sosial sebagai Auibu rumah tanggaAy. Sehingga dirasa sulit untuk berperan dalam ranah yang lebih luas di luar keluarganya. Konsep konstruksionis diperkenalkan oleh sosiolog interpretatif. Peter L. Berger bersama Thomas Luckman. Dalam konsep kajian komunikasi, teori konstruksi sosial bisa disebut berada diantara teori fakta sosial dan defenisi (Eriyanto. Teori Konstruksi Realitas mengungkapkan ada tiga konsep yang dapat merealisasikan teori ini ke dalam dialektika sosial. Yaitu Tahap eksternalisasi adalah proses di mana manusia menyesuaikan dirinya dengan dunia sosial dan budaya yang merupakan hasil ciptaannya sendiri. Tahap objektivasi merujuk pada interaksi sosial yang berlangsung dalam dunia dilembagakan atau melalui proses Sedangkan internalisasi adalah proses ketika dirinya dengan lembaga-lembaga atau organisasi sosial di mana ia menjadi bagian darinya (Berger dalam (Parlindungan & Nabila, 2. Pada praktik komunitas Ibu Punya Mimpi, terdapat fenomena kompleks yang layak ditelaah lebih transformasi digital memengaruhi cara perempuan memandang diri mereka sendiri, bagaimana komunitas ini mengubah narasi tradisional tentang peran perempuan, serta bagaimana proses kolektif ini terjadi di ranah Mengingat perkembangan mempengaruhi aktivitas jurnalisme yang memungkinkan masyarakat mengakses berita dan informasi dengan lebih mudah melalui platform online dan media sosial (Johana et al. Oleh karena itu, studi ini penting dilakukan untuk memahami dinamika yang terjadi dalam interaksi anggota komunitas, peran teknologi dalam perubahan persepsi, dan yang dihasilkan pada kehidupan nyata para perempuan yang Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana Komunitas Ibu Punya Mimpi menjadi ruang bagi konstruksi realitas perempuan dengan pemanfaatan platform digital. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode perempuan melalui interaksi di dalam Ibu Punya Mimpi. Pendekatan mengeksplorasi secara mendalam mengenai pengalaman, makna, dan perubahan yang dirasakan oleh para perempuan yang tergabung dalam komunitas tersebut. Pengumpulan data diperoleh dari sumber data primer, yaitu sumber data utama yang berasal dari wawancara terhadap dua orang informan kunci, yaitu JMF dan BC selaku tim manager pada komunitas Ibu Punya Mimpi. Informan kunci Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. P-ISSN:2338-7521 E-ISSN: 3047-2725 https://doi. org/10. 55499/intelektual. sampling berdasarkan keterlibatan aktif mereka dalam komunitas serta kesediaan mereka untuk berpartisipasi dalam penelitian. Lokasi penelitian dilakukan secara daring, mengingat interaksi komunitas ini sebagian besar berlangsung melalui platform digital seperti grup WhatsApp, webinar, dan media sosial. Kemudian, dilakukan untuk mengamati aktivitas Ibu Punya Mimpi pada website, akun Instagram @ibupunyamimpi @komunitas. ibupunyamimpi, di grup telegram Ibu Punya Mimpi, serta aktivitas pertemuan secara daring. Upaya ini dilakukan guna memperoleh data yang komprehensif sehingga tercapainya tujuan penelitian, yakni menggali pengalaman individu para anggota komunitas serta menganalisis proses kolektif yang terjadi dalam membentuk identitas dan aspirasi perempuan di era digital. Teknik dokumentasi juga dilakukan untuk menganalisis materi yang dihasilkan komunitas, seperti unggahan media sosial, video, atau testimoni anggota, untuk melihat narasi yang dibangun oleh komunitas ini. Data tersebut kemudian dianalisis dengan mengabstraksi data yang telah didapat, untuk kemudian dipelajari berulang untuk direduksi, yakni memilih data yang sesuai dengan focus penelitian sehingga dapat diidentifikasi secara spesifik untuk mengklasifikasikan data yang penting, temuan menarik dan yang dianggap paling relevan dari Akhir dari analisis data ini ialah membuat kesimpulan dengan mengintrepetasikan temuan dengan merujuk pada teori dan konsep yang HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian pemberdayaan perempuan. Ibu Punya Mimpi, yang melakukan kegiatan memanfaatkan berbagai teknologi Komunitas ini berdiri pada April 2020, ketika pandemi covid-19 menyebabkan semua orang tidak dapat beraktivitas di luar rumah. Bahkan beberapa orang harus mengalami berdampak pada kondisi ekonomi Kondisi kemudian membuat para founder IPM berinisiasi untuk membuat sebuah dengan tujuan awal mengajak para Ibu untuk membuka bisnis sehingga bisa berdaya secara finansial, dan dapat membantu keluarga keluar dari Melihat antusiasme peserta pada saat itu. Ibu Punya Mimpi akhirnya melanjutkan langkah pemberdayaan, bukan hanya mendorong para Ibu untuk menjadi pebisnis, tetapi juga melanjutkan mimpi-mimpi yang pernah disusun ketika sebelum menjadi ibu, dan terhenti karena mengutamakan peran prioritas dalam keluarga. Dalam konteks komunikasi, terdapat beberapa jenis konteks yang mempengaruhi cara realitas sosial dikonstruksi dan dipahami: konteks interpersonal, komunikasi kelompok kecil, organisasi, konteks komunikasi di ruang publik, komunikasi massa, bahkan pada komunikasi lintas budaya (Hadiwijaya, 2. Sesuai dengan pernyataan ini. Ibu Punya Mimpi Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. P-ISSN:2338-7521 E-ISSN: 3047-2725 https://doi. org/10. 55499/intelektual. melakukan konstruksi realitas ibu berdaya dalam konteks kelompok, organisasi, bahkan media massa. Konteks Pada praktiknya. Ibu Punya Mimpi melakukan kegiatan komunikasi paling sedikit dalam 3 konteks tersebut. Pada konteks kelompok dalam aktivitas komunikasi di grup telegram antara sesama anggota komunitas. Para konteks komunikasi organisasi, komunikasi terjalin antara sesama pengurus komunitas atau yang tergabung dalam tim manajerial. pada konteks komunikasi massa. Ibu Punya Mimpi melakukan penyebaran informasi dan kegiatan komunikasi melalui media sosial dan media massa berbasis Seperti Namanya. Ibu Punya Mimpi memfungsikan dirinya sebagai komunitas untuk saling memberikan dukungan bagi para ibu untuk menggapai mimpinya. Dukungan ini komunitas sebagai Aoruang nyamanAo bagi para ibu untuk saling berbagi. Atau IPM menyebut dirinya sebagai AoKelas Belajar Ramah IbuAo. Yakni tempat dimana setiap pilihan dan pendapat anggota komunitas dapat diterima dan minim penghakiman. AuIPM hadir sebagai ruang nyaman yang membuat para Ibu berani memulai yang mengutamakan keluarga atau lingkunganAy (JMF, wawancara pribadi, 29 November 2. Disebut Aoruang nyamanAo karena komunitas telah menjadi tempat yang nyaman bagi para ibu untuk berkomunikasi. dalam berbagi pengalaman dan pengetahuan. Hal ini menjadi sangat penting mengingat situasi sosial saat ini dimana para ibu saling mengomentari pilihan hidup satu sama lain dengan reaksi negatif. Atau dengan kata lain, tidak menerapkan prinsip Aowomen support womenAo. Konstruksi sosial media massa dalam konteks komunikasi juga bahwa realitas sosial yang diterima mencerminkan realitas yang objektif (Hadiwijaya, 2. Dengan slogan AuKelas Belajar Ramah IbuAy. IPM hadir positif dan menerima kehadiran semua ibu dengan segala latar belakang dan Ibu punya mimpi, dengan memanfaatkan media sosial dan platform digital lain, memungkinkan terwujudnya Aowomen support womenAo dalam ranah yang lebih luas. Yakni ke ranah dunia maya, dimana para anggota dari beragam wilayah dan latar belakang dapat memberikan dukungan bagi sesamanya. Terutama pengurus komunitas sebagai pioneer community core values, yaitu tentang AuIbu berdaya dan mau belajarAy. Realitas komunikasi mengacu pada cara realitas sosial dibentuk, dipahami dan dikomunikasikan melalui interaksi sosial dan proses komunikasi. Hal ini melibatkan konstruksi bersama dan berbagi pemahaman tentang realitas symbol-simbol, pola-pola komunikasi dalam suatu masyarakat (Hadiwijaya, 2. AuYang pergerakan IPM adalah semua ibu nyaman dan yakin dengan Dan terus mau Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. P-ISSN:2338-7521 E-ISSN: 3047-2725 https://doi. org/10. 55499/intelektual. Ay (JMF, wawancara pribadi, 29 November 2. Core Values dikonstruksikan secara simultan dan selalu dibahas di setiap pertemuan daring mereka. Tidak hanya itu, kegiatan yang diselenggarakan juga tidak lepas dari tema besar ini. Seperti kelas pendampingan untuk menjadi ibu pebisnis, dan juga pengenalan profesi-profesi yang sesuai dengan teknologi, sehingga memungkinkan ibu untuk berdaya dari rumah. Seperti profesi virtual assistant, master of ceremony dan content creator. Pada mengajak para ibu untuk membuat hidup ibu lebih bermakna dengan mewujudkan mimpi-mimpinya. IPM selalu mendorong pemberdayaan ibu mengkonstruksi ibu agar memiliki realitas dalam berkarya dengan tetap berperan aktif membersamai keluarga. IPM selalu meyakinkan bahwa ketika ibu merasa terpanggil oleh mimpinya, hal tersebut adalah wajar dan bukan keinginan yang salah. Berger dan Luckmann meyakini bahwa realitas tidak selalu sama bagi setiap orang. Apa yang dianggap nyata oleh seseorang, belum tentu nyata bagi seseorang lainnya. Termasuk dalam hal pengetahuan (Parlindungan & Nabila. Belajar sebagai AohakAo yang perlu dipenuhi oleh semua orang, baik laki-laki maupun perempuan. Berikutnya, penelitian ini akan insternalisasi yang terjadi dan dialami oleh pengurus dan anggota komunitas. Konsep eksternalisasi, objektifikasi dan internalisasi menjadi komponen penting dalam penelitian ini. Individu secara terus-menerus menciptakan dan mengalami realitas sosial yang bersifat subyektif melalui interaksi mereka dalam masyarakat (Hadiwijaya, 2. Hal ini perlu dibahas untuk mengedepankan aspek konstruksi realitas mengenai Aoibu berdayaAo sebagai hasil dari penelitian ini. Tahap Eksternalisasi Pada tahap eksternalisasi. Ibu Punya Mimpi selalu mengawali pertemuan atau kegiatan mereka dengan menjelaskan community core Hal ini dilakukan untuk mendorong agar individu dapat memaknai arti Aumimpi dan berdayaAy sesuai dengan IPM memahami frasa Konstruksi sosial terhadap realitas merupakan proses sosial yang terjadi melalui tindakan dan interaksi, di mana individu secara berkelanjutan menciptakan realitas yang dimiliki dan dialami bersama secara subyektif (Fadli, 2. Anggota komunitas Ibu Punya Mimpi mengawali pertemuan mereka dengan memberikan ruang bagi anggota komunitas bercerita melalui website Ruang Mimpi Ibu, yakni platform diskusi terbuka di website AuForum Ruang Mimpi IbuAy atau RUMII di rumii. RUMII tersedia untuk membuat para ibu secara terbuka berkomunikasi dan berdiskusi sesuai dengan topik yang Tidak selau harus tentang respon mereka terhadap materi yang dibagikan oleh ibu Punya Mimpi. Ruang Mimpi Ibu dapat diakses secara bebas oleh anggota yang telah mendaftarkan diri ke dalam program belajar Ibu Punya Mimpi. Jejaring komunikasi yang menarik publik . untuk terlibat secara aktif dengan menawarkan masukan dan Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. P-ISSN:2338-7521 E-ISSN: 3047-2725 https://doi. org/10. 55499/intelektual. umpan balik mereka secara terbuka, bersamaan dengan berbagi dan menanggapi informasi secara cepat secara daring (Umum et al. , 2. Aktivitas berbagi kisah dan mimpi Ibu juga dituangkan melalui aktivitas di grup Whatsapp dan Telegram. Baik itu mengenai hari-hari yang dilalui sebagai seorang ibu, perjuangan mereka dengan mimpinya. Diskusi ini dipandu oleh seorang admin dari tim IPM, dengan pertanyaan pemantik yang dapat memicu respon dari anggota grup. Proses eksternalisasi pada konstruksi realitas Aoibu berdayaAo ini dilakukan dengan 2 cara, yakni dengan kelas-kelas intensif secara online, dan dengan membagikan konten di media sosial. Kelas intensif online pun terdiri dari kelas awal dan Program awal dengan nama AuIbu Untuk IbuAy, merupakan kelas awal dimana para ibu bisa saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dari sesama ibu. Menjadikan kelas awal ini tidak berbayar adalah strategi yang sangat baik sebagai langkah awal untuk para ibu mengenal Ibu Punya Mimpi. Karena dari tahapan awal mengenal ini, para ibu merasakan Ibu Punya Mimpi sebagai ruang yang nyaman dan ramah bagi permasalahan para ibu. Program volunteer pun diadakan dengan strategi yang Yakni dengan mengajak para ibu untuk menjadi bagian dari program-program Ibu Punya Mimpi. Informan pun menjajaki program volunteer terlebih dahulu, untuk kemudian sekarang bisa menjadi bagian dari tim manajerial. Hal ini dikarenakan Ibu Punya Mimpi sejalan dengan values mereka mengenai konsep AoIbu berdayaAo, sehingga informan tertarik mengambil peran lanjutan untuk menginspirasi ibu lainnya. AuAku juga dulu daftar jadi volunteer untuk host acara Ibu Punya Mimpi. Setelah beberapa kali, aku merasa banyak hal yang aku rasa sejalan dengan prinsip aku tentang peran aku sebagai ibu dan Perempuan yang punya (BC, pribadi, 29 November 2. Kelas awal dan program volunteer ini seringkali menjadi Aokelas pembukaAo bagi para ibu untuk lanjut mengikuti kelas-kelas intensif lainnya. Seperti kelas AuComeback JourneyAy. AuJika Ibu MenjadiAy, dan program Tidak berhenti sampai disitu. Ibu Punya Mimpi juga AomengikatAo para anggotanya dengan program offline seperti AuHappy HourAy. Pada program ini, para anggota komunitas yang berada dalam satu wilayah dapat bertemu dan menjalin komunikasi secara tatap muka. Kelas alumni juga diadakan untuk menjaring opini dan berbagi cerita ibu pasca mengikuti kelas belajar. Secara garis besar, ada tiga topik yang menjadi focus utama yang diselenggarakan oleh Ibu Punya Mimpi, yakni self development, parenting dan finansial. Program self development diimplementasikan dengan kegiatan bertajuk AuKembali diriAy: mengembalikan jati diri Ibu. AuJika ibu menjadiAy: aktivitas belajar mengenai profesi tertentu yang cocok dikerjakan oleh ibu dari rumah, dan AuComeback JourneyAy: aktivitas yang mengajak para ibu untuk kembali berdaya. Kegiatan-kegiatan menggerakkan para ibu untuk Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. P-ISSN:2338-7521 E-ISSN: 3047-2725 https://doi. org/10. 55499/intelektual. dengan mimpi, nilai dan pilihan . Pada program parenting, diimplementasikan sebagai sisipan dalam setiap kelas belajar Ibu Punya Mimpi. Tema Parenting tidak dilepaskan dari program Ibu Punya Mimpi, karena tujuan utama dari diselenggarakan adalah mendorong ibu berdaya atas dirinya seiring membersamai keluarga. Maka kelas sebagai bagian penting, agar para ibu membersamai anaknya. Ada juga beberapa tema yang diusung berkaitan dengan isu parenting, seperti segemn AuTanya Ibu Peri: From Mom Guilt to Confident MomAy, dan topik-topik yang dibagikan di laman media sosial instagram, seperti tips membersamai anak ketika liburan. Selanjutnya, . Program pengembangan kemapuan finansial yang diimplementasikan ke dalam pendampingan bagi ibu pebisnis, baik untuk ibu yang ingin memulai bisnis mengembangkan bisnisnya. Bahkan Ibu Punya Mimpi menyediakan program beasiswa untuk para ibu yang ingin mengikuti kelas Ibu Pebisnis. Program ini Bernama AuBeasiswa Bisnis Ibu Punya MimpiAy, hingga saat ini terdiri dari 6 batch dengan masingmasing batch berisikan 15-20 orang. Tahap Objektivasi Pada aspek objektivasi. Ibu Punya Mimpi secara konsisten membangun narasi dalam benak menggunakan Aokata kunciAo tertentu untuk menggambarkan community core values mereka. Kata kunci ini menjadi penting, mengingat setiap tertanam dalam individu. Konstruksi sosial realitas berkaitan dengan asumsi pengalaman dengan menciptakan model dunia sosial melalui bahasa dan sistem komunikasi (Adi, 2. Dalam hal ini, "bahasa" berfungsi sebagai alat memahami realitas sosial melalui proses interaksi dan komunikasi. Melalui proses tersebut, individu membangun konstruksi sosial realitas (Hadiwijaya, 2. AoBahasaAo ini juga menjadi hal unik untuk diteliti. Ibu Punya Mimpi selalu menggunakan kalimat positif dan optimis sebagai Gambaran dari pemaknaan komunitas terhadap AoibuAo dan AomimpinyaAo. Seperti kata kunci #KarenaIbuBisa #WomenEmpowerment #IbuComeback #IbuBerdayaDimanaSaja digunakan dalam setiap postingan Bahkan pemilihan nama AuIbu Punya MimpiAy Aoidentitas optimismeAo, menggambarkan realitas bahwa setiap ibu AobolehAo untuk memiliki mimpi bagi dirinya. Dalam Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. P-ISSN:2338-7521 E-ISSN: 3047-2725 https://doi. org/10. 55499/intelektual. diksi-diksi menggambarkan situasi yang sesuai dengan kondisi ibu yang ingin kembali meniti langkah-langkah demi menggapai mimpinya, seperti nama program AuJika Ibu MenjadiAy yang menggambarkan pengandaian seorang ibu menjalani profesi lain. Dalam program ini, peserta mempelajari suatu profesi dan melakukan praktik mencoba menjalani profesi tersebut, seperti program AuJika Ibu Menjadi AoContent CreatorAoAy, atau AuJika Ibu Menjadi AoPenulisAoAy. Ada juga program AuIbu untuk IbuAo, ini sangat menarik karena mencerminkan makna yang berkaitan dengan seorang ibu saling berkontribusi satu sama lain. Baik pengetahuan, dan pengalaman. Dari pemilihan konsep dan diksi, hal ini sangat strategi menjadi konsep penting yang diusung oleh Berger dalam tahap obyektifikasi dari tindakan yang didefinisikan sebagai modus linguistic dengan apa transendensi seperti itu Hal terpenting dalam Sebuah tanda dapat dibedakan dari obyektivasi-obyektivasi (Dharma, 2. Gambar 1. Poster #Jika Ibu Menjasi Financial Planner Sumber: Instagram, 2024 Mengkonstruksi tentang ibu berdaya bukan hal yang mudah bagi Ibu Punya Mimpi. Mengingat konstruksi sosial yang telah terbentuk, tentang peran utama seorang Perempuan untuk berada di rumah dan membersamai anak. Perbedaan nilai yang dianut oleh setiap ibu juga turut mempengaruhi proses objektivasi ini. Bagi ibu yang telah terbiasa mengejakan pekerjaan rumah. Kembali berkarya atau bekerja menjadi suatu hal yang dirasa sulit dan seolah tidak mungkin tercapai. Belum lagi adanya perbedaan stigma mengenai hal ini, yakni perempuan yang membersamai anak seolah lebih baik daripada ibu yang bekerja. Atau anggapan bahwa menjadi seorang ibu, adalah penghalang untuk ibu meraih Selain itu, dukungan keluarga juga terkadang menjadi kendala berikutnya. Juga bagaimana lingkungan mengkonstruksi realitas tentang peran Perempuan bagi dirinya, keluarga dan lingkungannya. Faktor lingkungan menjadi factor utama yang dapat menghambat konstruksi realitas Ibu Punya Mimpi. Hal ini tidak dapat disangkal mengingat peran lingkungan individu akan realitasnya. AuKami lihat sih dari yang paling menghambat mulainya langkah para ibu ini adalah terutama keluargaAy (JMF. Wawancara Pribadi. Desember 2. Produk-produk eksternalisasi manusia mempunyai sifat sui generis dibandingkan dengan konteks organismis dan konteks lingkungannya, maka eksternalisasi Oleh karena itu, keberadaan manusia harus terusmenerus mengeksternalisasikan diri dalam aktivitas. Eksternalisasi dan momenmomen dalam suatu proses dialektis yang berlangsung secara terusmenerus (Kamelia & Nusa, 2. Tahap Internalisasi Berbicara mengenai definisi AomimpiAo itu sendiri. JMF mengatakan Ibu Punya Mimpi mengkonstruksi mimpi yang sebagai hal yang tidak terbatas pada profesi tertentu atau pada label AobekerjaAo atau Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. P-ISSN:2338-7521 E-ISSN: 3047-2725 https://doi. org/10. 55499/intelektual. AoberkarirAo. Tapi AomimpiAo bagi setiap ibu yang merasa cukup dan Bahagia dengan pilihan hidupnya. Produktif tidak diartikan sebagai Auselalu bekerja di luarAy, tetapi dikonstruksikan untuk ibu yang merasa berdaya dan mampu mengembangkan kemampuan yang ia miliki, dan mampu mencari peluang. Artinya, jika seorang ibu merasa cukup dengan pilihan hidupnya menjadi Aoibu rumah tanggaAo, tidak ada paksaan untuk dia harus bekerja. Pada tahap internalisasi, yaitu tahap pemahaman atau penafsiran yang langsung dari sebuah peristiwa objektif yang dapat diartikan sebagai pengungkapan makna tertentu. Dari tahap ini, akan dibahas dari sudut pandang anggota. yakni para Ibu yang telah mengikuti program dan kelas belajar Ibu Punya Mimpi. Jika dilihat dari sudut pandang anggota. IPM merekonstruksi realitas Aoibu berdayaAo pada pesertanya, dapat dilihat dari partisipasi yang simultan dari satu kelas ke kelas berikutnya. Atau mengikuti program lanjutan bahkan menjadi bagian dari tim manajerial yang mengurus semua kegiatan sebagai manifestasi keberlangsungan Tidak sedikit peserta yang berani mengambil langkah awal untuk berkarya, setelah mengikuti kelas belajar Ibu Punya Mimpi. Seperti mulai berbisnis, mulai bekerja kembali, atau bahkan memulai profesi yang baru. Dari data Impact Survey IPM tahun 2024, 55% ibu mengalami perubahan secara finansial setelah mengikuti dan mempraktekkan ilmu di berbagai program IPM, terutama pada program Comeback Journey dan Beasiswa IPM. Bagian terpenting dari proses internalisasi ini adalah bagaimana konstruksi mengenai mimpi dipahami bersama oleh pada ibu. Ini menjadi perwujudan dari women support women, dimana para perempuan saling mendukung perempuan yang lain untuk meningkatkan kualitas dirinya dari komunitas ini. Para anggota komunitas berani untuk mulai menentukan visi hidup mereka. Dalam Impact Survey yang dilakukan IPM kepada anggotanya pada tahun 2024 menunjukkan bahwa ada 3 visi yang paling banyak dipilih oleh para ibu selama 2 tahun ke depan, yaitu visi untuk berpenghasilan dari skill yang sudah dimiliki, membangun dan megembangkan bisnis, dan menjadi Perubahan ini juga didukung oleh pernyataan salah satu anggota pada Impact Survey tersebut: AuPerubahan Saya banyak skill yang didapat, networking makin luas, dapet kerjaan juga, bisa nolong banyak ibu. Ay (Ibu J, testimoni Impact Survey IMP 2. Peserta merasakan strategi komunikasi yang efektif bukan hanya tentang konstruksi realitas. Melainkan terjalinnya keterikatan dari para anggota yang merasa terikat untuk diselenggarakan oleh komunitas. Bahkan mengikuti acara reuni, yakni acara refleksi bagi mereka yang pernah mengikuti kelas Ibu Punya Mimpi. Pemahaman atau penafsiran yang langsung dari sebuah peristiwa objektif dapat diartikan sebagai (Kamelia & Nusa, 2. Tidak hanya itu, pola pengasuhan, yang menjadi IPM: Parenting, menjadi hal yang tidak luput dari perhatian. Impact Survey IPM tahun 2024 menunjukkan bahwa 7 dari 10 ibu mengalami perubahan Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. P-ISSN:2338-7521 E-ISSN: 3047-2725 https://doi. org/10. 55499/intelektual. pola pengasuhan anak setelah mengikuti berbagai program di IPM. Aktivitas Digital Ibu Punya Mimpi Dalam pelaksanaan layanan pembelajaran. Ibu Punya Mimpi menggunakan berbagai media digital, sehingga dapat dilaksanakan secara daring, bahkan menjangkau anggota bukan hanya nusantara, tetapi Realitas di era digital mengacu pada bagaimana teknologi informasi dan komunikasi, seperti internet, perangkat mobile, dan media sosial, memengaruhi serta membentuk kehidupan manusia. Inti dari teori konstruksi sosial media massa terletak pada penyebaran informasi yang berlangsung dengan cepat dan luas, sehingga proses konstruksi sosial terjadi dengan sangat cepat dan Realitas yang terbentuk melalui proses ini turut membangun opini publik (Bungin, 2. Platform daring ini digunakan pembelajaran, menjalin komunikasi dan berbagi cerita, juga digunakan sebagai media pemasaran bagi kelas yang sedang dibuka. Berbagai media tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam setiap tahapan Seperti telegram yang digunakan untuk menjalin komunikasi berkenelana, bertukar kabar, dan perkembangan kegiatan komunitas. Saat ini telah tergabung sebanyak 3991 anggota. Grup ini juga yang berkomunikasi dan bukan hanya bertemu ketika kelas belajar saja. Bahkan siapapun yang tertarik dengan komunitas ini, baik yang pernah maupun belum pernah mengikuti kelas belajar, dapat bergabung dengan grup. Hal ini bisa dijadikan sebagai titik awal agar anggota grup merasakan AosambutanAo dan komunikasi yang positif sehingga tertarik mengikuti kegiatan maupun kelas di kemudian Penggunaan telegram sebagai media chat dalam hal ini sangat tepat. Sifat dari telegram yang mudah dan bebas akses, dan juga telegram yang menempati posisi keempat sebagai media chat yang paling sering (Penyelenggara Jasa Internet Indonesi. APJII (Asosiasi. Selain itu, disebutkan bahwa kemunculan media social adalah untuk memnuhi keinginan individu di seluruh dunia untuk terintregrasi, karena di masa itu media sosial hanya sebatas sebagai media komunikasi jarak jauh agar bisa tetap terhubung. (M. Fadeli et al. Gambar 2. Tampilan Telegram dan Website Ruang Mimpi Ibu Sumber: Telegram & org, 2024 Selain telegram. Ibu Punya Mimpi juga memanfaatkan Instagram untuk menyebarkan informasi terkait kegiatan yang sudah dan yang akan diselenggarakan oleh Ibu Punya Mimpi. Kegiatan Instagram sebagai upaya branding dan Sehingga semakin banyak orang yang mengenal dan menilai positif terhadap Ibu Punya Mimpi. Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. P-ISSN:2338-7521 E-ISSN: 3047-2725 https://doi. org/10. 55499/intelektual. Instagram juga dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi mengenai kegiatan yang akan dilangsungkan dalam waktu dekat. Diharapkan dapat menambah atensi pengikut sehingga kegiatan yang akan diselenggarakan dapat memiliki banyak peserta. Tidak hanya untuk diseminasi. Instagram juga dilakukan untuk melakukan Aulive session on InstagramAy, atau yang Ibu Punya Mimpi sebut sebagai kegiatan AuTanya Ibu PeriAy. Tanya Ibu Peri hadir untuk memberikan pengetahuan secara gratis dan mudah, peserta tidak perlu bergabung ke dalam platform Cukup Instagram @ibupunyamimpi yang saat ini diikuti oleh 38,6ribu pengikut. Efektivitas Instagram pemanfaatan media oleh Ibu Punya Mimpi tidak terlepas dari luasnya penggunaan Instagram di kalangan masyarakat Indonesia. Laporan survey APJII di tahun 2024, menyebutkan bahwa Instagram menempati posisi keempat sebagai media sosial yang (Penyelenggara Jasa Internet Indonesi. APJII (Asosiasi, 2. Media massa memainkan membangun konstruksi sosial realitas. Sebagai alat komunikasi yang menyebarkan informasi ke khalayak luas, media massa memiliki pengaruh besar dalam membentuk realitas Pesan-pesan yang disampaikan melalui media dapat memengaruhi cara masyarakat memandang dan memahami realitas sosial (Fernardo. Untuk pembelajaran online. Ibu Punya Mimpi menggunakan platform zoom Pertemuan secara daring ini memungkinkan materi dapat diakses peserta tanpa perlu berkumpul di sebuah auditorium besar. Pemaparan materi bisa diikuti oleh semua peserta yang berada di berbagai daerah. Hal ini sesuai dengan prinsip dari Ibu Punya Mimpi untuk menyediakan akses yang mudah bagi para ibu terhadap ilmu pengetahuan dan pengembangan diri. Sehingga sampai saat ini. Ibu Punya Mimpi telah menyediakan lebih dari 340 pilihan materi belajar. Sejak 2020, telah terdaftar 15ribu ibu, dan 91% menyelesaikan pembelajaran hingga Ibu Punya Mimpi telah diakses ibu di 31 dari 38 provinsi di Indonesia. Gambar 3. Tampilan Instagram @ibupunyamimpi Sumber: Instagram, 2024 Ibu Punya Mimpi mampu memanfaatkan media baru secara tepat dalam pemberdayaan perempuan terkait isu-isu pengembangan diri, parenting dan financial, khususnya menyasar ibu-ibu yang berasal dari generasi millennial. Pemanfaatan ini selaras dengan tujuan Ibu Punya Mimpi untuk memberdayakan para ibu untuk mahir menggunakan Teknologi bukan hanya digunakan sebagai sarana hiburan, melainkan juga untuk mengakses informasi yang bermanfaat bagi diri dan lingkungannya. Hubungan antara masyarakat dengan media baru Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. P-ISSN:2338-7521 E-ISSN: 3047-2725 https://doi. org/10. 55499/intelektual. berkaitan pula dengan konsep cybercommunity atau masyarakat maya yaitu sebuah komunitas yang AohidupAo dalam ruang siber dan menciptakan realitas baru yaitu realitas virtual (Bungin, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menunjukkan bahwa komunitas Ibu Punya Mimpi mengkonstruksi realitas sosial tentang Auibu berdayaAy melalui berbagai pemberdayaan berbasis digital. Proses konstruksi sosial yang dilakukan komunitas ini melibatkan tiga tahapan utama: eksternalisasi, objektivasi, dan Tahap eksternalisasi dilakukan melalui penyampaian nilai inti komunitas, pelaksanaan program pemanfaatan media digital untuk menyampaikan pesan. Objektivasi diwujudkan dalam bentuk pemilihan bahasa dan konsep positif, seperti #KarenaIbuBisa dan program-program yang menggambarkan optimisme dan Sementara internalisasi tampak dari keterlibatan aktif anggota komunitas dalam personal yang dialami peserta, serta dalam kelas maupun program lanjutan Sebagai ruang nyaman dan ramah ibu. Ibu Punya Mimpi berperan pembelajaran, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi dan dukungan antar ibu untuk saling menginspirasi. Komunitas ini menekankan bahwa ibu pencapaian finansial, tetapi juga kemampuan untuk membuat pilihan hidup yang sesuai dengan nilai dan impian yang ia miliki. Pemanfaatan media digital seperti Media digital memungkinkan Ibu Punya Mimpi menjangkau lebih banyak ibu dari berbagai latar belakang dan wilayah, sehingga menciptakan dampak yang luas dalam mendukung gerakan women support women. Dengan demikian, komunitas ini berhasil membangun realitas sosial yang baru bagi para ibu, yang tidak lagi hanya terikat pada stereotipe peran tradisional, tetapi memiliki ruang untuk mengeksplorasi potensi diri, mengembangkan keterampilan. Keberhasilan pentingnya pendekatan komunikasi berbasis nilai, kolaborasi, dan teknologi digital dalam proses pemberdayaan perempuan. Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi komunitas atau organisasi lain yang ingin mengadopsi strategi serupa untuk memberdayakan kelompok masyarakat tertentu. DAFTAR PUSTAKA