Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. 3 No. Oktober 2022 http://jurnal. id/index. php/jurnalpepadu/index PELATIHAN PENYUSUNAN BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) BAGI PENGELOLA BUMDES DESA PRINGGASELA SELATAN Dwi Putra Buana Sakti. Hermanto. Siti Nurmayanti Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram. NTB *Korespondensi : dwiputrabs@unram. Artikel history Received Revised Published : 10 April 2022 : 25 September 2022 : 30 Oktober 2022 ABSTRAK Business Model Canvas (BMC) adalah suatu tools manajemen yang digunakan untuk menyusun rencana bisnis perusahaan berdasarkan proposisi nilai, produk, infrastruktur, pelanggan, dan keuangan. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan beberapa masalah yang sedang dihadapi BUMDes Desa Pringgasela Selatan yaitu: . pengelola BUMDes belum memahami rencana bisnis. pengelola BUMDes belum mampu menyusun rencana bisnis yang baik. Merujuk pada fenomena ini, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ditujukan untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan kemampuan pengelola BUMDes untuk menyusun rencana bisnis yang baik. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan menyelenggarakan pelatihan menyusun Business Model Canvas (BMC). Luaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah . meningkatnya pemahaman pengelola BUMDes tentang prosedur penyusunan rencana bisnis, dan . Pengelola BUMDes mampu menyusun Business Model Canvas (BMC) sebagai panduan untuk menjalankan bisnis. Kata kunci: BUMDes. Rencana Bisnis. Business Model Canvas (BMC) PENDAHULUAN Desa Pringgasela Selatan telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. sejak tahun 2018 yang lalu. Desa ini merupakan pemekaran dari Desa Pringgasela Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Terletak kurang lebih 60 kilo-meter dari ibukota Propinsi Nusa Tenggara Barat. Memiliki luas wilayah 4,16 kilo-meter persegi. Desa Pringgasela Selatan memiliki hawa yang cukup sejuk karena terletak di ketinggian 256-666 m dpl (Kecamatan Pringgasela Dalam Angka, 2. Berdasarkan potensi yang tersedia. BUMDes Desa Pringgasela Selatan memiliki prospek yang potensial untuk tumbuh dan berkembang menjadi sebuah BUMDes maju guna menuju kemandirian ekonomi desa, menopang sumber pendapatan desa, dan menjadi wadah yang berfungsi menampung produksi kerajinan dan kreasi lokal masyarakat desa yang menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakatnya. Prospek BUMDes Desa Pringgasela Selatan untuk tumbuh dan berkembang menjadi BUMDes maju didukung oleh: . Adanya kewenangan bagi kepala desa bersama badan pemusyawaratan desa untuk membentuk peraturan desa sebagaimana diatur dalam UU No. 6 Tahun 2015 tentang Desa, yang dapat menjadi dasar hukum pembentukan BUMDes oleh Pemerintah Desa Pringgasela Selatan. Adanya kebijakan strategis nasional (Nawa Cit. dan lokal tentang kemandirian ekonomi desa melalui pembentukan dan pengelolaan BUMDes. Adanya anggaran dana desa yang cukup besar yang sebahagiannya dapat dialokasikan untuk dana modal produksi dan pengelolaan sampai pemasaran hasil produksi BUMDes. Adanya keinginan pemerintah desa untuk memberdayakan masyarakat desa Jurnal PEPADU http://jurnal. id/index. php/jurnalpepadu/index e-ISSN: 2715-9574 Vol. 3 No. Oktober 2022 melalui BUMDes menuju kemandirian ekonomi desa. Hal itu terlihat dari adanya dukungan kepala desa untuk mengembangkan BUMDes yang ada. Hanya saja, berdasarkan informasi Kepala Desa Pringgasela Selatan dalam suatu pertemuan di Kantor Desa Pringgasela Selatan beberapa waktu yang lalu, disampaikan bahwa pengelola BUMDes Desa Pringgasela Selatan hingga saat ini belum mampu menyusun rencana bisnis yang baik. Rencana bisnis memiliki manfaat bagi organisasi antara lain: . rencana bisnis berguna untuk menguji kelayakan ide bisnis. rencana bisnis berguna untuk membuat perencanaan bisnis yang mudah dikelola dan efektif. rencana bisnis berguna untuk mengatur dan mengamankan pendanaan. rencana bisnis berguna untuk menarik para investor atau donatur untuk bergabung dengan bisnis dan . rencana bisnis berguna untuk memberi peluang kesuksesan bisnis yang terbaik Merujuk pada informasi yang disampaikan Kepala Desa Pringgasela Selatan, beberapa masalah yang teridentifikasi adalah . pengelola BUMDes Desa Pringgasela Selatan belum memahami rencana . pengelola BUMDes Desa Pringgasela Selatan belum mampu menyusun rencana bisnis yang Sekaitan dengan permasalahan yang dihadapi oleh BUMDes Desa Pringgasela Selatan maka diperlukan suatu kegiatan yang bersifat aplikatif dan memiliki output terukur dan jelas. Dalam konteks ini, kegiatan yang menjadi solusi bagi persoalan yang dihadapi pengelola BUMDes Desa Pringgasela Selatan adalah pelatihan penyusunan Business Model Canvas (BMC). Business Model Canvas (BMC) merupakan salah satu tools manajemen yang digunakan untuk merancang perencanaan bisnis perusahaan berdasarkan proposisi nilai perusahaan, produk, infrastruktur, pelanggan, dan keuangan. Pertama kali diciptakan oleh Alexander Osterwalder pada tahun 2005. Business Model Canvas menjadi salah satu tools manajemen yang populer dikalangan bisnis. Kepopuleran tersebut dikarenakan tampilan Business Model Canvas yang sederhana dan mudah Business Model Canvas terdiri 9 blok yang dapat diisi sesuai masing-masing poin penting dalam suatu perencanaan bisnis perusahaan. METODE KEGIATAN Pelaksanaan kegiatan dalam bentuk pelatihan penyusunan Business Model Canvas (BMC) bagi pengelola BUMDes Desa Pringgasela Selatan. Proses kegiatan ditunjukkan pada diagram alir sebagimana tampak pada Gambar 1. Gambar 1. Diagram alir pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di BUMDes Desa Pringgasela Selatan Jurnal PEPADU http://jurnal. id/index. php/jurnalpepadu/index e-ISSN: 2715-9574 Vol. 3 No. Oktober 2022 HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan penyusunan Business Model Canvas (BMC) bagi pengelola BUMDes Desa Pringgasela Selatan dilaksanakan di ruang pertemuan Kantor Desa Pringgasela Selatan Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur pada tanggal 22 September 2021. Materi pelatihan yang diberikan adalah menyusun rencana bisnis BUMDes untuk periode ke depan yang dituangkan dalam satu lembar kertas yang dikenal dengan nama Business Model Canvas (BMC). Pelatihan dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku disaat pandemi covid-19. Hasil pelaksanaan pelatihan secara garis besar dilaporkan berikut ini Peserta Yang Hadir Peserta yang diundang untuk mengikuti pelatihan berjumlah 10 orang. Dalam pelaksanaanya, jumlah peserta yang hadir adalah 12 orang. Dengan demikian peserta yang hadir melebihi target yang ditetapkan. Gambar 1. Narasumber dan Peserta Pelatihan Penyusunan BMC Ketercapaian Target Sosialisai Melalui pelatihan ini, kepada pengelola BUMDes diberikan materi praktik peyusunan Business Model Canvas (BMC). Business Model Canvas itu sendiri terdiri dari 9 blok yang dapat diisi sesuai masing-masing poin penting dalam suatu perencanaan bisnis perusahaan. Sembilan blok itu adalah: . Value Proposition. Customer Segments. Channels. Customer Relationship. Key activities. Key Resources. Key Partnership. Revenue Stream. Cost. Seluruh materi dapat diterima, dicerna dan dipahami peserta dengan baik. Business Model Canvas (BMC) merupakan hal yang baru bagi semua peserta yang hadir. Karena itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam memngikuti pelatihan ini. Dilihat dari ketercapaian target tujuan pelatihan , dapat dinilai sangat baik (>90%) sebagaimana ditunjukkan oleh peningkatan pemahaman peserta. Jurnal PEPADU http://jurnal. id/index. php/jurnalpepadu/index e-ISSN: 2715-9574 Vol. 3 No. Oktober 2022 Gambar 2. Peserta Sosialisasi serius menyimak materi yang disampaikan Ketercapaian Target Materi Secara umum, materi yang disiapkan oleh Tim Abdimas tersampaikan sepenuhnya. Dalam penyampaian materi, ditayangkan slide presntasi yang memandu peserta untuk mengisi Sembilan blok yang membentuk Business Model Canvas (BMC). Kepada setiap peserta diberikan selembar kertas yang memuat template Business Model Canvas (BMC). Template itu diisi sesuai dengan panduan yang diberikan oleh pemateri melalui tayangan slide. Sesi tanya jawab dilakukan bersamaan dengan penyajian materi. Peserta dapat secara langsung mengajukan pertanyaan ataupun menyampaikan kesulitan-kesulitan dalam menyusun Business Model Canvas (BMC). Gambar 3. Suasana Diskusi dan Tanya Jawab Yang Penuh Keakraban Faktor Penghambat Aspek Pengelola BUMDes Desa Pringgasela Selatan belum genap berusia satu tahun. Hingga saat ini pengelolaan BUMDes dilakukan oleh sekretaris BUMDes, ini disebabkan karena ketua BUMDes belum bisa sepenuhnya meluangkan waktu untuk mengelolanya. Jurnal PEPADU http://jurnal. id/index. php/jurnalpepadu/index e-ISSN: 2715-9574 Vol. 3 No. Oktober 2022 Aspek Jenis Usaha. Usaha yang dimiliki BUMDes Pringgasela Selatan masih sebatas pada pengelolaan sampah. Diharapkan BUMDes Pringgasela Selatan mampu menambah jenis usaha. Aspek SDM Kualitas SDM yang dimiliki BUMDes Pringgasela Selatan secara umum relatif belum mendukung pengelolaan yang professional. Faktor Pendukung Desa Pringgasela Selatan memiliki potensi yang cukup menjanjikan Pemerintah Desa Pringgasela Selatan akan mengembangkan desa wisata Tersedia lahan untuk mendirikan bangunan BUMDes KESIMPULAN DAN SARAN Pemberian pelatihan penyusunan Business Model Canvas (BMC) bagi pengelola BUMDes Pringgasela Selatan sangat penting karena pelatihan ini sangat bermanfaat bagi Sebelum mengikuti pelatihan, hampir semua peserta yang hadir mengaku belum mengenal BMC ini. Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu mempraktikkan penyusunan Busines Model Canvas (BMC) untuk membuat rencana bisnis yang baik. Adanya rencana bisnis yang baik akan memandu pengelola BUMDes dalam menjalankan usaha. Saran untuk pengabdian berikutnya adalah memberikan pelatihan pembentukan dan pengelolaan desa UCAPAN TERIMA KASIH Tim pengabdi menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kepala Desa Pringgasela Selatan beserta seluruh perangkat desa yang telah membantu terselenggaranya pelatihan ini. Ucapan terimakasih disampaikan pula kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram beserta Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mataram yang mendanai pelaksanaan pelatihan ini hingga terlaksana dengan baik sesuai surat 1857/UN. 1/PP/2021 DAFTAR PUSTAKA