. ISSN 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2024 Perbandingan Kuat Tekan Beton Terhadap Penggunaan Pasir Sungai Pangkajene dan Pasir Pinrang Comparison of Concrete Compressive Strength Against the Use of Pangkajene River Sand and Pinrang Sand Martha Manganta1,. Jhon Asik. Indrasurya Setiabudhi . Meilani Paa Linthin. & Wanda Aqiqah Putri. 1,2,3,4,. Jurusan Teknik Sipil Politeknik Nageri Ujung Pandang Koresponden: . marthamanganta64@gmail. ABSTRAK Beton adalah bahan dasar konstruksi. Adapun material beton yaitu agregat, semen dan Kualitas beton ditentukan oleh kualitas dari materialnya, sehingga pengujian laboratorium sangat penting. Di Pangkep terdapat stockpile yang menjual 2 jenis pasir yaitu pasir sungai Pangkajene dan pasir Pinrang, tetapi masyarakat tidak dapat memilih jenis pasir yang akan digunakan sesuai kebutuhan infrastruktur. Adapun metode pada penelitian ini adalah menguji karakteristik pasir sungai Pangkajene dan pasir Pinrang. Metodologi penelitian dalam penelitian ini adalah mix desain dengan metode DOE (Departement of Environmen. dengan krkuatan fAoc 30 Mpa yang dihasilakn dari sampel beton silinder yo15. H 30cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasir sungai Pangkajene termasuk pasir kasar, sedangkan pasir Pinrang termasuk pasir halus dan perbandingan kuat tekan karakteristik untuk pasir sungai Pangkajene diperoleh 27. MPa, sedangkan pasir Pinrang adalah 25. 57 MPa. Pada penelitian ini hasil kuat tekan karakteristik pasir sungai Pangkajene menghasilkan kekuatan lebih baik, tetapi keduanya tidak mencapai mutu beton yang direncanakan yaitu 30 Mpa sehingga perlu dilakukan trial mix dan menambahkan kadar semen yang lebih tinggi untuk mengetahui mutu beton kurang lebih 30 Mpa. Kata Kunci: Pebandingan kuat tekan beton. Metode DOE. Pasir STUDI PUSTAKA PENDAHULUAN Material Pembuatan Beton Beton adalah bahan dasar konstruksi yang sering digunakan. Adapun material beton yaitu agregat, semen dan Pengelompokan jenis agregat terdiri dari 2 yaitu agregat halus dan kasar. A Semen Semen adalah bahan pengikat yang baik dan kuat. A Air Air pada campuran beton membantu proses pencampuran sehingga mudah dikerjakan dan perawatan beton juga membutuhkan air Untuk penelitian ini, penulis telah memilih jenis beton normal dan menggunakan dua jenis pasir yang Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasir sungai Pangkajene & pasir Pinrang serta perbandingan kekuatan tekannya dengan kualitas yang sama. A Agregat Agregat halus dan agregat kasar digunakan sebagai komposisi beton, yang 1/12 . ISSN 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2024 membentuk 60-70 persen berat campuran Oc. ceycaOeyceycay. 2 ycIyc=Oo Sesuai dengan SNI 03-2834-2000, gabungan agregat terdiri dari agregat kasar dan agregat halus. Perawatan Beton METODE PENELITIAN Perawatan beton adalah proses mempertahankan suhu dan kelembaban pada beton. Adapun tiga metodenya yaitu: perawatan dengan uap. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Jurusan Teknik Sipil. Politeknik Negeri Ujung Pandang. Laboratorium Bahan dan Beton, adalah tempat penelitian dilakukan, penelitian berlangsung selama 7 . bulan, dimulai pada bulan Januari hingga Juli 2024. Kuat Tekan Beton Kuat tekan beton adalah kemampuan beton untuk menahan gaya beban tertentu yang diukur dengan mesin tekan beton. Penelitian ini menggunakan silinder ukuran yo15cm. H=30cm. Adapun rumus kuat tekan yaitu : yce yca = ya a. Keterangan: f c = kuat tekan ( kg/cm2 ) P = beban maksimum ( kg ) A = luas penampang ( cm2 ) Untuk menghitung mutu fAoc beton digunakan persamaan: yce yca = fcr Oe MAA. Keterangan: f c = kuat tekan karakteristik ( kg/cm2 ) f c r = kuat tekan rata - rata ( kg/cm2 ) M = nilai tambah (Margi. Kuat tekan rata - rata . dihitung dengan persamaan: Oc. ceycaOeyceycay. 2 ycuOe1 a. Keterangan: Sr = standar deviasi . g/cm. f c r = kuat tekan rata Ae rata . g/cm. f c = kuat tekan karakteristik . g/cm. n = jumlah benda uji . Penggabungan Agregat yceycayc=Oo ycuOe1 Alat dan Bahan A Alat . 1 set saringan . Mesin siever . Timbangan digital . Oven . Jangka sorong . Kerucut abrams . Vicat . Mesin abrasi los angeles . Mold silinder . Cetakan silinder . o =15. H=. Alat uji kuat tekan beton A Bahan . Semen : (PCC) . Pengambilan agregat kasar dan halus dilaksanakan di Stockpile Kab. Pangkajene . Air AA. Prosedur/Langkah Kerja Keterangan: f c r = kuat tekan rata Ae rata ( kg/cm. f c = kuat tekan karakteristik . g/cm. n = jumlah benda uji . Sedangkan nilai tambah (Margi. digunakan persamaan: M = 1,64 S r Ie S r < 4 M P a M = 2,64 S r Ae 4 M P a Ie S r > 4 MPa Untuk nilai standar dihitung dengan persamaan : A Persiapan Tahap ini semua bahan dan alat yang dibutuhkan disiapkan. A Pengujian karakteristik Semua karakteristik agregat diuji dalam laboratorium,termasuk, kadar lumpur, kadar air berat jenis & penyerapan, berat volume, kadar 2/12 . ISSN 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2024 organik, analisa saringan dan keausan Setiap bahan beton harus memenuhi standar yang ditetapkan selama proses pengujian di laboratorium. A Perawatan benda uji Benda merendamnya didalam bak yang berisi air yang penuh selama 2 hari. A Pembuatan benda uji Penelitian ini menggunakan pasir sungai Pangkajene dan Pinrang dari sungai Lasape sebagai agregat halus, dan bp dari Stockpile Sibatua sebagai agregat kasar. Menyediakan semen tipe Portland Cement Composite dan air sebelum Menyediakan pencampuran mortar selama proses pembuatan sampel sebagai benda uji. Setelah pengujian slump dilakukan untuk mengetahui kekentalan beton yang telah dibuat. Selanjutnya, dibuat 16 sampel b berbentuk silinder 15cm x 30cm cm. A Pengujian kuat tekan beton Sampel dikeluarkan dari bak perendam, lalu dibiarkan mengering di udara selama sekitar A 24 jam. Setelah itu, benda uji ditimbang beratnya dan diukur dimensinya. Selanjutnya meletakkan sampel di dalam mesin tekan, kemudian mesin tekan dihidupkan hingga mencapai batas maksimum. Selanjutnya data hasil pemeriksaan diolah. Bagan Alir Sistematika penelitian dilaksanakan berdasarkan diagram alir pada Gambar 1. A Pengujian slump Membasahi cetakan kerucut abrams dan platnya Meletakkan cetakan di atas plat Mengisi kerucut abrams dengan 3 lapisan, tiap lapisan berisi 1 / 3 beton segar, dan dipadatkan dengan menggunakan batang logam secara Lapisan ditusuk pada bagian tepi dengan menggunakan besi miring sesuai dinding cetakan. Tusuk 25x Kemudian, bersihkan permukaan benda uji dengan tongkat dan bersihkan sisa beton dari plat. Mengangkat cetakan secara perlahan tegak lurus keatas Kemudian ukur ketinggian slump dengan cara membalikkan kerucut abrams disampingnya memakai benda tinggi rata Ae rata dari benda uji Nilai toleransi slump pada beton kurang lebih 2 cm Gambar 1. Bagan Alir 3/12 ISSN 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2024 A Pasir sungai Pinrang ANALISIS PENELITIAN Pada penelitian ini jumlah sampel karakteristik dan kuat tekan yaitu: Kadar Air Untuk menguji kadar air penelitian ini menggunakan 2 sampel, dimana sampel 1 dengan berat 54 gr dan sampel 2 dengan berat 4 gr. Pengujian Karakteristik Material A Pasir sungai Pangkajene Kadar Air Untuk menguji kadar air penelitian ini menggunakan 2 sampel, dimana sampel 1 dengan berat 89 gr dan sampel 2 dengan berat 81 gr. Kadar Lumpur Untuk menguji kadar lumpur penelitian ini menggunakan 2 sampel, dimana sampel 1 dengan berat 84 gr dan sampel 2 dengan berat 97 gr. Kadar Lumpur Untuk menguji kadar lumpur penelitian ini menggunakan 2 sampel, dimana sampel 1 dengan berat 28 gr dan sampel 2 dengan berat 01 gr. Berat Isi Untuk menguji berat isi terdapat 4 sampel dimana 2 sampel untuk keadaan lepas dan 2 sampel dalam keadaan padat. Untuk sampel lepas berat masing-masing 4. 01 kg dan 4. kg sedangkan untuk sampel padat 56 kg dan 4. 61 kg. Berat Isi Untuk menguji berat isi terdapat 4 sampel dimana 2 sampel untuk keadaan lepas dan 2 sampel dalam keadaan padat. Untuk sampel lepas berat masing-masing 4. 67 kg dan 4. kg sedangkan untuk sampel padat 15 kg dan 5. 2 kg. Berat Jenis & Penyerapan Untuk menguji berat jenis & menggunakan 2 sampel dimana berat sampel 1 dengan berat 500 gr dan berat sampel 2 dengan berat 500 gr. Berat Jenis & Penyerapan Untuk menguji 4. Berat Jenis & Penyerapan menggunakan 2 sampel dimana berat sampel 1 dengan berat 500 gr dan berat sampel 2 dengan berat 500 gr. Modulus Kehalusan Untuk menggunakan 1 sampel dengan berat 29 gr. Kadar Organik Untuk menguji kadar organik penelitian ini menggunakan 2 sampel dengan tambahan larutan NaOH sebanyak 3%. Modulus Kehalusan Untuk menggunakan 1 sampel dengan berat 52 gr. A Batu Pecah 2-3 Kadar Organik Untuk menguji kadar organik penelitian ini menggunakan 2 sampel dengan tambahan larutan NaOH sebanyak 3%. Kadar Air Untuk menguji kadar air penelitian ini menggunakan 2 sampel, dimana sampel 1 dengan berat 4/12 ISSN 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2024 99 gr dan sampel 2 dengan berat 89 gr. Kadar Lumpur Untuk menguji kadar lumpur penelitian ini menggunakan 2 sampel, dimana sampel 1 dengan berat 02 gr dan sampel 2 dengan berat 18 gr. Kadar Lumpur Untuk menguji kadar lumpur penelitian ini menggunakan 2 sampel, dimana sampel 1 dengan berat 65 gr dan sampel 2 dengan berat 79 gr. Berat Isi Untuk menguji berat isi terdapat 4 sampel dimana 2 sampel untuk keadaan lepas dan 2 sampel dalam keadaan padat. Untuk sampel lepas berat masing-masing 9. 4 kg dan 9. kg sedangkan untuk sampel padat 72 kg dan 10. 34 kg. Berat Isi Untuk menguji berat isi terdapat 4 sampel dimana 2 sampel untuk keadaan lepas dan 2 sampel dalam keadaan padat. Untuk sampel lepas berat masing-masing 9. 76 kg dan 9. kg sedangkan untuk sampel padat 99 kg dan 10. 77 kg. Berat Jenis & penyerapan Pada pengujian berat jenis & menggunakan 2 sampel dimana berat sampel 1 dengan berat 1903. 56 gr dan berat sampel 2 dengan berat 1901. Berat Jenis & Penyerapan Untuk menguji berat jenis &penyerapan menggunakan 2 sampel dimana berat sampel 1 dengan berat 3284. 20 gr dan berat sampel 2 dengan berat 3280. Modulus Kehalusan Untuk menggunakan 1 sampel dengan berat 41 gr. Modulus Kehalusan Untuk menggunakan 1 sampel dengan berat Keausan Untuk digabungkan antara bp 2-3 dan bp 12 dengan berat 5002. 4 gr. Keausan Untuk digabungkan antara bp 2 - 3 dan bp 1 - 2 dengan berat 5002. 4 gr. Pengujian Kuat Tekan Penelitian ini menggunakan 16 sampel beton campuran pasir sungai Pangkajene dan Pinrang , masingmasing dengan yo =15. H=30. A Batu Pecah 1-2 Kadar Air Untuk menguji kadar air penelitian ini menggunakan 2 sampel, dimana sampel 1 dengan berat 1830gr dan sampel 2 dengan berat 1687. 5/12 ISSN 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2024 Hasil Pengujian Karakteristik dimana pasir zone 1 baik untuk memberikan kekuatan yang lebih tinggi pada beton. Agregat halus sungai Pangkajene termasuk ke dalam zone 1 . asir kasa. Tabel 1 Hasil Pemeriksaan Karakteristik Agregat Halus Sungai Pangkajene Pengujian Hasil Spesifikasi Satuan Keterangan 4 , 21 1 ,97 3Ae 5 0,2Ae6 SSD Memenuhi Kadar Air Kadar Lumpur Lolos #200 Berat Isi 1 , 69 1,4 Ae1,9 kg/liter Memenuhi Berat Jenis 2 , 56 1,6Ae3,2 Memenuhi Penyerapan 1 , 78 0,2Ae2 Memenuhi Modulus Kehalusan Kadar Organik 3 , 09 2, 2 - 3 ,1 Zone I No . < No. Warna Memenuhi Sumber: Hasil Pengujian Laboratorium Tabel 2 Hasil Pemeriksaan Karakteristik Agregat Halus Sungai Lasape Pinrang Pengujian Hasil Spesifikasi Satuan Kadar Air Kadar Lumpur Lolos #200 Berat Isi 3 , 15 3Ae 5 SSD 2 , 39 0,2Ae6 Memenuhi 1 , 48 1,4 Ae1,9 kg /liter Memenuhi Berat Jenis 2 , 40 1,6Ae3,2 Memenuhi Penyerapan 1 , 99 0,2Ae2 Memenuhi Modulus Kehalusan Kadar Organik 2 , 26 2, 2 - 3 ,1 Zone i No . < No. Warna Memenuhi Keterangan Sumber: Hasil Pengujian Laboratorium Hasil pemeriksaan karakteristik pasir zone 3 bila digunakan untuk agregat halus dari sungai Lasape Pinrang campuran beton membutuhkan semen yang ditunjukkan dalam tabel 2. kadar lumpur, lebih banyak dibandingkan dengan zone II kadar air, berat jenis, berat isi, modulus karena memiliki butiran yang lebih halus, kehalusan, penyerapan, dan kadar organik pasir Zone 3 mungkin tidak memberikan memenuhi persyaratan, dan gradasi agregat kekuatan yang sama seperti pasir Zone 1 halus sungai Lasape Pinrang termasuk atau Zone 2. dalam zone 3 . asir agak halu. dimana Tabel 3 Hasil Pemeriksaan Karakteristik Batu Pecah 1 - 2 Pengujian Hasil Spesifikasi Satuan Keterangan 0 , 82 0 , 24 0,5-2 0,2-1 SSD Memenuhi Kadar Air Kadar Lumpur Lolos #200 Berat Isi 1 , 84 1 , 6 -1 , 9 kg/liter Memenuhi Berat Jenis 2 , 66 1 , 6 Ae 3, 2 Memenuhi Penyerapan 1 , 75 0,2Ae4 Memenuhi 6/12 . ISSN 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2024 Tabel 3 . Pengujian Hasil Spesifikasi Satuan Keterangan Modulus Kehalusan Keausan 7 , 192 5,5Ae8,5 Memenuhi 16 , 27 15 - 50 Memenuhi Sumber: Hasil Pengujian Laboratorium Tabel menunjukkan hasil keausan memenuhi persyaratan, sehingga pemeriksaan karakteristik agregat bp 1 Ae 2. agregat bp 1 - 2 tersebut dapat digunakan kadar air, kadar lumpur, berat isi, berat untuk material campuran beton. jenis, penyerapan, modulus kehalusan, dan Tabel 4 Hasil Pemeriksaan Karakteristik Batu Pecah 2 - 3 Pengujian Hasil Spesifikasi Satuan Keterangan Kadar Air 1 , 09 0,5-2 SSD 0 , 19 0,2-1 Memenuhi Kadar Lumpur Lolos #200 Berat Isi 1 , 89 1 , 6 -1 , 9 kg/liter Memenuhi Berat Jenis 2 , 65 1 , 6 Ae 3, 2 Memenuhi Penyerapan 1 , 89 0,2Ae4 Memenuhi Modulus Kehalusan Keausan 8 , 495 5,5Ae8,5 Memenuhi 16 , 27 15 - 50 Memenuhi Sumber: Hasil Pengujian Laboratorium Tabel 4 menunjukkan hasil pengujian karakteristik agregat bp 2 Ae 3. kadar air, kadar lumpur, berat isi, berat jenis, penyerapan, modulus kehalusan, dan keausan memenuhi persyaratan, sehingga agregat bp 2 - 3 tersebut dapat digunakan untuk material campuran beton. Tabel 5 Rancangan Campuran Beton Metode DOE Sungai Pangkajene Uraian Kuat tekan yang direncanakan . Standar deviasi Margin . Kuat tekan rata - rata Jenis semen Jenis agrega halus Tabel /grafik/ Satuan Nilai MPa MPa MPa MPa Tonasa ( PCC) Pasir hasil uji lab Jenis agregat kasar Faktor ai semen . / . Slump Ukuran maksimum agregat Batu Pecah sesuai tabel dan grafik 7/12 sesuai data uji lab . ISSN 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2024 Tabel 5 . Uraian Tabel /grafik/ Satuan Nilai Kadar air bebas 2/3. wh3 1/3. Kg /cm3 Kadar semen Kadar air bebas / Fas Kg /cm3 Berat jenis agregat gabungan jpk Berat jenis beton basah grafik di tabel jmd kg/cm3 Kadar agregat gabungan Kadar agregat halus Kadar bp 1 - 2 Kadar bp 2 - 3 - 12 - 11 37%x15 33%x15 30%x15 kg/cm3 kg/cm3 kg/cm3 kg/cm3 %xSSDpasir %xSSDBp 1-2 %xSSDbp2-3 Sumber: Hasil Perhitungan Teoritis komposisi campuran beton per m3 beton hasil rancangan dalam SSD . ebelum dikoreks. Semen = 465kg/m3 = 200kg/m3 kadar agregat halus = 627kg/m3 kadar bp 1-2 =559kg/m3 kadar bp 2-3 =509kg/m3 Total = 2360 Kg/m3 Dengan berbentuk silinder . o 15 cm, tinggi 30 c. , komposisi campuran beton. Silinder = A A d 2 t = A x 3 , 14 x . ,15. 2 x 0 , 30m = 0,005299 m3 Volume = V. Silinder x Banyaknya benda uji x Faktor koreksi = 0,005299 m3 x 5 x 1,2 = 0,0031793 m Tabel 6 Komposisi Campuran Pasir Sungai Pangkajene Untuk 1 m3 dan 1 kali Adukan Volume . Air . g/m. Semen . g/m. Ag. Halus . g/m. adukan 16 . adukan Ag. Kasar12 . g/m. Ag. Kasar23 g/m. Berat Total g/m. Sumber: Hasil Perhitungan Tabel 7 Rancangan Campuran Beton Metode DOE Sungai Lasape Pinrang Uraian Tabel/grafik/ Satuan Nilai MPa Kuat tekan yang direncanakan . Standar deviasi MPa Margin . MPa Kuat tekan rata - rata MPa Jenis semen 8/12 Tonasa ( PCC) ISSN 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2024 Tabel 7 (Lanjuta. Uraian Jenis agrega halus Jjenis agregat kasar Faktor ai semen . / . Slump Tabel/grafik/ hasil uji lab Satuan Nilai Pasir Batu Pecah sesuai tabel dan Ukuran maksimum agregat sesuai data uji Kadar air bebas /3. /3. kg/cm3 Kadar semen Kadar air bebas / Fas Kg/cm3 Berat jenis agregat gabungan jpk %xSSDpasir % xSSDBp 12 %xSSDbp2-3 Berat jenis beton basah grafik di tabel kg/cm3 Kadar agregat gabungan -12-11 kg/cm3 Kadar agregat halus 37%x15 kg/cm3 Kadar bp 1 - 2 30%x15 kg/cm3 Kadar bp 2 - 3 33%x15 kg/cm3 Sumber: Hasil Perhitungan Teoritis komposisi campuran beton /m3 beton hasil rancangan dalam SSD . ebelum dikoreksi ) Semen = 465kg/m3 Air = 200kg/m3 Kadar agregat halus = 615kg/m3 Kadar bp 1-2 =499kg/m3 Kadar bp 2-3 =548kg/m3 Total = 2327 Kg/m3 Dengan berbentuk silinder . o 15 cm, tinggi 30 c. , komposisi campuran beton. Silinder = A A d 2 t = A x 3,14 x ( 0,15. 2 x 0,30m = 0,005299 m3 Volume Silinder x Banyaknya benda uji x Faktor koreksi = 0,005299 m3 x 5 x 1,2 = 0,0031793 m3 Tabel 8 Komposisi Campuran Pasir Sungai Pinrang Untuk 1 m3 dan 1 kali Adukan Volume . Air . g/m. Semen . g/m. Ag. Halus . g/m. adukan 16 . adukan Ag. Kasar . g/m. Sumber : Hasil Perhitungan 9/12 Ag. Kasar . g/m. Berat Total . g/m. ISSN 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2024 Berdasarkan perhitungan campuran mix desain komposisi bahan 1 m3 dalam kondisi S S D dapat dilihat pada tabel 22 Komposisi bahan 1 m3 kondisi SSD dari agregat halus sungai Pangkajene diperoleh berbeda dari agregat sungai Lasape Pinrang, hal ini disebabkan karena berat jenis dari agregat halus sungai Pangkajene 2. 56 sedangkan berat jenis agregat halus sungai Lasape Pinrang 2. dan presentase batu pecahnya untuk Pangkep diperoleh 33% bp 1-2, 30% bp 2-3 sedangkan presentase batu pecah untuk Pinrang diperoleh 30% bp 1-2, 33% bp 2-3 sehingga berat jenis beton basah dari keduanya berbeda Tabel 9 Hasil Pemeriksaan Kuat Tekan Beton Pasir Sungai Pangkajene Umur Kode PKP 1 PKP 2 PKP 3 PKP 4 PKP 5 PKP 6 PKP 7 PKP 8 PKP 9 PKP 10 PKP 11 PKP 12 PKP 13 PKP 14 PKP 15 PKP 16 Berat . Kuat tekan rata- rata fcr Beban P Luas. (N) Kuat Tekan (P/A) Sumber : Pengujian Dilaboratorium A Agregat Halus Sungai Pangkajene Kuat tekan rata- rata Fcr = 1,381 MPa Kuat Tekan Karakteristik fAoc Fcr = 465,17/16 = 29,07 MPa FAoc = Fcr Ae M = 29, 07 - 1,381 =27,689MPa<30MPa . idak memenuh. Deviasi Standar Sr Sr = Oo((OcAn. c-fc. AA)/. ) = Oo. ,90/. = Oo0,52698 = 0,72594 MPa = 0,726 MPa Beton yang menggunakan agregat halus sungai Pangkajene desa Mangilu diperoleh kuat tekan karakterisrik 27. MPa < 30 MPa, hal ini disebabkan karena agregat halus sungai Pangkajene desa Mangilu berada zone 1 dan penggabungan agregat ada beberapa titik yang berhimpit dengan garis total dan garis ideal namun masih ada 3 titik yang tidak berhimpit dengan garis ideal Margin (M) M = 1,64 x Sr x Koefisien jumlah benda = 1,64 x 0,726 x 1,16 10/12 . ISSN 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2024 Tabel 10 Hasil Pemeriksaan Kuat Tekan Beton Pasir Sungai Lasape Pinrang Kode PN1 PN2 PN3 PN4 PN5 PN6 PN7 PN8 PN9 P N 10 P N 11 P N 12 P N 13 P N 14 P N 15 P N 16 Umur Berat . Beban P (N) Luas. Kuat tekan rata- rata fcr Kuat Tekan (P/A) Sumber : Pengujian Laboratorium A Agregat Halus Sungai Lasape Pinrang Kuat tekan rata- rata Fcr 25,57MPa<30Mpa . idak memenuh. Beton yang menggunakan agregat halus Pinrang dari sungai Lasape diperoleh kuat tekan karakterisrik 25. 57 MPa < 30 MPa, hal ini disebabkan karena agregat halus sungai Lasape Pinrang berada pada zone 3 dan penggabungan agregat tidak berhimpit dengan garis total dan garis ideal. Karena masih ada 5 titik yang tidak berhimpit dengan garis ideal. Fcr = 443,99/16 = 27,75 MPa Deviasi Standar Sr Sr = Oo((OcAn. c-fc. AA)/. ) = Oo. ,63/. = Oo1,30867 = 1,14397 MPa = 1. 144 MPa Dengan demikian dapat disimpulkan beton yang menggunakan agregat halus sungai Pangkajene diperoleh lebih tinggi dibandingan dengan agregat sungai Lasape Pinrang ( 27. 69 MPa > 25. 57 MP. Dari hasil kuat tekan karakteristik kedua agregat tidak memenuhi 30 MPa sehingga perlu dilakukan trial mix dan menambahkan kadar semen yang lebih tinggi untuk mengetahui mutu beton kurang lebih 30 MPa Margin (M) M = 1,64 x Sr x Koefisien jumlah benda uji = 1,64 x 1,144 x 1,16 = 2,176 MPa Kuat Tekan Karakteristik fAoc FAoc = Fcr Ae M = 27,75 - 2,176 =25,57MPa KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian dan diskusi kami, kami mengetahui bahwa karekteristik pasir sungai Pangkajene bila digunakan untuk campuran beton akan memberikan kekuatan yang lebih tinggi pada beton, dibandingkan dengan pasir butiran halus. Sedangkan karekateristik pasir sungai Lasape Pinrang bila digunakan 11/12 . ISSN 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2024 untuk campuran beton membutuhkan semen yang lebih banyak dibandingkan dengan zone 2 karena memiliki butiran yang lebih halus, hal ini disebabkan karena pasir sungai Pangkajene termasuk ke dalam zone 1 dan pasir sungai Lasape Pinrang termasuk ke dalam zone 3. Beton yang menggunakan agregat halus sungai Pangkajene dibandingan dengan agregat sungai Lasape Pinrang ( 27. 69 MPa > 25. 57 MP. Dari hasil kuat tekan karakteristik kedua agregat tidak memenuhi 30 MPa sehingga perlu dilakukan trial mix dan menambahkan kadar semen yang lebih tinggi untuk mengetahui mutu beton kurang lebih 30 Mpa. DAFTAR PUSTAKA