Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN PAK UNTUK PESERTA DIDIK USIA 13-16 TAHUN Debora Anggreani. Evi Tobeli. Moses Murdiyono Universitas Kristen Immanuel deboranggreani255@gmail. com evi_tobeli@ukrimuniversity. moses15@student. Abstract This research analyzes the Active Learning learning model and its implications in Christian Religious Education (PAK) learning for students aged 13- 16 years. Active Learning is known as an approach that encourages active involvement of students in the learning process, which contrasts with traditional methods which are more passive. This study explores how the application of Active Learning can influence the effectiveness of PAK learning among adolescents. In this context, aspects such as student interaction, active involvement in understanding religious concepts, and their impact on motivation and learning achievement are the main focus. Through this analysis, it is hoped that it can provide in-depth insight into how Active Learning can be optimized in the context of PAK learning to meet the educational needs of students aged 13-16 years. Keywords: Active Learning. PAK Learning (Christian Religious Educatio. Student interaction. Active engagement. Understanding religious concepts. Motivation and Achievement. Pendahuluan Pendidikan Agama Kristen (PAK) merupakan sebuah proses pengajaran yang beriringan dengan pendidikan yang bersumber pada Alkitab, berpusat pada Kristus dan bergantung kepada Roh Kudus yang akan membimbing tiap individu pada seluruh tingkatan perkembangan melalui pengajaran masa ini menuju arah pengenalan, pengalaman rencana dan kehendak Allah melalui Kristus dalam segala aspek kehidupan. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti dalam Magang Kependidikan program MBKM di Sekolah Citra Kasih Samarinda dan pada kerja nyata sebagai guru Pendidikan Agama Kristen . art tim. di Sekolah Kinderstation Yogyakarta, masalah yang ditemukan relatif serupa yaitu kurang aktifknya peserta didik dalam pembelajaran Agama Kristen, yang meliputi:2 Pertama, model pembelajaran kurang bervariasi karena masih didominasi oleh model pembelajaran berbasis ceramah dan diskusi. Asumsi ini didasari oleh hasil observasi Dwiati Yulianingsih dan Stefanus M. Lumban Gaol. AuKeterampilan Guru PAK Untuk Meningkatkan Minat Belajar Murid Dalam Proses Pembelajaran Di Kelas,Ay Jurnal FIDEI 2, no. : 105 Debora Anggreani. AuHasil Observasi Magang Kependidikan Program MBKM Di Sekolah Citra Kasih Dan Kerja Nyata Di Sekolah Kinderstation,Ay Samarinda Dan Yogyakarta, 2024. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen serta pengamatan yang dilakukan peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Julmiati Samori dan Sandra Rosiana Tapilaha yang dituangkan dalam jurnal yang berjudul AuKreativitas guru dan orang tua dalam meningkatkan minat belajar anak melalui Pendidikan Agama KristenAy. Dalam penelitian tersebut menjelaskan sebagai seorang pendidik tentunya harus mampu menumbuhkan minat belajar peserta didik terhadap pembelajaran. Melalui minat belajar yang tumbuh, maka akan dengan mudah memusatkan konsentrasi pada pembelajaran yang diajarkan guru. Asumsi ini menunjukan bahwa guru yang tidak memiliki kreativitas dan kurang inovatif akan membuat peserta didik kehilangan minat belajar dan sulit untuk memusatkan perhatian . Kedua, kurangnya minat belajar peserta didik. Asumsi ini didasari oleh pengamatan terhadap sikap dari peserta didik dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di kelas. Peserta didik cenderung sibuk dengan kegiatan masingmasing seperti mengobrol dan asik sendiri. Hal ini didukung oleh hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nadia Antika Sari dan Matius Timan Herdi Ginting dalam jurnal yang berjudul AuMinat Belajar Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di Kelas VII SMP Negeri 3 Palangka RayaAy yang menjelaskan hasil pengamatan awal penelitian dalam praktik pengalaman lapangan (PPL), salah satu masalah yang ditemukan dalam pembelajaran Agama Kristen adalah minimnya minat belajar peserta didik. Asumsi ini didasari oleh pengamatan terhadap sikap peserta didik saat mengikuti proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang cenderung sibuk terhadap kegiatan masing-masing seperti mengobrol, asik sendiri, dan mengantuk. Ketiga, permasalahan lain yang ditemukan adalah peserta didik sulit untuk Asumsi ini didasari oleh pengamatan peneliti saat pembelajaran Pendidikan Agama Kristen berlangsung. Peserta didik cenderung melamun, tidak aktif untuk bertanya maupun menjawab pertanyaan yang diberikan, mengantuk, kurang memahami instruksi dari Julmiati Samoiri and Sandra Rosiana Tapilaha. AuKreativitas Guru Dan Orang Tua Dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Melalui Pendidikan Agama Kristen,Ay Jurnal Teologi Injili Dan Pendidikan Agama 1, no. : 81Ae88 Nadia Antika Sari and Matius Timan Herdi Ginting. AuMinat Belajar Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Di Kelas VII SMP Negeri 3 Palangka Raya,Ay Harati: Jurnal Pendidikan Kristen 3, no. 2, 2023. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen pendidik, dan gelisah tidak dapat duduk dengan tenang, yang cenderung mengganggu kenyamanan peserta didik lainnya dengan mengganggu atau menjahili. Asumsi ini didasari oleh penelitian yang dilakukan oleh Hotmian, dalam jurnal yang berjudul AuMeningkatkan Keaktifan dan hasil belajar Pendidikan Agama Kristen dengan menerapkan strategi short card pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Gebang tahun 2017-2018Ay. Dalam jurnal tersebut menjelaskan bahwa peserta didik yang pasif dipicu oleh kejenuhan ketika proses belajar berlangsung. Hal ini diduga karena pembelajaran yang dilakukan pada jam siang sehingga peserta didik merasa lelah dan jenuh saat belajar. Dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti dan didukung oleh hasil penelitian-penelitian sebelumnya, menjelaskan bahwa penelitian tersebut membahas topik yang relatif mirip atau saling berkaitan namun memperoleh hasil yang berbeda. Jadi menurut peneliti meskipun topik yang akan peneliti analisis relatif mirip atau saling berkaitan dengan penelitian sebelumnya, pastinya akan memperoleh hasil yang berbeda. Hal ini menjelaskan bahwa permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen memiliki banyak faktor yang perlu diketahui dan diatasi oleh pendidik. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu: Pertama, untuk menjelaskan mengenai model pembelajaran active learning. Kedua, untuk menjelaskan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen pada peserta didik usia 13-16 tahun. Ketiga, untuk mengetahui manfaat yang terjadi dari penggunaan model pembelajaran active learning terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Kristen bagi peserta didik. Metode Penelitian yang Dipergunakan Penelitian ini menggunakan studi pendekatan literatur atau library research yang masih termasuk kedalam jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini ditujukan terhadap model pembelajaran inside outside circle yang memiliki kaitan erat dengan keaktifan dalam kegiatan Dewi Rusmana mengutip Rosyidhana menjelaskan bahwa studi literatur merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mencari dan membaca berbagai sumber-sumber tertulis yang berupa seperti buku atau literatur yang memuat Hotmian. AuMeningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen Siswa Dengan Menerapkan Strategi Sort Card Pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Gerbang Tahun 2017-2018,Ay Jurnal Pendidikan Tabularasa 15, no. 3, 2018. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen penjelasan mengenai landasan teori. 6 Jadi penelitian studi literatur adalah penelitian yang memiliki kaitan erat dengan keaktifan dalam kegiatan pembelajaran yang data-datanya dapat diperoleh melalui buku, jurnal, artikel, majalah dan sejenisnya. Mengutip sebuah artikel yang diterbitkan oleh kompas. com dengan judul AuMetode Penelitian Studi LiteraturAy yang dikutip dari Danial dan Warsiah menjelaskan bahwa studi literatur merupakan sebuah penelitian yang melakukan pengumpulan data dari berbagai sumber seperti buku, majalan dan lainnya yang masih berkaitan dengan masalah dan tujuan 7 Berdasarkan hal tersebut, penelitian pendekatan studi literatur meruapakan sebuah penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya yang dapat diperoleh dari media tertulis. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur atau library rearch. Jadi alasan dari penggunaan pendekatan studi literatur karena informasi dari masalah yang diteliti bersifat relevan, informasi mengenai aspek masalah sudah pernah diteliti oleh peneliti lainnya, hal ini bertujuan untuk menghindari penelitian yang sama, dan informasi dapat diperoleh dengan mudah melalui buku-buku, jurnal, makalah, artikel, majalah, koran dan sumber tulisan lainnya sehingga data yang dipaparkan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hasil Penelitian dan Pembahasan Pendidikan Agama Kristen (PAK) bagi peserta didik usia 13-16 tahun memiliki peranan penting dalam membimbing tiap individu pada seluruh tingkatan perkembangan melalui pengajaran masa ini menuju arah pengenalan, pengalaman rencana dan kehendak Allah melalui Kristus dalam segala aspek kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran pendidikan Agama Kristen bagi peserta didik usia 13-16 tahun dengan menggunakan model pembelajaran active learning serta mengetahui manfaat dari penerapan model pembelajaran active learning tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber yang terkait Dewi Rusmana. AuPGSD UPI Kampus SerangAy . : 1Ae25. Kompas. AuMetode Penelitian Studi LiteraturAy . , . https://buku. com/read/2051/metode-penelitian-studi-literatur-apa-itu, . iakses pada tanggal 17 April FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen model pembelajaran active learning dalam pembelajaran PAK. Memperoleh lima jenis model pembelajaran active learning yaitu, pencocokann kartu indeks, peninjauan ulang topik, tekateki silang, benar atau salah . rue of fals. dan kartu pendek . hort car. Namun, penelitian lebih terfokus pada model pembelajaran active learning berbasis pencocokan kartu indeks, teka-teki silang, dan benar atau salah . rue of fals. untuk memastikan analisis yang mendalam. Berdasarkan hasil pengumpulan data, ditemukan lima jenis model pembelajaran active learning yang dapat diaplikasikan dalam pembelajaran PAK. Namun, penelitian akan lebih berfokus pada model pembelajaran active learning berbasis pencocokan kartu indeks, teka-teki silang, dan benar atau salah . rue of fals. dengan alasan model pembelajaran tersebut melibatkan peserta didik secara aktif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik usia 13-16 tahun. Sedangkan kedua jenis model pembelajaran active learning berbasis peninjauan ulang topik dan short card tidak usulkan. Hal ini dilatarbelakangi model tersebut kurang memenuhi karakteristik kebutuhan peserta didik usia 13-16 tahun, serta keterbatasan waktu dalam penerapannya. Adapun hasil analisis yang lebih mendalam mengenai model pembelajaran active learing berbasis pencocokan kartu indeks, teka-teki silang, dan benar atau salah . rue of fals. akan disajikan sebagai berikut: Analisis Model Pembelajaran Active Learning Jenis Pencocokan Kartu Indeks Berdasarkan faktor-faktor dalam pemilihan model pembelajaran, model pembelajaran active learning berbasis pencocokan kartu indeks baik atau sesuai digunakan dalam pembelajaran PAK bagi peserta didik usia 13-16 tahun. Hal ini dapat dilihat dari berbagai aspek yang mempengaruhi sebagai berikut: pertama, model pembelajaran active learning berbasis pencocokan kartu indeks dapat dikembangkan dalam kegiatan kelompok atau team yang bertujuan untuk melatih kekompakan atau kerja sama, dan membangun kepercayaan terhadap diri sendiri dan orang lain. Kedua, model pembelajaran active learning berbasis pencocokan kartu indeks dapat menciptakan sebuah proses pembelajaran yang menyenangkan dan tidak terlupakan karena dalam penerapannya melibatkan seluruh peserta didik atau dengan kata lain belajar sambil bermain. Ketiga, model pembelajaran active learning berbasis pencocokan kartu indeks sesuai dengan sasaran dalam pembelajaran PAK pada peserta didik usia 13-16 tahun FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen karena dalam penerapannya melibatkan keterampilan berpikir kritis dalam memahami suatu materi, emosi, sosial, kognitif, egoistic, dan aktualisasi diri . elf-actualizatio. Alasan pemilihan model pembelajaran active learning berbasis pencocokan kartu indeks karena kesesuaiannya dengan kebutuhan peserta didik usia 13-16 tahun dalam mendorong kerja sama antar peserta didik, membangun kepercayaan terhadap diri sendiri dan orang lain, melatih keterampilan berpikir kritis, dan memberikan penguatan kepada peserta didik, serta menjadikan pembelajaran tak terlupakan sehingga peserta didik dapat terus mengingat materi pembelajaran yang sudah diajarkan. Analisis Model Pembelajaran Active Learning Jenis Teka-Teki Silang Berdasarkan faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan model pembelajaran, model pembelajaran active learning berbasis teka-teki silang sangat baik dan cocok digunakan dalam pembelajaran PAK bagi peserta didik usia 13-16 tahun. Hal ini dilatarbelakangi oleh beberapa aspek yaitu, pertama model pembelajaran active learning berbasis teka-teki silang dapat melatih dan menyelaraskan pemakaian fungsi otak kiri dan otak kanan yaitu pembelajaran menggunakan logika, imajinasi, emosi, rasa, gambar, analisis, perbedaan, kesamaan dan mengejutkan yang bertujuan menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, serta memudahkan peserta didik mengingat pembelajaran yang sudah Kedua, model pembelajaran active learning berbasis teka-teki silang dapat membantu mencapai tujuan pembelajaran karena dalam penerapannya lebih bervariasi, menciptakan rasa ingin tahu dan membangkitkan kegemaran membaca Alkitab dan sumbersumber lainnya, serta meningkatkan hasil belajar peserta didik. Ketiga, model pembelajaran active learning berbasis teka-teki silang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dengan mempertimbangkan perkembangan emosi, sosial, kognitif, egoistic, dan aktualisasi diri . Alasan pemilihan model pembelajaran active learning berbasis teka-teki silang karena kesesuaiannya dengan kebutuhan peserta didik usia 13-16 tahun dalam meningkatkan Fita Mulyani. AuKeefektifan Metode Pencocokan Kartu Indeks Dalam Pembelajaran Memahami Teks Cerpen Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Samigaluh Kulon Progo Yogyakarta,Ay Journal of Geotechnical and Geoenvironmental Engineering ASCE 120, no. 11, 2015. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen semangat belajar, melatih keterampilan berpikir kritis yang sesuai dengan penekanan pada peranan pembelajaran PAK dalam kehidupan peserta didik. Analisis Model Pembelajaran Active Learning Jenis Benar Atau Salah (True of Fals. Berdasarkan faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan model pembelajaran, model pembelajaran active learning berbasis benar atau salah . rue of fals. sangat baik dan cocok digunakan dalam pembelajaran PAK bagi peserta didik usia 13-16 Hal ini dilatarbelakangi oleh beberapa aspek yaitu, pertama dalam model pembelajaran active learning berbasis benar atau salah . rue of fals. memungkinkan peserta didik untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan yang Kedua, dalam penerapan model pembelajaran active learning berbasis benar atau salah . rue of fals. dalam pembelajaran PAK dapat melatih kerja sama antar peserta didik, bertanggungjawab atas alasan memilih jawaban, menciptakan suasana kelas yang menyenangkan, dan meninjau ulang pengetahuan dan daya ingat peserta didik. Ketiga, model pembelajaran active learning berbasis benar atau salah . rue of fals. pada peserta didik usia 13-16 tahun dapat mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dengan mempertimbangkan perkembangan emosi, sosial, kognitif, egoistic, dan aktualisasi diri . elf-actualizatio. Alasan pemilihan model pembelajaran active learning berbasis benar atau salah . rue of fals. karena kesesuaiannya dengan kebutuhan peserta didik usia 13-16 tahun dalam meningkatkan semangat belajar, melatih keterampilan berpikir kritis yang sesuai dengan penekanan pada peranan pembelajaran PAK dalam kehidupan peserta didik. Pertimbangan Lain Pemilihan Model Pembelajaran Active learning Dalam Pembelajaran PAK Bagi Peserta Didik Usia 13-14 Tahun Berdasarkan faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan model pembelajaran, terdapat beberapa pertimbangan lain yang menjadi alasan dari pemilihan model pembelajaran active learning berbasis pencocokan kartu indeks, teka-teki silang, dan benar atau salah . rue of fals. sebagai model pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran PAK bagi peserta didik usia 13-16 tahun adalah sebagai berikut: Berdasarkan Perspektif PAK Model pembelajaran active learning berbasis pencocokan kartu indeks, teka-teki silang, dan benar atau salah . rue of fals. sesuai dengan nilai-nilai dan tujuan PAK yang FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen berlandaskan pada Alkitab. Dalam perspektif Pendidikan Agama Kristen, pendekatan ini menekankan pada kerjasama dan kekompakan antar sesama, peduli terhadap sesama dengan memberikan penguatan, dan meningkatkan rasa ingin tahu terhadap kebenaran Firman Tuhan dengan membaca Alkitab. Dalam model pembelajaran active learning berbasis pencocokan kartu indeks, teka-teki silang, dan benar atau salah . rue of fals. , peserta didik diajak untuk saling berkerjasama dan kompak untuk mencapai pemahaman yang baik. Hal ini sejalan dengan Amsal 6:6 yang menekankan pada kerja sama guna menciptakan karakter yang bijaksana dan bertanggung jawab. Pada pendekatan ini, menekankan peserta didik untuk dapat berkerja sama dalam membangun komunitas yang tumbuh bersama-sama dalam Kristus. Dalam hal ini, peserta didik dilibatkan secara langsung dalam bersosialisasi dan berinteraksi dengan sesama peserta didik baik dalam memberikan dukungan, berbagi ide dan motivasi. Jadi, model pembelajaran active learning berbasis pencocokan kartu indeks, tekateki silang, dan benar atau salah . rue of fals. tidak hanya membantu peserta didik dalam memperoleh pengetahuan secara umum atau akademik, namun juga membantu peserta didik dalam memahami pengajaran PAK untuk bertumbuh bersama dalam Kristus dengan berkerja sama, bijaksana dan bertanggung jawab. Berdasarkan Konteks Pembelajaran Anak Usia 13-16 Tahun Model pembelajaran active learning berbasis pencocokan kartu indeks, teka-teki silang, dan benar atau salah . rue of fals. memiliki kaitan erat dalam perkembangan peserta didik usia 13-16 tahun. Adapun tinjauan mengenai hal tersebut yaitu, pertama perkembangan Peserta didik usia 13-16 tahun akan mengalami perkembangan fisik yang meliputi tinggi dan berat yang merupakan langkah awal kematangan fisik dan seksual. Selain insiden perolehan tinggi yang sangat cepat, ada juga peserta didik yang mengalamai perkembangan seksual yang lebih cepat sepanjang masa remajanya. Model pembelajaran active learning berbasis pencocokan kartu indeks, teka-teki silang, dan benar atau salah . rue of fals. dapat mendukung perkembangan fisik dengan memberikan suasana dan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan serta melibatkan peserta didik secara langsung yang melibatkan kegiatan fisik. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Kedua, perkembangan intelektual. Pada tahapan ini, peserta didik dapat mengalami perubahan pola pikir yang lebih jernih dan dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungan sekitarnya yang ditandai dengan pengembangan kemampuan berpikir secara abstrak dan imajinasi. Model pembelajaran active learning berbasis pencocokan kartu indeks, teka-teki silang, dan benar atau salah . rue of fals. dapat memberikan ruang kepada peserta didik untuk berpikir kritis, berkerja sama dalam menyelesaikan tugas, memecahkan masalah, dan bertanggung jawab atas keputusan. Ketiga, perkembangan emosional. Pada usia 13-16 tahun, peserta didik akan mengalami perkembangan emosi yang signifikan yang dapat ditandai dengan kemampuan peserta didik menjalin hubungan jangka panjang antar sesamanya, memahami perasaan sendiri dan mampu mengevaluasai mengapa perasaan seseorang seperti itu, gender berpengaruh signifikan terhadap perkembangan emosi remaja. Melalui model pembelajaran active learning berbasis pencocokan kartu indeks, tekateki silang, dan benar atau salah . rue of fals. dapat membantu peserta didik dalam mengatasi permasalahan emosi dengan adanya interaksi sosial yang baik dengan berbagi ide, motivasi dan pengalaman. Keempat, perkembangan sosial. Pada tahap ini peserta didik akan terlibatan dalam hubungan sosial lebih substansial dan intim secara emosional dan jejaring sosial menjadi semakin beragam, mencakup peningkatan jumlah individu dan berbagai jenis interaksi . isalnya dalam hubungan dengan teman sekolah untuk menyelesaikan tugas kelompo. Melalui model pembelajaran active learning berbasis pencocokan kartu indeks, teka-teki silang, dan benar atau salah . rue of fals. membantu peserta didik dalam menjalin komunikasi dan interaksi yang baik antar sesama peserta didik. Jadi, model pembelajaran active learning berbasis pencocokan kartu indeks, tekateki silang, dan benar atau salah . rue of fals. tidak hanya mendukung pencapaian peserta didik dalam pembelajaran secara akademik, namun mendukung perkembangan peserta didik secara holistik yang mencakup perkembangan fisik, intelektual, emosional dan sosial. Berdasarkan lima jenis model pembelajaran active learning yang dapat diaplikasikan dalam pembelajaran PAK, peneliti lebih memfokuskan pada model pembelajaran active learning berbasis pencocokan kartu indeks, teka-teki silang, dan benar atau salah . rue of fals. Hal ini dilatarbelakangi oleh kesesuaian atau kecocokan yang erat dengan tujuan dan konteks pembelajaran PAK bagi peserta didik usia 13-16 tahun. Melalui FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen pemahaman ini, pendidik dapat memberikan kontribusi yang baik dalam membentuk pemahaman mendalam peserta didik dalam pembelajaran PAK. Langkah-langkah Penerapan Model Pembelajaran Active Learning Jenis Pencocokan Kartu Indeks. Teka-Teki Silang dan Benar Atau Salah (True of Fals. Dalam Pembelajaran PAK Untuk mengetahui impikasi atau manfaat sebagai usulan dari penerapan model pembelajaran active learning jenis pencocokan kartu indeks, teka-teki silang dan benar atau salah . rue of fals. maka, dilakukan penerapan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Secara Khusus Dalam Perspektif PAK Secara khusus penerapan model pembelajaran active learning berbasis pencocokan kartu indeks, teka-teki silang dan true of false dapat diterapkan dengan memperhatikan beberapa aspek tujuan PAK, sebagai berikut: Pencocokan Kartu Indeks Adapun langkah-langkah atau prosedur dalam penerapannya yaitu, pertama pada kartu indeks yang terpisah, tulislah pertanyaan mengenai materi pembelajaran PAK, dan buatlah pertanyaan dengan jumlah yang sama dengan setengah jumlah peserta didik. Kedua, pada kartu yang terpisah, buatlah jawaban atas masing-masing pertanyaan mengenai pembelajaran PAK yang sudah diajarkan tersebut. Ketiga, campurkan kedua kartu tersebut secara random. Keempat, berikan satu kartu untuk satu peserta didik, dan jelaskan bahwa ini merupakan latihan pencocokan. Kelima, perintahkan peserta didik untuk mencari pasangan dari kartunya. Apabila sudah terbentuk pasangan, perintahkan peserta didik untuk duduk berpasangan dan katakan untuk tidak mengungkap kepada pasangan lain mengenai apa yang ada pada kartunya. Keenam, apabila semua pasangan yang cocok telah duduk bersama, perintahkan peserta didik untuk memberikan kuis mengenai topik pembelajaran PAK kepada peserta didik yang lain FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen untuk membacakan dengan lantang pertanyaan tersebut dan menantang peserta didik lainnya untuk memberikan jawaban. Teka-Teki Silang Adapun prosedur atau langkah-langkah dalam penerapannya yaitu, pertama menjelaskan beberapa istilah atau nama-nama penting yang terkait dengan topik pelajaran Pendidikan Agama Kristen yang telah diajarkan. Kedua, susunlah sebuah teka-teki silang sederhana, dengan menyertakan sebanyak-banyaknya unsur pembelajaran PAK. Ketiga, susunlah kata-kata pemandu pengisi teka-teki silang seperti definisi singkat, kategori yang cocok dengan unsurnya, sebuah contoh, lawan kata, dan lainnya . ontoh: manusia pertama yang Allah Ciptaka. Keempat, bagikan teka-teki silang kepada peserta didik, baik individu atau kelompok. Kelima, tetapkan batas waktu pengerjaan dan berikan apresiasi atau penghargaan kepada peserta didik yang memilik jawaban benar. Benar Atau Salah (True of Fals. Adapun langkah atau prosedur dalam penerapanya yaitu, pertama. Membuat daftar pernyataan yang berkaitan dengan materi pembelajaran PAK dengan catatan setengah benar dan setengah lainnya salah. Kedua, menulis masing-masing pernyataan dalam kartu indeks yang terpisah mengenai pembelajaran PAK dengan memastikan jumlah kartu sama dengan jumlah peserta didik. Ketiga, pendidik membagikan satu kartu kepada masing-masing peserta didik. Keempat, peserta didik menjelaskan kepada seluruh peserta didik mengenai misi yang akan dilakukan adalah menetapkan kartu mana yang benar dan salah. Kelima, sebelum mata pelajaran selesai, pendidik memerintahkan kepada masingmasing peserta didik untuk membacakan masing-masing kartunya dan membacakan opini mengenai apakah pernyataan tersebut benar atau salah. Keenam, pendidik memberikan tanggapan mengenai tiap kartu. Ketujuh, pendidik dan siswa bersama-sama menyimpulkan Implikasi Berdasarkan Teori Model Pembelajaran Active Learning Melvin L. Silberman. Active Learning 1001 Cara Belajar Siswa Aktif (Bandung: Nuansa Cindekia, 2. , 250-251. Ibid. Hlm. Titi Kadi. Model Dan Strategi Pembelajaran, ed. Ahmad Muadin (Jawa Timur: Al Hikmah Pressindo, 2. , 88. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen dalam Pembelajaran PAK Implikasi merupakan sebuah akibat langsung yang terjadi karena suatu hal yang dapat berupa penemuan atau hasil penelitian. Dengan kata lain, impikasi adalah suatu manfaat yang diperoleh dari sebuah penelitian. Model pembelajaran active learning berbasis pencocokan kartu indeks, teka-teki silang, dan benar atau salah . rue of fals. memberikan manfaat atau implikasi dalam pembelajaran PAK bagi peserta didik usia 13-16 tahun yaitu, pertama menciptakan suasana kelas yang aktif dan memiliki interaksi yang baik selama proses pembelajaran sehingga dapat berjalan baik dalam menuntun peserta didik untuk memperoleh pengetahuan dalam pokok iman Kristen. Artinya, dalam menanamkan nilai dan prinsip iman Kristen kepada peserta didik baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, gereja dan lingkungan pendidikan formalnon formal akan memberikan peranan penting bagi peserta didik dalam pengenalan prinsip Kekristenan. Kedua, manfaat bagi pendidik adalah mampu menciptakan proses belajar mengajar yang berkualitas yang didasari pada kualitas pembelajaran yang dapat dinilai dan diukur melalui cara pendidik mendesain pembelajaran dan pengelolaan kelas sehingga mampu membuat peserta didik termotivasi dalam belajar. Oleh karena itu, sebagai pendidik harus mampu menggunakan model pembelajaran yang aktif, sehingga menarik minat dan keterlibatan peserta didik dalam upaya meningkatkan konsentrasi peserta didik. Ketiga, menumbuhkan rasa ingin tahu mendalam mengenai materi pembelajaran yang menjadikan peserta didik untuk berpikir kritis, memiliki komunikasi yang baik antar sesama, melatih kerjasama, dan menumbuhkan sifat dan karakter bijaksana dan bertanggung Jadi model pembelajaran active learning pada pembelajaran PAK untuk peserta didik usia 13-16 tahun, tidak hanya memberikan manfaat pada peserta didik dalam segi pengetahuan umum saja, melainkan memberikan pemahaman yang mendalam mengenai Kristus serta bagaimana cara menumbuhkan, melatih dan mengimplementasikan karakter dan sifat Kristus dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Demikian menjawab rumusan masalah dari analisis model pembelajaran active learning dan Implikasinya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Untuk Peserta Didik Usia 13-16 Tahun FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Penutup Berdasarkan hasil penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Pertama, model pembelajaran active learning adalah segala bentuk pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk dapat berperan secara aktif baik dalam bentuk interaksi antar peserta didik maupun antar peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran yang bertujuan meningkatkan pengetahuan secara intelektual . Kedua, terdapat lima model jenis model pembelajaran aktif yang dapat digunakan dalam menunjang pembelajaran, namun setelah dilakukan reduksi dan analisis dengan mempertimbangkan faktor-faktor dalam memilih model pembelajaran yaitu berdasarkan tinjauan PAK, implikasi dan kebutuhan peserta didik usia 13-16 tahun, diperoleh hasil bahwa hanya tiga model pembelajaran aktif berbasis pencocokan Kartu indeks, teka-teki silang dan true of false yang sesuai dengan karakteristik peserta didik usia 13-16 tahun dalam pembelajaran PAK. Ketiga, penerapan pembelajaran aktif berbasis pencokan kartu indeks, teka-teki silang dan true of false dalam pembelajaran PAK pada peserta didik usia 13-16 tahun tidak hanya meningkatkan minat belajar, motivasi, konsentrasi, kerja sama antar peserta didik dan meningkatkan prestasi belajar peserta didik secara holistik atau umum, melainkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap kebenaran Firman Tuhan dan membentuk komunitas tumbuh bersama Kristus dengan saling memberikan penguatan, berbagi ide dan pendapat, motivasi serta menumbuhkan sifat dan karakter yang bijaksana dan bertanggung jawab. Keempat, pengusulan ketiga model pembelajaran active learning berbasis pencocokan kartu indeks, teka-teki silang dan true of false yang diyakini bahwa ketiga jenis tersebut dapat memberikan manfaat dan implikasi dalam pembelajaran PAK bagi peserta didik usia 13-16 tahun dalam memahami kebenaran Firman Tuhan dan hidup berdasarkan teladan Kristus, menciptakan suasana kelas yang partisipatif dan aktif yaitu adanya interaksi proses pembelajaran yang dapat berjalan dengan baik diawali dari model apa saja yang digunakan oleh pendidik dalam mengajar yang sesuai dengan kondisi dan kesiapan peserta didik, menumbuhkan rasa ingin tahu mendalam mengenai materi pembelajaran yang menjadikan peserta didik untuk berpikir kritis, memiliki komunikasi yang baik antar sesama, melatih kerjasama, dan menumbuhkan sifat. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Adapun saran dalam penelitian ini ditunjukan kepada pendidik atau guru masa kini khususnya dalam PAK, peneliti, dan peserta didik yang akan dipaparkan sebagai berikut: Bagi Pendidik Masa Kini Khusunya PAK. Sebagai seorang pendidik harus mampu menganalisis kebutuhan dan kondisi belajar dari peserta didik dalam mata pelajaran PAK dengan memilih dan mengembangkan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dengan cara membuat media pembelajaran yang menarik, penggunaan model 88 pembelajaran yang menyenangkan, serta melibatkan peserta didik secara langsung dengan aktif sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan baik. Bagi Peneliti Selanjutnya. Sebagai bahan acuan dalam pengembangan dan penerapan model pembelajaran aktif dimasa yang akan datang dan dapat menjadi bahan lanjutan dalam mengembangkan penelitian selanjutnya mengenai model pembelajaran active learning dalam pembelajaran PAK bagi peserta didik usia 13-16 tahunDemikianlah penelitian mengenai analisis model pembelajaran active learning dan implikasinya dalam pembelajaran PAK untuk peserta didik usia 13-16 tahun. Dalam penelitian ini tentunya terdapat banyak kekurangan dan kesalahan baik dalam penulisan dan lain-lain. Daftar Pustaka