Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 EFEKTIVITAS JUS WORTEL DAN JUS ALPUKAT SEBAGAI MANAJEMEN TERAPI DISMENOREA PRIMER Imas Masruroh1. Vivi Silawati2. Bunga Tiara Carolin3* 1,2,3 Prodi DIV Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Nasional Jl. Harsono RM No. 1 Ragunan. Jakarta Selatan 12550 e-mail: imasruroh16@yahoo. id, vivi. sila@civitas. tiara@civitas. Artikel Diterima : 14 Agustus 2022. Direvisi : 8 September 2022. Diterbitkan : 27 September 2022 ABSTRAK Latar Belakang: Terjadinya menstruasi biasanya disertai dengan timbulnya rasa nyeri didaerah abdomen atau dismenorea. Remaja putri akan lebih sering merasakan sakit akibat dismenorea primer yang dapat mengganggu konsentrasi dan aktivitas sehari-hari. Angka kejadian dismenorea di Indonesia tahun 2018 masih tinggi yaitu 107. 673 jiwa . ,24%), terdiri dari 671 jiwa . ,89%) mengalami dismenorea primer dan 9. 496 jiwa . ,36%) mengalami dismenorea sekunder. Salah satu terapi non farmakologi untuk mengatasi dismenorea yaitu dengan pemberian jus wortel dan jus alpukat. Selain aman dikonsumsi, jus wortel dan jus alpukat mudah diolah dan mudah didapatkan di pasaran. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh pemberian jus wortel dan jus alpukat terhadap dismenorea primer siswi SMK Negeri 5 Kota Serang Banten Tahun 2022. Metodologi Penelitian: Metode yang digunakan yaitu quasy eksperimental dengan pendekatan pre test post test two group design. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang terdiri dari 20 responden kelompok jus wortel dan 20 responden kelompok jus alpukat. Teknik sampling menggunakan total sampling dan simple random Instrumen yang digunakan yaitu lembar pengukuran skala nyeri NRS dan lembar Hasil Penelitian: Tingkat rata-rata dismenorea sebelum dan sesudah pemberian jus wortel yaitu 5,95 dan 0,20 dengan selisih 5,75 hasil Wilcoxon diperoleh p value 0,000 < 0,05 berarti ada pengaruh pemberian jus wortel terhadap dismenorea primer. Tingkat rata-rata dismenorea sebelum dan sesudah pemberian jus alpukat yaitu 5,80 dan 0,75 dengan selisih 5,05 hasil Wilcoxon diperoleh p value 0,000 < 0,05 berarti ada pengaruh pemberian jus alpukat terhadap dismenorea primer. Hasil uji Mann Whitney diperoleh p value 0,030 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan pengaruh pemberian jus wortel dan jus alpukat terhadap dismenorea primer siswi SMK Negeri 5 Kota Serang Banten Tahun 2022. Simpulan dan Saran: Pemberian jus wortel dan jus alpukat memiliki pengaruh terhadap dismenorea, maka diharapkan jus wortel dan jus alpukat dapat menjadi salah satu terapi non farmakologi untuk mengatasi dismenorea primer. Kata Kunci : dismenorea primer, jus alpukat, jus wortel, remaja putri Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 53 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Background: The occurrence of menstruation is usually accompanied by the onset of pain in the abdominal area or dysmenorrhea. Adolescent girls will more often feel pain due to primary dysmenorrhea which can interfere with concentration and daily activities. The incidence of dysmenorrhea in Indonesia in 2018 was still high, 107,673 people . 24%), consisting of 59,671 people . 89%) experiencing primary dysmenorrhea and 9,496 people . experiencing secondary dysmenorrhea. One of the non-pharmacological therapies to treat dysmenorrhea is by giving carrot juice and avocado juice. Besides being safe for consumption, carrot juice dan avocado juice are easy to process and easily available in the market. Objective: To determine the differences of the effect of giving carrot juice and avocado juice to primary dysmenorrhea among students of SMK Negeri 5 Serang. Banten in 2022. Methodology: The method used was quasi experimental with a pre test post test two group The research sample consisted of 40 respondents consisting of 20 respondents in the carrot juice group and 20 respondents in the avocado juice group. The sampling technique used total sampling and simple random sampling. The research instrument used was the NRS pain scale measurement sheet and the observation sheet. Results: The average level of dysmenorrhea before and after administration of carrot juice was 5. 95 and 0. 20 with a difference of 5. Wilcoxon test results obtained p value 0. 000 <0. 05, which means that there was an effect of giving carrot juice to primary dysmenorrhea. The average level of dysmenorrhea before and after administration of avocado juice was 5. 80 and 0. 75 with a difference of 5. 05 Wilcoxon test results obtained p value 0. 000 <0. 05, which means that there wasan effect of avocado juice on primary dysmenorrhea. The results of the Mann Whitney test obtained p value of 0. 030 <0. 05, which means that there was a difference in the effect of giving carrot juice and avocado juice on primary dysmenorrhea in students of SMK Negeri 5 Serang. Banten in 2022. Conclusions and Suggestions: Giving carrot juice and avocado juice has an effect on dysmenorrhea, it is hoped that carrot juice and avocado juice can be one of the non- pharmacological therapies to overcome primary dysmenorrhea. Keywords: primary dysmenorrhea, avocado juice, carrot juice, adolescent girls Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 54 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index PENDAHULUAN Masa remaja merupakan masa peralihan dari fase anak-anak ke fase Pada remaja putri salah satunya ditandai dengan menstruasi. Menstruasi adalah proses pelepasan dinding rahim . apisan dalam endometriu. disertai dengan pendarahan yang terjadi secara berulang setiap bulan, kecuali pada saat terjadi kehamilan (Anurogo dan Wulandari. Terjadinya disertai dengan timbulnya rasa sakit atau nyeri di daerah abdomen yang disebut nyeri haid atau dismenorea. Nyeri tersebut timbul akibat adanya hormon prostaglandin yang membuat otot rahim berkontraksi. Menurut penyebabnya dismenorea dibedakan menjadi dua, yaitu dismenorea primer dan sekunder. Dismenorea primer biasanya terjadi mulai dari pertama haid/menarche usia 10-15 tahun sampai usia 25 tahun yang disebabkan oleh kontraksi uterus, dan tidak terdapat hubungan kelainan Sedangkan dismenorea sekunder berhubungan dengan kelainan kongenital di Remaja putri akan lebih sering merasakan sakit akibat dismenorea primer karena siklus hormonal yang dialami belum begitu stabil. Dismenorea primer ini akan sangat menganggu konsentrasi dan aktivitas para remaja putri (Winarso, 2. Nyeri saat haid pada setiap wanita akan berbeda-beda, ada yang sedikit terganggu namun juga ada yang merasa sangat terganggu sehingga tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari membuatnya harus istirahat bahkan tepaksa absen dari sekolah atau perkerjaan (Indriyani, 2. Angka kejadian dismenorea di Indonesia tahun 2018 sebanyak 107. ,24%), yang terdiri dari 59. 671 jiwa . ,89%) mengalami dismenorea primer dan 496 jiwa . ,36%) mengalami dismenorea JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 sekunder (Puspita, 2. Adapun di Provinsi Banten berdasarkan hasil penelitian pada tahun 2016 ditemukan 67% mengalami dismenorea terdiri dari 21,3% mengalami dismenorea ringan, 36,3% mengalami dismenorea sedang dan 9,4% mengalami dismenorea berat (Fitri, 2. Studi pendahuluan yang telah peneliti lakukan di SMK Negeri 5 Kota Serang pada tanggal 24 April 2022 melalui wawancara terhadap 13 siswi kelas X. Dari hasil wawancara tersebut ditemukan siswi yang mengalami dismenorea ringan berjumlah 6 orang . %), dismenorea sedang 5 orang . %), dan dismenorea berat 2 orang . %). Dari 13 siswi sebagian besar . %) melakukan kompres air hangat dan sebagian lainnya . %) memilih istirahat jika sedang merasakan dismenorea. Selain itu, setelah dilakukan screening dismenorea primer pada 79 siswi kelas X SMK Negeri 5 Kota Serang didapatkan 51 siswi . %) yang mengalami dismenorea primer dan sisanya 28 siswi . %) mengalami dismenorea sekunder. Dari keseluruhan 79 siswi tidak ada yang mengetahui jika jus wortel dan jus alpukat dapat mengurangi dismenorea. Faktor dismenorea primer antara lain faktor endokrin, kelainan organik, gangguan psikis, faktor konstitusi dan faktor alergi. Faktor endokrin memegang peranan penting dalam terjadinya dismenorea primer, karena ketika menstruasi terjadi peningkatan prostaglandin dan pelepasan PGF2a dari endometrium yang menyebabkan uterus berkontraksi secara tidak teratur sehingga menimbulkan nyeri (Anurogo dan Wulandari, 2. Upaya untuk mengurangi nyeri dismenorea dapat dilakukan dengan terapi farmakologi dan non farmakologi. Terapi farmakologi diantaranya yaitu pemberian obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID), pil kontrasepsi kombinasi, dan GonadotropinReleasing Hormone Agonist dan Androgen. Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 55 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Terapi non farmakologi antara lain kompres hangat, istirahat, olahraga . , minum air putih, akupuntur, yoga dan relaksasi (Kusmiran, 2. Selain itu, metode non farmakologi lainnya yang dapat mengurangi nyeri haid adalah dengan mengkonsumsi jus wortel dan jus alpukat. Zat gizi yang dapat membantu meringankan dismenorea adalah kalsium, magnesium serta vitamin A. B6, dan C (Devi, 2. Kandungan wortel (Daucus Carota L) salah satu yang sudah banyak diketahui yaitu betakaroten. Betakaroten memiliki fungsi untuk menetralkan radikal bebas, sebagai anti inflamasi dan anti analgetik. Kandungan betakaroten juga mempengaruhi sistem prostaglandin yaitu menghambat enzim aktivitas enzim siklooksigenase-2 sehingga tidak dapat merubah asam arachidonat yang dapat menimbulkan nyeri (Puspita, 2. Kandungan vitamin E dan betakaroten pada wortel mampu memblok E2 (PGE. F2a (PGF2. prostaglandin yang berperan mempengaruhi dismenorea (Banjarnahor, 2. Menurut hasil penelitian Puspita . dan Sari . dengan uji Wilcoxon, menunjukkan angka signifikan pada pemberian jus wortel dengan nilai p value 0,000 yang berarti ada pengaruh pemberian jus wortel terhadap dismenorea primer remaja putri. Selain dengan pemberian jus wortel, nyeri dismenorea dapat dihindari dengan pemberian jus alpukat yang mengandung tinggi kalsium dan magnesium yang dapat mengurangi terjadinya dismenorea primer pada remaja putri (Vonny, 2. Kalsium memberikan efek berkurangnya nyeri dalam Kalsium memiliki peran sebagai zat yang diperlukan untuk mengurangi kontraksi Magnesium berfungsi memperbesar pembuluh darah sehingga mencegah JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 kekejangan otot dinding pembuluh darah. Magnesium berfungsi untuk meringankan dismenorea atau rasa nyeri saat haid (Devi. Hasil penelitian Vonny . menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata . intensitas nyeri haid sebelum dan sesudah pemberian jus alpukat. Uji Wilcoxon dengan p value = 0,001, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian jus alpukat terhadap penurunan nyeri haid pada dismenorea primer pada Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian berjudul AuApakah Terdapat Perbedaan Pengaruh Pemberian Jus Wortel dan Jus Alpukat Terhadap Dismenorea Primer Siswi SMK Negeri 5 Kota Serang Banten Tahun 2022?Ay BAHAN DAN METODE Metode penelitian menggunakan quasy eksperimental dengan pendekatan pre test - post test two group design. Populasi pada penelitian ini berjumlah 79 siswi kelas X SMK Negeri 5 Kota Serang Banten Tahun Teknik sampling menggunakan total sampling dan simple random sampling. Jumlah sampel yang mengalami dismenorea primer sesuai kriteria inklusi adalah 40 responden, dibagi menjadi 2 kelompok yang terdiri dari 20 responden kelompok kasus pemberian jus wortel dan 20 responden kelompok kontrol pemberian jus alpukat. Jus wortel dibuat dengan takaran 100 g wortel 150 ml air matang 10 g gula pasir lalu diblender. Jus alpukat dibuat dengan takaran 100 g daging alpukat 150 ml air matang 10 g gula pasir lalu Jus wortel dan jus alpukat diberikan 2 kali sehari selama 2 hari dengan selang waktu 4 jam dari pemberian pertama. Misalnya pada pemberian jus wortel atau jus alpukat hari pertama diberikan pada pukul Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 56 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index 00 WIB, maka jus wortel atau jus alpukat yang kedua diberikan pada pukul 12. WIB. Pemberian jus wortel atau jus alpukat hari kedua mengikuti waktu pemberian hari Sebelum diberikan jus wortel atau jus alpukat pada hari pertama, responden dismenorea menggunakan skala nyeri NRS. Setelah 2 hari diberikan intervensi, dilakukan pengukuran skala dismenorea kembali pada hari ke-3. Sebelum melakukan penelitian, dilakukan pengajun Ethical Clearance di Komite Etik Penelitian Kesehatan RSPI Prof. DR. Sulianti Saroso dan sudah dinyatakan lolos uji etik dengan Nomor : 39/xVi. 10/VII/2022. JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 dismenorea berat . %), dan 1 responden . %) mengalami dismenorea hebat. Pada post test kelompok kasus . us worte. sebagian besar 17 responden . %) tidak mengalami nyeri, dan 3 responden . %) mengalami dismenorea ringan. Instrumen yang digunakan yaitu lembar skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS) pre test dan post test dan lembar observasi. Sebelum melakukan analisis data dilakukan uji normalitas menggunakan uji Shapiro Wilk karena jumlah responden kurang dari 50 responden. Didapatkan data tidak berdistribusi normal sehingga analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. HASIL Berdasarkan data yang dikumpulkan dan dianalisis diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 1 Distribusi Frekuensi Tingkat Dismenorea Primer Pada Kelompok Kasus (Jus Worte. dan Kelompok Kontrol (Jus Alpuka. Kelompok Kasus (Jus Worte. Tidak Nyeri Ringan Sedang Berat Hebat Total Kontrol (Jus Alpuka. Tidak Nyeri Ringan Sedang Berat Hebat Total Sumber : Data Primer . Pre Test (%) Post Test (%) Tabel 1 menunjukkan hasil bahwa pada pre test kelompok kasus . us worte. terdapat 1 responden yang mengalami dismenorea ringan . %), sebagian besar 11 dismenorea sedang, 7 responden mengalami Pada pre test kelompok kontrol . us alpuka. terdapat 2 responden yang mengalami dismenorea ringan . %), sebagian besar 11 responden . %) yang mengalami dismenorea sedang, 6 responden mengalami dismenorea berat . %), dan 1 Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 57 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 responden . %) mengalami dismenorea Pada post test kelompok kontrol . us alpuka. sebagian besar 11 responden . %) tidak mengalami nyeri, dan 9 resonden . %) mengalami dismenorea ringan. Tabel 2 Rata-Rata Tingkat Dismenorea Primer Pre Test Post Test Kelompok Kasus (Jus Worte. dan Kelompok Kontrol (Jus Alpuka. Kelompok Kasus Kontrol Pre Test Post Test Pre Test Post Test Mean 5,95 0,20 5,80 0,75 Selisih 5,75 5,05 Min Max Std. Dev 1,82 0,52 1,98 0,91 Sumber : Data Primer . Tabel 2 menunjukkan hasil analisis data pre test kelompok kasus dengan 20 responden memiliki nilai minimum 3, nilai maksimum 10, dan nilai mean 5,95 . ismenorea sedan. Hasil analisis data post test kelompok kasus memiliki nilai minimum 0, nilai maksimum 2, dan nilai mean 0,20 . idak nyer. , dengan selisih ratarata pre test post test 5,75 . ismenorea Hasil analisis data pre test kelompok kontrol dengan 20 responden memiliki nilai minimum 3, maksimum 10, dan nilai mean 5,80 . ismenorea sedan. Hasil analisis data post test kelompok kontrol memiliki nilai minimum 0, nilai maksimum 2, dan nilai mean 0,75 . idak nyer. , dengan selisih rata-rata pre test post test 5,05 . ismenorea Tabel 3 Pengaruh Pemberian Jus Wortel Terhadap Dismenorea Primer Siswi Variabel Jus Wortel Pre Test-Post test Negatif Ranks Positif Ranks Mean Rank 10,50 0,00 Sum of Ranks 210,00 0,00 P value -3,944 0,000 Sumber : Data Primer . Pada tabel 3 menunjukkan nilai negatif ranks atau selisih . antara tingkat dismenorea untuk pre test dan post test. Dari seluruh 20 responden didapatkan nilai post test lebih kecil dari nilai pre test yang artinya seluruh dismenorea primer setelah diberikan jus wortel dengan peringkat rata-rata . ean ran. 10,50. Hasil uji Wilcoxon diperoleh p value 0,000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh sebelum dan sesudah pemberian jus wortel terhadap dismenorea primer siswi SMK Negeri 5 Kota Serang Banten Tahun Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 58 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Tabel 4 Pengaruh Pemberian Jus Alpukat Terhadap Dismenorea Primer Variabel Jus Alpukat Pre Test-Post test Negatif Ranks Positif Ranks Mean Rank 10,50 0,00 Sum of Ranks 210,00 0,00 p value -3,966 0,000 0,000 Sumber : Data Primer . Pada tabel 4 menunjukkan nilai negatif ranks atau selisih . antara tingkat dismenorea untuk pre test dan post test. Dari seluruh 20 responden didapatkan nilai post test lebih kecil dari nilai pre test yang artinya seluruh responden mengalami penurunan tingkat dismenorea primer setelah diberikan jus alpukat dengan peringkat rata-rata . ean ran. 10,50 hasil uji Wilcoxon diperoleh p value 0,000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh sebelum dan sesudah pemberian jus alpukat terhadap dismenorea primer siswi SMK Negeri 5 Kota Serang Banten Tahun 2022. Tabel 5 Perbedaan Pengaruh Pemberian Jus Wortel dan Jus Alpukat Terhadap Dismenorea Primer Kelompok Kasus . us worte. Kontrol . us alpuka. Mean Sum of Rank Ranks 17,28 345,50 20 Banten 23,73 474,50 Tahun 2022 p value -2,164 0,030 Sumber : Data Primer . Berdasarkan pada tabel 5 didapatkan peringkat rata-rata . ean ran. pada post test kelompok kasus . us worte. dan post test kelompok kontrol . us alpuka. masing-masing sebesar 17,28 dan 23,73. Hasil uji beda Mann Whitney diperoleh p-value sebesar 0,030 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan pengaruh pemberian jus wortel dan jus alpukat terhadap dismenorea primer siswi SMK Negeri 5 Kota Serang Banten Tahun 2022. Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 59 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index PEMBAHASAN Pengaruh Pemberian Jus Wortel Terhadap Dismenorea Primer Siswi Menstruasi yang menimbulkan rasa nyeri pada remaja sebagian besar disebabkan oleh dismenorea primer. Dismenorea primer biasanya terjadi mulai dari pertama haid/menarche usia 10-15 tahun sampai usia 25 tahun yang disebabkan oleh kontraksi uterus, dan tidak terdapat hubungan kelainan ginekologi. Dismenorea primer ini akan sangat menganggu konsentrasi dan aktivitas para remaja putri (Winarso, 2. Salah satu metode non farmakologi untuk mengatasi dismenorea yaitu dengan mengkonsumsi jus wortel. Menurut Hastuti et al . menyatakan bahwa salah satu penanganan nyeri dismenorea secara non farmakologi yaitu dengan mengkonsumsi sayur dan buah-buahan. Wortel merupakan salah satu jenis sayuran yang dapat membantu untuk mengurangi nyeri haid atau Wortel (Daucus Carota L) kaya akan betakaroten, selama menstruasi mengkonsumsi sayur wortel berdampak baik karena betakaroten dalam wortel akan mengkonversi ke vitamin A yang membantu meminimalkan aliran darah dan mengontrol perdarahan hebat. Vitamin E bersama dengan betakaroten yang terkandung dalam prostaglandin hormon yang mempengaruhi nyeri haid . , hal ini membantu mengurangi rasa sakit, membantu untuk perdarahan berat, menstruasi yang tidak teratur, dan mengurangi kram saat menstruasi (Hastuti et al, 2. Hal ini diperkuat dengan pendapat Puspita . yang menyatakan bahwa kandungan wortel yang dapat berpengaruh JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 terhadap dismenorea dalam menurunkan nyeri adalah betakaroten dan vitamin E. Betakaroten memiliki fungsi untuk menetralkan radikal bebas, sebagai anti inflamasi dan anti analgetik. Kandungan betakaroten juga mempengaruhi sistem prostaglandin yaitu menghambat enzim aktivitas enzim siklooksigenase-2 sehingga tidak dapat mengubah asam arakhidonat yang dapat menimbulkan nyeri (Puspita. Produksi dipengaruhi oleh vitamin E dengan menekan aktivitas enzim fosfolipase A2 sehingga Vitamin E juga meningkatkan vasodilator dan relaksan terhadap otot Oleh karena itu, vitamin E dianggap mempunyai efek dalam mengurangi nyeri haid (Surmiasih, 2. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai negative ranks atau selisih . antara tingkat dismenorea untuk pre test dan post test. Dari seluruh 20 responden didapatkan nilai post test lebih kecil dari nilai pre test yang artinya seluruh responden mengalami penurunan tingkat dismenorea primer setelah diberikan jus wortel dengan peringkat rata-rata . ean ran. 10,50 hasil uji Wilcoxon diperoleh p value 0,000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh sebelum dan sesudah pemberian jus wortel terhadap dismenorea primer siswi SMK Negeri 5 Kota Serang Banten Tahun 2022. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian oleh Damayanti . dengan hasil uji stastistik dengan Wilcoxon sebelum dan sesudah pemberian jus wortel diperoleh p-value 0,000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh pemberian jus wortel terhadap dismenorea primer remaja putri. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian oleh Puspita . dengan uji Wilcoxon menunjukkan angka Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 60 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index signifikan pada pemberian jus wortel dengan p-value 0,000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh pemberian jus wortel terhadap dismenorea pada remaja putri di asrama ABIM Kota Kediri Tahun 2018. Menurut asumsi peneliti dismenorea dapat diakibatkan oleh peningkatan hormon prostaglandin yang menyebabkan uterus berkontraksi secara tidak teratur sehingga menimbulkan nyeri atau kram saat Kandungan betakaroten dan vitamin E pada wortel memiliki pengaruh terhadap dismenorea, karena keduanya memiliki mekanisme kerja yang sama yaitu menghambat sintesis prostaglandin yang dapat menimbulkan nyeri. Pengaruh Pemberian Jus Alpukat Terhadap Dismenorea Primer Siswi Berbagai cara dilakukan untuk mengurangi dismenorea primer yaitu dengan terapi farmakologi dan non farmakologi. Terapi non farnakologi salah satunya yaitu dengan mengkonsumsi jus alpukat. Hal ini sesuai dengan pendapat Vonny . yang menyatakan bahwa dismenorea dapat dihindari dengan pemberian jus alpukat yang mengandung tinggi kalsium dan yang dapat terjadinya dismenorea primer pada remaja Buah alpukat memiliki kandungan nutrisi yang meliputi air, kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, magnesium, fosfor, besi, vitamin B1, vitamin C. Kandungan kalsium yang ada dalam buah alpukat mempunyai peran penting dalam mengurangi nyeri. Kalsium mempunyai peranan sebagai zat yang dibutuhkan untuk kontraksi otot, yaitu aktin dan miosin disaat otot berkontraksi. Kekurangan kalsium menyebabkan otot tidak dapat mengendur JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 menyebabkan otot menjadi kram (Nurma. Kalsium memberikan efek berkurangnya nyeri dalam Kalsium bekerja sebagai relaksan otot, pengatur fungsi neuromuskular dan juga stabilitas membran sel. Beberapa penelitian sudah membuktikan bahwa kalsium menurunkan level PGF2a, dan juga (Charandabi, 2. Selain kalsium, buah alpukat juga mengandung magnesium yang merupakan salah satu zat gizi makro yang berperan dalam menurukan rasa nyeri saat menstruasi. Magnesium terhadap otot berperan sebagai prostaglandin (Blesson, 2. Kalsium dan magnesium merupakan mineral yang dapat mengurangi nyeri dismenorea primer dengan mempengaruhi kontraksi dan relaksasi otot polos uterus sehingga memperbaiki aliran darah pada uterus yang telah mengalami hipoksia (Hosseinlou, 2. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai negative ranks atau selisih . antara tingkat dismenorea untuk pre test dan post test. Dari seluruh 20 responden didapatkan nilai post test lebih kecil dari nilai pre test yang artinya seluruh responden mengalami penurunan tingkat dismenorea primer setelah diberikan jus alpukat dengan peringkat rata-rata . ean ran. 10,50 hasil uji Wilcoxon diperoleh p value 0,000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh sebelum dan sesudah pemberian jus alpukat terhadap dismenorea primer siswi SMK Negeri 5 Kota Serang Banten Tahun 2022. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Vonny . , bahwa ada perbedaan rata-rata . intensitas nyeri haid sebelum dan sesudah pemberian jus alpukat. Dilakukan uji wilcoxon diperoleh p value 0,001 < 0,05. Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 61 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian jus alpukat terhadap penurunan nyeri haid pada dismenorea primer pada siswi. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ginting et al . yang menyatakan bahwa setelah dilakukan uji statistik yaitu Wilcoxon diperoleh p-value 0,0002 < 0,05 yang berarti terdapat efektivitas pemberian jus alpukat terhadap dismenorea primer pada mahasiswi Fkm Unpri angkatan 2017. Menurut asumsi peneliti, dismenorea primer disebabkan oleh kontraksi otot polos pada miometrium yang tidak teratur dan terus-menerus yang dipengaruhi oleh hormon prostaglandin. Jus alpukat dapat dijadikan sebagai salah satu terapi non farmakologi untuk mengatasi dismenorea primer karena kandungan kalsium dan magnesium yang terdapat pada alpukat berperan sebagai relaksan otot dan menurunkan kadar prostaglandin, sehingga dapat mengurangi nyeri atau kram saat Perbedaan Pengaruh Pemberian Jus Wortel dan Jus Alpukat Terhadap Dismenorea Primer Siswi Berdasarkan didapatkan peringkat rata-rata . ean ran. pada kelompok kasus . us worte. dan pada kelompok kontrol . us alpuka. masingmasing sebesar 17,28 dan 23,73 hasil uji Mann Whitney diperoleh p-value sebesar 0,030 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan pengaruh pemberian jus wortel dan jus alpukat terhadap dismenorea primer siswi SMK Negeri 5 Kota Serang Banten Tahun 2022. Berdasarkan analisa diketahui bahwa rata-rata tingkat dismenorea antara selisih rata-rata pre test post test kelompok kasus . us worte. lebih besar yaitu 5,75 dan selisih JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 rata-rata pre test post test kelompok kontrol . us alpuka. sebesar 5,05 sehingga didapatkan bahwa jus wortel lebih efektif untuk mengatasi dismenorea primer pada siswi SMK Negeri 5 Kota Serang Banten Tahun 2022. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ginting et al . , didapatkan hasil dari perbedaan ratarata skala intensitas nyeri antara jus wortel dan jus alpukat yaitu 2,3529 dan 2,1764, yang dapat disimpulkan bahwa jus wortel lebih efektif untuk menurunkan skala intensitas nyeri dismenorea primer pada mahasiswi Fkm Unpri angkatan 2017. Menurut asumsi peneliti berdasarkan hasil penelitian, jus wortel lebih efektif dengan jus alpukat karena kandungan betakaroten pada wortel berfungsi sebagai anti oksidan, anti inflamasi dan anti Selain itu, betakaroten bersama vitamin E yang terkandung dalam wortel mampu menghambat sintesis prostaglandin, sehingga dapat mencegah timbulnya nyeri atau kram saat menstruasi. Menurut pendapat peneliti jus wortel dan jus alpukat dapat dijadikan sebagai terapi non farmakologi untuk mengatasi dismenorea, karena dari hasil penelitian ini membuktikan bahwa jus wortel dan jus alpukat mampu mengurangi nyeri atau kram saat menstruasi. Selain aman dikonsumi, jus wortel maupun jus alpukat mudah didapatkan di pasaran, dan mudah untuk diolah. Hal ini juga dapat menjadi pilihan bagi yang mengalami dismenorea, jika yang tidak suka atau alergi dengan wortel, maka jus alpukat dapat dijadikan sebagai terapi untuk mengatasi dismenorea. Sebaliknya, bagi yang tidak suka atau alergi dengan alpukat, dapat dengan mengkonsumsi jus wortel. Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 62 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index KESIMPULAN Pada kelompok kasus . us worte. diketahui tingkat rata-rata dismenorea sebelum yaitu 5,95 dan sesudah yaitu 0,20 dengan selisih tingkat rata-rata dismenorea sebesar 5,75. Pada kelompok kontrol . us alpuka. diketahui tingkat rata-rata dismenorea sebelum yaitu 5,80 dan sesudah yaitu 0,75 dengan selisih tingkat rata-rata dismenorea sebesar 5,05 Ada pengaruh sebelum dan sesudah pemberian jus wortel terhadap dismenorea primer siswi SMK Negeri 5 Kota Serang Banten tahun 2022 dengan p-value 0,000. Ada pengaruh sebelum dan sesudah pemberian jus alpukat terhadap dismenorea primer siswi SMK Negeri 5 Kota Serang Banten tahun 2022 dengan p-value 0,000. Terdapat pemberian jus wortel dan jus alpukat terhadap dismenorea primer siswi SMK Negeri 5 Kota Serang Banten tahun 2022 dengan p-value 0,030 SARAN Diharapkan melalui penelitian ini menjadi bahan pertimbangan bagi responden dan masyarakat sebagai salah satu terapi non farmakologi untuk mengatasi dismenorea Bagi praktisi tenaga kesehatan diharapkan sebagai bahan masukan dalam memberikan informasi kepada masyarakat sebagai salah satu terapi alternatif untuk mengatasi dismenorea primer DAFTAR PUSTAKA