PENGALAMAN IBU DALAM PEMBERIAN ASI PADA BAYI DI UNIT PERINATOLOGI RUMAH SAKIT IMELDA MEDAN TAHUN 2024 Eva Nirwana Hutabarat,SKM,MKM1 Apriani Floresinta Sitanggang2 Universitas Imelda Medan Email: aprianiflorensinta@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: ASI (Air Susu Ib. merupakan nutrisi penting bagi bayi, terutama bagi mereka yang dirawat di unit perinatologi. Namun, pelaksanaan pemberian ASI di ruang perinatologi sering menghadapi berbagai Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman ibu dalam pemberian ASI pada bayi di ruang perinatologi RSU Imelda Medan dengan fokus pada pelaksanaan, metode, dukungan, dan hambatan yang Tujuan:Menggali pelaksanaan ibu dalam pemberian ASI di ruang perinatologi RSU Imelda Medan,meneliti metode pemberian ASI di ruang perinatologi RSU Imelda Medan,menilai dukungan yang diterima ibu selama pemberian ASI di ruang perinatologi RSU Imelda Medan,mengidentifikasi hambatan dalam pemberian ASI pada bayi di ruang perinatologi RSU Imelda Medan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima ibu yang pernah menyusui bayi mereka di ruang perinatologi RSU Imelda Medan. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi tema dan subtema dari pengalaman yang dilaporkan. Hasil: Penelitian ini mengidentifikasi empat tema utama: pelaksanaan pemberian ASI, metode pemberian ASI, dukungan selama pemberian ASI, dan hambatan pemberian ASI. Pelaksanaan pemberian ASI umumnya dilakukan di pojok ASI dengan beberapa ibu juga menggunakan susu formula. Metode pemberian ASI meliputi penggunaan botol, memompa ASI, dan menyusu langsung. Dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan terbukti krusial dalam mendukung ibu. Hambatan yang dihadapi termasuk kesulitan bayi dalam menyusu langsung dan ASI yang belum Kesimpulan: Pengalaman ibu dalam pemberian ASI di ruang perinatologi RSU Imelda Medan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk metode yang digunakan, dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan, serta hambatan yang dihadapi. Penelitian ini menunjukkan pentingnya dukungan yang efektif untuk meningkatkan keberhasilan pemberian ASI pada ibu dengan bayi yang dirawat di perinatologi. Kata Kunci: ASI. Unit Perinatologi. Dukungan Keluarga. Hambatan Pemberian . ASI. LATAR BELAKANG anorganik yang disekresi oleh kelenjar mamae ibu, yang berguna sebagai makanan bagi bayinya. ASI dalam jumlah yang cukup merupakan makanan terbaik bagi bayi dan dapat memenuhi kebutuhan bayi sampai dengan 6 bulan pertama. ASI merupakan makanan alamiah yang pertama dan utama bagi bayi sehingga optimal(Nidaa & Hadi, 2. Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan cair pertama yang dihasilkan secara alami oleh payudara Ibu. ASI mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan yang terformulasikan secara unik di dalam tubuh ibu untuk menjamin proses pertumbuhan dan perkembangan Selain menyediakan nutrisi lengkap ASI memberikan perlindungan pada bayi atas infeksi dan sakit penyakit bayi. ASI adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam Ae garam Pemberian ASI juga memberikan manfaat untuk fisik dan psikologis bagi ibu, beberapa manfaat itu antara lain, peningkatan produksi oksitosin sehingga mampu meningkatkan ambang nyeri, mengurangi ketidaknyamanan ibu, dan dengan demikian berkontribusi terhadap peningkatan rasa kasih sayang ibu terhadap bayi. Pemberian ASI dapat menurunkan risiko terjadinya ovarium, kanker payudara, dan kanker endometrium(The et al. , 2. ASI menyediakan nutrisi lengkap pada bayi,ASI mengandung protein,mineral ,air ,lemak ,serta laktosa . ASI memberikan seluruh kebutuhan nutrisi dan energi selama 1 bulan pertama,separuh atau lebih nutrisi selama 6 bulan kedua dalam tahun pertama ,dan 1/3 nutrisi atau lebih selama tahun kedua . ASI juga menyediakan perlindungan terhadap infeksi dan penyembuhan yang lebih cepat dari Imunoglobulin A terdapat dalam jumlah yang banyak didalam kolostrum sehingga memberikan bayi tersebut Berdasarkan penelitian di negara maju,ASI dapat menurunkan infeksi saluran pernapasan bawah,otitis media . nfeksi telinga tengah ),meningitis bakteri . adang selaput ota. ,infeksi saluran kemih,dan diare(Proverawati & Rahmawati, 2. Faktor Umur. Pengetahuan Dukungan Suami/Keluarga. Dengan demikian maka, dapat dikatakan bahwa ibu memiliki, pengetahuan, motivasi dan semangat untuk mencapai keberhasilan pemberian ASI pada bayi di ruang perinatology (Djude & Hodijah, 2. mengandung semua zat yang dibutuhkan oleh bayi dalam perbandingan yang tepat sehingga mudah dicerna dan diserap oleh (The et al. , 2. ASI juga sangat dibutuhkan bagi bayi yang terlahir dengan komplikasi seperti asfiksia neonatorum, prematuritas, atau BBLR (Berat Badan Lahir Renda. (Botary and Susanty. Kelahiran bayi dengan komplikasi merupakan situasi kritis yang terjadi pada bayi yang baru lahir. Kondisi darurat neonatal ini dapat berujung pada kematian jika tidak segera diatasi. Menurut (Muzayyana et al. , 2. , pada tahun 2022, kematian neonatal dini sering terjadi pada bayi dengan komplikasi asfiksia . %), diikuti oleh prematur . %), sepsis dan sindrom gawat napas . %), serta karena kelainan bawaan . %). Penyebab kematian bayi baru lahir usia 0-8 hari di Indonesia meliputi . ,9%), prematuritas . ,4%), sepsis . %), hipotermi . ,8%), ikterus . ,6%), dan faktor lainnya. (WHO, 2. Memberikan ASI kepada bayi segera setelah lahir oleh ibu merupakan salah satu cara yang efektif untuk kelangsungan hidup bayi yang baru lahir. Sentuhan alami antara ibu dan bayi yang terjadi secara alami selama proses kelahiran normal dan bayi yang sehat sangat membantu dalam meningkatkan memperkuat ikatan antara ibu dan bayi. Meskipun bayi yang lahir dengan intensif dan terpisah, namun penting untuk tetap memberikan ASI dalam ASI merupakan makanan yang sangat penting bagi bayi karena ASI adalah pilihan nutrisi yang harus didahulukan untuk diberikan. ASI kondisi tersebut (Purwanti & Melasari, alami saat mewawancarai informan selama penelitian berlangsung. Pengalaman ibu dalam pemberian ASI di unit perinatology memiliki tantangan dalam pemberian ASI secara eksklusif diunit perinatology. Beberapa tantangan yang di hadapi ibu antara lain :kondisi kesehatan ibu dan bayi yang memerlukan perawatan intensif,sehingga menghambat insiasi dan kelancaraan produksi ASI ,kurangnya dukungan dan edukasi dari tenaga kesehatan mengenai teknik menyusui yang tepat di unit perinatology dan ketersediaan fasilitas pendukung pemberian ASI yang terbatas di unit perinatology (Astuti,2. HASIL METODE PENELITIAN Instrumen Penelitian Instrumen dikatakan sebagai suatu alat ukur dan digunakan untuk mengukur fenomena alam atau sosial yang pada suatu (Sugiyono, 2. Instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data di lapangan mengenai AuPengalaman Ibu Dalam Pemberian ASI Pada Bayi di Unit Perinatoloy Rumah Sakit Umum Imelda MedanAy yaitu: Alat Perekam Dalam penelitian ini, setiap wawancara informan direkam menggunakan alat Peneliti mengkonversikan hasil rekaman kedalam bentuk kata-kata yaitu berupa data transkripsi. Panduan Wawancara Panduan wawancara penelitian ini menyediakan penggunaan pertanyaan mendalam ketika datang ke wilayah yang terkait dengan tujuan penelitian. Catatan Lapangan Catatan lapangan adalah catatan pribadi di lapangan yang peneliti lihat, dengar, dan Karakteristik Informan Penelitian ini memiliki 5 informan yang sesuai dengan kriteri inklusi yakni ibu menyusui pada bayi yang pernah dirawat di ruang Perinatologi. Berikut karakteristik informan : Berdasarkan informan berpendidikan rendah yakni SMP . dan SMA . Pada karakteristik pekerjaan semuanya adalah ibu rumah tangga. Berdasarkan karakteristik usia ibu yang berusia 20 tahun . dan 25 tahun . , 30 tahun . dan 31 tahun . Hasil Analisis Penelitian Hasil analisis dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara 5 informan ibu menyusui yang memiliki bayi dan sebelumnya dirawat di Perinatologi. Berikut tema dan subtema : Pelaksanaan ibu dalam Pemberian ASI pada Bayi di Ruang Perinatologi RSU Imelda Medan Tema pertama mengungkapkan tentang pelaksanaan ibu dalam memberikan ASI pada bayi di ruang perinatologi. Berdasarkan dari tema pelaksanaan ibu dalam pemberian ASI pada bayi diperoleh 2 subtema yakni memberikan ASI di pojok ASI dan penggunaan susu Hasil analisis wawancara ini diungkapkan oleh 5 informan (WS. IRT, RE. IRT. IRT. IRT dan AAN. IRT). Memberikan ASI di Pojok ASI Hasil memberikan ASI secara langsung ke bayi di ruang pojok ASI. Berikut ungkapan Ayiya,dari petugas juga . petugas kan ada pojok ASI itu, di damping gitukan. kan udah bisa di gendong, jadi selalu ngasih ASI jadi diarahkan terus asupan Aeasupan makan supaya asi nya derasAy RE. IRT Aymemberi dek, kadang dikasih aja hasil pompaannya, tapi mau juga kasih langsung di pojok ASI. Tempatnya tertutup kok jadi nggak malu dilihatin. IRT Kesimpulan pada subtema ini ibu memberikan ASI secara langsung di ruang pojok ASI yang berada didalam ruang Ruangan tersebut sudah tertutup sehingga privasi ibu lebih terjaga. Penggunaan Susu Formula Penggunaan susu formula dalam penelitian ini disebabkan karena ASI yang belum keluar dan juga anjuran tenaga Berikut ungkapan informan : AuAda. susu formula lah kan karenakan ibu besoknya baru jumpa dia jadi perawat yang di menyarankan beli susu prematurAy RE. IRT Ay iya, pernah di tawarkan, apalagi kan ASI masih sedikit dan saya juga masih butuh istirahat, jadi ya campur dengan susu formula aja dek. Ay U. IRT butuh istirahat, jadi ya campur dengan susu formula aja dek. Ay U. IRT Ay hem makanan gk sih dek, paling saya campur kadang ASI dan kadang susu formula. Ay D. IRT Kesimpulan menunjukkan bahwa susu formula dianjurkan tenaga kesehatan dikarenakan kondisi bayi yang diharuskan untuk mendapat nutrisi. Sementara diawal menyusui sering sekali ASI ibu masih sangat sedikit. Metode Pemberian ASI di Ruang Perinatologi RSU Imelda Medan Hasil penelitian bahwa tema metode pemberian ASI memiliki 3 subtema yakni menggunakan botol, pompa dan menyusu secara Berdasarkan 4. 3 mengungkapkan bahwa metode pemberian ASI yang dilakukan ibu pada bayi di ruang Perinatologi yakni dengan menggunakan botol, menyusu secara langsung dan memomp ASI . Penggunaan Botol Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa semua informan menggunakan botol untuk memberikan ASI pada bayinya. Berikut ungkapan informan : Auiya,aku ASI pakai botol. Ay WS. IRT Au. Nanti siap dipompa dibuat ke botol dek, biar susternya yang kasih kalau saya lagi pulang. Ay RE. IRT Ayada , susu SGM, ya itu yang paling ekonomis kak. Apalagikan kita khawatir juga kalau bayinya nanti kekurangan ASIAy AAN. IRT Aumemberi dek, kadang dikasih aja hasil pompaannya yang dibotol, tapi mau juga kasih langsung di Ay iya, pernah di tawarkan, apalagi kan ASI masih sedikit dan saya juga masih Auiya kak, saya kasih ASI langsung, tapi karna anak saya dulu cukup lama di perinatologi kadang saya pompa buat ke botol dek. Ay AAN. IRT pojok ASI. Tempatnya tertutup kok jadi nggak malu dilihatinAy U. IRT Kesimpulan dalam subtema ini bahwasannya ibu menggunakan botol dodot untuk menampung ASI yang telah dipompa yang kemudian akan diberikan kepada petugas kesehatan. Pemberian ASI secara langsung Pemberian ASI secara langsung dapat dilakukan ibu di ruang pojok ASI yang telah disediakan. Berikut ungkapan Auya langsung dari payudara saya dek, biar lebih cepat. Kadang kalau dipompa agak sakit. Ay U. IRT Auyah di pompa ,pas datang aja kadang saya juga kasih Ay D. IRT Auiya kak, saya kasih ASI langsung, tapi karna anak saya dulu cukup lama di perinatologi kadang saya pompa buat ke botol dekAy AAN. IRT Kesimpulan dalam subtema ini yakni ibu menyusui bayi secara langsung di ruang Perinatologi. Hal ini dikarenakan telah tersedianya ruang pojok ASI yang bebas di gunakan oleh ibu selama anaknya dirawat di Perinatologi. Pompa ASI/Pumping Hasil mengungkapkan bahwa ibu memberikan ASI dengan cara memompa/pumping. Berikut ungkapan informan : Auyah dengan cara di pompa, walau kadang rasa nyeri kalau udh tegang, tapi kalau nggak dipompa bisa lebih sakit lagiAy WS. IRT Kesimpulan menunjukkan bahwa pada umumnya ibu memompa ASI setelah akan di stok di ruang Perinatologi untuk diberikan ke Dukungan pada Ibu selama Pemberian ASI di Ruang Perinatologi RSU Imelda Medan Tema ketiga tentang dukungan pada ibu selama pemberian ASI di ruang Perinatologi dengan 2 subtema. Berdasarkan 4. 4 menunjukkan bahwa tema tentang dukungan pada ibu selama pemberian ASI di ruang Perinatologi memiliki 2 subtema yakni dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Dukungan Keluarga Dukungan penelitian merupakan bentuk perhatian dan bantuan yang diberikan pada ibu selama menyusui bayi di ruang Perinatologi. Berikut ungkapan informan : Ayiya, keluarga suami sama ibu dan suami juga paling perhatian, kadang suami yang sediakan makan saya, buatin susu saya, supaya ASI saya banyak. Kadang suami juga yang mompa ASI, pokoknya terbantu sekali dengan suami saya dek. Ay WS. IRT AyIya,suami,mertua , kayak ibu saya, semuanya pada baik, sering nenangin saya. Karna hati ini selalu takut dengan kondisi anak Ay U. IRT Kesimpulan dalam subtema ini menunjukkan bahwa pada umumnya Ausaat bayi nya pulang senang lah ngasih ASI nya bisa nyusu secara perintologi itu agak susah dek, mungkin karna sambil diinfus, jadi saya juga takut-takut. Ay U. IRT Autantanganya ASI Ay WS. IRT keluarga seperti suami, orang tua, dan keluarga lainnya saling mendukung dan tetap memberikan ibu menyusui motivasi. Sehingga ibu merasa tenang dan tidak menghambat proses kelancaran ASI. Dukungan Tenaga Kesehatan Dukungan tenaga kesehatan yang diperoleh pada penelitian ini berupa edukasi atau informasi terkait pemberian ASI selama anak di rawat di ruang Perinatologi. Berikut ungkapan informan : Ay pernah, jadi bidannya kasih tau kenapa harus dikasih ASI supaya berat badan nya naik,supaya tidak kuningAy WS. IRT Ay iya,dari petugas juga . kan ada pojok ASI itu, di damping dia kan udah bisa di gendong, jadi selalu ngasih ASI jadi diarahkan terus asupan Ae asupan makan supaya asi nya derasAy RE. IRT Kesimpulan dalam subteam ini diperoleh bahwa dukungan tenaga informasional terkait manfaat ASI serta cara menyediakan ASI pada bayi selama di rawat di ruang Perinatologi. Hambatan pemberian ASI pada Bayi di ruang Perinatologi RSU Imelda Medan Tema hambatan pada pemberian ASI pada bayi di ruang Perinatologi RSU Imelda memiliki 2 subtema. Berdasarkan 5 menemukan 2 subtema dari tema hambatan pemberian ASI di ruanng perintologi yakni bayi sulit menyusu langsung dan sebagian ASI belum lancar. Bayi sulit menyusu langsung Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa bayi masih sulit untuk menyusu secara Berikut ungkapan informan : Ayiya itu lah, engga bisa memberikan ASI secara langsung, kan harus di pompa dulu, baru di kasih ke petugas. Ay RE. IRT Kesimpulan dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa bayi masih sulit menyusu langsung karena kondisi bayi yang belum pulih, sehingga saat bayi masih menggunakan alat-alat kesehatan maka ibu juga nyaman dalam memberikan ASI secara langsung. ASI belum lancar ASI yang belum lancar diungkapan oleh beberapa informan. Hal ini dikarenakan adanya faktor stres ibu yang sedang melihat anak dirawat di Perinatologi. Berikut ungkapan informan : Aubagus lah,maksunya mendukung gitu, maksunya kecare aja petugasnya , ayo bu, kasih ASI bu, ini kayak gini ya bu. ASI nya belum deras, kita berusaha lagi ya, maksudnya perawat atau petugasnya itu enga yang gini enga jadi kita kayak disitu kayak keluarga, pokoknya di ruang perinotologi bagus lah, enga terlupakan lahAy WS. IRT Ausuami dan ibu saya mendukung dek, nanti suami saya bantu pompa ASI, kadang kalau udah keras gitu itu nyeri, jadi suami yang kompres. Kalau ibu saya bantu masakain makanan saya dek, biar lancar ASI saya. Ay AAN. IRT pada 1 bulan pertama menyusui dikarenakan tidak memahami cara menyusui yang benar. Alasan lain ibu berhenti menyusui dan memilih menggunakan susu formula yaitu bayi dirawat di rumah sakit sehingga ibu memilih untuk mencukupi kebutuhan nutrisi bayi denga susu formula, hal ini sejalan dengan penelitian (Buckland et al. , 2. yang mengatakan rawat inap karena bayi BBLR adalah alasan utama untuk berhenti menyusui. Penelitian dari (Safitri et al. juga menjelaskan kekhawatiran ibu akan pasokan ASI meningkat seiring dengan meningkatnya durasi menyusui, jadi ibu berpikir ASI nya kurang Bayi yang tidak mendapatkan ASI dapat mengalami gangguan pertumbuhan pada periode ini sulit diperbaiki dan anak sulit mencapai tumbuh kembang optimal seperti gangguan fungsi kekebalan tubuh serta perkembangan kognitif yang buruk. Ibu yang tidak mampu mengatasi tantangan menyusui, mereka memilih untuk berhenti menyusui. Beberapa ibu merasa puas dengan apa yang dapat mereka capai meskipun telah berhenti menyusui dan hanya menggunakan susu Metode Pemberian ASI di Ruang Perinatologi RSU Imelda Medan . Penggunaan Botol Hasil bahwasannya ibu menggunakan botol dodot untuk menampung ASI yang telah dipompa yang kemudian akan diberikan kepada petugas kesehatan. Pada umunya alasan ibu berhenti menyusui sebulan usia bayi 6 bulan yaitu kekhawatiran tentang Kesimpulan dalam subtema ini mengungkapkan pada umumnya seluruh informan ASI nya belum lancar. Sehingga pentingnya dukungan keluarga dalam memenuhi nutrisi ibu serta dukungan dari tenaga kesehatan agar tetap memberi ASI sesering mungkin. PEMBAHASAN Pelaksanaan ibu dalam Pemberian ASI pada Bayi di Ruang Perinatologi RSU Imelda Medan . Memberikan ASI di Pojok ASI Hasil mengungkapkan bahwa ibu memberikan ASI secara langsung di ruang pojok ASI yang berada didalam ruang perinatologi. Ruangan tersebut sudah tertutup sehingga privasi ibu lebih terjaga. ASI (Air Susu Ib. merupakan cairan dibutuhkan oleh bayi sampai 6 bulan karena mempunyai komposisi gizi yang paling lengkap dan ideal untuk pertumbuhan danperkembangan bayi yang dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi selama 6 bulan pertama (Damanik, 2. Penggunaan Susu Formula Hasil penelitian ini mengatakan bahwa susu formula dianjurkan tenaga kesehatan dikarenakan kondisi bayi yang diharuskan untuk mendapat Sementara diawal menyusui sering sekali ASI ibu masih sangat Hal ini sejalan dengan penelitian (Hornsby menjelaskan bahwa alasan umum ibu berhenti menyusui sebulan usia bayi 6 bulan yaitu kekhawatiran tentang pasokan ASI dan kesulitan dalam Kesulitan dilaporkan paling sering oleh wanita pasokan ASI dan kesulitan dalam menyusui (Fadhila & Ruhana, 2. Pemberian ASI secara langsung Berdasarkan hasil wawancara mengatakan bahwa ibu menyusui bayi secara langsung di ruang Perinatologi. Hal ini dikarenakan telah tersedianya ruang pojok ASI yang bebas di gunakan oleh ibu selama anaknya dirawat di Perinatologi. Tentunya memberikan ASI secara langsung harus melakukan teknik menyusui yang baik agar tidak mudah lecet dan membuat bayi nyaman. Berdasarkan penelitian terdahulu mengatakan bahwa teknik menyusui merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi ASI apabila teknik menyusui kurang tepat dapat menyebabkan puting lecet, kemudian ibu enggan untuk menyusui, dengan bayi yang jarang menyusu mempengaruhi rangsangan produksi ASI dan pemberian ASI eksklusif tidak (Kurniawati Srianingsih, 2. Pompa ASI/Pumping Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada umumnya ibu memompa ASI setelah akan di stok di ruang Perinatologi untuk diberikan ke Pengalaman menyusui yang menantang secara fisik dan mental selama periode ibu dipisahkan dari bayi yang dirawat di ruang Perinatologi. Sebahagian ada yang memandang memerah ASI sebagai bagian integral peran dari ibu saja, meskipun beberapa ditemukan memerah ASI melelahkan. Dengan sedikit dukungan profesional yang tersedia, ibu bergantung pada menyusui (Gianni et al. , 2. Dukungan pada Ibu selama Pemberian ASI di Ruang Perinatologi RSU Imelda Medan . Dukungan Keluarga Hasil menunjukkan bahwa pada umumnya keluarga seperti suami, orang tua, dan keluarga lainnya saling mendukung dan tetap memberikan ibu menyusui Sehingga ibu merasa tenang kelancaran ASI. Masa nifas sangat penting memperoleh edukasi tentang ASI meningkatkan produksi ASI salah dipertimbangkan bagi wanita primipara pasca melahirkan dalam membantu (Yahya et al. , 2. Dukungan keluarga juga sangat besar mempengaruhi keberhasilan memberikan ASI. Untuk itu penting dipahami bahwa kita Bayi sering dan ibu merasa cemas karena menganggap bayi mereka belum kenyang sehingga beberapa ibu nifas memberikan susu formula sebagai ASI yang kurang (Damanik, 2. Hal ini merupakan kekeliruan yang harus diluruskan oleh tenaga kesehatan. Dukungan Tenaga Kesehatan Hasil penelitian ini dukungan tenaga kesehatan merupakan dukungan informasional terkait manfaat ASI serta cara menyediakan ASI pada bayi selama di rawat di ruang Perinatologi. Edukasi yang diberikan Bidan tentunya untuk meningkatkan keberhasilan ASI Eksklusif. Upaya pemberian ASI eksklusif, memastikan setiap ibu dan bayi di seluruh dunia dapat menyusui dan menerima ASI (Amini & Rahayu, 2. Keberhasilan ASI Eksklusif dapat dicapai melalui mengenai ASI Eksklusif diberikan melalui webinar yang bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif dalam masyarakat (Fauziwati et al. , 2. Hambatan pemberian ASI pada Bayi di ruang Perinatologi RSU Imelda Medan . Bayi sulit menyusu langsung Penelitian ini mengungkapkan bahwa bayi masih sulit menyusu langsung karena kondisi bayi yang belum pulih, sehingga saat bayi masih menggunakan alat-alat kesehatan maka ibu juga nyaman dalam memberikan ASI secara langsung. Penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang mengatakan bahwa sebagian besar ibu mengalami beberapa kesulitan dalam menyusui (Bourdillon et al. , 2. Hormon oksitosin pada ibu menyusui dapat terganggu sehingga payudara ibu mengeras dan terasi Salah satu faktor penyebab oksitosin yakni adanya riwayat operasi payudara, stress, rasa ketakutan dan cemas yang berlebihan, minum alkohol dan juga merokok. Akibatnya ketika hormon oksitosin terganggu, maka bayi akan merasa kurang puas saat menyusu hingga berdampak buruk pada refleks let-down dan pada akhirnya memilih suus formula (Murray, 2. ASI belum lancar Berdasarkan hasil penelitian pada umumnya seluruh informan ASI nya belum lancar. Sehingga pentingnya dukungan keluarga dalam memenuhi nutrisi ibu serta dukungan dari tenaga kesehatan agar tetap memberi ASI sesering mungkin. Pada putting susu memiliki ujung saraf sensorik yang apabila dirangsang timbul impuls yang menuju hipotalamus yang kemudian kekelenjar hipofisis bagian depan sehingga kelenjar tersebut dapat mengeluarkan hormon prolaktin yang berfungsi untuk produksi ASI tingkat Rangsang putting susu bukan hanya diteruskan ke kelenjar hipofisis depan, namun juga ke kelenjar hipofisi belakang yang pada akhirnya akan Hormon oksitosin bertujuan untuk merangsang kontraksi otot polos yang berada di dinding alveolus dan di dinding saluran sehingga ASI keluar (Wijaya et al. , 2. KESIMPULAN DAN SARAN Berikut kesimpulan dalam penelitian Pada tema pelaksanaan pemberian ASI pada bayi di ruang Perinatologi memiliki 2 subtema yakni ibu memberikan ASI secara langsung di pojok ASI dan semua informan juga menggunakan susu formula Bentuk dukungan keluarga dan tenaga memberikan ASI pada bayi yakni dengan memperhatikan psikologis ibu dan juga pemenuhan nutrisi ibu guna memperlancar produksi ASI Metode yang digunakan ibu selama memberikan ASI pada bayi selam di rawat di Perinatologi adalah dengan memompa ASI dan dibuat kebotol dan ada juga yang langsung menyusu di pojok ASI Hambatan dalam pemberian ASI mayoritas mengatakan sulitnya bayi menyusu langsung dan ASI yang masih Saran Ibu Nifas Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan edukasi pada ibu menyusui dalam meminimalisir faktor yang menghambat ibu untuk tetap menyusui di masa-masa bayi dirawat di Perinatologi kesulitankesulitan yang dihadapi oleh ibu dapat di atasi dan keberlangsungan praktik pemberian ASI pada bayi dapat terlaksana dengan baik. Diharapkan khususnya bidan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan terutama edukasi serta strategi promosi kesehatan karena sangat berpengaruh besar terhadap keberlangsungan praktik pemberian ASI pada bayi yang dirawat di ruang khusus seperti Perinatologi Peneliti Selanjutnya Perlu penelitian sejenis dengan ruang lingkup tempat penelitian yang lebih besar dan beragam, sehingga dapat memberikan sudut pandang yang lebih Universitas Imelda Medan Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan luas dan ilmu pengetahuan baru untuk mahasiswa Universitas Imelda Medan Tenaga Kesehatan Djude. , & Hodijah. Studi Keberhasilan Pemberian ASI pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Ruangan Perinatologi RSD Kalabahi. Open Access Jakarta Journal of Health Sciences, 1. , 387Ae395. https://doi. org/10. 53801/oajjhs. DAFTAR PUSTAKA Amini. , & Rahayu. The Influence of Galbladder Acupressure Point 21 (Jian Jin. and Stomach 18 (Ru Ge. in Increaseing Breastmilk Production. Proceedings International Conference on Applied Science and Health, 4, 300Ae305. Fadhila. , & Ruhana. Studi Kualitatif Faktor Keberhasilan Asi Eksklusif Bagi Ibu Pekerja Di Wilayah Kerja Puskesmas Brambang Kabupaten Jombang. Jurnal Gizi Universitas Negeri Surabaya, 235Ae Botary, pseudoniem van H. , & Susanty, . Per raket naar de maan : zeer komische voordracht voor 1 jongen en 1 meisje. Voice of Midwifery, 7. , 54Ae65. Fauziwati. Marlina. Studi. Ilmu, . Masyarakat. Hang. , & Kesehatan. Cakupan ASI Eksklusif di Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan Tahun 2022. Damanik. Hubungan Perawatan Payudara Kelancaran ASI Pada Ibu Nifas. 13Ae22. November. Muzayyana. Hasnita. Citrawati. Meiriza. , & Mayasari. Tatalaksana Bayi Baru Lahir (Issue . Gianni. Bettinelli. Manfra, . Sorrentino. Bezze. Plevani, . Cavallaro. Raffaeli. Crippa, . Colombo. Morniroli. Liotto. Roggero. Villamor. Marchisio. , & Mosca. Breastfeeding Difficulties and Risk for Early Breastfeeding Cessation. Nutrients, 11. https://doi. org/10. 3390/nu11102266 Nidaa. , & Hadi. Inisiasi menyusu dini ( IMD ) sebagai upaya awal pemberian ASI eksklusif : scoping review. , 58Ae67. pera mandasari, eka juniarty. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Skripsi Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan. Usia2. Vi. , 14Ae22. Gribble. Mental health. Implications for adopted children and International Breastfeeding Journal, 1, 1Ae15. https://doi. org/10. 1186/1746-4358-15 Proverawati. , & Rahmawati. ASI& MENYUSUI. Nuha Medika. Purwanti. , & Melasari. Literatur Riview: Inisiasi Menyusui Dini Berpengaruh Terhadap Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Baru Lahir. Jurnal Kesehatan Karya Husada, 7. , 266Ae271. Handayani. Sari. , & Prihati. Asuhan Keperawatan pada Bayi BBLR dengan Penerapan Terapi Nesting terhadap Saturasi di Ruang Perinatologi RSUD Tangerang. DIAGNOSA: Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Keperawatan, 2. , 43Ae53. The. Hasan. , & Saputra. Edukasi Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi di Puskesmas Gambesi. Jurnal Surya Masyarakat, 5. , https://doi. org/10. 26714/jsm. Hatijar. ST. , & Irma Suryani Saleh S. ST. Kes. Lilis Candra Yanti S. St . Buku ajar asuhan kebidanan pada kehamilan. PT. Bina Pustaka