Jurnal Tarbiyah. Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan Vol 10 No. 01 Januari-Juni 2026 http://jurnal. id/index. php/tarbiyah PERAN SEKOLAH DALAM MEMBINA KEPRIBADIAN SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA UIN Raden Intan Lampung Email: mihrabafnanda@iaidarussalam. Email: sivaelzz@gmail. Email: ihsanah@radenintan. ABSTRAK Penelitian ini membahas peran sekolah dalam membina kepribadian siswa Sekolah Menengah Pertama. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya pembentukan karakter siswa melalui peran kepala sekolah, guru, dan staf tata usaha dalam lingkungan pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan dalam perumusan visi misi, pengelolaan program, sumber daya, dan hubungan masyarakat. Guru berperan dalam pembelajaran, bimbingan, evaluasi, dan pembentukan karakter siswa. Staf tata usaha mendukung melalui layanan administrasi, keteladanan, dan pembiasaan Kesimpulannya, sinergi seluruh komponen sekolah sangat menentukan keberhasilan pembinaan kepribadian siswa secara holistik serta relevan dengan penguatan pendidikan karakter di sekolah di Indonesia saat ini berkelanjutan. Kata kunci: Kepribadian. Membina. Siswa. AEIEAA A OIE EAOA. AIOE NN E O EI AO IIO AO E EIE EIOA AE AO NIO I AO EE II EE O IO EI OEIEIOI OIOAO uEA A I IAUA I E EIIN EOAAO EIOOA. A(OI EE) E EO EEOIOA UA ONAUA OI EOE EOI IEOE EOIA. AEOI II EE EIE OEIIE OEOOEA A NA. AOEA EI I EO EEO AO EIA OEC EII AC EIA A Ou EIAUAI E I IO EI OIOI O INI AO AO EO OEEA A EI OIOI EIEIOI O O AO EEOI OEOON OEIOOIA. AOEIO Oe EIIOA A AO OI ONI IOAO uE AO I EIEO EOO II EE EIA. AOI AO EEA A OEA E uEO I EEIE OI IO IEOIA. A OO EIAUA OEIO EIAUAuEOA AEI O IEU IU AO I I AO EE EE IE OIIA A EEAUA EOAUAEAOA: AeI EIAOA Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Januari 2026. Hal. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, serta akhlak mulia yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam konteks nasional, tujuan tersebut ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada pembentukan watak dan peradaban bangsa yang bermartabat. (Arief and Maslihani 2025. Halid and Arifah 2. Dalam perspektif pendidikan Islam, pembinaan kepribadian memiliki landasan yang kuat melalui nilai-nilai spiritual dan moral yang terkandung dalam Surah Al-AoAlaq ayat 1Ae5. Ayat tersebut menegaskan perintah membaca, menulis, dan berpikir sebagai fondasi pembentukan manusia yang berilmu dan berakhlak Pendidikan dalam Islam tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan kepribadian yang selaras antara aspek kognitif, afektif, dan moral. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang menempatkan sekolah sebagai wahana pembentukan manusia seutuhnya. (Wanojaleni and Yugo Hidayat et al. Secara sosiologis, sekolah dipandang sebagai lembaga sosialisasi utama setelah keluarga, di mana peserta didik belajar nilai, norma, dan perilaku sosial melalui interaksi dengan guru, teman sebaya, serta budaya sekolah. Penelitian menunjukkan bahwa peran sekolah dalam membina kepribadian siswa diwujudkan melalui proses pembelajaran, keteladanan guru, pembiasaan positif, serta penciptaan budaya sekolah yang kondusif. Guru dan kepala sekolah berperan sebagai figur teladan sekaligus pengarah yang memfasilitasi internalisasi nilai-nilai kepribadian seperti disiplin, tanggung jawab, empati, dan sikap saling menghargai. (Fadlilah and Khasanah 2025. Mihrab Afnanda 2021. Namun demikian, dinamika sosial remaja pada era modern menghadirkan tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa masa SMP merupakan fase transisi yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk perilaku menyimpang apabila tidak diimbangi dengan pembinaan kepribadian yang kuat. Oleh karena itu, peran sekolah dalam membina kepribadian siswa menjadi semakin urgen untuk memastikan perkembangan peserta didik berjalan secara sehat dan seimbang. (NABILA 2. Fenomena sosial yang diberitakan oleh media daring menunjukkan bahwa kenakalan remaja masih menjadi perhatian di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Banjar. (AuDicekoki Miras Hingga Tak Sadar. Siswa SMA Di Kota Banjar Digilir 6 Temannya,Ay n. ) Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pendidikan dan instansi terkait secara aktif melaksanakan sosialisasi anti-bullying dan pembinaan karakter di jenjang SMP sebagai upaya preventif dan edukatif. Kegiatan tersebut menegaskan pentingnya peran sekolah sebagai ruang aman bagi siswa untuk tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa adanya intimidasi maupun (Kp 2. Selain itu, beberapa media lokal di Kabupaten Banjar juga melaporkan meningkatnya perhatian masyarakat dan pemangku kebijakan terhadap perilaku Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Afnanda. Peran Sekolah Dalam. remaja, yang mendorong sinergi antara sekolah, orang tua, dan aparat pemerintah dalam upaya pembinaan karakter siswa. Pemberitaan tersebut tidak hanya mencerminkan adanya tantangan sosial, tetapi juga menunjukkan komitmen berbagai pihak dalam memperkuat peran sekolah sebagai institusi pembinaan kepribadian generasi muda. (Lukman 2. Berbagai penelitian akademik menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan kepribadian siswa di sekolah dipengaruhi oleh konsistensi program pembiasaan, integrasi nilai kepribadian dalam pembelajaran, keteladanan pendidik, serta sinergi dengan lingkungan keluarga dan masyarakat. Sekolah yang mampu mengelola peran tersebut secara sistematis berpotensi menghasilkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang matang dan berkarakter. (Muhajirin 2018. Mihrab Afnanda 2021a, 2021. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peran sekolah dalam membina kepribadian siswa Sekolah Menengah Pertama merupakan aspek fundamental dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu, penelitian mengenai peran sekolah dalam membina kepribadian siswa menjadi penting untuk dikaji secara mendalam guna memberikan kontribusi teoretis maupun praktis bagi pengembangan pendidikan karakter di jenjang SMP. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami peran sekolah dalam membina kepribadian siswa Sekolah Menengah Pertama. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti menggali secara mendalam proses dan strategi pembinaan kepribadian siswa dalam konteks alami Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga dengan triangulasi sumber dan teknik agar hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. (Alhamdany et al. Mihrab Afnanda and Zulkifli 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Kepala Sekolah dalam Membina Kepribadian Siswa Kepala sekolah merupakan figur sentral dalam sistem pengelolaan pendidikan di sekolah yang berperan sebagai pemimpin sekaligus manajer utama dalam menggerakkan seluruh komponen sekolah. Dalam perspektif manajemen pendidikan, kepala sekolah tidak hanya bertugas menjalankan fungsi administratif, tetapi juga berperan strategis dalam pembentukan budaya sekolah yang berorientasi pada pembinaan karakter peserta didik. (Mulyasa Kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan iklim sekolah yang kondusif untuk perkembangan akademik dan non-akademik siswa, termasuk dalam aspek pembentukan kepribadian. (Fakhrunnisa and Sutama 2. Perumusan Visi dan Misi Sekolah Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Januari 2026. Hal. Perumusan visi dan misi sekolah merupakan langkah fundamental dalam menentukan arah pengembangan lembaga pendidikan. Visi sekolah mencerminkan cita-cita jangka panjang yang ingin dicapai, sedangkan misi merupakan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan visi tersebut. (Fitriah et al. Dalam praktiknya, kepala sekolah bersama seluruh unsur sekolah merumuskan visi yang berorientasi pada pembentukan peserta didik yang berkarakter, berakhlak mulia, cerdas, serta memiliki nilai religiusitas yang kuat. Implementasi visi tersebut biasanya dituangkan dalam kebijakan sekolah seperti tata tertib yang menekankan kedisiplinan, tanggung jawab, dan etika sosial siswa. (Khalilurrahman and Farid 2. Penyusunan Program Sekolah Kepala sekolah juga memiliki peran penting dalam merancang berbagai program pembinaan karakter siswa. Program tersebut dapat berupa kegiatan rutin maupun ekstrakurikuler yang bertujuan membentuk aspek spiritual, sosial, dan nasionalisme siswa. Contohnya adalah program pembiasaan seperti salat zuhur berjamaah, kegiatan Kuliah Lima Menit (KULIM). Jumat bersih. Jumat sehat, serta gerakan literasi sekolah. Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, habsyi, rudat, dan olahraga juga menjadi media pembentukan kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab siswa. Program-program sekolah berbasis pembiasaan sangat efektif dalam membentuk karakter siswa karena dilakukan secara konsisten dan terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. (LUTFIA 2. Pengelolaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Kepala sekolah juga berperan dalam mengelola sumber daya manusia di sekolah, khususnya guru dan tenaga kependidikan. Pengelolaan ini dilakukan melalui pendekatan profesional dan kekeluargaan yang mendorong peningkatan kompetensi guru. Guru sebagai ujung tombak pendidikan perlu terus dikembangkan melalui pelatihan, workshop, dan kegiatan pengembangan profesional lainnya agar mampu menjadi teladan . ole mode. bagi peserta didik. (Sagala 2017. Mihrab Afnanda 2. Dengan demikian, guru tidak hanya mengajar tetapi juga mendidik dan membentuk karakter siswa melalui keteladanan sikap. Pengelolaan Keuangan Sekolah Dalam aspek manajerial, kepala sekolah bertanggung jawab mengelola keuangan sekolah secara transparan dan akuntabel. Dana yang bersumber dari pemerintah seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun sumber lain harus digunakan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pembinaan karakter siswa. Penggunaan dana tersebut dapat diarahkan pada pengadaan fasilitas ibadah, sarana olahraga, alat kesenian, serta perbaikan lingkungan sekolah agar lebih kondusif bagi pembentukan karakter siswa. Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Kepala sekolah juga berperan sebagai penghubung antara sekolah dengan Hubungan ini sangat penting dalam membangun dukungan sosial terhadap program pendidikan. Hubungan sekolah dan masyarakat yang harmonis akan memperkuat keberhasilan pendidikan. Bentuk implementasinya dapat berupa kerja sama dengan orang tua siswa, komite sekolah, serta lembaga eksternal seperti kepolisian atau instansi pemerintah Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Afnanda. Peran Sekolah Dalam. untuk memberikan penyuluhan terkait bahaya narkoba dan kenakalan (Tiara et al. Pengelolaan Kesiswaan dan Administrasi Selain itu, kepala sekolah juga bertanggung jawab dalam pengelolaan bidang kesiswaan yang meliputi penerimaan siswa, pengaturan kehadiran, orientasi, hingga penanganan kedisiplinan. Administrasi kesiswaan yang tertib tidak hanya berfungsi sebagai pencatatan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa. (Andriesgo et al. Peran Guru dalam Membina Kepribadian Siswa Guru merupakan aktor utama dalam proses pendidikan yang berinteraksi langsung dengan siswa. Dalam pandangan Undang-Undang Guru dan Dosen, guru memiliki tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Guru bukan hanya sebagai penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pembentuk karakter dan kepribadian (Mihrab Afnanda 2021. Mendidik dan Mengarahkan Siswa Guru memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian siswa melalui proses pendidikan yang berkesinambungan. Proses ini tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik. Guru berperan sebagai pembimbing yang mengarahkan siswa menuju kedewasaan, kemandirian, serta pembentukan akhlak yang baik melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. (Nuramila et al. Peran sebagai Pengajar Sebagai pengajar, guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran. Misalnya, guru Pendidikan Agama Islam menanamkan nilai kejujuran melalui kisah-kisah nabi, guru PPKn menanamkan nilai demokrasi melalui praktik pemilihan ketua kelas, sedangkan guru Bahasa Indonesia mengajarkan etika komunikasi yang santun. (Sholeh et al. Membimbing Siswa Peran guru sebagai pembimbing sangat penting dalam membantu siswa menemukan potensi dirinya. Bimbingan ini mencakup aspek akademik, sosial, maupun spiritual. Guru dapat memberikan pendampingan dalam membaca Al-QurAoan, melatih kedisiplinan melalui kegiatan upacara, serta membantu menyelesaikan konflik antar siswa melalui pendekatan mediasi. (Sholeh et al. Mursyida and Hatimah 2. Sebagai Evaluator Guru juga berperan dalam melakukan evaluasi terhadap perkembangan Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai. Evaluasi tidak hanya dilakukan melalui tes tertulis, tetapi juga melalui observasi perilaku, catatan sikap, dan laporan perkembangan karakter siswa secara komprehensif. (Faisal and Masruddin Sebagai Penilai Selain evaluasi, guru juga berperan dalam melakukan penilaian terhadap hasil belajar siswa. Penilaian ini mencakup aspek kognitif, afektif, dan Penilaian sikap menjadi bagian penting dalam pembentukan Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Januari 2026. Hal. karakter siswa karena mencerminkan perkembangan kepribadian secara (Faisal and Masruddin 2. Sebagai Pemimpin Pembelajaran Guru juga berperan sebagai pemimpin dalam kelas yang mengarahkan proses pembelajaran secara efektif. Dalam konteks ini, guru memimpin diskusi, mengarahkan kerja kelompok, serta mengelola kegiatan kreatif seperti pementasan drama atau pembuatan majalah dinding yang bertujuan mengembangkan kreativitas dan kemandirian siswa. (MIHRAB Afnanda and Salimi 2. Peran Staf Tata Usaha (TU) dalam Membina Kepribadian Siswa Selain kepala sekolah dan guru, staf tata usaha juga memiliki peran penting dalam mendukung pembinaan kepribadian siswa melalui layanan administrasi dan keteladanan sikap. Menurut konsep manajemen pendidikan, tenaga kependidikan seperti staf TU merupakan bagian integral dalam mendukung kelancaran administrasi sekolah dan pembentukan budaya disiplin. (Arif et al. Peran Administratif Staf TU bertanggung jawab dalam pengelolaan administrasi sekolah, termasuk data kehadiran siswa, catatan pelanggaran, dan dokumentasi Administrasi yang tertib berfungsi sebagai alat kontrol untuk menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab siswa dalam kehidupan sekolah sehari-hari. (Mihrab Afnanda 2. Menjaga Lingkungan Sekolah Staf TU juga berperan dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan sekolah. Keterlibatan mereka dalam kegiatan seperti Jumat bersih memberikan contoh nyata kepada siswa bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah. (Mihrab Afnanda 2. Menjadi Teladan Dalam interaksi sehari-hari, staf TU juga berperan sebagai teladan dalam hal sikap, etika, dan pelayanan. Sikap ramah, sopan, dan profesional dalam melayani siswa mencerminkan nilai-nilai empati dan penghargaan terhadap (Ninawati and Triyani 2. Menegakkan Peraturan Sekolah Staf TU juga bertugas memastikan bahwa seluruh peraturan sekolah dijalankan dengan baik, mulai dari penggunaan fasilitas hingga ketertiban Konsistensi dalam penegakan aturan membantu siswa memahami pentingnya disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. (Mala Pembiasaan Perilaku Positif Melalui interaksi harian, staf TU turut membentuk karakter siswa melalui pembiasaan perilaku positif seperti antre dengan tertib, menjaga kebersihan, dan bersikap sopan. Pembiasaan ini, meskipun sederhana, memiliki dampak besar dalam pembentukan karakter jangka panjang siswa. (Mala 2. KESIMPULAN Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Afnanda. Peran Sekolah Dalam. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peran sekolah dalam membina kepribadian siswa Sekolah Menengah Pertama merupakan proses yang bersifat sistematis, terpadu, dan melibatkan seluruh komponen sekolah. Kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai perencana, penggerak, dan pengendali kebijakan pendidikan melalui perumusan visi misi, penyusunan program, pengelolaan tenaga pendidik, keuangan, hubungan masyarakat, serta manajemen kesiswaan. Guru berperan langsung dalam proses pembentukan karakter siswa melalui fungsi mendidik, mengajar, membimbing, menilai, mengevaluasi, dan memimpin pembelajaran yang berorientasi pada internalisasi nilai-nilai kepribadian. Sementara itu, staf tata usaha berkontribusi dalam mendukung pembinaan karakter melalui layanan administrasi, keteladanan sikap, penegakan aturan, serta pembiasaan perilaku positif dalam lingkungan sekolah. Sinergi antara kepala sekolah, guru, dan staf tata usaha menciptakan budaya sekolah yang kondusif bagi pembentukan karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak Dengan demikian, keberhasilan pembinaan kepribadian siswa tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di kelas, tetapi juga oleh manajemen sekolah yang efektif serta dukungan lingkungan sekolah secara menyeluruh. Oleh karena itu, penguatan kolaborasi antar komponen sekolah menjadi kunci utama dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang berorientasi pada pembentukan manusia seutuhnya. Penelitian ini juga merekomendasikan agar seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pembinaan karakter secara berkelanjutan melalui kerja sama yang lebih intensif dan terstruktur di sekolah Indonesia saat. REFRENSI Afnanda. Mihrab. AuHubungan Pendidikan Anti-Korupsi Dengan Pendidikan Akhlak Dalam Islam Sebagai Manifestasi Pencegahan Prilaku Korupsi (Kajian Nilai-Nilai Kejujuran. Kepedulian Dan Keadila. Ay Darussalam22, https://scholar. com/scholar?cluster=16958702886744392072&hl=en&oi=s Afnanda. Mihrab. AuIlmu Pendidikan Dalam Kajian Keislaman. Ay Madza Media. https://scholar. com/citations. https://scholar. com/scholar?cluster=17580277405912379273&hl=en&oi=s Afnanda. Mihrab. AuPerhatian Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam. Ay Tarbiyah Darussalam: Jurnal Ilmiah Kependidikan Dan Keagamaan 5 . http://jurnal. id/index. php/tarbiyah/article/view/34. Afnanda. Mihrab. AuBAB 1 PENGERTIAN KORUPSI. BENTUK-BENTUK KORUPSI DAN FAKTOR PENYEBAB KORUPSI. Ay PENDIDIKAN ANTI KORUPSI. ANTI, 1. Afnanda. Mihrab. AuPEMANFAATAN ZOTERO UNTUK MAHASISWA DI FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSALAM MARTAPURA. Ay AR-RAHMAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT http://jurnal. id/index. php/pkm/article/view/102. Afnanda. MIHRAB, and Salimi Salimi. AuKONSEP AQIDAH DALAM SYAIR AQIDATUL AWAM KARYA SAYYID AHMAD AL-MARZUKI. Ay Darussalam 26 . http://jurnal. id/index. php/darussalam/article/view/335. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Januari 2026. Hal. Afnanda. Mihrab, and Muhammad Zulkifli. AuPERAN GURU DALAM PEMAHAMAN FIKIH IBADAH MELALUI KITAB IAoANATUT THOLIBIN DI MA DARUL HIKMAH. Ay Darussalam . http://jurnal. id/index. php/darussalam/article/view/557. Alhamdany. Muhammad Samman. Ahmad Bima Maulana. Mihrab Afnanda, and Muhammad Zulkifli. AuPELESTARIAN BUDAYA BANJAR DALAM KURIKULUM MERDEKA: STRATEGI INTEGRASI MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN FORMAL DAN NONFORMAL. Ay AL-DIROSAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 2 . http://jurnal. id/index. php/pai/article/view/403. Andriesgo. Johan. Venny Afrilisna. Sri Wulandari. Muhammad Alimi, and Halim Rusdan. AuEfektivitas Layanan Administrasi Kesiswaan Dalam Meningkatkan Mutu Manajemen Berbasis Sekolah: Perspektif Al-QurAoan. Ay An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam 5 . : 191Ae209. Arief. Miftah, and Maslihani Maslihani. AuPENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN. Ay Ar-Raihan Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah 2 . http://jurnal. id/index. php/pgmi/article/view/550. Arif. Fatimah Ibnatu. Siti Loriyati, and Benny Prasetiya. AuPengaruh Intensitas Kegiatan Salat Dzuhur Berjamaah Terhadap Kedisiplinan Murid Di Smkn 6 Berau. Ay Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam 1 . : 1671Ae80. AuDicekoki Miras Hingga Tak Sadar. Siswa SMA Di Kota Banjar Digilir 6 Temannya. Ay n. Accessed April 24, 2026. https://newstasikmalaya. com/dicekoki-miras-hingga-taksadar-siswa-sma-di-kota-banjar-digilir-6-temannya. Fadlilah. Ziyadah, and Nur Khasanah. AuProses Sosialisasi Anak Di Sekolah: Dari Bangku Kelas Hingga Lingkungan Pergaulan. Ay Jurnal Pendidikan Agama Islam 2 . http://jurnalal-ikhlas. com/PPAI/article/view/210. Faisal. Ahmad, and Masruddin Masruddin. AuPelatihan Kepengurusan Jenazah Untuk Remaja Mesjid Di Desa Sungai Kupang Gambut Kabupaten Banjar: Hasil Riset. Ay Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan 1 . : 92Ae95. Fakhrunnisa. Resya, and M. Pd Sutama. AuStrategi Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Pengembangan Profesionalisme Guru Di SMK Negeri 2 Temanggung 2018/2019. Ay PhD Thesis. Universitas Muhammadiyah Surakarta. https://eprints. id/id/eprint/69461. Fitriah. Salsa Billa. Ahmad Rosyady ArrifAoan, and Mardiyah Mardiyah. AuStrategi Perencanaan Pendidikan Islam: Integrasi Renstra Dan Renop Dalam Mewujudkan Visi Lembaga. Ay Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) 14 . : 146Ae61. Halid. Ahmad, and Nur Arifah. AuProspek Pendidikan Agama Islam: Studi Analisis Terhadap Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Indonesia. Ay FAJAR Jurnal Pendidikan Islam 4 . : 5Ae20. Hidayat. Febryan. Andi Hajar. Suci Nurpratiwi, et al. Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. GET PRESS INDONESIA. https://books. com/books?hl=en&lr=&id=F7PCEQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1& dq=info:-OBRoisKHdwJ:scholar. com&ots=V3rYGuDnRy&sig=_HfXI5FLJhC1xj8gDZN4PKWpdg. Khalilurrahman. Khalilurrahman, and Miftah Farid. AuKORELASI KEGIATAN LITERASI FIKIH DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP NEGERI 3 BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN. Ay Dirasa Islamiyya: Journal of Islamic Studies 4 . : 25Ae37. Kp. Edp. Ciptakan Sekolah Aman. Disdik Sosialisasi Anti Bullying Jenjang SMP. Martapura. October 21. https://kalimantanpost. com/2025/10/ciptakan-sekolahaman-disdik-sosialisasi-anti-bullying-jenjang-smp/. Lukman. Sandi. AuFP3 Kota Banjar Sayangkan Maraknya Kenakalan Remaja yang Terjadi Beberapa Hari Terakhir. Ay Harapan Rakyat. January Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Afnanda. Peran Sekolah Dalam. https://w. com/2025/01/fp3-kota-banjar-sayangkan-maraknyakenakalan-remaja-yang-terjadi-beberapa-hari-terakhir/. LUTFIA. AZZAHRA. AuPEMBERDAYAAN SCHOOL CULTURE SEBAGAI PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI PROGRAM PEMBIASAAN KEAGAMAAN DI MIN 1 PRINGSEWU. PhD Thesis. UIN RADEN INTAN LAMPUNG. https://repository. id/id/eprint/41774. Mala. Asnal. AuUpaya Guru Dalam Menanamkan Kedisiplinan Dan Kemandirian Siswa Sma Tarbiyatul Mualimin Walmualimat Al-Islamiyah Di Pondok Pesantren Roudlatul QurAoan Metro. Ay PhD Thesis. IAIN Metro. http://repository. id/id/eprint/10942/. Muhajirin. Nanang. AuStrategi Pembinaan Karakter Di Smp Negeri 3 Sukasada. Ay Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha 6 . : 53Ae66. Mulyasa. Enco. Manajemen Berbasis Sekolah. Vol. Bandung: Remaja Rosdakarya. Mursyida. Hayatul, and Husnul Hatimah. AuPemanfaatan Video Cerita Anak Untuk Mengembangkan Pemahaman Bahasa Anak Usia Dini Di Paud Melati Desa Aluh-Aluh Kecil Kabupaten Banjar. Ay Humaira: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini 2 . http://jurnal. id/index. php/piaud/article/view/591. NABILA. WIKA. AuPENGEMBANGAN KARAKTER REMAJA DIERA TRANSFORMASI DIGITAL STUDI DI SMP NEGERI 23 SELUMA. Ay PhD Thesis. UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. http://repository. id/5499/. Ninawati. Ninawati, and Triyani Triyani. AuMENUMBUHKAN KARAKTER UNGGUL MELALUI PENERAPAN SERVICE EXCELLENT DI SEKOLAH DAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI. Ay Indonesian Journal of Community Dedication 3 . : 603Ae9. Nuramila. Nuramila. Dewi Pusfita, and Argariawan Tamsil. AuPeran Guru Dalam Membentuk Karakter Dan Kompetensi Peserta Didik. Ay Maximal Journal: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial. Ekonomi. Budaya Dan Pendidikan 3 . : 229Ae37. Sagala. Syaiful. Konsep Dan Makna Pembelajaran: Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar Dan Mengajar. Sholeh. Muh Ibnu. Sokip Sokip. SYAFIAoI ASROP. Habibulloh. SAHRI SAHRI, and FAKHRUDDIN Al Farisy. AuIntegrasi Nilai-Nilai Islam Dan Kearifan Lokal Dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Berbasis Karakter. Ay ABDUSSALAM: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Islam 1 . : 59Ae72. Tiara. Disya. Feny Dwi. Moh Khotam, and Siti Zazak Soraya. AuMEMBANGUN HUBUNGAN SEHAT ANTARA GURU. SISWA. DAN MASYARAKAT. Ay Jurnal Psikososial Dan Pendidikan 1 . : 918Ae31. Wanojaleni. Kartika, and Tri Yugo. AuFILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM DALAM SURAT AL-AoALAQ: TAUHID. LITERASI DAN INTEGRASI ILMU. Ay QALAM: Jurnal Pendidikan Islam 6 . : 1Ae12. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura