Volume 2. Issue 2. Februari 2022 E-ISSN: 2747-1993. P-ISSN: 2747-2000 DOI: https://doi. org/10. 38035/jihhp. Received: 12 Maret 2022. Revised: 20 Maret 2022. Publish: 28 April 2022 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA: DISIPLIN KERJA. LINGKUNGAN KERJA. LEADERSHIP. COMMUNICATION Delly Fitrotunnisa Febriani1. Intan Cahyani Abadi2. Fajar Rizki Antares3 Fakultas Ekonomi & Bisnis. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, email: deellyfitrotunnisa13@gmail. Fakultas Ekonomi & Bisnis,Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, email: intancahya67819@gmail. Fakultas Ekonomi & Bisnis. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, email: fajarrsk231@gmail. Corresponding Author: Fajar Rizki Antares3 Abstrak: Kinerja kerja memiliki peranan yang sangat berdampak karena kinerja merupakan bentuk hasil akhir dari proses pegawai menyelesaikan tugasnya. Seorang pemimpin atau pegawai yang menyelesaikan tugasnya dengan baik dan benar maka akan memiliki kinerja yang tinggi guna mencapai tujuan dari organisasi. Komunikasi yang efektif tentunya sangat dibutuhkan dalam mendorong peningkatan kinerja pegawai, namun perlu didukung dengan lingkungan kerja yang baik. Adanya komunikasi dan lingkungan kerja yang baik diharapkan kinerja pegawai dapat meningkat. selain itu seperti disiplin kerja dan leadership juga berpengaruh penting terhadap kinerja kerja. Kata Kunci: Kinerja kerja, disiplin kerja, lingkungan kerja, leadership, communication PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Di era globalisasi membuat persaingan di dunia perindustrian menjadi semakin kompetitif yang mana perusahaan diharuskan untuk mengoptimalkan segala sumber daya yang dimiliki dalam menghasilkan produk yang berkualitas baik untuk mempertahankan dalam persaingan perusahaan. Dalam hal ini mengapa kita membutuhkan kinerja karyawan yang baik karna sangat penting untuk meningkatkan dan memajukan bisnis perusahaan. Hal ini penting untuk memahami kinerja karyawan agar dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Penilian kinerja karyawan adalah masalah yang sangat penting bagi semua pengusaha. Dikarenakan untuk mencapai kinerja yang memuaskan tidak terjadi secara otomatis dan membutuhkan sistem manajemen yang baik, yang terdiri dari berbagai proses dalam rangka mengidentifikasi, mendorong, mengukur, mengevaluasi, meningkatkan, dan memberi penghargaan terhadap kinerja para karyawan yang dipekerjakan. Untuk melihat keberhasilan atau prestasi kerja organisasi juga ditentukan oleh keberhasilan karyawan dalam meraih prestasi kerja yang membanggakan dari waktu ke waktu. Maka dari itu diperlukan pula sistem penilaian prestasi kinerja karyawan. Kemudian kepuasan kerja merupakan sikap umum dari tiap individu terhadap pekerjaannya, seorang dengan tingkat kepuasan kerja yang sangat tinggi menunjukkan sikap yang positif terhadap pekerjaan itu, seorang yang tidak puas dengan Available Online: https://dinastirev. org/JIHHP Page 132 Volume 2. Issue 2. Februari 2022 E-ISSN: 2747-1993. P-ISSN: 2747-2000 pekerjaannya menunjukkan sikap negatif terhadap pekerjaan itu lingkungan kerja, promosi dan kepuasan kerja sangat berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Karna akan berpengaruh terhadap pekerjaan pegawai ketika pegawai puas maka pekerjaan yang ia jalani akan menumbuhkan hal yang baik. Artikel ini membahas pengaruh disiplin kerja, loyalitas, lingkungan kerja, leadership, communication, kepuasan kerja, promosi terhadap kinerja Kerja, suatu studi literatur faktorfaktor yang mempengaruhi actuating. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, maka dapat di rumuskan suatu permasalahan yang akan dibahas guna membangun hipotesis untuk riset selanjutnya yaitu: Apakah disiplin kerja (X. berpengaruh terhadap kinerja (Y) ? Apakah lingkungan kerja (X. berpengaruh terhadap kinerja (Y) ? Apakah leadership (X. berpengaruh terhadap kinerja (Y) ? Apakah communication (X. berpengaruh terhadap kinerja (Y) ? KAJIAN PUSTAKA Kinerja Kerja (Y) Kinerja merupakan salah satu hasil kerja yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas-tugasnya yang dibebankan olehnya yang mana didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan serta waktuAy. Landasan yang sesungguhnya dalam suatu organisasi adalah kinerja Jika tidak ada kinerja maka seluruh tujuan bagian organisasi tidak dapat tercapai. Kinerja perlu dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi pemimpin atau manajer, menurut henry simamora dalam (Dina, 2. AuKinerja karyawan adalah tingkat dimana para karyawan mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaanAy (Hasibuan, 200 C. ) menjelaskan bahwa AuKinerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan serta waktuAy. (Mathis & Jaskcson, 2. yang menyatakan bahwa. AuPeniliaian kinerja karyawan adalah masalah yang sangat penting bagi seluruh pengusahaAy. (Robbins, 2. kinerja merupakan pengukuran terhadap hasil kerja yang diharapkan berupa sesuatu yang optimal. Kinerja karyawan adalah perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam Disiplin kerja (X. Kinerja pegawai Dari hasil pengujian hipotesis dengan formula t test semula dapat diperoleh t hitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara langsung terhadap kinerja pegawai. Menurut (Hasibuan, 2003. berpendapat bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang dalam mentaati semua peraturan-peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku. (Stephen, 2. mengemukakan bahwa pada dasarnya banyak indikator yang mempengaruhi tingkat kedisplinan karyawan dalam organisasi,antara lain: tujuan dan kemampuan,kepemimpinan, balas jasa, keadilan, waskat,sanksi hukum, ketegasan, hubungan Variabel Disiplin sudah banyak di teliti oleh peneliti sebelumnya diantaranya adalah: (Elmi et al. , 2. , (Ali, 1. , (Agussalim et al. , 2. , (Anwar et al. , 2. Lingkungan Kerja (X. (Hadjimanolis, 2. menjelaskan bahwa intensitas kompetisi dan persaingan lingkungan merupakan ukuran pasar untuk berinovasi. (Mangkunegara, 2. mengatakan Available Online: https://dinastirev. org/JIHHP Page 133 Volume 2. Issue 2. Februari 2022 E-ISSN: 2747-1993. P-ISSN: 2747-2000 faktor-faktor kinerja terdiri dari faktor internal dan eksternal. (Manullang, 1. mengatakan bahwa lingkungan kerja yang baik dan menyenangkan pada masa-masa jam kerja membuat gairah dan semangat kerja serta kinerja pegawai bertambah. Lingkungan kerja sudah banyak di teliti oleh peneliti sebelumnya diantaranya adalah: (Purba et al. , 2. , and (Sardjijo & Ali, 2. , (Riyanto. Sutrisno, et al. , 2. , and (Thanh Nguyen et al. , 2. Leadership (X. Kepemimpinan adalah suatu proses kegiatan dari seseorang untuk menggerakan setiap organisasi dengan memimpin, membimbing, mempengaruhi orang lain, untuk melakukan sesuatu agar dicapai hasil yang diharapkan (Sutrisno, 2015. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menguasai atau mempengaruhi orang lain untuk masyarakat yang berbedahbeda menuju pencapaian tertentu (Tanjung, 2. ) Kepemimpinan adalah tentang mengupayakan orang dari atas sampai ke bawah dalam organisasi untuk memperbaiki kinerjanya (Wibowo, 2. Menurut (Sopiah, 2. , ada dua fungsi yang harus ada pada diri pemimpin yaitu sebagai berikut : 1. Fungsi Tugas Fungsi yang berhubungan dalam pemilihan dan pencapaian tujuan secara rasional. Fungsi tugas seorang pemimpin adalah menciptakan kegiatan, mencari informasi,memberi informasi, memberi pendapat, menjelaskan, mengkoordinasikan, meringkaskan, menguji kelayakan, mengevaluasi dan mendiagnosis. Fungsi Pemeliharaan Fungsi yang berhubungan dengan kepuasan emosi agar kelompok atau organisasi tersebut Fungsi pemeliharaan seorang pemimpin adalah mendorong semangat, menetapkan standart, mengikuti dan mengekspresikan perasaan, menciptakan keharmonisan dan mengurangi ketegangan. Variabel kepemimpinan sudah banyak di teliti oleh para peneliti sebelumnya diantaranya adalah: (Limakrisna et al. , 2. , (Bastari et al. , 2. , (Anwar et al. , 2. , (Ali et al. , 2. , (Djoko Setyo Widodo. Eddy Sanusi Silitonga, 2. , (Chauhan et al. , 2. (Elmi et al. , 2. Communication (X. Komunikasi yang berasal dari bahasa Latin yaitu Communicatus yang artinya AuberbagiAy atau Aumenjadi milik bersamaAy, sehingga komunikasi merupakan suatu upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan ((Richard, 2. Ada tiga arus dalam komunikasi organisasi, yaitu komunikasi ke atas komunikasi kebawah dan komunikasi lateral/horizontal (Wiryanto, 2. : a. Komunikasi Atas ke Bawah Dalam sebuah instansi pemerintah komunikasi atas kebawah berarti informasi yang mengalir dari jabatan berotoritas lebih tinggi kepada mereka yang berotoritas lebih rendah. Informasi yang bergerak dari manajemen kepada para Komunikasi ke bawah mengalir dari individu yang lebih tinggi kepada yang berada ditingkat yang lebih rendah dalam suatu instansi, komunikasi ini digunakan oleh seorang atasan untuk menetapkan tujuan, memberikan perintah, menginformasikan kepada Komunikasi juga sudah banyak di teliti oleh para peneliti sebelumnya diantaranya adalah: (C. Widayati et al. , 2. , (Christina Catur Widayati et al. , 2. Author Deden. Tabel 1: Penelitian terdahulu Hasil Riset terdahulu Persamaan dengan artikel ini Faktor-faktor yang Persamaannya adalah membahas sistem kreatifitas dan kinerja kerja pada inovasi serta beberapa faktor Available Online: https://dinastirev. org/JIHHP Perbedaan dengan artikel ini Perbedaanya berdasarkan tingkat karyawan dibidang Page 134 Volume 2. Issue 2. Februari 2022 Pekbis . Meita. S . Arifin et al Sutrisno, . terhadap kinerja Faktor yang kinerja kerja pegawai pada kantor Dipenda Faktor-faktor yang E-ISSN: 2747-1993. P-ISSN: 2747-2000 Membahas disiplin kerja pada faktor sistem kinerja kerja Menganalisis sistem kinerja kerja terhadap karyawan Menganalisis faktor loyalitas dan Membahas Faktor-faktor yang Mambahas pelaksaan yang diarahkan untuk mewujudkan tujuan Membahas kemampuan untuk Richard, . Faktor yang kinerja pegawai sebagai pemimpin Faktor komunikasi pada sistem kerja Perbedaanya meneliti actuating terhadap kinerja Menganalisis teori (ND Sabar. Faktor yang (Sumaeni. Pengaruh pengawasan dan kondisi kerja terhadap kepuasan kerja pegawai UPTD puskesmas pondoh Indramayu suatu upaya untuk mencapai tujuan Membahas tentang promosi jabatan dan Indicator komunikasi pada setiap teori Pembahasan pada setiap teori mengenai promosi Pengawasan berpengaruh terhadap kepuasan kerja Perbedaan pada beberapa teori METODE PENELITIAN Metode penelitian artikel ilmiah ini adalah dengan metode kualitatif dan kajian pustaka (Library Researc. Mengkaji teori dan hubungan atau pengaruh antar variabel dari bukubuku dan jurnal baik secara off line di perpustakaan dan secara online yang bersumber dari Mendeley. Scholar Google dan media online lainnya. Dalam penelitian kualitatif, kajian pustaka dalam penelitian kualitatif wajib dipakai secara konsisten dengan menggunakan asumsi yang metodologis. Yang artinya wajib digunakan secara induktif sehingga tidak memusatkan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh peneliti. Alasan primer dalam melakukan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang sifatnya eksploratif, (Ali & Limakrisna, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja kerja pegawai (Richard Luecke, 2. Lingkungan kerja yang baik dan juga nyaman akan Available Online: https://dinastirev. org/JIHHP Page 135 Volume 2. Issue 2. Februari 2022 E-ISSN: 2747-1993. P-ISSN: 2747-2000 menimbulkan kenyamanan bekerja sehingga ide-ide baru dan kreatif dalam bekerja akan selalu tumbuh dalam diri karyawan. (Hasibuan, 2. beranggapan bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang dalam melaksanakan semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang ditetapkan. Kesadaran adalah sikap sesorang yang secara tulus mentaati segala peraturan dan menyadri semua tugas dan tanggung jawabnya. maka, dia akan mengerti/mengerjakan segala tugasnya dengan baik, bukan atas desakan. Sedangkan kesediaan adalah suatu sikap, tingkah laku dan perbuatan seseorang sesuai dengan peraturan perusahaan, baik secara ter- tulis maupun yang tidak. Kedisiplinan wajib ditegakkan dalam organisasi. Tanpa duku- ngan disiplin karyawan yang baik, susah orga- nisasi untuk menciptakan tujuannya. Maka ke- disiplinan adalah kunci keberhasilan suatu organisasi saat mencapai tujuannya. (Rob- bins, 2. mengemukakan bahwa pada dasarnya banyak sebab yang mempenga- ruhi tingkat kedisiplinan karyawan dalam suatu or- ganisasi, antara lain: tujuan dan kemampuan, kepemimpinan, balas jasa, keadilan, waskat, sanksi hukum, ketegasan, hubungan kemanusiaan. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Hasil penelitian menggambarkan bahwa lingkungan kerja belum sepenuhnya meningkatkan kinerja karyawan. (Mangkunegara, 2. Faktor internal sebuah faktor yang berkaitan dengan sifat-sifat seseorang, seperti kemampuan kerja dan tipe pekerja, sedangkan faktor eksternal yaitu faktor-faktor kinerja yang dipengaruhi lingkungan. (Manullang, 1. mengatakan bahwa lingkungan kerja yang baik dan menyenangkan pada masa-masa jam kerja membuat gairah dan semangat kerja serta kinerja pegawai Menurut (Nitisemito, 2. definisi lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar pekerja, yang dapat mempengaruhi seorang pekerja dalam menjalankan tugastugas yang di berikan. Pada dasarnya pengertian lingkungan berkaitan dengan elemen-elemen yang ada disekitar perusahaan yang berdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap perusahaan. Dalam konteks lingkungan kerja maka dapat didefinisikan sebagai elemen-elemen yang ada disekitar karyawan, yang berdampak secara langsung dan tidak langsung terhadap kinerja Definisi lingkungan perusahaan menurut (Swastha dan Sukotjo, 2. yang menyatakan bahwa lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktorfaktor ekstern yang mempengaruhi organisasi dan kegiatannya. Sedangkan definisi lingkungan kerja secara luas mencangkup semua faktor eksternal yang mempengaruhi individu, perusahaan, dan masyarakat. Pengaruh leadership terhadap Kinerja Kepemimpinan adalah salah satu cara yang dimiliki seorang pemimpin dalam mempengaruhi bawahan untuk bekerja sama dan berdaya upaya dengan penuh semangat dan keyakinan agar tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Dapat dikatakan bahwa kepemimpinanlah yang memerankan peranan yang sangat penting dalam keberhasilan organisasi dalam menyelenggarakan berbagai kegiatannya terutama dalam menggerakkan para pegawainya (Siagian, 2. Kepemimpinan itu sendiri memiliki fungsi pokok sebagai berikut (Rivai, 2. : a. Fungsi Instruktif b. Fungsi Konsultatif c. Fungsi Partisipasi d. Fungsi Delegasi Fungsi Pengendalian Apabila seorang pemimpin memiliki kepemimpinan yang baik dimana kelima fungsi diatas terpenuhi maka seorang pemimpin dapat menggerakkan para pegawainya dengan lebih baik. Kepemimpinan adalah salah satu proses kegiatan seseorang untuk menggerakan dengan memimpin, membimbing, mempengaruhi orang lain, agar dapat melakukan suatu hal supaya mencapai hasil yang diharapkan (Sutrisno, 2. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menguasai atau berpengaruh terhadap masyarakat yang berbedahbeda menuju pencapaian tertentu (Arep dan Tanjung, 2. Kepemimpinan adalah tentang Available Online: https://dinastirev. org/JIHHP Page 136 Volume 2. Issue 2. Februari 2022 E-ISSN: 2747-1993. P-ISSN: 2747-2000 mengupayakan orang dari atas sampai ke bawah dalam organisasi untuk memperbaiki kinerjanya (Wibowo, 2. Menurut (Siagian, 2. kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan seseorang ketika menjabat sebagai pimpinan dalam suatu organisasi untuk mempengaruhi perilaku orang lain, khususnya bawahannya agar berpikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga dapat memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan Kemudian (William G. Scott dalam Sofyandi & Marwansyah, 2. kepemimpinan adalah proses yang mempengaruhi aktifitas yang diorganisir dalam suatu kelompok dalam usahanya untuk mencapai suatu tujuan yang sudah dibuat. Sedangkan menurut (Kartono dalam Sofyandi & Marwansyah, 2. kepemimpinan itu karakternya khas, spesifik, dibutuhkan pada satu situasi tertentu. Sebab didalam sebuah kelompok yang melakukan kegiatan-kegiatan tertentu & memiliki sebuah tujuan serta berbagai macam peralatan yang khusus. Pemimpin sebuah kelompok dengan ciri-ciri yang khas adalah fungsi dari situasi tertentu. Pengaruh communication terhadap kinerja Iklim komunikasi organisasi adalah fungsi kegiatan yang berada dalam organisasi dapat menunjukkan kepada anggota organisasi bahwa organisasi tersebut mempercayai mereka dan memberi mereka kebebasan dalam mengambil resiko, mendorong mereka dan memberi mereka tanggung jawab dalam mengerjakan tugas-tugas mereka, menyediakan informasi yang terbuka dan cukup tentang organisasi, mencermati dengan penuh perhatian serta memperoleh informasi yang dapat dipercayai dan terus terang dari anggota organisasi, secara aktif memberi pengarahan kepada para anggota organisasi sehingga mereka bisa melihat bahwa keterlibatan mereka penting bagi keputusan-keputusan dalam organisasi, dan menaruh perhatian pada pekerjaan yang bermutu tinggi dan memberi tantangan (Mulyana, 2. Komunikasi memberikan pengaruh yang sangat besar dalam menggerakkan pegawai, dimana ketika seorang pimpinan memiliki komunikasi yang baik kepada para pegawai maka para pegawai akan percaya dan mengikuti instruksi dari pimpinan dengan baik. Komunikasi yang berasal dari bahasa Latin yaitu Communicatus yang artinya AuberbagiAy atau Aumenjadi milik bersamaAy, sehingga komunikasi merupakan suatu upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan (Richard, 2. Ada tiga arus dalam komunikasi organisasi, yaitu komunikasi ke atas komunikasi kebawah dan komunikasi lateral/horizontal (Wiryanto, 2. : Komunikasi Atas ke Bawah Dalam sebuah instansi pemerintah komunikasi atas kebawah berarti informasi mengalir dari jabatan akan berorientasi lebih tinggi kepada mereka yang berotoritas lebih rendah. Informasi yang berjalan dari manajemen kepada para pegawainya. Komunikasi ke bawah mengalir dari individu yang lebih tinggi kepada yang berada ditingkat yang lebih rendah dalam suatu instansi, komunikasi bisa digunakan oleh seorang atasan untuk menetapkan tujuan, memberikan perintah, menginformasikan kepada bawahannya. Komunikasi bisa ilakukan oleh atasan kepada bawahan tidak hanya mengandung informasi tentang pekerjaan melainkan juga mengandung pembentukan hubungan yang baik, proses ini melibatkan karyawan dalam permasalahan yang berkaitan dengan instansi yang menghasilkan kesadaran . , menghasilkan pengertian . , dukungan . dan Komunikasi Bawah ke Atas Komunikasi ke atas merupakan pesan yang dikirim dari tingkat hirarki yang lebih rendah ketingkat yang lebih tinggi. Ada beberapa alasan pentingnya komunikasi ke atas : . Aliran informasi keatas member informasi, ide dan gagasan demi mencapai tujuan lembaga. Menyampaikan kelemahan instansi agar pimpinan dari instansi tahu akan masalah yang dihadapi. Komunikasi keatas memberitahukan kepada atasan kapan bawahan mereka siap menerima informasi dari mereka dan seberapa baik bawahan menerima apa yang dikatakan kepada mereka. Available Online: https://dinastirev. org/JIHHP Page 137 Volume 2. Issue 2. Februari 2022 E-ISSN: 2747-1993. P-ISSN: 2747-2000 Komunikasi Lateral/Horizontal Komunikasi horizontal adalah pertukaran pesan diantara orang-orang yang sama tingkatan otoritasnya didalam organisasi. Ada beberapa alasan pentingnya komunikasi ke atas: Aliran informasi keatas member informasi, ide dan gagasan demi mencapai tujuan . Menyampaikan kelemahan instansi agar pimpinan dari instansi tahu akan masalah yang dihadapi. Komunikasi keatas menginfokan kepada atasan kapan bawahan mereka dapat menerima informasi dari mereka dan seberapa baik bawahan menerima apa yang dikatakan kepada mereka. Komunikasi Lateral/Horizontal Komunikasi horizontal adalah perubahan pesan diantara orang-orang yang sama tingkatan otoritasnya didalam Komunikasi horizontal yang efektif bisa membantu orang-orang untuk mengkoordinasikan proyek mengatasi masalah, memberikan pemeriksaan informasi, menyelesaikan konflik-konflik dan membuka jalan bagi terbentuknya hubungan-hubungan bisnis Menurut (Romli, 2. , indicator komunikasi dibedakan menjadi berikut: 1. Komunikasi internal lazim dibedakan menjadi dua, yaitu: a. Komunikasi vertikal, yaitu komunikasi dari atas ke bawah . omunikasi dari pimpinan kepada bawaha. dan dari bawah ke atas . omunikasi dari bawahan kepada pimpina. Komunikasi horizontal atau lateral, yaitu komunikasi antara sesama seperti dari pegawai kepada pegawai, manajer kepada manajer, dan lain sebagainya. Komunikasi eksternal lazim dibagi menjadi dua, yaitu: a. Komunikasi berawal dari organisasi kepada khalayak, komunikasi ini dilaksanakan umumnya bersifat informatif, kemudian dikerjakan semaksimal mungkin supaya khalayak merasa memiliki keterlibatan, setidaknya ada hubungan Komunikasi ini dapat melalui berbagai macam, seperti: majalah organisasi, artikel surat kabar atau majalah, pidato radio, film documenter, brosur, poster, konfrensi pers. Komunikasi berawal dari khalayak kepada organisasi. Komunikasi dari orang banyak terhadap kesatuan adalah sasaran hasil efek dari kegiatan dan komunikasi yang dilakukan oleh organisasi. Komunikasi merupakan hal yang mengikat kesatuan organisasi. Figure 1: Conceptual Framework Berdasarkan kajian teori dan review hasil dari artikel yang relevan serta gambar dari conceptual framework, maka: disiplin kerja, loyalitas, lingkungan kerja, leadership, communication, kepuasan kerja, promosi berpengaruh terhadap kinerja kerja. Available Online: https://dinastirev. org/JIHHP Page 138 Volume 2. Issue 2. Februari 2022 E-ISSN: 2747-1993. P-ISSN: 2747-2000 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan pembahasan, maka dapat disimpulkan untuk membangun suatu hipotesis guna untuk riset selanjutnya seperti di bawah ini: Disiplin (X. berpengaruh terhadap kinerja kerja (Y). Lingkungan kerja (X. berpengaruh terhadap kinerja (Y). Leadership (X. berpengaruh terhadap kinerja (Y). Communication (X. berpengaruh terhadap kinerja (Y). Saran Berdasarkan Kesimpulan di atas, maka saran pada artikel ini adalah bahwa masih banyak faktor lain yang mempengaruhi Kinerja Karyawan (Y) atau Kinerja Pegawai pada semua tipe dan level organisasi, oleh karena itu masih di perlukan kajian yang lebih lanjut untuk melengkapi faktor-faktor lain apa sajakah yang dapat memepengaruhi Kinerja. Faktor lain tersebut seperti loyalitas (X. , pengawasan (X. dan budaya kerja (X. DAFTAR PUSTAKA