Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. PENGARUH VARIASI KONSENTRASI HPMC TERHADAP SIFAT FISIK SEDIAAN EMULGEL MINYAK ESENSIAL DAUN EUCALYPTUS (Eucalyptus globulu. Suci Armelia 1. Delia Komala Sari 1*. Suci Rahmawati 2. Dwi Kurnia Putri3. Septi Wulandari4 1,1*,4 Program Studi S1 Farmasi. Fakultas MIPA. Universitas Bengkulu Program Studi D3 Farmasi. Fakultas MIPA. Universitas Bengkulu suciarmeliaa24@gmail. com , 1* dkomalasari@unib. id, 2 srahmawati@unib. dwikp15@unib. id, 4septiwulandari@unib. ABSTRAK Minyak esensial dari daun eucalyptus (Eucalyptus globulu. bisa digunakan sebagai bahan obat karena daun eucalyptus (Eucalyptus globulu. mengandung senyawa cineole yang memiliki sifat analgesik dan antiinflamasi. Salah satu bentuk sediaan topikal adalah sediaan emulgel yang diformulasikan dengan menggunakan Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC) sebagai agen pembentuk gel. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh perbedaan konsentrasi HPMC terhadap sifat fisik Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode penelitian eksperimental laboratorium dengan analisis data metode deskriptif, menggunakan 3 formula dengan variasi konsentrasi HPMC yaitu F1 (HPMC 3%). F2 (HPMC 5%) dan F3 (HPMC 7%). Uji sifat fisik emulgel meliputi uji organoleptik yaitu berwarna putih, bau khas eucalyptus dan berbentuk semi kental dengan variasi tingkat kekentalan, uji pH dengan nilai rata-rata pada F1=7,29. F2=7,47 dan F3=7,61, uji daya lekat dengan nilai rata-rata pada F1=1,30 detik. F2=1,54 detik dan F3=1,85 detik, uji daya sebar dengan nilai rata-rata pada F1=7,29 cm. F2=7,47 cm dan F3=7,61 cm, dan uji viskositas dengan nilai rata-rata pada F1=11. 000 cP. F2=12. 250 cP dan F3=18. 083 cP. Hasil uji menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi syarat mutu fisik sediaan. Selain itu terdapat pengaruh dari variasi konsentrasi HPMC terhadap sifat fisik sediaan, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar konsentrasi HPMC yang digunakan maka nilai pH, daya lekat, dan viskositas sediaan semakin besar, sehingga membuat nilai daya sebar menurun. Kata Kunci : Eucalyptus globulus. Minyak esensial daun eucalyptus. Emulgel. Gelling Agent. HPMC. PENDAHULUAN Pemanfaatan bahan alam dalam sediaan farmasi semakin diminati (Eucalyptus Minyak esensial dari daun eucalyptus (Eucalyptus karena khasiatnya lebih alami dan digunakan sebagai memiliki minim efek samping jika karena daun eucalyptus (Eucalyptus dibandingkan dengan bahan sintetis. Salah satu tanaman yang memiliki cineole yang memiliki sifat analgesik. Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. (Wulandari et al. , 2. elling agen. Agen pembentuk gel Dhakad et al. elling agen. berguna untuk sistem bahwa senyawa komponen utama dari pelepasan obat yang sesuai dan juga minyak atsiri eucalyptus (Eucalyptus dapat menentukan sifat fisik sediaan globulu. adalah 1,8-cineole . ,8%), yang terkait dengan organoleptik, nilai -pinene . 2%), pH, daya sebar, daya lekat dan . 5%). Senyawa -myrcene diidentifikasi dalam minyak tersebut -pinene, (Firmansyah et al. , 2. Salah satu contoh agen pembentuk gel adalah HPMC, yaitu gelling agent pinocarveol, terpinen-4-ol, dan - semi sintetik yang merupakan turunan terpineol (Dhakad et al. , 2. HPMC tahan terhadap fenol viskositas sediaan yang dapat diterima -terpinene. Terdapat beberapa bentuk sediaan dan memiliki rentang pH yang lebih farmasi, salah satunya yaitu sediaan luas dibandingkan dengan gelling Sediaan emulgel memiliki agent lainnya, yaitu dapat tetap stabil beberapa keuntungan, yaitu adanya pada pH 3 hingga 11. Hal ini memungkinkan HPMC membentuk gel yang jernih dan bersifat netral, pembawa yang baik untuk zat aktif serta memiliki viskositas yang stabil yang bersifat tidak larut air seperti saat disimpan dalam jangka waktu yang lama (Nurdianti et al. , 2. (Eucalyptus globulu. Zat ini akan Agen pembentuk gel jenis ini kerap sulit dicampurkan ke dalam bentuk sediaan yang mengandung banyak air karena tidak bereaksi dengan berbagai seperti gel. Oleh karena itu minyak essensial daun eucalyptus (Eucalyptus globulu. diformulasikan ke dalam iritasi kulit (Puspitasari et al. , 2. Dari latar belakang diatas, maka gabungan antara gel dan emulsi (Daud dilakukan penelitian untuk melihat & Suryanti, 2. pengaruh variasi konsentrasi HPMC Salah satu bagian penting dalam (Eucalyptus globulu. Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu terhadap sifat fisik sediaan emulgel membuat emulgel adalah bahan yang Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. gram dan 100 gra. METODE PENELITIAN Bahan Waktu dan Tempat penelitian yaitu minyak esensial daun Laboratorium Kimia Organik Program eucalyptus (Eucalyptus globulu. yang Studi S1 Kimia FMIPA Universitas diperoleh dari supplier essential oil Bengkulu Laboratorium dengan nama AuNaturalpediaAy. HPMC. Farmasetika dan Teknologi Farmasi paraffin cair. Span 80. Tween 80. Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah DMDM hydantoin, propilen glikol. Bengkulu. dan aquadest. Alat dan Bahan Formula Sediaan Emulgel Minyak Penelitian Alat timbangan digital, lumpang dan alu (OneMe. Daun Eucalyptus (Eucalyptus Sediaan pengaduk, kaca kotak transparan, pipet sebanyak 150 gram dalam 3 formula tetes, sudip, kertas perkamen, pH meter, termometer, beaker glass 100 HPMC, setiap pengujian dilakukan mL (Pyrex ), gelas ukur 100 mL (Iwaki ) cawan porselin (Pyrex ), dengan tiga kali replikasi. dapat dilihat pada berikut. viscometer (Brookfiel. , dan anak Tabel I. Formula Emulgel Bahan Formula (%) Fungsi Minyak esensial daun eucalyptus HPMC Gelling agent Paraffin cair Emolien Span 80 0,42 0,42 0,42 Emulgator Tween 80 1,08 1,08 1,08 Emulgator DMDM hydantoin Pengawet Propilen glikol Humektan Aquadest Ad 100% Ad 100% Ad 100% Prosedur Kerja Pembuatan basis gel dilakukan dengan cara mengembangkan HPMC terlebih dahulu dengan mencampurkan HPMC dengan aquadest dalam air Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Zat aktif Pelarut panas suhu 80AC dan diaduk selama kira-kira 20 hingga 30 menit hingga terbentuk basis gel. Setelah itu, basis gel didiamkan selama 1 x 24 jam agar Lalu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. komponen minyak yang terdiri dari dengan 3 kali replikasi pada masing- minyak daun eucalyptus (Eucalyptus masing formula. , paraffin cair, dan span 80 Uji Daya Lekat dicampur pada suhu 70AC. Sementara Emulgel sebanyak 0,25 gram itu, komponen air terdiri dari tween ditempatkan di atas object glass yang DMDM sudah ditentukan luasnya. Lalu object Setelah itu gel, fase minyak glass yang lain diletakkan di atasnya. dan fase air disatukan secara sedikit Object glass tersebut kemudian diikat dan diaduk sampai dengan tali dan diberikan beban 1 kg homogen hingga terbentuk emulgel selama 5 menit. Setelah itu, dilepas dan tidak memisah antara minyak dan dengan beban seberat 80 gram. Dicatat waktunya hingga kedua object glass Evaluasi Sediaan tersebut terlepas. Uji daya lekat akan Uji Organoleptik dilakukan dengan 3 kali replikasi pada Uji ini dilakukan untuk melihat masing-masing formula. Emulgel Uji Daya Sebar eucalyptus (Eucalyptus globulu. Uji transparan, lalu diletakkan kaca lain organoleptik akan dilakukan dengan 3 diatasnya, kemudian dibiarkan selama kali replikasi pada masing-masing 5 menit. Setelah itu, ditambahkan beban tambahan seberat 50 gram dan Uji pH ditambahkan beban 100 gram dan meggunakan alat pH meter yang dibiarkan selama 1 menit, kemudian dikalibrasi dengan larutan standar diukur diameter yang stabil. Uji daya buffer pH 4 dan 7, kemudian sebanyak sebar akan dilakukan dengan 3 kali 0,5 gram sediaan diencerkan ke dalam replikasi pada masing-masing formula. 5 mL aquadest lalu dicek pHnya. Uji Kemudian keluar hasil dari pH meter Uji Uji Viskositas Uji viskositas dilakukan dengan menggunakan viskometer Brookfield dengan model RVT dengan cara spindel nomor 4 dicelupkan ke dalam Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. sedian emulgel dengan kecepatan 4 rpm kemudian hasil nilai viskositas perbedaan konsentrasi gelling agent yang berbeda, yaitu HPMC dengan F1 melihat jarum sampai menunjukkan . %). F2 . %) dan F3 . %). Setiap pengujian dilakukan dengan tiga kali Uji viskositas akan dilakukan dengan 3 kali replikasi pada masing-masing eucalyptus (Eucalyptus globulu. yang Analisis Data diperoleh dari supplier essential oil Analisis data dalam penelitian ini Minyak Certificate of Analysis (CoA). Hasil Uji Evaluasi Sediaan pengamatan terhadap sifat fisik dari sediaan, yaitu uji organoleptik, uji pH, yang sudah terstandar dengan adanya menggunakan metode deskriptif. Data Uji Organoleptik Uji uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji bertujuan untuk mengamati warna Hasil pengamatan tersebut dengan indera penglihatan, mengamati disajikan dalam bentuk tabel dan bau/aroma dengan indera penciuman dan mengamati tekstur dari sediaan HASIL DAN PEMBAHASAN (Purwaningsih et al. , 2. Adapun Formulasi Sediaan Emulgel Sediaan emulgel minyak esensial daun eucalyptus (Eucalyptus globulu. hasil uji organoleptik sediaan emulgel Tabel II. Hasil Uji Organoleptik Uji Organoleptik Formula Warna Bau Bentuk SK Keterangan : F1 : Formula Emulgel dengan HPMC 3% F2 : Formula Emulgel dengan HPMC 5% F3 : Formula Emulgel dengan HPMC 7% : Putih KE : Khas Eucalyptus SK : Semi Kental SK : Tingkat kekentalan emulgel . emakin banyak tanda Au Ay maka emulgel semakin kenta. Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Berdasarkan tabel II diatas dapat diketahui bahwa hasil uji organoleptik (Eucalyptus globulu. memiliki warna Dari hasil pengamatan minyak esensial sediaan, dikarenakan minyak esensial daun eucalyptus tidak memiliki warna atau berwarna bening. Selain itu, didapatkan perbedaan hasil pada F1 (HPMC 3%) yang memiliki bentuk semi kental dengan tingkat kekentalan paling kecil ( ). F2 (HPMC 5%) memiliki bentuk semi kental dengan tingkat kekentalan sedang ( ) dan lebih kental jika dibandingkan dengan F1, dan pada F3 (HPMC 7%) memiliki bentuk semi kental yang memiliki tingkat kekentalan paling besar ( ) dibandingkan dengan formula lainnya. Ketiga formula menunjukkan bentuk kekentalan yang dihasilkan. Karena semakin tinggi konsentrasi HPMC dihasilkan (Ardana et al. , 2. Sehingga dengan adanya variasi konsentrasi HPMC hanya dapat memengaruhi tingkat kekentalan sediaan emulgel tetapi tidak dapat memengaruhi warna dan bau sediaan. Uji pH Untuk mengetahui apakah sediaan emulgel dapat mengiritasi kulit atau tidak, maka dilakukan uji tingkat Produk topikal tidak boleh terlalu asam karena dapat mengiritasi dan juga tidak boleh terlalu basa karena bisa membuat kulit kering dan Uji pH dilakukan dengan memasukkan alat pH meter ke dalam produk, lalu dicatat nilai pH yang tertulis pada alat (Budi & Rahmawati. Adapun hasil uji pH sediaan emulgel dapat dilihat pada tabel i. Tabel i. Hasil Uji pH Formula Uji pH Keterangan 7,29A0,09 7,47A0,04 7,61A0,04 Sesuai dengan syarat . ,5-8,. Sesuai dengan syarat . ,5-8,. Sesuai dengan syarat . ,5-8,. Dari hasil pada tabel i diatas, paling tinggi terdapat pada F3 dan pH dapat dilihat bahwa pH sediaan yang sediaan paling rendah terdapat pada Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. F1. Grafik peningkatan pH dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 1. Grafik Uji pH Sediaan Emulgel Grafik diatas menunjukkan bahwa membentuk emulgel yang tergantung peningkatan konsentrasi HPMC dapat dengan suhu. Peningkatan pH sediaan memengaruhi nilai pH, karena HPMC merupakan polimer non-ionik yang monomer bebas yang ada pada HPMC bersifat netral hingga sedikit basa, (Punitha et al. , 2. sehingga pada konsentrasi yang lebih Uji Daya Lekat tinggi dapat menetralkan keasaman Pengujian dan meningkatkan pH sediaan menjadi lebih tinggi atau mendekati netral. kemampuan sediaan dapat melekat Selain itu pH sediaan dapat juga pada kulit. Semakin melekat sediaan dipengaruhi oleh penggunaan bahan pada kulit maka zat aktif pada sediaan yang mampu meningkatkan nilai pH yang berdifusi pada kulit juga akan pada sediaan sehingga mempengaruhi semakin banyak sehingga sediaan struktur molekul HPMC. Pada pH yang digunakan juga semakin efektif tinggi, molekul HPMC cenderung (Mursal et al. , 2. Hasil uji daya lebih terbuka sehingga meningkatkan lekat pada sediaan emulgel dapat interaksi yang lebih kuat antar molekul dilihat pada tabel iv dibawah ini. HPMC olimer-polime. Tabel IV. Hasil Uji Daya Lekat Formula Uji Daya Lekat . Keterangan 1,30A0,11 1,54A0,13 1,85A0,17 Baik (Lebih dari 1 deti. Baik (Lebih dari 1 deti. Baik (Lebih dari 1 deti. Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Berdasarkan yaitu pada formula 1 (HPMC 3%). Hal penambahan konsentrasi HPMC pada HPMC setiap formula sehingga mendapatkan yang digunakan. Hasil uji paling lama hasil nilai lekat lebih tinggi. Grafik yaitu pada formula 3 kenaikan nillai daya lekat sediaan (HPMC 7%) sedangkan daya lekat paling cepat emulgel dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 2. Grafik Uji Daya Lekat Sediaan Emulgel Berdasarkan grafik diatas, dapat akan meningkat, sehingga interaksi dilihat bahwa formula 3 (HPMC 7%) fisik antara HPMC dan permukaan memiliki nilai daya lekat yang paling membentuk lapisan film tipis yang formula lainnya yang berarti semakin waktu kontak antara sediaan dan digunakan, maka nilai daya lekat permukaan aplikasi. Selain itu, jika konsentrasi HPMC yang digunakan pernyataan Puspitasari et al. tinggi maka semakin banyak koloid bahwa terdapat adanya pengaruh dari yang terbentuk sehingga menyebabkan variasi konsentrasi gelling agent yang digunakan terhadap daya lekat karena Hasil pengujian daya lekat semakin tinggi konsentrasi HPMC, dari sediaan emulgel diatas masih maka akan semakin besar daya lekat memiliki daya lekat yang baik karena sesuai dengan syarat. Daya lekat HPMC Sehingga Pada konsentrasi yang lebih tinggi, emulgel yang baik yaitu lebih dari 1 jumlah rantai polimer dalam sediaan detik, semakin lama sediaan emulgel Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. lekat pada kulit maka akan semakin sediaan emulgel pada kaca objek banyak zat aktif yang diabsorbsi dan sediaan emulgel akan memberikan Saat (Puspitasari et al. , 2. sebar, dilakukan penambahan beban Uji Daya Sebar dengan menggunakan anak timbangan Daya sebar merupakan faktor yang yang menggambarkan tekanan yang mempengaruhi efikasi terapi topikal akan diberikan pada saat sediaan diaplikasikan ke kulit. Pengukuran penyebaran sediaan saat diaplikasikan nilai daya sebar sediaan dilakukan pada kulit. Penggunaan gelling agent setelah penambahan beban terakhir yaitu dengan total berat 150 gram mempengaruhi sifat fisik sediaan salah hingga penyebaran sediaan emulgel satunya yaitu parameter daya sebar (Mursal et al. , 2. pengujian daya sebar pada sediaan Uji daya sebar sediaan dilakukan Hasil emulgel dapat dilihat pada tabel Tabel V. Hasil Uji Daya Sebar Formula Waktu . Beban . Daya Sebar . Keterangan 7,29A0,09 7,47A0,04 7,61A0,04 Dalam rentang optimal . -7 c. Dalam rentang optimal . -7 c. Dalam rentang optimal . -7 c. Dari hasil uji daya sebar pada tabel diatas, terlihat bahwa semakin (HPMC 5%) dan formula 3 (HPMC tinggi konsentrasi HPMC, maka daya 7%), meskipun memiliki perbedaan sebar sediaan akan semakin berkurang rata-rata Grafik pengukuran daya sebar sediaan dapat semakin kental. Pada (HPMC uji daya sebar menghasilkan nilai dilihat pada gambar berikut. paling besar Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Gambar 3. Grafik Uji Daya Sebar Sediaan Emulgel Berdasarkan grafik diatas dapat konsentrasi HPMC yang digunakan pada setiap formula, hasil nilai daya akan semakin menurun (Purwaningsih et al. , 2. Uji Viskositas Uji viskositas sediaan dilakukan untuk melihat besarnya nilai viskositas Meskipun terdapat penurunan daya sebar, hasil nilai daya sebar sediaan emulgel yang didapatkan masih sesuai dengan standar uji daya sebar yang saat sediaan tersebut diaplikasikan di baik, yaitu memiliki nilai daya sebar dengan rentang 5-7 cm. Faktor yang biasanya sebanding dengan jumlah dapat menyebabkan penurunan nilai dan berat molekul bahan pengental daya sebar sediaan emulgel biasanya dikarenakan semakin besar konsentrasi (Slamet et al. , 2. Viskositas gelling agent yang ditambahkan maka Uji akan semakin kental sediaan dan berpengaruh pada penurunan daya menggunakan viscometer Brookfield sebar sediaan karena sediaan akan model RVT dengan cara mencelupkan semakin sulit menyebar di permukaan. spindel nomor 4 ke dalam sedian Penurunan daya sebar juga dapat emulgel, lalu viscometer dijalankan dipengaruhi oleh nilai viskositas suatu dengan mengatur kecepatan 4 rpm viskositas, maka nilai daya sebar juga Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Kekentalan viskositas dengan melihat jarum yang Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. menunjukkan angka yang stabil pada dapat dilihat pada tabel VI. Hasil pengukuran uji viskositas Tabel VI. Hasil Uji Viskositas Formula Uji Viskositas . P) 000A4,27 250A1,39 083A1,63 Berdasarkan hasil uji viskositas pada tabel vi , terdapat peningkatan Keterangan Sesuai dengan SNI 16-4399 Sesuai dengan SNI 16-4399 Sesuai dengan SNI 16-4399 rata-rata nilai 250 cP yang berada di nilai viskositas pada formula. Nilai tengah-tengah rentang antara formula viskositas tertinggi 1 dan formula 3. Adapun grafik dengan konsentrasi HPMC paling tinggi 7%. Sedangkan sediaan emulgel dapat dilihat gambar hasil viskositas terkecil terdapat pada formula 1 dengan konsentrasi HPMC paling rendah 3%. Dan pada formula 2 HPMC Gambar 4. Grafik Uji Viskositas Sediaan Emulgel Pada larutan, sehingga jika semakin tinggi kenaikan nilai viskositas yang sangat konsentrasinya maka semakin kental tinggi pada formula 3 (HPMC 7%). dan tinggi viskositas larutan yang Secara ilmiah. HPMC merupakan bahan pembentuk gel dan pengental peningkatan konsentrasi, hal tersebut membentuk jaringan hidrofilik dalam mendukung hipotesis bahwa HPMC Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Dengan Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Pada penyebaran polimer KESIMPULAN Adanya perbedaan konsentrasi dari HPMC yang digunakan sebagai agen masuk kedalam rongga . yang pembentuk gel pada sediaan emulgel dibentuk oleh molekul air, sehingga terjadi ikatan hidrogen antara gugus (Eucalyptus hidroksi (-OH) dari polimer dengan memengaruhi sediaan. Uji evaluasi molekul air. Ikatan hidrogen berperan sediaan menunjukkan bahwa semakin dalam proses menghidrasi selama formula, nilai pH menjadi semakin dengan meningkatnya kadar HPMC tinggi, konsistensi semakin kental akan membuat jumlah gugus hidroksi sehingga semakin besar pula hasil semakin banyak dan viskositas yang viskositas dan daya lekat sediaan, namun bisa menyebabkan daya sebar (Rashati & Suprayitno, 2. HPMC menghasilkan viskositas yang memenuhi persyaratan. Syarat nilai viskositas yang baik menurut SNI 16-4399-1996 untuk sediaan semi Sedangkan berdasarkan Mahmood et formulasi sediaan emulgel berada 000 cP. Dengan semakin HPMC formula, maka akan semakin banyak cairan yang tertahan dan diserap oleh HPMC. HPMC emulgel berkurang. Formula (Dewi Saptarini, 2. Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu DAFTAR PUSTAKA