KENTAL Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Digital Volume xx. No. Bulan Ae Tahun ISSN DOI Homepage : Pengaruh Kompensasi. Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Nining Yuningsih 1*. Oom Tikaromah2. Khairul Ahyar3 1,2. 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen. Universitas Pelita Bangsa * nining. yuningsih@pelitabangsa. Abstract. This study focused on analysing the relationship between three independent variables compensation, work discipline, and work motivation and employee performance as the dependent variable. To achieve this goal, a sample of 60 respondents was selected. Data collection methods included, observations, questionnaires, and literature review. Data analysis was conducted using a multiple linear regression approach with the assistance of SPSS 25 software. The study's results indicated that overall, compensation, work discipline, and work motivation collectively influence employee performance. However, when analysed individually, work discipline and work motivation showed more significant effects. Based on the coefficient of determination, approximately 54% of the variation in employee performance can be explained by the variables considered in this Keywords: Compensation. Work Discipline. Work Motivation. Employee Performance Pengaruh Kompensasi. Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tiga variabel independen (Kompensasi. Disiplin Kerja, dan Motivasi Kerj. dan kinerja karyawan sebagai variabel dependen. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, sampel sebanyak 60 responden diambil. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi teknik observasi, kuesioner, serta review literatur. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan analisis linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kompensasi, disiplin kerja, dan motivasi kerja secara bersama-sama memengaruhi kinerja karyawan. Namun, ketika dianalisis secara individual, disiplin dan motivasi kerja menunjukkan pengaruh yang lebih signifikan. Berdasarkan koefisien determinasi, sekitar 54% variasi dalam kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel-variabel yang dipertimbangkan dalam penelitian Kata Kunci: Kompensasi. Disiplin Kerja. Motivasi Kerja. Kinerja Karyawan PENDAHULUAN Dalam dunia globalisasi saat ini banyak organisasi dituntut untuk melakukan upaya evolusi agar dapat bersaing dan bertahan dengan baik. Dalam hal ini sumber daya manusia menjadi faktor keberhasilan bagi organisasi dalam mencapai tujuan. KENTAL: Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Digital Vol. No. Maret Ae Agustus 2024 Berhasil ataupun tidaknya suatu organisasi dalam meraih tujuannya bergantung pada kemampuan karyawan yang dapat dinilai dengan kinerja karyawan. Menurut Nur et al. , . kinerja karyawan yang tinggi akan memberikan dampak positif bagi perusahaan, dan merupakan harapan yang diinginkan oleh tiap perusahaan. Sumber daya manusia merupakan unsur yang sangat berarti dalam organisasi, sehingga efesiensi, kualitas dan kinerja perlu ditingkatkan. Menurut Mutaqin et al. Untuk menciptakan suasana yang dapat membangkitkan peran dan kondisi kerja positif yang dapat mendorong perkembangan dan peningkatan keterampilan secara optimal. Sumber daya manusia yang berkualitas dan optimal akan berdampak langsung pada keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Perusahaan yang sukses tidak hanya memberikan tugas kepada karyawannya tetapi juga mengurus apa yang mereka butuhkan agar mereka dapat bekerja dengan nyaman. Sumber daya manusia terpenuhi dan otomatis karyawan akan memberikan lebih dari yang diharapkan perusahaan, sehingga kinerja karyawan juga dinilai sangat baik oleh Kinerja karyawan yang optimal mencerminkan kualitas sumber daya manusia. Kinerja karyawan menjadi perhatian utama karena kinerja karyawan yang tinggi akan menyebabkan peningkatan kinerja secara keseluruhan. Untuk dapat mencapai hasil yang optimal tentunya para karyawan harus bekerja sebaik mungkin berdasarkan pengalaman yang dimilikinya, sebagaimana dikemukan oleh (Perkasa et al. , 2. bahwa kinerja karyawan yakni hasil kerja di mana seorang karyawan dapat melakukan tugas yang berbeda sesuai dengan waktu, kesungguhan, pengalaman, dan kemampuan yang dimiliki karyawan. Dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kinerja karyawan, maka PT. ABC merupakan perusahaan yang berada di Kawasan industri gobel cibitung yang bergerak dibidang manufacturing berusaha untuk meningkatkan sistem kerja perusahaan dan kinerja karyawan di lingkungannya. Hal ini terlihat dari konsistensi perusahaan yang terus mengevaluasi dan melakukan perubahan dalam Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas kinerja pegawai adalah dengan mengukur key performance indeks (KPI) sebagai tolak ukur untuk menilai tingkat kinerja karyawan. Dari hasil observasi yang dilakukan di lapangan terindikasi kinerja karyawan yang kurang baik dapat dilihat dari tabel hasil kinerja karyawan. Tabel 1. Rekap Hasil Kinerja Karyawan Tahun 2023 PT ABC Bobot (KPI) Predikat Jumlah Karyawan Persentase % O 32 Buruk Kurang Cukup Baik Sangat Baik Jumlah Karyawan Sumber: PT ABC . Berdasarkan tabel 1 diatas bahwa penilaian kinerja karyawan pada tahun 2023, dapat diuraikan di predikat Aukurang baikAy ada 10 karyawan dengan presentase 20%. Nining Yuningsih. Oom Tikaromah. Khairul Ahyar Pengaruh Kompensasi. Disiplin Kerja A. Sedangkan predikat AucukupAy ada 10 karyawan dengan presentase 20%, sehingga masih ada 20 karyawan yang kinerja nya kurang baik. Dalam upaya peningkatan kinerja terdapat kompensasi yang mempengaruhi kinerja karyawan. Kompensasi merupakan salah satu strategi pengelolaan sumber daya manusia yang bertujuan untuk menciptakan keselarasan kerja antara karyawan dan pengelola perusahaan guna mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Hal ini didukung dengan penelitian yang dilakukan (Istifadah & Santoso, 2. menyatakan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan, karena pemberian kompensasi sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan akan mendorong karyawan bekerja dengan baik dan meningkatkan kinerja karyawan. Menurut Angreni Haeruddin et al. , . apabila penurunan kinerja karyawan berdampak pada kinerja perusahaan, maka perusahaan harus secara serius dalam mengevaluasi kinerja karyawan tersebut berdasarkan keahlian dan kemampuannya agar karyawan tersebut dapat membantu perusahaan agar mencapai tujuan yang telah ditentukan. Karyawan yang terbeban, jam kerja yang diterima tidak proporsional dan juga kurang merata nya perhatian dalam memberikan memberikan tunjangan dan memicu kecemburuan sosial antara para karyawan. Tanpa dukungan kompensasi yang mendukung, karyawan yang saat ini cenderung meninggalkan perusahaan sehingga perusahaan mengalami kesulitan. Oleh karena itu kompensasi yang dibayarkan harus dilakukan secara benar sehingga berpengaruh pada para karyawan lebih puas dan termotivasi untuk mencapai tujuan organisasi. Selain masalah kompensasi, perusahaan juga harus memperhatikan masalah disiplin kerja karyawan. Dalam suatu perusahaan salah satu faktor yang menentukan kinerja karyawan adalah adanya disiplin kerja pada diri karyawan, apalagi hal tersebut sangat penting sehingga jika tidak mempunyai disiplin kerja, organisasi akan sulit mencapai tujuannya. Menurut Meirizki & Insiatiningsih, . Disiplin merupakan sikap kesediaan seseorang untuk memenuhi, mematuhi, dan mentaati semua peraturan yang telah ditetapkan oleh suatu perusahaan. Dari hasil observasi yang telah dilakukan di lapangan terindikasi disiplin kerja yang kurang baik hal ini dapat dilihat dari data absensi karyawan yang masih tinggi. Data mengenai absensi departemen Head Office PT. ABC tahun 2023 dijabarkan sebagai berikut : Tabel 2. Absensi Karyawan Jumlah Karyawan PC/KP Sumber: PT ABC . Keterangan: : SD : Surat Dokter S : Sakit C : Cuti A : Alfa DT : Datang Terlambat PC/KP : Pulang Cepat/Keperluan Pribadi Berdasarkan Tabel 2, tersebut dapat dilihat bahwa DT (Datang Telamba. menjadi faktor paling banyak yang mempengaruhi absensi karyawan dikarenakan kurangnya disiplin atau rasa tanggungjawab terhadap pekerjaan. Apabila penurunan KENTAL: Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Digital Vol. No. Maret Ae Agustus 2024 produktivitas karyawan akan mempengaruhi kinerja perusahaan, maka perusahaan harus serius dalam menilai karyawan berdasarkan kemampuan dan keahliannya sehingga karyawan dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya. Selain masalah kompensasi, disiplin kerja, motivasi kerja juga mempengaruhi kinerja karyawan. Motivasi adalah kegiatan yang menginspirasi orang lain atau diri sendiri untuk melakukan tindakan yang diinginkan (Meirizki & Insiatiningsih, 2. Adanya motivasi maka karyawan akan memiliki semangat yang sangat tinggi dalam mengerjakan pekerjaannya, sebaliknya jika tidak ada motivasi maka pegawai tidak akan semangat dalam bekerja sehingga kinerja tidak tinggi dan tidak efektif sehingga tugas yang diberikan tidak dikerjakan secara optimal. Pentingnya motivasi kerja bagi seluruh karyawan, maka perusahan sangat perlu untuk terus menjaga agar motivasi karyawan tidak mengalami penurunan oleh karena itu pentingnya setiap perusahaan memberikan motivasi. Sebagaimana penelitian yang dilakukan (Istifadah & Santoso, 2. menunjukan bahwa motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja Perusahaan juga perlu memberikan motivasi kepada karyawan yang ada di perusahaan agar tercipta semangat, menimbulkan rasa percaya pada karyawan dan mempengaruhi karyawan di perusahaan agar mempunyai sikap antusias dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Perusahaan hendaknya selalu memberikan motivasi kepada karyawannya untuk meningkatkan kinerja karyawan perusahaan. Karyawan yang berkinerja baik diharapkan dapat mempengaruhi karyawan yang berkinerja buruk sehingga termotivasi untuk ingin berbuat lebih baik dan dapat memberikan hasil kerja yang baik bagi perusahaan. Agar perusahaan mempunyai karyawan yang loyal maka perusahaan dapat meningkatkan citranya dan perusahaan dapat Motivasi yang dilakukan pimpinan PT. ABC terhadap para karyawannya untuk meningkatkan kinerja karyawan salah satu cara nya dengan memberi, memberikan reward bagi karyawan yang berprestasi, dorongan sebelum melakukan pekerjaan, memberikan jaminan kesehatan, dan sebagainya. Pemberian motivasi pada karyawan juga dapat memberikan dampak pada pencapaian tujuan perusahaan. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka ada hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang kondisi perusahaan saat ini. Sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang AuPengaruh Kompensasi. Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja KaryawanAy METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini berdasarkan pendekatannya merupakan penelitian Menurut (Hikmawati, 2. definisi penelitian kuantitatif adalah analisis data dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif, pada dasarnya mengubah data hasil penelitian ke dalam bentuk deskripsi angka yang mudah dipahami, misalkan saja dalam bentuk persentase. Kemudian dikembangkan menjadi permasalahan beserta pemecahan yang diajukan untuk memperoleh pembenaran . dalam bentuk dukungan data empiris dilapangan. Tabel 3. Operasional Variabel Variabel Kompensasi (X. Indikator Upah dan Gaji Skala Interval Nining Yuningsih. Oom Tikaromah. Khairul Ahyar Pengaruh Kompensasi. Disiplin Kerja A. Variabel Indikator adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, 2. Insentif barang langsung atau tidak langsung yang diterima 3. Tunjangan karyawan sebagai imbalan balas jasa yang diberikan 4. Fasilitas kepada perusahaan. Menurut (Hasibuan, 2016 dalam Shofwani & Hariyadi, 2. Disiplin Kerja (X. adalah merupakan sikap kesediaan 1. Ketepatan Waktu seseorang untuk memenuhi, mematuhi, dan mentaati 2. Pemanfaatan Sarana semua peraturan yang telah ditetapkan oleh suatu 3. Tanggung Jawab Yang Menurut (Meirizki & Insiatiningsih, 2. Tinggi Ketaatan Terhadap Aturan Motivasi Kerja (X. adalah keadan dalam pribadi 1. Tanggung Jawab seseorang yang mendorong keinginan individu untuk 2. Prestasi Kerja melakukan kegiatan tertentu guna mencapai 3. Peluang Untuk Maju Menurut (Handoko, 2003 dalam Barima et 4. Pengakuan Atas Kinerja , 2. Pekerjaan Menantang Kinerja Karyawan (Y) adalah hasil dari kualitas dari 1. Kualitas Kerja kuantitas pekerjaan yang dilakukan oleh seorang 2. Kuantitas Kerja pegawai sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan 3. Efektivitas Menurut (Mangkunegara, 2017 dalam 4. Kemandirian Yeremia & Nuridin . Komiten Kerja Skala Interval Interval Interval Sumber : Diolah dengan peneliti 2024 Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas serta karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan di ambil kesimpulannya (Hikmawati, 2. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. ABC Departemen HRD sebanyak 60 karyawan. Teknik pemilihan sampel menggunakan sampel jenuh yang merupakan penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan menjadi sampel. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik responden berguna untuk menguraikan deskripsi identitas responden menurut sampel penelitian yang ditetapkan dengan jumlah sebanyak 60 Identitas responden yang menjadi subjek penelitian ini terdiri dari Usia. Jenis Kelamin dan Pekerjaan, sebagai berikut: Tabel 4. Karakteristik Responden Kategori Usia 20 Ae 30 tahun 31 Ae 40 tahun 41 Ae 50 tahun 51 Ae 60 tahun Gender Perempuan Laki-laki Lama Bekerja 1 Ae 5 tahun 6 Ae 10 tahun 11 Ae 15 tahun Jumlah KENTAL: Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Digital Vol. No. Maret Ae Agustus 2024 Kategori > 16 tahun Pendidikan Terakhir SMA/SMK D3/S1 Penghasilan Rp 5. 000 Ae Rp 5. Rp 6. 000 Ae Rp 6. Rp 7. 000 Ae Rp 7. > Rp 8. Status Kepegawaian Pegawai kontrak Pegawai Tetap Jumlah Statistik atau analisis sangat penting dalam suatu kajian karena statistik deskriptif tujuan yang bermanfaat untuk analisis tanggapan responden untuk setiap indikator dalam kuesioner. Penelitan akan menganalisis berdasarkan nilai rata-rata setiap variabel, dibagi menjadi 5 kategori sebagai berikut : Tabel 5. Kategori Interval Kategori Interval Sangat Rendah/Sangat Tidak Setuju 00 - 1. Rendah/Tidak Setuju 81 - 2. Sedang/Netral 61 - 3. Tinggi/Setuju 41 - 4. Sangat Tinggi/Sangat Setuju 21 - 5. Sumber : Imam Ghozali . Interval dalam kategori diatas diperoleh dari diperhitungkan sebagai berikut: Interval = . cuycnycoycaycn ycoycnycuycnycoycaycoOeycuycnycoycaycn ycoycaycoycycnycoycayc. ycycycoycoycaEa ycoycaycyceyciycuycycn Oe. = 5 = 0,8 Nilai maksimal dan minimal dalam perhitungan interval diatas diperoleh dari nilai skor skala likert, dimana diketahui skor maksimal dalam skala likert adalah 5 dan minimal 1. Tabel 6. Nilai Rata-rata statistik deskriptif variabel penelitian Variabel Mean Std Dev Kategori Kompensasi (X. 4,18 0,113 Tinggi Disiplin kerja (X. 4,67 0,054 Sangat Tinggi Motivasi kerja (X. 4,48 0,189 Sangat Tinggi Kinerja karyawan (Y) 4,62 0,046 Sangat Tinggi Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Tabel 7. Hasil Uji Validitas dan Realiabilitas No. Item Rhitung Rtabel 5% Kompensasi (X. X1. 0,786 0,254 Cronbach Alpha . Keterangan Reliabel Valid Nining Yuningsih. Oom Tikaromah. Khairul Ahyar Pengaruh Kompensasi. Disiplin Kerja A. No. Item Rhitung Rtabel 5% Kompensasi (X. X1. 0,665 X1. 0,877 X1. 0,771 Disiplin kerja (X. X2. 0,684 X2. 0,750 X2. 0,746 X2. 0,827 X2. 0,764 Motivasi kerja (X. X3. 0,666 X3. 0,792 X3. 0,782 X3. 0,871 X3. 0,684 Kinerja karyawan (Y) 0,760 0,809 0,804 0,848 0,872 0,733 0,789 Sumber : Data penelitian yang diolah SPSS 25 2024 Cronbach Alpha . Keterangan Reliabel Valid Valid Valid Reliabel Valid Valid Valid Valid Valid Reliabel Valid Valid Valid Valid Valid Reliabel Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,254 0,254 0,254 0,806 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,810 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,906 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 0,254 Hasil Uji Regresi Linier Berganda Pengujian regresi linier berganda bertujuan untuk mengukur seberapa besar pengaruh kompensasi (X. , displin kerja (X. , motivasi kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y). Berdasarkan perhitungan analisis persamaan regresi linier yang dilakukan dengan SPSS 25, maka diperoleh hasil data sebagai berikut: Tabel 8. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Model (Constan. Kompensasi Disiplin Kerja Motivasi Kerja Unstandardized Coefficients Std. Error 9,091 3,101 ,322 ,117 ,413 ,184 ,367 ,119 Standardized Coefficients Beta ,286 ,276 ,351 2,931 2,754 2,243 3,075 Sig. ,005 ,008 ,029 ,003 Sumber : Data penelitian yang diolah SPSS 25 2024 Berdasarkan tabel 8 analisis linier berganda diatas dapat diketahui bahwa nilai koefisien dari masing-masing variabel kompenasi (X. sebesar 0322, disiplin kerja (X. sebesar 0,413, dan motivasi kerja (X. 0,367 dan nilai konstanta 9,091. Dari hasil analisis regresi linier berganda tersebut maka dapat diketahui persamaan regresi linier berganda sebagai berikut : Y = 9,091 0,322 (X. 0,413 (X. 0,367 (X. KENTAL: Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Digital Vol. No. Maret Ae Agustus 2024 Berdasarkan Tabel 8, nilai konstanta sebesar 9,091 berarti perpotongan garis regresi dengan sumbu Y yang menunjukan kinerja karyawan PT. ABC ketika variabel bebasnya, yaitu Kompensasi (X. Disiplin Kerja (X. dan Motivasi Kerja (X. sama dengan nol. Nilai koefiesien beta pada variabel kompensasi sebesar 0,322, yang berarti bahwa setiap perubahaan pada variabel kompensasi sebesar satu satuan akan mengakibatkan perubahaan 0,322 satuan. Sebaliknya penurunan satu satuan pada variabel kompensasi akan menurukan kinerja karyawan sebesar 0,322 dengan asumsiasumsi lain adalah tetap. Kompensasi memiliki nilai signifikan 0. 008 dan koefesien regresi mempunyai nilai positif yaitu 0. 322 sedangkan nilai t hitung yang diperoleh 2,754 lebih besar dari t tabel yaitu 1,671. berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis menyatakan Auterdapat pengaruh secara parsial antara variabel bebas Kompensasi (X. dengan variabel terikat Kinerja Karyawan (Y)Ay maka dinyatakan diterima. Nilai koefiesien beta pada variabel disiplin kerja sebesar 0,413, yang berarti bahwa setiap perubahan pada variabel disiplin kerja sebesar satu satuan akan mengakibatkan perubahan 0,413 satuan. Sebaliknya penurunan satu satuan pada variabel disiplin kerja akan menurunkan kinerja karyawan sebesar 0,413 dengan asumsi-asumsi lain adalah tetap Disiplin Kerja memiliki nilai signifikan 0,029 dan koefesien regresi mempuyai nilai positif yaitu 0,413 sedangan nilai t hitung yang diperoleh yaitu 2,243 lebih besar dari nilai t tabel yaitu 1,671. berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis menyatakan Auterdapat pengaruh secara parsial antara variabel bebas Disiplin Kerja (X. dengan variabel terikat Kinerja Karyawan (Y)Ay maka dinyatakan diterima. Nilai koefiesien beta pada variabel motivasi kerja sebesar 0,367 yang berarti bahwa setiap perubahan pada variabel motivasi kerja sebesar satu satuan akan mengakibatkan perubahan 0,367 satuan. Sebaliknya penururnan satu satuan pada variabel motivasi akan menurunkan kinerja karyawan 0,367 dengan asumsi-asumsi lain adalah tetap. Motivasu Kerja memiliki nilai signifikan 0. 003 dan koefesien regresi mempuyai nilai positif yaitu0,367 sedangan nilai t hitung yang diperoleh yaitu 3,075 lebih besar dari nilai t tabel yaitu 1,671. berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis menyatakan Auterdapat pengaruh secara parsial antara variabel bebas Motivasi Kerja (X. dengan variabel terikat Kinerja Karyawan (Y)Ay maka dinyatakan diterima. Tabel 9. Hasil Uji F (Simulta. Model Regression Residual Total Sum of Squares 313,263 242,070 555,333 Mean Square 104,421 4,323 24,157 Sig. ,000b Berdasarkan pada Tabel 9, pada Uji F Simultan diketahui sig untuk pengaruh X1,X2, dan X3 secara simultan terhadap Y adalah 0,000 < 0,05 dan nilai F hitung sebesar 24,157 > Ftabel 2,758. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima yang berarti terdapat pengaruh secara simultan X1,X2 dan X3 terhadap Y, artinya semua variabel dalam penelitian ini mempengaruhi Kinerja Karyawan PT ABC. Jadi variabel kompensasi, disiplin kerja dan motivasi kerja berpengaruh dalam meningkatkan suatu kinerja karyawan. Nining Yuningsih. Oom Tikaromah. Khairul Ahyar Pengaruh Kompensasi. Disiplin Kerja A. Uji Koefisien Determinasi (R. Analisis Koefisien Determinasi yaitu untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen, dimana hubungan dinyatakan oleh tanda negatif dan positif. Apabila r = 1 atau mendekati 1, maka korelasi antara dua variabel dikatakan positif, sangat kuat dan bersifat searah, artinya kenaikan atau penurunan nilai X terjadi bersama dengan kenaikan atau penurunan nilai Y (Imam Ghozali, 2. Berikut adalah hasil Uji Koefisien Determinasi menggunakan bantuan software IBM SPSS statistic version 25 for windows dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: : Tabel 10. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model R Square ,751a ,564 Adjusted R Square ,541 Std. Error of the Estimate 2,079 Durbin-Watson 1,920 Sumber : Data penelitian yang diolah SPSS 25 . Berdasarkan pada Tabel 10, diketahui bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 0,541 hal ini mengandung arti bahwa pengaruh variabel kompensasi,disiplin kerja dan motivasi kerja berpengaruh terhadap variabel kinerja karyawan sebesar 54,1%. Sedangkan sisanya yaitu 45,9% kinerja karyawan dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pembahasan Penelitian ini membahas pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan, pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan, pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan, pengaruh kompensasi, disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. ABC. Pengaruh Kompensasi (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y). Berdasarkan hasil dari penelitian menggunakan SPSS 25 menyatakan bahwa Kompensasi memiliki pengaruh signifikan 0,008<0,05 dan koefisien regresi mempunyai nilai positif 0,322 sedangkan nilai thitung yang diperoleh 2,754 lebih besar dari nilai ttabel 1,671 Sehingga disimpulkan kompensasi berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan, maka dapat diperoleh Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukan bahwa dengan pemberian gaji dan tunjngan yang baik maka akan meningkatkan kinerja karyawan PT. ABC. Hasil ini relevan dengan temuan peneliti sebelumnya Istifadah & Santoso . yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan pada variabel kompensasi terhadap kinerja karyawan. Pengaruh Disiplin Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y). Berdasarkan hasil dari penelitian menggunakan SPSS 25 menyatakan bahwa Disiplin Kerja memiliki pengaruh signifikan 0,029<0,05 dan koefisien regresi mempunyai nilai positif 0,413 sedangkan nilai thitung yang diperoleh 2,243 lebih besar dari nilai ttabel 1,671 Sehingga disimpulkan disiplin kerja berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan, maka dapat diperoleh Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukan karyawan melakukan disiplin yang baik dengan datang tepat waktu dan memanfaatkan waktu dengan baik maka akan meningkatkan kinerja karyawan PT. ABC. Hasil ini relevan KENTAL: Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Digital Vol. No. Maret Ae Agustus 2024 dengan temuan peneliti sebelumnya Yeremia & Nuridin, . dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh Kompensasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karawan pada PT. Mitra Adiperkasa. Tbk. Menyatakan bahwa Disiplin Kerja berpengaruh positif terhadap Kinera Karyawan pada PT. Mitra Adiperkasa. Tbk. Dalam penelitian yang dilakuan oleh (Yeremia & Nuridin, 2. dapat dilihat bahwa nilai sig sebesar 0,000< . ebih keci. dari 0,05 dan nilai t hitung sebesar 8,960 > . ebih besa. dari ttabel sebesar 2,048 sehingga hal tersebut terdapat pengaruh positif dan signifikan pada variabel disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. Pengaruh Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y). Berdasarkan hasil dari penelitian menggunakan SPSS 25 menyatakan bahwa Motivasi Kerja memiliki pengaruh signifikan 0,003<0,05 dan koefisien regresi mempunyai nilai positif 0,367 sedangkan nilai thitung yang diperoleh 3,075 lebih besar dari nilai ttabel 1,671 Sehingga disimpulkan motivasi kerja berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan, maka dapat diperoleh Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukan dengan memberikan kepercayaan atas hasil kerja dan memberikan peluang untuk maju bagi kayawan maka akan meningkatkan motivasi sehingga mempengaruhi kinerja karyawan PT. ABC. Hasil ini relevan dengan temuan peneliti sebelumnya Muhamad Marlius & Pebrina, . dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh Motivasi. Kompensasi dan Disiplin Kerja Pada PT. Kencana Sawit Indonesia. Menyatakan bahwa Motivasi Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Kencana Sawit Indonesia. Dalam penelitian yang dilakukan oleh (Marlius & Pebrina, 2. dapat dilihat bahwa nilai sig 0,013 < . ebih keci. dari 0,05 dan nilai t hitung sebesar 2,579 > . ebih besa. dari ttabel 2,013 sehingga hal tersebut terdapat pengaruh positif dan signifikan pada variabel motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Pengaruh Simultan Kompensasi (X. Disiplin Kerja (X. Dan Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y). Berdasarkan hasil dari penelitian menggunakan SPSS 25 menyatakan bahwa terdapat pengaruh simultan kompensasi, disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dengan nilai signifikan secara simultan terhadap Y sebesar 0,000<0,05 dan nilai Fhitung sebesar 24,157 > Ftabel 2,758, maka dapat diperoleh Ho ditolak dan Ha Hasil ini relevan dengan temuan peneliti sebelumnya (Pratama, 2. dalam penelitianya yang berjudul Pengaruh Disiplin Kerja. Kompensasi dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan. Menyatakan bahwa disiplin kerja, kompensasi dan motivasi kerja memiliki berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh (Pratama, 2. dapat dilihat bahwa nilai adalah 0,000 < . ebih keci. dari 0,05 dan nilai Fhitung sebesar 56,338 > Ftabel 2,706. sehingga hal tersebut secara simultan kinerja karyawan dipengaruhi oleh kompensasi, disiplin kerja dan motivasi kerja. SIMPULAN Kinerja Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini berarti kompensasi yang diberikan perusahaan sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Nining Yuningsih. Oom Tikaromah. Khairul Ahyar Pengaruh Kompensasi. Disiplin Kerja A. Hal ini berarti disiplin kerja yang dilakukan oleh karyawan sudah baik dan menentukan kinerja karyawan. Motivasi kerja memiliki berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini berarti motivasi kerja yang dilakukan oleh karyawan sudah baik dan menentukan kinerja karyawan. Kompensasi. Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kinerja Yang berarti kompensasi, disiplin kerja dan motivasi kerja sangat mempengaruhi kinerja karyawan PT. ABC. Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam jumlah sampel, diharapkan peneliti selanjutnya dapat menambahkan sampel penelitian serta variabel penelitian diluar variabel yang telah diteliti. DAFTAR PUSTAKA