Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan Volume 16. No. April 2025 ISSN:2086-3861 E-ISSN: 2503-2283 Identifikasi dan Kelimpahan Plankton di Tambak Udang Vannamei (Litopenaeus vanname. Sistem Intensif di CV. Lautan Sumber Rejeki Banyuwangi Jawa Timur Identification and Abundance of Plankton in the Vannamei Shrimp (Litopenaeus vanname. Pond Intensif System in CV. Lautan Sumber Rejeki Banyuwangi East Java Nyustami Lira Prastiwi . Anna Fauziah dan Nazran Program Studi Teknik Budidaya Perikanan. Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo *Penulis korespondensi : email: nyustamiliraprastiwi@gmail. (Diterima Desember 2024 /Disetujui April 2. ABSTRACT The ponds in Indonesia, especially in Banyuwangi Regency, generally produce fisheries products with high economic value aimed at export. One of the fisheries products that is currently developing is vannamei shrimp (Litopenaeus vanname. The development of vannamei shrimp farming using an intensive system requires attention to feed and the presence of plankton, which is an important factor in the aquatic ecosystem, where phytoplankton serves as the primary producer or the first trophic level. The presence of plankton can have both beneficial and detrimental effects, and its distribution is influenced by the physical, chemical, and biological conditions of the water, which in turn affects plankton abundance. The water quality in vannamei shrimp farming is managed through the use of probiotics and efforts to promote plankton growth. This study aims to estimate the abundance and stability of pond water based on biological measurements such as variations, diversity, and dominance of plankton in the vannamei shrimp pond. The plankton identification results in the vannamei shrimp farming pond found four types of plankton, namely: . ,3 Ae . % from the Chlorophyta group (Green Alga. , . Ae . % from the Cyanophyta group (Blue-Green Alga. , . Ae . % from the Bacillariophyta group (Diatom. , . ,2 Ae . % from the Phyrrophyta group (Dinoflagellate. , and 7% ftom the Protozoa group. The diversity index (HA. showed a moderate status, the uniformity index (E) was high, and the dominance index was low. Keywords: Plankton. Biological indeks. Water Quality. ABSTRAK Tambak di Indonesia terutama di Kabupaten Banyuwangi biasanya menghasilkan produk perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi berorientasi ekspor. Salah satu produk perikanan yang sedang berkembang saat ini adalah udang vanname (Litopenaeus vanname. Pengembangan system budidaya udang vanname menggunakan system intensif selain memperhatikan pakan, keberadaan plankton juga merupakan salah satu factor penting dalam budidaya udang sebagai tropic level dalam perairan di mana fitoplankton menjadi produsen utama atau tropic level pertama di perairan. Sifat plankton dalam perairan bisa menguntungkan dan atau Kondisi fisika, kimia, dan biologi suatu perairan juga akan memengaruhi distribusi plankton di perairan secara langsung akan berpengaruh pada kelimpahan plankton. Kualitas air pada budidaya udang vanname ini dikelola dengan memanfaatkan aplikasi probiotik dan penumbuhan plankton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperkirakan kelimpahan dan stabilitas air tambak dari pengukuran biologis . ariasi, keragaman, dan dominasi plankto. di tambak udang CV. Lautan Sumber Rejeki Banyuwangi. Metode analisis data yang digunakan yaitu kuantitatif secara deskriptif. Adapun parameter uji pada penelitian ini yaitu kelimpahan plankton, keanekaragaman plankton, keseragaman plankton, dan dominasi jenis plankton yang terdapat pada tambak udang vanname. Hasil identifikasi plankton pada tambak udang vanname di CV. To Cite this Paper : Prastiwi. Fauziah. Nazran. Identifikasi dan Kelimpahan Plankton di Tambak Udang Vannamei (Litopenaeus vanname. Sistem Intensif di CV. Lautan Sumber Rejeki Banyuwangi Jawa Timur. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 16 : 68-76 Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. Lautan Sumber Rejeki Banyuwangi ditemukan 4 jenis plankton diantaranya yaitu : . ,3 Ae . % dari golongan Chlorophyta (Green Alga. , . Ae . % dari golongan Cyanophyta (Blue-Green Alga. , . Ae . % dari golongan Bacillariophyta (Diatom. , . ,2 Ae . % dari golongan Phyrrophyta (Dinoflagellat. , dan 7% dari golongan Protozoa. Status indeks keanekaragaman (HA. sedang, indeks keseragaman (E) tinggi dan indeks dominasi rendah. Kata Kunci: Plankton. Indeks Biologi, dan Kualitas Air. PENDAHULUAN Udang vannamei (Litopenaeus vanname. merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan yang dibudidayakan di Indonesia. Udang ini mulai diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2001 melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No. 41/2001, dengan tujuan untuk meningkatkan produksi udang Indonesia sebagai pengganti udang windu (Penaeus monodo. yang kualitasnya semakin menurun. Saat ini udang vannamei telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan dikembangkan oleh para pembudidaya dan petambak (Ravuru dan Mude. Pengembangan teknologi budidaya udang vannamei terus berkembang dengan hadirnya teknologi budidaya intensif dan supra intensif, yang memiliki padat tebar tinggi, mencapai 100-400 ekor/mA (Nababan dkk. , 2. Budidaya intensif sendiri mengacu pada sistem yang menggunakan padat tebar sekitar 100-300 ekor/mA, dilengkapi dengan mulsa plastik yang menutupi seluruh area, dan menggunakan kincir angin, pompa air, aerator, dan pakan pelet 100% (Hidayat et al. , 2. Meningkatnya budidaya udang vaname seiring dengan meningkatnya permintaan pakan udang. Saat ini telah dikembangkan berbagai teknologi pakan dengan mengadaptasi pakan alami, salah satunya adalah plankton yang merupakan sumber makanan alami bagi larva organisme perairan. Plankton yang berperan sebagai produsen utama di perairan adalah fitoplankton, sedangkan zooplankton, larva, ikan, udang, kepiting, dan organisme lainnya berfungsi sebagai konsumen (Madinawati, 2. Menurut (Nasution, 2. , fitoplankton memiliki peran yang sangat penting dalam ekosistem perairan terutama dalam produktivitas primer karena dapat melakukan fotosintesis yang menghasilkan bahan organik dan oksigen yang dibutuhkan oleh organisme tingkat tinggi. Plankton memiliki peran krusial dalam budidaya udang terutama pada sistem otrofik yang mengandalkan fitoplankton untuk menghasilkan oksigen melalui fotosintesis pada siang hari (Sa'diyah. Apabila jumlah plankton tidak mencukupi maka laju pertumbuhannya tidak akan sebanding dengan pertumbuhan ikan yang telah didomestikasi sehingga dapat menyebabkan ikan tidak tumbuh optimal (Qiptiyah dkk. , 2. Selain manfaatnya, plankton di perairan juga dapat memberikan dampak negatif. Menurut Akbarurrasyid et al. , . beberapa jenis plankton dari golongan Diatom, seperti Cosniodiscus . Nitzschia sp. , dan Rizosolenia sp. , serta plankton dari golongan Dynophyceae seperti Gymnodinium brevis. Gymnodinium sanguineus, dan Gonyaulax xanenella, dapat merugikan karena mengeluarkan neurotoksin, meningkatkan kadar amonia, dan mengganggu sistem pernapasan ikan . Madinawati . menyatakan bahwa peningkatan jumlah plankton yang melebihi batas toleransi organisme hidup dapat menimbulkan dampak negatif, seperti kematian massal organisme perairan akibat persaingan mendapatkan oksigen terlarut. Selain itu, menurut Nasution . , kondisi perairan akan mempengaruhi pola distribusi fitoplankton, baik secara horizontal maupun vertikal, yang pada akhirnya akan mempengaruhi distribusi fitoplankton. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan kestabilan air tambak berdasarkan pengukuran parameter biologi yaitu, variasi, keanekaragaman, dan dominasi plankton di tambak udang vannamei CV. Lautan Sumber Rejeki Kabupaten Banyuwangi. Jawa Timur. MATERI DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2024 dan bertempat di tambak udang vaname CV. Lautan Sumber Rejeki. Kabupaten Banyuwangi. Jawa Timur. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitan yaitu: botol sampel, spektofotometer. To Cite this Paper : Prastiwi. Fauziah. Nazran. Identifikasi dan Kelimpahan Plankton di Tambak Udang Vannamei (Litopenaeus vanname. Sistem Intensif di CV. Lautan Sumber Rejeki Banyuwangi Jawa Timur. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 16 : 68-76 Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. refraktometer, pH meter, mikroskop, cover glass, objek glass, haemocytometer, pipet tites, gelas ukur. DO meter, alkohol, air sampel, sulphanilamide, asam sulfat (H2SO. , phenoptihalen, methyl orange, etanol, kalium permanganat (KMnO. ,asam oksalat, akuades. Triptic Soya Agar (TSA). Thiosulfate Citrate Bile Salts Sucrose (TCBS), sodium chloride (NaCL) dan asam etilenadiaminatetraasetat (EDTA). Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan mengambil sampel dari 4 petak tambak Sampel yang diambil terdiri dari sampel plankton dan sampel kualitas air tambak. Sampel plankton dianalisis di laboratorium, sedangkan sampel kualitas air diamati secara in-situ dan ex-situ. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Parameter dan Analisis Data Untuk menilai keanekaragaman plankton pada tambak udang vaname di CV. Lautan Sumber Rejeki, dilakukan perhitungan indeks keanekaragaman, indeks keragaman, dan indeks dominasi. Pengamatan terkait indeks keanekaragaman plankton dilakukan di empat lokasi. Indeks keanekaragaman komunitas plankton dapat dihitung dengan menggunakan persamaan ShannonWiener (Raunsay et al. , 2. ya = Oe ycEycn. yaycuycEycn Dimana : HAo = Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener Pi = Proporsi individu spesies terhadap jumlah total individu Ln = Logaritma natural Untuk menilai indeks keragaman, dilakukan perhitungan. Jika nilai indeks keragaman yang dihasilkan relatif tinggi, hal ini menunjukkan bahwa keberadaan setiap spesies akuatik tersebar Indeks keragaman dapat dihitung dengan rumus berikut: ya= Dimana : yaA ya ycoycaycoyc E = Indeks Keragaman HAo = Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener HAomaks = Ln S (S adalah jumlah genu. Indeks dominasi menggambarkan jumlah total plankton yang ditemukan di setiap stasiun penelitian (Usman et al. , 2. dapat dianalisis dan dihitung menggunakan persamaan berikut: ya= . cEyc. Dimana : D = Indeks Dominasi S = Jumlah total spesies Pi = Proporsi individu spesies terhadap jumlah total individu HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil identifikasi plankton pada tambak budidaya udang vanamae CV. Lautan Sumber Rejeki diperoleh dari golongan Chlorophyta (Green Alga. Cyanophita (Blue Green Alga. Chrysophyta (Diato. Phyrrophyta (Dinoflagellat. Protozoa. Zooplankton dan Euglenophyta. Secara garis besar plankton yang memiliki kelimpahan paling tinggi yaitu golongan Chlorophyta (Green Alga. To Cite this Paper : Prastiwi. Fauziah. Nazran. Identifikasi dan Kelimpahan Plankton di Tambak Udang Vannamei (Litopenaeus vanname. Sistem Intensif di CV. Lautan Sumber Rejeki Banyuwangi Jawa Timur. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 16 : 68-76 Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. Jenis-jenis plankton yang memiliki jumlah yang tinggi merupakan jenis yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya lebih efisien dari jenis yang lain pada tingkat trofik yang sama (Qiptiyah et al. Adapun jumlah kelimpahan rata-rata plankton pada setiap petakan tambak udang vanname CV. Lautan Sumber Rejeki seperti pada Tabel 1. Chlorophyta(Green Alga. Cyanophyta (Blue Green Alga. Bacillariophyta (Diato. Phyrrophyta (Dinoflagellat. Protozoa Gambar 1. Prosentase Kelimpahan Plankton di CV. Lautan Sumber Rejeki Jenis Plankton Chlorophyta (Green Alga. Cyanophyta (Blue Green Alga. Bacillariophyta (Diato. Phyrrophyta (Dinoflagellat. Protozoa Tabel 1. Jumlah Kelimpahan Plankton Jumlah Populasi Genus . nd/m. Chamydomonas Chlorella/Nanno Tetracelmiss Anabaenopsis Microcystis Oscillatoria Spirulina Amphora Achantes Cyclotella Thalassiosira Nitzschia Gyrodinium Protoperidinium Chryptomonas Peridinium Acanthecystis Chilomonas Jumlah Total Jumlah Rata-Rata . nd/m. Frekuensi plankton tertinggi berdasarkan kelas adalah Chlorophyta yang ditemukan pada D5. Frekuensi plankton yang dominan ditemui pada setiap petakan adalah kelas Chlorophyta dan Bacillariophyta. Frekuensi jumlah kelas plankton terendah ada pada kelas Protozoa sebanyak 2 spesies. Presentase kelas plankton yang ditemukan selama penelitian terdiri dari beberapa kelas dapat dilihat pada Gambar 1. Green algae banyak ditemukan di tambak udang karena jenis plankton ini mudah tumbuh To Cite this Paper : Prastiwi. Fauziah. Nazran. Identifikasi dan Kelimpahan Plankton di Tambak Udang Vannamei (Litopenaeus vanname. Sistem Intensif di CV. Lautan Sumber Rejeki Banyuwangi Jawa Timur. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 16 : 68-76 Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. diberbagai kondisi lingkungan. Chlorophyta (Green Alga. menghasilkan klorofil yang bermanfaat untuk fotosintesis serta menghasilkan oksigen tambahan di tambak. Beberapa spesies yang terdapat pada lokasi penelitian yaitu Chamydomonas. Chlorella, dan Tetracelmiss. Hasil pengamatan diperoleh kelimpahan dari Chlorophyta (Green Alga. sangat mendominasi pada setiap kolamnya dengan spesies yang paling tinggi yaitu Chlorella. Chlorella sp. kemampuan untuk menyerap karbondioksida untuk reproduksi sel-sel tubuhnya sehingga mengurangi kadar karbondioksida di dalam air (Pratiwi & Arfianti, 2. Menurut (Setyaningrum & Yuniartik, 2. , bahwa fitoplankton yang diharapkan untuk tumbuh dalam kolam adalah dari kelas Chlorophyta karena kelas ini dapat dijadikan sebagai pakan alami bagi udang vaname selain sebagai penambah oksigen di perairan. Berdasarkan tabel 5 diperoleh kelimpahan rata-rata Chlorella pada tambak udang vaname A 187 ind/ml. FREKUENSI KELAS PLANKTON Spesies yang terdapat pada tambak udang pada jenis Blue Green Algae yaitu Anabaenopsis. Microcystis. Oschilatoria dan Spirulina. Hasil pengamatan diperoleh jenis yang paling tinggi kelimpahannya adalah Oschillatoria. Oschillatoria ditemukan dengan kelimpahan rata-rata A 32 ind/ml. Kelas Cyanophyta merupakan jenis plankton yang dihindari oleh petambak karena dalam kondisi blooming akan menyebabkan perairan berwarna hijau biru bahkan hitam karena mengandung toksin yang berbahaya bagi udang. Jenis ini memiliki kemampuan besar dalam mentoleransi perubahan lingkungan baik suhu, salinitas maupun pH (Mansyah et al. , 2. Oschillatoria sifatnya euryhaline dan dapat tumbuh pada salinitas 0-35, di samping dapat hidup dan tumbuh pada lingkungan yang kandungan nitrogennya rendah karena kemampuannya mengikat N bebas dari udara (Juliyanto. , 2. Gambar 2. Diagram Frekuensi Plankton Kelas Bacillariophyta (Diato. juga memdominasi pada semua petakan. Spesies yang didapatkan dari jenis Diatom ini yaitu. Amphora. Acanthes. Cyclotella sp. Thalassiosira, dan Nitzchia. Spesies yang dominan di petak D1,D2,D3,D5 yaitu Amphora. Acanthes, dan Thalassiosira. Penggunaan pakan alami Thalassiosira secara tunggal maupun kombinasi dengan Chlorella sp dapat mempercepat perkembangan dan meningkatkan sintasan larva udang vaname (Narayana et al. Spesies yang ditemukan pada tambak udang ini yaitu jenis Gyrodinium. Protoperidinium. Cryptomonas, dan Peridinium. Keberadaan dinoflagellata pada tambak udang sangat tidak dikehendaki karena jika kelimpahannya tinggi maka akan menyebabkan perairan berwarna cokelat kemerahan dan mengandung racun. Dinoflagellata salah satu genus plankton yang apabila blooming akan bersifat toksik bagi kehidupan organisme akuatik (Ariadi et al. Tingkat dominansi plankton dari Dinoflagellata masih jarang ditemukan pada kegiatan budidaya udang pola Hasil pengamatan diperoleh kelimpahan dari Dinoflagellata masih dibawah 10% (Gambar Hal ini menunjukkan bahwa perairan tambak masih dikategorikan normal karena kelimpahan Dinoflagellata pada setiap kolam sangat rendah. Protozoa yang ditemukan selama pengamatan sebesar 7% (Gambar . yaitu terdiri dari Acanthecystis dan Chilomonas yang hanya ditemukan pada petak D3 dan D5. Keberadaan To Cite this Paper : Prastiwi. Fauziah. Nazran. Identifikasi dan Kelimpahan Plankton di Tambak Udang Vannamei (Litopenaeus vanname. Sistem Intensif di CV. Lautan Sumber Rejeki Banyuwangi Jawa Timur. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 16 : 68-76 Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. protozoa ini tidak terlalu berpengaruh terhadap budidaya udang. Selain kelimpahannya yang rendah juga bukan merupakan ektoparasit yang sangat berbahaya dibudidaya udang. Nilai indeks keanekaragaman (H) antara 1,82 - 2,31 yang menunjukkan kestabilan komunitas biota yang moderat . dengan keanekaragaman tertinggi pada petak D5 . dan terendah pada petak D1 . Indeks keseragaman (E) pada tambak udang antara 0,82-0,86 yang dapat diartikan perairan dalam kondisi keseragaman tinggi. Selain itu pada perairan tambak udang tersebut tidak terdapat dominansi individu karena memiliki nilai dominasi (C) sebesar 0,13-0,2. Nilai indeks Keanekaragaman (HA. Keseragaman (E) dan Dominansi (C) pada tiap stasiun penelitian disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Nilai Keanekaragaman (HA. Keseragaman (E) dan Dominansi Petak Parameter Indeks Keanekaragman (H') 1,82 2,237 2,285 2,314 Indeks Keragaman (E) 0,828 0,848 0,866 0,834 Indeks Dominasi (C) 0,204 0,147 0,135 0,135 Berdasarkan Tabel 2 diperoleh indeks keanekaragaman plankton (H) pada semua kolam tambak memiliki nilai 1CHC3 yang berarti perairan tersebut memiliki kestabilan komunitas biota yang moderat . Nilai indeks keanekaragaman plankton antara 1-3 dapat diartikan perairan tersebut stabil atau normal (Diniariwisan & Rahmadani, 2. Sedangkan nilai indeks keseragaman berkisar antara 0,82 Ae 0,86. Indeks keseragaman plankton (E) hampir pada semua kolam memiliki nilai E > 0,75 menunjukkan keseragaman yang tinggi. Indeks keseragaman yang semakin mendekat ke angka 1 berarti komunitas fitoplankton dalam keadaan cukup stabil karena jumlah individu tiap spesies relatif tidak berbeda. Nilai E yang tinggi dapat diartikan bahwa struktur komunitasnya stabil, karena tiap organisme mendapat peluang yang sama dalam pemanfaatan nutrient yang tersedia di perairan (Suwandana et al. , 2. Kisaran nilai indeks keseragaman dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 0,00 < E O 0,50 = Komunitas berada pada kondisi rendah/tertekan. 0,50 < E O 0,75 = Komunitas berada pada kondisi sedang/labil dan E > 0,75 = Komunitas berada pada kondisi tinggi (Rahmah et al. , 2. Indeks dominasi plankton (C) pada semua kolam menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antar kolam. Setiap kolam indeks dominasi tergolong rendah . sehingga diartikan tidak ada dominasi individu. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada genus dengan kelimpahan yang lebih tinggi dibandingkan genus lainnya. Indeks dominasi merupakan indeks yang memperlihatkan adanya spesies yang mendominasi pada suatu komunitas plankton (Medinawati, 2. Spesies yang dominan dalam suatu komunitas memperlihatkan kekuatan spesies tersebut dibandingkan dengan spesies lainnya Nilai dominansi dibawah 0,5 menunjukkan nilai dominansi yang rendah (Mustari et al. , 2. Analisis Kualitas Air Konsentrasi masing-masing parameter kualitas air dapat dilihat pada Tabel 3. Nilai parameter kualitas air tambak mayoritas masih sesuai dengan ambang batas untuk budidaya udang putih. Yaitu, pH 8. 5, oksigen terlarut >4 mg/L, kecerahan 30-40 cm, suhu 30-32 C, salinitas 25-30, 1 mg/L, nitrit <0. 1 mg/L. Tabel 3. Hasil Pengukuran Parameter Kualitas Air Kualitas Air Petak Suhu ( C) Kecerahan . 8,1-8,5 8,2-8,4 8,2-8,4 8,0-8,5 Salinitas . To Cite this Paper : Prastiwi. Fauziah. Nazran. Identifikasi dan Kelimpahan Plankton di Tambak Udang Vannamei (Litopenaeus vanname. Sistem Intensif di CV. Lautan Sumber Rejeki Banyuwangi Jawa Timur. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 16 : 68-76 Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. Oksigen Terlarut . g/L) 4,4-4,6 4,4-5,1 4,4-4,9 4,4-4,8 Warna Air H-HC 0,0070,028 0,0180,173 H-CH-HC H-CH H-HC 0,008-0,028 0,007-0,032 0,008-0,032 0,024-0,151 0,032-0,161 0,034-0,178 Nitrit . g/L) Fosfat . g/L) Suhu yang didapatkan di tambak CV. Lautan Sumber Rejeki selama penelitian rata-rata berkisar antara 30 - 32 C. Suhu ini merupakan kadar yang baik untuk pertumbuhan plankton. Menurut Aniyah . , organisme perairan mempunyai toleransi suhu pada kisaran suhu tertentu yang disukai untuk pertumbuhan seperti diatom dan alga filum Chlorophyta dapat tumbuh dengan baik pada kisaran suhu berturut-turut 20-30 C dan 30-35 C. Hal ini sesuai dengan hasil pengamatan plankton yang didapatkan dengan kelimpahan terbanyak yakni dari kelompok Chlorophyta spesies Chlorella dan dari kelompok diatom. Kecerahan merupakan salah satu faktor pembatas bagi kehidupan fitoplankton karena mempengaruhi penetrasi cahaya yang masuk ke dalam perairan. Hal itu sependapat dengan (Purnamaningtyas, et al. , 2. bahwa kecerahan berpengaruh langsung terhadap fotosintesa. Hal itu juga akan berpengaruh terhadap distribusi plankton. Nilai pH yang terukur di lokasi penelitian berkisar antara 8,0-8,5. Nilai pH ini masih dalam kategori baik untuk pertumbuhan plankton. Menurut Setiawan et al. , . , perairan dengan pH antara 6 Ae 9 merupakan perairan dengan kesuburan yang tinggi dan tergolong produktif karena memiliki kisaran pH yang dapat mendorong proses pembongkaran bahan organik yang ada dalam perairan menjadi mineral-mineral yang dapat diasimilasikan oleh fitoplankton. Hasil pengukuran salinitas pada saat melakukan praktik kerja lapang ini berkisar antara 25 Ae 30 ppt, dimana pada batas tersebut plankton juga masih berkembang dengan baik. Hal tersebut menurut Sukardi & Arisandi . , fitoplankton dapat berkembang dengan baik pada kisaran toleransi salinitas 15Ae32 ppt. Nilai DO berkisar dari 4,4 Ae 4,6 mg/L dan juga tergolong sesuai dengan pendapat Susanti et al. bahwa nilai DO dapat dipengaruhi oleh kepadatan fitoplankton serta cuaca pada saat Standar SNI 01-72467-2006 parameter kualitas air memiliki persyaratan nilai NO2 dengan kisaran 0,01 mg/L. Hasil pengukuran NO2 rata-rata berkisar 0,007 - 0,032 mg/L seperti yang tertera pada Tabel 3. Hal ini sesuai dengan pendapat (Supono, 2. menyatakan bahwa nilai optimum nitrit yang ditoleransi oleh udang yaitu 1,0 mg/l. Kadar fosfat yang diperoleh berkisar 0,018 - 0,178 mg/L. Konsentrasi fospat cenderung meningkat seiring bertambahnya umur udang. Menurut Hasan et al. , . bahwa perairan dengan tingkat kesuburan tinggi memiliki nilai fosfat berkisar antara 0,051 Ae 0,1 mg/L, jika kandungannya < 0 mg/L maka akan menjadi faktor pembatas. KESIMPULAN DAN SARAN Indeks keanekaragaman (H) plankton pada perairan tambak udang sistem intensif CV. Lautan Sumber Rejeki. Banyuwangi antara 1,82-2,31 yang menunjukkan kestabilan komunitas biota yang moderat . , dengan nilai indeks keseragaman (E) di perairan tambak mendekati 1 yakni antara 0,82-0,86 sehingga dapat disimpulkan bahwa keseragaman jenis plankton di perairan tersebut relatif tinggi. Sedangkan indeks dominansi di perairan tambak adalah mendekati 0 sebsar 0,13-0,2 dan dapat disimpulkan bahwa pada perairan tersebut tidak terdapat dominansi individu. Rekomendasi terkait pengambilan sampel air dilakukan sekurang-kurangnya tiga kali sehari agar dapat dikontrol keragaman dan kelimpahan plankton yang ada di perairan agar apabila terjadi dominasi pada salah satu spesies dan dapat menimbulkan kerugian dapat segera ditangani. DAFTAR PUSTAKA