Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 PERENCANAAN PUSAT INFORMASI KEBUDAYAAN DI TENGGARONG DENGAN PENERAPAN DOUBLE SKIN FACADE Aulia Istiqoma Indaryati1. Mahdalena Risnawaty2. Lidia3 1Mahasiswa Program Studi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda 2Dosen Prodi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda 2Dosen Prodi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Email penulis: auliaistiqomah2728@gmail. ABSTRAK Pusat informasi kebudayaan adalah bangunan yang dibangun Khusus sebagai wadah informasi kebudayaan dan juga sebagai tempat berdiskusi, belajar dan sebagai tempat yang mewadahi Event festival kebudayaan, khususnya pada kabupaten Kutai Kartanegara di kota Tenggarong. Permasalahan iklim dan juga estetika bangunan yang dibutuhkan pada era globalisasi saat ini menjadikan bangunan pusat informasi kebudayaan juga perlu memperhatikan kebutuhan sosial media generasi saat ini maka penerapan yang digunakan yaitu dengan sistem Double Skin Facade. Kegiatan yang diwadahi dalam Pusat Informasi kebudayaan dengan Penerapan Double skin facade ini belum ada di Tenggarong maka pentingnya peran bangunan pusat informasi kebudayaan agar kegiatan kebudayaan di Kota Tenggarong ini dapat di fasilitasi seperti contohnya : Festival adat Erau yang mana pada bangunan ini memiliki beberapa bangunan di antaranya bangunan untuk kegiatan utama, penunjang, utama kantor dan servis, dalam hal ini kegiatan utama . nformasi dan pelatihan edukasi pariwisat. dan kegiatan penunjang Kata kunci : Kutai Kartanegara. Tenggarong. Pusat Informasi Kebudayaan ABSTRACT The cultural information center is a building specially built as a place for cultural information as well as a place for discussion, learning and as a place to accommodate cultural festival events, especially in the Kutai Kartanegara district in the city of Tenggarong. Climate problems and also the aesthetics of buildings needed in the current era of globalization make cultural information center buildings also need to pay attention to the needs of the current generation of social media, the application used is the Double Skin Facade system. Activities that are accommodated in the Cultural Information Center with the application of the Double skin facade do not yet exist in Tenggarong, so the importance of the role of the cultural information center building so that cultural activities in Tenggarong City can be facilitated, for example: Erau traditional festival which in this building has several buildings including building for main, supporting, main office and service activities, in this case the main activities . ourism education information and trainin. and other supporting activities. Keyword : Kutai Kartanegara. Tenggarong. Cultural Information Center Pendahuluan Badan Pariwisata dan Kebudayaan adalah lembaga pemerintah non kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui menteri yang membidangi urusan pemerintahan di bidang pariwisata. Dibentuk sebagai Badan Ekonomi Kreatif, badan ini pertama kali dibentuk oleh Presiden Joko Widodo melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2015. Semula urusan ekonomi kreatif menjadi bagian dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang dibentuk pada Kabinet Indonesia Bersatu II tahun 2011 sampai 2014. Kebudayaan pada Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya pada kota Tenggarong mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan Kebudayaan ekonomi kreatif di bidang : Seni Tari Kutai Seni Tari Dayak Totem - 1 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 Arsitektur Seni Kriya Seni Pahat Seni Musik Seni Drama/Pertunjukan Kuliner Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud. Badan Ekonomi Kreatif pada bangunan perencanaan pusat informasi kebudayaan di Tenggarong ini difokuskan pada beberapa bidang saja. umber:KutaiKartanegara. Dengan adanya permasalahan di atas maka di Kalimantan Timur khususnya pada Kota Tenggarong sangat diperlukan adanya pusat informasi pariwisata dan kebudayaan yang dilengkapi dengan bentuk bangunan yang menggunakan konsep penerapan Double Skin Facade yaitu sistem penerapan Fasad hijau untuk penghematan energi pada bangunan, dan juga sebagai estetika pada bangunan. Pengaruh indeks dan orientasi fasad. Oleh karena itu, diharapkan dengan sebuah perencanaan tersebut dapat memberikan wadah kepada masyarakat Kalimantan Timur. Khususnya lokasi bangunan ini akan di rencanakan berpusat di Tenggarong. Ketertarikan dalam mewujudkan hal tersebut maka dibutuhkan sarana dan prasarana yang mendukung dan memprioritaskan pada studio, pameran . , foodcourt, pelatihan, serta wadah pertunjukan dan juga menjadikan Pusat Informasi Kebudayaan Di Tenggarong sebagai bangunan yang dapat dinikmati estetika bangunannya serta dapat menjadikan bangunan tersebut sebagai bangunan yang amat sangat penting bagi keberlangsungan Kebudayaan Kalimantan Timur. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengumpulan data primer dan sekunder, mengumpulkan data mengenai perencanaan yang akan digunakan, melakukan observasi atau wawancara. Adapun metode yang diterapkan adalah metode program ruang yang meliputi kebutuhan ruang, analisa kegiatan pengguna atau pelaku, dan besaran ruang. Analisa tapak, yang nantinya akan menentukan lokasi yang tepat, analisa KDB. KDH dan kebutuhan luasan site sehingga dapat membantu dalam menentukan luasan lantai dasar pada bangunan. Analisa bentuk bangunan, guna mendapatkan bentuk yang sesuai dengan konsep yang ingin Dan konsep analisa struktur, yang meliputi analisa struktur atas, tengah dan bawah guna mendapatkan struktur yang tepat untuk bangunan gedung. Dan juga analisa penekanan yang dalam perencanaan ini menggunakan penekanan double skin facade pada bangunan. Hasil dan Pembahasan Dalam Perencanaan pusat informasi kebudayaan, area lahan yang terpilih terdapat di Jl. Robert Wolter Mongisidi. Tenggarong. Kutai Kartanegara. Memiliki luas 20. 000 m2 . Lahan berada di Kawasan peruntukan pariwisata buatan sesuai pasal 33 ayat . huruf c. Lokasi site dekat dengan pusat gerbang masuk kota Tenggarong, lokasi berada pada wilayah perkantoran yang strategis dan taman kota. Berjarak A 200 m dari Area Komplek Perkantoran Bupati Kutai Kartanegara, bagian depan bangunan A 70 m terdapat Taman Kota Raja Tenggarong. Lahan berkontur Rata dan memiliki Aksesibilitas yang mudah, lahan menghadap Timur. Ketersediaan ruang terbuka hijau di sekitar site untuk menghindarkan dari polusi. Totem - 2 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 Gambar 1. Peta Lokasi Site (Sumber : Penulis, 2. Analisa Perencanaan Kebutuhan Ruang Analisa Kebutuhan Ruang dibutuhkan sebagai analisa untuk mengetahui jenis kebutuhan ruang yang dibutuhkan pada pusat informasi kebudayaan di Tenggarong ini. Berikut Analisa kebutuhan ruang yang digunakan: Analisa Perilaku dan Aktivitas Pengguna Tetap Struktur Pengelola Analisa perilaku dan aktivitas pengelola pada Pusat Informasi Kebudayaan ini adalah : Direktur (Eselon II. B). Sekretaris (Eselon i. B). Bendahara (Eselon i. B). HRD (Human Resource Departemen. (Eselon i. B), Administrasi (Eselon IV). Kepala staf pelatihan (Eselon IV) . Kepala staf edukasi (Eselon IV). Staf umum (Eselon IV). Staf bidang wisata (Eselon IV). Ruang rapat utama (Eselon II). Ruang tamu. Resepsionis. Tabel 1. Analisa Perilaku dan Aktivitas Kegiatan Pengelola Aktivitas Pelaku Membuat dan mengevaluasi kebijakan Mengevaluasi laporan Memimpin rapat Menerima tamu khusus No. Pelaku Kegiatan Direktur (Eselon II. Kebutuhan Ruang Ruang Direktur Ruang Rapat Ruang Tamu Sekretaris (Eselon i. Mengevaluasi laporan dan melaksanakan rumusan program kegiatan Mengatur panggilan rapat Menulis surat dan email serta menyortir dokumen Ruang Sekretaris Ruang arsip Ruang rapat Bendahara (Eselon i. Mengevaluasi laporan keuangan dan Mengikuti rapat Ruang Bendahara Ruang arsip HRD (Human Resource Departemen. (Eselon i. Bertanggung jawab terhadap sumber daya staf Mengevaluasi laporan Ruang Kerja HRD (Human Resource Departemen. Ruang arsip Administrasi (Eselon IV) Mengevaluasi laporan dan mengelola bagian administrasi pusat informasi kebudayaan Ruang Administrasi Ruang arsip Totem - 3 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 Kepala staf pelatihan (Eselon IV) Merancang dan menyiapkan program membuat data statistik melakukan evaluasi efektivitas pelatihan Ruang Instruktur Kepala staf Edukasi (Eselon IV) Merancang dan menyiapkan program materi edukasi membuat data statistik melakukan evaluasi kegiatan edukasi Ruang Instruktur Staf umum (Eselon IV) Ruang Staf Umum Staf bidang Wisata (Eselon IV) Mengkoordinasi kelompok staf yang membantu HRD (Human Resource Departemen. dalam perencanaan dan pengawasan Mengkoordinasikan teknis di bidang kewisataan yang ada di bangunan pusat informasi kebudayaan Ruang Rapat Utama (Eselon II) mengevaluasi laporan seluruh kegiatan di gedung pusat informasi kebudayaan merancang program bersama Ruang rapat Ruang tamu Menyambut tamu Ruang tamu Resepsionis Menyambut serta memberi pengarahan informasi pada pengunjung dan mengelola arsip (Sumber : Penulis, 2. Area Resepsionis Ruang staf Analisa dan Aktivitas Pelaku Kegiatan Staf Analisa perilaku dan aktivitas staf pada Pusat Informasi Kebudayaan ini adalah : Staf pelatihan. Staf edukasi. Staf bidang ornamen, staf bidang seni rupa ,staf bidang seni kriya. Resepsionis. Security. Cleaning Service. Gardener. Operator. Petugas Teknisi. Pertunjukan indoor, exhibition, galeri, outdoor . , musik, kuliner, souvenir. ATM Corner, pantry. No. Tabel 2. Analisa dan Aktivitas Pelaku Kegiatan Staf Pelatihan Pelaku Kegiatan Aktivitas Pelaku Staf Pelatihan Merancang dan menyiapkan program membuat data statistik Staf bidang pelatihan ornamen Mengajarkan Pelatihan arsitektur tradisional Kutai Kartanegara berupa pahatan ornamen tradisional dan juga miniatur rumah adat kabupaten Kutai Kartanegara Staf bidang pelatihan seni rupa Mengajarkan praktik kepada peserta cabang seni rupa menyalurkan seni yang memiliki nilai estetik melalui media yang dapat di rasakan oleh indra manusia, contohnya : seni lukis, seni grafis. Kebutuhan Ruang Ruang Instruktur Ruang Pelatihan Galeri pameran dan Aula Serba Guna . ula serba guna dibuka pada saat acara besar seperti festival Era. Ruang Pelatihan Totem - 4 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 Staf bidang pelatihan seni kriya Mengajarkan praktik seni yang mengutamakan kegunaan dan keindahan . yang bisa menarik konsumen. Seni kriya/kerajinan . andy craf. sebagai cendramata agar karya ini dapat di perjual belikan dan berguna bagi kehidupan sehari-hari, contohnya : seni patung, seni dekorasi, seni reklame. (Sumber : Penulis, 2. No. Pelaku Kegiatan Staf Edukasi Staf bidang edukasi ornamen Memberikan materi arsitektur tradisional berupa ornamen khas Kabupaten Kutai Kartanegara dan memberikan pengetahuan tentang rumah adat khas Kabupaten Kutai Kartanegara Ruang Sekretaris Ruang arsip Ruang rapat Staf bidang edukasi seni rupa Ruang Bendahara Ruang arsip Staf bidang edukasi seni kriya Memberikan materi seni rupa agar peserta edukasi dapat mengetahui konsep dasar cabang seni yang bentuknya terdiri atas unsur-unsur rupa yaitu: garis, bidang, bentuk, tekstur, ruang dan warna. Memberikan materi seni kriya agar karya seni kriya yang diajarkan dapat di jadikan peluang bisnis bagi peserta dan juga dapat di lestarikan (Sumber : Penulis, 2. No. Pelaku Kegiatan Security Cleaning Service Menjaga kebersihan seluruh ruangan dalam dan luar pusat informasi kebudayaan dan membuat minuman untuk staf dan tamu Keseluruhan area pusat informasi kebudayaan Gardener Mengelola luar bangunan pusat informasi kebudayaan berupa taman serta seluruh area luar untuk dibersihkan Area Taman Gudang Peralatan Operator Mengontrol pompa Mengontrol listrik Ruang staf umum Ruang Pompa Ruang Genset Teknisi Memperbaiki instalasi pompa Memperbaiki listrik jika ada permasalahan Ruang staf umum Ruang Pompa Ruang Genset Pantry Membuat makanan dan minuman Melakukan makan dan minum (Sumber : Penulis, 2. Tabel 3. Analisa dan Aktivitas Pelaku Kegiatan Staf Edukasi Aktivitas Pelaku Merancang dan menyiapkan program materi edukasi membuat data statistik Tabel 4. Analisa Pelaku dan Aktivitas Kegiatan Penunjang Aktivitas Pelaku Melayani pengunjung yang datang untuk diarahkan ke parkiran, dalam bangunan, serta memberi pengamanan pada seluruh area. Ruang Pelatihan Kebutuhan Ruang Ruang Instruktur Area Resepsionis Kebutuhan Ruang Area Parkir Area Pos Security Totem - 5 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 Tabel 5. Analisa Pelaku dan Aktivitas Kegiatan Staf Wisata Aktivitas Pelaku Menyambut serta memberi pengarahan informasi pada pengunjung dan mengelola arsip yang berhubungan dengan resepsionis No. Pelaku Kegiatan Resepsionis Pameran Indoor Aula serba guna . aya tampung lebih besa. Galeri . aya tampung tidak banya. Menyaksikan Pameran yang di lakukan di dalam ruangan yang mewadahi berbagai pameran seperti pameran karya seni Menyaksikan ruang pameran yang mewadahi kegiatan pameran seperti karya seni Aula serba guna (Aula serba guna dibuka pada saat acara besar seperti festival Era. Pertunjukan Outdoor (Amphiteate. Menyaksikan pertunjukan terbuka Galeri Musik Menyaksikan pertunjukan musik Amphiteater Menari Menyaksikan pertunjukan menari Amphiteater Ruang ganti penari Mengganti pakaian Amphiteater Kuliner Melakukan transaksi jual dan beli Menikmati makanan dan minuman Tenant foodcourt Souvenir Melakukan transaksi jual dan beli Tenant souvenir ATM Corner Melakukan penarikan uang tunai di mesin ATM Corner (Sumber : Penulis, 2. Mesin ATM Corner No. Kebutuhan Ruang Area Resepsionis Tabel 6. Analisa Aktivitas dan Aktivitas Kegiatan Pengguna Tidak Tetap Pengunjung Pelaku Kegiatan Aktivitas Pelaku Kebutuhan Ruang Pengunjung Menanyakan Informasi Ruang Ruang Informasi Center Dewasa Melihat berbagai pameran Galeri pameran dan Aula serba Remaja Mengikuti Kegiatan Edukasi terkait guna . ula serba guna di buka Anak-anak bidang yang di pilih pada saat acara besar seperti Mengikuti Pelatihan terkait bidang yang festival Era. di pilih Amphiteatter Melihat Pertunjukan Ruang pelatihan Berbelanja makanan dan souvenir Ruang edukasi ATM Corner Foodcourt Tenant souvenir ATM Corner Lavatory umum (Sumber : Penulis, 2. Totem - 6 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 Analisa Hasil Kebutuhan Ruang Analisa Hasil Kebutuhan Ruang dibagi berdasarkan 3 fungsi bangunan yang ditetapkan pada pusat informasi kebudayaan di Tenggarong , yaitu : No. Tabel 7. Analisa Hasil Kebutuhan Ruang Kelompok Ruang Luas Ruang . A) Kelompok Ruang Pengelola Utama 349,8 mA Kelompok Ruang Pelatihan Kelompok Ruang Edukasi 344,23 mA 344,23 mA Kelompok Ruang Penunjang 349,8 mA Kelompok Ruang Staf Wisata 292,15 mA (Sumber : Penulis, 2. Total besaran ruang bangunan Pusat Informasi Kebudayaan adalah 2. 524,53 mA. No. Tabel 8. Analisa Hasil Area Parkir Kelompok Ruang Luas Ruang . A) Area Parkir 331,25 mA (Sumber : Penulis, 2. Total besaran Area parkir adalah 797,5 mA yaitu parkir mobil dengan luas 625 mA, parkir motor 112,5 mA . Bus 60 mA, area parkir terdiri dari paving blok dan cor . Sehingga KDB dari area parkir yang telah ditambah sirkulasi sebesar 50% adalah 1. 331,25 mA. Konsep Tinjauan KDB dan KDH Konsep KDB dan KDH pada perencanaan pusat informasi kebudayaan ini memiliki pertimbangan antara jumlah keseluruhan ruang dengan KDB dan KDH yang telah ditentukan antara lain : Kebutuhan Luas Ruang : 2. 524,53 mA Luas Lahan Tersedia : 20. 000 mA KDB (Koefisien Dasar Banguna. Maksimum 40% : 8. 000 mA KDH (Koefisien Dasar Hija. Maksimum 60% : 12. 000 mA Konsep Massa dan Gubahan Massa Konsep massa dan gubahan massa ini mengikuti alur dari pola hubungan ruang pe rlantai di mana pola yang telah diuraikan akan diterapkan ke dalam bentuk bangunan, di mana bentukan bangunan ini mengadopsi dari bentuk pola terpusat, bentuk dasar gubahan massa dan bentuk lambang Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura (Martapur. yang di transformasikan. Konsep Transformasi Gubahan Massa Gambar 2. Pola Gubahan Massa Totem - 7 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 (Sumber : Penulis, 2. Konsep Gubahan Massa Analisa gubahan massa ini terdiri jalur masuk ke dalam site dan jalur masuk ke dalam bangunan. Di mana pada gubahan masa ini adalah lantai dasar informasi wisata, ruang pelatihan, dan staf penunjang di mana dapat menentukan sirkulasi ruang dalam bangunan dan menentukan alur sirkulasi orang maupun kendaraan. Gambar 3. Konsep Gubahan Massa Pada Site (Sumber : Penulis, 2. Konsep Bentuk Bangunan Konsep bentuk bangunan ialah merupakan suatu gagasan untuk membuat bentukan bangunan yang telah dianalisa sebelumnya. Berikut penjabaran dalam konsep bentuk bangunan yang telah diterapkan. Bangunan Pusat informasi kebudayaan ini menggunakan pola linier sehingga dapat membantu mempermudah sirkulasi alur dalam ruang. bentuk bangunan yang digunakan juga merupakan dari bentuk geometrik yaitu persegi dan ada unsur segitiga. No. Massa 1. Tabel 8. Konsep Bentuk Bangunan Konsep Gubahan Bentuk Gubahan Bentuk Gedung Wisata Totem - 8 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 Massa 2. Lt. 1 Gedung Kelas Lt. 2 Gedung Kelas Massa 3. Lt. 1 Gedung Penunjang Lt. 1 Gedung Pengelola (Sumber : Penulis, 2. Jadi pada bangunan ini mengambil dari ciri khas yang ada di Tenggarong yang di gabungkan menjadi kesatuan sehingga, filosofi gedung kebudayaan ini menjadi kuat. Filosofi bentuk bangunan ini mengadopsi dari bentukan kedaton Kutai Kartanegara di era 1900an. Bentuk persegi menjadi bentukan tampak bangunan. dan menjadi bentukan badan bangunan. Totem - 9 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 Dan pada bentukan atap bangunan mengadopsi dari Lambang Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura (Martapur. dan bentuk segitiga di transformasikan menjadi bentukan dinding tampak depan dan juga pada atap seperti jubah yang di letakkan di bagian kiri dan kanan bangunan. Pada bagian fasad depan bangunan mengadopsi dari Analogi sayap dari Lembuswana yang disusun dan di transformasikan menjadi bentukan dinding tampak depan bangunan. Pada bagian fasad belakang bangunan terdapat ornamen khas melayu yang identik dengan bangunan keraton Kutai Kartanegara , ornamen di letakan pada sisi belakang bangunan dengan di pemberian warna kuning atau emas. Konsep Struktur Bangunan Struktur bawah A Modul Struktur Modul struktur yang digunakan pada perancangan pusat informasi kebudayaan ini menggunakan sistem struktur grid 45 dengan jarak 8 x 8. Dengan menggunakan grid 45 derajat struktur bangunan juga dapat di terapkan ke dalam grid rata pada bangunan dan masih memiliki ruangan - ruangan yang siku. Gambar 4. Struktur Grid Bangunan (Sumber : Penulis, 2. Struktur Tiang Pancang Fondasi perencanaan pusat informasi kebudayaan ini menggunakan fondasi tiang pancang karena pada bangunan jenis tiang ini memiliki kekuatan yang lebih besar di bandingkan dengan fondasi bored pile. Sehingga pada perencanaan ini harus menggunakan struktur yang kuat dan kokoh. Totem - 10 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 Struktur Tengah Kolom pada bangunan pusat penelitian bioteknologi pada bidang pertanian di Kutai Barat memiliki kolom utama dengan ukuran 30 x 40 cm dengan bentang 8 m dan memiliki kolom partisi per 2 m. Struktur Atas Untuk Struktur Atas bangunan meliputi rangka atap space frame dan penutup atap metal roof / alucabond yang berwarna sehingga dapat memperkuat karakter flatbright coloring. Sehingga dapat menjadi kesan tambahan untuk bangunannya. Konsep Penekanan Judul (Double Skin Facade Ae Biological Effec. Teknologi Double Skin Fayade (DSF) merupakan salah satu teknik fasade bangunan yang dapat membantu mengurangi solar gain pada bangunan. kemampuan teknologi DSF ini dalam membantu efisiensi energi bangunan dan kemampuannya untuk beradaptasi dengan baik dengan lingkungan menjadikan teknologi ini mulai berkembang dan diaplikasikan. Setiap desain DSF sangat bervariatif kondisi fisik dan performanya, dan desain DSF ini harus sangat memperhatikan kondisi iklim di mana teknologi ini diaplikasikan. Penentuan konsep teknologi DSF ini dalam mengurangi beban panas dan pendinginan bangunan konsep Infrastruktur Hijau telah didefinisikan sebagai sekumpulan elemen buatan manusia yang menyediakan berbagai fungsi ramah lingkungan baik pada skala bangunan maupun perkotaan. Di antara fungsi-fungsi ini, penghematan energi bangunan serta pengurangan suhu lingkungan dan migrasi efek pulau panas perkotaan menonjol. Meski secara tradisional tanaman hijau dalam arsitektur digunakan terutama untuk alasan estetika, kini penggunaannya juga dibenarkan karena alasan ekologi dan ekonomi, seperti penghematan energi, daya tahan bahan bangunan, perbaikan iklim perkotaan, dukungan terhadap keanekaragaman hayati, dan lain-lain. Gambar 5. Konsep Penekanan Judul (Sumber : Penulis, 2. Kesimpulan Dari hasil Perencanaan Pusat Informasi Kebudayaan di Tenggarong, maka dapat diambil kesimpulan sebagai Perencanaan Pusat Informasi Kebudayaan adalah bangunan yang memiliki fungsi sebagai wadah Edukasi dan sarana bagi masyarakat khususnya minat dalam ingin mengetahui kebudayaan yang ada dikhususnya kabupaten Kutai Kartanegara kota Tenggarong , dengan lokasi site berada di Jl. Robert wolter mongisidi. Tenggarong, kabupaten Kutai Kartanegara. Penerapan yang dianut pada bangunan Perencanaan Pusat Informasi Kebudayaan adalah DSF Biological Effect Facade yaitu sistem penerapan Fasad hijau untuk penghematan energi pada bangunan, dan juga sebagai estetika pada bangunan. Pengaruh indeks dan orientasi fasad pada efek bayangan serta efek kesehatan lingkungan pada bangunan yang diberikan oleh tanaman adalah parameter paling signifikan untuk tujuan ini. Salah satu cara untuk mengkarakterisasi biological effect facade dengan penerapan serta pemilihan tumbuhan yang dapat diterapkan pada fasad bangunan dan juga sistem kinerja facade juga sangat diperhitungkan agar tidak terjadi kesalahan dan kegagalan pada facade bangunan. Totem - 11 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 Daftar Pustaka