Jurnal METHODIKA. Vol. 8 No. 2 SEPTEMBER 2022 P-ISSN : 2442-7861 E-ISSN :2614-3143 IMPLEMENTASI METODE SHORTEST-JOB FIRST UNTUK PENJADWALAN PENGGUNAAN LABORATORIUM FISIKA DI SMA 1 PEGAJAHAN Anre Josep Manalu1. Darwis Robinson Manalu2. Harlen Gilbert Manullang3 Teknik Informatika Universitas Methodist Indonesia anremanalu98@gmail. com, 2manaludarwis@gmail. com, 3harlengilbert@gmail. ABSTRACT Queuing problems can occur in many cases, including in the process of using the physics laboratory by patients. the use of the physics laboratory at SMA Negeri 1 Pegajahan experienced problems such as recording the Order Form which was still done manually, this resulted in frequent data accumulation, loss and even miscommunication. This study aims to make a schedule for the use of the physics laboratory to overcome the queue problem. In this study, the author uses the Shortest Job First (SJF) algorithm, which is a scheduling method by determining that each process in the ready queue will be executed based on the smallest burst time so that the waiting time is short for each process and the average waiting time is also short. Based on the existing problems, it can be concluded that there is a need for a physics laboratory scheduling system using the shortest job first method that can manage and determine the usage schedule according to the duration that has been made. Kata Kunci: Penjadwalan. Form Order. Shortest Job First PENDAHULUAN Praktikum adalah subsistem dari pembelajaran yang merupakan kegiatan terstruktur dan terjadwal yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman yang nyata dalam rangka meningkatkan pemahaman siswa tentang teori agar siswa menguasai keterampilan tertentu yang berkaitan dengan suatu pengetahuan atau suatu materi pembelajaran karena Praktikum merupakan salah satu kegiatan pendukung dalam proses pembelajaran. Kontribusi praktikum dalam meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran atau praktikum akan terwujud apabila praktikan diberi pengalaman untuk mengajarkan setiap mata kuliah yang ingin di praktikumkan. Pada kenyataannya dalam pelaksanaan praktikum belum berjalan dengan baik karena kurangnya manajemen waktu . dalam pelaksanaan praktikum. Berdasarkan pengamatan penulis, penjadwalan praktikum di sekolah menengah tidak dibuat sesuai dengan jadwal mata pelajaran berbeda dengan penjadwalan praktikum di universitas. Di sekolah menengah atas, waktu pelaksanaan praktikum merupakan kesepakatan Guru Mata Pelajaran dan Siswa. Dalam penyampaian penggunaan laboratorium saat ini masih menggunakan sistem manual dengan cara tertulis pada buku penggunaan laboratorium. Dengan menggunakan metode manual, pihak Kepala Laboratorium sering mengalami miss komunikasi dalam penggunaan laboratorium. Sehingga sering kali penggunaan laboratorium sering tidak terlaporkan kepada Kepala Laboratorium. Serta manajemen waktu dalam urutan penggunaan yang kurang teratur menyebabkan pelaksanaan prktikum menjadi tertunda. salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membangun sistem informasi manajemen yang membantu penyelesaian masalah tersebut serta meningkatkan efisiensi dalam beraktifitas. (Arisha et al. Algoritma Shortest Job First adalah salah satu algoritma penjadwalan dimana proses yang didahulukan pengerjaannya adalah proses yang memiliki waktu proses terpendek. Hal ini mengakibatkan setiap proses dalam suatu proses pada suatu antrian memiliki waktu tunggu yang pendek. Sehingga jika algoritma ini laboratorium, hal ini dapat mengoptimalkan waktu tunggu penggunaan laboratorium. (Layla Hafai, 2. Tujuan penelitian ini adalah Menghasilkan sistem informasi penjadwalan penggunaan Laboratorium SMA 1 Pegajahan. Menghasilkan Informasi dan jadwal yang di terima oleh Kepala Laboratorium SMA 1 Pegajahan. Menghasilkan informasi waktu yang dibutuhkan untuk menggunakan laboratorium di SMA 1 Pegajahan. II. KAJIAN PUSTAKA Penjadwalan Penjadwalan menurut kamus besar Indonesia adalah pembagian waktu berdasarkan rencana pengaturan urutan kerja, daftar atau table kegiatan atau rencana kegiatan dengan pembagiaan waktu pelaksanaan yang Sedangkan pengertian penjadwalan adalah proses cara pembuatan menjadwalkan atau memasukkan kedalam jadwal. Menurut Aantomatika . Penjadwalan dalam sistem komputerisasi merupakan kumpulan kegiatan kebijakan dan mekanisme di sebuah system yang berkaitan dengan urutan dan aturan kerja yang dilakukan sistem komputer. Penjadwalan ialah fungsi dasar dari sistem operasi dan komputer. Semua resources pada sistem komputer dijadwalkan sebelum Penjadwalan bertugas untukmemutuskan proses yang harus berjalan serta kapandan selama berapa lama proses itu berjalan. Shortest Job First Non Preemptive Menurut Yasir Hasan . dengan algoritma FCFS (First Come First Serve. SJF dan ROUND Jurnal METHODIKA. Vol. 8 No. 2 SEPTEMBER 2022 P-ISSN : 2442-7861 E-ISSN :2614-3143 ROBIN maka setiap proses yang berada di antrianready atau CPU akan dieksekusi atau proses berdasarkan burst time . aktu layana. paling kecil. Dengan hal ini dapat mengakibatkan waktu tunggu yang pendek dari setiap proses, sehingga wakt utunggu rata-ratanya menjadi Dengan demikian algoritma FCFS. SJF dan ROUND ROBIN dapat dikatakan adalah algortima yang Menurut Girvandi Ilyas . Algoritma SJF adalah salah satu algoritma penjadwalan prosesor tunggal. Algoritma SJF ini menyesuikan waktu dengan penyelesaian setiap proses yang diterima. Pada CPU yang sudah ready dan tersedia maka CPU akan memproses layanan yang memiliki waktu tunggu atau waktu penyelesaian yang lebih kecil. Implementasi algoritma SJF digunakan dengan dua situasi yaitu preemptive dan non-preemptive. Pada proses preemptive dikerjakan dengan bergantian dengan waktu kedatangan paling kecil. Misalnya jika ada suatu proses yang datang dan memiliki waktu penyelesaian yang lebih cepat dibandingkan dengan proses yang sedang dikerjakan, maka CPU akan beralih untuk mengerjakan proses tersebut terlebih dahulu dan mengantikan proses yang sedang dikerjakan dengan proses waktu tunggu yang lebih kecil. Menurut Layla Hafni Nasution . Penulisan mengajukan SJF ini sebagai metode untuk penentuan penjadwalan Laboratorium yang dapat ditentukan berdasarkan data-data atau jadwal yang telah Algoritma penjadwalan SJF bisa dikatakan algortima yang optimal karena dapat menyelesaikan waktu tunggu rata-rata yang minimum untuk sekian banyak proses, dengan demikian waktu tunggu rata-rata dapat berkurang. Pada algoritma ini setiap proses yang ada diready queue akan dieksekusi berdasarkan bursttime terkecil. Hal ini mengakibatkan waiting time yangpendek untuk setiap proses dan karena hal tersebutmaka waiting time rata-ratanya juga menjadi pendek,sehingga dapat dikatakan bahwa algoritma ini adalahalgoritma yang optimal. PEMBAHASAN Analisa Sistem Berjalan Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh penulis, dalam penyampaian penggunaan laboratorium masih menggunakan sistem manual dengan cara tertulis pada buku penggunaan laboratorium. Dengan menggunakan metode manual, pihak Kepala Laboratorium sering mengalami miss komunikasi dalam penggunaan Sehingga sering kali penggunaan laboratorium sering tidak terlaporkan kepada Kepala Laboratorium dan manajemen waktu dalam urutan penggunaan yang kurang teratur menyebabkan pelaksanaan praktikum menjadi tertunda. Mulai Menyepakati Jadwal Praktikum Membuat Janji Praktikum Menerima Informasi Praktikum Mencatat Penggunaan Laboratorium Melaksanakan Praktikum Menerima Laporan Praktikum Membuat Laporan Praktikum Selesai Gambar 1. Flowmap Sistem Berjalan Analisa Sistem Usulan Sistem yang akan dikembangkan adalah aplikasi sistem informasi penjadwalan. Sistem ini digunakan untuk membantu kinerja kepala laboratorium dalam rangka meningkatkan efektifitas dan mengelola penjadwalan penggunaan laboratorium. Sistem ini disebut Aplikasi Sistem Informasi penjadwalan yang bekerja dengan beberapa user yang saling berhubungan dan Serta setiap prosesnya terdapat komunikasi dan saling tergantung dengan proses yang lain. Adapun informasi yang dikelola oleh sistem yang akan dirancang adalah: Penjadwalan penggunaan laboratorium sesuai dengan waktu yang telah di tentukan. Proses peringatan sistem akan tampil dihalaman utama jika waktu penggunaan laboratorium telah Proses pembuatan laporan yang meliputi laporan penggunaan laboratorium. Informasi Jadwal Informasi Jadwal Data Kelas Data Mapel Data Guru/User Input Data Jadwal Input Data Kelas Input Data Mapel Input Data Guru/User Lihat Jadwal Praktikum Mengikuti Praktikum Lihat Jadwal Praktikum Db_jadwal Menerima Laporan Praktikum Membuat Laporan Praktikum Gambar 2. Flowmap Sistem Usulan Shortest Job First Non-Preemptive Shortest Job First memiliki satu kelebihan ialah optimalisasi pada waktu yang tunggu dibandingkan dengan metode yang lainnya. Oleh karena kelebihan itu maka metode ini sangat baik jika diimplementasikan dalam penjadwalan penggunaan laboratorium fisika di SMA Negeri 1 Pegajahan. Simulasi atau contoh perhitungan SJF Non-Preemptive dalam menentukan penjadwalan penggunaan laboratorium fisika di SMA Negeri 1 Pegajahan sebagai berikut. Bila diasumsikan: Jurnal METHODIKA. Vol. 8 No. 2 SEPTEMBER 2022 P-ISSN : 2442-7861 E-ISSN :2614-3143 Jumlah jam praktikum dalam 1 hari = 240 menit atau 4 jam. Jumlah hari dalam 1 minggu= 6 hari. Maka, total jam praktikum dalam 1 minggu = 1440 Menit. Diterima inputan atau order job penjadwalan seperti yang ada pada tabel 4. Login Order dan Input Jadwal Melihat Jadwal Mengelola User Guru Admin/Ka. Lab Mengelola Jadwal Tabel 1. Job Order Proses JO1 JO2 JO3 JO4 JO5 Berdasarkan tabel order diatas dapat dibentuk gant chart seperti pada gambar 3. Logout Gambar 4. Use Case Diagram Activity Diagram Diagram menggambarkan workflow . liran kerj. atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem. Untuk menginput jadwal penggunaan laboratorium dapat dilihat pada gambar. Akses Sistem Menampilkan Menu Schedule Order Gambar 3. Gant Chart Proses Untuk menghitung waiting time dari setiap job order diatas dapat dilakukan dengan cara mengurangkan waktu mulai . -star. dengan waktu tiba (AT). Untuk menghitung rata-rata waiting time dari setiap job order tersebut dengan cara menjumlahkan seluruh waiting time dibagi dengan jumlah proses yang ada. Sehingga akan didapatkan hasil seperti yang ada pada tabel Tabel 2. Hasil Perhitungan Metode SJF Non-Preemptive Waiting t-akhir tTime TAT . -startawal AT) JO1 JO2 JO3 JO4 JO5 Jumlah Rata-Rata 125,00 205,00 Perancangan Use Case Diagram Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem yang akan dibuat. Secara kasar, use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja ada di dalam sebuah sistem dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fugsi itu. Use case dalam sistem penjadwalan penggunaan laboratorium seperti pada gambar. Input Data Order Menghitung Urutan Jadwal Pilih Fungsi Menampilkan Hasil Urutan Jadwal Jalankan Fugsi Tidak Valid Valid Manipulasi Gambar 5. Activity Diagram Input dan Order Jadwal IV. HASIL Berikut ini akan dijelaskan tentang tampilan hasil Halaman Login Sistem Sebelum masuk kedalam sistem, user akan diarahkan pada halaman login user. Pada halaman ini user diminta untuk mengetikan username dan password yang sudah dibuat oleh penanggung jawab sistem. Tampilan halaman login user seperti pada gambar Jurnal METHODIKA. Vol. 8 No. 2 SEPTEMBER 2022 P-ISSN : 2442-7861 E-ISSN :2614-3143 Gambar 6. Halaman Login Pengguna Halaman Utama Sistem Setelah proses login berhasil, user akan diarahkan pada halaman Dashboard. Pada halaman ini user diberikan informasi ringkas mengenai jadwal dan booking laboratorium. Tampilan halaman dashboard user seperti pada Gambar 7. Halaman Dashboard Admin Halaman Booking Halaman ini digunakan untuk melihat, menginput, menambah, merubah dan dapat Ruangan Laboratorium. Pada halaman ini ada beberapa tombol untuk membantu user dalam penggunaan program. Tampilan halaman master data user dapat dilihat pada gambar Gambar 8. Halaman Booking Jadwal Halaman Hasil SJF Halaman ini digunakan untuk melihat data hasil proses pengurutan SJF. Tampilan halaman hasil SJF dapat dilihat pada gamba KESIMPULAN Berdasarkan pengujian yang dilakukan, sistem sudah bisa berjalan sesuai dengan tujuan yaitu Menghasilkan Laboratorium SMA 1 Pegajahan dan informasi waktu yang dibutuhkan untuk menggunakan laboratorium di SMA Negeri 1 Pegajahan. Dengan menggunakan algoritma SJF setiap antrian job order diproses berdasarkan antrian terkecil dengan perhitungan ratarata yang sudah diketahui. VI. DAFTAR PUSTAKA