Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) Vol. No. April 2026, hlm. p-ISSN: 2355-7699 e-ISSN: 2528-6579 PENGEMBANGAN DESAIN UI APLIKASI MOBILE DENGAN TEKNOLOGI LORA UNTUK MONITORING KESIAPAN LAHAN PERTANIAN Lol&a Hamim Annisa*1. Awaludin Abid2 Universitas Putra Bangsa. Kabupaten Kebumen Email: 1lol&aannisa@gmail. com, 2abid. awaludin@gmail. *Penulis Korespondensi (Naskah masuk: 02 Januari 2026, diterima untuk diterbitkan: 29 April 2. Abstrak Pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sektor pertanian semakin berkembang, terutama dalam upaya meningkatkan efisiensi dan ketepatan pengambilan keputusan berbasis data. Pertanian modern menuntut sistem monitoring yang efisien, real-time, dan hemat energi guna meningkatkan produktivitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain antarmuka pengguna (User Interface/UI) dari aplikasi mobile berbasis teknologi LoRa (Long Rang. yang digunakan untuk monitoring kondisi kesiapan lahan pertanian. Sistem ini dirancang agar mampu menyajikan data sensor secara real-time, seperti tingkat kelembaban tanah, suhu, dan ketinggian air, dengan antarmuka yang intuitif dan responsif bagi pengguna di lapangan. Proses pengembangan menggunakan pendekatan DevOps guna memastikan integrasi berkelanjutan antara tim pengembang dan operasional, serta mempercepat siklus iterasi perangkat lunak. Tahapan penelitian mencakup analisis kebutuhan pengguna, perancangan UI menggunakan prinsip user-centered design, serta integrasi prototipe dengan perangkat LoRa untuk pengujian fungsionalitas. Pengujian dilakukan menggunakan metode Black-Box Testing untuk mengevaluasi fungsi utama aplikasi, seperti registrasi dan login, pemilihan sensor, pengaturan notifikasi, manajemen lahan, hingga kalibrasi sensor. Setiap fitur diuji berdasarkan masukan . dan keluaran . yang dihasilkan, sehingga dapat dipastikan kesesuaian rancangan UI dengan kebutuhan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan DevOps mendukung efisiensi dalam siklus pengembangan UI, sementara teknologi LoRa memberikan ke&alan transmisi data dengan jangkauan luas dan konsumsi daya rendah. Desain UI yang dihasilkan memiliki tampilan responsif, intuitif, serta telah tervalidasi secara fungsional, sehingga sesuai dengan kebutuhan petani dalam melakukan pemantauan lahan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan solusi IoT pertanian yang terjangkau, adaptif terhadap kondisi geografis Indonesia, dan dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Kata kunci: LoRa. DevOps. Desain Antarmuka. Aplikasi Mobile. Monitoring Lahan. IoT DEVELOPMENT OF MOBILE APPLICATION UI DESIGN USING LORA TECHNOLOGY FOR AGRICULTURAL L& READINESS MONITORING Abstract The utilization of Internet of Things (IoT) technology in the agricultural sector is rapidly evolving, particularly in efforts to enhance efficiency & data-driven decision-making. Modern agriculture requires an efficient, realtime, & energy-saving monitoring system to improve l& productivity. This study aims to develop the user interface (UI) design of a mobile application based on LoRa (Long Rang. technology for monitoring agricultural l& readiness. The system is designed to present real-time sensor data, such as soil moisture, temperature, & water level, through an intuitive & responsive interface for field users. The development process adopts the DevOps approach to ensure continuous integration between development & operations teams while accelerating the software iteration cycle. The research stages include user needs analysis. UI design using usercentered design principles, & prototype integration with LoRa devices for functionality testing. Testing was carried out using the Black-Box Testing method to evaluate the main application features, including registration & login, sensor selection, notification settings, l& management, & sensor calibration. Each feature was tested based on the input provided & the output produced to ensure the UI design aligns with user requirements. The results show that DevOps supports efficiency in the UI development cycle, while LoRa technology provides reliable data transmission with wide coverage & low power consumption. The resulting UI design is responsive, intuitive, & has been functionally validated, making it suitable for farmers in monitoring l& conditions. This research contributes to the development of affordable & adaptable agricultural IoT solutions for IndonesiaAos diverse geographical conditions & supports data-driven decision-making. Keywords: LoRa. DevOps. User Interface Design. Mobile Application. L& Monitoring. IoT 448 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK). Vol. No. April 2026, hlm. PENDAHULUAN Sektor pertanian merupakan pilar penting dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal efisiensi dan pemanfaatan teknologi. Transformasi digital di bidang pertanian, seperti penerapan Internet of Things (IoT), telah menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian. Teknologi LoRa (Long Rang. sebagai bagian dari IoT menawarkan solusi komunikasi data jarak jauh dengan konsumsi daya rendah, yang sangat cocok untuk kondisi geografis Indonesia yang luas dan beragam (Gyfari. Wibowo & Vendyansyah, 2. Pengembangan aplikasi mobile berbasis LoRa memungkinkan petani untuk memantau kondisi lahan secara real-time, seperti kelembaban tanah, suhu, dan ketinggian air, tanpa harus berada di lokasi. Hal ini dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat, serta mengurangi risiko kerugian akibat kondisi lahan yang tidak optimal. Monitoring merupakan langkah krusial dalam memastikan keberhasilan produksi tanaman. Informasi mengenai kondisi lahan, seperti tingkat kelembaban dan suhu tanah, sangat penting untuk menentukan waktu tanam yang optimal dan jenis tanaman yang sesuai . Dengan memanfaatkan teknologi LoRa, data dari sensor-sensor di lahan dapat dikirimkan secara realtime ke aplikasi mobile, memungkinkan petani untuk memantau dan menganalisis kondisi lahan secara efisien (Sianturi, 2. Salah satu implementasi LoRa dalam pertanian adalah sistem mengintegrasikan sensor kelembaban tanah, suhu, dan ketinggian air. Sistem ini menggunakan platform seperti Blynk dan ThingSpeak untuk visualisasi data secara real-time dan pengendalian irigasi otomatis, yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas tanaman (Enock DKK. , 2. wilayah &es. Ekuador, pengembangan sistem monitoring berbasis LoRa telah berhasil memantau parameter iklim seperti suhu, kelembaban relatif, kelembaban tanah, dan radiasi ultraviolet. Implementasi ini menunjukkan bahwa LoRa dapat di&alkan untuk pengumpulan data lingkungan secara real-time di daerah dengan topografi yang menantang (Rivera Guzmyn DKK. , 2. Selain itu, platform IoT berbasis LoRa telah dirancang untuk pemantauan pertanian skala besar di Chili, yang memungkinkan pengumpulan data kontinu dari berbagai perangkat IoT seperti sensor, aktuator, dan Platform ini mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik melalui analisis data realtime dan prediksi menggunakan algoritma pembelajaran mesin (Ahmed DKK. , 2. Implementasi sistem monitoring berbasis LoRa telah menunjukkan efektivitas dalam berbagai studi, seperti dalam deteksi dini tanah longsor dan Hal ini menunjukkan potensi besar teknologi ini dalam meningkatkan kesiapan lahan pertanian dan mengurangi risiko kegagalan panen (Gyfari. Wibowo & Vendyansyah, 2. wilayah &es. Ekuador, pengembangan sistem monitoring berbasis LoRa telah berhasil memantau parameter iklim seperti suhu, kelembaban relatif, kelembaban tanah, dan radiasi ultraviolet. Implementasi ini menunjukkan bahwa LoRa dapat di&alkan untuk pengumpulan data lingkungan secara real-time di daerah dengan topografi yang menantang (Rivera Guzmyn DKK. , 2. Selain itu, platform IoT berbasis LoRa telah dirancang untuk pemantauan pertanian skala besar di Chili, yang memungkinkan pengumpulan data kontinu dari berbagai perangkat IoT seperti sensor, aktuator, dan drone (Codeluppi DKK. , 2. Platform ini mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik melalui analisis data real-time dan prediksi menggunakan algoritma pembelajaran mesin (Ahmed DKK. , 2. Penggunaan LoRa dalam pertanian juga mencakup pengembangan sistem modular dan hemat biaya seperti LoRaFarM, yang memungkinkan pengelolaan pertanian secara lebih fleksibel dan berkelanjutan (Codeluppi DKK. , 2. Sistem ini dirancang untuk dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan pertanian, mulai dari pemantauan kondisi tanah hingga pengendalian irigasi otomatis (Safii DKK. , 2. Dalam pengembangan aplikasi mobile (Agil Prasetyo DKK. , no dat. , pendekatan DevOps telah menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan kolaborasi antara tim pengembang dan operasional, serta mempercepat siklus pengembangan perangkat DevOps pengembangan (Developmen. dan operasional (Operation. secara berkelanjutan, memungkinkan pengujian dan penyebaran aplikasi yang lebih cepat dan &al. Penerapan DevOps dalam pengembangan aplikasi mobile pertanian dapat meningkatkan kualitas dan stabilitas aplikasi, serta memastikan bahwa aplikasi dapat beradaptasi dengan kebutuhan pengguna yang terus berkembang(Agil Prasetyo DKK. , no dat. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa implementasi DevOps dapat meningkatkan efisiensi dan objektivitas dalam pengembangan aplikasi, seperti dalam deteksi kualitas beras berbasis machine learning (Tatineni, 2. Desain (User Interface/UI) yang intuitif dan responsif sangat penting dalam memastikan keberhasilan aplikasi mobile, terutama bagi pengguna di sektor pertanian yang mungkin memiliki keterbatasan dalam penggunaan teknologi (Monalisa. Kom & Syahputra Bancin, 2. Pendekatan seperti Design Thinking dan User-Centered Design (UCD) telah terbukti efektif dalam merancang antarmuka yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pengguna (Sianturi. Penelitian menunjukkan bahwa desain UI/UX yang baik dapat Annisa & Abid. Pengembangan Desain UIA 449 meningkatkan kepuasan pengguna dan efektivitas aplikasi, seperti dalam aplikasi smart farming dan ecommerce Dengan pengembangan desain antarmuka yang user-friendly menjadi aspek krusial dalam pengembangan aplikasi mobile berbasis LoRa untuk monitoring kesiapan lahan pertanian (Swastika. Santoso & Hendra Kelana, 2. Keterbaruan penelitian ini terletak pada pengembangan desain antarmuka aplikasi mobile dan strategi penyajian data monitoring lahan pertanian berbasis teknologi LoRa, dengan fokus pada aspek visualisasi informasi dan kemudahan interpretasi data oleh pengguna. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya berorientasi pada pengembangan perangkat keras, optimasi jaringan LoRa, maupun akurasi sensor, penelitian ini secara spesifik memusatkan perhatian pada informatif, intuitif, dan mendukung pengambilan Penelitian rancangan UI yang tidak hanya menampilkan data mentah . aw dat. , tetapi mengolahnya dalam bentuk visualisasi terstruktur seperti indikator kesiapan lahan, status parameter lingkungan, notifikasi ambang batas, serta ringkasan kondisi real-time. Pendekatan memungkinkan pengguna memahami kondisi lahan secara cepat tanpa harus melakukan interpretasi teknis terhadap angka-angka sensor. Selain itu, penelitian ini menekankan pada desain navigasi yang sistematis, hierarki informasi yang jelas, serta pemetaan hubungan antara data sensor dan rekomendasi tindakan. Dengan demikian, kontribusi utama penelitian ini bukan pada inovasi perangkat keras LoRa, melainkan pada inovasi desain aplikasi sebagai media interaksi dan pengambilan keputusan dalam sistem monitoring kesiapan lahan pertanian. Pengembangan perangkat keras dan aspek teknis transmisi data direncanakan sebagai penelitian terpisah, sehingga penelitian ini secara eksplisit membatasi ruang lingkup pada optimalisasi pengalaman pengguna . ser experienc. dan efektivitas penyajian data. METODE PENELITIAN Alur penelitian ini secara umum mengikuti pendekatan DevOps, yang mengintegrasikan proses pengembangan . dan operasional . secara berkelanjutan untuk membangun dan mengelola aplikasi mobile berbasis LoRa. Tahapan diawali dengan identifikasi kebutuhan pengguna melalui observasi lapangan dan wawancara kepada petani serta pihak terkait, guna merumuskan spesifikasi awal sistem monitoring kesiapan lahan pertanian. Setelah kebutuhan terkumpul, tahap perancangan dilakukan dengan membuat desain antarmuka pengguna (UI) serta arsitektur sistem, termasuk integrasi modul komunikasi LoRa dan sensor lingkungan. Desain ini kemudian dievaluasi secara internal sebelum masuk ke tahap pengembangan awal pembuatan desain antarmuka (UI). Dalam Penelitian ini alur penelitian akan dituangkan pada Gambar 1, sebagai berikut. Gambar 1. Alur Penelitian DevOps . dan operasional . untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan kecepatan dalam siklus hidup perangkat lunak (Wiedemann DKK. , 2. Dalam konteks pengembangan aplikasi mobile berbasis LoRa untuk monitoring kesiapan lahan pertanian, penerapan metodologi DevOps memungkinkan kolaborasi yang lebih baik antara tim pengembang dan operasional, serta mendukung pengiriman perangkat lunak yang lebih cepat dan &al (Gokarna, 2. Perencanaan (Pla. Tahap perencanaan melibatkan identifikasi kebutuhan bisnis dan teknis, serta penetapan tujuan Tim pengembang dan operasional bekerja sama untuk memahami kebutuhan pengguna, menetapkan indikator kinerja utama, dan merencanakan siklus pengembangan. Pendekatan ini memastikan bahwa semua pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan dan ekspektasi proyek (Wiedemann DKK. , 2. Pengembangan (Develo. Pada tahap ini, tim pengembang mulai menulis kode berdasarkan spesifikasi yang telah ditetapkan. Praktik pengembangan yang baik, seperti penggunaan kontrol versi dan pengembangan berbasis fitur, diterapkan untuk memastikan kualitas dan konsistensi kode. Kolaborasi yang erat antara pengembang dan operasional memungkinkan identifikasi dan penyelesaian masalah secara dini (Wiedemann DKK. , 2. Integrasi Berkelanjutan (Continuous Integratio. Integrasi penggabungan kode yang dikembangkan oleh 450 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK). Vol. No. April 2026, hlm. berbagai anggota tim ke dalam repositori utama secara rutin. Setiap perubahan kode diuji secara otomatis untuk mendeteksi kesalahan sejak dini. Pendekatan ini membantu mengurangi risiko integrasi dan memastikan bahwa perangkat lunak selalu dalam kondisi siap untuk dirilis (Wiedemann DKK. , 2. Pengujian Berkelanjutan (Continuous Testin. Pengujian berkelanjutan memastikan bahwa setiap perubahan kode diuji secara otomatis untuk mendeteksi bug dan masalah performa. Penggunaan alat pengujian otomatis memungkinkan identifikasi masalah secara cepat dan efisien, sehingga mempercepat siklus pengembangan (Paramudita. Zulfa & Taryana, 2. Pengiriman Berkelanjutan (Continuous Deliver. Pengiriman berkelanjutan memungkinkan perangkat lunak yang telah diuji untuk secara otomatis disiapkan untuk dirilis ke lingkungan Proses ini memastikan bahwa perangkat lunak selalu dalam kondisi siap untuk dirilis, sehingga memungkinkan respons yang cepat terhadap kebutuhan bisnis (Wiedemann DKK. , 2. Penyebaran Berkelanjutan (Continuous Deploymen. Penyebaran otomatisasi proses penyebaran perangkat lunak ke lingkungan produksi setelah melewati tahap pengujian dan persetujuan. Pendekatan ini memungkinkan pengiriman fitur baru dan perbaikan bug secara cepat dan &al kepada pengguna akhir (Gokarna, 2. HASIL & PEMBAHASAN Proses pengguna (UI) aplikasi mobile berbasis teknologi LoRa yang ditujukan untuk monitoring kesiapan lahan pertanian. Penelitian ini difokuskan pada pengembangan UI yang responsif, intuitif, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna lapangan seperti petani dan teknisi pertanian. Selain itu, bab ini membahas implementasi metodologi DevOps dalam proses pengembangan, mulai dari tahap perencanaan hingga penyempurnaan prototipe. Pembahasan dilakukan secara deskriptif dan komparatif terhadap temuan lapangan serta disertai dengan analisis dari penelitian terdahulu sebagai referensi untuk validasi Dalam penyusunan Develop Desain User Interface akan diberi nama AuSMARTAAy Perencanaan (Identifikasi Kebutuha. Pengembangan pemantauan kesiapan lahan pertanian berbasis teknologi LoRa, tahap identifikasi kebutuhan pengguna merupakan langkah krusial. Metodologi DevOps, yang menekankan kolaborasi antara tim pengembang dan operasional, diterapkan untuk memastikan bahwa kebutuhan pengguna terintegrasi sejak awal proses pengembangan. Pendekatan ini memungkinkan tim untuk memahami secara mendalam kebutuhan dan ekspektasi pengguna, sehingga solusi yang dikembangkan lebih tepat sasaran dan efisien. Pemantauan dan Logging (Monitoring & Loggin. Pemantauan dan logging yang efektif memungkinkan tim untuk mengidentifikasi dan Pengumpulan data operasional dan performa aplikasi membantu dalam pengambilan keputusan berbasis data dan perbaikan berkelanjutan (Gokarna, 2. Umpan Balik dan Perbaikan Berkelanjutan (Feedback & Continuous Improvemen. Tahap ini melibatkan pengumpulan umpan balik dari pengguna dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengidentifikasi area perbaikan. Tim menggunakan informasi ini untuk melakukan penyesuaian dan peningkatan pada proses dan produk, sehingga memastikan bahwa perangkat lunak terus berkembang sesuai dengan kebutuhan pengguna (Wiedemann DKK. , 2. Gambar 2. Use-case SMARTA Proses identifikasi kebutuhan dilakukan melalui wawancara dan observasi langsung terhadap kelompok petani di daerah yang menjadi sampel Metode ini bertujuan untuk menggali informasi mengenai kebutuhan spesifik petani terkait pemantauan lahan, seperti parameter kelembaban tanah dan udara, suhu, kadar urea, serta rekomendasi tanaman yang sesuai. Data yang diperoleh dari interaksi langsung ini kemudian dianalisis dan Annisa & Abid. Pengembangan Desain UIA 451 digunakan sebagai dasar dalam perancangan fiturfitur aplikasi. Penerapan pendekatan ini sejalan dengan prinsip DevOps yang mendorong integrasi kebutuhan pengguna dalam siklus pengembangan perangkat lunak. Dari proses identifikasi yang telah dilakuan, maka akan di gambarkan dengan beberapa diagram, seperti pada Gambar 2 akan membuat identifikasi kebutuhan dengan Use-case. Pengembangan (Develo. Pada tahapan pengembangan dalam metodologi DevOps, fokus utama penelitian ini adalah pada proses implementasi desain antarmuka pengguna (User Interface/UI) berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan petani sebagai pengguna akhir. Berdasarkan wawancara dan observasi sebelumnya, kemudahan penggunaan, keterbacaan data, dan kejelasan navigasi, dengan pendekatan desain minimalis dan ramah petani. Tahapan ini dilakukan menggunakan perangkat bantu desain seperti Figma untuk membuat mockup yang merepresentasikan alur dan fungsi dari setiap tampilan aplikasi. Desain awal yang dikembangkan mencakup beberapa halaman utama, yaitu Ber&a. Detail Lahan. Rekomendasi Tanaman. Profil Pengguna, dan Pengaturan. Masing-masing halaman dirancang dengan memperhatikan hierarki visual, pemilihan warna hijau-putih yang mencerminkan lingkungan pertanian, serta ikon-ikon intuitif yang dapat dikenali oleh pengguna dengan latar belakang nonteknis. Desain pada halaman Ber&a menampilkan data real-time seperti suhu, kelembaban tanah dan udara, kadar urea, dan indikator kesiapan lahan dalam format yang sederhana namun informatif. Pada halaman Riwayat Data, pengguna dapat mengakses data historis dan tren dalam bentuk grafik untuk tiap area yang telah mereka beri nama, memungkinkan analisis m&iri terhadap kondisi lahannya. Sementara itu, halaman Detail Lahan memanfaatkan data dari sensor LoRa untuk memberikan data lahan yang cocok berdasarkan parameter lahan. Implementasi desain dilakukan secara iteratif melalui feedback loop antara pengembang dan pengguna, sesuai prinsip DevOps. Setiap hasil prototipe diuji oleh perwakilan kelompok tani, dan umpan balik mereka langsung diintegrasikan ke dalam revisi desain Pendekatan ini tidak hanya mempercepat proses pengembangan, tetapi juga meningkatkan akurasi desain terhadap kebutuhan riil pengguna di Tahapan bagaimana peneliti menunagkan hasil identifikasi kebutuhan tersebut terhadap suatu design UI yang digambarkan dengan beberapa desain antarmuka, sebagai berikut: Tampilan Awal Halaman awal merupakan tampilan pertama yang dilihat oleh pengguna saat membuka aplikasi. Desain antarmukanya dirancang dengan sederhana namun informatif, menampilkan logo aplikasi, nama aplikasi dan tombol lanjut untuk langkah Desain ini bertujuan memberikan kesan profesional dan mudah digunakan, terutama bagi pengguna dari kalangan petani yang membutuhkan kejelasan navigasi sejak awal. Tampilan desain aplikasi dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3. Tampilan Awal SMARTA . Menu Registrasi Menu registrasi digunakan oleh pengguna baru untuk membuat akun pada sistem. Dalam halaman ini, pengguna diminta mengisi data seperti nama lengkap, alamat email atau nomor telepon, kata s&i, dan konfirmasi kata s&i. Untuk meningkatkan keamanan dan validasi data, form registrasi juga dilengkapi dengan validasi format email dan kekuatan s&i secara real-time. Selain itu, pada bagian bawah terdapat tombol AuDaftarAy dan link kecil yang mengarahkan kembali ke halaman login jika pengguna ternyata sudah memiliki akun. Gambar 4. Menu Registrasi SMARTA Alur menu di halaman ini dimulai dengan pengguna memasukkan semua informasi yang Setelah data dinyatakan valid, pengguna menekan tombol AuDaftarAy untuk mengirimkan data ke server. Jika proses berhasil, pengguna secara 452 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK). Vol. No. April 2026, hlm. otomatis diarahkan ke halaman login atau langsung masuk ke dalam aplikasi, tergantung implementasi Jika ada kesalahan input, maka sistem memberikan notifikasi atau highlight pada field yang perlu diperbaiki. Untuk desain antarmuka dapat dilihat pada Gambar 4. menambahkan data lahan baru jika belum tersedia di system pada menu setelah pengguna Login. Desain antarmuka dapat dilihat pada Gambar 7. Menu Login Halaman login merupakan tempat pengguna mengakses sistem dengan memasukkan kredensial akun yang sudah terdaftar. Form login terdiri dari dua field utama yaitu email/nomor telepon dan kata s&i, serta tombol AuMasuk. Ay Untuk mendukung kenyamanan pengguna, disediakan fitur AuLihat PasswordAy agar pengguna dapat memastikan input kata s&i. Desain antarmuka dapat dilihat pada Gambar 5. Gambar 6. Menu Pemilihan Sensor SMARTA Gambar 7. Menu Pemilihan Lahan & Tanaman SMARTA Gambar 5. Menu Login SMARTA . Pemilihan Sensor Pengaturan Notifikasi Aplikasi Halaman pemilihan sensor digunakan untuk menghubungkan dan mengelola sensor yang akan digunakan dalam proses monitoring lahan. Pengguna dapat melihat daftar sensor yang tersedia atau yang terdeteksi melalui koneksi LoRa, kemudian memilih sensor mana yang akan diaktifkan pada sesi tertentu. Setiap sensor biasanya memiliki ID atau nama unik untuk memudahkan Antarmuka juga menampilkan status koneksi . ktif/tida. , serta opsi untuk mengaktifkan atau menonaktifkan sensor. Desain antarmuka dapat dilihat pada Gambar 6. Pemilihan Lahan & Tanaman Gambar 8. Menu Setting Notifikasi Aplikasi SMARTA Halaman ini memungkinkan pengguna untuk memilih lahan yang akan dimonitor. Informasi ini penting untuk mengaitkan data sensor dengan konteks pertanian yang spesifik berdasarkan tempat dimana lahan tersebut akan dikembangkan. dirancang menggunakan dropdown atau kartu pilihan yang menampilkan nama lahan, luas lahan, dan jenis tanaman yang umum digunakan, seperti padi, jagung, atau sayuran. Pengguna juga bisa Halaman pengaturan notifikasi, pengguna dapat menyesuaikan jenis notifikasi yang ingin diterima, seperti peringatan kelembaban tanah rendah, suhu ekstrem, atau kebutuhan irigasi berdasarkan kondisi lahan. UI dirancang menggunakan switch on/off atau checkbox untuk setiap jenis notifikasi, serta pengaturan frekuensi notifikasi . isalnya per jam, harian, atau hanya saat kondisi kriti. Fitur ini ditujukan untuk Annisa & Abid. Pengembangan Desain UIA 453 memberikan kontrol kepada pengguna agar hanya menerima informasi yang relevan dan tidak terganggu oleh notifikasi yang berlebihan. Desain antarmuka dapat dilihat pada Gambar 8. Tampilan Profil Pengguna Halaman profil pengguna menampilkan informasi identitas pengguna seperti nama lengkap, email, nomor telepon, dan daftar lahan yang Tampilan ini juga mencakup opsi untuk mengubah kata s&i, logout, dan memperbarui informasi pribadi. Desain antarmuka bersifat ringkas dan intuitif, dengan tata letak berbasis kartu atau daftar, dan tombol aksi di bagian bawah halaman untuk memudahkan pengguna melakukan Desain antarmuka dapat dilihat di Gambar 9. Gambar 10. Menu Daftar Alat yang terhubung dengan SMARTA Data Sensor Gambar 9. Tampilan Profil Pengguna & Pengaturan Profil Aplikasi SMARTA . Daftar Alat yang dipakai oleh pengguna Halaman ini menampilkan daftar alat atau perangkat sensor yang telah terdaftar dan digunakan oleh pengguna, lengkap dengan informasi seperti ID perangkat, status koneksi, dan lokasi pemasangan. Antarmuka menampilkan data dalam bentuk daftar atau kartu dengan label warna yang menunjukkan status aktif atau tidak aktif. Setiap entri perangkat juga dilengkapi tombol aksi seperti AuKalibrasi,Ay AuNonaktifkan,Ay atau AuDetail. Ay Alur menu dimulai dengan pengguna memilih AuDaftar AlatAy dari menu utama. Sistem akan menampilkan semua alat yang sudah terhubung dengan akun pengguna. Pengguna bisa memilih salah satu alat untuk melihat detail atau melakukan kalibrasi langsung. Aksi yang dipilih akan membawa pengguna ke halaman terkait, seperti AuKalibrasi SensorAy atau AuDetail Data Lahan. Ay Halaman ini sangat penting untuk pengelolaan dan pemantauan perangkat keras yang menjadi sumber utama data Desain antarmuka dapat dilihat di Gambar 10. Gambar 11. Data Sensor SMARTA Halaman Data Sensor menyajikan informasi hasil pembacaan sensor yang terhubung dengan lahan pertanian pengguna. Data yang ditampilkan mencakup parameter-parameter penting seperti kelembaban tanah, suhu udara, intensitas cahaya, dan kadar air. Antarmuka ini dirancang dalam bentuk grafik garis atau tabel dinamis yang memberikan visualisasi tren dari waktu ke waktu, sehingga pengguna dapat dengan mudah membaca pola perubahan kondisi lahan. Selain data real-time, aplikasi juga menyediakan akses ke data historis yang bisa ditelusuri berdasarkan tanggal atau periode tertentu. Desain antarmuka dapat dilihat di Gambar 11. Manajemen Lahan Halaman Manajemen Lahan berfungsi sebagai pusat kontrol bagi pengguna dalam mengelola berbagai lahan yang mereka miliki atau pantau. dalamnya, pengguna dapat menambahkan lahan baru, mengedit informasi lahan seperti nama, lokasi, luas, dan jenis tanah, serta menghapus data lahan 454 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK). Vol. No. April 2026, hlm. yang tidak lagi digunakan. UI menampilkan daftar lahan dalam bentuk kartu dengan ringkasan informasi utama dan tombol aksi seperti AuDetail,Ay AuEdit,Ay atau AuHapus. Ay Alur menu dimulai ketika pengguna memilih menu AuManajemen Lahan. Ay Pengguna dapat memilih AuTambah LahanAy untuk memasukkan data baru, atau menekan tombol AuDetailAy untuk melihat kondisi sensor dan riwayat data pada lahan tertentu. Jika pengguna menekan AuEdit,Ay maka sistem akan menampilkan form pengeditan informasi lahan. Setelah perubahan dilakukan, tombol AuSimpanAy akan memperbarui data ke server. Fitur ini menyesuaikan sistem dengan struktur lahan pertanian mereka di dunia nyata. Desain antarmuka dapat dilihat di Gambar 12. Kalibrasi Sensor Halaman Kalibrasi Sensor digunakan untuk menyelaraskan dan menyesuaikan nilai sensor agar pembacaan yang dilakukan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Antarmuka halaman ini menampilkan daftar sensor yang tersedia dan tombol aksi untuk memulai proses kalibrasi. Dalam proses kalibrasi, pengguna mungkin diminta memasukkan nilai referensi atau melakukan pengukuran langsung di lapangan mencocokkan hasil baca sensor. Desain antarmuka dapat dilihat di Gambar 14. Gambar 14. Kalibrasi Sensor SMARTA Gambar 12. Menu Manajemen Lahan SMARTA . Detail Data setiap Lahan Halaman ini menyajikan detail informasi dari masing-masing lahan secara lengkap, termasuk jenis tanaman, lokasi, waktu tanam, serta semua data sensor yang terhubung ke lahan tersebut. Tampilan visualnya memadukan informasi setiap indicator yang ada pada alikasi, sehingga data yang mudah dibaca. Selain itu, pengguna dapat melihat rekomendasi sistem berdasarkan kondisi lahan seperti saran irigasi atau pemupukan jika tersedia. Desain antarmuka dapat dilihat di Gambar 13. Gambar 13. Menu Data Lahan SMARTA RENCANA PENGUJIAN Pengujian Black-Box merupakan salah satu metode pengujian perangkat lunak yang berfokus pada fungsionalitas sistem tanpa memperhatikan struktur internal kode program. Pendekatan ini dilakukan dengan memberikan input tertentu kepada aplikasi, kemudian mengamati output yang dihasilkan apakah sudah sesuai dengan kebutuhan yang telah Dengan kata lain. Black-Box Testing mengevaluasi kesesuaian fungsi sistem dari sudut p&ang pengguna akhir, bukan dari sisi teknis implementasi kode. Metode ini sangat relevan untuk menguji aplikasi yang masih berada pada tahap perancangan antarmuka maupun prototipe awal, karena dapat memastikan bahwa setiap fitur yang dirancang mampu berjalan sesuai dengan spesifikasi kebutuhan Pengujian ini biasanya diterapkan pada fitur-fitur utama, seperti proses autentikasi, validasi data, penyimpanan informasi, hingga penyajian data secara real-time. Dalam konteks penelitian ini, pengujian Black-Box dipilih karena aplikasi SMARTA lebih difokuskan pada rancangan antarmuka pengguna (UI) yang berfungsi menampilkan data sensor berbasis teknologi LoRa. Dengan pengujian ini, setiap fitur dalam aplikasi dapat dievaluasi melalui skenario masukan dan keluaran yang telah ditetapkan, sehingga diperoleh gambaran awal mengenai tingkat kesesuaian rancangan UI dengan kebutuhan Annisa & Abid. Pengembangan Desain UIA 455 Fitur yang Diuji Registrasi Login Tabel 1. Rencana pengujian SMARTA Output yang Input Proses Diharapkan Nama, email/nomor Validasi format HP, password, & kesesuaian Akun berhasil dibuat / pesan error jika data tidak valid Email/nomor HP & password Berhasil masuk ke aplikasi / pesan error jika Autentikasi Pemilihan Sensor Sistem Data sensor ID sensor yang membaca daftar aktif sesuai sensor LoRa sensor terpilih Pemilihan Lahan & Tanaman Sistem Input pilihan menyimpan & Data monitoring lahan & jenis menghubungkan sesuai lahan & data sensor dengan lahan Pengaturan Notifikasi Pilihan jenis . elembaban, suhu, dsb. Simpan Notifikasi sesuai kondisi yang dipilih Profil Pengguna Input/update identitas . ama, email. HP. Validasi & Data profil Daftar Alat Permintaan Sistem daftar sensor Daftar alat tampil lengkap dengan status aktif/tidak Data Sensor Permintaan data Sistem data real-time Data real-time & historis tampil dalam grafik/tabel Manajemen Lahan Tambah/Edit/H apus lahan Sistem Data lahan ditambahkan/di perbarui/dihapu Detail Data Lahan Permintaan detail lahan Sistem data lengkap Informasi detail lahan tampil sesuai data Kalibrasi Sensor Input nilai Sistem referensi/kalibr menyesuaikan asi sensor nilai pembacaan Data sensor sesuai nilai KESIMPULAN Rancangan antarmuka pengguna (UI) aplikasi SMARTA telah mampu memfasilitasi kebutuhan petani dalam melakukan pemantauan kesiapan lahan pertanian berbasis teknologi LoRa. Namun, untuk memastikan bahwa setiap fitur dalam desain UI dapat berfungsi sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, diperlukan tahap pengujian. Pengujian berperan penting dalam mengevaluasi apakah sistem benar-benar menghasilkan keluaran yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, sekaligus menjadi dasar perbaikan sebelum aplikasi diimplementasikan lebih lanjut. Dalam penelitian ini, metode pengujian yang digunakan adalah Black-Box Testing. Pengujian Black-Box merupakan metode yang berfokus pada pengujian fungsi aplikasi tanpa memperhatikan struktur internal kode program. Evaluasi dilakukan dengan memberikan masukan . tertentu pada sistem, kemudian mengamati keluaran . memastikan bahwa fungsi berjalan sesuai dengan spesifikasi yang telah dirancang. Pendekatan ini dipilih karena penelitian masih berada pada tahap rancangan antarmuka pengguna, sehingga aspek yang diuji difokuskan pada kesesuaian fungsi tampilan dan alur penggunaan dari perspektif pengguna akhir. Penerapan pengujian Black-Box pada aplikasi SMARTA dilakukan terhadap fiturfitur utama, seperti registrasi dan login, pemilihan sensor, pemilihan lahan dan tanaman, pengaturan notifikasi, manajemen lahan, hingga kalibrasi Setiap fitur diuji dengan berbagai skenario masukan, baik valid maupun tidak valid, untuk melihat apakah sistem memberikan keluaran yang Hasil pengujian diharapkan dapat menunjukkan tingkat kesesuaian desain UI dengan kebutuhan pengguna, sekaligus menjadi acuan untuk pengembangan lebih lanjut. Untuk pengembangan selanjutnya, disarankan agar sistem tidak hanya berfokus pada tampilan antarmuka, tetapi juga pada pengujian fungsional dan usability terhadap pengguna akhir secara langsung melalui metode user testing atau evaluasi Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi perbaikan dari sisi pengalaman pengguna (UX) dan memastikan bahwa seluruh fitur yang dirancang benar-benar memberikan manfaat dalam praktik di lapangan. Selain itu, perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut pada sisi backend dan infrastruktur LoRa, termasuk optimasi pengiriman data, penanganan gangguan sinyal, serta manajemen perangkat yang lebih kompleks. Integrasi dengan sistem peringatan dini berbasis prediksi cuaca atau rekomendasi pertanian berbasis AI juga menjadi langkah potensial yang dapat meningkatkan kapabilitas sistem. Dengan penyempurnaan tersebut, aplikasi ini dapat berkembang menjadi sistem komprehensif dan berdampak langsung pada produktivitas petani. DAFTAR PUSTAKA AGIL PRASETYO. DKK. Perancangan Prototipe Antarmuka Pengguna Pada Aplikasi ECommerce Pertanian Berbasis Mobile. Binus Business School. AHMED. DKK. LoRa Based IoT Platform for Remote Monitoring of LargeScale Agriculture Farms in Chile. Sensors, 22. Available At: Https://doi. org/10. 3390/S22082824. CODELUPPI. DKK. LoRafarm: A LoRawan-Based Smart Farming Modular IoT ArchitectureAo. Sensors (Switzerl&), 20. Available At: Https://doi. org/10. 3390/S20072028. 456 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK). Vol. No. April 2026, hlm. ENOCK. DKK. LoRa-Based Smart Agriculture Monitoring & Automatic Irrigation SystemAo. Journal of Computer & Communications, 13. Pp. 1Ae20. Available At: Https://doi. org/10. 4236/Jcc. GOKARNA. DevOps Phases Across Software Development LifecycleAo. Available At: Https://doi. org/10. 36227/Techrxiv. V2. GYFARI, WIBOWO, VENDYANSYAH. Perancangan dan Pembangunan Sistem Monitoring Tanah Longsor Berbasis IoT Menggunakan Teknologi LoRa (Long Rang. Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika. ISMAIL. , & EFENDI. Black-Box Testing: Analisis Kualitas Aplikasi Source Code Bank Programming. Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi Komunikas. , 5. , 1-6. JOOSTEN. The Black-Box Testing & LOC Method Approach in Testing & Streamlining the Patient Registration Program. Jurnal Riset Informatika, 3. , 137-144. Kresna Media Publisher MONALISA, & SYAHPUTRA BANCIN. Rancang Bangun Electronic Customer Relationship Management Pada Sistem Informasi Hotel Dengan Framework of Dynamic Crm Studi Kasus: Hotel Hermes One Subulussalam Design of Electronic Customer Relationship in Hotel Information System with Framework of Dynamic CRM Method (Study Cases: Hotel Hermes One Subulussala. Ao, 7. Pp. 1Ae8. PARAMUDITA. ZULFA. & TARYANA, Implementasi DevOps Pada Pengembangan Aplikasi &roid Pendeteksi Kualitas Beras Berbasis Machine Learning. Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, 26. Pp. 105Ae113. PUTRI. IRIANTO. , & SHARMA. Comparison of automatic & manual regression testing on mobile application health technology with Black Box Testing Indonesian Journal of Information Systems, 7. , 218-230. Open Journal Systems RIVERA GUZMyAN. DKK. LoRa Network-Based System for Monitoring the Agricultural Sector in &ean Areas: Case Study EcuadorAo. Sensors, 22. Available at: Https://doi. org/10. 3390/S22186743. SAFII. DKK. Perancangan Monitoring Teknologi Long Range (LoR. Untuk Mendeteksi Kekeringan Tanah Berbasis IoTAo. Jurnal Ilmiah Fifo, 15. SHOLEHURROHMAN. QURROTA AAoYUNI, . DWI SAKETHI. SABDA ILMAN. MUHAQIQIN, & TAUFIK. Implementation of Black-Box Testing on the Information System for the Smart Indonesia Card College Recommendation. JESII: Journal of Elektronik Sistem Informasi, 3. E-Journal UKRI SIANTURI. Penerapan User Experience Design Pada Pengembangan Aplikasi Mobile MarkopiAo, 8. Available At: https://doi. org/10. 25126/Jtiik. SUN&I. ZULFANGGA. ARDIANSAH. SHIDDIQ. RAHMAH. , & ATMAJA. Penerapan Black Box Testing pada Website Cobalt. tools untuk Pengujian Fungsionalitas Pengunduhan Media. Journal on Pustaka Cendekia Informatika, 3. , 108Ae114. Pustaka