Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia Vol. 6, No. 2, Mei 2023 ISSN 2615-7896 Received : 16 Mar 2023 Revised: 25 Apr 2023 Accepted: 9 Mei 2023 Published : 31 Mei 2023 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Politeknik Caltex Riau Hamdani Arifulsyah1; Heri Ribut Yuliantoro2; Abdi Bhayangkara3 Politeknik Caltex Riau Emal : dani@pcr.ac.id Abstract Financial literacy represented by an understanding of the basics of finance, savings and credit, investment, risk management and the campus environment whether it can affect the ability to manage finances among Caltex Riau Polytechnic Students (PCR) is the purpose of this research. A questionnaire in the form of a Google form distributed to all PCR students was the medium used to collect data in this study, while multiple linear regression was the method used in this study. With a total population of 2,055 PCR students, while 130 people filled out the questionnaire, from this number they met the minimum number required in the Slovin formula. From the results of the research conducted, it was found that an understanding of basic finance and risk management can affect student financial management, while other variables such as savings and credit, investment and campus environment, cannot affect the ability to manage money by PCR students. Keywords: Knowledge of basic financial skills, savings and credit, investment, risk management and the campus environment and student financial management Abstrak Literasi keuangan yang diwakili oleh pemahaman hal mendasar keuangan, simpanan dan kredit, Investasi, Manajemen resiko dan Lingkungan Kampus apakah bisa mempengaruhi kemampuan mengelola keuangan dikalangan Mahasiswa Politeknik Caltex Riau (PCR) merupakan tujuan dibuatnya penelitian ini. Kuesioner dalam bentuk google form yang disebarkan ke seluruh mahasiswa PCR adalah media yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini, sementara regresi linear berganda adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Dengan jumlah populasi untuk seluruh mahasiswa PCR berjumlah 2.055, sementara yang mengisi kuesioner berjumlah 130 orang, dari jumlah ini sudah memenuhi minimal jumlah yang disyaratkan dalam rumus Slovin. Dari hasil penelitian yang dibuat, diperoleh bahwa pemahaman akan dasar keuangan dan Manajemen Resiko dapat mempengaruhi pengelolaan keuangan Mahasiswa, sementara variabel lain seperti simpanan dan kredit, Investasi dan Lingkungan Kampus, tidak bisa mempengaruhi kemampuan mengelola uang oleh Mahasiswa PCR. * Corresponding author’s e-mail: : dani@pcr.ac.id http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JABI 125 Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia - Vol. 6, No. 2, Mei 2023 – Arifulsyah, Yuliantoro & Bhayangkara Kata Kunci: Pengetahuan kemampuan dasar keuangan, simpanan dan kredit, Investasi, Manajemen resiko dan Lingkungan Kampus dan pengelolaan keuangan Mahasiswa 1. PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Pengelolaan keuangan merupakan salah satu hal yang penting yang harus kita lakukan agar setidaknya pengeluaran tidak melebihi penerimaan atau pendapatan. Dalam hal pengelolaan keuangan ini, perlu adanya manajemen keuangan yang tepat berdasarkan ilmu manajemen keuangan yang terstruktur (Herlindawati, 2017). Cara yang dapat ditempuh untuk mempelajari ilmu manajemen keuangan yang terstruktur ini, adalah melalui Pendidikan (Leksono, 2020). Ilmu manajemen keuangan bisa dipelajari oleh semua kalangan mahasiswa, baik yang mengambil bidang ekonomi, maupun non ekonomi. Karena manajemen keuangan itu, khususnya untuk mengatur keuangan sendiri, sangat penting dipelajari mulai dari menempuh pendidikan di bangku kuliah. Salah satu contoh sederhana pentingnya manajemen keuangan bagi mahasiswa adalah bagaimana mengelola uang yang dikirimkan oleh orang tuanya, mulai dari menyisihkan untuk kuliah, bayar uang kontrakan rumah, makan dan untuk jajan, serta sedapat mungkin menyisihkan uang kiriman dari orang tua itu untuk tabungan ataupun investasi. Hal yang seperti itu banyak yang kurang mampu diatur oleh mahasiswa, sehingga kadang uang yang dikirim oleh orang tuanya udah duluan habis sebelum waktunya. Agar tidak mengalami kesulitan keuangan, maka pemahaman akan literasi keuangan sangat diperlukan karena bisa berperan dalam hal pengelolaan keuangan sehingga kemampuan dalam hal pengelolaan keuangan bisa ditingkatkan (Pradiningtyas, 2019). Lembaga-lembaga jasa keuangan banyak menawarkan produk-produk keuangan, dengan memahami akan literasi keuangan, maka dapat membantu seseorang dalam hal pengambilan keputusan keuangan (Bongomin., 2016). Literasi keuangan itu terdiri dari beberapa macam, yaitu pemahaman awal akan keuangan, tabungan dan pinjaman, serta asuransi dan investasi (Lusardi, 2013). Dari penjelasan yang sudah diuraikan di atas, yang menjadi dasar dari penelitian ini adalah apakah literasi keuangan dan lingkungan kampus dapat berpengaruh terhadap pengelolaan akan uang yang mereka miliki, dimana nanti hasilnya akan dipublikasikan juga ke mahasiswa tentang pentingnya pemahaman konsep literasi keuangan ini untuk mengelola keuangan pribadi mereka. Perumusan Masalah Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : a. Apakah pengelolaan keuangan mahasiswa PCR bisa dipengaruhi oleh literasi keuangan tentang pengetahuan keuangan dasar ? * Corresponding author’s e-mail: : dani@pcr.ac.id http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JABI 126 Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia - Vol. 6, No. 2, Mei 2023 – Arifulsyah, Yuliantoro & Bhayangkara b. c. d. e. Apakah pengelolaan keuangan mahasiswa PCR bisa dipengaruhi oleh literasi keuangan tentang simpanan dan kredit ? Apakah pengelolaan keuangan mahasiswa PCR bisa dipengaruhi oleh literasi keuangan tentang tabungan dan investasi ? Apakah pengelolaan keuangan mahasiswa PCR bisa dipengaruhi oleh literasi keuangan tentang manajemen resiko ? Apakah pengelolaan keuangan mahasiswa PCR bisa dipengaruhi oleh lingkungan kampus ? Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini berdasarkan rumusan masalah di atas adalah : a. Untuk mengetahui apakah pengelolaan keuangan mahasiswa PCR bisa dipengaruhi oleh literasi keuangan tentang pengetahuan keuangan dasar b. Untuk mengetahui apakah pengelolaan keuangan mahasiswa PCR bisa dipengaruhi oleh literasi keuangan tentang simpanan dan kredit c. Untuk mengetahui apakah pengelolaan keuangan mahasiswa PCR bisa dipengaruhi oleh literasi keuangan tentang tabungan dan investasi d. Untuk mengetahui apakah pengelolaan keuangan mahasiswa PCR bisa dipengaruhi oleh literasi keuangan tentang manajemen resiko e. Untuk mengetahui apakah pengelolaan keuangan mahasiswa PCR bisa dipengaruhi oleh lingkungan kampus PCR ? Kontribusi Penelitian Penelitian terkait literasi keuangan yang berupa pengetahuan awal tentang keuangan, simpanan dan kredit, investasi, manajemen resiko serta adanya tambahan terkait lingkungan kampus yang nantinya akan diuji terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa di lingkungan kampus PCR, apakah berpengaruh atau tidak, diharapkan bisa berkontribusi terhadap penulis untuk menambah wawasan. Sementara kontribusi bagi mahasiswa PCR, bisa meningkatkan pemahaman mereka terkait pengelolaan keuangan dan investasi lainnya sehingga lebih cermat dan efisien dalam hal mengelola keuangannya. Sementara kontribusi untuk peneliti berikutnya, bisa dijadikan sebagai referensi dengan cakupan penelitian yang lebih luas. 2. KERANGKA TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Kerangka Teoritis Penjelasan secara teroritis terkait literasi keuangan, lingkungan kampus dan pengelolaan keuangan dijelaskan sebagai berikut : 1. Literasi keuangan Literasi keuangan bisa diartikan sebagai upaya yang dilakukan oleh seseorang untuk bisa memahami akan pengelolaan keuangan, yang biasanya bisa dalam * Corresponding author’s e-mail: : dani@pcr.ac.id http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JABI 127 Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia - Vol. 6, No. 2, Mei 2023 – Arifulsyah, Yuliantoro & Bhayangkara bentuk pengetahuan awal akan dasar keuangan, tabungan dan investasi, pinjaman, dan bagaimana mengendalikan resiko terkait keuangan di masa yang akan datang (Cole. S, 2008). Berikut penjelsan Literasi keuangan yang dikemukakan oleh (Lusardi, 2013) : a. Pengetahuan keuangan dasar Mencakup pengetahuan akan dasar-dasar keuangan seperti penentuan bunga majemuk, pemahaman working capital, pemahaman akan inflasi , dan bagaimana penentuan tingkat bunga. b. Pengetahuan akan mengelola keuangan Bisa berupa kemampuan seseorangd alam mengelola keuangan yang ada. c. Pengetahuan akan hutang dan kredit Hutang bisa timbul karena ada peminjaman kepada pihak lain dan mengetahui bagaimana proses pembayaran dan cara melunasinya dengan sumber daya yang ada. d. Tabungan dan investasi Uang yang disisihkan setelah memenuhi kebutuhan pokok bisa digunakan untuk tabungan, atau bahkan agar memperoleh pengembalian yang lebih besar, uang yang disishkan tersebut bisa digunakan untuk investasi. e. Kemampuan untuk melakukan Manajemen resiko Risiko bis amuncul kapan saja, jadi kalau pandai dalam hal mengelola, resiko itu sendir bisa diminimalisir sehingga tidak sampai mengganggu keuangan yang ada. 2. Lingkungan kampus Menurut (Pradiningtyas, 2019) dengan adanya lingkungan kampus, menyebabkan seseorang (mahasiswa) bisa mengembangkan potensi yang dimilikinya dengan memperhatikan perilaku yang dibuat oleh teman-temanya. Lingkungan kampus tidak bisa mempengaruhi pengelolaan keuangan mahasiswa, merupakan hasil lain dari penelitian yang dibuat oleh (Vhalery, 2020). 3. Pengelolaan keuangan Bisa diartikan sebagai sesuatu yang dikerjakan oleh individu dalam hal mengelola keuangan pribadi berdasarkan pengelolaan arus kas, manajemen kredit, investasid an tabungan (Herdjiono, 2016). Pengembangan Hipotesis 1. Pengaruh Literasi Keuangan tentang Pemahaman akan dasar-dasar keuangan Jika seseorang bisa menunjukkan pengelolaan keuangan yang baik, maka bisa dipastikan seseorang itu memiliki tingkah laku keuangan yang baik juga, bisa berupa pembayaran akan kewajibannya tepat pada waktunya, menyisihkan uangnya untuk tabungan, dan mengelola pendapatan dan pengeluaran keluarga yang baik (Rustiaria A.P., 2017). Orang yang dimaksud disini adalah Mahasiswa yang memiliki kemampuan akan pengelolaan keuangan sehingga * Corresponding author’s e-mail: : dani@pcr.ac.id http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JABI 128 Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia - Vol. 6, No. 2, Mei 2023 – Arifulsyah, Yuliantoro & Bhayangkara memiliki kemampuan dalam hal memutuskan terkait bidang keuangan, seperti mampu membagi uang yang diterima untuk disimpan atau diinvestasikan (Mahdzan, 2013). H1 : Pengaruh literasi keuangan mengenai pemahaman akan dasar-dasar keuangan berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan. 2. Pengaruh Literasi Keuangan mengenai tabungan dan pinjaman terhadap Pengelolaan Keuangan Penelitian yang dilakukan di daerah Afrika mengemukakan bahwa hamper Sebagian besar pelau UMKM mengalami kegagalan keuangan karena kurangnya pemahaman terkait literasi keuangan ini (Fatoki, 2014), yang salah satunya literasi keuangan tentang simpanan dan kredit. Kalau kita kaji dari segi mahasiswa, Sebagian besar penyebab kegagalan literasi keuangan simpanan dan kredit ini karena sebagian besar mahasiswa mencampuradukkan simpanan dana untuk konsumsi untuk bayar uang kuliah, bayar kontrakan, beli buku dan jajan dengan tabungan dan pembiayaan lainnya sehingga kesulitan dalam hal pengelolaan keuangannya. H2 : Pengaruh literasi keuangan tentang tabungan dan pinjaman berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan. 3. Pengaruh Literasi Keuangan tentang Investasi terhadap Pengelolaan Keuangan. Investasi itu biasanya berhubungan erat dengan investasi di saham, obligasi, suku bunga dan pemahaman akan resiko investasi. Pengetahuan tentang investasi ini bermanfaat untuk para pelaku usaha khususnya pelaku UMKM agar dana yang dimiliki tidak semunay untuk dikosumsi, digunakan untuk modal usaha, tapi bisa juga disisihkan untuk investasi yang manfaatnya tentu bisa diperoleh dikemudian hari. Literasi keuangan tentang investasi bisa juga diarahkan ke mahasiswa, karena yang namanya investasi ini tidak mesti mahasiswanya sudah punya penghasilan, tapi juga bisa menyisihkan uang yang dikirimkan oleh orangtuanya setelah memenuhi semua kebutuhan pokoknya untuk bisa dijadikan sebabai investasi, yang penting mahasiswanya harus selektif dalam memilih instrumen dalam hal investasi ini, jangan sampai memilih investasi bodong yang nantinya bisa menjerumuskan si mahasiswanya (Rasyid, 2012). H3 : Pengaruh literasi keuangan dalam bentuk investasi pada pengelolaan keuangan. 4. Pengaruh Literasi Keuangan mengenai manajemen resiko pada Pengaturan Keuangan. Masa yang akan datang yang penuh dengan ketidakpastian, harus dikelola dengan baik terutama dalam bidang keuangan, merupakan defenisi dan manajemen resiko dibidang keuangan. Dengan manajemen risiko yang baik, masa yang akan datang yang penuh dengan ketidakpastian itu bisa diantisipasi misalnya untuk mahasiswa yang * Corresponding author’s e-mail: : dani@pcr.ac.id http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JABI 129 Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia - Vol. 6, No. 2, Mei 2023 – Arifulsyah, Yuliantoro & Bhayangkara setiap bulan atau minggunya selalu masih menerima kiriman uang dari orang tuanya, dengan memehami manajemen resiko, uang yang diterima itu sisanya bisa disisihkan untuk tabungan atau investasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak bisa dipastikan yang muncul di masa yang akan datang, misalnya manatahu ada kesulitan keuangan untuk membayar uang kuliah, dari tabungan atau investasi yang dilakukan selama ini, bisa digunakan untuk menutupi biaya kuliah tersebut tanpa harus menambah kewajiban/hutang lagi. H4 : Pengaruh literasi keuangan akan manajemen resiko terhadap pengaturan keuangan. 5. Pengaruh Lingkungan Kampus terhadap Pengelolaan Keuangan Konsentrasi setiap individu atau mahasiswa bisa dipengaruhi dengan lingkungan kampus (Vhalery, 2019). Sehingga pengelolaan keuangan seseorang atau mahasiswa bisa dipengaruhi oleh lingkungan kampus. Lingkungan kampus itu bisa dalam bentuk pergaulan dengan teman, kalau teman sepergaulannya terlalu konsumtif, maka yang terjadi adalah mahasiswa yang ikut dengan temannya itu akan ikut konsumtif juga, tapi kalua sebaliknya kalua teman sepergaulannya bisa hemat atau bisa mengelola keuangannya, maka mahasiswa yang ngikut itu akan terpengaruh juga, sehingga bisa belajar bagaimana dalam ha pengelolaan keuangan. 3. METODE RISET Penelitian ini adalah penelitian jenis kuantitatif, dimana kuesioner disebar keseluruh mahasiswa aktif PCR. Jumlah mahasiswa PCR yang aktif adalah sebanyak 2.055 orang, rumus Slovin adalah cara yang digunakan untuk menentukan jumlah sampelnya, dimana nilai sampelnya ditentukan sebagai berikut : Keterangan : n = jumlah sampel N = jumlah populasi e = Persentase toleransi dalam penelitian, yaitu sebesar 10%. Jadi dari rumus yang sudah dibuat, maka diperoleh sampel sebagai berikut : 2055 n = 1+2055 (10%) 2 = 95,35 atau dibulatkan menjadi 95 orang. Data untuk variable literasi keuangan dan data variable pengelolaan keuangan disebarkan dalam bentuk kuesioner ke seluruh mahasiswa PCR, kemudian untuk mengolah data yang sudah dikumpulkan itu, digunakan software SPSS versi 20. Berikutnya diuji apakah variable literasi keuangan dapat * Corresponding author’s e-mail: : dani@pcr.ac.id http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JABI 130 Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia - Vol. 6, No. 2, Mei 2023 – Arifulsyah, Yuliantoro & Bhayangkara mempengaruhi pengelolaan keuangan pribadi seluruh mahasiswa aktif PCR, dan nanti menarik kesimpulannya. 4. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Seluruh Mahasiswa PCR adalah responden dalam penelitian ini dan sekaligus sebagai populasinya. JUmlah responden adalah sebanyak 2.055 orang/mahasiswa. Dari jumlah tersebut, yang mengisi kuesioner adalah 130 Mahasiswa, dari jumlah ini sudah memenuhi batas minimal dari ketentuan yang ada pada rumus Slovin, dimana hasilnya adalah sebagai berikut : Keterangan : n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi e = Persentase kelonggaran penelitian, yang ditetapkan 10%. Jadi dari rumus yang sudah dibuat, maka diperoleh jumlah minimal sampel sebagai berikut : 2055 n = 1+2055 (10%) 2 = 95,35 atau dibulatkan menjadi 95 orang. Dengan jumlah responden yang sudah mengisi sebanyak 130 Mahasiswa, berartis udah memenuhi jumlah minimal sampel dalam riset ini. Statistik Deskriptif Berikut tabelnya yang menunjukkan akan mean, standar deviasi, minimum dan maksimum (Purwanto, 2012). Tabel 4.1. Statistik Deskriptif Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean PKD 130 3 SDK 130 2 I 130 2 MR 130 0 LK 130 0 PK 130 0 Valid N (listwise) 130 Sumber : Data Olahan SPSS Keterangan : PKD : Pengetahuan Keuangan Dasar 4 4 4 1 1 1 * Corresponding author’s e-mail: : dani@pcr.ac.id http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JABI 3.10 3.23 3.18 .92 .63 .98 Std. Deviation .301 .491 .422 .268 .484 .124 131 Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia - Vol. 6, No. 2, Mei 2023 – Arifulsyah, Yuliantoro & Bhayangkara SDK : Simpanan dan Kredit I : Investasi MR : Manajemen Resiko LK : Lingkungan Kampus PK : Pengelolaan Keuangan Dari tabel yang ditunjukkan di atas bisa dilihat rata-rata pengetahuan kemampuan dasar mahasiswa di PCR bisa dikatakan bagus, karena rata-rata menjawa 3. Bahkan untuk minimumnya saja bisa dibilang cukup bagus, karena bernilai 3, sementara maksimumnya adalah maksimal, dengan poin 4, sehingga bisa dikatakan sangat bagus. Untuk simpanan dan kredit, bisa juga dikatakan bagus, karena rata-rata bernilai 3, tapi minimumnya ada juga yang bernilai 2, yang bernilai tidak bagus, dan maksimumnya ada juga yang menjawab 4, yang artinya sangat bagus. Untuk investasi, rata-rata mahasiswa sangat setuju kalau cara mendapatkan keuntungan itu dengan cara investasi, sehingga poinnya 4, sementara masih ada juga yang jawab tidak setuju, dan lebih banyak yang memberikan jawaban sangat setuju. Sementara manajemen resiko, sangat sedikit mahasiswa yang menyisihkan uangnya untuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga, hal ini bisa dilihat dari ratarata menjawab 0,92, atau bila diblatkan menjadi 1. Sementara untuk lingkungan kampus, dimana pertanyaannya rata-rata harga jajanan dan perlengkapan tulis di kampus mahal, serta bergaul dengan teman-teman yang konsumtif, kebanyak menjawab tidak setuju, karena rata-rata menjawab nilai 1. Dan terakhir untuk pengelolaan keuangan, dan ini merupakan variable dependennya, dimana pertanyaannya mengenai mampu mengelola keuangan sehingga pengeluaran tidak melebihi pendapatan, rata-rata mahasiswa menjawab 1 juga, berarti bisa disimpulkan rata-ratamahasiswa PCR belum bisa mengatue keuangannya agar pengeluaran tiak melebihi pendapatannya. 4.2.Hasil Uji Validitas Suatu variabel itu bisa dijelaskan atau tidak bisa digunakan uji validitas (AlFithrie, 2015). Kalau nanti hasilnya r hitung < r table, maka pernyataan dalam kuesioner itu bisa dikatakan valid. Tabel berikut adalah hasil dari uji validitasnya: Tabel 4. 2 Hasil pengujian Validitas Data Correlations PKD PKD Pearso n 1 Correl ation SDK I MR .157 .470** .096 * Corresponding author’s e-mail: : dani@pcr.ac.id http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JABI LK PK Total -.117 .042 .526** 132 Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia - Vol. 6, No. 2, Mei 2023 – Arifulsyah, Yuliantoro & Bhayangkara SDK I MR LK PK Sig. (2tailed) N Pearso n Correl ation Sig. (2tailed) N Pearso n Correl ation Sig. (2tailed) N Pearso n Correl ation Sig. (2tailed) N Pearso n Correl ation Sig. (2tailed) N Pearso n Correl ation Sig. (2tailed) .074 .000 .276 .185 .638 .000 130 130 130 130 130 130 130 .157 1 .101 .195* -.030 .059 .597** .254 .026 .734 .505 .000 130 130 130 130 130 1 -.016 .019 .053 .595** .858 .833 .552 .000 130 .074 130 130 .470** .101 .000 .254 130 130 130 130 130 130 .096 .195* -.016 1 -.041 .433** .400** .276 .026 .858 .640 .000 .000 130 130 130 130 130 130 130 -.117 -.030 .019 -.041 1 .034 .415** .185 .734 .833 .640 .702 .000 130 130 130 130 130 130 .042 .059 .053 .433** .034 1 .305** .638 .505 .552 .000 * Corresponding author’s e-mail: : dani@pcr.ac.id http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JABI 130 .702 .000 133 Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia - Vol. 6, No. 2, Mei 2023 – Arifulsyah, Yuliantoro & Bhayangkara N 130 130 130 130 130 Pearso n .526** .597** .595** .400** .415** Correl ation Total Sig. (2.000 .000 .000 .000 .000 tailed) N 130 130 130 130 130 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Sumber : Data olahan SPSS 130 130 .305** 1 .000 130 130 Kolom total adalah menunjukkan validitas dari setiap item. Berdasarkan r tabel, nilai Pearson Correlation minimal adalah 0.171 karena menggunakan 130 responden (N) dengan batas 0.05. Dari tabel terlihat bahwa nilai pearson correlations tiap item di atas 0.171, Sehingga semua item kuesioner ini sudah valid. Uji Reliabilitas Tingkat keandalan indicator-indikator dalam kuesioner bisa dilakukan dengan uji reliabilitas. Variabel yang reliable adalah jika cronbach alpha > 0.60 (Mulyono 2012). Berikut hasil uji reliabilitasnya : Tabel 4.3. Hasil Uji Reliabilitas Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Corrected Item Deleted Variance if Item-Total Item Deleted Correlation PKD 20.9923 3.822 .409 SDK 20.8615 3.407 .412 I 20.9154 3.520 .440 MR 23.1692 4.018 .285 LK 23.4615 3.785 .199 PK 23.1077 4.252 .250 Sumber : Data olahan SPSS Cronbach's Alpha if Item Deleted .623 .605 .603 .645 .663 .660 Dari table yang ditunjukkan di atas, terlihat bahwa semua variable bisa dikatan reliabel. 4.3. Hasil Uji Asumsi Klasik * Corresponding author’s e-mail: : dani@pcr.ac.id http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JABI 134 Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia - Vol. 6, No. 2, Mei 2023 – Arifulsyah, Yuliantoro & Bhayangkara Untuk bisa memastikan uji regresi bisa dilakukan, maka uji asumsi klasik lah yang digunakan (Ghozali, 2013). Pengujian ini berupa : uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas (Sunyoto, 2014). 4.3.1. Hasil Uji Normalitas Data Untuk menguji apakah variabel dependen dan independen bisa berdistribusi normal atau tidak, digunakanlah uji normalitas (Ghozali, 2013). Dalam uji Uji normalitas ini yang digunakan adalah teknik Komolgorov-Smirnov (K-S). Data berdistribusi normal jika p-value > 0,05. Berikut hasil uji normalitasnya : Tabel 4.4 Hasil pengujian normalitas N Normal Mean Parametersa,b Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. (2-tailed) Sumber: Data olahan SPSS 22 tahun 2019 Sumber : Hasil olahan data di SPSS Unstandardized Residual 94 0,000 0,195 0,060 0,060 0,055 0,060 0,300c,d Berdasarkan table 4.4 di atas, terlihat bahwa nilai signifikansinya adalah 0,300, dan nilai ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai signifikansi yang sebesar 0,05, sehingga bisa dikatakan datanya adalah berdistribusi normal. 4.3.2. Hasil Uji Multikolinearitas Untuk melihat apakah hubungan antar variabel bebas terjadi ketergantungan atau tidak, digunakan uji multikolinearitas (Ghozali, 2013). Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance adalah yang digunakan dalam pengujian ini (Sunyoto, 2014). Jika nilai VIF < 10,00 dan nilai tolerance > 0,1, maka bisa dipastikan tidak terjadi multikolinearitas (Sugiyono, 2012). Tabel 4.5 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model 1 (Constant) PKD Collinearity Statistics Tolerance VIF .746 1.341 * Corresponding author’s e-mail: : dani@pcr.ac.id http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JABI 135 Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia - Vol. 6, No. 2, Mei 2023 – Arifulsyah, Yuliantoro & Bhayangkara SDK .941 1.063 I .768 1.301 MR .951 1.051 LK .979 1.022 a. Dependent Variable: PK Sumber : Hasil olahan data di SPSS Dari table 4.5. di atas terlihat angka dari tolerance dan VIF. Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh (Mulyono, 2012). Dari ketentuan yang ada, nilai tolerance lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF kecil dari 10, sehingga tidak terjadi yang namanya multikolinearitas. 4.3.3. Hasil Uji Heteroskedastisitas Gambar Scatterplot berikut merupakan hasil Uji Heteroskedastisitas : Gambar 4.1. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber : Hasil olahan data di SPSS Dari gambar 4.1 di atas terlihat bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas karena pola tidak jelas dan di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y titik-titik meneyebar. Hasil Uji Hipotesis dengan Regresi Linear Berganda Untuk mengetahu apakah variable independent bisa mempengaruhi variable dependen, bisa digunakan uji regresi linear berganda. Berikut hasil uji regresinya : * Corresponding author’s e-mail: : dani@pcr.ac.id http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JABI 136 Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia - Vol. 6, No. 2, Mei 2023 – Arifulsyah, Yuliantoro & Bhayangkara Tabel 4.6 Hasil Uji Hipotesis Dengan Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients B Std. Error (Constant) .776 .122 PKD -.011 .038 SDK -.008 .021 1 I .022 .027 MR .205 .038 LK .012 .021 a. Dependent Variable: PK Sumber : Hasil olahan data di SPSS Standardized t Coefficients Beta 6.371 -.026 -.275 -.030 -.359 .074 .804 .444 5.380 .047 .577 Sig. .000 .044 .720 .223 .000 .565 Dari tabel yang ditunjukkan di atas, berikut adalah hasil uji regresi linerar bergandanya : 1. Untuk Pengetahuan Kemampuan Dasar Keuangan, terlihat bahwa nilai signifikansinya 0,044, nilai alpha-nya dibawah dari 0,05, berarti ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan mahasiswa bisa dipengaruhi oleh kemampuan akan dasar-dasark keuangannya. Sehingga bisa disimpulkan bahwa semakin pandai mahasiswa dalam hal pengelolaan keuangannya, karena dipengaruhi oleh semakin tinggi pemahaman akan dasar-dasar keuangannya. Hasil ini sejalan dengan hasil yang ditunjukkan oleh (Albertus, Leksono, & Vhalery, 2020) yang menyatakan pengelolaan keuangan mahasiswa bisa dipengaruhi oleh literasi keuangan akan pemahaman akan dasar-dasar keuangan. 2. Simpanan dan Kredit, dengan nilai signifikansi sebesar 0,720, dan nilai ini di atas dai batas toleransi 0,05, sehingga dinyatakan pengelolaan keuangan mahasiswa tidak dipengaruhi oeh simpanan dan kredit. Bisa dibuktikan dari hasil kuesionr mahasiswa, bahwa sangat sedikit mahasiswa yang memahami dan menerapkan simpanan dan kredit, karena Sebagian besar anggapannya adalah mereka akan melakukan saving dan kredit itu nanti kalau mereka sudah bekerja dan punya penghasilan. Penelitian yang dilakukan oleh (Hidayat & Nurdin, 2020) sejalan dengan penelitian ini, yang juga memiliki hasil pengelolaan keuangan mahasiswa tidak bisa dipengarui oleh simpanan dan kredit. 3. Untuk investasi, nilai signifikansi sebesar 0,223, sehingga diatas alpha 0,05, yang berarti pengelolaan keuangan mahasiswa tidak bisa dipengaruhi oleh investasi. Hal ini sejalan dengan hasil uji pengaruh pengelolaan keuangan mahasiswa tidak bisa dipengaruhi oleh simpanan dan kredit. karena Sebagian besar anggapannya adalah mereka akan melakukan investasi itu nanti kalau mereka sudah bekerja dan punya penghasilan. 4. Untuk manajemen resiko, dimana nilai signifikansinya kurang dari 0,05, yang artinya manajemen resiko berpengaruh terhadap pengelolaankeuangan * Corresponding author’s e-mail: : dani@pcr.ac.id http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JABI 137 Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia - Vol. 6, No. 2, Mei 2023 – Arifulsyah, Yuliantoro & Bhayangkara mahasiswa. Hal ini bisa jadi karena dengan adanya pemahaman akan manajemen resiko, maka uang yang sebagian besar mereka terima dari orang tua akan dikelola dengan baik, agar jangan sampai pengeluaran mereka jauh melebihi dari uang yang masuk yang mereka terima dari orang tua. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Albertus, Leksono, & Vhalery, 2020) sejalan dengan hasil penelitian ini. 5. Dan terakhir variable Lingkungan Kampus, dimana nilai signifikansinya adalah sebesar 0,565, berarti di atas alpha 0,05, sehingga hasilnya adalah tidak berpengaruh. Karena faktor lingkungan kampus seperti harga bahanbahan makanan yang ada di sekitar kampus cukup murah, dan Sebagian mahasiswa PCR bergaul dengan sesama teman yang tidak begitu konsumtif, sehingga tidak berpengaruh besar terhadap pengeluaran mereka, hal ini sejalan juga dengan penelitian yang dilakukan oleh (Hidayat & Nurdin, 2020). 5. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari hasil penjelasan yang sudah diuraikan di atas, maka kesimpulan yang bisa ditarik adalah : 1. Pengelolaan keuangan dasar mahasiswa PCR bisa dipengaruhi oleh variable kemapuan dasar-dasar keuangan Variabel Pengetahuan Kemampuan Dasar Keuangan 2. Pengelolaan keuangan dasar mahasiswa PCR tidak bisa dipengaruhi oleh Variabel Simpanan dan Kredit. 3. Pengelolaan keuangan dasar mahasiswa PCR tidak bisa dipengaruhi oleh Variabel investasi. 4. Variabel manajemen resiko, berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan mahsiswa PCR 5. Variabel Lingkungan Kampus, tidak berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan mahsiswa PCR Saran Dari uraian yang sduah ada di atas, yang menjadi saran Penulis disini adalah untuk menambah jumlah objek penelitian yang tidak hanya dalam satu kampus saja, tapi bisa beberapa kampus disertai dengan penambahan beberapa variabel. DAFTAR PUSTAKA Albertus, S. S., Leksono, A. W., & Vhalery, R. (2020). PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN LINGKUNGAN KAMPUS TERHADAP MANAJEMEN * Corresponding author’s e-mail: : dani@pcr.ac.id http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JABI 138 Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia - Vol. 6, No. 2, Mei 2023 – Arifulsyah, Yuliantoro & Bhayangkara KEUANGAN PRIBADI MAHASISWA. Research and Development Journal Of Education. Bongomin., N. J. (2016). Social capital: Mediator of Financial Literacy and Financial Inclusion In Rural Uganda. Review of International Business and Strategy. Cole. S, a. N. (2008). Assessing the Importance of Financial Literacy. Asian Development Bank: Finance for the poor. Oxford University. Fatoki, O. (2014). The Financial Literacy of Micro Entrepreneurs in South Africa. J See Se, Vol 40 (2). Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengam Program IBM SPSS 22 Update PLS Regresi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Herdjiono, I. &. (2016). Pengaruh Financial Attitude, Financial Knowledge, Parental Income Terhadap Financial Management Behavior. . Jurnal Manajemen Teori dan Terapan.Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian SuatuPendekatan Praktek. Herlindawati, D. (2017). Pengaruh Kontrol Diri, Jenis Kelamin, Dan Pendapatan Terhadap Pengelolaan Keuangan Pribadi Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya. Jurnal Ekonomi Pendidikan Dan Kewirausahaan, 3(2), 158. Hidayat, M. Z., & Nurdin. (2020). Pengaruh Literasi Keuangan dan Sikap Keuangan Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan. Prosiding Manajemen (ss. 943-949). Bandung: Universitas Islam Bandung. Leksono, A. W. (2020). ran Pendidikan Keuangan dan Pengaruhnya Terhadap Literasi Keuangan pada Siswa SMA PGRI 4 Jakarta. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 6(2), 110–115. Lusardi, A. a. (2013). Baby Boomer Retirement Security: The Roles of Planning, Financial Literacy, and Housing Wealth. Journal of Monetary Economics. Mahdzan, N. &. (2013). The Impact of Financial Literacy on Individual Saving: an Exploratory study in the Malaysia Context . Transformations in Business & economics, Vol. 12, No 1, pp. 41-55. Mulyono, S. (2012). Statistika untuk Ekonomi & Bisnis. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI. Pradiningtyas, T. E. (2019). engaruh Pengetahuan Keuangan dan Sikap Keuangan terhadap Locus of Control dan Perilaku Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Ekonomi. Jurnal Minds: Manajemen Ide Dan Inspiras, 6(1), 96–112. Purwanto. (2012). Statistika dalam Bisnis. Jakarta: Grafindo. * Corresponding author’s e-mail: : dani@pcr.ac.id http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JABI 139 Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia - Vol. 6, No. 2, Mei 2023 – Arifulsyah, Yuliantoro & Bhayangkara Rasyid, R. (2012). Analisis tingkat literasi keuangan mahasiswa program studi manajemen fakultas ekonomi universitas padang. Kajian Manajemen BIsnis, Vol. 1, No. 2, 91– 106. Rustiaria A.P., S. M. (2017). Pengaruh Pengetahuan Keuangan, Sikap Keuangan, Dan Tingkat Pendidikan Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Keluarga, e journal Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya. journal Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya. Sugiyono. (2012). Statistik untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. Sunyoto, R. (2014). Statistika Ekonomi. Yogyakarta: Aditya Media. Vhalery, R. (2019). engaruh Komitmen Belajar dan Lingkungan Kampus Terhadap Hasil Belajar Matematika Ekonomi. Lembaran Ilmu Kependidikan . Jurnal Inovasi Pendidikan Ekonomi (JIPE), 48(1), 18-22. * Corresponding author’s e-mail: : dani@pcr.ac.id http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JABI 140