Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. April 2026: hlm 701 Ae 711 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. FAKTOR-FAKTOR DETERMINAN NILAI PERUSAHAAN SUB-SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN: PROFITABILITAS SEBAGAI MEDIATOR Jansen Zanetti Kifli1. Indra Widjaja2* Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Tarumanagara Jakarta Email: jansen. 115220193@stu. Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Tarumanagara Jakarta Email: indraw9393@gmail. *Penulis Korespondensi Masuk: 10-01-2026, revisi: 15-01-2026, diterima untuk diterbitkan: 30-04-2026 ABSTRAK Penelitian ini mengkaji pengaruh capital expenditure dan current ratio terhadap nilai perusahaan dengan menggunakan profitabilitas sebagai variabel mediasi. Penelitian ini berfokus pada perusahaan di sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021-2024. Dengan menggunakan purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 26 perusahaan dengan total 104 observasi. Analisis dilakukan menggunakan regresi berganda dan uji mediasi. Temuan menunjukkan bahwa pengeluaran modal memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dan profitabilitas. Profitabilitas juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dan berhasil memediasi hubungan antara pengeluaran modal dan nilai perusahaan. Di sisi lain, rasio lancar tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan maupun profitabilitas, dan hubungannya dengan nilai perusahaan tidak dimediasi oleh profitabilitas. Hasil ini menunjukkan pentingnya keputusan investasi dan kinerja profitabilitas dalam membentuk nilai perusahaan di sub-sektor makanan dan minuman, sementara likuiditas, yang diukur melalui current ratio, tidak memainkan peran signifikan selama periode yang diamati. Kata Kunci: nilai perusahaan, capital expenditure, current ratio, profitabilitas ABSTRACT This study investigates the influence of capital expenditure and current ratio on firm value by using profitability as a mediating variable. This research focuses on companies in the food and beverage sub-sector that listed on the Indonesia Stock Exchange during the period of 2021-2024. With using purposive sampling, resulitng in a sample of 26 companies with a total of 104 observations. The analysis was conducted using multiple regression and mediation The findings reveal that capital expenditure has a significant effect on both firm value and profitability. Profitability also demonstrates a significant effect on firm value and successfully mediates the relationship between capital expenditure and firm value. In contrast, the current ratio shows no significant effect on either firm value or profitability, and itAos relationship with firm value is not mediated by profitability. These results highlight the importance of investment decisions and profitability performance in shaping firm value within the food and beverage sub-sector, while liquidity, as measured by the current ratio, does not play a significant role during the observed Keywords: firm value, capital expenditure, current ratio, profitability PENDAHULUAN Latar belakang Pasar modal di Indonesia berperan penting sebagai indikator untuk menilai kinerja perekonomian. Melalui pasar modal, perusahaan memperoleh pendanaan jangka panjang melalui penjualan saham maupun obligasi, sementara investor mendapatkan peluang berinvestasi dan potensi imbal hasil. Investor harus membuat keputusan rasional untuk mencapai tujuan keuangan (Widjaja dan Helena. Tujuan investasi adalah untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak (Widjaja. Pasar modal yang aktif, transparan dan stabil dapat meningkatkan kepercayaan investor Faktor-Faktor Determinan Nilai Perusahaan Sub-Sektor Makanan dan Minuman: Profitabilitas sebagai Mediator Jansen Zanetti Kifli et al. domestik maupun asing. Salah satu indikator yang menilai kinerja pasar adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencerminkan pergerakkan harga seluruh saham di Bursa Efek Indonesia yang menunjukkan kesehatan ekonomi di Indonesia. Pergerakkan saham yang tidak pasti ini menunjukkan adanya ketidakpastian pasar. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan pasar yang dipengaruhi faktor eksternal dan internal. Faktor internal perusahaan menjadi penentu penting dalam menjaga nilai perusahaan di tengah ketidakpastian pasar. Beberapa variabel keuangan yang berpengaruh antara lain Capital Expenditure. Current Ratio dan Profitabilitas sebagai variabel mediasi. Faradiba dan Hidayat . , menyatakan bahwa CapEx berperan dalam peningkatan aset tetap jangka panjang, namun temuan penelitian lain menunjukkan hasil yang beragam seperti yang ditemukan oleh Tampubolon dan Chalil . Kemudian berdasarkan penelitian Oktaviani et al. , . , menegaskan bahwa current ratio menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek, meskipun hasil penelitian sebelumnya juga menunjukkan perbedaan seperti yang di temukan oleh Kartikasari et al. Menurut Widjaja . untuk menciptakan profitabilitas yang baik maka perlu menjaga efisiensi aktivitas keuangannya agar berada pada level yang bagus. Profitabilitas yang diukur dengan Return on Equity (ROE) dinilai sebagai indikator utama penilaian investor terhadap prospek Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan pengaruh positif signifikan ROE terhadap nilai perusahaan Nabela et al. Sadewo et al. , . , dan Rini et al. sedangkan penelitian lain menemukan hasil sebaliknya Saputra . Berdasarkan perbedaan hasil penelitian sebelumnya, kesenjangan penelitian ditemukan mengenai pengaruh CapEx, current ratio dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan, sementara penelitian ini berfokus pada sub-sektor Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021 Ae 2024. Tujuan penelitian Tujuan dari dilakukan penelitian ini adalah untuk menjawab beberapa pertanyaan yang dimiliki dalam penelitian ini, yaitu berikut ini: Untuk mengetahui pengaruh Capital Expenditure terhadap nilai perusahaan pada sub-sektor food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021 Ae 2024. Untuk mengetahui pengaruh Current Ratio terhadap nilai perusahaan pada sub-sektor yang Untuk mengetahui pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Untuk mengetahui pengaruh Capital Expenditure terhadap profitabilitas. Untuk mengetahui pengaruh Current Ratio terhadap profitabilitas. Untuk menganalisis peran profitabilitas sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara Capital Expenditure dan nilai perusahaan. Untuk menganalisis peran profitabilitas sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara Current Ratio dan nilai perusahaan. Gambaran umum teori Signaling Theory Signaling Theory atau teori sinyal dikemukakan pertama kali oleh Michael Spence pada tahun 1973 dalam penelitiannya yang berjudul Job Market Signaling. Menurut Spence . teori sinyal menyatakan bahwa pihak yang memiliki informasi menyampaikan sinyal berupa informasi yang mencerminkan keadaan perusahaan, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan yang Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. April 2026: hlm 701 Ae 711 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. berguna bagi pihak penerima informasi yaitu investor. Menurut Brigham dan Houston . dalam Agustine dan Setiawan . teori sinyal adalah tindakan yang dilakukan manajemen perusahaan untuk memberikan indikasi kepada investor mengenai pandangan manajeman terhadap prospek perusahaan dimasa depan. Menurut Santoso dan Widjaja . teori sinyal menekankan pada penyampaian informasi positif secara terencana, sehingga pihak internal perlu menentukan jenis informasi yang akan disampaikan serta metode penyampaian kepada pihak eksternal. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa teori sinyal menekankan pentingnya perusahaan dalam memberikan informasi yang akurat kepada investor untuk mengurangi terjadinya asimetri Informasi tersebut akan diterima oleh investor sebagai indikator prospek perusahaan di masa depan. Rasio analisis Nilai perusahaan Nilai perusahaan adalah pandangan pasar atau masyarakat terhadap kinerja dan prospek perusahaan di masa depan. Nilai perusahaan diukur menggunakan rasio Price to Book Value (PBV). Menurut Lestari dan Susetyo . Price to Book Value menunjukkan sejauh mana pasar menilai harga saham dibandingkan dengan nilai bukunya. Semakin tinggi PBV, semakin besar pula kepercayaan investor terhadap prospek perusahaan. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung PBV adalah sebagai berikut: PBV = Harga Saham Nilai Buku per Lembar Saham Capital expenditure Capital Expenditure (CapE. merupakan pengeluran modal yang dilakukan perusahaan untuk membeli, memperbaiki, atau meningkatkan aset tetap jangka panjang, seperti gedung, mesin, atau Pengukuran terkait capital expenditure dilakukan dengan membandingkan perubahan aset tetap perusahaan dalam satu periode dengan total aset yang dimiliki perusahaan dalam 1 periode yang sama. Capital Expenditure dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai CapEx = Aset tetap akhir Oe Aset tetap awal Total Aset Current ratio Current ratio (CR) merupakan rasio yang dihitung untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar. Nilai CR diperoleh dari perbandingan antara aktiva lancar dan utang lancar, yang dihitung dengan menggunakan rumus: CR = Aktiva lancar Hutang lancar Profitabilitas Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki seperti aset, modal atau penjualan. Profitabilitas dapat diukur dengan beberapa rasio keuangan. Dalam penelitian ini, profitabilitas berperan sebagai Faktor-Faktor Determinan Nilai Perusahaan Sub-Sektor Makanan dan Minuman: Profitabilitas sebagai Mediator Jansen Zanetti Kifli et al. variabel mediasi, yang diukur menggunakan rasio Return on Equity (ROE). Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih bagi pemegang saham berdasarkan modal yang mereka investasikan. Menurut Ngadiman dan Widjaja . semakin tinggi nilai rasio ROE, menandakan bahwa perusahaan dapat mengelola sumber daya ekuitas dengan baik dan efisien untuk menghasilkan laba maksimal. ROE dihitung menggunakan rumus: ROE = Earning After Tax ( EAT) Total Equity Kerangka pemikiran Berdasarkan penjelasan di atas, kerangka pemikiran yang dikembangkan pada penelitian ini ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar 1. Kerangka penelitian Sumber: Peneliti . Berdasarkan kerangka penelitian pada Gambar 1, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai H1: Capital expenditure memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. H2: Current ratio memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. H3: Profitabilitas memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. H4: Capital expenditure memiliki pengaruh terhadap profitabilitas. H5: Current ratio memiliki pengaruh terhadap profitabilitas. H6: Profitabilitas dapat memediasi pengaruh capital expenditure terhadap nilai perusahaan. H7: Profitabilitas dapat memediasi pengaruh current ratio terhadap nilai perusahaan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, yaitu dengan memanfaatkan data numerik yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan pada sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI selama periode 2021-2024. Data penelitian ini bersumber dari laporan keuangan publikasi yang disediakan di halaman resmi Bursa Efek Indonesia. Selanjutnya, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Adapun kriteria yang digunakan Perusahaan sub-sektor food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021 s. Perusahaan secara konsisten melampirkan laporan keuangan tahunan selama periode Perusahaan tidak mengalami delisting selama tahun periode pengamatan. Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. April 2026: hlm 701 Ae 711 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. Ukuran sampel Menurut Sugiyono . , ukuran sampel minimum yang disarankan untuk analisis regresi linear dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 1 N. ! Pada rumus tersebut, n merupakan jumlah minimum sampel yang diperlukan. N merupakan jumlah dari populasi dan merupakan tingkat kesalahan sampel . ampling erro. , biasanya bernilai 5%. Dengan demikian, jumlah sampel minimum dalam penelitian adalah 69. Total sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 104, hasil observasi dari 26 perusahaan selama periode 4 tahun . 1 s. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini memiliki 2 model, yaitu model 1 membahas mengenai pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dan model 2 membahas mengenai pengaruh variabel independen terhadap variabel mediasi. Kemudian, sebelum melakukan uji asumsi klasik, terlebih dahulu dilakukan uji model yang ditunjukkan pada Tabel 1 sampai dengan Tabel 5. Tabel 1. Hasil uji Chow . Sumber: Output Eviews 12 Effects Test Cross- Section F Cross-section Chi Square Statistic 3,419868 79,121662 . Prob. 0,0000 0,0000 Tabel 2. Hasil uji Chow . Sumber: Output Eviews 12 Effects Test Cross- Section F Cross-section Chi Square Statistic 0,729456 22,367619 . Prob. 0,8108 0,6144 Berdasarkan Tabel 1 dan 2 , p-value pada model 1 yaitu 0,0000 (< 0,. dan p-value pada model 2 yaitu 0,6144 (> 0,. Oleh karena itu, untuk model 1 yang dipilih adalah FEM dan untuk model 2 yang dipilih adalah CEM. Maka untuk model 1 yang dilanjutkan adalah Uji Hausmann dan untuk model 2 yang dilanjutkan adalah Uji Lagrange Multiplier Breusch-Pagan (LM-BP). Tabel 3. Hasil uji Hausmann . Sumber: Output Eviews 12 Test Summary Cross-section random Chi-Sq. Statistic 0,326816 Chi-Sq. Prob. 0,9549 Berdasarkan Tabel 3, p-value pada model 1 sebesar 0,9549 (> 0,. Oleh karena itu, untuk model 1 yang dipilih adalah REM dan untuk selanjutnya yang wajib dilakukan adalah uji LM-BP. Tabel 4. Hasil uji LM-BP . Sumber: Output Eviews 12 Breusch-Pagan Cross-Section 21,95390 . ,0. Test Hypothesis Time 0,058510 ,8. Both 22,01241 . ,0. Faktor-Faktor Determinan Nilai Perusahaan Sub-Sektor Makanan dan Minuman: Profitabilitas sebagai Mediator Jansen Zanetti Kifli et al. Tabel 5. Hasil uji LM-BP . Sumber: Output Eviews 12 Breusch-Pagan Test Hypothesis Time 1,843810 ,1. Cross-Section 0,918157 . ,3. Both 2,761968 . ,0. Berdasarkan Tabel 4 dan 5, p-value untuk model 1 yaitu sebesar 0,0000 (< 0,. dan p-value untuk model 2 yaitu sebesar 0,0965 (> 0,. Oleh karena itu, dapat disimpulkan untuk model 1 model penelitian yang dipilih untuk melanjutkan pengolahan data adalah REM dan untuk model 2 yang dipilih untuk melanjutkan pengolahan data adalah CEM. Uji asumsi klasik Tabel 6. Hasil uji multikolinearitas . Sumber: Output Eviews 12 Variabel CapEx Current Ratio Profitabilitas CapEx 1,000000 0,009750 0,222065 Current Ratio 0,009750 1,000000 -0,138317 Profitabilitas 0,222065 -0,138317 1,000000 Tabel 7. Hasil uji multikolinearitas . Sumber: Output Eviews 12 Variabel CapEx Current Ratio CapEx 1,000000 0,009750 Current Ratio 0,009750 1,000000 Berdasarkan Tabel 6 dan 7, koefisien korelasi antara CapEx dengan current ratio sebesar 0,009750. CapEx dengan profitabilitas sebesar 0,222065, dan current ratio dengan profitabilitas sebesar -0,138317. Dikarenakan nilai koefiesien korelasi yang didapatkan lebih kecil dari 0,80. oleh karena itu tidak terjadi multikolinearitas di antara variabel. Tabel 8. Hasil uji heteroskedastisitas . ji Glejse. Sumber: Output Eviews 12 Variabel CapEx Current Ratio Profitabilitas Coefficient 1,617301 0,077538 0,006129 0,013655 Std. Error 0,254514 0,040368 0,039484 0,054635 t-Statistic 6,354472 1,920786 0,155220 0,249923 Prob 0,0000 0,0576 0,8770 0,8032 Tabel 9. Hasil uji heteroskedastisitas . ji Glejse. Sumber: Output Eviews 12 Variabel CapEx Current Ratio Coefficient 1,419290 -0,063837 0,053725 Std. Error 0,222037 0,051684 0,055515 t-Statistic 6,392124 -1,235128 0,967751 Prob 0,0000 0,2196 0,3355 Berdasarkan Tabel 8 dan 9, p-value pada model 1 yaitu CapEx sebesar 0,0576, current ratio sebesar 0,8770 dan profitabilitas sebesar 0,8032, nilai p-value model 1 (> 0,. , dan p-value pada model 2 yaitu CapEx sebesar 0,2196 dan current value sebesar 0,3355, nilai p-value (> 0,. Berdasarkan data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa dalam 2 model penelitian ini lolos dari Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. April 2026: hlm 701 Ae 711 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. Uji hipotesis Tabel 10. Hasil uji F dan R2 . Sumber: Output Eviews 12 R-squared Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob (F-statisti. 0,221370 0,198011 1,889491 9,476875 0,000014 Tabel 11. Hasil uji F dan R2 . Sumber: Output Eviews 12 R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob (F-statisti. 0,069050 0,050615 1,394774 579,2293 -236,8696 3,745658 0,026964 Berdasarkan Tabel 10 dan 11, pada model 1 didapatkan p-value (F-statistic. sebesar 0,000014 dengan nilai Adjusted R2 sebesar 0,198011 atau sebesar 19,8%. sehingga dapat disimpulkan bahwa model 1 pada penelitian dapat dilanjutkan dan variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen sebesar 19,8% dan 80,2% sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak di masukkan dalam penelitian ini. Selanjutnya, pada model 2, didapatkan p-value (F-statistic. sebesar 0,026964 dengan nilai Adjusted R2 sebesar 0,050615 atau sebesar 5,06%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model 2 pada penelitian ini dapat dilanjutkan dan variabel independen dapat menjelaskan variabel mediasi sebesar 5,06% dan 94,94% sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak di masukkan dalam penelitian ini. Tabel 12. Hasil uji t . Sumber: Output Eviews 12 Variabel CapEx Current Ratio Profitabilitas Coefficient 2,130519 0,226615 0,001219 0,260712 Std. Error 0,403470 0,063570 0,062133 0,085955 t-Statistic 5,280491 3,564798 0,019616 3,033109 Prob 0,0000 0,0006 0,9844 0,0031 Hasil H1 diterima H2 ditolak H3 diterima Tabel 13. Hasil uji t . Sumber: Output Eviews 12 Variabel CapEx Current Ratio Coefficient 1,156458 0,149950 -0,101277 Std. Error 0,276812 0,064435 0,069210 t-Statistic 4,177776 2,327165 -1,463323 Prob 0,0001 0,0220 0,1465 Hasil H4 diterima H5 ditolak Berdasarkan Tabel 12 dan 13, pada model 1, p-value variabel CapEx sebesar 0,0006 (< 0,. CR sebesar 0,9844 (> 0,. dan Profitabilitas sebesar 0,0031 (< 0,. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa nilai H1 diterima. H2 ditolak, dan H3 diterima. Pada model 2 nilai p-value variabel CapEx sebesar 0,0220 (< 0,. dan CR sebesar 0,1465 (> 0,. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa H4 diterima dan H5 ditolak. Faktor-Faktor Determinan Nilai Perusahaan Sub-Sektor Makanan dan Minuman: Profitabilitas sebagai Mediator Jansen Zanetti Kifli et al. Hasil analisis regresi Dalam penelitian ini, analisis regresi digunakan untuk menganalisis hubungan variabel dependen yaitu nilai perusahaan, variabel independen yaitu capital expenditure dan current ratio, serta variabel mediasi yaitu profitabilitas. Berikut ini merupakan persamaan regresi linear berganda yang digunakan dalam penelitian ini: PBV = 2,130 0,226 * CapEx 0,001 * CR 0,260 * ROE OO Hasil analisis regresi linear berganda dapat diartikan sebagai berikut: Dari persamaan di atas, nilai konstanta sebesar 2,130 memiliki arti bahwa apabila variabel capital expenditure, current ratio dan profitabilitas bernilai 0 . atau konstan, maka pengungkapan menambah 2,130. Berdasarkan persamaan diatas, diperoleh koefisien regresi sebesar 0,226 untuk variabel capital expenditure. Hal ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan variabel capital expenditure sebesar 1 persen, maka akan terjadi peningkatan nilai perusahaan sebesar 0,226 atau 2,26 persen dengan asumsi current ratio dan profitabilitas adalah konstan. Berdasarkan persamaan diatas, diperoleh koefisien regresi sebesar 0,001 untuk variabel current ratio. Hal ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan variabel current ratio sebesar 1 persen, maka akan terjadi peningkatan nilai perusahaan sebesar 0,001 atau 0,1 persen dengan asumsi capital expenditure dan profitabilitas adalah konstan. Berdasarkan persamaan diatas, diperoleh koefisien regresi sebesar 0,260 untuk variabel Hal ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan variabel profitabilitas sebesar 1 persen, maka akan terjadi peningkatan nilai perusahaan sebesar 0,260 atau 2,6 persen dengan asumsi capital expenditure dan current ratio adalah konstan. Uji mediasi Tabel 14. Hasil uji mediasi Sumber: Output Eviews 12 Variabel CapEx Current Ratio Sobel test Stat. 1,81519609 -1,28055514 One-tailed prob 0,03474689 0,10017498 Two-tailed prob 0,06949378 0,20034997 Berdasarkan Tabel 14, dikarenakan hipotesis pada penelitian ini tidak mengarahkan positif atau negatif maka probabilitas yang dilihat adalah two-tailed probability. Berdasarkan nilai probabilitas pada two-tailed, didapatkan nilai X1 sebesar 0,069 (< 0,. dapat disimpulkan bahwa profitabilitas dapat memediasi hubungan antara capital expenditure dengan nilai perusahaan. Atau dengan kata lain. H6 diterima. Selain itu, berdasarkan nilai probabilitas pada two-tailed, didapatkan nilai X2 sebesar 0,200. Karena nilai probabilitas lebih besar dari 0,10 maka dapat disimpulkan bahwa profitabilitas tidak dapat memediasi hubungan antara current ratio dengan nilai perusahaan. Atau dengan kata lain. H7 ditolak. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya, penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: Capital Expenditure terbukti berpengaruh terhadap nilai perusahaan sub-sektor food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021 - 2024. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin besar investasi perusahaan pada aset tetap, maka semakin kuat sinyal positif yang diterima oleh investor, yang kemudian meningkatkan kepercayaan, mendorong Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. April 2026: hlm 701 Ae 711 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. naiknya harga saham, dan akhirnya akan meningkatkn nilai perusahaan. Temuan ini sejalan dengan penelitian Mispiyanti . Current Ratio terbukti tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan sub-sektor food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2024. Artinya, tingginya rasio lancar tidak selalu menggambarkan pengelolaan aset perusahaan. Rasio lancar yang terlalu tinggi menunjukkan penumpukan aset yang tidak dimanfaatkan secara optimal sehingga tidak berdampak pada nilai perusahaan. Profitabilitas terbukti memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan sub-sektor food and beverages di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian. Semakin tinggi profitabilitas, semakin besar kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan. Hal ini akan meningkatkan harga saham dan memperkuat nilai perusahaan. Temuan ini sejalan dengan penelitian Lestari et al. Capital Expenditure memiliki pengaruh terhadap profitabilitas. Investasi aset tetap yang dilakukan oleh perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan sedang memiliki kinerja yang bagus dikarenakan perlu adanya penambahan pada aset tetap perusahaan. Sehingga akan mendorong tingkat profitabilitas yang di peroleh perusahaan. Current Ratio tidak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas. Semakin tinggi current ratio menunjukkan terjadinya aset lancar yang tidak digunakan atau penumpukkan aset lancar. Aset lancar yang tidak digunakan ini tidak dapat dibuat sebagai penghasilan bagi perusahaan. Sehingga tidak akan berpengaruh terhadap profitabilitas. Profitabilitas terbukti mampu memediasi hubungan antara capital expenditure dengan nilai Peningkatan investasi aset teteap mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan, yang akan meningkatkan profitabilitas perusahaan, dan mendorong kenaikan nilai saham dan nilai Temuan ini sejalan dengan penelitian Wicaksari et al. Profitabilitas terbukti tidak mampu memediasi hubungan antara current ratio dengan nilai Tingginya rasio lancar menunjukkan adanya aset yang tidak digunakan secara produktif, sehingga tidak berdampak pada peningkatan profitabilitas maupun nilai perusahaan. Saran Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, beberapa saran akan diberikan, yang diharapkan dapat digunakan oleh peneliti selanjutnya dan investor. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan untuk melakukan dengan menggunakan variabel eksternal seperti kondisi keuangan, nilai tukar, atau inflasi. Selain itu, diharapkan untuk menambah jumlah sampel yang dijadikan observasi dan menggunakan populasi yang berbeda seperti perusahaan yang termasuk sektor properti atau pertambangan. Bagi investor, diharapkan dapat lebih memperhatikan faktor capital expenditure dan profitabilitas, karena dari hasil penelitian ini terbukti memengaruhi nilai perusahaan. Ucapan terima kasih Penelitian ini mengucapkan terima kasih kepada Program Studi S1 Manajemen Universitas Tarumanagara yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas lengkap bagi saya dalam menimba ilmu pengetahuan manajemen, dan Peneliti mengucapkan terima kasih pula kepada dosen pembimbing utama yang telah banyak memberikan kontribusi dalam pembimbingan penelitian dan penyusunan karya ilmiah penelitian ini. Faktor-Faktor Determinan Nilai Perusahaan Sub-Sektor Makanan dan Minuman: Profitabilitas sebagai Mediator Jansen Zanetti Kifli et al. REFERENSI